DISTRIBUSI PENDAPATAN
Distribusi pendapatan adalah suatu ukuran yang digunakan untuk melihat
berapa pembagian dari pendapatan nasional yang diterima masyarakat. Dari
perhitungan ini akan dapat dilihat porsi pendapatan nasional akan dikuasai oleh
berapa persen dari penduduk. Gunanya untuk melihat seberapa besar
penguasaan pendapatan nasional tersebut sehingga dapat diketahui apakah ada
penguasaan pendapatan nasional oleh segelintir orang atau terjadi pemerataan
di antara penduduk di negara itu.
Untuk menghitung distribusi pendapatan tersebut ada beberapa metode:
1. Ukuran Distribusi
2. Kurva Lorenz
3. Koefisien Gini
1. Ukuran distribusi
Distribusi ukuran adalah besar atau kecilnya pendapatan yang diterima
masing-masing orang. Distribusi pendapatan perseorangan (personal
distribution of income) atau distribusi ukuran pendapatan (size distribution of
income) merupakan indikator yang paling sering digunakan oleh para ekonom.
Ukuran ini secara langsung menghitung jumlah penghasilan yang diterima oleh
setiap individu atau rumah tangga. Yang diperhatikan di sini adalah seberapa
banyak pendapatan yang diterima seseorang, tidak peduli dari mana
sumbernya, entah itu bunga simpanan atau tabungan, laba usaha, utang,
hadiah ataupun warisan. Berdasarkan pendapatan tersebut, lalu
dikelompokkan menjadi lima kelompok, biasa disebut kuintil (quintiles) atau
sepuluh kelompok yang disebut desil (decile) sesuai dengan tingkat
pendapatan mereka, kemudian menetapkan proporsi yang diterima oleh
masing-masing kelompok. Selanjutnya dihitung berapa % dari pendapatan
nasional yang diterima oleh masing-masing kelompok, dan bertolak dari
perhitungan ini mereka langsung memperkirakan tingkat pemerataan atau
tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di masyarakat atau negara yang
bersangkutan.
2. Kurva lorenz
Ukuran lain yang dapat menunjukkan ketidakmerataan pendapatan pada
masyarakat pada suatu negara adalah Lorenz Curve (Kurva Lorenz). Kurva
Lorenz adalah kurva melengkung yang menyentuh titik A, B, C, dan D. Sedang
garis diagonalnya adalah garis kemerataan yang sempurna. Artinya semua
penduduk memiliki pendapatan yang sama
Bila semakin kecil gambar kurva artinya semakin rendah ketidakmerataan,
seperti yang terlihat pada gambar sebelah kiri, sedang bila semakin besar
gambar kurva berarti ketidakmerataan pendapatan semakin besar.
Ketidakmerataan ini disebabkan tidak sejajarnya pertumbuhan sektor
industri dengan sektor pertanian.
Koefisien Gini
Koefisien gini merupakan salah satu ukuran yang menunjukkan apakah suatu
negara pendapatannya merata atau tidak. Angka indeks ini besarnya dari 0 –
1. Angka nol berarti tidak ada kesenjangan di negara itu atau
kemerataannya sempurna. Sedangkan angka 1 berarti negara tersebut
ketimpangannya sangat besar. Jika angka indeks gini lebih dari 0,5 berarti
terjadi ketimpangan yang besar di negara itu, sedang jika di bawah 0,5
ketimpangan kecil
Untuk mencari nilai indeks gini dapat dilakukan dengan melihat kurva
Lorenz. Misalnya kurva Lorenz memiliki bentuk sebagai berikut:
Distribusi pendapatan

Distribusi pendapatan

  • 1.
    DISTRIBUSI PENDAPATAN Distribusi pendapatanadalah suatu ukuran yang digunakan untuk melihat berapa pembagian dari pendapatan nasional yang diterima masyarakat. Dari perhitungan ini akan dapat dilihat porsi pendapatan nasional akan dikuasai oleh berapa persen dari penduduk. Gunanya untuk melihat seberapa besar penguasaan pendapatan nasional tersebut sehingga dapat diketahui apakah ada penguasaan pendapatan nasional oleh segelintir orang atau terjadi pemerataan di antara penduduk di negara itu. Untuk menghitung distribusi pendapatan tersebut ada beberapa metode: 1. Ukuran Distribusi 2. Kurva Lorenz 3. Koefisien Gini 1. Ukuran distribusi Distribusi ukuran adalah besar atau kecilnya pendapatan yang diterima masing-masing orang. Distribusi pendapatan perseorangan (personal distribution of income) atau distribusi ukuran pendapatan (size distribution of income) merupakan indikator yang paling sering digunakan oleh para ekonom. Ukuran ini secara langsung menghitung jumlah penghasilan yang diterima oleh setiap individu atau rumah tangga. Yang diperhatikan di sini adalah seberapa banyak pendapatan yang diterima seseorang, tidak peduli dari mana sumbernya, entah itu bunga simpanan atau tabungan, laba usaha, utang, hadiah ataupun warisan. Berdasarkan pendapatan tersebut, lalu dikelompokkan menjadi lima kelompok, biasa disebut kuintil (quintiles) atau sepuluh kelompok yang disebut desil (decile) sesuai dengan tingkat pendapatan mereka, kemudian menetapkan proporsi yang diterima oleh masing-masing kelompok. Selanjutnya dihitung berapa % dari pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing kelompok, dan bertolak dari perhitungan ini mereka langsung memperkirakan tingkat pemerataan atau tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di masyarakat atau negara yang bersangkutan. 2. Kurva lorenz Ukuran lain yang dapat menunjukkan ketidakmerataan pendapatan pada masyarakat pada suatu negara adalah Lorenz Curve (Kurva Lorenz). Kurva Lorenz adalah kurva melengkung yang menyentuh titik A, B, C, dan D. Sedang
  • 2.
    garis diagonalnya adalahgaris kemerataan yang sempurna. Artinya semua penduduk memiliki pendapatan yang sama Bila semakin kecil gambar kurva artinya semakin rendah ketidakmerataan, seperti yang terlihat pada gambar sebelah kiri, sedang bila semakin besar gambar kurva berarti ketidakmerataan pendapatan semakin besar. Ketidakmerataan ini disebabkan tidak sejajarnya pertumbuhan sektor industri dengan sektor pertanian. Koefisien Gini Koefisien gini merupakan salah satu ukuran yang menunjukkan apakah suatu negara pendapatannya merata atau tidak. Angka indeks ini besarnya dari 0 – 1. Angka nol berarti tidak ada kesenjangan di negara itu atau kemerataannya sempurna. Sedangkan angka 1 berarti negara tersebut ketimpangannya sangat besar. Jika angka indeks gini lebih dari 0,5 berarti terjadi ketimpangan yang besar di negara itu, sedang jika di bawah 0,5 ketimpangan kecil Untuk mencari nilai indeks gini dapat dilakukan dengan melihat kurva Lorenz. Misalnya kurva Lorenz memiliki bentuk sebagai berikut: