KEBIJAKAN PROGRAM
IMUNISASI DAN RENCANA
INTRODUKSI IMUNISASI PCV
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan
Ditjen P2P – Kementerian Kesehatan
KEBIJAKAN PROGRAM
IMUNISASI
MENGAPA HARUS IMUNISASI??
 2-3 juta kematian dapat dicegah setiap tahun
dengan imunisasi
 Imunisasi dapat mencegah lebih dari 26
penyakit
 Membantu membatasi/ mengurangi
terjadinya resistensi antibiotik karena dapat
mencegah penyakit pada tahap awal
 Meningkatkan cakupan imunisasi secara
global dapat menyelamatkan lebih dari 1,5
juta orang setiap tahunnya
MANFAAT IMUNISASI
Setiap orang yang mendapatkan
imunisasi akan membentuk
antibodi spesifik terhadap
penyakit tertentu
PROTEKSI SPESIFIK
INDIVIDU
MEMBENTUK KEKEBALAN
KELOMPOK
(HERD IMMUNITY)
Apabila cakupan imunisasi tinggi
dan merata dapat membentuk
kekebalan kelompok dan
melindungi kelompok masyarakat
yang rentan
PROTEKSI LINTAS
KELOMPOK
Pemberian imunisasi pada
kelompok usia tertentu (anak)
dapat membatasi penularan
kepada kelompok usia
dewasa/orang tua
JADWAL IMUNISASI RUTIN
UMUR (BULAN) JENIS IMUNISASI
0 Hepatitis B
1 BCG, OPV1
2 DPT/HepB/Hib1, OPV2, PCV1*
3 DPT/HepB/Hib2, OPV3, PCV2*
4 DPT/HepB/Hib3, OPV4, IPV
9 MR
10 JE**
12 PCV3*
18 DPT/HepB/Hib4, MR2
Status
Imunisasi
Interval Minimal
Pemberian
Masa Perlindungan
T1 - -
T2 4 minggu setelah T1 3 tahun
T3 6 bulan setelah T2 5 tahun
T4 1 tahun setelah T3 10 tahun
T5 >25 tahun
IMUNISASI LANJUTAN PADA WUS  HARUS MELALUI SKRINING
IMUNISASI DASAR PADA BAYI & LANJUTAN PADA BADUTA
BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH
Kelas
1 SD
Kelas
2 SD
Kelas
5 SD
Kelas
6 SD
1 tahun setelah T4
-DT Td
-MR
HPV**
Td
HPV**
* Dilakukan di seluruh Indonesia secara bertahap
** Hanya di Kab/Kota terpilih
KLB
PD3I
Bagaimana apabila
seorang anak tidak
mendapatkan imunisasi
rutin lengkap??
Anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki
kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit
berbahaya sehingga mudah tertular penyakit,
menderita sakit berat, serta menderita cacat bahkan
meninggal dunia. Selain itu, mereka juga dapat
menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain.
Akumulasi anak yang tidak
mendapat imunisasi rutin lengkap
mengakibatkan tidak akan
terbentuk Kekebalan Kelompok
atau Herd Immunity
PELAKSANAAN IMUNISASI RUTIN PADA MASA
PANDEMI COVID-19
Prinsip dasar:
Pada masa pandemi COVID-19, imunisasi tetap harus diberikan
sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I.
Rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI):
Imunisasi harus tetap diupayakan lengkap sesuai jadwal. Penundaan
imunisasi akan memperbesar risiko KLB PD3I
Strategi pemberian imunisasi harus mempertimbangkan situasi epidemiologi
COVID-19, kebijakan pemerintah daerah, serta situasi epidemiologi PD3I.
Pelayanan imunisasi dilakukan dengan menerapkan prinsip
pencegahan dan pengendalian infeksi serta prinsip menjaga
pelaksanaan imunisasi tetap AMAN untuk
jarak aman 1-2 meter (physical distancing), sehingga
petugas
kesehatan dan sasaran.
