1
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunianya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan
judul “Jendela Berdebu” ini. Tanpa pertolongan-Nya karya tulis ini tidak akan
dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat beserta salam selalu terlimpahkan
kepada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Proposal penelitian ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
serta agar pembaca dapat mengetahui alasan mengapa minat membaca masih
sangat sedikit terutama di kalangan pelajar. Proposal penelitian ini juga
membahas bagaimana solusi agar semakin banyak pelajar yang minat akan
membaca
Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Ida Rosyidah
sebagai guru pembimbing yang telah sangat banyak membantu dalam proses
pembuatan karya ilmiah ini hingga akhirnya selesai. Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada teman-teman yang telah memberi kontribusi positif baik
secara langsung maupun secara tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam karya ilmiah
ini. Baik dalam isi maupun sistematikanya. Ini karena keterbatasan pengetahuan
yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis menerima segala kritik, saran serta
masukan yang bersifat membangun demi perbaikan proposal penelitian ini.
Penulis mengucapkan terimakasih atas kritik dan saran yang diberikan. Penulis
berharap proposal penelitian ini dapat memberi manfaat baik bagi penulis maupun
pembaca, masyarakat dan juga ilmu pengetahuan.
Palembang, Februari 2016
Penulis
2
BAB I
Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Membaca merupakan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan
ilmu pengetahuan, banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari membaca.
Selain dapat menambah ilmu pengetahuan,membaca juga membantu kita untuk
meningkatkan pemahaman kita terhadap suatu meteri atau hal yang kurang kita
pahami. Membaca juga dapat meningkatkan konsentrasi dan menjauhkan kita dari
pengyakit alzheimer.
Namun, sangat disayangkan masih banyak yang belum mengetahui
manfaat dari membaca, sehingga banyak orang yang tidak meminati aktivitas
yang satu ini. Terutama dikalangan remaja, yang merupakan generasi yang akan
meneruskan perjuangan membangun bangsa ini. Banyak remaja yang kini terlena
dengan kesenangan dimasa mereka sehingga melupakan tanggung-jawab yang
kelak akan mereka pikul dikemudian hari. Para remaja kini labih banyak
menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan telah melupakan
budaya yang penting dan bermanfaat seperti membaca. Budaya membaca yang
seharusnya terus dikembangkan di era modern seperti sekarang semakin memiliki
peminat yang semakin sedikit bahkansudah hampir menghilang.
Menyikapi hal tersebut, kami membuat proposal pengamangatan minat
membaca untuk mengembalikan budaya membaca yang selama ini telah
menghilang dari kalangan remaja terutama dikalangan pelajar. Proposal
pengamatan ini difokuskan untuk mengetahui dan mengatasi minat baca yang
semakin berkurang dikalangan pelajar kini.
1.2.Rumusan Masalah
1. Mengapa minat membaca siswa SMA Negeri 15 Palembang
kebanyakan masih sangat rendah?
2. Bagaimana cara menumbuhkan serta meningkatkan minat membaca di
kalangan pelajar SMA Negeri 15 Palembang?
1.3.Tujuan
1. Mendeskripsikan faktor penyebab menurunnya minat baca di kalangan
pelajar.
2. Menjelaskan cara-cara meningkatkan minat baca di kalangan pelajar
3
BAB II
ISI
2.1. Pengertian Membaca
 Pengertian membaca menurut KBBI
Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis(dengan
melisankan atau hanya di dalam hati).
 Keraf Mr. Gorys
Membaca yang maknanya adalah proses yang lengkapantara lainkegiatan
mengandung komponen fisik dan mental. Sepanjang jalur tersebut,
meneliti dapat diterjemahkan juga sebagai metodologi memberikan
pentingnya dari gambar visual.
 Rooijakers
Membaca merupakan suatu cara atau suatu sarana untuk memelihara
tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru.
