TUGAS 
ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT UROLOGI 
(INFEKSI SALURAN KEMIH) 
OLEH : 
MUHAMMAD SALEH 
12.12.1025 
II B 
AKADEMI KEPERAWATAN 
PEMERINTAH KABUPATEN MUNA 
RAHA 
2014
KATA PENGANTAR 
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karna atas limpahan rahmat 
dan karunia-Nya sehingga masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga saya dapat 
menyelesaikan tugas yang berjudul “ INFEKSI SALURAN KEMIH “ sebagaimana 
mestinya dengan tepat waktu. 
Saya sadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnnaan olehnya itu dibutuhkan 
kritik dan saran sehingga pembuatan tugas selanjutnya bisa menjadi lebih baik lagi seperti 
pepatah mengatakan bahwa “ Tak ada gading yang tak retak “ 
Saya berharap bahwa tugas yang saya buat dapat bermanfaat untuk teman-teman 
semua dalam proses perkuliahan selanjutnya amiieen.. 
Terima kasih
DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI 
BAB I PENDAHULUAN 
A. LATAR BELAKANG 
B. RUMUSAN MASALAH 
C. TUJUAN 
BAB II PEMBAHASAN 
A. PENGERTIAN 
B. ETIOLOGI 
C. ANATOMI FISIOLOGI 
D. PATOFISIOLOGI 
E. TANDA DAN GEJALA 
F. KOMPLIKASI 
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 
H. PENCEGAHAN 
I. PENGOBATAN 
J. PENATALAKSANAAN 
BAB II PENUTUP 
A. KESIMPULAN 
B. SARAN 
DAFTAR PUSTAKA
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah umum yang dipakai untuk 
menyatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. Prevalensi ISK di 
masyarakat makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Pada usia 40 – 60 
tahun mempunyai angka prevalensi 3,2 %. Sedangkan pada usia sama atau diatas 65 
tahun kira-kira mempunyai angka prevalensi ISK sebesar 20%. Infeksi saluran 
kemih dapat mengenal baik laki-laki maupun wanita dari semua umur baik anak-anak, 
remaja, dewasa maupun lanjut usia. Akan tetapi dari kedua jenis kelamin, 
ternyata wanita lebih sering dari pria dengan angka populasi umum kurang lebih 5- 
15%. 
Untuk menyatakan adanya ISK harus ditemukan adanya bakteri dalam 
urin.Bakteriuria yang disertai dengan gejala saluran kemih disebut bakteriuria 
simptomatis.Sedangkan yang tanpa gejala disebut bakteriuria 
asimptomatis.Dikatakan bakteriuria positif pada pasien asimptomatisbila terdapat 
lebih dari 105 koloni bakteri dalam sampel urin midstream, sedangkan pada pasien 
simptomatis bisa terdapat jumlah koloni lebih rendah. 
Prevalensi ISK yang tinggi pada usia lanjut antara lain disebabkan karena 
sisa urin dalam kandung kemih meningkat akibat pengosonga kandung kemih 
kurang efektif , mobilitis menurun, pada usia lanjut nutrisi sering kurang baik, 
sistem imunitas menurun. 
Baik seluler maupu humoral, adanya hambatan pada aliran urin,hilangnya efek 
bakterisid dari sekresi prostat. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit 
yang perlu mendapat perhatian serius.Di Amerika dilaporkan bahwa setidaknya 6 
juta pasien datang kedokter setiap tahunnya dengan diagnosis ISK. 
B. Rumusan Masalah 
1. Apa saja yang perlu kita ketahui mengenai infeksi saluran kemih ? 
2. Bagaimana tanda dan gejala orang yang mengalami infeksi saluran kemih ? 
C. Tujuan 
1. Penulis dapat menetahui tanda dan gejala infeksi saluran kemih.
2. Penulis dapat mengetahui penyebab infeksi saluran kemih. 
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Pengertian 
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada 
saluran kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, 
kandung kemih, dan uretra).Infeksi saluran kemih adalah istilah umum untuk 
mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih.Jenis ISK yang 
paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai 
sistitis.Tidak semua infeksi saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran 
kemih yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih 
asimtomatis. 