Pemberian imunisasi ganda yang efektif dan
efisien untuk optimalisasi
menjadi upaya
pelayanan imunisasi pada masa
pandemi COVID-19.
TARGET DAN CAPAIAN INDIKATOR IMUNISASI PADA
RPJMN DAN RENSTRA 2020-2024
Sumber: Data Rutin s.d 31 Agustus 2021 (Data Juli)
Indikator
2020 2021
2022 2023 2024
Target Capaian Target Capaian
Persentase imunisasi dasar lengkap
pada anak usia 12-23 bulan
64 N/A
Ha
68 N/A 71 75 90
sil capaian didapat dari hasil survey
Jumlah kabupaten/kota yang mencapai 80%
imunisasi dasar lengkap anak usia 0-11 bulan
401 289 431 121 452 471 488
Persentase bayi usia 0-11 bulan
yang mendapat imunisasi dasar lengkap
92,9 84,2 93,6 37,6 94,1 94,6 95
Persentase anak usia 18-24 bulan yang
mendapat imunisasi lanjutan Campak
Rubella
76,4 65,3 81 27.3 85,6 90,3 95
Hasi l capaian didapat dari data rutin
RENCANA INTRODUKSI
IMUNISASI PCV
GLOBAL VACCINE ACTION PLAN 2011 – 2020
Komitmen Global dari 194 Negara untuk Mencegah Jutaan Kematian dengan Menyediakan
Akses yang Adil dan Merata terhadap Vaksin untuk Setiap Orang
Eradikasi
Polio Global
Tercapainya
Target
Eliminasi
Global dan
Regional
Tercapainya
Target Cakupan
Imunisasi di
Setiap Wilayah,
Negara dan
Komunitas
Pengembangan
dan Introduksi
Vaksin Baru
Mencapai
Target MDG –
Menurunkan
Angka
Kematian Anak
IMMUNIZATION AGENDA 2030 “A Global Strategy to Leave No One Behind”
cMYP Indonesia dibuat berdasarkan GVAP dan Draft Immunization Agenda 2030
COMPREHENSIVE MULTI YEAR PLAN (cMYP)
PROGRAM IMUNISASI NASIONAL 2019 - 2024
cMYP disusun Selaras dengan Target Imunisasi Global dan Regional
Eradikasi Polio Global
Tercapainya Target Eliminasi
Global dan Regional
Tercapainya Target Cakupan Imunisasi di Setiap
Wilayah, Negara dan Komunitas
Pengembangan dan Introduksi Vaksin Baru
Mencapai Target MDG – Menurunkan Angka
Kematian Anak
• Pada tahun 2023, mempertahankan status bebas polio
• Mencapai Target MDG – Menurunkan Angka Kematian Anak
• Pada tahun 2023 mencapai eliminasi campak dan pengendalian
rubela/ CRS (verifikasi WHO tahun 2026)
• Mempertahankan status eliminasi tetanus pada ibu dan bayi
• Mengontrol difteri
• 80% kab/kota mencapai 95% cakupan anak usia 0-11 bulan yang
menerima imunisasi Dasar Lengkap (IDL)
• 95% anak usia 0-11 bulan menerima Imunisasi Dasar Lengkap
• Introduksi bertahap Human Papillomavirus Vaccine (HPV) dan
Pneumococcal Vaccine (PCV)
• Ekspansi Vaksin Japanese Encephalitis (JE)
SKENARIO PERLUASAN
INTRODUKSI IMUNISASI PNEUMOKOKUS (PCV) DI INDONESIA
Awal – Introduksi Bertahap
Akselerasi Introduksi
2020 2021 2022 2023 2024
Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Indonesia
Bangka Belitung Bangka Belitung Bangka Belitung Bangka Belitung
ME
Jawa Timur (8 Kako) Jawa Timur Jawa Timur
Jawa Barat (6 Kako) Jawa Barat Jawa Barat
DKI Jakarta DKI Jakarta
Banten Banten
DI Yogyakarta DI Yogyakarta
Jawa Tengah Jawa Tengah
Lampung Lampung
SumateraSelatan SumateraSelatan
Bengkulu Bengkulu
Jambi Jambi
Riau Riau
Kep Riau Kep Riau
Sumatera Barat Sumatera Barat
Sumatera Utara Sumatera Utara
DI Aceh DI Aceh
Bali Bali
Gorontalo
Sulawesi Utara
Sulawesi Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
KalimantanUtara
KalimantanBarat
KalimantanTengah
KalimantanSelatan
KalimantanTimur
2020 2021 2022
NusaTenggara
Barat
NusaTenggara
Barat
SeluruhIndonesia
BangkaBelitung BangkaBelitung
JawaTimur(8
Kako)
JawaBarat(6
Kako)
NJADI
Akselesasi introduksi imunisasi PCV bertujuan
untuk:
 Mempercepat memberikan perlindungan
kepada anak Indonesia terhadap penyakit
Pneumonia (penyebab utama kematian pada
balita).
