Masyarakat Pedesaan
dan Perkotaan
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Kegiatan Belajar 2
Unsur-unsur suatu
masyarakat
•Paling tidak ada 2 orang
individu
•Mereka menyadari satu
kesatuan mereka;
•Jangka waktu dalam
berhubungan termasuk
lama.
•Mereka menjadi sebuah
sistem, yang hidup secara
bersama-sama yang
melahirkan kultur/budaya
Syarat- Syarat Masyarakat
•Harus ada perkumpulan
manusia dan harus banyak
•Telah bertempat tinggal dalam
waktu lama disuatu daerah
tertentu.
•Adanya aturan atau undang-
undang yang mengatur
masyarakat untuk menuju
kepada kepentingan dan tujuan
bersama
Masyarakat Pedesaan
dan Perkotaan
Masyarakat Pedesaan
“Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial ekonomi politik, dan
kultural yang terdapat di situ, dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal
balik dengan daerah lain.” -Bintarto
Masyarakat perkotaan sering di sebut juga urban community. Pengertian
masyarakat kota lebih di tekankan pada sifat-sifat kehidupannya yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan.
Ciri-ciri Masyarakat Desa
warganya mempunyai hubungan lebih
mendalam dan erat bila dibandingkan
dengan pedesaan lainya diluar batas-
batas wilayahnya.
Sistem kehidupan umumnya
berkelompok dengan dasar
kekeluargaan/paguyuban
Sebagian besar warga
masyarakat pedesaan hidup
dari pertanian, pekerjaan –
pekerjaan yang bukan
pertanian merupakan
pekerjaan sambilan
Masyarakat tersebut homogen,
seperti dalam hal mata pencarian,
agama, adat istiadat dan
sebagainya.
Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
Cara kehidupan perkotaan mempunyai kecenderungan ke arah keduniawian, bila
di bandingkan dengan kehidupan warga masyarakat desa yang cenderung ke
arah keagamaan.
Orang kota pada umumnya dapat
mengurus diri sendiri tanpa bergantung
pada orang-orang lain
Pembagian kerja di antara warga-
warga kota juga lebih tegas dan
mempunyai batas-batas yang
nyata.
Pembagian kerja sudah meluas, sudah ada macam-
macam kegiatan industri, sehingga tidak hanya
terbatas pada satu sektor pekerjaan.
Jalan pikiran rasional yang pada umumnya
di anut oleh masyarakat perkotaan
Pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga
pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk
mengejar kebutuhan- kebutuhan seorang individu.
perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di
kota-kota, hal ini sering menimbulkan pertentangan
antara golongan tua dengan golongan muda.
Sumber Daya yang ada di
Pedesaan dan Perkotaan
dalam Upaya Kesehatan Ibu
dan Anak
Sumber Daya Manusia
Tenaga kesehatan baik yang
bersumber dari swadaya masyarakat
seperti kader kesehatan, dukun
terlatih akan mendukung upaya
kesehatan ibu dan anak.
Sumber Daya Sarana Kesehatan
Kuantitas & kualitas sarana pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas,
Puskemas Pembantu, Polindes, Posyandu dsb, yang ada baik di perkotaan dan
pedesaan akan mempunyai arti penting dalam upaya kesehatan ibu dan anak.
Begitu pula dalam kesediaan peralatan medis dan non medis, serta obat-obatan.
Sumber Daya Dana Kesehatan
Kecukupan dalam pembiayaan kesehatan
terutama untuk pelayanan kesehatan ibu dan
anak mempunyai arti penting yang sangat besar
dalam kelancaran program-program kesehatan
yang ada.
Teknologi dan pemilihan metode dalam
upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak
akan membantu meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
Masalah-masalah
Masyarakat Desa dan Kota
Permasalahan masyarakat di pedesaan terkait
dengan sektor sosial seperti usaha-usaha
perikemanusiaan, pendidikan yang masih
rendah terutama kaum perempuannya dan
masih rendahnya status kesehatan masyarkat.
Dari sektor ekonomi sarana prasana
untuk produksi barang dan jasa masih kurang
begitu pula dari sektor budaya : masih kentalnya
adat-istiadat sehingga lebih lambat dalam
menerima perubahan.
Permasalahan daerah perkotaan yang paling
mendasar adalah tingginya kepadatan penduduk
sebagai akibat dari tingginya pertumbuhan
penduduk.
Hubungan Masyarakat
Pedesaan-Perkotaan
Kota tergantung pada dalam
memenuhi kebutuhan warganya akan
bahan bahan pangan seperti beras
sayur mayur , daging dan ikan.
Desa juga merupakan sumber tenaga
kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan
tertentu dikota.
Kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh
orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat
pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk
memelihara kesehatan dan transportasi.
Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan
perluasan kesempatan kerja ini pada akhirnya berakibat
bahwa di pedesaan terdapat banyak orang yang tidak
mempunyai mata pencaharian tetap.
Secara teoristik, kota
merubah atau paling
mempengaruhi desa melalui
beberapa cara seperti :
Ekspansi kota ke desa, atau
boleh dibilang perluasan
kawasan perkotaan dengan
merubah atau mengambil
kawasan pedesaan.
Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya
Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah
perdesaan menjadi perkotaan.
Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku
dan nilai kekotaan ke desa.
ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa
pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke
kota.

