Dokumen ini membahas tentang Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang memiliki topografi pegunungan dan dataran rendah, dengan sungai Amandit sebagai jalur perhubungan utama. Terdapat 11 kecamatan dan suku asli Banjar dengan perkembangan penduduk yang menunjukkan pertumbuhan positif meskipun lambat akibat faktor ekonomi dan migrasi. Sejarah wilayah ini terkait dengan masa penjajahan Belanda dan Jepang, serta pembentukan kabupaten otonom pada tahun 1950.