44//2525//20132013
11
Membership functions (Fungsi-fungsi
keanggotaan)
• Di dalam fuzzy sistems, fungsi keangotaan
memainkan peranan yang sangat penting untuk
merepresentasikan masalah dan menghasilkan
keputusan yang akurat.
• Terdapat banyak sekali fungsi keanggotaan yang
bisa digunakan.
• Di sini hanya akan dibahas empat fungsi
keanggotaan yang sering digunakan, yaitu:
– Fungsi sigmoid
– Fungsi phi
– Fungsi segitiga
– Fungsi trapesium
Fungsi Sigmoid
• Sesuai dengan namanya, fungsi ini berbentuk
kurva sigmoidal seperti huruf S.
• Setiap nilai x (anggota crisp set) dipetakan ke
dalam interval [0,1].
44//2525//20132013
22
Fungsi Sigmoid
Fungsi Phi
• Pada fungsi keanggotaan ini, hanya terdapat satu
nilai x yang memiliki derajat keanggotaan yang
sama dengan 1, yaitu ketika x=c.
• Nilai-nilai di sekitar c memiliki derajat
keanggotaan yang masih mendekati 1.
44//2525//20132013
33
Fungsi Phi
Fungsi Segitiga
• Sama seperti fungsi phi, pada fungsi ini juga
terdapat hanya satu nilai x yang memiliki derajat
keanggotaan sama dengan 1, yaitu ketika x=b.
• Tetapi, nilai-nilai di sekitar b memiliki derajat
keanggotaan yang turun cukup tajam menjauhi 1.
44//2525//20132013
44
Fungsi Segitiga
Fungsi Trapesium
• Berbeda dengan fungsi segitiga, pada fungsi ini
terdapat beberapa nilai x yang memiliki derajat
keanggotaan sama dengan 1, yaitu ketika b x  c
• Tetapi derajat keanggotaan untuk a< x <b dan
c< x  d memiliki karakteristik yang sama dengan
fungsi segitiga.
44//2525//20132013
55
Fungsi Trapesium
Fuzzy Logic
• Proposisi adalah kalimat deklaratif yang memiliki
nilai kebenaran benar atau salah (0 atau 1), tetapi
tidak keduanya (Boolean Logic)
• Proposisi adalah kalimat deklaratif yang batasan-
batasannya tidak terdefinisi secara jelas (Fuzzy
Logic)
– memiliki nilai kebenaran antara antara 0 dan 1
(antara benar dan salah)
– Nilai kebenaran dinyatakan dgn derajat keanggotaan
• Contoh:
– 'Hampir semua orang suka permen‘
– 'Suhu udara di luar lumayan hangat'
44//2525//20132013
66
Fuzzy Logic
• Misal P adalah fuzzy logic proposition
• Nilai kebenaran P berada pada interval 0 dan 1
• Nilai kebenaran P dituliskan sebagai T(P)
• T(P)  [0,1]
• Proposisi Majemuk : kombinasi proposisi
• Misal P, Q adalah proposisi
– Negasi (ingkaran)
– Disjungsi (proposisi P atau Q)
– Konjungsi (proposisi P dan Q)
– Implikasi (jika P maka Q)
Fuzzy Logic
• Misal P, Q adalah proposisi logika fuzzy
• Nilai Kebenaran Proposisi Majemuk:
• Dengan notasi derajat keanggotaan (μ)
44//2525//20132013
77
Fuzzy Logic
• Implikasi (jika P maka Q) ekivalensi (berdasar
tautologi):
• Sehingga:
• Dengan notasi derajat keanggotaan (μ)
μPQ(x) = max{1- μP(x), μQ(x)}
•
Fuzzy Logic
• Implikasi (jika P maka Q) ekivalensi (berdasar
tautologi):
• Sehingga:
44//2525//20132013
88
Fuzzy Logic
• Di dunia nyata, sebagian besar penalaran yang
dilakukan manusia bersifat pendekatan dan
hanya sedikit sekali manusia yang berpikir secara
pasti dalam hal-hal yang bersifat kuantitatif dan
logis.
• Contoh :
P1: Sebagian besar anak kecil suka permen
P2: Andi adalah anak kecil
P3: Sepertinya Andi suka permen

Fuzzy logic part2

  • 1.
