IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN
PRIMER
DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
1
Oleh :
Hj. Nurul Ahdani, SKM, M.Kes
KEPALA BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
DINAS KESEHATAN PROV. KALIMANTAN SELATAN
Pokok
Bahasan
1. PENDAHULUAN
2. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
3. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI PUSKESMAS
4. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI PUSTU
5. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI POSYANDU
6. PELAKSANAAN ILP DI PROV. KALIMANTAN SELATAN
7. KENDALA, SARAN DAN KESIMPULAN
1. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
• Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2022 masih
rendah, tidak ada indikator SPM yang mencapai target 100%.
Target SPM akan tercapai jika pelayanan kesehatan primer kuat
dengan kemudahan akses masyarakat akan pelayanan yang
berkualitas.
• Sebagian besar kasus kematian yang terjadi di Indonesia
merupakan kasus yang dapat dicegah, misalnya : kelainan
maternal neonatal, infeksi enterik, penyakit kardiovaskular, dll
• 4 (empat) penyakit katastrofik utama penyebab kematian tertinggi
dan paling mahal : penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal.
Kemenkes berkomitmen melakukan transformasi sistem kesehatan Indonesia
pada 6 pilar transformasi penopang sistem kesehatan Indonesia
Meningkatkan kesehatan Memperkuat sistem
ibu, anak, keluarga Mempercepat perbaikan Memperbaiki Gerakan Masyarakat kesehatan &
berencana dan gizi masyarakat pengendalian penyakit Hidup Sehat (GERMAS) pengendalian obat dan
kesehatan reproduksi makanan
Visi
Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan
6 pilar
transformas
i
Outcome
RPJMN
bidang
kesehatan
Edukasi
penduduk
Penguatan peran
kader, kampanye,
dan membangun
gerakan, melalui
platform digital dan
tokoh masyarakat
Pencegahan
primer
Penambahan
imunisasi rutin
menjadi 14 antigen
dan perluasan
cakupan di seluruh
Indonesia.
Pencegahan
sekunder
Screening 14 penyakit
penyebab kematian
tertinggi di tiap sasaran
usia, screening
stunting, & peningkatan
ANC untuk kesehatan
ibu & bayi.
Transformasi
layanan rujukan
Meningkatkan
akses dan mutu
layanan
sekunder & tersier
Pengembangan jejaring
layanan penyakit
prioritas, perbaikan tata
kelola RS pemerintah.
Memperkuat
ketahanan
tanggap darurat
Tenaga cadangan
tanggap darurat,
table top exercise
kesiapsiagaan krisis.
Transformasi
SDM Kesehatan
Penambahan kuota mahasiswa,
beasiswa dalam & luar negeri,
kemudahan penyetaraan nakes
lulusan luar negeri.
Transformasi teknologi
kesehatan
Pengembangan dan pemanfaatan teknologi,
digitalisasi, dan bioteknologi di sektor kesehatan.
1 Transformasi layanan primer 2 3 Transformasi sistem
ketahanan kesehatan
4 Transformasi sistem
pembiayaan kesehatan
Regulasi pembiayaan kesehatan dengan 3
tujuan: tersedia, cukup, dan berkelanjutan;
alokasi yang adil; dan pemanfaatan yang
efektif dan efisien.
Meningkatkan
ketahanan sektor
farmasi & alat
kesehatan
Produksi dalam negeri
14 antigen vaksin
imunisasi rutin, top 10
bahan baku obat, top 10
alkes by volume & by
value.
5 6
a b c a b
Meningkatkan
kapasitas dan
kapabilitas
layanan primer
Revitalisasi jejaring
dan standardisasi
layanan Puskesmas,
Posyandu,
Labkesmas &
kunjungan rumah
d
9
a Teknologi informasi b Bioteknologi
2. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
241 Pusk / 156 Kec.
308 Pustu / 1.936 Desa
& 144 Kelurahan
3.182 Posy. Aktif
4.182.080 jiwa
10
Puskesmas
(Kecamatan)
Ilustrasi Pola Kerja Sistem Pelayanan Kesehatan Primer Terintegrasi
Untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan intervensi
Klaster Manajemen
Klaster Ibu
Hamil-Remaja
Klaster Usia
Produktif-Lansia
Klaster Penanggulangan
Penularan Penyakit
Laboratorium
Dusun/RT/RW
Pemantauan Wilayah
Setempat (PWS)
Dashboard hingga tingkat
desa
Desa:
Posyandu Prima
1
ANC cakupan dan outcome Bumil
Anemia?, Bumil Hipertensi?, Bumil
KEK?; Cakupan imunisasi rendah
Puskesmas melakukan evaluasi
cakupan berdasar wilayah
2
Puskesmas meneruksan data evaluasi
capaian ke unit di Desa
3
Posyandu meneruskan data
evaluasi capaian ke Kader di
Dusun
5
Kunjungan terjadwal untuk kader
melakukan pengecekan catatan
home based record (buku KIA) saat
kunjungan rumah dan
mengidentifikasi missing services
Dusun
Kegiatan Posyandu: KIA,
Remaja, UPL
4
Kader menindaklanjuti permasalahan
evaluasi capaian dan masalah yang
ditemukan dari kegiatan Posyandu
dengan melakukan kunjungan
rumah
6
Unit di Desa dan Dusun
melakukan evaluasi mingguan
7
Puskesmas dan Unit di Desa
melakukan evaluasi bulanan
Tindak lanjut
Tindak
lanjut
X Contoh pola pemantauan wilayah setempat untuk meningkatkan cakupan pelayanan untuk Klaster Ibu Hamil-Remaja
3. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
DI PUSKESMAS
No Kluster Lingkup Pelayanan/ Kegiatan Kompetensi PJ dan Anggota
2 Ibu dan Anak • Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan
bagi ibu hamil, bersalin, nifas
• Menyelenggarakan pelayanan bagi
Kesehatan anak balita dan anak prasekolah
• Menyelenggarakan pelayanan bagi
Kesehatan anak usia sekolah dan Remaja
Mampu memberikan pelayanan, seperti:
• ANC
• ibu hamil
• persalinan normal dan nifas.
• Neonatal esensial
• Pelayanan gizi bagi ibu dan anak
• SDIDTK
• Imunisasi
• Skrining penyakit
• Skrining Kesehatan jiwa
• MTBS
• Pengobatan umum
• Kesehatan gigi dan mulut
• Komunikasi Antar Pribadi (KAP)
• Gadar Matneo
• Perkesmas
• Skrining KtPA
No Kluster Lingkup Pelayanan/ Kegiatan Kompetensi PJ dan Anggota
3 Usia Produktif dan
Lansia
• Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan
bagi usia produktif
• Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan
bagi lanjut usia
Mampu memberikan pelayanan, seperti:
• Skrining penyakit menular
• Skrining PTM
• Skrining Kesehatan jiwa
• Skrining kebugaran
• Skrining layak hamil
• Skrining geriatri
• Kespro bagi catin
• KB
• Pelayanan gizi bagi uspro dan lansia
• Pengobatan umum
• Kesehatan gigi dan mulut
• Kesehatan kerja
• Komunikasi Antar Pribadi (KAP)
• Perkesmas
• Skrining KtPA
No Kluster Lingkup Pelayanan/ Kegiatan Kompetensi PJ dan Anggota
4 Pengendalian
Penyakit Menular
• Pencegahan, Kewaspadaan Dini dan Respon
• Pengawasan kualitas lingkungan
Mampu melakukan:
• Surveilans
• Penemuan kasus
• Penyelidikan epidemiologi
• Pengendalian vector
• Outbreak Respon Imunization (ORI)
• Pelayanan Kesehatan lingkungan
• Komunikasi Antar Pribadi (KAP)
5 Lintas Klaster • Pelayanan gawat darurat
• Pelayanan rawat inap
• Pelayanan kefarmasian
• Pelayanan Laboratorium
Mampu melakukan pelayanan:
• Kegawatdaruratan
• Rawat inap
• Kefarmasian
• Pemeriksaan laboratorium specimen
manusia, zoonosis
4. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI PUSTU
Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer di Pustu
25
Unit kesehatan di desa/kelurahan yang memberikan pelayanan kesehatan dan mengkoordinir
pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan
Unit Kesehatan di
Desa/Kelurahan
Sarana, prasarana dan Alkes sesuai standar
SDM: min. 1 perawat dan 1 bidan
Paket Layanan terstandar sesuai siklus
hidup:
1. Skrining, edukasi kesehatan
2. Pengobatan terbatas
3. Laboratorium dengan PoCT
4. Perencanaan Desa dan
pendampingan Posyandu
5. Kunjungan rumah
6. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS)
Layanan
kesehatan
• Setiap hari kerja
• Layanan dalam dan luar
gedung
Kegiatan
pemberdayaan
masyarakat
• Terencana
• Evaluasi mingguan
Ruang: untuk aktivitas kader
SDM: 2 kader
Kegiatan pemberdayaan:
1. Perencanaan desa & Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Manajemen Kader Posyandu
3. Kunjungan rumah
4. Pemantauan wilayah setempat
Kunjungan rumah oleh kader: memastikan keluarga sudah mendapatkan layanan kesehatan, penemuan dini masalah
kesehatan dan tanda bahaya, monitoring kepatuhan dalam pengobatan
2134
Pustu bertanggung jawab atas hasil status kesehatan masyarakat di desa/ kelurahan
Bayi dan Balita
mendapatkan:
• ASI Ekslusif
• Imunisasi dasar dan
lanjutan
• Pemantauan tumbuh
kembang
• Memastikan sasaran yang
sakit mendapatkan
layanan kesehatan
• Seluruh sasaran
mendapatkan skrining
Hipertensi, Diabetes
Melitus, jantungdan stroke,
kanker,PPOK, obesitas,
gejala TBC, masalah
kesehatan jiwa, kebugaran,
layak hamil
• Memastikan usia subur
menjadi akseptor KB
• Seluruh sasaran
mendapatkan skrining
Hipertensi, Diabetes
Melitus, kanker,PPOK,
geriatri terpadu, gejala
TBC, katarak,kebugaran
• Pemantauan kepatuhan
pengobatan pada
sasaran dengan penyakit
kronis
Pustu dan Posyandu
Bayi dan balita
Ibu Hamil, bersalin, nifas
Status gizi Ibu Hamil Kehamilan,
persalinan dan nifas beresiko.