 Sabarti Akhadiah dkk (1991: 22)
Membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan seperti mengenali huruf dan
kata – kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, serta
menarik kesimpulan mengenai maksud jawaban.
 (Nurhadi, 1995: 34)
Membaca adalah suatu interpretasi simbol – simbol tertulis atau membaca
adalah menangkap makna dari serangkaian simbol – simbol.
 Kholid A. H dan Lilis S 1997: 140)
Membaca adalah mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang –
lambang bahan tulis yang dilihatnya dari huruf menjadi kata, kemudian
menjadi frasa, kalimat dan seterusnya
 Juel (Sandjaja)
Membaca merupakan proses pengenalan kata dan menyusunnya menjadi
suatu kalimat yang terstruktur sehingga pembaca dapat menyerap intisari
dari apa yang mereka baca.
2.1. Tujuan meningkatkan minat baca
Secara umum minat baca mempunyai tujuan mewujudkan suatu sistem
penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat, serta mengembangkan masyarakat baca (Reading society) lewat
pelayanan masyarakat perpustakaan dengan penekanan pada penciptaan
lingkungan baca untuk semua jenis bacaan. Di lingkungan sekolah juga
demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan
menumbuhkan minat baca siswa sehingga tercipta pula masyarakat baca di
lingkungan sekolah.
4
Tujuan dari pengembangan minat baca ini antara lain untuk :
1. Mendorong minat dan kebiasaan membaca agar tercipta masyarakat yang
berbudaya membaca.
2. Meningkatkan layanan perpustakaan.
3. Menciptakan masyarakat informasi yang siap berperan serta dalam semua
aspek pembangunan.
4. Memiliki pengetahuan yang terkini.
5. Meningkatkan kemampuan berpikir.
6. Mengisi waktu luang
2.2. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca
Sering dikatakan bahwa buku adalah jendela dunia, buku adalah media
pembelajaran sebagai bukti peradaban suatu bangsa. Lalu apa sebenarnya
esensi dari makna tersebut? Mengapa di Indonesia minat baca masih sangat
rendah? Inilah beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca
di kalangan pelajar:
1. Warisan Budaya Membaca
Orangtua yang gemar membaca biasanya akan menghasilkan keturunan
yang juga gemar membaca. Hal ini karena adanya faktor pembiasaan
(habitual) dari orang tua kepada anaknya, juga faktor lingkungan akan
membentuk pribadi seseorang untuk akrab dengan buku dan gemar
membaca.
2. Sistem Pembelajaran
Sistem pembelajaran di Indonesia sejauh ini masih melulu membahas
perihal kebijakan, aturan, perencanaan, dan belum optimal pada
implemetasi dan realisasi. Dalam buku Suherman (2010; ) “Perbedaan
yang mencolok antara Indonesia dengan Jepang adalah dari budaya
membaca”. Menurut survey International Education Achievements (IEA)
tahun 2009, Indonesia menempati peringkat ke 29 dari 31 negara dengan
tingkat membaca yang tinggi.
3. Teknologi dan Hiburan
Banyak orang yang tidak peka pada efek negatif perkembangan teknologi.
Negara maju berlomba-lomba menciptakan inovasi teknologi dan hiburan,
sedangkan kita hanya berperan sebagai pemakai saja (user). Malah yang
lebih parahnya ketika teknologi, seperti video games, telepon pintar (smart
phone), interet hanya dipakai sebagai sarana rekreasi semata tanpa
diimbangi dengan pengembangan kualitas diri.
Saat ini semakin jelas terlihat, anak-anak muda lebih senang
menghabiskan waktunya untuk bermain games, berjalan-jalan (hangout) di
Mall, dari pada membuka buku untuk membaca, atau surfing di media
Internet untuk membaca beragam artikel ataupun informasi lainnya.
