PENILAIAN DIRI SISWA


       Pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Indonesia masih menempatkan siswa
sebagai objek penilaian. Kondisi tersebut menyebabkan guru sering kali memberikan
penilaianan secara bias. Contohnya guru memberikan nilai jelek kepada anak yang sering
mengganggu siswa lain tanpa mengetahui alasannya. Mungkin saja siswa tersebut
mengganggu temannya karena bosan dengan strategi pembelajaran guru atau bahkan sudah
menguasai materi yang diberikan. Untuk dapat mengungkap kemungkinan tersebut, guru
hendaknya menjadikan siswa sebagai mitra dalam proses pembelajaran. Hal itu berarti, siswa
dilibatkan dalam penilaian diri mereka sendiri karena penilai yang tahu persis tentang diri
siswa adalah siswa itu sendiri.
       Penilaian diri menempatkan guru bertugas melatih siswa menggunakan penilaian diri.
Proses penilaian diri membantu mereka berpikir tentang cara belajar mereka sendiri dan
memahaminya dengan lebih baik. Black dan Wiliam (Mansyur, dkk, 2009 : 112) melaporkan
bahwa penilaian diri dan teman sebaya dapat meningkatkan standar pencapaian siswa. Pada
proses penilaian ini, guru mengajak siswa berdiskusi tentang pemahaman mengenai tujuan
yang ingin dicapai oleh siswa. Hasilnya, yaitu para murid berbuat lebih baik dan menjadi
pelajar yang lebih efektif, mereka belajar untuk merefleksikan pencapaian mereka sendiri dan
kemudian meningkatkannya.


A. Pentingnya Siswa Melakukan Penilaian
       Peran penilaian dalam pembelajaran adalah mengidentifikasi kesenjangan antara hasil/
   prestasi yang dicapai dengan harapan serta memberi dukungan kepada siswa dalam
   mengahadapi permasalahan tersebut. Hal itulah yang membuat siswa memiliki keinginan
   untuk melangkah maju dan penilaian diri dapat memberikan informasi mengenai
   pencapaian mereka serta pemahaman yang baik dari apa yang dibutuhkan untuk mengatasi
   perbedaan.
       Penilaian diri adalah keterampilan yang perlu dipelajari. Siswa mula-mula akan
   menemukan kesulitan dan tidak termotivasi unttuk melakukan proses penilaian diri.
   Beberapa siswa lain merasa sangat kesulitan, merasa mengejar hal yang tidak realistis dan
   kecewa ketika mereka tidak mencapai hal yang diharapkan. Ada pula yang merasa puas
   kemudian merasa tidak tertantang untuk menerima suatu standar yang tinggi.
       Saat pembelajaran berlangsung, siswa memiliki berbagai pertanyaan yang ada dalam
   benaknya. Berbagai pertanyaan tersebut merupakan kebutuhan dasar yang akan dicapai
                                                                                          1
dengan maksimal jika siswa melakukan penilaian diri. Pertanyan-pertanyaan tersebut
adalah :
  1. Bagaimana saya melakukan sesuatu?
           Penekanan pada pertanyaan ini adalah teknik dan strategi yang digunakan dalam
      melakukan sesuatu. Saat siswa diberikan masalah, siswa akan berpikir bagaimana
      cara memecahkan masalah tersebut. Selanjutnya, siswa akan menyususn langkah-
      langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pemecahan masalah. Dengan menyadari
      upaya-upaya telah dilakukan guna menyelesaikan masalah, siswa menjadi penilai
      yang baik terhadap pekerjaan dan pengalaman mereka sendiri.
            Peran guru disini adalah memberikan siswa kesempatan untuk mandiri. Akan
      tetapi jika langkah yang dilakukan siswa kurang tepat, guru bisa memberikan
      alternatif cara dan strategi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Perlu diingat, jika
      siswa tidak bisa belajar dengan cara guru mengajar, maka guru harus mengajar
      dengan cara siswa belajar.
  2. Apa sesungguhnya yang membuat saya berpikir ?
            Setelah siswa mengetahui cara melakukan sesuatu, maka siswa akan
      mengetahui hal yang membuat mereka berpikir. Ini berkaitan dengan objek yang
      akan mereka lakukan. Dalam melakukan sesuatu, jika kita mengetahui objeknya
      maka pekerjaan menjadi lebih bermakna dan siswa akan berusaha dengan upaya-
      upaya terbaik yang bisa dilakukan. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru dan orang
      tua perlu memberikan lingkungan yang kondusif. Lingkungan kondusif mampu
      mendukung siswa untuk terus berpikir mengenai eksistensi dirinya dalam kaitan
      dengan apa yang sementara mereka hadapi dan lakoni.
