INTENSIVE LEARNING
MATA PELAJARAN PRODUKTIF
TEKNIK AUDIOVIDEO
Bidang Studi KeahlianTeknologi dan Rekayasa
Program Studi KeahlianTeknik Elektronika
Kompetensi KeahlianTeknik AudioVideo
SMK Negeri 2 Bawang
TAHUN 2018
KISI-KISITEORI KEJURUANTAV
SISTEM AUDIO
LEVEL KOGNITIF SISTEM AUDIO
Pengetahuan dan Pemahaman:
• Mengidentifikasi
• Menunjukkan
• Mengenali
Siswa mampu:
• Mengidentifikasi ciri khas kelas penguat
amplifier
Aplikasi:
• Menerapkan
• Mengklasifikasi
• Menentukan
Siswa mampu menentukan:
• Besarnya frekuensi oscillator pada radio
penerimaAM/FM
• Frekuensi dan Panjang Gelombang (λ)
• Penguatan dalam bentuk decibell (dB)
suatu sistem penguat
• Bagian yang rusak pada radio penerima
AM/FM dari gejala yang dialami
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
PENERIMA RADIO LANGSUNG
Penerima langsung menerima sinyal tanpa PERUBAHAN BESAR
FREKUENSI sampai pada tingkat demodulator.Pada bagian
penguat frekwensi tinggi terdapat penguat selektif, yang
menguatkan sinyal RF dengan penguatan tertala, jadi
menguatkan satu frekwensi saja dan menolak frekwensi diluar
frekwensi yang ditala.
Kekurangan dari penerima ini bahwa: penguatan frekuensi tinggi tergantung
pada besarnya frekuensi kerja. Untuk menerima dari pemancar lain rangkaian
resonator dari penguat frekuensi tinggi harus DITALA lagi. Untuk dapat
menerima banyak pemancar dibutuhkan rangkaian resonator yang banyak
pula. Kelemahan penerima semacam ini adalah mempunyai
selektifitas sinyal yang berdekatan yang buruk, terutama untuk penelaan
pada bidang frekwensi yang lebar, ini disebabkan oleh faktor Q dari
rangkaian tala yang berubah seiring dengan perubahan frekwensi.
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
Blok Radio PenerimaTidak langsung (Superheterodyne)
Penerima superheterodin dikembangkan untuk memperbaiki selektifitas
dari sinyal radio dengan frekwensi yang berdekatan dengan cara
menggiring semua frekwensi yang diterima ke satu frekwensi tertentu
yang seragam yaitu frekwensi IF. Hal ini akan mempermudah
pemrosesan selanjutnya karena rangkaian ditala pada frekwensi yang
tetap sama dan tidak berubah meskipun dipilih atau dirubah pada
setasiun yang berbeda beda.
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
Blok Radio PenerimaTidak langsung (Superheterodyne)
Prinsip Superheterodin adalah jika ada dua buah sinyal
sinusoidal dengan frekwensi yang berbeda dicampurkan
sehingga kedua sinyal tersebut saling mengalikan atau
menambahkan dan dilewatkan pada sebuah fungsi
transfer tidak linier maka keluarannya akan mengandung
komponen frekwensi jumlah dan selisih dari kedua
frekwensi tersebut.
Pada penerima radio superheterodyne, frekuensi sinyal
yang diterima diubah kedalam frekuensi yang lebih
rendah yang disebut frekuensi antara (IF =
Intermediate Frequency).Frekuensi ini sama untuk semua
sinyal yang diterima baik dari band MW, LW maupun SW
yaitu 455 kHz - 470 kHz.
Penguatan utama dari sinyal yang diterima berada pada
penguat frekuensi antara, frekuensi antara besarnya
konstan sehingga hanya diperlukan satu penguat untuk
frekuensi IF.
