By Heru Prayoga Rahmadhany, S.T.
Definisi Firing Order
Firing order adalah urutan pembakaran yang terjadi pada
engine yang mempunyai jumlah silinder lebih dari 1 (satu).
Contoh:
Engine dengan 4 silinder, mempunyai firing order (F.O) = 1 –
2 – 4 – 3, maka proses pembakaran dimulai dari silinder No.1,
dilanjutkan silinder No.2, No.4 dan No.3.
Tujuannya untuk meratakan hasil power, agar gaya yang
ditimbulkan oleh piston seimbang.
Seperti contoh untuk mesin 4 silinder memiliki setidaknya 4
model firing order yaitu 1-3-4-2 , 1-2-4-3, 1-3-2-4, 1-4-3-2.
Definisi Table Squence
Adalah suatu table yang menyatakan urutan langkah dan
urutan pembakaran yang terjadi pada engine,
baik engine dengan satu silinder atau lebih.
Interval Pembakaran = Satu Siklus : Jumlah Silinder
Interval pembakaran : jarak pembakaran satu silinder
dengan silinder berikutnya.
Satu siklus : untuk mesin 4 langkah = 7200
: untuk mesin 2 langkah = 3600
Jumlah silinder : banyaknya silinder pada mesin
Interval Pembakaran 4 Langkah= 7200 : 4
= 1800
Interval Pembakaran
Putaran Poros Engkol
Firing Order = 1-3-4-2. Dengan FO tersebut maka dapat diketahui
bentuk poros engkol (crankshaft) seperti gambar dibawah ini:
Silinder 00 (TMA) 1800 3600 7200
1 USAHA BUANG HISAP KOMPRESI
2 BUANG HISAP KOMPRESI USAHA
3 KOMPRESI USAHA BUANG HISAP
4 HISAP KOMPRESI USAHA BUANG
Tabel Squence 4 Silinder FO 1-3-4-2
Overlapping Valve
Kondisi dimana kedua klep in dan ex berada pada posisi
sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal
langkah hisap. Pembukaan yang lebih awal ini
dinamakan dengan pembukaan awal sedangkan
penutupan lebih akhir ini disebut dengan penutupan
susulan.
Tujuan adanya pembukaan awal dan penutupan susulan
ini untuk meningkatkan efisiensi campuran bahan
bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder (saat
langkah hisap) dan agar gas buang (saat langkah buang)
benar-benar seluruhnya dapat keluar dari ruang bakar.
Pada gambar di atas durasi katup in membuka adalah 60 + 1800 + 400 =
2260, lamanya katup ex atau buang membuka adalah 310 + 1800 + 90 =
2200, sedangkan lamanya overlapping adalah 60 + 90 = 150.

Firing Order.pptx

  • 1.
    By Heru PrayogaRahmadhany, S.T.
  • 2.
    Definisi Firing Order Firingorder adalah urutan pembakaran yang terjadi pada engine yang mempunyai jumlah silinder lebih dari 1 (satu). Contoh: Engine dengan 4 silinder, mempunyai firing order (F.O) = 1 – 2 – 4 – 3, maka proses pembakaran dimulai dari silinder No.1, dilanjutkan silinder No.2, No.4 dan No.3. Tujuannya untuk meratakan hasil power, agar gaya yang ditimbulkan oleh piston seimbang. Seperti contoh untuk mesin 4 silinder memiliki setidaknya 4 model firing order yaitu 1-3-4-2 , 1-2-4-3, 1-3-2-4, 1-4-3-2.
  • 3.
    Definisi Table Squence Adalahsuatu table yang menyatakan urutan langkah dan urutan pembakaran yang terjadi pada engine, baik engine dengan satu silinder atau lebih.
  • 4.
    Interval Pembakaran =Satu Siklus : Jumlah Silinder Interval pembakaran : jarak pembakaran satu silinder dengan silinder berikutnya. Satu siklus : untuk mesin 4 langkah = 7200 : untuk mesin 2 langkah = 3600 Jumlah silinder : banyaknya silinder pada mesin Interval Pembakaran 4 Langkah= 7200 : 4 = 1800 Interval Pembakaran
  • 5.
  • 6.
    Firing Order =1-3-4-2. Dengan FO tersebut maka dapat diketahui bentuk poros engkol (crankshaft) seperti gambar dibawah ini:
  • 7.
    Silinder 00 (TMA)1800 3600 7200 1 USAHA BUANG HISAP KOMPRESI 2 BUANG HISAP KOMPRESI USAHA 3 KOMPRESI USAHA BUANG HISAP 4 HISAP KOMPRESI USAHA BUANG Tabel Squence 4 Silinder FO 1-3-4-2
  • 8.
    Overlapping Valve Kondisi dimanakedua klep in dan ex berada pada posisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap. Pembukaan yang lebih awal ini dinamakan dengan pembukaan awal sedangkan penutupan lebih akhir ini disebut dengan penutupan susulan. Tujuan adanya pembukaan awal dan penutupan susulan ini untuk meningkatkan efisiensi campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder (saat langkah hisap) dan agar gas buang (saat langkah buang) benar-benar seluruhnya dapat keluar dari ruang bakar.
  • 9.
    Pada gambar diatas durasi katup in membuka adalah 60 + 1800 + 400 = 2260, lamanya katup ex atau buang membuka adalah 310 + 1800 + 90 = 2200, sedangkan lamanya overlapping adalah 60 + 90 = 150.