  3. Bagaimana saya tahu jika pekerjaan saya baik?
            Untuk menjawab pertanyaan tersebut, guru perlu memberikan kriteria penilaian
      dan tujuan pembelajaran. Dari kedua hal tersebut, siswa dapat melihat apakah yang
      telah dikerjakan sudah sesuai dengan atau belum. Jika sudah maka mereka akan
      memperoleh gambaran bahwa mereka sudah memahami materi. Namun jika belum
      sesuai, mereka akan menjadikannya sebagai dasar dalam mengubah dan
      memodifikasi cara dan strategi belajar mereka.selain itu, dengan mengetahui kriteria
      penilaian dan tujuan pembelajaran, siswa dapat mengukur tingkat pencapaian
      terhadap tujuan pembelajaran, yang mengakibatkan siswa menjadi pebelajar yang
      mandiri dan penuh tanggung jawab.
  4. Apa yang perlu saya lakukan untuk membuat perbaikan dan peningkatan

                                                                                           2
Tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian yang telah diketahui oleh siswa,
  dapat pula dijadikan sebagai dasar bagi siswa untuk menetapkan langkah-langkah
  belajar selanjutnya dalam upaya perbaikan dari kualitas belajar. Pengalaman belajar
  menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi mereka. Kegagalan dan kesuksesan
  dalam menyelesaikan suatu soal misalnya, menjadikan mereka menjadi lebih fokus
  dan konsentrasi dalm menyelesaikan soal berikutnya. Artinya, mereka sudah dapat
  mengiidentifikasi sendiri tahapan-tahapan penyelesaian sesuai dengan kriteria yang
  ada.
5. Bagaimana saya melakukannya sehingga ada peningkatan
         Siswa perlu dibimbing dan diarahkan olehguru, sebagai tahap awal, guru perlu
  merinci dan mendeskripsikan kriteria penilaian dalam bentuk contoh-contoh aplikasi.
  Dengan memperbanyak contoh, guru secara tidak langsung memberikan arah kepada
  siswa untuk dapat memperbaiki pekerjaannya, sehingga ada upaya-upaya nyata dari
  siswa dalam perbaikan pekerjaan.
6. Apa tujuan saya
         Tujuan memberikan arah yang dituju dan merupakan sesuatu yang harus
  dicapai dengan usaha. Tujuan memberikan skala prioritas mana yang harus dicapai
  terlebih dahulu. Begiru pula dalam belajar, apabila kita memiliki suatu target, naka
  kita akan berusaha keras agar mencapainya. Pernyataan ini menjadi terbiasa dijawab
  dengan sendirinya oleh siswa, jika mereka terus dilatih dan diberikan kesempatan
  untuk itu.
7. Di mana fokus dalam melakukan revisi
         Letak konsep yang belum sipahami siswa menjadi kewajiban guru untuk
  menunjukkannya. Guru memberikan informasi bahwa siswa A belum memahami
  konsep pembagian perkalian misalnya, maka siswa dapat memulai perbaikan dan
  revisi pekerjaannya dengan mempermantap konsep operasi bilangan bulat. Setelah
  itu, baru memulai memperbaiki pemahaman tentang operasi bilangan pada bilangan
  pecahan. Siswa menjadi familiar dengan konsep penilaian diri, jika mendapat
  dukungan dan kesempatan untuk melakukannya secara terus menerus. Jadi, siswa
  dapat mengidentifikasi dengan sendirinya letak konsep yang menjadi fokus
  perbaikan dan peningkatan.
8. Apa yang dapat saya ingat dan mengerti
         Pertanyaan inti berkaitan dengan konsep pelajaran yang diperlukan dalam
  menjawab berbagai soal yang ditanyakan oleh guru. Guru hendaknya memberikan

                                                                                    3
penekanan pada beberapa bagian pelajaran yang menjadi kunci kesuksesan jika dapat
        memahami dan mengerti dengan baik. Penilaian diri menjadi alat yang sangat cocok
        untuk mendukung permasalahan tersebut.