Kb 3

  • 1.
    Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan IlmuSosial dan Budaya Dasar Kegiatan Belajar 2
  • 2.
    Unsur-unsur suatu masyarakat •Paling tidakada 2 orang individu •Mereka menyadari satu kesatuan mereka; •Jangka waktu dalam berhubungan termasuk lama. •Mereka menjadi sebuah sistem, yang hidup secara bersama-sama yang melahirkan kultur/budaya
  • 3.
    Syarat- Syarat Masyarakat •Harusada perkumpulan manusia dan harus banyak •Telah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu. •Adanya aturan atau undang- undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama
  • 4.
  • 5.
    Masyarakat Pedesaan “Desa merupakanperwujudan atau kesatuan geografi, sosial ekonomi politik, dan kultural yang terdapat di situ, dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.” -Bintarto
  • 6.
    Masyarakat perkotaan seringdi sebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih di tekankan pada sifat-sifat kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
  • 7.
  • 8.
    warganya mempunyai hubunganlebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan pedesaan lainya diluar batas- batas wilayahnya.
  • 9.
    Sistem kehidupan umumnya berkelompokdengan dasar kekeluargaan/paguyuban
  • 10.
    Sebagian besar warga masyarakatpedesaan hidup dari pertanian, pekerjaan – pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan
  • 11.
    Masyarakat tersebut homogen, sepertidalam hal mata pencarian, agama, adat istiadat dan sebagainya.
  • 12.
  • 13.
    Cara kehidupan perkotaanmempunyai kecenderungan ke arah keduniawian, bila di bandingkan dengan kehidupan warga masyarakat desa yang cenderung ke arah keagamaan.
  • 14.
    Orang kota padaumumnya dapat mengurus diri sendiri tanpa bergantung pada orang-orang lain
  • 15.
    Pembagian kerja diantara warga- warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • 16.
    Pembagian kerja sudahmeluas, sudah ada macam- macam kegiatan industri, sehingga tidak hanya terbatas pada satu sektor pekerjaan.
  • 17.
    Jalan pikiran rasionalyang pada umumnya di anut oleh masyarakat perkotaan
  • 18.
    Pentingnya faktor waktubagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk mengejar kebutuhan- kebutuhan seorang individu.
  • 19.
    perubahan-perubahan sosial tampakdengan nyata di kota-kota, hal ini sering menimbulkan pertentangan antara golongan tua dengan golongan muda.
  • 20.
    Sumber Daya yangada di Pedesaan dan Perkotaan dalam Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
  • 21.
    Sumber Daya Manusia Tenagakesehatan baik yang bersumber dari swadaya masyarakat seperti kader kesehatan, dukun terlatih akan mendukung upaya kesehatan ibu dan anak.
  • 22.
    Sumber Daya SaranaKesehatan Kuantitas & kualitas sarana pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas, Puskemas Pembantu, Polindes, Posyandu dsb, yang ada baik di perkotaan dan pedesaan akan mempunyai arti penting dalam upaya kesehatan ibu dan anak. Begitu pula dalam kesediaan peralatan medis dan non medis, serta obat-obatan.
  • 23.
    Sumber Daya DanaKesehatan Kecukupan dalam pembiayaan kesehatan terutama untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak mempunyai arti penting yang sangat besar dalam kelancaran program-program kesehatan yang ada.
  • 24.
    Teknologi dan pemilihanmetode dalam upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak akan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
  • 25.
  • 26.
    Permasalahan masyarakat dipedesaan terkait dengan sektor sosial seperti usaha-usaha perikemanusiaan, pendidikan yang masih rendah terutama kaum perempuannya dan masih rendahnya status kesehatan masyarkat.
  • 27.
    Dari sektor ekonomisarana prasana untuk produksi barang dan jasa masih kurang begitu pula dari sektor budaya : masih kentalnya adat-istiadat sehingga lebih lambat dalam menerima perubahan.
  • 28.
    Permasalahan daerah perkotaanyang paling mendasar adalah tingginya kepadatan penduduk sebagai akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk.
  • 29.
  • 30.
    Kota tergantung padadalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.
  • 31.
    Desa juga merupakansumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota.
  • 32.
    Kota menghasilkan barang-barangyang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan transportasi.
  • 33.
    Peningkatan jumlah penduduktanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja ini pada akhirnya berakibat bahwa di pedesaan terdapat banyak orang yang tidak mempunyai mata pencaharian tetap.
  • 34.
    Secara teoristik, kota merubahatau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara seperti : Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan pedesaan.
  • 35.
    Invasi kota ,pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan.
  • 36.
    Penetrasi kota kedesa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa.
  • 37.
    ko-operasi kota-desa, padaumumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota.

Editor's Notes

  • #7 Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
  • #31 Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan.
  • #32 Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman.
  • #34 Mereka merupakan pengangguran, baik sebagai pengangguran penuh maupun setengah penuh.