Statusgizi, tumbuhkembang,
infeksi
Masalah Kesehatandi setiap siklushidup yang ingindiatasi
• SemuaIbu Hamil memeriksakan
kandungan (ANC)
• SemuaIbu hamil mengikutikelas
ibu hamil
• Semuaibu hamilmendapatkan
edukasigizi seimbang
• SemuaIbu Hamil mendapatkan
dan konsumsiTTD
• Ibu Hamil KEK mendapatkandan
mengonsumsi makanan
tambahan
• Semuaibu pasca bersalin
mendapatkanpelayanan nifas
• Semua ibu memberikanASI
• Seluruh sasaran dilakukan
skrining kesehatan.
• Memastikan sasaran yang
bermasalah kesehatan
mendapatkan pelayanan
kesehatan
• Seluruhremaja putri
mengkonsumsi TTD
• Seluruh remaja
mendapatkan edukasi
kesehatan reproduksi
Lansia
PTM (hipertensi, DM, stroke,
PPOK), kanker, masalah gizi,
penglihatan, demensia.
tingkat kemandirian lansia,
gangguan mental emosional
Remaja
Status gizi, Anemia remaja, Karies
gigi, Penglihatan pendengaran,
Perilaku berisiko, obesitas, maslaah
kebugaran
Usia Produktif
PTM (hipertensi, DM, Stroke, PPOK) ,
kanker, penyakit menular/ infeksi
(TBC,dll), masalah gizi (anemia,
obesitas) gangguan mental emosional
dan depresi, masalah kebugaran,
masalah layak hamil
Skema alur pelayanan Posyandu Prima meliputi alur pelayanan di dalam
gedung maupun luar gedung sebagai berikut:
Pelayanan Kesehatan dalam gedung
Pasien dan klien melakukan pendaftaran di bagian registrasi.
Selanjutnya pasien/klien diarahkan untuk mendapatkan pelayanan
sesuai siklus hidup. Pelayanan yang diberikan komprehensif
mencakup promosi kesehatan (edukasi, konseling), pencegahan
penyakit (skrining, imunisasi dll), dan pengobatan. Pelayanan
diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai kompetensinya.
Pelayanan kesehatan luar gedung
Petugas bidang kesehatan melakukan PWS, dan menentukan
sasaran dan tindak lanjut intervensi yang diperlukan untuk menjaga
kesehatan masyarakat desa/kelurahannya. Tindak lanjut dilakukan bekerja
sama dengan posyandu dan para kader dalam
melakukan kunjungan rumah. Selain itu, dengan menggerakkan
stakeholder terkait di desa/kelurahan melalui kegiatan sosialisasi dan
advokasi.
Selanjutnya berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di tingkat desa
yang dilakukan Pustu dan Posyandu dievaluasi setiap minggu Dan menjadi
feedback ke dataPWS Desa/Kelurahan.
24
Pasien/Klien
Registrasi
Pelayanan kesehatan sesuai
siklus hidup
1. Ibu Hamil, bersalin, nifas
oleh bidan
2. Anak dan remaja oleh
perawat/bidan
3. Usia Produktif oleh
perawat/bidan
4. Lansia oleh perawat
Data PWS
Pelayanan
selesai
Tindak Lanjut
Posyandu Kunjungan
rumah Nakes,
kader
Sosialisasi,
advokasi
stakeholder
Evaluasi
mingguan
A. Pelayanan Dalam Gedung
B. Pelayanan Luar Gedung
Skema Pelayanan di Pustu
5. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI POSYANDU
Gambaran Umum
Posyandusebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan (LKD/LKK)
merupakan wadah partisipasi masyarakat yang bertugas membantu Kepala
Desa/Lurah dalam peningkatan pelayanan bidang kesehatan dan bidang
lainnya sesuai dengan potensi dan kebutuhan. Posyandu melakukan
kegiatan pemberdayaan masyarakat dibidang
kesehatan dikoordinir oleh PUSTU.
PUSTU
Posyandu
Posyandu
Posyandu
Posyandu
POSYANDU
1. Dibentuk atas prakarsa Pemerintah Desa dan masyarakat
2. Ditetapkan melalui Peraturan Desa untuk Desa dan Peraturan
Bupati/Walikota untuk Kelurahan
3. Memiliki pengurus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris,
Bendahara, Bidang Kesehatan dan Bidang-Bidang lainnya
sesuai kebutuhan yang ditetapkan
berdasarkan Keputusan Kepala Desa/Lurah
4. Berkedudukan di tingkat RT/RW/dusun
5. Memiliki kader yang memenuhi kriteria
6. Memiliki bangunan, prasarana dan peralatan untuk
mendukung pelayanan.
PERSYARATAN
POSYANDU
Kegiatan
Posyand
u
1. Melakukan kegiatan sebelum hari buka posyandu
: a. Mempersiapkan bahan PMT penyuluhan bagi ibu hamil dan
balita
b. Menyebarluaskan hari buka Posyandu melalui
pertemuan warga setempat.
c. Mempersiapkan sasaran, tempat pelaksanaan, sarana, dan media
Posyandu.
d. Melakukan pembagian tugas antar kader.
e. Berkoordinasi dengan petugas Pustu/ Tenaga Kesehatan
Puskesmas, dan petugas terkait.
2.Menyelenggarakan hari buka posyandu bagi sasaran : ibu hamil,
bersalin, nifas, bayi, balita, anak usia prasekolah, usia sekolah,
remaja, usia produktif, dan lansia dengan 5 langkah.
• Hari buka: minimal 1 kali sebulan mempertimbangkan
jumlah sasaran, sumber daya dan kesepakatan bersama.
• Petugas: minimal 5 Kader dan 2 Nakes
(perawat/bidan/tenaga gizi) yang berasal dari Pustu atau
Puskesmas.
Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer di Posyandu
ď‚· Posyandu merupakan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/K), dibentuk berdasarkan
prakarsa pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat yang ditetapkan dalam peraturan desa atau
peraturan bupati/walikota.
ď‚· Kader Posyandu minimal 5 orang
ď‚· Kegiatan:
1. sebelum hari buka Posyandu,
2. hari buka Posyandu minimal 1 kali sebulan untuk semua sasaran siklus hidup (ibu hamil, bayi,
balita, anak usia prasekolah, anak usia sekolah, remaja, usia produktif serta lansia),
3. Setelah hari buka Posyandu: kunjungan rumah dan kegiatan lainnya sebagai tindak lanjut PWS.
ď‚· Kunjungan rumah rutin terencana untuk mengidentifikasi sasaran yang tidak akses pelayanan
kesehatan (missing services), ketidakpatuhan pengobatan (non compliance), dan tanda bahaya (danger
sign) serta memberikan edukasi.
ď‚· Kunjungan rumah yang dilakukan oleh kader dilakukan terintegrasi dengan kunjungan rumah dalam
rangka pendekatan keluarga. Hasil kunjungan rumah disampaikan kepada petugas Pustu untuk
ditindaklanjuti dan sebagai bahan evaluasi mingguan.
31
6. PELAKSANAAN ILP DI PROV. KALSEL
• Uji Coba Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Primer pada tahun
2022 oleh Kemkes di Puskesmas Telaga Bauntung Kab. Banjar
• Dilakukan pendampingan dan evaluasi rutin oleh Tim Koordinasi
Pelaksanaan Program Tata Kelola Kesmas Dinkes Prov. Kalsel
• Data Sasaran Prov. Kalsel* :
- 13 Kab/Kota - 4.005 Posyandu
- 156 Kecamatan - 24.222 Kader
- 1.936 Desa & 144 Kelurahan - 4.182.080 Jiwa Penduduk
- 241 Puskesmas - 1.380 Dokter Umum
- 308 Pustu - 9.382 Tenaga Keperawatan
*Sumber data profil kesehatan kalsel tahun 2022 - 5.553 Tenaga Kebidanan
ANALISIS SITUASI
SEKSI TATA KELOLA KESEHATAN MASYARAKAT
(BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT)
Puskesmas, ILP, Labkesmas, Jejaring swasta &
Kestrad
a. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan
Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas,
Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional;
b. Menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis
Pelaksanaan kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan
Primer, Lab kesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan
Tradisional;
c. Menghimpun, mengolah, menganalisis, dan meyajikan
data Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas,
Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional;
d. Menyiapkan bahan pembinaan Puskesmas, Integrasi
Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta dan
Kesehatan Tradisional;
e. Melaksanakan bimbingan teknis kegiatan Puskesmas,
Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta
dan Kesehatan Tradisional ;
f. Melaksanakan kerjasama dan kemitraan dengan
instansi/unit kerja terkait dalam kegiatan Puskesmas,
Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta
dan Kesehatan Tradisional;
g. Melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi kegiatan
Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Lab kesmas,
Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional;
h. Menyiapkan bahan dan menyusun laporan kinerja
pelaksanaan kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan
Primer, Lab kesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan
Tradisional;
i. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugas dan
kewenangannya.
URAIAN TUGAS
Perubahan
SOTK Dinkes
Kalsel
TAHAPAN KEGIATAN SEKSI TAKELMAS DINKES KALSEL
DALAM UPAYA IMPLEMENTASI ILP DI KALSEL
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
1 April –
Mei
2023
Monev Implementasi
Integrasi Layanan
Primer
• Pembelajaran bagi Seksi
Takelmas dalam hal
implementasi ILP di Puskesmas
Telaga Bauntung
• Upaya meningkatkan cakupan
indikator takelmas serta
mengevaluasi kesiapan
kabupaten/kota dalam
implementasi integrasi
layanan primer di wilayahnya
APBN 2023 informasi tentang integrasi
layanan primer sudah disampaikan
ke 13 kab/ko, tetapi kab/ko masih
belum dapat memahami strategi
untuk implementasi ILP karena
belum ada regulasi yang jelas
2 10-12
Mei
2023
Konsultasi Pusat ke
Kementerian
Kesehatan RI
• Meningkatkan pemahaman
pengelola dalam
melaksanakan program-
program di Seksi Takelmas
Dinas Kesehatan Provinsi
Kalimantan Selatan
APBD 2023 Pengelola program di arahkan
untuk mengikuti orientasi ILP yang
akan dilaksanakan oleh Kemkes
sebelum melaksanakan kegiatan
ILP di Tingkat Provinsi
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
3 22-26
Mei
2023
Mengikuti Orientasi
ILP Lokus Uji Coba Tk
Pusat
• Pembekalan fasilitator ILP
Lokus Uji Coba yang akan
berperan melaksanakan
orientasi secara berjenjang
bagi Dinkes Kab/Ko dan Nakes
Puskesmas
Kemkes Dihadiri oleh : Kasi Takelmas, Staf
Takelmas Pengelola ILP, Kasi Yankes
Primer, Kasi P2 Penyakit Menular
Dinkes Prov Kalsel
4. 31 Juli
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Pemantapan dalam
pencatatan dan pelaporan
indikator tata kelola kesmas
APBN
2023
Peserta dari 13 kab/ko yang
mengelola catpor indikator
takelmas
5 Juli 2023 Monitoring dan
Evaluasi
Penyelenggaraan
Labkesmas
• Monitoring dan evaluasi dalam
upaya memantau kesiapan
labkesmas dalam mendukung
pelaksanaan Integrasi Layanan
Primer di Puskesmas di 7
Kab/ko
APBN
2023
• 7 Kab/ko : Bjm, Tabalong, HSS,
Tala, Balangan, Tanbu, Kotabaru
• Kondisi sarpras dan SDM
Labkesmas sebagian besar
masih sangat terbatas, terutama
jika harus melaksanakan skrining
sebagaimana dimaksud dalam
ILP
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
6. 6 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab HSS
dalam rangka persiapan
pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor
dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN 2023 Peserta dari 21 Puskesmas,
perwakilan Dinkes Kab HSS,
perwakilan Bappelitbangda HSS,
serta Dinkes Kalsel. Berdasarkan
hasil diskusi setelah sosialisasi
dapat langsung ditentukan bahwa
Puskesmas yang akan segera
mengimplementasikan ILP di HSS
adalah Puskesmas Negara
7. 7 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab HST
dalam rangka persiapan
pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor
dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari Puskesmas,
perwakilan Dinkes Kab HST
serta Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
8. 8 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab Balangan
dan Kota Banjarbaru dalam
rangka persiapan pelaksanaan
ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor
dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari puskesmas,
perwakilan Dinkes dan
Bappelitbangda Kab. Balangan
dan Kota Banjarbaru, serta
Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
9. 12 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab Tabalong
dalam rangka persiapan
pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor
dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari puskesmas,
perwakilan Dinkes dan
Bappelitbangda Kab. Tabalong,
serta Dinkes kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
10. 13 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab Kotabaru
dalam rangka persiapan
pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor
dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan
perwakilan Dinkes Kab.
