DINAMIKA KELOMPOK
Hak Cipta © Pada: Lembaga Administrasi Negara
EdisiTahun 2014
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110
Telp. (62 21) 3868201-06 Ext. 193, 197
Fax. (62 21) 3800188
Jakarta – LAN – 2014
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
KATA PENGANTAR
Kebijakan pemerintah tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah menghasilkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Kategori 1 dan Kategori 2 di lingkungan pemerintah. Karakteristik utama CPNS Kategori 1
dan Kategori 2 adalah pengalaman yang telah dimiliki dalam bidang pekerjaannya selama
menjadi tenaga honorer. Untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Undang-Undang
Aparatur Sipil Negara (ASN) menuntut mereka untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan sebagai bagian dari masa percobaan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas, Lembaga Administrasi Negara telah
menetapkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 18 Tahun 2014
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I, Golongan II, dan
Golongan III Yang Diangkat Dari Tenaga Honorer Kategori 1 dan/atau Kategori 2. Tujuan
penyelenggaraan Diklat Prajabatan ini adalah membekali CPNS tersebut dengan
pengetahuan agar dapat memahami perannya sebagai pelayan publik yang baik.
Dalam rangka untuk melengkapi modul-modul Diklat Prajabatan yang ada, maka
LAN telah menyempurnakan beberapa substansi yang dianggap sudah tidak relevan diganti
dengan konten yang lebih relevan dengan tetap memperhatikan Undang-Undang ASN
sebagai acuan.
Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada editor yang telah
menyesuaikan isi modul ini. Dan kepada Widyaiswara, pengelola, dan peserta Diklat, kami
harap dapat memanfaatkan modul ini sebaik-baiknya.
Jakarta, September 2014
KEPALA
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
AGUS DWIYANTO
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................iii
DAFTAR ISI... ........................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN... ............................................................1
A. Latar Belakang............................................................ 1
B. Deskripsi Singkat........................................................ 3
C. Tujuan Pembelajaran .....................................................4
D. Pokok Bahasan ........................................................... 5
E. Fasilitas/Media............................................................ 5
BAB II MENGENAL DIRI DAN MENGENAL
ORANG LAIN .........................................................................6
A. Simulasi dan Latihan .....................................................6
B. Naskah Pegangan...................................................... 19
BAB III SOSOK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) ... .................25
A. Simulasi dan Latihan ...................................................25
B. Naskah Pegangan...................................................... 47
BAB IV PROSES PEMBELAJARAN
DALAM DINAMIKA KELOMPOK ...............................58
A. Belajar Dengan Mengerjakan .....................................58
B. Penilaian Kegiatan Dinamika Kelompok ...................61
v
BAB V PENUTUP ... ....................................................................... 67
A. Rangkuman ................................................................. 67
B. Tindak Lanjut Pengembangan .................................... 68
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peter Kline, penulis buku The Everyday Genius, sebagaimana
dikutip oleh Dryden dan Vos dalam bukunya The Learning
Revolution, menyatakan bahwa "Learning is most effective
when it's FUN". Menyenangkan berarti seluruh komponen fisik
dan non-fisik kita bebas dari tekanan. Menyenangkan berarti kita
berada dalam keadaan yang amat relaks, tidak ada sama sekali
ketegangan yang mengancam diri kita di sudut-sudut terkecil
dalam diri nonfisik dan fisik kita. Menyenangkan juga berarti
diri kita berada dalam keadaan yang benar-benar lepas dan
bebas.
Suasana santai dan menyenangkan ini merupakan suasana yang
kondusif untuk terjadinya interaksi antar peserta Diklat dan
antara peserta dengan lingkungannya. Karena itu, pada awal
program Diklat, perlu dilakukan kegiatan Dinamika Kelompok
yaitu suatu kegiatan yang dapat mencairkan suasana "asing" pada
saat para peserta memasuki "kelompok baru". Apabila para peserta
sudah merasa "familiar", maka akan terjalin suasana belajar yang
menyenangkan.
1
2 Dinamika Kelompok
Peserta Diklat harus disiapkan secara fisik dan mental
emosional. Hal ini akan dapat dicapai apabila mereka sudah
mengenal dengan baik teman seangkatannya, dengan siapa
mereka akan bekerjasama. Siapa sebenarnya dirinya dan siapa
orang lain yang ada di luar dirinya. Siapa yang jadi panitia dan
siapa yang akan jadi widyaiswara yang akan membimbing
mereka selama Diklat berlangsung. Bagaimana aturan main
dalam bekerjasama, bagaimana seharusnya berperilaku dan
bagaimana bentuk artikulasi program yang akan dihadapi selama
Diklat.
Dinamika Kelompok menyiapkan peserta agar dapat saling
percaya mempercayai dengan yang lain (trust), memiliki sikap
keterbukaan (openness), memiliki rasa tanggung jawab
(responsibility) dan merasa bahwa dirinya bagian integrasi dari
yang lainnya (interdependency). Ini semua dapat disiapkan
melalui Dinamika Kelompok. Tingkat kesiapan peserta untuk
memulai proses pembelajaran sangat ditentukan oleh Dinamika
Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan
program Diklat secara keseluruhan.
Dengan Dinamika Kelompok, diharapkan hubungan antar
peserta akrab, hubungan antara peserta dengan panitia dan
widyaiswara terbina dengan baik. Situasi semacam ini
merupakan syarat mutlak bagi terciptanya proses pembelajaran
yang kondusif. Dan setelah Diklat selesai peserta diharapkan
Modul Diklat Prajabatan 3
dapat menerapkan hal semacam ini dalam pelaksanaan tugasnya
sehari-hari, memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang
mampu menciptakan suasana yang kondusif dan bekerjasama
secara efektif dalam menyelesaikan tugas-tugas organisasi
secara lebih baik. Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang
memiliki disiplin, komitmen dan integritas moral serta tanggung
jawab profesi yang beretos kerja tinggi.
Melalui mata Diklat ini peserta Diklat Prajabatan golongan III
diajak untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain dengan
lebih baik, memiliki komitmen dan integritas moral seorang
PNS yang beretos kerja tinggi, membekali mereka tentang
bagaimana membina kerjasama dalam kelompok, pemimpin dan
komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan dengan tepat,
mengendalikan diri, berdisiplin dan, bertanggung jawab.
B. Deskripsi Singkat
Mata Diklat Dinamika Kelompok dimaksudkan untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap calon PNS
agar menjadi PNS yang memiliki disiplin, komitmen dan
integritas moral serta tanggung jawab profesi yang beretos kerja
tinggi.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah singkat,
diskusi kelompok, bermain peran, kerja individu, praktik dan
simulasi.
4 Dinamika Kelompok
Dalam modul ini dimuat beberapa simulasi, permainan dan
latihan yang dalam proses pembelajarannya peserta akan
dipandu oleh widyaiswara. Disamping itu juga berisi naskah
pegangan yang merupakan bahan bacaan yang terkait dengan
pokok bahasan. Pada bab IV dikemukakan proses belajar melalui
pengalaman (Experiential Learning Cycle) yang merupakan
pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran serta
penilaian dalam Dinamika Kelompok.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah pembelajaran selesai peserta diharapkan memiliki
disiplin, komitmen dan integritas moral serta tanggung
jawab profesi sebagai PNS yang beretos kerja tinggi.
2. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah selesai pembelajaran, peserta dapat:
a. Mengenal diri dan mengenal orang lain dengan lebih
baik;
b. Mengidentifikasi citra diri sebagai PNS;
c. Mentaati disiplin sebagai PNS;
d. Mempertunjukkan integritas moral sebagai PNS;
e. Mempertunjukkan etos kerja sebagai PNS.
Modul Diklat Prajabatan 5
D. Pokok Bahasan
1. Mengenal Diri dan Orang Lain;
2. Citra Diri PNS;
3. Disiplin PNS;
4. Integritas Moral PNS;
5. Etos Kerja sebagai PNS.
E. Fasilitas/Media
Fasilitas dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran
dinamika kelompok antara lain adalah:
1. Ruangan yang cukup luas untuk peserta dapat bergerak dan
berpindah serta melakukan diskusi-diskusi kelompok (se-
suaikan dengan jumlah peserta). Makin banyak peserta,
diperlukan ruangan yang makin luas. Ruangan tidak perlu
menggunakan meja, dan kursi hendaknya dapat diatur
dengan bentuk U atau melingkar;
2. Dinding peraga;
3. Papan tulis + marker (spidol) dan penghapus papan;
4. Flip Chart dan kertas HVS;
5. Map, lakban/selotip, lem;
6. Instrumen-instrumen terpilih sesuai simulasi yang akan
dimainkan;
7. Naskah pegangan peserta (modul peserta).
BAB II
MENGENAL DIRI DAN MENGENAL
ORANG LAIN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta diharapkan
dapat mengenal diri dan mengenal orang lain dengan lebih baik.
Bab II ini terdiri dari dua sub bab yaitu sub bab pertama merupakan
proses pembelajaran yang akan dipandu oleh widyaiswara yang
berupa beberapa simulasi, game atau latihan yang terkait dengan
pokok bahasan. Simulasi, game atau latihan tersebut dapat dipilih
oleh widyaiswara disesuaikan dengan tujuan, jumlah peserta dan
tempat serta waktu. Pada sub bab kedua yaitu naskah pegangan yang
merupakan bahan bacaan untuk pengayaan dari apa yang telah
diperoleh peserta dalam refleksi, yang berisi konsep, teori dan
prinsip-prinsip yang berlaku.
A. Simulasi dan Latihan
1. Pencairan Kelas
a. Judul PELEBURAN DIRI
Tujuan Mendorong terjadinya interaksi
yang intensif, membuat peserta
merasa rileks & tidak kaku.
Waktu 15 - 20 menit.
6
Modul Diklat Prajabatan 7
Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup luas untuk
bergerak bagi sejumlah peserta.
Proses Kegiatan
 Mulailah kegiatan ini dengan meminta peserta untuk
berdiri melingkar, kemudian berjalanlah pelan-pelan.
 Berpencarlah dan lihatlah ke lantai dengan penuh
konsentrasi.
 Coba bayangkan bahwa sekarang Saudara adalah
orang lanjut usia (kira-kira 70 tahun). Saudara boleh
memandang ke segala arah dan jika Saudara bertemu
dengan orang tua yang lain, saudara boleh memberi
salam dengan menganggukkan kepala saja. Setelah
beberapa lama (+ 1 menit) peserta diminta berhenti
dan memandang ke lantai.
 Sekarang lambat laun kalian menjadi lebih muda,
berumur 60 tahun dan lebih segar dari yang tadi.
Berkelilinglah dan bila betemu dengan orang lain,
berilah salam dengan berjabatan tangan. Berilah
waktu lebih kurang satu menit. Kemudian berhenti
dan memandang ke lantai.
 Sekarang Saudara menjadi lebih muda lagi, kira-kira
berumur 50 tahun. Saudara bertemu dengan orang
lain dan berilah salam kepada yang lain dengan
melambaikan kedua tangan. Berilah waktu lebih
8 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 9
kurang satu menit. Kemudian berhenti dan b. Judul NAMA PANGGILAN
memandang ke lantai. Tujuan Memecah kebekuan antara
 Sekarang Saudara menjadi lebih muda, berumur 40 peserta dan widyaiswara dan
tahun yang penuh semangat dan segar bugar. Bila sesama peserta.
bertemu dengan teman-teman saudara, tepuk- Waktu 15 - 20 menit.
tepuklah pundaknya. Bergeraklah selama lebih Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup luas untuk
kurang satu menit. Setelah itu berhentilah dan membuat barisan berbanjar.
menghadap ke lantai. Proses Kegiatan
 Sekarang Saudara menjadi lebih muda, gesit dan  Bagi peserta menjadi beberapa kelompok yang terdiri
segar berumur sekitar 25 tahun. Berjalanlah dengan dari 8-10 orang setiap kelompok, dengan cara
cepat ke segala arah, sentuhlah teman Saudara sekilas berhitung (sesuai jumlah kelompok yang akan
dan usahakan jangan sampai disentuh orang lain. dibentuk);
Lakukan hal ini sekitar satu menit. Kemudian tiba-  Minta peserta berdiri sesuai urutan abjad awal nama
tiba Saudara menjadi belasan tahun, sehat dan kuat. panggilannya (misalnya Ali, Dedi, Endang, Ratih
Larilah semau kalian dengan cepat-cepat, dan dstnya sampai dengan Zainuddin);
semakin cepat. Hindari tabrakan dengan teman lain  Widyaiswara akan menyebut satu kata, misalnya
dan usahakan pegang pundaknya tapi kalian jangan bunga, binatang atau benda-benda alam, maka orang-
sampai kepegang. Berilah aba-aba berhenti pada saat orang yang huruf awal nama panggilannya ada dalam
kecepatan lari sampai pada puncaknya. Selanjutnya kata tersebut harus mengucapkan kata bermakna
proses simulasi tersebut ke arah tujuan pembelajaran. dimulai dengan huruf awal nama panggilannya.
Tanyakan bagaimana perasaan mereka sekarang, dan Contoh: Kalau Widyaiswara menyebutkan Mawar,
pada usia berapa perasaannya paling senang. maka orang-orang yang nama awalnya adalah A
(Anti, Anto, Ali, Ahidin, Ana dstnya) harus
meneriakkan satu kata bermakna dibelakang
10 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 11
namanya, misalnya Anti-Angka, Anto-Anak, Ali- Proses Kegiatan
Alasan, dan seterusnya. Begitu juga dengan M  Buka acara dengan salam. Jelaskan pada peserta
(Mansur, Maman, Maria atau Maulana) harus me- bahwa keberhasilan Diklat sangat ditentukan oleh
neriakkan satu kata bermakna misalnya Mansur- persamaan, peran serta dan spontanitas. Persamaan
Mandat, Maman-malang, Maria-mawar, Maulana dalam arti bahwa semua orang (peserta, widyaiswara
Mahkamah dan seterusnya; dan panitia penyelenggara) selama Diklat memiliki
 Widyaiswara bebas menunjuk kelompok mana yang kedudukan yang sama. Artinya tidak ada perbedaan
dikehendaki terlebih dahulu untuk menyebutkan status, usia, sosial, pendidikan dan latar belakang
nama panggilannya. Penyebutan harus dilakukan keluarga. Sebagai konsekuensinya adalah setiap
dengan cepat. Bila kelompok tersebut menyebut orang harus mau memperlakukan dan diperlakukan
nama tidak berurutan abjad, maka bagi kelompok sama sederajat. Peran serta, setiap peserta harus mau
yang salah mendapat tugas untuk menghibur berperan aktif dalam proses pembelajaran.