Berikut beberapa kategori infeksi saluran kemih, yakni sebagai berikut: 
1) Infeksi Saluran Kemih Primer : Berdasarkan gejala sistemik pada infeksi 
saluran kemih ini maka ISK primer dapat dibagi menjadi 2 kategori 
sebagai berikut : 
 ISK lokal dapat diterapi antibiotika lokal. 
 ISK dengan beberapa gejala sistemik yang bisa diterapi secara 
antibiotika sistemik seperti amoksilin. 
2) Infeksi Saluran Kemih Sekunder : Infeksi saluran kemih yang 
disebabkan oleh penyakit lainnya. ISK berulang sendiri merupakan 
pertanda bahwa Infeksi saluran kemih tersebut termasuk dalam kategori 
sekunder karena penanganan dan pengobatan ISK sebelumnya tidak 
tepat. Penyebab penyakit infeksi saluran kemih sekunder adalah 
diakibatkan oleh obstruksi saluran kemih seperti pembesaran prostat, 
struktur uretra dan batu saluran kemih. Oleh karena itu, penanganan dan 
pengobatan penyakit infeksi saluran kemih sekunder haruslah 
berdasarkan penyebabnya yang perlu diketahui. 
Infeksi saluran kemih sering terjdi pada wanita.Salah satu penyebabnya 
adalah uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih 
mudah melewati jalur ke kandung kemih. Faktor lain yang berperan adalah 
kecenderungan untuk menahan urin serta iritasi kulit lubang uretra sewaktu 
berhubungan kelamin. Uretra yang pendek meningkatkan kemungkinan
mikroorganisme yang menempel dilubang uretra sewaktu berhubungan kelamin 
memiliki akses ke kandung kemih.Wanita hamil mengalami relaksasi semua 
otot polos yang dipengaruhi oleh progesterone, termasuk kandung kemih dan 
ureter, sehingga mereka cenderung menahan urin dibagian tersebut.Uterus pada 
kehamilan dapat pula menghambat aliran urin pada keadaan-keadaan tertentu. 
B. Etiologi 
Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri, tetapi 
jamur dan virus juga dapat menjadi penyebabnya. Infeksi bakteri tersering 
adalah yang disebabkan E.coli, organisme yanag sering ditemukan di daerah 
anus. 
ISK sering terjadi pada wanita. Penyebabnya adalah uretra wanita yang 
lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah memperoleh akses ke 
kandung kemih, kecenderungan untuk menahan urin, iritasi kulit lubang uretra 
pada wanita sewaktu berhubungan kelamin. 
Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain: 
a) Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple) 
b) Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated 
c) Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain. 
C. Anatomi Fisiologi 
Sistem perkemihan atau sistem urinaria terdiri atas, dua ginjal yang 
fungsinya membuang limbah dan substansi berlebihan dari darah, dan 
membentuk kemih dan dua ureter, yang mengangkut kemih dari ginjal ke 
kandung kemih (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai reservoir bagi kemih 
dan urethra.Saluran yang menghantar kemih dari kandung kemih keluar tubuh 
sewaktu berkemih. 
Setiap hari ginjal menyaring 1700 L darah, setiap ginjal mengandung lebih dari 
1 juta nefron, yaitu suatu fungsional ginjal. Ini lebih dari cukup untuk tubuh, 
bahkan satu ginjal pun sudah mencukupi.Darah yang mengalir ke kedua ginjal 
normalnya 21 % dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. 
Masing-masing ginjal mempunyai panjang kira-kira 12 cm dan lebar 2,5 
cm pada bagian paling tebal. Berat satu ginjal pada orang dewasa kira-kira 150 
gram dan kira-kira sebesar kepalang tangan.Ginjal terletak retroperitoneal 
dibagian belakang abdomen.Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri
karena ada hepar disisi kanan.Ginjal berbentuk kacang, dan permukaan 
medialnya yang cekung disebut hilus renalis, yaitu tempat masuk dan keluarnya 
sejumlah saluran, seperti pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan 
ureter. 
Panjang ureter sekitar 25 cm yang menghantar kemih.Ia turun ke bawah 
pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum. Di pelvis menurun ke 
arah luar dan dalam dan menembus dinding posterior kandung kemih secara 
serong (oblik). Cara masuk ke dalam kandung kemih ini penting karena bila 
kandung kemih sedang terisi kemih akan menekan dan menutup ujung distal 
ureter itu dan mencegah kembalinya kemih ke dalam ureter. 
Kandung kemih bila sedang kosong atau terisi sebagian, kandung kemih 
ini terletak di dalam pelvis, bila terisi lebih dari setengahnya maka kandung 
kemih ini mungkin teraba di atas pubis.Peritenium menutupi permukaan atas 
kandung kemih.Periteneum ini membentuk beberapa kantong antara kandung 
kemih dengan organ-organ di dekatnya, seperti kantong rektovesikal pada pria, 
atau kantong vesiko-uterina pada wanita.Diantara uterus dan rektum terdapat 
kavum douglasi. 
Uretra pria panjang 18-20 cm dan bertindak sebagai saluran untuk sistem 
reproduksi maupun perkemihan.Pada wanita panjang uretra kira-kira 4 cm dan 
bertindak hanya sebagai system Perkemihan.Uretra mulai pada orifisium uretra 
internal dari kandung kemih dan berjalan turun dibelakang simpisis pubis 
melekat ke dinding anterior vagina.Terdapat sfinter internal dan external pada 
uretra, sfingter internal adalah involunter dan external dibawah kontrol volunter 
kecuali pada bayi dan pada cedera atau penyakit saraf. 
D. PATOFISIOLOGI 
Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme 
patogenik dalam traktus urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak 
langsung dari tempat infeksi terdekat, hematogen, limfogen. Ada dua jalur 
utama terjadinya ISK, asending dan hematogen. 
 Secara asending yaitu: 
 masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih, antara lain: factor 
anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek 
daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor
tekanan urine saat miksi, kontaminasi fekal, pemasangan alat ke 
dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian 
kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi. 
 Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal 
 Secara hematogen yaitu: sering terjadi pada pasien yang system imunnya 
rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada 
beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga 
mempermudah penyebaran hematogen, yaitu: adanya bendungan total urine 
yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat 
jaringan parut, dan lain-lain. 
E. TANDA DAN GEJALA 
 Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah : 
1. Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih 
2. Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis 
3. Hematuria 
4. Nyeri punggung dapat terjadi 
 Tanda dan gejala ISK bagian atas : 
1. Demam 
2. Menggigil 
3. Nyeri panggul dan pinggang 
4. Nyeri ketika berkemih 
5. Malaise 
6. Pusing 
7. Mual dan muntah 
F. KOMPLIKASI 
 Pembentukan Abses ginjal atau perirenal 
 Gagal ginjal 
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 
 Urinalisis 
1. Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih 
2. Hematuria 5 – 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih. 
 Bakteriologis 
1. Mikroskopis ; satu bakteri lapangan pandang minyak emersi. 
2. Biakan bakteri  102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria. 
3. Tes kimiawi; tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji 
carik.
H. PENCEGAHAN 
Sejumlah langkah pencegahan belum dipastikan dapat mempengaruhi 
frekuensi ISK antara lain: penggunaan pil kontrasepsi atau kondom, buang air 
kecil segera setelah berhubungan seksual, jenis pakaian dalam yang digunakan, 
metode kebersihan pribadi yang digunakan setelah buang air kecil atau buang air 
besar, atau apakah seseorang biasanya mandi dengan bak mandi atau dengan 
pancuran (shower). Demikian pula masih kurang bukti tentang efek dari 
menahan buang air kecil, penggunaan tampon, dan pembilasan dengan 
menyemprot langsung. 
Pada orang yang sering mengalami infeksi saluran kemih dan 
menggunakan spermisida atau diafragma sebagai metode kontrasepsi, 
disarankan untuk menggunakan cara lain. Cranberry (jus atau kapsul) dapat 
mengurangi insiden pada orang yang sering mengalami infeksi, tapi terdapat 
masalah dalam toleransi jangka panjang karena gangguan saluran cerna yang 
terjadi pada lebih dari 30% orang. Penggunaan dua kali sehari lebih baik 
dibandingkan penggunaan satu kali sehari. Hingga tahun 2011, probiotik 
intravagina masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah 
memang bermanfaat.Penggunaan kondom tanpa spermisida atau penggunaan pil 
kontrasepsi tidak meningkatkan risiko infeksi saluran kemih sederhana. 