 Menurunkan angka kematian bayi dan balita di
Indonesia.
SITUASI GLOBAL PNEUMONIA
~16%
2015
25.000 anak Indonesia meninggal setiap tahunnya
karena Pneumonia
DASAR PELAKSANAAN
 cMYP 2015-2019: Pelaksanaan introduksi imunisasi
PCV
 1 Oct 2017: Pelaksanaan demonstrasi imunisasi di
Lombok Barat dan Lombok Timur
 1 Dec 2018: Perluasan imunisasi PCV di 3 Kabupaten di
NTB dan Bangka Belitung
 21 Jan 2019: Rekomendasi ITAGI Perluasan Imunisasi
mencakup satu provinsi agar dampak program dapat
dievaluasi
 SK Menteri No. 410/2019 : Perluasan imunisasi PCV
di Provinsi NTB dan Provinsi Bangka Belitung
 SK Menteri No. 2534/2020: Pemberian Imunisasi PCV
nasional secara bertahap Kepmenkes No. 2534/2020
Sedang dilakukan proses Revisi Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pemberian Imunisasi PCV, dimana
semula introduksi dilakukan bertahap s.d 2024 direvisi menjadi introduksi secara nasional pada tahun 2022
SASARAN DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Sasaran Pemberian Imunisasi PCV
Seluruh bayi usia 2 dan 3 bulan Seluruh anak usia 12 bulan
Posyandu, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit pemerintah,
Rumah Sakit swasta, klinik, praktik mandiri dokter, praktik mandiri bidan, dan
fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang memberikan layanan
imunisasi
Tempat Pelaksanaan Imunisasi PCV
Dosis Pertama
Bayi usia 2 bulan
Dosis Kedua
Bayi usia 3 bulan
Dosis Ketiga
(Lanjutan)
Anak usia 12 bulan
JADWAL PELAKSANAAN IMUNISASI PCV
JAWAL IMUNISASI SETELAH INTRODUKSI IMUNISASI PCV
USIA ANAK JENIS IMUNISASI
<24 jam Hepatitis 0 (HB0)
1 bulan BCG, OPV1
2 bulan DPT-HB-Hib 1, OPV 2, PCV 1
3 bulan DPT-HB-Hib 2, OPV 3, PCV 2
4 bulan DPT-HB-Hib 3, OPV 4 dan IPV
9 bulan Campak-Rubela
12 bulan PCV 3
18 bulan Campak-Rubela, DPT-HB-Hib 4
Kelas 1 Campak-Rubela, DT
Kelas 2 Td
Kelas 5 Td
IZIN EDAR VAKSIN PCV MULTIDOSE
Sudah ada izin edar dari BPOM mengenai
penggunaan vaksin PCV dengan kemasan
multidose
SURVEILANS KEAMANAN VAKSIN PCV
KESIMPULAN
 Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi dan balita,
dimana 70% penyebabnya dapat dicegah dengan imunisasi, yaitu 20%
karena Haemophilues Influenza tipe b (Dapat dicegah dengan vaksin Hib)
dan 50% karena Streptococcus pneumoniae (Dapat dicegah dengan vaksin
PCV).