temannya dengan bernyanyi, berjoget atau tugas Keterlibatan bukan hanya dari aspek fisik tetapi juga
lain yang disepakati begitu seterusnya sampai dari aspek pikiran dan perasaan. Spontanitas adalah
setiap orang mempunyai nama panggilan tambahan. sikap dan perilaku yang menampilkan keberadaan
 Proses (refleksi) ke arah tujuan pembelajaran. diri sendiri menurut apa adanya (tidak dibuat-buat),
c. Judul LEMPAR BOLA tanggap, sigap, teliti, kritis dan terbuka (siap dan
Tujuan Memecah kebekuan antar sedia memberi dan menerima umpan balik).
peserta dan antara peserta  Tanyakan pada peserta tentang kesediaannya dan
dengan widyaiswara. adakan uji coba dengan cara:
Waktu 15 - 20 menit.  Ajak peserta berdiri melingkar bergandengan
Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup luas untuk tangan satu sama lain. Widyaiswara melempar
membuat lingkaran dan bola bola ke atas dan pada waktu bola diatas peserta
plastik. mengayunkan gandengan tangannya sambil
12 Dinamika Kelompok
bergumam heeeem...
 Pada waktu bola sudah ditangkap kembali oleh
widyaiswara peserta mengatakan "uenak teenan ".
 Setelah beberapa kali hal tersebut di atas dilakukan,
tanyakan pada peserta apakah mereka sudah saling
mengenal? Bila sudah, cek sejauh mana mereka
mengenal temannya, misalnya tanyakan apakah
mereka sudah mengetahui tanggal lahir atau hobby
salah seorang diantara mereka. Bila belum saling
mengenal, maka kegiatan selanjutnya tawarkan pada
mereka untuk saling mengenal lebih baik satu dengan
lainnya. Untuk itu, silahkan memilih salah satu
instrumen atau simulasi perkenalan.
Modul Diklat Prajabatan 13
kuarto/folio). Lipat menjadi 2 (dua) bagian
berdasarkan panjangnya.
 Pada salah satu bagian (atas) kertas minta peserta
menggambar wajahnya masing-masing. Pada lipatan
bagian bawah buat garis tengah memanjang ke
bawah. Pada masing-masing bagian tulislah perilaku-
perilaku positif dan negatif dari diri Saudara.
Inilah
wajahku.
 Akhirnya tanyakan perasaan mereka setelah
melakukan kegiatan simulasi tadi.
2. Mengenal Diri
a. Judul MENGGAMBAR WAJAH
Tujuan Mengenal diri dengan lebih
baik.
Waktu 25 - 30 menit.
Sarana/Prasarana Kertas ukuran folio/kwarto
Perilaku Positif (+)
1. Bertanggungjawab; 2.
Pandai;
3. Terbuka;
4. Mudah bergaul;
5. Pekerja Keras.
 Setelah itu proses ke
Perilaku Negatif (-)
1. Suka menunda-
nunda kerja;
2. Keras kepala;
3. Cerewet;
4. Boros;
5. Malas olahraga.
arah tujuan pembelajaran.
sejumlah peserta. Kaitkan juga dengan manfaat mengenal diri,
Proses Kegiatan mengenal kelebihan-kelebihan diri agar dapat
 Bagikan kepada peserta selembar kertas (ukuran dioptimalkan dan mengenal kelemahan-kelemahan
14 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 15
diri agar dapat diminimalisir. bahwa mereka belum mengenal diri mereka secara
b. Judul BINTANG lebih baik.
Tujuan Mengenal diri secara lebih baik.  Peserta dikelompokkan 3 s.d 4 kelompok dengan
Waktu 30 - 45 menit. anggota maksimal 10 orang (mempertimbangkan
Sarana/Prasarana Lembar kerja - 1 (bintang) waktu yang tersedia) Selanjutnya gambar tersebut
sebanyak peserta dan krayon. ditempelkan dan diungkapkan maknanya pada
Proses Kegiatan peserta lain. Peserta lain menyimak dan tidak boleh
 Bagikan masing-masing peserta lembar kerja-1 membantah, hanya boleh minta klarifikasi.
(bintang). Tulislah nama panggilan saudara pada
3. Mengenal Orang Lain
kotak yang ada di tengah-tengah bintang.
a.
 Berikutnya pada masing-masing sudut bintang
tersebut, tulislah secara berturut mulai sudut pertama
sampai dengan sudut ke lima: 2 tokoh idola saya
(boleh tokoh nasional, internasional atau keluarga
terdekat kita seperti ayah atau ibu), dua keberhasilan
saya belum lama ini, dua kegagalan saya belum lama
ini, tiga kata yang menggambarkan diri saya dan dua
cita-cita saya.
 Setelah selesai, beri kesempatan peserta memberi
warna pada bintang mereka masing-masing (gunakan
crayon).
Proses ke arah tujuan pembelajaran. Tanyakan
apakah mudah bagi mereka untuk mengisi lembar
kerja-1 tersebut. Kalau sulit, itu merupakan indikator
Judul MENYUSUN PERIBAHASA/
COUPLET
Tujuan Peserta saling mengenal dengan
lebih baik, sehingga terjadi
interaksi yang intensif,
komunikasi dan kerjasama yang
efektif.
Waktu 45 - 60 menit.
Sarana/Prasarana Kartu-kartu berisi potongan
peribahasa. Ukuran kartu 5 x 6
cm dari kertas manila.
Proses Kegiatan
 Mulailah kegiatan ini dengan menjelaskan apa yang
akan dilakukan peserta. Peserta dibagikan masing-
masing selembar kartu yang berisi sepotong
16 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 17
peribahasa (bisa peribahasa dalam bahasa Indonesia atau 4 orang nama teman disebelah kiri atau sebelah
atau bahasa Inggris). kanannya. Proses atau refleksi kegiatan tersebut
 Peserta diminta mencari potongan lain dari dengan menggunakan ELC.
peribahasa tersebut sehingga membentuk satu b. Judul BULAN KELAHIRAN
peribahasa yang lengkap dan bermakna. Tujuan Mendorong terjadinya interaksi
 Selanjutnya masing-masing pasangan saling yang intensif, membuat peserta
berkenalan. Setelah pasangan tersebut berkenalan rileks.
secara lebih intensif, pasangan tersebut diminta Waktu 45 - 60 menit.
melanjutkan perkenalan secara berkelompok dengan Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup lebar
pasangan-pasangan lain yang terdiri dari 3 atau 4 untuk dapat berpindah atau
pasangan. Dalam perkenalan tersebut dapat bergerak.
dikemukakan mengenai nama, latar belakang Proses Kegiatan
pendidikan, status, hobby dan lain-lain yang  Minta kepada peserta untuk berkeliling menemukan
dianggap perlu. Dari perkenalan dalam kelompok orang yang bulan kelahirannya sama. Setelah itu
tersebut, mereka diminta untuk menunjuk salah buatlah kelompok bulan Januari, Pebruari s.d bulan
seorang perwakilan yang akan memperkenalkan Desember.
mereka dikelompok besar (pleno). Kalau pesertanya  Dalam kelompok minta peserta untuk saling
tidak terlalu banyak, masing-masing pasangan mengenal nama, latar belakang pendidikan, hobby,
langsung saja memperkenalkan pasangannya dikelas kelebihan dan kekurangan masing-masing.
besar (pleno).  Setelah kegiatan tersebut selesai, salah seorang
 Setelah kegiatan tersebut selesai dapat dilanjutkan anggota mewakili kelompok menyampaikan hasilnya
dengan simulasi "Zip - Zap" agar lebih mengingat pada kelompok besar (pleno).
nama-nama orang yang telah memperkenalkan diri  Untuk lebih mengingat nama-nama peserta yang lain,
atau dapat saja setiap peserta diminta menyebut 3 boleh dilanjutkan dengan melakukan simulasi "Zip-
18 Dinamika Kelompok
Zap" atau menyebut nama 3 - 4 orang teman di
sebelahnya.