     9. Apakah saya belajar dengan cara yang terbaik
              Dengan melibatkan siswa dalam penilaian diri mereka, maka siswa dapat
        memeproleh gambaran tentang apakahcara belajar mereka selama ini memberikan
        hasil tyang maksimal atau minimal. Dengan demikian siswa akan terus memonitor
        cara belajarnya, sampai memperoleh hasil yang maksimal, sehingga siswa dapat
        menjawab apakah saya telah belajar dengan cara yang terbaik.
    10. Apa kekuatan dan kelemahan saya
              Salah satu tujuan penilaian adalah utnuk diagnosis kesulitan belajar siswa.
        Diagnosis ini dimaksudkan agar siswa dan guru secara bersama, bekerja sesuai
        dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing utnuk membuat kelemahan
        sebagai suatu kekuatan dan kekuatan sebagai suatu harapan meraih apa yang telah
        ditetapkan sebelumnya.
       Akhirnya penilaian diri adalah penting di dalam menjadi “ipsatif” (penilaian sebagai
  perbandingan pencapaian hasil siswa sebelumnya) dari pada normatif (dibandingkan
  dengan penilaian dari siswa lain). Beberapa pelajar mengingat penilaian untuk
  membandingkan dengan temannya atau rekannya. Meski ini sifat alami yang mungkin sulit
  dihilangkan, penting bagi guru untuk mengenali dampak yang timbul pada kepercayaan
  diri dan harga diri siswa. Ketika siswa berperan di dalam menilai pencapaian belajarnya,
  ini mengijinkan mereka untuk mendukung kesuksesannya dan untuk memiliki pemahaman
  ini, dengan caranya sendiri. Siswa tahu bagaimana mereka merasa pencapaian hasil
  belajarnya dan dapat membantu guru utnuk memahami hal ini. Ketika pada awalnya
  beberapa penilaian diri dari siswa ada kekeliruan, proses mengujinya terhadap penilaiaan
  yang lain akan dengan cepat dihasilkan lebih baik dan lebih konsisten.


B. Definisi Penilaian Diri
       Penilaian diri merupakan suatu metode penilaian yang memberi kesempatan kepada
  siswa untuk mengambil tanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri. Mereka diberi
  kesempatan untuk menilai pekerjaan dan kemampuan mereka sesuai dengan pengalaman
  yang mereka rasakan. Siswa diarahkan untuk merefleksikan pengetahuan yang telah
  mereka pelajari dan mengidentifikasi kebutuhan yang mereka perlukan untuk perencanaan
  pembelajaran tahap berikutnya.

                                                                                         4
Reys, Suydam, Linquist, & Smith (1998) mengatakan bahwa siswa merupakan penilai
yang baik (the best assesor) terhadap perasaan dan pekerjaan mereka sendiri. Ketika siswa
menilai pekerjaan mereka sendiri, maka tanggung jawab untuk belajar adalah mereka
sendiri. Oleh karena itu, guru dapat memulai proses penilaian diri dengan memberi
kesempatan siswa untuk melakukan validasi pemikiran mereka sendiri atau jawaban-
jawaban hasil pekerjaan mereka.
    Weeden, Winter, & Broadfoot (2002: 73) mendefinisikan penilaian diri sebagai suatu
proses review yang melibatkan pebelajar dalam:
1. Merefleksikan pengalaman masa lalu
2. Mengingat dan memahami apa yang terkait dengan pengalaman masa lalu
3. Mencoba menambah ide yang lebih jelas tentang apa yang telah dipelajari atau dicapai.
Definisi tersebut memberikan gambaran bahwa proses penilaian diri siswa merupakan
suatu proses pengaliahan tanggung jawab untuk menilai dari guru kepada siswa, dalam
upaya meningkatkan kualitas informasi yang berkaitan dengan kebutuhan belajar siswa.
    AAIA (2001) mendefinisikan penilaian diri sebagai semua aktivitas yang dilakukan di
dalam dan diluar kelas yang memungkinkan siswa untuk merefleksikan apa yang telah
diajarkan dan membandingkannya dengan seperangkat kriteria. Untuk itu, tugas guru
sebelum dan melaksanakan pembelajaran perlu menetapkan kriteria penilaian atau kriteria
sukses, kemudian diinformasikan kepada siswa pada awal pembelajaran.
