1. TANAH REGOSOL 
Tanah regosol adalah tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Tanah regosol berupa tanah aluvial yang baru diendapkan. Material jenis tanah ini berupa abu vulkan dan pasir vulkan. 
Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, bentuk wilayahnya berombak sampai bergunung, bersifat subur, tekstur tanah ini biasanya kasar, berbutir kasar, peka terhadap erosi, berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang masih segar, kandungan N kurang, pH 6 - 7, cenderung gembur, umumnya tekstur makin halus makin produktif, kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. 
Pedosfer
SIFAT- SIFAT TANAH REGOSOL 
Tanah Regosol adalah tanah yang belum banyak mengalami perkembangan profilnya. Oleh karena itu tebal solum tanahnya biasanya tidak melebihi 25 cm. Mengandung bahan yang belum atau masih mengalami pelapukan. Tanah ini berwarna kelabu, coklat, atau coklat kekuningan. Tekstur tanah biasanya kasar, yaitu pasir hingga lempung berdebu, struktur remah, konsistensi tanah lepas sampai gembur dan pH 6-7. Makin tua tanah maka semakin padat konsistensinya. Umumya regosol belum membentuk agregat, sehingga peka terhadap erosi. Umumnya cukup mengandung unsure P dan K yang masih segar dan belum siap untuk diserap tanaman, tetapi kekurangan unsure N tapi mempunyai kesuburan yang sedang . Tanah Regosol mempunyai drainase tanah sangat cepat sehingga tidak potensial untuk pengembangan pertanian. Tanah ini dapat meresapkan air cukup sehingga dapat difungsikan sebagai kawasan lindung untuk resapan air. 
Pedosfer
PESEBARAN TANAH 
Regosol, tanah ini terbentuk dari batuan induk muda hasil letusan gunung berapi, dicirikan oleh adanya batuan yang menyebar baik dipermukaan tanah maupun pada lapisan tanah bagian atas. Adapun faktor pembentukan tanah regosol sangat di pengaruhi oleh Bahan induk dan lamanya waktu yang di perlukan pada proses sedimentasi 
FATOR PEMNBENTUAKAN TANAH 
Tanah jenis ini banyak terdapat di setiap pulau yang memiliki gunung api baik yang aktif maupun yang sudah mati, contohnya seperti Bengkulu, pantai Sumatera Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Di Kalimantan tidak ada tanah regosol karena tidak ada aktivitas vulkanik. Geologi daerah Kalimantan relatif stabil. Pulau ini tidak mengalami aktivitas tektonik dan vulkanik. Hal ini disebabkan karena Kalimantan tidak berada pada jalur gunung api dunia atau Ring of fire sehingga tidak ada tanah regosol yang berasal dari endapan abu vulkanik. 
Pedosfer
TANAMAN YANG COCOK 
Tanah regosol sangat cocok untuk pertanian khususnya tanaman padi, kelapa, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran. Itulah sebabnya mengapa tanah di lereng gunung berapi yang baru saja mengalami erupsi sangat subur dan sangat baik untuk pertanian. 
Pedosfer
Berdasarkan bahan induknya tanah regosol dibagi menjadi: 
1. Regosol Abu Vulkanik 
Ciri-ciri tanah regosol abu vulkanik: 
Terdapat di sekitar bangunan api dengan visiografi vulkanik fan 
Semua bahan vulkanik hasil eropsi gunung berapi berupa debu, pasir, kerikil, batu, bom dan lapili. 
Bahan kasar di tengah lahan halus di tepi 
Kaya hara tanaman kecuali N tapi belum terlapuk sehingga perlu pupuk organik, pupuk kandang, dan pupuk hijau. 
Umumnya tekstur makin halus makin produktif 
2. Regosol Bukit Pasir 
Ciri-ciri tanah regosol bukit pasir 
Terdapat di sepanjang pantai (Cilacap, Parangtritis, Kerawang). 
(Sand dunes) bukit pasir terbentuk dari pasir di pantai oleh gaya angin yang bersifat deflasi dan akumulasi. 
Pasir kasar terletak dekat garis pantai makin halus makin jauh. 
Umumnya tekstur kasar mudah diolah, gaya menahan air rendah, dan permeabilitas baik. 
Makin tua tekstur makin halus dan permeabilitas kurang baik Kaya unsur hara. 