5
4. Terbatasnya Media dan Akses Baca
Media baca salah satunya berhubungan dengan buku ataupun new media
seperti Internet yang di dalamnya berisi beragam informasi yang dapat
dibaca oleh pembaca. Di Indonesia kesadaran untuk memiliki/
meluangkan sebagian uangnya untuk membeli buku, merupakan suatu
yang langka, begitu pula dengan kepemilikan akses internet, tidak semua
orang memilikinya. Namun demikian ada beragam cara untuk dapat
mengakses informasi melalui buku, bisa dengan cara membaca buku di
toko buku, perpustakaan, taman bacaan, atau penjual buku bekas.
5. Malas.
Di negara maju, masyarakat lebih senang memanfaatkan waktu luangnya
saat santai, menunggu, berdiam diri, dengan membaca. Menjadi suatu
pemandangan yang lumrah jika di dalam kereta, taman, halte, dsb banyak
terlihat orang-orang yang asyik dengan aktfitas membacanya masing-
masing. Masyarakat di negara maju telah memiliki kesadaran intrinsik
untuk membaca, mereka membaca karena butuh sama seperti halnya
makan sebagai kebutuhan primer untuk pencernaan, maka membaca juga
sebagai kebutuhan primer untuk rohani/ jiwanya.
6. Kurangnya Pengelolaan Perpustakaan dan Koleksi Buku
Di hampir semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan,
kondisi perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan
prasarana pendidikan. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi.
Jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan
membaca sebagai basis pendidikan, serta peralatan dan tenaga yang tidak
sesuai dengan kebutuhan. Padahal perpustakaan sekolah merupakan
sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
7. Kurangnya kesadaran
Jika masing-masing individu menanamkan rasa kesadaran akan
pentingnya membaca, tentu saja hobi membaca akan muncul dalam diri
kita dan membaca akan menjadi kebutuhan bagi diri kita.
2.3. Akibat Kurangnya Membaca
1. Tidak Mampu Berkembang dan Memanfaatkan Potensi.
Akibat dari kurangnya membaca pada siswa tentunya akan
menimbulkan masalah kekeringan idea dan ketandusan daya cipta.
Sehingga, ia tidak mampu mengembangkan dan memanfaatkan
potensinya dengan maksimal.
2. Lemahnya daya pikir
Kurangnya membaca mengakibatkan lemahnya daya pikir yang
disebabkan oleh pengetahuan yang sempit.
3. Mudah Meniru dan Menciplak
6
Hal tersebut disebabkan karena ketiadaan ilmu sehingga untuk
menumbuhkan ide-ide baru pun menjadi sulit.
4. Kurangnya Kepercayaan Diri
Akibat dari kurangnya membaca adalah kurangnya kepercayaan diri,
hal tersebut diakibatkan olehpengetahuan yang sempit, dan
ketidaktahuan akan suatu hal.
5. Tidak Tahu Akan Perkembangan Dunia dan Teknologi
Seperti yang kita tahu, membaca merupakan jendela dunia, maka jika
kita tidak membaca kita akan tertinggal dan akan menjadi pemilik
masa lalu.
2.5. Upaya meningkatkan minat membaca
1. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dengan Baik
Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang sangat
penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Jika dikaitkan
dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah
memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya
meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan
dan pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat
berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental
dalam proses belajar (Darmono, 2001:2).
Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan
penunjang kegiatan belajar mengajar siswa memegang peranan yang
sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di
sekolah.
Perpustakaan harus dapat memainkan peran, khususnya dalam
membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.
Pemanfaatan perpustakaan sekolah secara maksimal, diharapkan dapat
mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca,
memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu
pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Kebiasaan membaca
buku yang dilakukan oleh siswa, akan meningkatkan pola pikirnya
sehingga perlu dijadikan aktivitas kegiatan sehari-hari. Buku harus
dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok siswa dalam
membantu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Perpustakaan
sekolah dapat dijadikan sumber belajar siswa baik dalam proses
kegiatan belajar mengajar secara formal maupun non formal untuk
membantu sekolah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan di
sekolah tersebut.