Besarnya frekuensi antara IF = fo – fe ,
dimana:
fo = Frekuensi osilator dan
fe = Frekuensi penerimaan
Contoh :
Berapa besar perubahan frekuensi osilator MW
jika pemancar berfrekuensi
530 kHz - 1300 kHz seharusnya diterima ?
Jawab:
1. fo = 530 kH + 455 kHz = 985 kHz;
2. fo2 = 1300 kHz + 455 kHz = 1755 kHz
jadi besar perubahan frekuensi osilator MW
adalah 985 kHz s/d 1.755 kHz.
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
Blok Penerima FM Mono
Blok Penerima FM Stereo
Secara gambar rangkaian blok,
penerima FM hampir sama
dengan penerimaAM, perbedaan berada
pada frekuensi yang diterima
yaitu antara 88 Mhz - 108 Mhz
dan frekuensi antara sebesar 10,7 Mhz
serta cara demodulasinya serta bagian
low pass filter pada penerima mono dan
pada mode stereo dilengkapi dengan
stereo decoder dan 2 power amplifier
untuk sistem penerima FM stereo.
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSI OSCILLATOR PADA
PENERIMA RADIO AM/FM
Frekuensi Antara (IF) intermediate frequency
Frekwensi antara adalah proses conversi frekwensi dari
frekwensi pemancar (yang besarnya diantara 88 MHz. sampai
dengan 108 MHz) yang ditangkap pada penerima menjadi
satu frekwensi yang besarnya tetap.
Pada gambar blok penerima FM dapat dilihat perubahan
besar frekwensi osilator akan selalu disertai dengan
perubahan penalaan pada rangkaian penala, ini dimaksudkan
agar antara penala dan osilator perubahan selalu
sinkron pada osilator frekwensi osilasi diset lebih tinggi 10,7
MHz dari resonansi rangkaian penala angka 10,7 tersebut
adalah besarnya frekwensi antara.
SOAL-SOALTEORI KEJURUAN
TEKNIK AUDIOVIDEO
DARITAHUN KETAHUN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN
SOAL-SOAL PENGUAT PADA UKKTEORI KEJURUAN

Il agus sistem radio

  • 1.
    INTENSIVE LEARNING MATA PELAJARANPRODUKTIF TEKNIK AUDIOVIDEO Bidang Studi KeahlianTeknologi dan Rekayasa Program Studi KeahlianTeknik Elektronika Kompetensi KeahlianTeknik AudioVideo SMK Negeri 2 Bawang TAHUN 2018
  • 2.
    KISI-KISITEORI KEJURUANTAV SISTEM AUDIO LEVELKOGNITIF SISTEM AUDIO Pengetahuan dan Pemahaman: • Mengidentifikasi • Menunjukkan • Mengenali Siswa mampu: • Mengidentifikasi ciri khas kelas penguat amplifier Aplikasi: • Menerapkan • Mengklasifikasi • Menentukan Siswa mampu menentukan: • Besarnya frekuensi oscillator pada radio penerimaAM/FM • Frekuensi dan Panjang Gelombang (λ) • Penguatan dalam bentuk decibell (dB) suatu sistem penguat • Bagian yang rusak pada radio penerima AM/FM dari gejala yang dialami
  • 3.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM PENERIMA RADIO LANGSUNG Penerima langsung menerima sinyal tanpa PERUBAHAN BESAR FREKUENSI sampai pada tingkat demodulator.Pada bagian penguat frekwensi tinggi terdapat penguat selektif, yang menguatkan sinyal RF dengan penguatan tertala, jadi menguatkan satu frekwensi saja dan menolak frekwensi diluar frekwensi yang ditala. Kekurangan dari penerima ini bahwa: penguatan frekuensi tinggi tergantung pada besarnya frekuensi kerja. Untuk menerima dari pemancar lain rangkaian resonator dari penguat frekuensi tinggi harus DITALA lagi. Untuk dapat menerima banyak pemancar dibutuhkan rangkaian resonator yang banyak pula. Kelemahan penerima semacam ini adalah mempunyai selektifitas sinyal yang berdekatan yang buruk, terutama untuk penelaan pada bidang frekwensi yang lebar, ini disebabkan oleh faktor Q dari rangkaian tala yang berubah seiring dengan perubahan frekwensi.