 Proses atau refleksi kegiatan ini ke arah tujuan
pembelajaran.
c. Judul SIAPA DIA
Tujuan Mendorong terjadinya interaksi
yang intensif, membuat peserta
rileks, terbuka dalam
komunikasi.
Waktu 45 - 60 menit.
Sarana/Prasarana Ruang Kelas yang cukup besar.
Proses Kegiatan
 Mulailah kegiatan ini dengan meminta peserta untuk
berdiri dan mencari peserta lain untuk diajak ngobrol.
Berusahalah mendapatkan informasi tentang orang
yang diajak ngobrol tersebut dan juga membuka diri
tentang siapa dirinya sebenarnya terhadap peserta
lain yang menanyakan hal tersebut. Setiap peserta
diberi waktu 5 menit untuk menyampaikan atau
menanyakan mengenai peserta lain.
 Setelah 5 menit berlalu, widyaiswara memberi aba-
aba tanda waktu ngobrol dengan orang tersebut habis
dan segera cari orang lain. Setelah 30 menit berlalu,
Widyaiswara meminta masing-masing orang
Modul Diklat Prajabatan 19
menyebutkan secara sekilas nama teman yang
berhasil dikenalnya dan sampaikan kepada pleno.
Kalau dapat diungkapkan juga mengenai hal-hal
menonjol (kelebihan atau kekurangan) yang dimiliki
orang bersangkutan.
 Akhiri sesi ini dengan merefleksi ke arah tujuan
pembelajaran.
Variasi : Pada saat peserta mencari peserta lain, bisa
menggunakan potongan gambar hewan atau tanaman.
(potongan sesuai dengan jumlah peserta yang ditemukan
oleh setiap peserta).
B. Naskah Pegangan
Dalam suatu kelompok dimana anggotanya baru untuk pertama
kalinya bertemu dan belum saling mengenal satu sama lain,
pikiran mereka akan terpusat pada pertanyaan-pertanyaan
berikut. Siapakah orang lain disini? Apakah mereka dapat
dipercaya? Dari manakah mereka? Siapa namanya? Datang dari
mana? Berapa umurnya? Dan berbagai pertanyaan akan
berkecamuk dalam pikiran mereka. Proses ini biasanya
menyerap tenaga peserta, yang akan berpengaruh dalam proses
pembelajaran dan kerjasama diantara peserta.
Setiap kali kita bertemu dengan orang yang baru kita kenal,
maka kesan pertama kita akan orang tersebut banyak
20 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 21
dipengaruhi oleh penampilan, cara ia berbicara, tertawa, Kuncinya adalah membangun ikatan emosional dengan
berpakaian dan sebagainya. Biasanya kesannya bisa positif dan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan
bisa negatif atas orang lain. Dan itu berpengaruh terhadap sikap dan menyingkirkan segala macam ancaman. Proses belajar
dan pandangan kita terhadap yang bersangkutan. Oleh karena dapat diibaratkan sebuah mobil, akan dapat melaju dengan
itu, diperlukan beberapa waktu untuk membuktikan apakah semua silinder, jika dimulai dari gigi pertama
kesan atau pandangan kita itu benar. Semakin baik peserta (menyingkirkan ancaman) dan berusaha masuk ke kondisi
saling mengenal, semakin kompak mereka dan semakin efektif HOTS (Quantum Teaching, Bobby DePorter dkk). (Higher
proses kerja sama dan proses pembelajaran yang terjadi. Adapun Order Thinking Skills (HOTS)) atau Ketrampilan Berpikir
langkah-langkah dalam membina kekompakan tersebut agar Orde lebih tinggi. Ini tidak akan dapat dicapai dalam suasana
peserta siap untuk memulai proses pembelajaran, sebagai penuh tekanan fisik dan emosional, karena ketika otak
berikut: menerima ancaman atau tekanan, kapasitas saraf untuk
1. Pencairan Kelas berpikir rasional mengecil. "Otak dibajak secara emosional",
Kegiatan awal yang perlu dilakukan adalah pencairan kelas (Goleman, 1995) menjadi mode bertempur atau kabur dan
atau "bina suasana". Kegiatan dimaksudkan untuk beroperasi pada tingkat bertahan hidup. Oleh karena itu, bina
mempersiapkan peserta memulai pelajaran. Disini suasana atau pencairan kelas adalah sesuatu yang mutlak
dimaksudkan untuk mencairkan suasana agar hubungan antar diperlukan agar proses pembelajaran berjalan secara efektif.
peserta dan antara peserta dengan fasilitator terbina dengan 2. Pengenalan Diri
baik, sehingga siap untuk belajar. Dengan bina suasana ini Manusia adalah mahluk individu dan mahluk yang berke-
dimaksudkan untuk menciptakan suasana aman dan penuh Tuhanan, yang memiliki akal dan perasaan. Manusia akan
kepercayaan diantara peserta dan widyaiswara. Dengan dapat melakukan hal-hal yang luar biasa, yang baik dan
merasa senang, bebas dari tekanan fisik maupun mental bermanfaat bagi orang lain apabila memahami potensi-
emosional, memungkinkan peserta belajar lebih efektif dan potensi yang dimilikinya jika terus menerus belajar dengan
menyerap serta mengingat sejumlah besar materi dengan mendayagunakan kapasitas berpikir dan merasakan secara
baik. Mengapa demikian? Karena dalam keadaan seperti ini, optimal.
peserta bisa memanfaatkan potensinya secara optimal.
22 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 23
Agar dapat mengembangkan diri, setiap orang hendaknya masyarakat komunitasnya. Oleh karena itu, agar manusia
mengenal dirinya dengan baik, mengenal potensi-potensi diterima dengan baik oleh kelompoknya, maka ia harus
yang dimilikinya, baik potensi yang positif maupun potensi menjadi manusia yang berguna, yang menyenangkan dan
yang negatif. Dengan mengetahui potensi yang positif akan dapat diajak bekerjasama.