Kotabaru, serta Dinkes kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
11. 14 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kota
Banjarmasin dalam rangka
persiapan pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor
dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan
perwakilan Dinkes Kota
Banjarmasin serta Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
12. 15 Sept
2023
Pertemuan koordinasi
kegiatan program
inisiatif integrasi
layanan primer
(daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab Tapin dan
Tanah Bumbu dalam rangka
persiapan pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor dalam
pelaksanaan Integrasi Pelayanan
Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan
perwakilan Dinkes Kab Tapin
dan Tanah Bumbu serta
Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan
1 Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
13. 18 Sept
2023
Pertemuan koordinasi
kegiatan program
inisiatif integrasi
layanan primer
(daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh
Puskesmas , TPCB dan
Bappelitbangda Kab Banjar dalam
rangka persiapan pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi,
advokasi dan komitmen lintas
program dan lintas sektor dalam
pelaksanaan Integrasi Pelayanan
Kesehatan Primer
APBN 2023 • Peserta dari puskesmas,
perwakilan Dinkes kab Banjar
serta Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan
1 Puskesmas, Pustu dan
Posyandu yang akan
melaksanakan ILP Tahun 2023
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
14. 19-22
Sept
2023
Orientasi Integrasi
Layanan Primer
(Workshop
Manajemen ILP)
• Membekali pengetahuan dan
kemampuan bagi peserta terkait
konsep integrasi layanan primer
untuk percepatan scale up ILP di
13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan
Selatan
APBN
2023
• Peserta orientasi sebanyak 3
orang perwakilan Bidang
Kesmas, Yankes, dan P2P Dinkes
Kab/Ko, Serta perwakilan
Puskesmas sebanyak 2 orang
yang akan melaksanakan ILP
pada tahun 2023/2024
• Kesepakatan bahwa Dinkes
Kab/Ko dan Puskesmas akan
berproses untuk segera
melaksanakan ILP
• Peserta diarahkan untuk
melaksanakan RTL Rakerkesda,
di antaranya membentuk Pokja
ILP Kab/Ko berdasarkan TPCB
dan melaksanakan sosialisasi LP
LS
• Kab. Banjar sudah diperintahkan
oleh pemda Banjar agar seluruh
puskesmas melaksanakan ILP
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
15. 25 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi
kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas ,
TPCB dan Bappelitbangda Kab Batola
dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi, advokasi dan
komitmen lintas program dan lintas
sektor dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN
2023
• Peserta dari puskesmas,
perwakilan Dinkes dan
Bappelitbangda Batola serta
Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan Posyandu
yang akan melaksanakan ILP
Tahun 2023
16. 26 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi
kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas ,
TPCB dan Bappelitbangda Kota Tanah
Laut dalam rangka persiapan
pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi, advokasi dan
komitmen lintas program dan lintas
sektor dalam pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
APBN
2023
• Peserta dari puskesmas dan
perwakilan Dinkes Kab Tanah
Laut serta Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan Posyandu
yang akan melaksanakan ILP
Tahun 2023
17. 29 Sept
2023
Pertemuan
koordinasi
kegiatan
program inisiatif
integrasi layanan
primer (daring)
• Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas ,
TPCB dan Bappelitbangda Kab HSU dalam
rangka persiapan pelaksanaan ILP
• Meningkatkan koordinasi, advokasi dan
komitmen lintas program dan lintas
sektor dalam pelaksanaan Integrasi
APBN
2023
• Peserta dari puskesmas dan
perwakilan Dinkes Kab HSU
serta Dinkes Kalsel
• Dinkes dan Pusk menyiapkan 1
Puskesmas, Pustu dan Posyandu
yang akan melaksanakan ILP
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
18. Oktober
2023
Pendampingan Pasca
Orientasi ILP
• Memantau progres upaya
percepatan implementasi ILP di
Kab/Ko
APBN 2023 • Setiap Kab/ko diminta membuat
Surat penunjukan puskesmas ILP
Oleh Kadinkes Kab/Ko sebagai
dasar pembuatan SK Kadinkes
Prov Kalsel
• SK Kadinkes Kalsel masih proses
(masih menunggu Surat
Penunjukan dari Kota Bjm)
19. Oktober
– Nop
2023
Pendampingan dan
Pembinaan di 5
Kab/Ko
• Memberikan bimbingan teknis
kepada Puskesmas dan Dinas
Kesehatan Kab/Ko agar dapat
melaksanakan ILP sesuai
konsep, yaitu di 5 Kab/ko
terpilih (Bjb, HSS, Tapin, Tanbu,
Tabalong)
APBDP 2023 • Dalam proses pelaksanaan
20 Nop
2023
Pertemuan Integrasi
Layanan Primer
(Evaluasi)
• Monitoring dan evaluasi
implementasi ILP di 13
Kab/Kota se-Kalimantan
Selatan.
• Penyerahan SK Kadinkes Kalsel
APBDP 2023 • Dalam proses persiapan
No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber
Dana
Keterangan
21. Nop
2023
Pembinaan Rutin ke
Puskesmas Telaga
Bauntung
• Memberikan bimbingan teknis
kepada petugas puskesmas,
pustu, dan posyandu dalam
pelaksanaan Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer
sesuai konsep ILP
APBDP 2023 • Dalam proses persiapan
22 Nop
2023
Pelatihan Manajemen
Laboratorium
Kesehatan
Masyarakat
• Meningkatkan kapasitas
petugas dalam
menyelenggarakan fungsi
labkesmas
APBN 2023 • Dalam proses persiapan
23 Des 2023 Monev Pasca
Pelatihan Labkesmas
• Memantau progres kesiapan
labkesmas pasca pelatihan
dalam upaya mendukung
pelaksanaan Integrasi Layanan
Primer
APBN 2023 • Dalam proses persiapan
PROGRES UPAYA DALAM IMPLEMENTASI ILP DI KAB/KO
s.d 25 Oktober 2023
1. Kepala Dinas Kesehatan 13 Kab/ Ko sudah menunjuk masing-masing 1 Puskesmas untuk segera
berproses melaksanakan ILP. 13 Puskesmas tersebut adalah sebagai berikut:
NO KODE NAMA PUSKESMAS ALAMAT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI RANAP/NON RANAP
KARAKTERISTIK
WILAYAH KERJA
1 1060445 SUNGAI RIAM Ds. Sei Riam, Kec. Pelaihari Pelaihari Tanah Laut Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan
2 1060453 TANJUNG SELOKA Jl. H. Kanda, Kec. Pulau Laut Selatan Pulau Laut Selatan Kota Baru Kalsel Rawat Inap Sangat Terpencil
3 1060481 BERUNTUNG BARU Ds. Jambu Burung, Kec. Beruntung Baru Beruntung Baru Banjar Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan
4 1060514 BELAWANG
Jl. Belawang No.15 Rt.13 Ds. Belawang, Kec.
Belawang
Belawang Barito Kuala Kalsel Rawat Inap Terpencil
5 1060532 TAPIN UTARA Jl.Kesehatan No. 1 Kec. Tapin Utara Tapin Utara Tapin Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan
6 1060555 NEGARA Ds. Tambak Bitin, Kec. Daha Utara Daha Utara Hulu Sungai Selatan Kalsel Rawat Inap Perdesaan
7 1060566 BARABAI Jl. Munti Raya Rt.005 Rw.002, Kec. Barabai Barabai Hulu Sungai Tengah Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan
8 1060580 ALABIO
Jl. Istirahat No.43 Alabio, Kec. Sungai Pandan
71455
Sungai Pandan Hulu Sungai Utara Kalsel Rawat Inap Perdesaan
9 1060595 TANJUNG
Jl. A. Yani, Km.8,5 Ds. Pamaranan Kiwa, Kec.
Tanjung
Tanjung Tabalong Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan
10 1060618 MANTEWE Jl. Transmigrasi, Kec. Mantewe Mantewe Tanah Bumbu Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan
11 1060620 BATU MANDI Jl. Abdul Khair Rt. 1 Rw. 0, Kec. Batu Mandi Batu Mandi Balangan Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan
12 1060653 SEI JINGAH Jl. Sungai Jingah Rt 3, Kec. Banjarmasin Utara Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan
13 1060657 LIANG ANGGANG
Jl. Suka Maju Rt.0/04 A. Yani Km.19, Kec. Liang
Anggang
Liang Anggang Kota Banjar Baru Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan
2. Khusus Kabupaten Banjar, seluruh Puskesmas sudah diperintahkan oleh Kepala Dinas/ Kepala
Daerah Kab Banjar untuk segera melaksanakan ILP.
3. Dinkes Kab HSS sudah menyesuaikan SOTK baru, yaitu adanya Seksi Takelmas di Bidang
Kesmas
4. Seluruh Dinkes Kab/Ko sudah melaksanakan sosialisasi lintas program di Dinkes terkait Integrasi
Layanan Primer.
5. 13 Puskesmas peserta Orientasi ILP sudah melaksanakan sosialisasi lintas program di
Puskesmas terkait ILP.
6. 3 Puskesmas yang sudah mulai mencoba melaksanakan sistem kluster di Puskesmas :
Puskesmas Negara HSS, Puskesmas Liang Anggang Banjarbaru dan Puskesmas Sungai Jingah
Banjarmasin.
PROGRES UPAYA DALAM IMPLEMENTASI ILP DI KAB/KO
s.d 25 Oktober 2023
7. KENDALA, SARAN DAN KESIMPULAN
31
Kendala
1. KMK No 2015 tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer,
belum di dukung dengan revisi Permenkes No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas.
2. Hampir semua puskesmas sedang dalam proses reakreditasi pada bulan Oktober s.d
Desember 2023 sehingga implementasi ILP masih tertunda.
3. Keterbatasan jumlah SDM dan sarana prasarana di Puskesmas, Pustu dan Posyandu
4. Keterbatasan anggaran dalam upaya persiapan pelaksanaan ILP di Puskesmas, Pustu dan
Posyandu.
1. ILP menjadi bagian dari indikator renstra dan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan
2. Dukungan APBD untuk menunjang implementasi ILP
3. Dukungan Lintas Sektor
Saran
31
Kesimpulan
1. Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer memfokuskan pelayanan pada pendekatan berbasis
siklus hidup, bukan berbasis program dengan penerapan integrasi layanan guna
mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, responsif, dan terjangkau.
2. Perluasan jangkauan pelayanan kesehatan primer untuk mendekatkan akses
pelayanan dilakukan dengan mendayagunakan Pustu sebagai unit kesehatan di
desa/keluraha dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Posyandu di tingkat
dusun/RT/RW
3. Melalui integrasi pelayanan kesehatan primer, peran Puskesmas sebagai
penanggung jawab wilayah dalam kesehatan di wilayah kerjanya akan semakin diperkuat
dengan aktifnya PWS tingkat desa/kelurahan oleh petugas kesehatan bersama kader.
4. Petugas Puskesmas harus senantiasa memelihara dan meningkatkan kompetensinya agar
dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan paket
pelayanan di setiap siklus kehidupan.
31
Kesimpulan
5. Pelaksanaan ILP di Kalimantan Selatan masih berproses, terutama pasca reakreditasi
Puskesmas.
6. Wacana akan dilaksanakan launching ILP dimulai dengan penyerahan SK Kadinkes Prov.
Kalsel pada Pertemuan ILP (Nop 2023) dan dilanjutkan dengan prosesi launching pada
acara Rakerkesda Tahun 2024.
6. Implementasi ILP di Kalsel akan mulai dilaksanakan juga oleh puskesmas lainnya secara
bertahap pada tahun 2024
Implementasi ILP di Prov Kalsel 2023.pptx

Implementasi ILP di Prov Kalsel 2023.pptx

  • 1.
    IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER DIPROVINSI KALIMANTAN SELATAN 1 Oleh : Hj. Nurul Ahdani, SKM, M.Kes KEPALA BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT DINAS KESEHATAN PROV. KALIMANTAN SELATAN
  • 2.
    Pokok Bahasan 1. PENDAHULUAN 2. INTEGRASIPELAYANAN KESEHATAN PRIMER 3. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI PUSKESMAS 4. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI PUSTU 5. INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI POSYANDU 6. PELAKSANAAN ILP DI PROV. KALIMANTAN SELATAN 7. KENDALA, SARAN DAN KESIMPULAN
  • 3.
  • 4.
    LATAR BELAKANG • CapaianStandar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2022 masih rendah, tidak ada indikator SPM yang mencapai target 100%. Target SPM akan tercapai jika pelayanan kesehatan primer kuat dengan kemudahan akses masyarakat akan pelayanan yang berkualitas. • Sebagian besar kasus kematian yang terjadi di Indonesia merupakan kasus yang dapat dicegah, misalnya : kelainan maternal neonatal, infeksi enterik, penyakit kardiovaskular, dll • 4 (empat) penyakit katastrofik utama penyebab kematian tertinggi dan paling mahal : penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal.
  • 5.
    Kemenkes berkomitmen melakukantransformasi sistem kesehatan Indonesia pada 6 pilar transformasi penopang sistem kesehatan Indonesia Meningkatkan kesehatan Memperkuat sistem ibu, anak, keluarga Mempercepat perbaikan Memperbaiki Gerakan Masyarakat kesehatan & berencana dan gizi masyarakat pengendalian penyakit Hidup Sehat (GERMAS) pengendalian obat dan kesehatan reproduksi makanan Visi Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan 6 pilar transformas i Outcome RPJMN bidang kesehatan Edukasi penduduk Penguatan peran kader, kampanye, dan membangun gerakan, melalui platform digital dan tokoh masyarakat Pencegahan primer Penambahan imunisasi rutin menjadi 14 antigen dan perluasan cakupan di seluruh Indonesia. Pencegahan sekunder Screening 14 penyakit penyebab kematian tertinggi di tiap sasaran usia, screening stunting, & peningkatan ANC untuk kesehatan ibu & bayi. Transformasi layanan rujukan Meningkatkan akses dan mutu layanan sekunder & tersier Pengembangan jejaring layanan penyakit prioritas, perbaikan tata kelola RS pemerintah. Memperkuat ketahanan tanggap darurat Tenaga cadangan tanggap darurat, table top exercise kesiapsiagaan krisis. Transformasi SDM Kesehatan Penambahan kuota mahasiswa, beasiswa dalam & luar negeri, kemudahan penyetaraan nakes lulusan luar negeri. Transformasi teknologi kesehatan Pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan bioteknologi di sektor kesehatan. 1 Transformasi layanan primer 2 3 Transformasi sistem ketahanan kesehatan 4 Transformasi sistem pembiayaan kesehatan Regulasi pembiayaan kesehatan dengan 3 tujuan: tersedia, cukup, dan berkelanjutan; alokasi yang adil; dan pemanfaatan yang efektif dan efisien. Meningkatkan ketahanan sektor farmasi & alat kesehatan Produksi dalam negeri 14 antigen vaksin imunisasi rutin, top 10 bahan baku obat, top 10 alkes by volume & by value. 5 6 a b c a b Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer Revitalisasi jejaring dan standardisasi layanan Puskesmas, Posyandu, Labkesmas & kunjungan rumah d 9 a Teknologi informasi b Bioteknologi
  • 7.
    2. INTEGRASI PELAYANANKESEHATAN PRIMER
  • 9.
    241 Pusk /156 Kec. 308 Pustu / 1.936 Desa & 144 Kelurahan 3.182 Posy. Aktif 4.182.080 jiwa
  • 10.
    10 Puskesmas (Kecamatan) Ilustrasi Pola KerjaSistem Pelayanan Kesehatan Primer Terintegrasi Untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan intervensi Klaster Manajemen Klaster Ibu Hamil-Remaja Klaster Usia Produktif-Lansia Klaster Penanggulangan Penularan Penyakit Laboratorium Dusun/RT/RW Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Dashboard hingga tingkat desa Desa: Posyandu Prima 1 ANC cakupan dan outcome Bumil Anemia?, Bumil Hipertensi?, Bumil KEK?; Cakupan imunisasi rendah Puskesmas melakukan evaluasi cakupan berdasar wilayah 2 Puskesmas meneruksan data evaluasi capaian ke unit di Desa 3 Posyandu meneruskan data evaluasi capaian ke Kader di Dusun 5 Kunjungan terjadwal untuk kader melakukan pengecekan catatan home based record (buku KIA) saat kunjungan rumah dan mengidentifikasi missing services Dusun Kegiatan Posyandu: KIA, Remaja, UPL 4 Kader menindaklanjuti permasalahan evaluasi capaian dan masalah yang ditemukan dari kegiatan Posyandu dengan melakukan kunjungan rumah 6 Unit di Desa dan Dusun melakukan evaluasi mingguan 7 Puskesmas dan Unit di Desa melakukan evaluasi bulanan Tindak lanjut Tindak lanjut X Contoh pola pemantauan wilayah setempat untuk meningkatkan cakupan pelayanan untuk Klaster Ibu Hamil-Remaja
  • 11.
    3. INTEGRASI PELAYANANKESEHATAN PRIMER DI PUSKESMAS
  • 14.
    No Kluster LingkupPelayanan/ Kegiatan Kompetensi PJ dan Anggota 2 Ibu dan Anak • Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, nifas • Menyelenggarakan pelayanan bagi Kesehatan anak balita dan anak prasekolah • Menyelenggarakan pelayanan bagi Kesehatan anak usia sekolah dan Remaja Mampu memberikan pelayanan, seperti: • ANC • ibu hamil • persalinan normal dan nifas. • Neonatal esensial • Pelayanan gizi bagi ibu dan anak • SDIDTK • Imunisasi • Skrining penyakit • Skrining Kesehatan jiwa • MTBS • Pengobatan umum • Kesehatan gigi dan mulut • Komunikasi Antar Pribadi (KAP) • Gadar Matneo • Perkesmas • Skrining KtPA
  • 15.
    No Kluster LingkupPelayanan/ Kegiatan Kompetensi PJ dan Anggota 3 Usia Produktif dan Lansia • Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan bagi usia produktif • Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan bagi lanjut usia Mampu memberikan pelayanan, seperti: • Skrining penyakit menular • Skrining PTM • Skrining Kesehatan jiwa • Skrining kebugaran • Skrining layak hamil • Skrining geriatri • Kespro bagi catin • KB • Pelayanan gizi bagi uspro dan lansia • Pengobatan umum • Kesehatan gigi dan mulut • Kesehatan kerja • Komunikasi Antar Pribadi (KAP) • Perkesmas • Skrining KtPA
  • 16.