Hal penting yang harus dilakukan oleh pihak sekolah untuk
meningkatkan minat baca siswa adalah dengan melengkapi koleksi
perpustakaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sudah
7
saatnya perpustakaan sekolah tidak hanya berisi buku-buku paket,
koleksi perpustakaan juga dapat berupa buku-buku bacaan yang
mampu menarik minat siswa untuk membaca.
2. Motivasi Guru dan Keluarga
Pada dasarnya, pihak sekolah / guru bertanggungjawab ikut
menumbuhkan minat baca bagi siswa, karena dari sanalah sumber
kreatifitas siswa akan muncul. Sekolah harus mengajar anak-anak
berpikir melalui budaya belajar yang menekankan pada memahami
materi.
Selain itu, juga keluarga harus mendukung, terutama dari orang tua
anak-anak yang harus mencontohkan kegemaran membaca kepada
anak-anak mereka. Selain itu, orang tua juga harus memperhatian dan
mengawasi terhadap kegiatan anak-anaknya. Sementara terkait dengan
fasilitas, ketersediaan bahan bacaan di rumah juga dipenuhi agar
membuat anak berminat pada kegiatan membaca karena sumber
bacaan yang tersedia di rumah..
8
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa tingginya minat baca sangat dibutuhkan oleh setiap
orang, terutama bagi kalangan pelajar. Oleh karena itu dibutuhkan
berbagai cara untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar ini.
Cara tersebut dapat dilakukan melalui lingkungan sekolah, maupun
oleh pelajar itu sendiri. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh
pelajar adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri
akan pentingnya membaca. Karena hal ini akan dapat membawa
manfaat yang sangat besar, terutama bagi pelajar itu sendiri.
3.2. Saran
Berdasarkan pembahasan tersebut, maka saran penulis adalah:
1. Marilah kita meningkatkan kesadaran diri untuk membaca. Karena
membaca akan memberikan kita manfaat yang sangat besar.
2. Sebaiknya sekolah membuat program membaca bagi siswa. Hal ini
dimaksudkan untuk mendorong para siswa agar gemar membaca dan
menjadikan membaca sebagai kebutuhan.
3. Perlunya dorongan dari berbagai pihak untuk meningkatkan minat
baca pelajar, terutama oleh pihak keluarga dan sekolah.
9
DAFTAR PUSTAKA
Kita,Media Info.2015. Karya Ilmiah Kurangnya Minat Membaca.
http://kitamediainfo.blogspot.co.id/2012/03/karya ilmiah kurangnya
minat membaca.html. Diakses pada tanggal 25 Januari 2016. Pukul 19.00
Wordpress,Salsaner. Karya Tulis Ilmiah Upaya Meningkatkan Minat Baca.
https://salsaaner.wordpress.com/2014/03/12/karya-tulis-ilmiah-upaya-
meningkatkan-minat-baca-dikalangan-remaja/ . Diakses pada tanggal 25
Januari 2016. Pukul 19.00
Firdani,Aldy. Karya Ilmiah Menurunnya Minat Baca Buku.
http://aldy-firdani.blogspot.co.id/2014/01/karya-ilmiah-menurunnya-
minat-baca-buku.html. Diakses pada tanggal 25 Januari 2016. Pukul 20.00
Pendidikan,Informasi. Berbagai Definisi Membaca Menurut Para Ahli.
http://www.informasi-pendidikan.com/2015/01/berbagai-definisi-
membaca-menurut-para.html/. Diakses pada tanggal 27 Januari 2016.