diketahui apa yang harus dikembangkan atau dioptimalkan Kerjasama yang efektif dan kelompok yang sinergis akan
dan yang negatif akan dihilangkan atau paling tidak terbentuk kalau masing-masing anggota kelompok saling
dikurangi. Dengan mengenal diri secara lebih baik, peserta mengenal dengan baik. Saling memahami apa kelebihan-
dapat memahami dengan jelas apa faktor-faktor yang kelebihan yang dimiliki dan apa kekurangan-kekurangan
menunjang keberhasilan-keberhasilan dan faktor-faktor yang anggota kelompok. Kelompok ini akan sinergis, kalau di
menyebabkan kegagalan-kegagalan yang pernah dialami. antara masing-masing anggota kelompok dapat menerima
Dengan mengenal dirinya secara lebih baik peserta anggota kelompok lainnya dengan segala kelebihan dan
mengetahui apa yang ingin dicapai atau dicita-citakan, segala kekurangan serta kommit untuk melaksanakan sesuatu
sehingga dapat menetapkan tujuan hidupnya secara lebih sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada. Kelompok
reatistis. Penetapan tujuan ini akan mendorong atau akan efektif bahkan sinergis kalau diantara masing-masing
memotivasi seseorang berbuat lebih baik lagi. Dengan anggotanya ada saling mempercayai satu dengan lainnya
jelasnya tujuan yang ingin dicapai seseorang akan jelas (trust). Memiliki sikap keterbukaan (opennes), memiliki rasa
hendak melangkah kemana. Tanpa tujuan yang jelas, tanggung jawab (responsibility) dan merasa bahwa dirinya
seseorang juga tidak akan jelas akan melangkah kemana. bagian integrasi dari yang lainnya (interdependency). Ini
Bagaimana dengan Saudara peserta prajabatan? akan dapat dicapai kalau sesama anggota kelompok saling
3. Mengenal Orang lain mengenal dengan baik. Oleh karena itulah ada upaya yang
Selain sebagai mahluk individu dan mahluk berke-Tuhanan, perlu dilakukan untuk mengenal orang lain agar kita bisa
manusia juga adalah mahluk sosial. Manusia hidup memahami orang lain dengan lebih baik. Stephen R Covey
berkelompok dan membentuk komunitasnya. Manusia hidup dalam bukunya "The Seven Habits of Highly Effective
saling memerlukan dan saling tergantung satu sama lain. People” mengatakan bahwa " berusahalah mengerti orang
Manusia akan merana jika dikucilkan atau dijauhi oleh
24 Dinamika Kelompok
lain terlebih dahulu, baru berharap kita bisa dimengerti orang
lain".
BAB III
SOSOK PEGAWAI NEGERI SIPIL ( PNS)
Setelah kegiatan pembelajaran ini, peserta dapat mengenal
sosok PNS dengan mengidentifikasi citra diri, mentaati disiplin,
mempertunjukkan integritas moral dan etos kerja sebagai PNS.
A. Simulasi dan Latihan
Dalam proses pembelajaran ini, Saudara akan dipandu oleh
Widyaiswara yang sudah dilatih dan berpengalaman dalam
memandu pembelajaran dinamika kelompok. Berikut ini,
dikemukakan beberapa simulasi, latihan dan game yang terkait
dengan pokok bahasan.
1. Citra Diri PNS
PNS
d. Judul CITRA DIRI PNS
Tujuan Mengekspresikan persepsi awal
peserta tentang citra diri seorang
25
26 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 27
PNS dan merumuskan peranan menempelkan gambarnya masing-masing pada
seorang PNS. dinding kelas.
Waktu 90 menit. 4) Bagikan seluruh peserta dalam beberapa kelompok
Sarana/Prasarana Spidol kecil sejumlah peserta, kecil (9-10) orang. Setiap orang dalam
flipchart 5 lembar, kertas HVS kelompoknya secara bergiliran mempresentasikan
sejumlah peserta, lakban . arti gambar mereka. Tegaskan bahwa setiap orang
Proses Kegiatan tidak boleh menyanggah, melainkan hanya boleh
1) Jelaskan secara singkat tentang tujuan dan materi melakukan klarifikasi terhadap penjelasan
pokok kegiatan ini. rekannya. Tugas mereka hanya mencatat pokok-
2) Ajukan pertanyaan: Apa dan siapa sesungguhnya pokok penjelasan arti gambar rekannya tersebut.
Pegawai Negeri Sipil itu? Tak perlu menunggu Setelah semua anggota kelompok selesai, semua
jawaban; jelaskan bahwa setiap peserta harus catatan tersebut digabungkan menjadi suatu daftar
menjawab pertanyaan ini dalam bentuk gambar. tentang citra diri PNS menurut kelompok tersebut.
Lalu langsung bagikan spidol kecil kepada setiap 5) Setiap kelompok mempresentasikan daftar mereka
peserta. Tegaskan bahwa yang diminta adalah dengan singkat padat. Catat di papan tulis semua
gambar, bukan rumusan kata-kata. Bukankah hasil perumusan dari setiap kelompok.
gambar itu bisa berbicara lebih banyak 6) Ajak seluruh peserta untuk melakukan klarifikasi
dibandingkan dengan kata-kata. Gambar tersebut terhadap seluruh rumusan tersebut. Rumusan yang
hendaknya menggambarkan secara lengkap citra sama disatukan. Rumusan yang tidak jelas minta
diri seorang PNS menurut persepsi setiap peserta diperjelas lagi oleh kelompok yang bersangkutan.
pada saat itu. Misalnya jika PNS itu dianggapnya Rumusan yang dianggap tidak relevan dihapus saja.
sebagai seorang yang berani dan berwibawa Arahkan rumusan citra diri seorang PNS adalah:
bagaikan seekor singa, maka gambarlah seekor  Percaya diri;
singa si raja hutan (waktu 10 menit).  Rendah hati;
3) Setelah semua selesai, minta setiap peserta
28 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 29
 Sopan santun; tugas seorang PNS.
 Bertanggungjawab; 9) Salin rumusan akhir ini pada kertas plano dan
 Disiplin; tempelkan di dinding, lalu tutup sesi ini.
 Memiliki integritas moral dan
 Etos kerja tinggi. e.
7) Berdasarkan rumusan-rumusan tersebut minta
setiap kelompok untuk mendiskusikan dan
merumuskan: "apa peran seorang PNS".
Tegaskan bahwa rumusan harus jelas dan
terperinci. Dalam diskusi kelompok widyaiswara
memandu bila jawaban kurang terarah. Jawaban
antara lain mengarah pada
 Sebagai seorang pelayan;
 Abdi masyarakat;
 Pengayom;
 Fasilitator;
 Penggerak;
 Dinamisator;
 Motivator;
 Dan sebagainya
8) Tiap kelompok mempresentasikan rumusannya.
Kelompok lain boleh menyanggah dan menyem-
purnakan, sehingga akhirnya diperoleh suatu daftar
lengkap dan terperinci tentang fungsi/peran atau
Judul CITRA DIRI PNS
Tujuan Mengetahui persepsi awal
peserta (Calon PNS) tentang
citra diri seorang PNS.
Waktu 60 - 75 menit.
Sarana/Prasarana Potongan kertas kuarto (dipo-
tong 4 sejumlah peserta),
flipchart dan marker (sejumlah
kelompok).
Proses Kegiatan
 Mulailah dengan mengajukan pertanyaan, apakah
Saudara betul-betul ingin menjadi PNS? Setelah
mendapat jawaban tentang kesediaan menjadi PNS
dari peserta, lanjutkan pertanyaan dengan apakah
mereka mengenal dan mengetahui siapa PNS,
bagaimana etika dan apa norma-norma yang harus
dipegang oleh seorang PNS. Pertanyaan ini tak perlu
jawaban langsung tapi ditulis di kertas. Widyaiswara
segera membagikan sepotong kertas ukuran kuarto
yang sudah dipotong 4 minta peserta menjawab
30 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 31
pertanyaan tersebut dengan sebuah kata. Waktu 45 - 60 menit.