    No Kluster LingkupPelayanan/ Kegiatan Kompetensi PJ dan Anggota 4 Pengendalian Penyakit Menular • Pencegahan, Kewaspadaan Dini dan Respon • Pengawasan kualitas lingkungan Mampu melakukan: • Surveilans • Penemuan kasus • Penyelidikan epidemiologi • Pengendalian vector • Outbreak Respon Imunization (ORI) • Pelayanan Kesehatan lingkungan • Komunikasi Antar Pribadi (KAP) 5 Lintas Klaster • Pelayanan gawat darurat • Pelayanan rawat inap • Pelayanan kefarmasian • Pelayanan Laboratorium Mampu melakukan pelayanan: • Kegawatdaruratan • Rawat inap • Kefarmasian • Pemeriksaan laboratorium specimen manusia, zoonosis
  • 18.
    4. INTEGRASI PELAYANANKESEHATAN PRIMER DI PUSTU
  • 19.
    Integrasi Pelayanan KesehatanPrimer di Pustu 25 Unit kesehatan di desa/kelurahan yang memberikan pelayanan kesehatan dan mengkoordinir pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan Unit Kesehatan di Desa/Kelurahan Sarana, prasarana dan Alkes sesuai standar SDM: min. 1 perawat dan 1 bidan Paket Layanan terstandar sesuai siklus hidup: 1. Skrining, edukasi kesehatan 2. Pengobatan terbatas 3. Laboratorium dengan PoCT 4. Perencanaan Desa dan pendampingan Posyandu 5. Kunjungan rumah 6. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Layanan kesehatan • Setiap hari kerja • Layanan dalam dan luar gedung Kegiatan pemberdayaan masyarakat • Terencana • Evaluasi mingguan Ruang: untuk aktivitas kader SDM: 2 kader Kegiatan pemberdayaan: 1. Perencanaan desa & Pemberdayaan Masyarakat Desa 2. Manajemen Kader Posyandu 3. Kunjungan rumah 4. Pemantauan wilayah setempat
  • 20.
    Kunjungan rumah olehkader: memastikan keluarga sudah mendapatkan layanan kesehatan, penemuan dini masalah kesehatan dan tanda bahaya, monitoring kepatuhan dalam pengobatan 2134 Pustu bertanggung jawab atas hasil status kesehatan masyarakat di desa/ kelurahan Bayi dan Balita mendapatkan: • ASI Ekslusif • Imunisasi dasar dan lanjutan • Pemantauan tumbuh kembang • Memastikan sasaran yang sakit mendapatkan layanan kesehatan • Seluruh sasaran mendapatkan skrining Hipertensi, Diabetes Melitus, jantungdan stroke, kanker,PPOK, obesitas, gejala TBC, masalah kesehatan jiwa, kebugaran, layak hamil • Memastikan usia subur menjadi akseptor KB • Seluruh sasaran mendapatkan skrining Hipertensi, Diabetes Melitus, kanker,PPOK, geriatri terpadu, gejala TBC, katarak,kebugaran • Pemantauan kepatuhan pengobatan pada sasaran dengan penyakit kronis Pustu dan Posyandu Bayi dan balita Ibu Hamil, bersalin, nifas Status gizi Ibu Hamil Kehamilan, persalinan dan nifas beresiko. Statusgizi, tumbuhkembang, infeksi Masalah Kesehatandi setiap siklushidup yang ingindiatasi • SemuaIbu Hamil memeriksakan kandungan (ANC) • SemuaIbu hamil mengikutikelas ibu hamil • Semuaibu hamilmendapatkan edukasigizi seimbang • SemuaIbu Hamil mendapatkan dan konsumsiTTD • Ibu Hamil KEK mendapatkandan mengonsumsi makanan tambahan • Semuaibu pasca bersalin mendapatkanpelayanan nifas • Semua ibu memberikanASI • Seluruh sasaran dilakukan skrining kesehatan. • Memastikan sasaran yang bermasalah kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan • Seluruhremaja putri mengkonsumsi TTD • Seluruh remaja mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi Lansia PTM (hipertensi, DM, stroke, PPOK), kanker, masalah gizi, penglihatan, demensia. tingkat kemandirian lansia, gangguan mental emosional Remaja Status gizi, Anemia remaja, Karies gigi, Penglihatan pendengaran, Perilaku berisiko, obesitas, maslaah kebugaran Usia Produktif PTM (hipertensi, DM, Stroke, PPOK) , kanker, penyakit menular/ infeksi (TBC,dll), masalah gizi (anemia, obesitas) gangguan mental emosional dan depresi, masalah kebugaran, masalah layak hamil
  • 21.
    Skema alur pelayananPosyandu Prima meliputi alur pelayanan di dalam gedung maupun luar gedung sebagai berikut: Pelayanan Kesehatan dalam gedung Pasien dan klien melakukan pendaftaran di bagian registrasi. Selanjutnya pasien/klien diarahkan untuk mendapatkan pelayanan sesuai siklus hidup. Pelayanan yang diberikan komprehensif mencakup promosi kesehatan (edukasi, konseling), pencegahan penyakit (skrining, imunisasi dll), dan pengobatan. Pelayanan diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai kompetensinya. Pelayanan kesehatan luar gedung Petugas bidang kesehatan melakukan PWS, dan menentukan sasaran dan tindak lanjut intervensi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat desa/kelurahannya. Tindak lanjut dilakukan bekerja sama dengan posyandu dan para kader dalam melakukan kunjungan rumah. Selain itu, dengan menggerakkan stakeholder terkait di desa/kelurahan melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi. Selanjutnya berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di tingkat desa yang dilakukan Pustu dan Posyandu dievaluasi setiap minggu Dan menjadi feedback ke dataPWS Desa/Kelurahan. 24 Pasien/Klien Registrasi Pelayanan kesehatan sesuai siklus hidup 1. Ibu Hamil, bersalin, nifas oleh bidan 2. Anak dan remaja oleh perawat/bidan 3. Usia Produktif oleh perawat/bidan 4. Lansia oleh perawat Data PWS Pelayanan selesai Tindak Lanjut Posyandu Kunjungan rumah Nakes, kader Sosialisasi, advokasi stakeholder Evaluasi mingguan A. Pelayanan Dalam Gedung B. Pelayanan Luar Gedung Skema Pelayanan di Pustu
  • 22.
    5. INTEGRASI PELAYANANKESEHATAN PRIMER DI POSYANDU
  • 23.
    Gambaran Umum Posyandusebagai LembagaKemasyarakatan Desa dan Kelurahan (LKD/LKK) merupakan wadah partisipasi masyarakat yang bertugas membantu Kepala Desa/Lurah dalam peningkatan pelayanan bidang kesehatan dan bidang lainnya sesuai dengan potensi dan kebutuhan. Posyandu melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dikoordinir oleh PUSTU. PUSTU Posyandu Posyandu Posyandu Posyandu POSYANDU 1. Dibentuk atas prakarsa Pemerintah Desa dan masyarakat 2. Ditetapkan melalui Peraturan Desa untuk Desa dan Peraturan Bupati/Walikota untuk Kelurahan 3. Memiliki pengurus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Bidang Kesehatan dan Bidang-Bidang lainnya sesuai kebutuhan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Desa/Lurah 4. Berkedudukan di tingkat RT/RW/dusun 5. Memiliki kader yang memenuhi kriteria 6. Memiliki bangunan, prasarana dan peralatan untuk mendukung pelayanan. PERSYARATAN POSYANDU
  • 24.
    Kegiatan Posyand u 1. Melakukan kegiatansebelum hari buka posyandu : a. Mempersiapkan bahan PMT penyuluhan bagi ibu hamil dan balita b. Menyebarluaskan hari buka Posyandu melalui pertemuan warga setempat. c. Mempersiapkan sasaran, tempat pelaksanaan, sarana, dan media Posyandu. d. Melakukan pembagian tugas antar kader. e. Berkoordinasi dengan petugas Pustu/ Tenaga Kesehatan Puskesmas, dan petugas terkait. 2.Menyelenggarakan hari buka posyandu bagi sasaran : ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, balita, anak usia prasekolah, usia sekolah, remaja, usia produktif, dan lansia dengan 5 langkah. • Hari buka: minimal 1 kali sebulan mempertimbangkan jumlah sasaran, sumber daya dan kesepakatan bersama. • Petugas: minimal 5 Kader dan 2 Nakes (perawat/bidan/tenaga gizi) yang berasal dari Pustu atau Puskesmas.
  • 25.
    Integrasi Pelayanan KesehatanPrimer di Posyandu ď‚· Posyandu merupakan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/K), dibentuk berdasarkan prakarsa pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat yang ditetapkan dalam peraturan desa atau peraturan bupati/walikota. ď‚· Kader Posyandu minimal 5 orang ď‚· Kegiatan: 1. sebelum hari buka Posyandu, 2. hari buka Posyandu minimal 1 kali sebulan untuk semua sasaran siklus hidup (ibu hamil, bayi, balita, anak usia prasekolah, anak usia sekolah, remaja, usia produktif serta lansia), 3. Setelah hari buka Posyandu: kunjungan rumah dan kegiatan lainnya sebagai tindak lanjut PWS. ď‚· Kunjungan rumah rutin terencana untuk mengidentifikasi sasaran yang tidak akses pelayanan kesehatan (missing services), ketidakpatuhan pengobatan (non compliance), dan tanda bahaya (danger sign) serta memberikan edukasi. ď‚· Kunjungan rumah yang dilakukan oleh kader dilakukan terintegrasi dengan kunjungan rumah dalam rangka pendekatan keluarga. Hasil kunjungan rumah disampaikan kepada petugas Pustu untuk ditindaklanjuti dan sebagai bahan evaluasi mingguan. 31
  • 26.
    6. PELAKSANAAN ILPDI PROV. KALSEL
  • 27.
    • Uji CobaPelaksanaan Integrasi Pelayanan Primer pada tahun 2022 oleh Kemkes di Puskesmas Telaga Bauntung Kab. Banjar • Dilakukan pendampingan dan evaluasi rutin oleh Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Tata Kelola Kesmas Dinkes Prov. Kalsel • Data Sasaran Prov. Kalsel* : - 13 Kab/Kota - 4.005 Posyandu - 156 Kecamatan - 24.222 Kader - 1.936 Desa & 144 Kelurahan - 4.182.080 Jiwa Penduduk - 241 Puskesmas - 1.380 Dokter Umum - 308 Pustu - 9.382 Tenaga Keperawatan *Sumber data profil kesehatan kalsel tahun 2022 - 5.553 Tenaga Kebidanan ANALISIS SITUASI
  • 28.
    SEKSI TATA KELOLAKESEHATAN MASYARAKAT (BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT) Puskesmas, ILP, Labkesmas, Jejaring swasta & Kestrad a. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; b. Menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis Pelaksanaan kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Lab kesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; c. Menghimpun, mengolah, menganalisis, dan meyajikan data Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; d. Menyiapkan bahan pembinaan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; e. Melaksanakan bimbingan teknis kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional ; f. Melaksanakan kerjasama dan kemitraan dengan instansi/unit kerja terkait dalam kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Labkesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; g. Melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Lab kesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; h. Menyiapkan bahan dan menyusun laporan kinerja pelaksanaan kegiatan Puskesmas, Integrasi Layanan Primer, Lab kesmas, Jejaring swasta dan Kesehatan Tradisional; i. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugas dan kewenangannya. URAIAN TUGAS Perubahan SOTK Dinkes Kalsel
  • 29.
    TAHAPAN KEGIATAN SEKSITAKELMAS DINKES KALSEL DALAM UPAYA IMPLEMENTASI ILP DI KALSEL No Tanggal Kegiatan Tujuan Sumber Dana Keterangan 1 April – Mei 2023 Monev Implementasi Integrasi Layanan Primer • Pembelajaran bagi Seksi Takelmas dalam hal implementasi ILP di Puskesmas Telaga Bauntung • Upaya meningkatkan cakupan indikator takelmas serta mengevaluasi kesiapan kabupaten/kota dalam implementasi integrasi layanan primer di wilayahnya APBN 2023 informasi tentang integrasi layanan primer sudah disampaikan ke 13 kab/ko, tetapi kab/ko masih belum dapat memahami strategi untuk implementasi ILP karena belum ada regulasi yang jelas 2 10-12 Mei 2023 Konsultasi Pusat ke Kementerian Kesehatan RI • Meningkatkan pemahaman pengelola dalam melaksanakan program- program di Seksi Takelmas Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan APBD 2023 Pengelola program di arahkan untuk mengikuti orientasi ILP yang akan dilaksanakan oleh Kemkes sebelum melaksanakan kegiatan ILP di Tingkat Provinsi
  • 30.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 3 22-26 Mei 2023 Mengikuti Orientasi ILP Lokus Uji Coba Tk Pusat • Pembekalan fasilitator ILP Lokus Uji Coba yang akan berperan melaksanakan orientasi secara berjenjang bagi Dinkes Kab/Ko dan Nakes Puskesmas Kemkes Dihadiri oleh : Kasi Takelmas, Staf Takelmas Pengelola ILP, Kasi Yankes Primer, Kasi P2 Penyakit Menular Dinkes Prov Kalsel 4. 31 Juli 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Pemantapan dalam pencatatan dan pelaporan indikator tata kelola kesmas APBN 2023 Peserta dari 13 kab/ko yang mengelola catpor indikator takelmas 5 Juli 2023 Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Labkesmas • Monitoring dan evaluasi dalam upaya memantau kesiapan labkesmas dalam mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Primer di Puskesmas di 7 Kab/ko APBN 2023 • 7 Kab/ko : Bjm, Tabalong, HSS, Tala, Balangan, Tanbu, Kotabaru • Kondisi sarpras dan SDM Labkesmas sebagian besar masih sangat terbatas, terutama jika harus melaksanakan skrining sebagaimana dimaksud dalam ILP
  • 31.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 6. 6 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab HSS dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 Peserta dari 21 Puskesmas, perwakilan Dinkes Kab HSS, perwakilan Bappelitbangda HSS, serta Dinkes Kalsel. Berdasarkan hasil diskusi setelah sosialisasi dapat langsung ditentukan bahwa Puskesmas yang akan segera mengimplementasikan ILP di HSS adalah Puskesmas Negara 7. 7 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab HST dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari Puskesmas, perwakilan Dinkes Kab HST serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023
  • 32.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 8. 8 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab Balangan dan Kota Banjarbaru dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas, perwakilan Dinkes dan Bappelitbangda Kab. Balangan dan Kota Banjarbaru, serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023 9. 12 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab Tabalong dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas, perwakilan Dinkes dan Bappelitbangda Kab. Tabalong, serta Dinkes kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023
  • 33.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 10. 13 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab Kotabaru dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan perwakilan Dinkes Kab. Kotabaru, serta Dinkes kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023 11. 14 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kota Banjarmasin dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan perwakilan Dinkes Kota Banjarmasin serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023
  • 34.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 12. 15 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab Tapin dan Tanah Bumbu dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan perwakilan Dinkes Kab Tapin dan Tanah Bumbu serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023 13. 18 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab Banjar dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas, perwakilan Dinkes kab Banjar serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023
  • 35.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 14. 19-22 Sept 2023 Orientasi Integrasi Layanan Primer (Workshop Manajemen ILP) • Membekali pengetahuan dan kemampuan bagi peserta terkait konsep integrasi layanan primer untuk percepatan scale up ILP di 13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan APBN 2023 • Peserta orientasi sebanyak 3 orang perwakilan Bidang Kesmas, Yankes, dan P2P Dinkes Kab/Ko, Serta perwakilan Puskesmas sebanyak 2 orang yang akan melaksanakan ILP pada tahun 2023/2024 • Kesepakatan bahwa Dinkes Kab/Ko dan Puskesmas akan berproses untuk segera melaksanakan ILP • Peserta diarahkan untuk melaksanakan RTL Rakerkesda, di antaranya membentuk Pokja ILP Kab/Ko berdasarkan TPCB dan melaksanakan sosialisasi LP LS • Kab. Banjar sudah diperintahkan oleh pemda Banjar agar seluruh puskesmas melaksanakan ILP
  • 36.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 15. 25 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab Batola dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas, perwakilan Dinkes dan Bappelitbangda Batola serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023 16. 26 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kota Tanah Laut dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan perwakilan Dinkes Kab Tanah Laut serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP Tahun 2023 17. 29 Sept 2023 Pertemuan koordinasi kegiatan program inisiatif integrasi layanan primer (daring) • Sosialisasi ILP ke seluruh Puskesmas , TPCB dan Bappelitbangda Kab HSU dalam rangka persiapan pelaksanaan ILP • Meningkatkan koordinasi, advokasi dan komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan Integrasi APBN 2023 • Peserta dari puskesmas dan perwakilan Dinkes Kab HSU serta Dinkes Kalsel • Dinkes dan Pusk menyiapkan 1 Puskesmas, Pustu dan Posyandu yang akan melaksanakan ILP
  • 37.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 18. Oktober 2023 Pendampingan Pasca Orientasi ILP • Memantau progres upaya percepatan implementasi ILP di Kab/Ko APBN 2023 • Setiap Kab/ko diminta membuat Surat penunjukan puskesmas ILP Oleh Kadinkes Kab/Ko sebagai dasar pembuatan SK Kadinkes Prov Kalsel • SK Kadinkes Kalsel masih proses (masih menunggu Surat Penunjukan dari Kota Bjm) 19. Oktober – Nop 2023 Pendampingan dan Pembinaan di 5 Kab/Ko • Memberikan bimbingan teknis kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kab/Ko agar dapat melaksanakan ILP sesuai konsep, yaitu di 5 Kab/ko terpilih (Bjb, HSS, Tapin, Tanbu, Tabalong) APBDP 2023 • Dalam proses pelaksanaan 20 Nop 2023 Pertemuan Integrasi Layanan Primer (Evaluasi) • Monitoring dan evaluasi implementasi ILP di 13 Kab/Kota se-Kalimantan Selatan. • Penyerahan SK Kadinkes Kalsel APBDP 2023 • Dalam proses persiapan
  • 38.