  • 4.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM Blok Radio PenerimaTidak langsung (Superheterodyne) Penerima superheterodin dikembangkan untuk memperbaiki selektifitas dari sinyal radio dengan frekwensi yang berdekatan dengan cara menggiring semua frekwensi yang diterima ke satu frekwensi tertentu yang seragam yaitu frekwensi IF. Hal ini akan mempermudah pemrosesan selanjutnya karena rangkaian ditala pada frekwensi yang tetap sama dan tidak berubah meskipun dipilih atau dirubah pada setasiun yang berbeda beda.
  • 5.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM Blok Radio PenerimaTidak langsung (Superheterodyne) Prinsip Superheterodin adalah jika ada dua buah sinyal sinusoidal dengan frekwensi yang berbeda dicampurkan sehingga kedua sinyal tersebut saling mengalikan atau menambahkan dan dilewatkan pada sebuah fungsi transfer tidak linier maka keluarannya akan mengandung komponen frekwensi jumlah dan selisih dari kedua frekwensi tersebut. Pada penerima radio superheterodyne, frekuensi sinyal yang diterima diubah kedalam frekuensi yang lebih rendah yang disebut frekuensi antara (IF = Intermediate Frequency).Frekuensi ini sama untuk semua sinyal yang diterima baik dari band MW, LW maupun SW yaitu 455 kHz - 470 kHz. Penguatan utama dari sinyal yang diterima berada pada penguat frekuensi antara, frekuensi antara besarnya konstan sehingga hanya diperlukan satu penguat untuk frekuensi IF. Besarnya frekuensi antara IF = fo – fe , dimana: fo = Frekuensi osilator dan fe = Frekuensi penerimaan Contoh : Berapa besar perubahan frekuensi osilator MW jika pemancar berfrekuensi 530 kHz - 1300 kHz seharusnya diterima ? Jawab: 1. fo = 530 kH + 455 kHz = 985 kHz; 2. fo2 = 1300 kHz + 455 kHz = 1755 kHz jadi besar perubahan frekuensi osilator MW adalah 985 kHz s/d 1.755 kHz.
  • 6.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM Blok Penerima FM Mono Blok Penerima FM Stereo Secara gambar rangkaian blok, penerima FM hampir sama dengan penerimaAM, perbedaan berada pada frekuensi yang diterima yaitu antara 88 Mhz - 108 Mhz dan frekuensi antara sebesar 10,7 Mhz serta cara demodulasinya serta bagian low pass filter pada penerima mono dan pada mode stereo dilengkapi dengan stereo decoder dan 2 power amplifier untuk sistem penerima FM stereo.
  • 7.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM
  • 8.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM
  • 9.
    MENENTUKAN BESARNYA FREKUENSIOSCILLATOR PADA PENERIMA RADIO AM/FM Frekuensi Antara (IF) intermediate frequency Frekwensi antara adalah proses conversi frekwensi dari frekwensi pemancar (yang besarnya diantara 88 MHz. sampai dengan 108 MHz) yang ditangkap pada penerima menjadi satu frekwensi yang besarnya tetap. Pada gambar blok penerima FM dapat dilihat perubahan besar frekwensi osilator akan selalu disertai dengan perubahan penalaan pada rangkaian penala, ini dimaksudkan agar antara penala dan osilator perubahan selalu sinkron pada osilator frekwensi osilasi diset lebih tinggi 10,7 MHz dari resonansi rangkaian penala angka 10,7 tersebut adalah besarnya frekwensi antara.
  • 10.
  • 11.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 12.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 13.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 14.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 15.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 16.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 17.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 18.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 19.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN
  • 20.
    SOAL-SOAL PENGUAT PADAUKKTEORI KEJURUAN