Pukul 20.00
Wordpress,Saipuddin. Penyebab Rendahnya Minat Baca.
https://saipuddin.wordpress.com/2010/05/16/7-penyebab-rendahnya-
minat-baca/ Diakses pada tanggal 27 Januari 2016. Pukul 20.30
Kirei,Unai. Penyebab Rendahnya Minat Baca.
http://unai-kirei.blogspot.co.id/2013/09/penyebab-rendahnya-minat-
bacadi.html. Diakses pada tanggal 27 Januari 2016. Pukul 21.30
Theladunni. Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Membaca. http://the
ladunni.blogspot.co.id/2012/02/faktor-yang-mempengaruhi-
rendahnya.html Diakses pada tanggal 29 Januari 2016. Pukul 20.00
Sekolah,Makalah. Karya Ilmiah Upaya Meningkatkan Minat Baca.
http://makalahsekolah.com/2015/05/16/karya-ilmiah-upaya-
meningkatkan-minat-baca-di-kalangan-pelajar/ . Diakses pada tangggal
30 Januari 2016. Pukul 20.15

Jendela berdebu

  • 1.
    1 Kata Pengantar Segala pujibagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan judul “Jendela Berdebu” ini. Tanpa pertolongan-Nya karya tulis ini tidak akan dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat beserta salam selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya hingga akhir zaman. Proposal penelitian ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia serta agar pembaca dapat mengetahui alasan mengapa minat membaca masih sangat sedikit terutama di kalangan pelajar. Proposal penelitian ini juga membahas bagaimana solusi agar semakin banyak pelajar yang minat akan membaca Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Ida Rosyidah sebagai guru pembimbing yang telah sangat banyak membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini hingga akhirnya selesai. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah memberi kontribusi positif baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini. Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam karya ilmiah ini. Baik dalam isi maupun sistematikanya. Ini karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis menerima segala kritik, saran serta masukan yang bersifat membangun demi perbaikan proposal penelitian ini. Penulis mengucapkan terimakasih atas kritik dan saran yang diberikan. Penulis berharap proposal penelitian ini dapat memberi manfaat baik bagi penulis maupun pembaca, masyarakat dan juga ilmu pengetahuan. Palembang, Februari 2016 Penulis
  • 2.
    2 BAB I Pendahuluan 1.1.Latar Belakang Membacamerupakan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari membaca. Selain dapat menambah ilmu pengetahuan,membaca juga membantu kita untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap suatu meteri atau hal yang kurang kita pahami. Membaca juga dapat meningkatkan konsentrasi dan menjauhkan kita dari pengyakit alzheimer. Namun, sangat disayangkan masih banyak yang belum mengetahui manfaat dari membaca, sehingga banyak orang yang tidak meminati aktivitas yang satu ini. Terutama dikalangan remaja, yang merupakan generasi yang akan meneruskan perjuangan membangun bangsa ini. Banyak remaja yang kini terlena dengan kesenangan dimasa mereka sehingga melupakan tanggung-jawab yang kelak akan mereka pikul dikemudian hari. Para remaja kini labih banyak menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan telah melupakan budaya yang penting dan bermanfaat seperti membaca. Budaya membaca yang seharusnya terus dikembangkan di era modern seperti sekarang semakin memiliki peminat yang semakin sedikit bahkansudah hampir menghilang. Menyikapi hal tersebut, kami membuat proposal pengamangatan minat membaca untuk mengembalikan budaya membaca yang selama ini telah menghilang dari kalangan remaja terutama dikalangan pelajar. Proposal pengamatan ini difokuskan untuk mengetahui dan mengatasi minat baca yang semakin berkurang dikalangan pelajar kini. 1.2.Rumusan Masalah 1. Mengapa minat membaca siswa SMA Negeri 15 Palembang kebanyakan masih sangat rendah? 2. Bagaimana cara menumbuhkan serta meningkatkan minat membaca di kalangan pelajar SMA Negeri 15 Palembang? 1.3.Tujuan 1. Mendeskripsikan faktor penyebab menurunnya minat baca di kalangan pelajar. 2. Menjelaskan cara-cara meningkatkan minat baca di kalangan pelajar
  • 3.