    44//2525//20132013 11 Membership functions (Fungsi-fungsi keanggotaan) •Di dalam fuzzy sistems, fungsi keangotaan memainkan peranan yang sangat penting untuk merepresentasikan masalah dan menghasilkan keputusan yang akurat. • Terdapat banyak sekali fungsi keanggotaan yang bisa digunakan. • Di sini hanya akan dibahas empat fungsi keanggotaan yang sering digunakan, yaitu: – Fungsi sigmoid – Fungsi phi – Fungsi segitiga – Fungsi trapesium Fungsi Sigmoid • Sesuai dengan namanya, fungsi ini berbentuk kurva sigmoidal seperti huruf S. • Setiap nilai x (anggota crisp set) dipetakan ke dalam interval [0,1].
  • 2.
    44//2525//20132013 22 Fungsi Sigmoid Fungsi Phi •Pada fungsi keanggotaan ini, hanya terdapat satu nilai x yang memiliki derajat keanggotaan yang sama dengan 1, yaitu ketika x=c. • Nilai-nilai di sekitar c memiliki derajat keanggotaan yang masih mendekati 1.
  • 3.
    44//2525//20132013 33 Fungsi Phi Fungsi Segitiga •Sama seperti fungsi phi, pada fungsi ini juga terdapat hanya satu nilai x yang memiliki derajat keanggotaan sama dengan 1, yaitu ketika x=b. • Tetapi, nilai-nilai di sekitar b memiliki derajat keanggotaan yang turun cukup tajam menjauhi 1.
  • 4.
    44//2525//20132013 44 Fungsi Segitiga Fungsi Trapesium •Berbeda dengan fungsi segitiga, pada fungsi ini terdapat beberapa nilai x yang memiliki derajat keanggotaan sama dengan 1, yaitu ketika b x  c • Tetapi derajat keanggotaan untuk a< x <b dan c< x  d memiliki karakteristik yang sama dengan fungsi segitiga.
  • 5.
    44//2525//20132013 55 Fungsi Trapesium Fuzzy Logic •Proposisi adalah kalimat deklaratif yang memiliki nilai kebenaran benar atau salah (0 atau 1), tetapi tidak keduanya (Boolean Logic) • Proposisi adalah kalimat deklaratif yang batasan- batasannya tidak terdefinisi secara jelas (Fuzzy Logic) – memiliki nilai kebenaran antara antara 0 dan 1 (antara benar dan salah) – Nilai kebenaran dinyatakan dgn derajat keanggotaan • Contoh: – 'Hampir semua orang suka permen‘ – 'Suhu udara di luar lumayan hangat'
  • 6.
    44//2525//20132013 66 Fuzzy Logic • MisalP adalah fuzzy logic proposition • Nilai kebenaran P berada pada interval 0 dan 1 • Nilai kebenaran P dituliskan sebagai T(P) • T(P)  [0,1] • Proposisi Majemuk : kombinasi proposisi • Misal P, Q adalah proposisi – Negasi (ingkaran) – Disjungsi (proposisi P atau Q) – Konjungsi (proposisi P dan Q) – Implikasi (jika P maka Q) Fuzzy Logic • Misal P, Q adalah proposisi logika fuzzy • Nilai Kebenaran Proposisi Majemuk: • Dengan notasi derajat keanggotaan (μ)
  • 7.
    44//2525//20132013 77 Fuzzy Logic • Implikasi(jika P maka Q) ekivalensi (berdasar tautologi): • Sehingga: • Dengan notasi derajat keanggotaan (μ) μPQ(x) = max{1- μP(x), μQ(x)} • Fuzzy Logic • Implikasi (jika P maka Q) ekivalensi (berdasar tautologi): • Sehingga:
  • 8.
    44//2525//20132013 88 Fuzzy Logic • Didunia nyata, sebagian besar penalaran yang dilakukan manusia bersifat pendekatan dan hanya sedikit sekali manusia yang berpikir secara pasti dalam hal-hal yang bersifat kuantitatif dan logis. • Contoh : P1: Sebagian besar anak kecil suka permen P2: Andi adalah anak kecil P3: Sepertinya Andi suka permen