I. PENGOBATAN 
Bagi orang dengan infeksi berulang, antibiotik harian jangka panjang 
cukup efektif.Pengobatan yang sering digunakan mencakup nitrofurantoin dan 
trimethoprim/sulfamethoxazole.Methenamine adalah obat lain yang sering 
digunakan untuk keperluan ini karena di kandung kemih yang tingkat 
keasamannya rendah, obat ini memproduksi formaldehid yang tidak 
menyebabkan resistensi.Dalam kasus infeksi yang terkait dengan hubungan 
seksual, minum antibiotik sesudahnya mungkin bermanfaat. Pada perempuan 
pasca-menopause, estrogen vagina topikal dapat mengurangi kekambuhan. 
Tidak seperti krim topikal, manfaat penggunaan estrogen vagina dari pesarium 
tidak setinggi antibiotik dosis rendah.Sejumlah vaksin sedang dikembangkan 
sampai dengan tahun 2011.
J. PENATALAKSANAAN 
1. Terapi antibiotik, dengan urinalisis berulang setelah pemberian obat. 
2. Apabila pielonefritis kroniknya disebabkan oleh obstruksi atau refluks, maka 
diperlukan penatalaksanaan spesifik untuk mengatasi masalah-masalah 
tersebut. 
3. Wanita dan gadis dianjurkan untuk sering mium dan pergi buang air kecil 
sesuai kebutuhan untuk membilas mikro organisme yang mungkin merayap 
naik ke uretra. 
Tatalaksana umum : atasi demam, muntah, dehidrasi dll. Anjurkan untuk 
banyak minum dan jangan membiasakan menahan kencing. 
Untuk mengatasi disuria dapat diberikan fenazopiridin (pyridium) 7-10 
mg/kgBB/hari.
BAB III 
PENUTUP 
A. Kesimpulan 
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran 
kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, 
dan uretra).Infeksi saluran kemih adalah istilah umum untuk mengatakan adanya 
invasi mikroorganisme pada saluran kemih.Jenis ISK yang paling umum adalah 
infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis.Tidak semua infeksi 
saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran kemih yang tidak menimbulkan 
gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih asimtomatis. 
B. Saran 
Semoga penulisan ini dapat menjadi bacaan dan acuan untuk meningkatkan 
pengetahuian dan kreatifitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien 
dengan gangguan system UROLOGI khususnya infeksi saluran kemih.
DAFTAR PUSTAKA 
Parsudi, Imam A. (1999). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: FKUI 
Price, Sylvia Andrson. (1995). Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit: 
pathophysiologi clinical concept of disease processes. Alih Bahasa: Peter Anugrah. Edisi: 
4. Jakarta: EGC 
Sudoyo, dkk. (2006). Ilmu Penyakit Dalam. Pusat Penerbit IPD. Edisi 3. Jillid 1. 
FKUI. Jakarta

Kata pengantar

  • 1.
    TUGAS ASUHAN KEPERAWATANPENYAKIT UROLOGI (INFEKSI SALURAN KEMIH) OLEH : MUHAMMAD SALEH 12.12.1025 II B AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN MUNA RAHA 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Pujidan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karna atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “ INFEKSI SALURAN KEMIH “ sebagaimana mestinya dengan tepat waktu. Saya sadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnnaan olehnya itu dibutuhkan kritik dan saran sehingga pembuatan tugas selanjutnya bisa menjadi lebih baik lagi seperti pepatah mengatakan bahwa “ Tak ada gading yang tak retak “ Saya berharap bahwa tugas yang saya buat dapat bermanfaat untuk teman-teman semua dalam proses perkuliahan selanjutnya amiieen.. Terima kasih
  • 3.