    De Lange (1994: 34) mendefinisikan penilaian diri sebagai bagian intrinsik dari
sembarang program yang bertujuan utnuk menolong para siswa agar lebih bertanggung
jawab terhadap belajar mereka sendiri. Para siswa harus merefleksikan pemahaman mereka
sendiri dan bagaimana cara mengubah pemahaman mereka, dan penilaian diri merupakan
suatu alat yang baik utnuk mencapai hal ini.
    Weggins (De Lenge, 1999) menyatakan bahwa pendidikan autentik pusatnya adalah
penilaian diri. Implikasi praktis dari pendapat tersebut, mengharuskan siswa untuk
menyampaikan suatu penilaian diri dengan lembaran pekerjaan mereka. Umpan balik dari
guru akan membantu siswa memahami bagaimana guru menilai dalam hubungan dengan
persepsi mereka sendiri.
    Dikel (2006) mendefinisikan penilain diri adalah suatu proses yang menyebabkan
seseorang belajar lebih baik tentang diri mereka sendiri, seperti apa kesukaan, apa yang
tidak disukai, dan bagaimana kecenderungan untuk bereaksi terhadap situasi-situasi
tertentu. Berkaitan dengan pendapat Dikel tersebut, pelibatan siswa dalam proses
pembelajaran merupakan bagian esensial dari balanced assesment. Ketika siswa menjadi

                                                                                       5
partner dalam proses belajar, mereka memperoleh pengertian yang lebih baik tentang diri
  mereka sebagai pembaca, penulis, dan pemikir. Para siswa merefleksikan apa yang telah
  mereka pelajari dan bagaimana mereka belajar, mereka membangun (mengembangkan)
  tools untuk menjadi pebelajar yang lebih efektif.
      Siswa perlu untuk memeriksa pekerjaan mereka dan memikirkan tentang apa yang
  terbaik untuk dilakukan dan area mana mereka perlu dibantu. Untuk menuntun siswa
  dalam memahami proses penilaian diri, guru perlu melengkapi mereka dengan lembaran
  self-assesment. Para siswa memiliki refleksi terhadap belajar mereka, mereka siap
  menetapkan tujuan abru untuk mereka sendiri. Siswa menjadi lebih berpartisipasi aktif
  alam proses penilaian, mereka akan memulai utnukmenilai kekuatan dan sikap,
  menganalissis kemajuan mereka alam suatu area tertentu, dan menetapkan tujuan untuk
  belajar yang akan datang.
      Penilaian diri merupakan sesuatu yang penting dalam penilaian untuk belajar. Hal ini
  sesuai dengan hasil kesimpulan review literatur yang dilakukan oleh Black dan William
  (1998), bahwa:
      penilaian diri oleh siswa merupakan komponen utama dalam penilaian untuk belajar. Ketika
      seseorang sedang berusaha untuk belajar, umpan balik tentang usaha tersebut mempunyai
      tiga unsur: pendefinisian ulang tentang tujuan yang diinginkan, bukti tentang posisi
      sekarang, dan beberapa pemahaman tentang cara untuk menutup gap antara keduanya.
      Ketiga elemen tersebut harus dipahami sampai taraf tertentu oleh seseorang sebelum mereka
      mulai bertindak untuk memperbaiki belajar.
      Dalam membangun dan mendesain penilaian, penilaian diri hendaknya menjadi
  alternatif utama yang perlu mendapat perhatian dari para guru maupun praktisi pendidikan.
  Keberadaan penilaian diri siswa diharapkan dapat memotivasi siswa untuk memperbaiki
  dan memingkatkan belajarnya. Arter (2002) mengatakan bahwa salah satu yang
  meningkatkan motivasi intrinsik adalh penilaian diri.


C. Manfaat Penilaian Diri
      Dikemukakan oleh AAIA (2001) bahwa penilaian diri memberikan keuntungan bagi
  siswa dan guru. Keuntungan bagi siswa:
  1. Siswa menjadi bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri.
  2. Siswa dapat menetapkan langkah-langkah berikutnya dalam belajar
  3. Siswa merasa aman tentang sesuatu yang benar
  4. Meningkatkan harga diri siswa dan menjadi sesuatu yang positif
  5. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran
                                                                                              6
6. Siswa menjadi lebih bebas dan etrmotivasi
Keuntungan bagi guru:
1. Ada suatu pergeseran tanggung jawab dari guru ke siswa
2. Pelejaran lebih efisien jika para siswa termotivasi dan mandiri
3. Umpan balik membantu guru mengidentifikasi kemjuan siswa
4. Guru dapat mengidentifikasi langkah-langkah berikutnya untuk suatu grup/ individu
5. Terjadi persepsi antara siswa dengan guru, siswa menjelaskan strategi maka guru
   mengidentifikasi proses berpikir
6. Pelajaran lebih efisien membolehkan tantangan lebih besar




                                                                                       7

Eva bab 6

  • 1.