 Setelah semua selesai, bagi peserta kedalam Sarana/Prasarana Kertas manila yang dipotong
kelompok beranggotakan 7-8 orang (pembagian potong seperti bunga, buah,
kelompok ini tidak terlalu kaku. sesuaikan dengan daun, batang atau akar, flip-
jumlah peserta dan waktu yang tersedia). chart sejumlah kelompok, selotif
 Bagikan pada setiap kelompok masing-masing atau lem.
selembar flipchart dan rumuskan jawaban kelompok. Proses Kegiatan
 Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil ru-  Bagi kelas menjadi kelompok (masing-masing 10 -
musan masing-masing kelompok. Kelompok lain 15 orang).
menanggapi, menyanggah, bertanya dan menya-  Jelaskan pada peserta, bahwa setiap kelompok
rankan penyempurnaan. diminta membuat sebuah pohon lengkap mulai dari
 Ajak peserta mendiskusikan jawaban mereka dan akar, batang, daun, bunga dan buah. Pohon tersebut
simpulkan jawaban kelas tentang persepsi peserta akan menggambarkan harapan-harapan Saudara
mengenai "Citra Diri Seorang PNS". (lihat Naskah tentang seorang PNS yang ideal dan hal-hal yang
Pegangan Peserta/NPP) dicemaskan kalau Saudara menjadi PNS.
Variasi  Kepada kelompok diminta untuk memilih ketua,
Pada tahapan menjawab secara individual dapat saja sekretaris dan penyaji. Setiap kelompok dibagikan
dihilangkan dan langsung diminta mendiskusikan di masing-masing selembar kertas flipchart, spidol dan
dalam kelompok. masing-masing peserta minimal 2 potong kertas
manila (sesuai pilihan peserta, boleh daun, akar,
f. Judul POHON HARAPAN bunga atau buah).
Tujuan Mengetahui harapan dan kekha-  Pada flipchart peserta diminta membuat sebuah
watiran peserta tentang diri se- sketsa pohon yang diharapkan. Selanjutnya masing-
orang PNS. masing peserta menuliskan harapan-harapannya atau
32 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 33
kecemasan-kecemasannya sebagai PNS pada buah,
bunga, daun, batang atau akar pohon pada potongan
kertas manila yang sudah dibagikan dan selanjutnya a. Judul HARTA KARUN
tempel pada flipchart. Tujuan Membangkitkan semangat
 Setelah pohon harapan atau kecemasan masing- bekerja anggota kelompok dan
masing kelompok selesai, penyaji menyajikannya di terjadinya interaksi yang inten-
kelompok besar. sif, membuat peserta rileks dan
 Kelompok lain boleh meminta klarifikasi atas tidak kaku. Juga meningkatkan
penyajian tiap kelompok, tapi tidak diperkenankan kedisiplinan peserta.
untuk membantah atau menolak pendapat kelompok Waktu 45 - 60 menit.
penyaji. Sarana/Prasarana ruangan yang cukup luas untuk
 Fasilitator menuliskan butir-butir harapan dan peserta dapat bergerak dengan
kecemasan masing-masing kelompok dan bebas, harta karun (dapat berupa
menyimpulkan hasil kelas. Hasil akhir kelas berupa sebuah saputangan, buku atau
harapan atau kecemasan peserta ditempelkan di kelas benda lainnya).
selama Diklat berlangsung. Proses Kegiatan
 Bagi kelas menjadi kelompok-kelompok (masing
2. Disiplin Diri PNS masing 10 - 15 orang). Dari setiap kelompok ditunjuk
seorang penjaga harta karun, seorang pengawas dan
lainnya anggota.
 Penjaga harta karun bertugas untuk menjaga harta
karun kelompoknya, yang berupa (bisa selembar
saputangan yang dilebarkan di lantai, beberapa butir
telur atau sebuah buku/benda lain) yang diletakkan
34 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 35
dilantai. Harta karun tidak boleh disentuh oleh Sarana/Prasarana Satu buah amplop tertutup berisi
penjaganya. potongan-potongan peribahasa
 Anggota kelompok lain akan berusaha merebut harta atau kata mutiara.
karun dan penjaga menjaga tanpa boleh menyentuh. Proses Kegiatan
Seandainya dalam rangka merebut harta karun,  Bagi peserta dalam kelompok-kelompok berjumlah 8
anggota kelompok berhasil disentuh oleh penjaga, -10 orang tiap kelompok. Masing-masing kelompok
maka anggota bersangkutan harus keluar dari memilih 1 anggotanya yang akan ditugaskan untuk
simulasi. Pengawas mengawasi proses tersebut. mengambil harta karun yang terletak di daerah
Pengawas bertindak selaku wasit. Hal ini dilakukan terlarang. Untuk sampai ke daerah tersebut, dipenuhi
sampai harta karun berhasil direbut atau semua dengan rambu-rambu lalin yang melarang orang
anggota kelompok bisa tersentuh. masuk. Dan satu orang anggota lainnya ditugaskan
 Sebelum simulasi dimulai, widyaiswara memberikan menjadi polisi yang akan mencatat pelanggaran yang
kesempatan kelompok mengatur strategi atau dilakukan oleh petugas tadi.
petugasnya. Bagi kelompok yang berhasil menjaga  Daerah terlarang tersebut berupa lingkaran yang
harta karun miliknya adalah kelompok yang amanah dibuat oleh anggota kelompok yang tersisa dalam
dan inilah kelompok juara. Proses simulasi ini kearah bentuk lingkaran. Lingkaran tersebut merupakan
tujuan pembelajaran atau pokok bahasan. batas daerah terlarang. Anggota yang bertugas
mengambil harta karun berupaya menembus pagar
b. Judul RAMBU-RAMBU LALIN pembatas yang dibuat. Pagar pembatas juga berusaha
Tujuan Membuat suasana menjadi lebih menghambat masuknya petugas. Si petugas berusaha
rileks dan meningkatkan disiplin supaya tidak kena atau melanggar.
peserta.  Harta karunnya berupa kata-kata mutiara atau
Waktu 45 - 60 menit. potongan peribahasa yang dituliskan dalam amplop
tertutup (catatan: amplop ini bisa diteruskan dengan
36 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 37
kolaborasi).
 Dianggap merupakan pelanggaran kalau anggota a. Judul MENANGKAN SEBANYAK
badan menyentuh pagar. Pagar hanya boleh MUNGKIN
berpegang tangan. Dan pegangan tangannya hanya Tujuan Mempertunjukkan integritas
boleh naik atau turun, sementara badan tidak boleh moral (etika, norma dan sistem
bersentuhan. Jadi si petugas berusaha masuk melalui nilai) sebagai PNS.
atas atau bawah. Pagar berdiri dalam keadaan kaki Waktu 90 - 120 menit.
rapat (sikap siap sempurna), kecuali tangan yang Sarana/Prasarana Potongan-potongan kertas kecil,
bebas naik turun. lembar kunci jawaban, spidol
 Bagi kelompok yang pertama berhasil mengambil dan papan tulis atau flip-chart.
harta karun adalah kelompok juara. Proses Kegiatan
 Penilaian diberikan bagi yang pertama selesai nilai  Fasilitator mengungkapkan ilustrasi bahwa dalam
100, dan kelompok berikutnya dikurangi 10, kehidupan kita sehari-hari, kita selalu mengalami
misalnya no. 2 selesai nilai 90 dstnya. Pelanggaran kalah dan menang. Dalam era globalisasi ini negara
dari masing-masing anggota kelompok dikurangi 5. kita selalu dihadapkan pada persaingan yang semakin
 Proses simulasi ini ke arah kedisiplinan mematuhi ketat dan tantangan yang semakin meningkat. Oleh
perintah. karena itu fasilitator mengajak peserta untuk
memasuki simulasi "menangkan sebanyak mungkin".