    DAFTAR ISI KATAPENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN B. ETIOLOGI C. ANATOMI FISIOLOGI D. PATOFISIOLOGI E. TANDA DAN GEJALA F. KOMPLIKASI G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK H. PENCEGAHAN I. PENGOBATAN J. PENATALAKSANAAN BAB II PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN DAFTAR PUSTAKA
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah umum yang dipakai untuk menyatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. Prevalensi ISK di masyarakat makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Pada usia 40 – 60 tahun mempunyai angka prevalensi 3,2 %. Sedangkan pada usia sama atau diatas 65 tahun kira-kira mempunyai angka prevalensi ISK sebesar 20%. Infeksi saluran kemih dapat mengenal baik laki-laki maupun wanita dari semua umur baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia. Akan tetapi dari kedua jenis kelamin, ternyata wanita lebih sering dari pria dengan angka populasi umum kurang lebih 5- 15%. Untuk menyatakan adanya ISK harus ditemukan adanya bakteri dalam urin.Bakteriuria yang disertai dengan gejala saluran kemih disebut bakteriuria simptomatis.Sedangkan yang tanpa gejala disebut bakteriuria asimptomatis.Dikatakan bakteriuria positif pada pasien asimptomatisbila terdapat lebih dari 105 koloni bakteri dalam sampel urin midstream, sedangkan pada pasien simptomatis bisa terdapat jumlah koloni lebih rendah. Prevalensi ISK yang tinggi pada usia lanjut antara lain disebabkan karena sisa urin dalam kandung kemih meningkat akibat pengosonga kandung kemih kurang efektif , mobilitis menurun, pada usia lanjut nutrisi sering kurang baik, sistem imunitas menurun. Baik seluler maupu humoral, adanya hambatan pada aliran urin,hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang perlu mendapat perhatian serius.Di Amerika dilaporkan bahwa setidaknya 6 juta pasien datang kedokter setiap tahunnya dengan diagnosis ISK. B. Rumusan Masalah 1. Apa saja yang perlu kita ketahui mengenai infeksi saluran kemih ? 2. Bagaimana tanda dan gejala orang yang mengalami infeksi saluran kemih ? C. Tujuan 1. Penulis dapat menetahui tanda dan gejala infeksi saluran kemih.
  • 5.
    2. Penulis dapatmengetahui penyebab infeksi saluran kemih. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra).Infeksi saluran kemih adalah istilah umum untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih.Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis.Tidak semua infeksi saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran kemih yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih asimtomatis. Berikut beberapa kategori infeksi saluran kemih, yakni sebagai berikut: 1) Infeksi Saluran Kemih Primer : Berdasarkan gejala sistemik pada infeksi saluran kemih ini maka ISK primer dapat dibagi menjadi 2 kategori sebagai berikut :  ISK lokal dapat diterapi antibiotika lokal.  ISK dengan beberapa gejala sistemik yang bisa diterapi secara antibiotika sistemik seperti amoksilin. 2) Infeksi Saluran Kemih Sekunder : Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh penyakit lainnya. ISK berulang sendiri merupakan pertanda bahwa Infeksi saluran kemih tersebut termasuk dalam kategori sekunder karena penanganan dan pengobatan ISK sebelumnya tidak tepat. Penyebab penyakit infeksi saluran kemih sekunder adalah diakibatkan oleh obstruksi saluran kemih seperti pembesaran prostat, struktur uretra dan batu saluran kemih. Oleh karena itu, penanganan dan pengobatan penyakit infeksi saluran kemih sekunder haruslah berdasarkan penyebabnya yang perlu diketahui. Infeksi saluran kemih sering terjdi pada wanita.Salah satu penyebabnya adalah uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah melewati jalur ke kandung kemih. Faktor lain yang berperan adalah kecenderungan untuk menahan urin serta iritasi kulit lubang uretra sewaktu berhubungan kelamin. Uretra yang pendek meningkatkan kemungkinan
  • 6.