    No Tanggal KegiatanTujuan Sumber Dana Keterangan 21. Nop 2023 Pembinaan Rutin ke Puskesmas Telaga Bauntung • Memberikan bimbingan teknis kepada petugas puskesmas, pustu, dan posyandu dalam pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer sesuai konsep ILP APBDP 2023 • Dalam proses persiapan 22 Nop 2023 Pelatihan Manajemen Laboratorium Kesehatan Masyarakat • Meningkatkan kapasitas petugas dalam menyelenggarakan fungsi labkesmas APBN 2023 • Dalam proses persiapan 23 Des 2023 Monev Pasca Pelatihan Labkesmas • Memantau progres kesiapan labkesmas pasca pelatihan dalam upaya mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Primer APBN 2023 • Dalam proses persiapan
  • 39.
    PROGRES UPAYA DALAMIMPLEMENTASI ILP DI KAB/KO s.d 25 Oktober 2023 1. Kepala Dinas Kesehatan 13 Kab/ Ko sudah menunjuk masing-masing 1 Puskesmas untuk segera berproses melaksanakan ILP. 13 Puskesmas tersebut adalah sebagai berikut: NO KODE NAMA PUSKESMAS ALAMAT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI RANAP/NON RANAP KARAKTERISTIK WILAYAH KERJA 1 1060445 SUNGAI RIAM Ds. Sei Riam, Kec. Pelaihari Pelaihari Tanah Laut Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan 2 1060453 TANJUNG SELOKA Jl. H. Kanda, Kec. Pulau Laut Selatan Pulau Laut Selatan Kota Baru Kalsel Rawat Inap Sangat Terpencil 3 1060481 BERUNTUNG BARU Ds. Jambu Burung, Kec. Beruntung Baru Beruntung Baru Banjar Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan 4 1060514 BELAWANG Jl. Belawang No.15 Rt.13 Ds. Belawang, Kec. Belawang Belawang Barito Kuala Kalsel Rawat Inap Terpencil 5 1060532 TAPIN UTARA Jl.Kesehatan No. 1 Kec. Tapin Utara Tapin Utara Tapin Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan 6 1060555 NEGARA Ds. Tambak Bitin, Kec. Daha Utara Daha Utara Hulu Sungai Selatan Kalsel Rawat Inap Perdesaan 7 1060566 BARABAI Jl. Munti Raya Rt.005 Rw.002, Kec. Barabai Barabai Hulu Sungai Tengah Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan 8 1060580 ALABIO Jl. Istirahat No.43 Alabio, Kec. Sungai Pandan 71455 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara Kalsel Rawat Inap Perdesaan 9 1060595 TANJUNG Jl. A. Yani, Km.8,5 Ds. Pamaranan Kiwa, Kec. Tanjung Tanjung Tabalong Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan 10 1060618 MANTEWE Jl. Transmigrasi, Kec. Mantewe Mantewe Tanah Bumbu Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan 11 1060620 BATU MANDI Jl. Abdul Khair Rt. 1 Rw. 0, Kec. Batu Mandi Batu Mandi Balangan Kalsel Non Rawat Inap Perdesaan 12 1060653 SEI JINGAH Jl. Sungai Jingah Rt 3, Kec. Banjarmasin Utara Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan 13 1060657 LIANG ANGGANG Jl. Suka Maju Rt.0/04 A. Yani Km.19, Kec. Liang Anggang Liang Anggang Kota Banjar Baru Kalsel Non Rawat Inap Perkotaan
  • 40.
    2. Khusus KabupatenBanjar, seluruh Puskesmas sudah diperintahkan oleh Kepala Dinas/ Kepala Daerah Kab Banjar untuk segera melaksanakan ILP. 3. Dinkes Kab HSS sudah menyesuaikan SOTK baru, yaitu adanya Seksi Takelmas di Bidang Kesmas 4. Seluruh Dinkes Kab/Ko sudah melaksanakan sosialisasi lintas program di Dinkes terkait Integrasi Layanan Primer. 5. 13 Puskesmas peserta Orientasi ILP sudah melaksanakan sosialisasi lintas program di Puskesmas terkait ILP. 6. 3 Puskesmas yang sudah mulai mencoba melaksanakan sistem kluster di Puskesmas : Puskesmas Negara HSS, Puskesmas Liang Anggang Banjarbaru dan Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. PROGRES UPAYA DALAM IMPLEMENTASI ILP DI KAB/KO s.d 25 Oktober 2023
  • 41.
    7. KENDALA, SARANDAN KESIMPULAN
  • 42.
    31 Kendala 1. KMK No2015 tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, belum di dukung dengan revisi Permenkes No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas. 2. Hampir semua puskesmas sedang dalam proses reakreditasi pada bulan Oktober s.d Desember 2023 sehingga implementasi ILP masih tertunda. 3. Keterbatasan jumlah SDM dan sarana prasarana di Puskesmas, Pustu dan Posyandu 4. Keterbatasan anggaran dalam upaya persiapan pelaksanaan ILP di Puskesmas, Pustu dan Posyandu. 1. ILP menjadi bagian dari indikator renstra dan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2. Dukungan APBD untuk menunjang implementasi ILP 3. Dukungan Lintas Sektor Saran
  • 43.
    31 Kesimpulan 1. Integrasi PelayananKesehatan Primer memfokuskan pelayanan pada pendekatan berbasis siklus hidup, bukan berbasis program dengan penerapan integrasi layanan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, responsif, dan terjangkau. 2. Perluasan jangkauan pelayanan kesehatan primer untuk mendekatkan akses pelayanan dilakukan dengan mendayagunakan Pustu sebagai unit kesehatan di desa/keluraha dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Posyandu di tingkat dusun/RT/RW 3. Melalui integrasi pelayanan kesehatan primer, peran Puskesmas sebagai penanggung jawab wilayah dalam kesehatan di wilayah kerjanya akan semakin diperkuat dengan aktifnya PWS tingkat desa/kelurahan oleh petugas kesehatan bersama kader. 4. Petugas Puskesmas harus senantiasa memelihara dan meningkatkan kompetensinya agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan paket pelayanan di setiap siklus kehidupan.
  • 44.
    31 Kesimpulan 5. Pelaksanaan ILPdi Kalimantan Selatan masih berproses, terutama pasca reakreditasi Puskesmas. 6. Wacana akan dilaksanakan launching ILP dimulai dengan penyerahan SK Kadinkes Prov. Kalsel pada Pertemuan ILP (Nop 2023) dan dilanjutkan dengan prosesi launching pada acara Rakerkesda Tahun 2024. 6. Implementasi ILP di Kalsel akan mulai dilaksanakan juga oleh puskesmas lainnya secara bertahap pada tahun 2024