 Imunisasi PCV sudah ditetapkan sebagai imunisasi rutin yang akan
diimplementasikan di seluruh Indonesia.
 Vaksin PCV yang akan digunakan sudah memiliki izin edar BPOM.
 Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan introduksi
imunisasi PCV, utamanya terkait perencanaan anggaran tahun 2022.

Imunisasi PCV.pptx

  • 1.
    KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DANRENCANA INTRODUKSI IMUNISASI PCV Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P – Kementerian Kesehatan
  • 2.
  • 3.
    MENGAPA HARUS IMUNISASI?? 2-3 juta kematian dapat dicegah setiap tahun dengan imunisasi  Imunisasi dapat mencegah lebih dari 26 penyakit  Membantu membatasi/ mengurangi terjadinya resistensi antibiotik karena dapat mencegah penyakit pada tahap awal  Meningkatkan cakupan imunisasi secara global dapat menyelamatkan lebih dari 1,5 juta orang setiap tahunnya
  • 4.
    MANFAAT IMUNISASI Setiap orangyang mendapatkan imunisasi akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu PROTEKSI SPESIFIK INDIVIDU MEMBENTUK KEKEBALAN KELOMPOK (HERD IMMUNITY) Apabila cakupan imunisasi tinggi dan merata dapat membentuk kekebalan kelompok dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan PROTEKSI LINTAS KELOMPOK Pemberian imunisasi pada kelompok usia tertentu (anak) dapat membatasi penularan kepada kelompok usia dewasa/orang tua
  • 5.
    JADWAL IMUNISASI RUTIN UMUR(BULAN) JENIS IMUNISASI 0 Hepatitis B 1 BCG, OPV1 2 DPT/HepB/Hib1, OPV2, PCV1* 3 DPT/HepB/Hib2, OPV3, PCV2* 4 DPT/HepB/Hib3, OPV4, IPV 9 MR 10 JE** 12 PCV3* 18 DPT/HepB/Hib4, MR2 Status Imunisasi Interval Minimal Pemberian Masa Perlindungan T1 - - T2 4 minggu setelah T1 3 tahun T3 6 bulan setelah T2 5 tahun T4 1 tahun setelah T3 10 tahun T5 >25 tahun IMUNISASI LANJUTAN PADA WUS  HARUS MELALUI SKRINING IMUNISASI DASAR PADA BAYI & LANJUTAN PADA BADUTA BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH Kelas 1 SD Kelas 2 SD Kelas 5 SD Kelas 6 SD 1 tahun setelah T4 -DT Td -MR HPV** Td HPV** * Dilakukan di seluruh Indonesia secara bertahap ** Hanya di Kab/Kota terpilih
  • 6.
    KLB PD3I Bagaimana apabila seorang anaktidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap?? Anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit berbahaya sehingga mudah tertular penyakit, menderita sakit berat, serta menderita cacat bahkan meninggal dunia. Selain itu, mereka juga dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain. Akumulasi anak yang tidak mendapat imunisasi rutin lengkap mengakibatkan tidak akan terbentuk Kekebalan Kelompok atau Herd Immunity
  • 7.
    PELAKSANAAN IMUNISASI RUTINPADA MASA PANDEMI COVID-19 Prinsip dasar: Pada masa pandemi COVID-19, imunisasi tetap harus diberikan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I. Rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI): Imunisasi harus tetap diupayakan lengkap sesuai jadwal. Penundaan imunisasi akan memperbesar risiko KLB PD3I Strategi pemberian imunisasi harus mempertimbangkan situasi epidemiologi COVID-19, kebijakan pemerintah daerah, serta situasi epidemiologi PD3I.
  • 8.