    PENILAIAN DIRI SISWA Pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Indonesia masih menempatkan siswa sebagai objek penilaian. Kondisi tersebut menyebabkan guru sering kali memberikan penilaianan secara bias. Contohnya guru memberikan nilai jelek kepada anak yang sering mengganggu siswa lain tanpa mengetahui alasannya. Mungkin saja siswa tersebut mengganggu temannya karena bosan dengan strategi pembelajaran guru atau bahkan sudah menguasai materi yang diberikan. Untuk dapat mengungkap kemungkinan tersebut, guru hendaknya menjadikan siswa sebagai mitra dalam proses pembelajaran. Hal itu berarti, siswa dilibatkan dalam penilaian diri mereka sendiri karena penilai yang tahu persis tentang diri siswa adalah siswa itu sendiri. Penilaian diri menempatkan guru bertugas melatih siswa menggunakan penilaian diri. Proses penilaian diri membantu mereka berpikir tentang cara belajar mereka sendiri dan memahaminya dengan lebih baik. Black dan Wiliam (Mansyur, dkk, 2009 : 112) melaporkan bahwa penilaian diri dan teman sebaya dapat meningkatkan standar pencapaian siswa. Pada proses penilaian ini, guru mengajak siswa berdiskusi tentang pemahaman mengenai tujuan yang ingin dicapai oleh siswa. Hasilnya, yaitu para murid berbuat lebih baik dan menjadi pelajar yang lebih efektif, mereka belajar untuk merefleksikan pencapaian mereka sendiri dan kemudian meningkatkannya. A. Pentingnya Siswa Melakukan Penilaian Peran penilaian dalam pembelajaran adalah mengidentifikasi kesenjangan antara hasil/ prestasi yang dicapai dengan harapan serta memberi dukungan kepada siswa dalam mengahadapi permasalahan tersebut. Hal itulah yang membuat siswa memiliki keinginan untuk melangkah maju dan penilaian diri dapat memberikan informasi mengenai pencapaian mereka serta pemahaman yang baik dari apa yang dibutuhkan untuk mengatasi perbedaan. Penilaian diri adalah keterampilan yang perlu dipelajari. Siswa mula-mula akan menemukan kesulitan dan tidak termotivasi unttuk melakukan proses penilaian diri. Beberapa siswa lain merasa sangat kesulitan, merasa mengejar hal yang tidak realistis dan kecewa ketika mereka tidak mencapai hal yang diharapkan. Ada pula yang merasa puas kemudian merasa tidak tertantang untuk menerima suatu standar yang tinggi. Saat pembelajaran berlangsung, siswa memiliki berbagai pertanyaan yang ada dalam benaknya. Berbagai pertanyaan tersebut merupakan kebutuhan dasar yang akan dicapai 1
  • 2.