    3 BAB II ISI 2.1. PengertianMembaca  Pengertian membaca menurut KBBI Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis(dengan melisankan atau hanya di dalam hati).  Keraf Mr. Gorys Membaca yang maknanya adalah proses yang lengkapantara lainkegiatan mengandung komponen fisik dan mental. Sepanjang jalur tersebut, meneliti dapat diterjemahkan juga sebagai metodologi memberikan pentingnya dari gambar visual.  Rooijakers Membaca merupakan suatu cara atau suatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru.  Sabarti Akhadiah dkk (1991: 22) Membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan seperti mengenali huruf dan kata – kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud jawaban.  (Nurhadi, 1995: 34) Membaca adalah suatu interpretasi simbol – simbol tertulis atau membaca adalah menangkap makna dari serangkaian simbol – simbol.  Kholid A. H dan Lilis S 1997: 140) Membaca adalah mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang – lambang bahan tulis yang dilihatnya dari huruf menjadi kata, kemudian menjadi frasa, kalimat dan seterusnya  Juel (Sandjaja) Membaca merupakan proses pengenalan kata dan menyusunnya menjadi suatu kalimat yang terstruktur sehingga pembaca dapat menyerap intisari dari apa yang mereka baca. 2.1. Tujuan meningkatkan minat baca Secara umum minat baca mempunyai tujuan mewujudkan suatu sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan masyarakat baca (Reading society) lewat pelayanan masyarakat perpustakaan dengan penekanan pada penciptaan lingkungan baca untuk semua jenis bacaan. Di lingkungan sekolah juga demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menumbuhkan minat baca siswa sehingga tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah.
  • 4.
    4 Tujuan dari pengembanganminat baca ini antara lain untuk : 1. Mendorong minat dan kebiasaan membaca agar tercipta masyarakat yang berbudaya membaca. 2. Meningkatkan layanan perpustakaan. 3. Menciptakan masyarakat informasi yang siap berperan serta dalam semua aspek pembangunan. 4. Memiliki pengetahuan yang terkini. 5. Meningkatkan kemampuan berpikir. 6. Mengisi waktu luang 2.2. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca Sering dikatakan bahwa buku adalah jendela dunia, buku adalah media pembelajaran sebagai bukti peradaban suatu bangsa. Lalu apa sebenarnya esensi dari makna tersebut? Mengapa di Indonesia minat baca masih sangat rendah? Inilah beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca di kalangan pelajar: 1. Warisan Budaya Membaca Orangtua yang gemar membaca biasanya akan menghasilkan keturunan yang juga gemar membaca. Hal ini karena adanya faktor pembiasaan (habitual) dari orang tua kepada anaknya, juga faktor lingkungan akan membentuk pribadi seseorang untuk akrab dengan buku dan gemar membaca. 2. Sistem Pembelajaran Sistem pembelajaran di Indonesia sejauh ini masih melulu membahas perihal kebijakan, aturan, perencanaan, dan belum optimal pada implemetasi dan realisasi. Dalam buku Suherman (2010; ) “Perbedaan yang mencolok antara Indonesia dengan Jepang adalah dari budaya membaca”. Menurut survey International Education Achievements (IEA) tahun 2009, Indonesia menempati peringkat ke 29 dari 31 negara dengan tingkat membaca yang tinggi. 3. Teknologi dan Hiburan Banyak orang yang tidak peka pada efek negatif perkembangan teknologi. Negara maju berlomba-lomba menciptakan inovasi teknologi dan hiburan, sedangkan kita hanya berperan sebagai pemakai saja (user). Malah yang lebih parahnya ketika teknologi, seperti video games, telepon pintar (smart phone), interet hanya dipakai sebagai sarana rekreasi semata tanpa diimbangi dengan pengembangan kualitas diri. Saat ini semakin jelas terlihat, anak-anak muda lebih senang menghabiskan waktunya untuk bermain games, berjalan-jalan (hangout) di Mall, dari pada membuka buku untuk membaca, atau surfing di media Internet untuk membaca beragam artikel ataupun informasi lainnya.