    Pelayanan imunisasi dilakukandengan menerapkan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi serta prinsip menjaga pelaksanaan imunisasi tetap AMAN untuk jarak aman 1-2 meter (physical distancing), sehingga petugas kesehatan dan sasaran. Pemberian imunisasi ganda yang efektif dan efisien untuk optimalisasi menjadi upaya pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19.
  • 9.
    TARGET DAN CAPAIANINDIKATOR IMUNISASI PADA RPJMN DAN RENSTRA 2020-2024 Sumber: Data Rutin s.d 31 Agustus 2021 (Data Juli) Indikator 2020 2021 2022 2023 2024 Target Capaian Target Capaian Persentase imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan 64 N/A Ha 68 N/A 71 75 90 sil capaian didapat dari hasil survey Jumlah kabupaten/kota yang mencapai 80% imunisasi dasar lengkap anak usia 0-11 bulan 401 289 431 121 452 471 488 Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap 92,9 84,2 93,6 37,6 94,1 94,6 95 Persentase anak usia 18-24 bulan yang mendapat imunisasi lanjutan Campak Rubella 76,4 65,3 81 27.3 85,6 90,3 95 Hasi l capaian didapat dari data rutin
  • 10.
  • 11.
    GLOBAL VACCINE ACTIONPLAN 2011 – 2020 Komitmen Global dari 194 Negara untuk Mencegah Jutaan Kematian dengan Menyediakan Akses yang Adil dan Merata terhadap Vaksin untuk Setiap Orang Eradikasi Polio Global Tercapainya Target Eliminasi Global dan Regional Tercapainya Target Cakupan Imunisasi di Setiap Wilayah, Negara dan Komunitas Pengembangan dan Introduksi Vaksin Baru Mencapai Target MDG – Menurunkan Angka Kematian Anak IMMUNIZATION AGENDA 2030 “A Global Strategy to Leave No One Behind” cMYP Indonesia dibuat berdasarkan GVAP dan Draft Immunization Agenda 2030
  • 12.
    COMPREHENSIVE MULTI YEARPLAN (cMYP) PROGRAM IMUNISASI NASIONAL 2019 - 2024 cMYP disusun Selaras dengan Target Imunisasi Global dan Regional Eradikasi Polio Global Tercapainya Target Eliminasi Global dan Regional Tercapainya Target Cakupan Imunisasi di Setiap Wilayah, Negara dan Komunitas Pengembangan dan Introduksi Vaksin Baru Mencapai Target MDG – Menurunkan Angka Kematian Anak • Pada tahun 2023, mempertahankan status bebas polio • Mencapai Target MDG – Menurunkan Angka Kematian Anak • Pada tahun 2023 mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubela/ CRS (verifikasi WHO tahun 2026) • Mempertahankan status eliminasi tetanus pada ibu dan bayi • Mengontrol difteri • 80% kab/kota mencapai 95% cakupan anak usia 0-11 bulan yang menerima imunisasi Dasar Lengkap (IDL) • 95% anak usia 0-11 bulan menerima Imunisasi Dasar Lengkap • Introduksi bertahap Human Papillomavirus Vaccine (HPV) dan Pneumococcal Vaccine (PCV) • Ekspansi Vaksin Japanese Encephalitis (JE)
  • 13.
    SKENARIO PERLUASAN INTRODUKSI IMUNISASIPNEUMOKOKUS (PCV) DI INDONESIA Awal – Introduksi Bertahap Akselerasi Introduksi 2020 2021 2022 2023 2024 Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Indonesia Bangka Belitung Bangka Belitung Bangka Belitung Bangka Belitung ME Jawa Timur (8 Kako) Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat (6 Kako) Jawa Barat Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Banten Banten DI Yogyakarta DI Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Tengah Lampung Lampung SumateraSelatan SumateraSelatan Bengkulu Bengkulu Jambi Jambi Riau Riau Kep Riau Kep Riau Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Utara Sumatera Utara DI Aceh DI Aceh Bali Bali Gorontalo Sulawesi Utara Sulawesi Barat Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara KalimantanUtara KalimantanBarat KalimantanTengah KalimantanSelatan KalimantanTimur 2020 2021 2022 NusaTenggara Barat NusaTenggara Barat SeluruhIndonesia BangkaBelitung BangkaBelitung JawaTimur(8 Kako) JawaBarat(6 Kako) NJADI Akselesasi introduksi imunisasi PCV bertujuan untuk:  Mempercepat memberikan perlindungan kepada anak Indonesia terhadap penyakit Pneumonia (penyebab utama kematian pada balita).  Menurunkan angka kematian bayi dan balita di Indonesia.