3. Integritas Moral PNS  Fasilitator membagi kelompok menjadi empat
kelompok yang sama besar. Setiap kelompok diminta
untuk mengambil tempat yang agak terpisah,
sehingga diskusi masing-masing kelompok tidak
terganggu oleh kelompok lain.
 Jelaskan aturan mainnya, yaitu setiap kelompok
38 Dinamika Kelompok
diminta untuk memilih X atau Y (salah satu saja).
Kemudian serahkan kepada fasilitator untuk direkap.
Aturan main seperti di lembar kunci nilai dan
rekapitulasi nilai seperti lembar rekapitulasi. Pilihan
setiap kelompok tidak boleh diketahui oleh kelompok
lain.
 Permainan dimulai dengan babak uji coba terlebih
dahulu. Setelah semua kelompok paham tentang
aturan main, baru dimulai dengan babak pertama
yang nilainya akan direkap dalam lembar
rekapitulasi.
 Permainan diteruskan sampai 10 babak dan pada
babak ke lima masing-masing kelompok akan
mendapatkan nilai bonus sebanyak 3 kali nilai yang
diperoleh pada babak tersebut. Pada babak ke
delapan mendapat bonus nilai sebanyak 5 kali nilai
yang di dapat pada babak tersebut, sedangkan pada
babak ke 10 setiap kelompok akan diberi nilai bonus
sebanyak 10 kali dari nilai yang di dapat pada babak
tersebut. Pada ke tiga babak tersebut setiap kelompok
diberi kesempatan untuk berunding mengenai pilihan
huruf yang akan dipilih oleh masing-masing
kelompok, apakah X atau Y.
 Setelah selesai simulasi arahkan proses pada etika,
Modul Diklat Prajabatan 39
norma dan sistem nilai yang dianut oleh PNS, antara
lain sebagai berikut:
 Beriman dan bertaqwa;
 Dapat dipercaya/jujur;
 Lebih mementingkan kepentingan umum atau
bersama dari pada kepentingan pribadi;
 Dapat menjadi teladan dan mempunyai toleransi
tinggi;
 Semangat kerja tinggi.
 Mempunyai niat baik dalam bergaul dengan
orang lain, dan sebagainya.
 Tutup sesi ini dengan menekankan pada poin-poin
betapa pentingnya etika, norma dan sistem nilai ini
dipatuhi bukan saja kita sebagai seorang PNS tetapi
juga sebagai anggota masyarakat.
Lembar Nilai
Kaitkan sesi ini dengan sesi etos kerja.
PILIHAN
NO KELOMP KETERANGAN PILIHAN HASIL
OK
1. 4 X Masing-masing kalah Rp. 1.000,-
2. 3 X, 1 Y X Masing-masing kalah Rp. 1.000,-
Y Kalah Rp. 3.000,-
3. 2 X, 2 Y X Masing-masing menang Rp. 2.000,-
Y Masing-masing Kalah Rp. 2.000,-
40 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 41
4. 1 X, 3 Y X Menang Rp. 3.000,- Proses Kegiatan
Y masing-masing Kalah Rp. 1.000,- Kelas tetap dalam bentuk pleno atau kelas besar. Ambil
5. 4 Y
BABA PILIHA
K N
1.
Masing-masing menang Rp. 1.000,-
Lembar Rekapitulasi Nilai
NILAI MASING-MASING KELOMPOK
I II III
Nilai Σ Nilai Σ Nilai Σ
sejumlah batang korek api, bentuk gambar seperti di
bawah ini (pada OHP). Atau tunjukkan gambarnya
melalui komputer Anda.
Tanyakan kepada peserta, apakah persamaan tersebut
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Σ Nilai Akhir
b. Judul
Tujuan
Waktu
Sarana/Prasarana
Pandangan yang benar
Mengubah paradigma seseorang
dengan mencoba melihat dari
sisi sebaliknya.
10 - 15 menit.
Batang korek api atau gambar
angka dengan batang korek api.
benar? Kalau mereka bilang salah dan memang itu salah,
minta kepada mereka untuk memperbaikinya, tetapi
perbaikannya tidak boleh mengubah letak batang korek
api. Beri waktu mereka berpikir.
Kepada yang telah menemukan jawabannya, diminta
untuk menjelaskan kepada temannya. Jawaban yang
betul adalah bahwa persamaan itu betul kalau dilihat
dari arah sebaliknya. Yaitu menjadi “X = I + IX”. Jadi
perbaikan tidak akan mengubah letak batang korek api.
Proses ke arah “perubahan paradigma” peserta, bahwa
sesuatu yang menurut mereka salah, tetapi jika dilihat
dari pandangan orang lain di sebaliknya ada
kemungkinan benar. Oleh karena itu, segala sesuatu
sebelum menyalahkan orang lain, cobalah ubah sudut
pandang Anda. Lihatlah dari pihak mereka, siapa tahu
42 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 43
bila Anda melihat dari sisi yang sama dengan mereka, potensi dirinya atau bisa juga berdasarkan pengamatan
juga akan menemukan kebenarannya. widyaiswara selama proses pembelajaran berlangsung).
 Kepada peserta yang lain, widyaiswara meminta
4. Etos Kerja PNS membayangkan (menghayalkan) apa yang akan dilakukan
oleh peserta tadi dalam 5 (lima) tahun mendatang,
Aku adalah bagaimana kehidupannya kalau seandainya dia meman-
sang
BIROKRAT faatkan semua keunggulan dirinya.
 Widyaiswara memberi dorongan peserta lain menceritakan
khayalan mereka secara spontan.
 Setelah kelompok selesai menceritakan daya khayal
mereka tentang si sasaran tadi, maka selanjutnya
widyaiswara bertanya kepada si sasaran secara langsung
mengenai:
a. Judul SANG BIROKRAT Apakah cita-cita yang bersangkutan dalam 5 tahun
Tujuan Menunjukkan etos kerja dengan yang akan datang?
lebih baik. Ingin menjadi apa?
Waktu 45 - 60 menit. Apa yang akan dilakukan!
Sarana/Prasarana Bagaimana cara hidupnya dimasa depan?
Proses Kegiatan Apa yang akan terjadi seandainya yang
 Widyaiswara memilih beberapa orang peserta untuk bersangkutan memanfaatkan semua keunggulan-
dijadikan sasaran (bisa sesuai dengan jumlah kelompok). keunggulan yang dimiliki?
Widyaiswara mengemukakan keunggulan-keunggulan  Setelah itu lakukan pada beberapa peserta yang lain.
yang dimiliki oleh peserta bersangkutan (berdasarkan apa  Proses kegiatan ini ke arah Etos Kerja PNS.
yang ditulis yang bersangkutan pada saat mengidentifikasi
44 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 45
b. Judul MENARA KOREK API komentar pada saat proses berlangsung. Pengamat hanya
Tujuan Mengenal etika kerja dalam boleh mencatat hasil pengamatannya. Apa yang dilakukan
kelompok. oleh peserta kelompok yang diamati. Ingat pengamat tidak
Waktu 50 - 60 menit. boleh mengomentari, hanya mencatat.