  • 5.
    5 4. Terbatasnya Mediadan Akses Baca Media baca salah satunya berhubungan dengan buku ataupun new media seperti Internet yang di dalamnya berisi beragam informasi yang dapat dibaca oleh pembaca. Di Indonesia kesadaran untuk memiliki/ meluangkan sebagian uangnya untuk membeli buku, merupakan suatu yang langka, begitu pula dengan kepemilikan akses internet, tidak semua orang memilikinya. Namun demikian ada beragam cara untuk dapat mengakses informasi melalui buku, bisa dengan cara membaca buku di toko buku, perpustakaan, taman bacaan, atau penjual buku bekas. 5. Malas. Di negara maju, masyarakat lebih senang memanfaatkan waktu luangnya saat santai, menunggu, berdiam diri, dengan membaca. Menjadi suatu pemandangan yang lumrah jika di dalam kereta, taman, halte, dsb banyak terlihat orang-orang yang asyik dengan aktfitas membacanya masing- masing. Masyarakat di negara maju telah memiliki kesadaran intrinsik untuk membaca, mereka membaca karena butuh sama seperti halnya makan sebagai kebutuhan primer untuk pencernaan, maka membaca juga sebagai kebutuhan primer untuk rohani/ jiwanya. 6. Kurangnya Pengelolaan Perpustakaan dan Koleksi Buku Di hampir semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan, kondisi perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. Jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan, serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 7. Kurangnya kesadaran Jika masing-masing individu menanamkan rasa kesadaran akan pentingnya membaca, tentu saja hobi membaca akan muncul dalam diri kita dan membaca akan menjadi kebutuhan bagi diri kita. 2.3. Akibat Kurangnya Membaca 1. Tidak Mampu Berkembang dan Memanfaatkan Potensi. Akibat dari kurangnya membaca pada siswa tentunya akan menimbulkan masalah kekeringan idea dan ketandusan daya cipta. Sehingga, ia tidak mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensinya dengan maksimal. 2. Lemahnya daya pikir Kurangnya membaca mengakibatkan lemahnya daya pikir yang disebabkan oleh pengetahuan yang sempit. 3. Mudah Meniru dan Menciplak
  • 6.
    6 Hal tersebut disebabkankarena ketiadaan ilmu sehingga untuk menumbuhkan ide-ide baru pun menjadi sulit. 4. Kurangnya Kepercayaan Diri Akibat dari kurangnya membaca adalah kurangnya kepercayaan diri, hal tersebut diakibatkan olehpengetahuan yang sempit, dan ketidaktahuan akan suatu hal. 5. Tidak Tahu Akan Perkembangan Dunia dan Teknologi Seperti yang kita tahu, membaca merupakan jendela dunia, maka jika kita tidak membaca kita akan tertinggal dan akan menjadi pemilik masa lalu. 2.5. Upaya meningkatkan minat membaca 1. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dengan Baik Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar (Darmono, 2001:2). Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar mengajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Perpustakaan harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Pemanfaatan perpustakaan sekolah secara maksimal, diharapkan dapat mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca, memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Kebiasaan membaca buku yang dilakukan oleh siswa, akan meningkatkan pola pikirnya sehingga perlu dijadikan aktivitas kegiatan sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok siswa dalam membantu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Perpustakaan sekolah dapat dijadikan sumber belajar siswa baik dalam proses kegiatan belajar mengajar secara formal maupun non formal untuk membantu sekolah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan di sekolah tersebut. Hal penting yang harus dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa adalah dengan melengkapi koleksi perpustakaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sudah
  • 7.