  • 14.
    SITUASI GLOBAL PNEUMONIA ~16% 2015 25.000anak Indonesia meninggal setiap tahunnya karena Pneumonia
  • 15.
    DASAR PELAKSANAAN  cMYP2015-2019: Pelaksanaan introduksi imunisasi PCV  1 Oct 2017: Pelaksanaan demonstrasi imunisasi di Lombok Barat dan Lombok Timur  1 Dec 2018: Perluasan imunisasi PCV di 3 Kabupaten di NTB dan Bangka Belitung  21 Jan 2019: Rekomendasi ITAGI Perluasan Imunisasi mencakup satu provinsi agar dampak program dapat dievaluasi  SK Menteri No. 410/2019 : Perluasan imunisasi PCV di Provinsi NTB dan Provinsi Bangka Belitung  SK Menteri No. 2534/2020: Pemberian Imunisasi PCV nasional secara bertahap Kepmenkes No. 2534/2020 Sedang dilakukan proses Revisi Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pemberian Imunisasi PCV, dimana semula introduksi dilakukan bertahap s.d 2024 direvisi menjadi introduksi secara nasional pada tahun 2022
  • 16.
    SASARAN DAN TEMPATPELAKSANAAN Sasaran Pemberian Imunisasi PCV Seluruh bayi usia 2 dan 3 bulan Seluruh anak usia 12 bulan Posyandu, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit pemerintah, Rumah Sakit swasta, klinik, praktik mandiri dokter, praktik mandiri bidan, dan fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi Tempat Pelaksanaan Imunisasi PCV
  • 17.
    Dosis Pertama Bayi usia2 bulan Dosis Kedua Bayi usia 3 bulan Dosis Ketiga (Lanjutan) Anak usia 12 bulan JADWAL PELAKSANAAN IMUNISASI PCV
  • 18.
    JAWAL IMUNISASI SETELAHINTRODUKSI IMUNISASI PCV USIA ANAK JENIS IMUNISASI <24 jam Hepatitis 0 (HB0) 1 bulan BCG, OPV1 2 bulan DPT-HB-Hib 1, OPV 2, PCV 1 3 bulan DPT-HB-Hib 2, OPV 3, PCV 2 4 bulan DPT-HB-Hib 3, OPV 4 dan IPV 9 bulan Campak-Rubela 12 bulan PCV 3 18 bulan Campak-Rubela, DPT-HB-Hib 4 Kelas 1 Campak-Rubela, DT Kelas 2 Td Kelas 5 Td
  • 19.
    IZIN EDAR VAKSINPCV MULTIDOSE Sudah ada izin edar dari BPOM mengenai penggunaan vaksin PCV dengan kemasan multidose
  • 20.
  • 21.
    KESIMPULAN  Pneumonia merupakanpenyebab kematian terbesar pada bayi dan balita, dimana 70% penyebabnya dapat dicegah dengan imunisasi, yaitu 20% karena Haemophilues Influenza tipe b (Dapat dicegah dengan vaksin Hib) dan 50% karena Streptococcus pneumoniae (Dapat dicegah dengan vaksin PCV).  Imunisasi PCV sudah ditetapkan sebagai imunisasi rutin yang akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.  Vaksin PCV yang akan digunakan sudah memiliki izin edar BPOM.  Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan introduksi imunisasi PCV, utamanya terkait perencanaan anggaran tahun 2022.