    mikroorganisme yang menempeldilubang uretra sewaktu berhubungan kelamin memiliki akses ke kandung kemih.Wanita hamil mengalami relaksasi semua otot polos yang dipengaruhi oleh progesterone, termasuk kandung kemih dan ureter, sehingga mereka cenderung menahan urin dibagian tersebut.Uterus pada kehamilan dapat pula menghambat aliran urin pada keadaan-keadaan tertentu. B. Etiologi Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri, tetapi jamur dan virus juga dapat menjadi penyebabnya. Infeksi bakteri tersering adalah yang disebabkan E.coli, organisme yanag sering ditemukan di daerah anus. ISK sering terjadi pada wanita. Penyebabnya adalah uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah memperoleh akses ke kandung kemih, kecenderungan untuk menahan urin, iritasi kulit lubang uretra pada wanita sewaktu berhubungan kelamin. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain: a) Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple) b) Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated c) Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain. C. Anatomi Fisiologi Sistem perkemihan atau sistem urinaria terdiri atas, dua ginjal yang fungsinya membuang limbah dan substansi berlebihan dari darah, dan membentuk kemih dan dua ureter, yang mengangkut kemih dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai reservoir bagi kemih dan urethra.Saluran yang menghantar kemih dari kandung kemih keluar tubuh sewaktu berkemih. Setiap hari ginjal menyaring 1700 L darah, setiap ginjal mengandung lebih dari 1 juta nefron, yaitu suatu fungsional ginjal. Ini lebih dari cukup untuk tubuh, bahkan satu ginjal pun sudah mencukupi.Darah yang mengalir ke kedua ginjal normalnya 21 % dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Masing-masing ginjal mempunyai panjang kira-kira 12 cm dan lebar 2,5 cm pada bagian paling tebal. Berat satu ginjal pada orang dewasa kira-kira 150 gram dan kira-kira sebesar kepalang tangan.Ginjal terletak retroperitoneal dibagian belakang abdomen.Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri
  • 7.
    karena ada hepardisisi kanan.Ginjal berbentuk kacang, dan permukaan medialnya yang cekung disebut hilus renalis, yaitu tempat masuk dan keluarnya sejumlah saluran, seperti pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan ureter. Panjang ureter sekitar 25 cm yang menghantar kemih.Ia turun ke bawah pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum. Di pelvis menurun ke arah luar dan dalam dan menembus dinding posterior kandung kemih secara serong (oblik). Cara masuk ke dalam kandung kemih ini penting karena bila kandung kemih sedang terisi kemih akan menekan dan menutup ujung distal ureter itu dan mencegah kembalinya kemih ke dalam ureter. Kandung kemih bila sedang kosong atau terisi sebagian, kandung kemih ini terletak di dalam pelvis, bila terisi lebih dari setengahnya maka kandung kemih ini mungkin teraba di atas pubis.Peritenium menutupi permukaan atas kandung kemih.Periteneum ini membentuk beberapa kantong antara kandung kemih dengan organ-organ di dekatnya, seperti kantong rektovesikal pada pria, atau kantong vesiko-uterina pada wanita.Diantara uterus dan rektum terdapat kavum douglasi. Uretra pria panjang 18-20 cm dan bertindak sebagai saluran untuk sistem reproduksi maupun perkemihan.Pada wanita panjang uretra kira-kira 4 cm dan bertindak hanya sebagai system Perkemihan.Uretra mulai pada orifisium uretra internal dari kandung kemih dan berjalan turun dibelakang simpisis pubis melekat ke dinding anterior vagina.Terdapat sfinter internal dan external pada uretra, sfingter internal adalah involunter dan external dibawah kontrol volunter kecuali pada bayi dan pada cedera atau penyakit saraf. D. PATOFISIOLOGI Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak langsung dari tempat infeksi terdekat, hematogen, limfogen. Ada dua jalur utama terjadinya ISK, asending dan hematogen.  Secara asending yaitu:  masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih, antara lain: factor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor
  • 8.
    tekanan urine saatmiksi, kontaminasi fekal, pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi.  Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal  Secara hematogen yaitu: sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan parut, dan lain-lain. E. TANDA DAN GEJALA  Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah : 1. Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih 2. Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis 3. Hematuria 4. Nyeri punggung dapat terjadi  Tanda dan gejala ISK bagian atas : 1. Demam 2. Menggigil 3. Nyeri panggul dan pinggang 4. Nyeri ketika berkemih 5. Malaise 6. Pusing 7. Mual dan muntah F. KOMPLIKASI  Pembentukan Abses ginjal atau perirenal  Gagal ginjal G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK  Urinalisis 1. Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih 2. Hematuria 5 – 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih.  Bakteriologis 1. Mikroskopis ; satu bakteri lapangan pandang minyak emersi. 2. Biakan bakteri  102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria. 3. Tes kimiawi; tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji carik.
  • 9.
    H. PENCEGAHAN Sejumlahlangkah pencegahan belum dipastikan dapat mempengaruhi frekuensi ISK antara lain: penggunaan pil kontrasepsi atau kondom, buang air kecil segera setelah berhubungan seksual, jenis pakaian dalam yang digunakan, metode kebersihan pribadi yang digunakan setelah buang air kecil atau buang air besar, atau apakah seseorang biasanya mandi dengan bak mandi atau dengan pancuran (shower). Demikian pula masih kurang bukti tentang efek dari menahan buang air kecil, penggunaan tampon, dan pembilasan dengan menyemprot langsung. Pada orang yang sering mengalami infeksi saluran kemih dan menggunakan spermisida atau diafragma sebagai metode kontrasepsi, disarankan untuk menggunakan cara lain. Cranberry (jus atau kapsul) dapat mengurangi insiden pada orang yang sering mengalami infeksi, tapi terdapat masalah dalam toleransi jangka panjang karena gangguan saluran cerna yang terjadi pada lebih dari 30% orang. Penggunaan dua kali sehari lebih baik dibandingkan penggunaan satu kali sehari. Hingga tahun 2011, probiotik intravagina masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah memang bermanfaat.Penggunaan kondom tanpa spermisida atau penggunaan pil kontrasepsi tidak meningkatkan risiko infeksi saluran kemih sederhana. I. PENGOBATAN Bagi orang dengan infeksi berulang, antibiotik harian jangka panjang cukup efektif.Pengobatan yang sering digunakan mencakup nitrofurantoin dan trimethoprim/sulfamethoxazole.Methenamine adalah obat lain yang sering digunakan untuk keperluan ini karena di kandung kemih yang tingkat keasamannya rendah, obat ini memproduksi formaldehid yang tidak menyebabkan resistensi.Dalam kasus infeksi yang terkait dengan hubungan seksual, minum antibiotik sesudahnya mungkin bermanfaat. Pada perempuan pasca-menopause, estrogen vagina topikal dapat mengurangi kekambuhan. Tidak seperti krim topikal, manfaat penggunaan estrogen vagina dari pesarium tidak setinggi antibiotik dosis rendah.Sejumlah vaksin sedang dikembangkan sampai dengan tahun 2011.
  • 10.
    J. PENATALAKSANAAN 1.Terapi antibiotik, dengan urinalisis berulang setelah pemberian obat. 2. Apabila pielonefritis kroniknya disebabkan oleh obstruksi atau refluks, maka diperlukan penatalaksanaan spesifik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. 3. Wanita dan gadis dianjurkan untuk sering mium dan pergi buang air kecil sesuai kebutuhan untuk membilas mikro organisme yang mungkin merayap naik ke uretra. Tatalaksana umum : atasi demam, muntah, dehidrasi dll. Anjurkan untuk banyak minum dan jangan membiasakan menahan kencing. Untuk mengatasi disuria dapat diberikan fenazopiridin (pyridium) 7-10 mg/kgBB/hari.
  • 11.
    BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra).Infeksi saluran kemih adalah istilah umum untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih.Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis.Tidak semua infeksi saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran kemih yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih asimtomatis. B. Saran Semoga penulisan ini dapat menjadi bacaan dan acuan untuk meningkatkan pengetahuian dan kreatifitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan system UROLOGI khususnya infeksi saluran kemih.
  • 12.
    DAFTAR PUSTAKA Parsudi,Imam A. (1999). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: FKUI Price, Sylvia Andrson. (1995). Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit: pathophysiologi clinical concept of disease processes. Alih Bahasa: Peter Anugrah. Edisi: 4. Jakarta: EGC Sudoyo, dkk. (2006). Ilmu Penyakit Dalam. Pusat Penerbit IPD. Edisi 3. Jillid 1. FKUI. Jakarta