    dengan maksimal jikasiswa melakukan penilaian diri. Pertanyan-pertanyaan tersebut adalah : 1. Bagaimana saya melakukan sesuatu? Penekanan pada pertanyaan ini adalah teknik dan strategi yang digunakan dalam melakukan sesuatu. Saat siswa diberikan masalah, siswa akan berpikir bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Selanjutnya, siswa akan menyususn langkah- langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pemecahan masalah. Dengan menyadari upaya-upaya telah dilakukan guna menyelesaikan masalah, siswa menjadi penilai yang baik terhadap pekerjaan dan pengalaman mereka sendiri. Peran guru disini adalah memberikan siswa kesempatan untuk mandiri. Akan tetapi jika langkah yang dilakukan siswa kurang tepat, guru bisa memberikan alternatif cara dan strategi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Perlu diingat, jika siswa tidak bisa belajar dengan cara guru mengajar, maka guru harus mengajar dengan cara siswa belajar. 2. Apa sesungguhnya yang membuat saya berpikir ? Setelah siswa mengetahui cara melakukan sesuatu, maka siswa akan mengetahui hal yang membuat mereka berpikir. Ini berkaitan dengan objek yang akan mereka lakukan. Dalam melakukan sesuatu, jika kita mengetahui objeknya maka pekerjaan menjadi lebih bermakna dan siswa akan berusaha dengan upaya- upaya terbaik yang bisa dilakukan. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru dan orang tua perlu memberikan lingkungan yang kondusif. Lingkungan kondusif mampu mendukung siswa untuk terus berpikir mengenai eksistensi dirinya dalam kaitan dengan apa yang sementara mereka hadapi dan lakoni. 3. Bagaimana saya tahu jika pekerjaan saya baik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, guru perlu memberikan kriteria penilaian dan tujuan pembelajaran. Dari kedua hal tersebut, siswa dapat melihat apakah yang telah dikerjakan sudah sesuai dengan atau belum. Jika sudah maka mereka akan memperoleh gambaran bahwa mereka sudah memahami materi. Namun jika belum sesuai, mereka akan menjadikannya sebagai dasar dalam mengubah dan memodifikasi cara dan strategi belajar mereka.selain itu, dengan mengetahui kriteria penilaian dan tujuan pembelajaran, siswa dapat mengukur tingkat pencapaian terhadap tujuan pembelajaran, yang mengakibatkan siswa menjadi pebelajar yang mandiri dan penuh tanggung jawab. 4. Apa yang perlu saya lakukan untuk membuat perbaikan dan peningkatan 2
  • 3.
    Tujuan pembelajaran dankriteria penilaian yang telah diketahui oleh siswa, dapat pula dijadikan sebagai dasar bagi siswa untuk menetapkan langkah-langkah belajar selanjutnya dalam upaya perbaikan dari kualitas belajar. Pengalaman belajar menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi mereka. Kegagalan dan kesuksesan dalam menyelesaikan suatu soal misalnya, menjadikan mereka menjadi lebih fokus dan konsentrasi dalm menyelesaikan soal berikutnya. Artinya, mereka sudah dapat mengiidentifikasi sendiri tahapan-tahapan penyelesaian sesuai dengan kriteria yang ada. 5. Bagaimana saya melakukannya sehingga ada peningkatan Siswa perlu dibimbing dan diarahkan olehguru, sebagai tahap awal, guru perlu merinci dan mendeskripsikan kriteria penilaian dalam bentuk contoh-contoh aplikasi. Dengan memperbanyak contoh, guru secara tidak langsung memberikan arah kepada siswa untuk dapat memperbaiki pekerjaannya, sehingga ada upaya-upaya nyata dari siswa dalam perbaikan pekerjaan. 6. Apa tujuan saya Tujuan memberikan arah yang dituju dan merupakan sesuatu yang harus dicapai dengan usaha. Tujuan memberikan skala prioritas mana yang harus dicapai terlebih dahulu. Begiru pula dalam belajar, apabila kita memiliki suatu target, naka kita akan berusaha keras agar mencapainya. Pernyataan ini menjadi terbiasa dijawab dengan sendirinya oleh siswa, jika mereka terus dilatih dan diberikan kesempatan untuk itu. 7. Di mana fokus dalam melakukan revisi Letak konsep yang belum sipahami siswa menjadi kewajiban guru untuk menunjukkannya. Guru memberikan informasi bahwa siswa A belum memahami konsep pembagian perkalian misalnya, maka siswa dapat memulai perbaikan dan revisi pekerjaannya dengan mempermantap konsep operasi bilangan bulat. Setelah itu, baru memulai memperbaiki pemahaman tentang operasi bilangan pada bilangan pecahan. Siswa menjadi familiar dengan konsep penilaian diri, jika mendapat dukungan dan kesempatan untuk melakukannya secara terus menerus. Jadi, siswa dapat mengidentifikasi dengan sendirinya letak konsep yang menjadi fokus perbaikan dan peningkatan. 8. Apa yang dapat saya ingat dan mengerti Pertanyaan inti berkaitan dengan konsep pelajaran yang diperlukan dalam menjawab berbagai soal yang ditanyakan oleh guru. Guru hendaknya memberikan 3
  • 4.