    7 saatnya perpustakaan sekolahtidak hanya berisi buku-buku paket, koleksi perpustakaan juga dapat berupa buku-buku bacaan yang mampu menarik minat siswa untuk membaca. 2. Motivasi Guru dan Keluarga Pada dasarnya, pihak sekolah / guru bertanggungjawab ikut menumbuhkan minat baca bagi siswa, karena dari sanalah sumber kreatifitas siswa akan muncul. Sekolah harus mengajar anak-anak berpikir melalui budaya belajar yang menekankan pada memahami materi. Selain itu, juga keluarga harus mendukung, terutama dari orang tua anak-anak yang harus mencontohkan kegemaran membaca kepada anak-anak mereka. Selain itu, orang tua juga harus memperhatian dan mengawasi terhadap kegiatan anak-anaknya. Sementara terkait dengan fasilitas, ketersediaan bahan bacaan di rumah juga dipenuhi agar membuat anak berminat pada kegiatan membaca karena sumber bacaan yang tersedia di rumah..
  • 8.
    8 BAB III KESIMPULAN DANSARAN 3.1. Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tingginya minat baca sangat dibutuhkan oleh setiap orang, terutama bagi kalangan pelajar. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai cara untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar ini. Cara tersebut dapat dilakukan melalui lingkungan sekolah, maupun oleh pelajar itu sendiri. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh pelajar adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini akan dapat membawa manfaat yang sangat besar, terutama bagi pelajar itu sendiri. 3.2. Saran Berdasarkan pembahasan tersebut, maka saran penulis adalah: 1. Marilah kita meningkatkan kesadaran diri untuk membaca. Karena membaca akan memberikan kita manfaat yang sangat besar. 2. Sebaiknya sekolah membuat program membaca bagi siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong para siswa agar gemar membaca dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan. 3. Perlunya dorongan dari berbagai pihak untuk meningkatkan minat baca pelajar, terutama oleh pihak keluarga dan sekolah.
  • 9.
    9 DAFTAR PUSTAKA Kita,Media Info.2015.Karya Ilmiah Kurangnya Minat Membaca. http://kitamediainfo.blogspot.co.id/2012/03/karya ilmiah kurangnya minat membaca.html. Diakses pada tanggal 25 Januari 2016. Pukul 19.00 Wordpress,Salsaner. Karya Tulis Ilmiah Upaya Meningkatkan Minat Baca. https://salsaaner.wordpress.com/2014/03/12/karya-tulis-ilmiah-upaya- meningkatkan-minat-baca-dikalangan-remaja/ . Diakses pada tanggal 25 Januari 2016. Pukul 19.00 Firdani,Aldy. Karya Ilmiah Menurunnya Minat Baca Buku. http://aldy-firdani.blogspot.co.id/2014/01/karya-ilmiah-menurunnya- minat-baca-buku.html. Diakses pada tanggal 25 Januari 2016. Pukul 20.00 Pendidikan,Informasi. Berbagai Definisi Membaca Menurut Para Ahli. http://www.informasi-pendidikan.com/2015/01/berbagai-definisi- membaca-menurut-para.html/. Diakses pada tanggal 27 Januari 2016. Pukul 20.00 Wordpress,Saipuddin. Penyebab Rendahnya Minat Baca. https://saipuddin.wordpress.com/2010/05/16/7-penyebab-rendahnya- minat-baca/ Diakses pada tanggal 27 Januari 2016. Pukul 20.30 Kirei,Unai. Penyebab Rendahnya Minat Baca. http://unai-kirei.blogspot.co.id/2013/09/penyebab-rendahnya-minat- bacadi.html. Diakses pada tanggal 27 Januari 2016. Pukul 21.30 Theladunni. Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Membaca. http://the ladunni.blogspot.co.id/2012/02/faktor-yang-mempengaruhi- rendahnya.html Diakses pada tanggal 29 Januari 2016. Pukul 20.00 Sekolah,Makalah. Karya Ilmiah Upaya Meningkatkan Minat Baca. http://makalahsekolah.com/2015/05/16/karya-ilmiah-upaya- meningkatkan-minat-baca-di-kalangan-pelajar/ . Diakses pada tangggal 30 Januari 2016. Pukul 20.15