Pedosfer

Geografi Pedosfer Tanah Regosor

  • 2.
    1. TANAH REGOSOL Tanah regosol adalah tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Tanah regosol berupa tanah aluvial yang baru diendapkan. Material jenis tanah ini berupa abu vulkan dan pasir vulkan. Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, bentuk wilayahnya berombak sampai bergunung, bersifat subur, tekstur tanah ini biasanya kasar, berbutir kasar, peka terhadap erosi, berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang masih segar, kandungan N kurang, pH 6 - 7, cenderung gembur, umumnya tekstur makin halus makin produktif, kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. Pedosfer
  • 3.
    SIFAT- SIFAT TANAHREGOSOL Tanah Regosol adalah tanah yang belum banyak mengalami perkembangan profilnya. Oleh karena itu tebal solum tanahnya biasanya tidak melebihi 25 cm. Mengandung bahan yang belum atau masih mengalami pelapukan. Tanah ini berwarna kelabu, coklat, atau coklat kekuningan. Tekstur tanah biasanya kasar, yaitu pasir hingga lempung berdebu, struktur remah, konsistensi tanah lepas sampai gembur dan pH 6-7. Makin tua tanah maka semakin padat konsistensinya. Umumya regosol belum membentuk agregat, sehingga peka terhadap erosi. Umumnya cukup mengandung unsure P dan K yang masih segar dan belum siap untuk diserap tanaman, tetapi kekurangan unsure N tapi mempunyai kesuburan yang sedang . Tanah Regosol mempunyai drainase tanah sangat cepat sehingga tidak potensial untuk pengembangan pertanian. Tanah ini dapat meresapkan air cukup sehingga dapat difungsikan sebagai kawasan lindung untuk resapan air. Pedosfer
  • 4.
    PESEBARAN TANAH Regosol,tanah ini terbentuk dari batuan induk muda hasil letusan gunung berapi, dicirikan oleh adanya batuan yang menyebar baik dipermukaan tanah maupun pada lapisan tanah bagian atas. Adapun faktor pembentukan tanah regosol sangat di pengaruhi oleh Bahan induk dan lamanya waktu yang di perlukan pada proses sedimentasi FATOR PEMNBENTUAKAN TANAH Tanah jenis ini banyak terdapat di setiap pulau yang memiliki gunung api baik yang aktif maupun yang sudah mati, contohnya seperti Bengkulu, pantai Sumatera Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Di Kalimantan tidak ada tanah regosol karena tidak ada aktivitas vulkanik. Geologi daerah Kalimantan relatif stabil. Pulau ini tidak mengalami aktivitas tektonik dan vulkanik. Hal ini disebabkan karena Kalimantan tidak berada pada jalur gunung api dunia atau Ring of fire sehingga tidak ada tanah regosol yang berasal dari endapan abu vulkanik. Pedosfer
  • 5.
    TANAMAN YANG COCOK Tanah regosol sangat cocok untuk pertanian khususnya tanaman padi, kelapa, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran. Itulah sebabnya mengapa tanah di lereng gunung berapi yang baru saja mengalami erupsi sangat subur dan sangat baik untuk pertanian. Pedosfer
  • 6.
    Berdasarkan bahan induknyatanah regosol dibagi menjadi: 1. Regosol Abu Vulkanik Ciri-ciri tanah regosol abu vulkanik: Terdapat di sekitar bangunan api dengan visiografi vulkanik fan Semua bahan vulkanik hasil eropsi gunung berapi berupa debu, pasir, kerikil, batu, bom dan lapili. Bahan kasar di tengah lahan halus di tepi Kaya hara tanaman kecuali N tapi belum terlapuk sehingga perlu pupuk organik, pupuk kandang, dan pupuk hijau. Umumnya tekstur makin halus makin produktif 2. Regosol Bukit Pasir Ciri-ciri tanah regosol bukit pasir Terdapat di sepanjang pantai (Cilacap, Parangtritis, Kerawang). (Sand dunes) bukit pasir terbentuk dari pasir di pantai oleh gaya angin yang bersifat deflasi dan akumulasi. Pasir kasar terletak dekat garis pantai makin halus makin jauh. Umumnya tekstur kasar mudah diolah, gaya menahan air rendah, dan permeabilitas baik. Makin tua tekstur makin halus dan permeabilitas kurang baik Kaya unsur hara. Pedosfer