    penekanan pada beberapabagian pelajaran yang menjadi kunci kesuksesan jika dapat memahami dan mengerti dengan baik. Penilaian diri menjadi alat yang sangat cocok untuk mendukung permasalahan tersebut. 9. Apakah saya belajar dengan cara yang terbaik Dengan melibatkan siswa dalam penilaian diri mereka, maka siswa dapat memeproleh gambaran tentang apakahcara belajar mereka selama ini memberikan hasil tyang maksimal atau minimal. Dengan demikian siswa akan terus memonitor cara belajarnya, sampai memperoleh hasil yang maksimal, sehingga siswa dapat menjawab apakah saya telah belajar dengan cara yang terbaik. 10. Apa kekuatan dan kelemahan saya Salah satu tujuan penilaian adalah utnuk diagnosis kesulitan belajar siswa. Diagnosis ini dimaksudkan agar siswa dan guru secara bersama, bekerja sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing utnuk membuat kelemahan sebagai suatu kekuatan dan kekuatan sebagai suatu harapan meraih apa yang telah ditetapkan sebelumnya. Akhirnya penilaian diri adalah penting di dalam menjadi “ipsatif” (penilaian sebagai perbandingan pencapaian hasil siswa sebelumnya) dari pada normatif (dibandingkan dengan penilaian dari siswa lain). Beberapa pelajar mengingat penilaian untuk membandingkan dengan temannya atau rekannya. Meski ini sifat alami yang mungkin sulit dihilangkan, penting bagi guru untuk mengenali dampak yang timbul pada kepercayaan diri dan harga diri siswa. Ketika siswa berperan di dalam menilai pencapaian belajarnya, ini mengijinkan mereka untuk mendukung kesuksesannya dan untuk memiliki pemahaman ini, dengan caranya sendiri. Siswa tahu bagaimana mereka merasa pencapaian hasil belajarnya dan dapat membantu guru utnuk memahami hal ini. Ketika pada awalnya beberapa penilaian diri dari siswa ada kekeliruan, proses mengujinya terhadap penilaiaan yang lain akan dengan cepat dihasilkan lebih baik dan lebih konsisten. B. Definisi Penilaian Diri Penilaian diri merupakan suatu metode penilaian yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengambil tanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri. Mereka diberi kesempatan untuk menilai pekerjaan dan kemampuan mereka sesuai dengan pengalaman yang mereka rasakan. Siswa diarahkan untuk merefleksikan pengetahuan yang telah mereka pelajari dan mengidentifikasi kebutuhan yang mereka perlukan untuk perencanaan pembelajaran tahap berikutnya. 4
  • 5.
    Reys, Suydam, Linquist,& Smith (1998) mengatakan bahwa siswa merupakan penilai yang baik (the best assesor) terhadap perasaan dan pekerjaan mereka sendiri. Ketika siswa menilai pekerjaan mereka sendiri, maka tanggung jawab untuk belajar adalah mereka sendiri. Oleh karena itu, guru dapat memulai proses penilaian diri dengan memberi kesempatan siswa untuk melakukan validasi pemikiran mereka sendiri atau jawaban- jawaban hasil pekerjaan mereka. Weeden, Winter, & Broadfoot (2002: 73) mendefinisikan penilaian diri sebagai suatu proses review yang melibatkan pebelajar dalam: 1. Merefleksikan pengalaman masa lalu 2. Mengingat dan memahami apa yang terkait dengan pengalaman masa lalu 3. Mencoba menambah ide yang lebih jelas tentang apa yang telah dipelajari atau dicapai. Definisi tersebut memberikan gambaran bahwa proses penilaian diri siswa merupakan suatu proses pengaliahan tanggung jawab untuk menilai dari guru kepada siswa, dalam upaya meningkatkan kualitas informasi yang berkaitan dengan kebutuhan belajar siswa. AAIA (2001) mendefinisikan penilaian diri sebagai semua aktivitas yang dilakukan di dalam dan diluar kelas yang memungkinkan siswa untuk merefleksikan apa yang telah diajarkan dan membandingkannya dengan seperangkat kriteria. Untuk itu, tugas guru sebelum dan melaksanakan pembelajaran perlu menetapkan kriteria penilaian atau kriteria sukses, kemudian diinformasikan kepada siswa pada awal pembelajaran. De Lange (1994: 34) mendefinisikan penilaian diri sebagai bagian intrinsik dari sembarang program yang bertujuan utnuk menolong para siswa agar lebih bertanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri. Para siswa harus merefleksikan pemahaman mereka sendiri dan bagaimana cara mengubah pemahaman mereka, dan penilaian diri merupakan suatu alat yang baik utnuk mencapai hal ini. Weggins (De Lenge, 1999) menyatakan bahwa pendidikan autentik pusatnya adalah penilaian diri. Implikasi praktis dari pendapat tersebut, mengharuskan siswa untuk menyampaikan suatu penilaian diri dengan lembaran pekerjaan mereka. Umpan balik dari guru akan membantu siswa memahami bagaimana guru menilai dalam hubungan dengan persepsi mereka sendiri. Dikel (2006) mendefinisikan penilain diri adalah suatu proses yang menyebabkan seseorang belajar lebih baik tentang diri mereka sendiri, seperti apa kesukaan, apa yang tidak disukai, dan bagaimana kecenderungan untuk bereaksi terhadap situasi-situasi tertentu. Berkaitan dengan pendapat Dikel tersebut, pelibatan siswa dalam proses pembelajaran merupakan bagian esensial dari balanced assesment. Ketika siswa menjadi 5
  • 6.
    partner dalam prosesbelajar, mereka memperoleh pengertian yang lebih baik tentang diri mereka sebagai pembaca, penulis, dan pemikir. Para siswa merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka belajar, mereka membangun (mengembangkan) tools untuk menjadi pebelajar yang lebih efektif. Siswa perlu untuk memeriksa pekerjaan mereka dan memikirkan tentang apa yang terbaik untuk dilakukan dan area mana mereka perlu dibantu. Untuk menuntun siswa dalam memahami proses penilaian diri, guru perlu melengkapi mereka dengan lembaran self-assesment. Para siswa memiliki refleksi terhadap belajar mereka, mereka siap menetapkan tujuan abru untuk mereka sendiri. Siswa menjadi lebih berpartisipasi aktif alam proses penilaian, mereka akan memulai utnukmenilai kekuatan dan sikap, menganalissis kemajuan mereka alam suatu area tertentu, dan menetapkan tujuan untuk belajar yang akan datang. Penilaian diri merupakan sesuatu yang penting dalam penilaian untuk belajar. Hal ini sesuai dengan hasil kesimpulan review literatur yang dilakukan oleh Black dan William (1998), bahwa: penilaian diri oleh siswa merupakan komponen utama dalam penilaian untuk belajar. Ketika seseorang sedang berusaha untuk belajar, umpan balik tentang usaha tersebut mempunyai tiga unsur: pendefinisian ulang tentang tujuan yang diinginkan, bukti tentang posisi sekarang, dan beberapa pemahaman tentang cara untuk menutup gap antara keduanya. Ketiga elemen tersebut harus dipahami sampai taraf tertentu oleh seseorang sebelum mereka mulai bertindak untuk memperbaiki belajar. Dalam membangun dan mendesain penilaian, penilaian diri hendaknya menjadi alternatif utama yang perlu mendapat perhatian dari para guru maupun praktisi pendidikan. Keberadaan penilaian diri siswa diharapkan dapat memotivasi siswa untuk memperbaiki dan memingkatkan belajarnya. Arter (2002) mengatakan bahwa salah satu yang meningkatkan motivasi intrinsik adalh penilaian diri. C. Manfaat Penilaian Diri Dikemukakan oleh AAIA (2001) bahwa penilaian diri memberikan keuntungan bagi siswa dan guru. Keuntungan bagi siswa: 1. Siswa menjadi bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri. 2. Siswa dapat menetapkan langkah-langkah berikutnya dalam belajar 3. Siswa merasa aman tentang sesuatu yang benar 4. Meningkatkan harga diri siswa dan menjadi sesuatu yang positif 5. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran 6
  • 7.
    6. Siswa menjadilebih bebas dan etrmotivasi Keuntungan bagi guru: 1. Ada suatu pergeseran tanggung jawab dari guru ke siswa 2. Pelejaran lebih efisien jika para siswa termotivasi dan mandiri 3. Umpan balik membantu guru mengidentifikasi kemjuan siswa 4. Guru dapat mengidentifikasi langkah-langkah berikutnya untuk suatu grup/ individu 5. Terjadi persepsi antara siswa dengan guru, siswa menjelaskan strategi maka guru mengidentifikasi proses berpikir 6. Pelajaran lebih efisien membolehkan tantangan lebih besar 7