Sarana/Prasarana Botol kosong dan sekotak korek  Pengamat mencatat perilaku anggota kelompok yang
api untuk masing-masing diamatinya. Widyaiswara juga mencatat waktu
kelompok. pembangunan sarang burung masing-masing kelompok.
 Setelah semua kelompok selesai membuat sarang burung,
Proses Kegiatan widyaiswara meminta pengamat melaporkan hasil
 Bagi kelas menjadi kelompok-kelompok beranggotakan 8 - pengamatannya. Berapa kali kelompok tersebut melakukan
10 orang. pelanggaran, sikap-sikap apa saja yang dilakukan oleh
 Jelaskan aturan main, yaitu setiap kelompok diminta untuk masing-masing anggota kelompok.
membuat menara korek api diatas botol dengan  Widyaiswara memproses simulasi ini ke arah pokok
menggunakan batang korek api. Pada saat membuat bahasan yaitu etos kerja pegawai, misalnya etika kerja,
menara, kelompok diminta berbaris kebelakang dan peserta saling mempercayai, disiplin, tanggungjawab, saling
secara bergantian meletakkan sebatang korek api diatas menyalahkan dan sebagainya.
botol. Hal ini dilakukan sampai batang korek api tersebut
habis. Beri waktu pada kelompok untuk melakukan c. Judul MENARA MANUSIA
persiapan selama ± 5 menit. Tujuan Meningkatkan etos kerja dengan
 Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling kerjasama tim yang sinergis
awal selesai dan berhasil membangun. Waktu 15 - 20 menit.
 Dalam prosesnya setiap kelompok menunjuk salah seorang Sarana/Prasarana kertas yang memiliki lem
pengamat. Tugas pengamat adalah mengamati proses perekat.
kelompok lain. Pengamat tidak diperkenankan memberi Proses Kegiatan
46 Dinamika Kelompok
Bagi kelas menjadi kelompok-kelompok
beranggotakan 7 - 8 orang.
Jelaskan aturan main, yaitu setiap orang dalam
kelompok akan dibagikan masing-masing 1 (satu)
lembar kertas yang ada lem/perekat dibelakangnya.
Tulis nama mereka masing-masing di kertas tersebut.
Setiap kelompok diminta untuk menempelkan kertas
namanya tadi pada tempat yang setinggi-tingginya di
tembok kelas. Namun sebelumnya, semua meja dan
kursi disingkirkan dari pinggir tembok (sehingga
mereka tidak bisa menggunakan alat tersebut untuk
menempelkan kertasnya).
Kelompok yang berhasil keluar sebagai juara adalah
kelompok yang berhasil menempatkan/
menempelkan kertas namanya di tempat tertinggi
dalam ruangan tersebut dan dengan menggunakan
waktu terpendek.
Beri waktu kelompok untuk berunding menyiapkan
strategi (+ 3 menit). Waktu menempelkan paling
lama 5 menit.
Proses ke arah, etos kerja PNS. Bahwa hasil kerja
optimal akan dicapai antara lain kalau mereka bisa
membangun kerjasama dalam kelompok.
Modul Diklat Prajabatan 47
B. Naskah Pegangan
Citra Diri PNS dimata masyarakat umumnya negatif.
Masyarakat menilai PNS adalah sosok pegawai yang korup
(dengan gaji yang kecil, bisa memiliki kekayaan yang fantastis).
Walaupun tidak semua seperti itu, tetapi beberapa gelintir dari
mereka ternyata bisa membentuk citra yang demikian di mata
masyarakat (peribahasa “nila setitik merusak susu sebelanga”).
Hal demikian menyebabkan PNS adalah sebagai sosok yang
sekaligus "dibenci tapi dirindukan". Dibenci karena sikap-
sikapnya yang korup, tidak disiplin, etos kerja yang rendah dan
lain sebagainya sikap-sikap yang negatif, tapi sekaligus juga
dirindukan oleh sebagian orang (ini terbukti bahwa bila ada
lowongan untuk menjadi PNS, ternyata peminat atau
pendaftarnya "membludak'). Ini salah satu indikator bahwa PNS
adalah sosok yang juga dirindukan. Walau gajinya kecil tetapi
bisa memiliki kekayaan berlimpah. Ada anekdot yang
mengatakan bahwa keajaiban dunia sekarang sudah bertambah
satu dari tujuh menjadi delapan. Dan keajaiban yang kedelapan
itu adalah PNS Indonesia. Walau gajinya kecil, tapi mampu
memiliki istana yang megah dan harta kekayaan yang berlimpah.
Dalam memberikan pelayanan kalau tidak dapat imbalan, tidak
akan memberikan pelayanan yang memuaskan.
Menggunakan konsep : Mengapa dipermudah kalau masih bisa
dipersulit". Hal-hal yang demikian itulah yang membuat citra
48 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 49
PNS semakin terpuruk. Sebagaimana dikemukakan di atas, masing. Mulailah dari diri kita, kemudian kelompok dan pada
bahwa tidak semuanya demikian. Tidak sedikit PNS yang gilirannya organisasi pemerintah keseluruhan, sehingga cita-cita
bersih, berwibawa, profesional, bertanggungjawab dan memiliki terwujudnya good governance akan tercapai.
integritas pribadi yang kokoh: Tetapi pengaruh lingkungan
sangat besar, sehingga ada anekdot lain yang dikemukakan : Secara umum penjabaran dari hal tersebut di atas antara lain
bahwa sekarang korupsi di Indonesia sudah membudaya. Barang adalah melalui pembentukan disiplin, integritas moral dan etos
siapa yang tidak mengikutinya berarti tidak berbudaya. Hal-hal kerja PNS, sebagai berikut :
demikian itu semakin memperparah kondisi kita sekarang ini.
1. Disiplin PNS
Pantaslah kalau hasil survey sebuah lembaga internasional
Disiplin adalah kata yang sangat mudah diucapkan tetapi sulit
menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke enam negara
dilaksanakan, kalau tidak ada kemauan dan tekad yang
terkorup di dunia pada tahun 2003.
membara untuk mewujudkannya. Apa yang kita maksudkan
Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara juga terpengaruh dengan disiplin?
dengan budaya kerja negatif seperti itu? Penulis berharap bahwa
Kata disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu "Discipline"
kita dapat menerapkan "falsafah ikan". Walaupun hidup di air
yang artinya training of the mind and character (pelatihan
asin (laut), dia tidak akan menjadi asin, karena ikan itu hidup.
pola pikir dan karakter) dan development and control of the
Tetapi bila ikan itu mati, akan menjadi asin walau dikasih sedikit
mind and character intended to produce obedience and
garam. Demikian juga dengan manusia, kita tidak akan
orderly behavior (upaya pengembangan dan pengendalian
terpengaruh lingkungan yang negatif kalau hati kita tetap hidup.
pola pikir dan karakter yang dimaksudkan untuk menciptakan
Mudah-mudahan hati kita tetap hidup, sehingga kita tidak akan
kepatuhan dan ketaatan kepada perilaku yang tertib dan
terpengaruh lingkungan yang negatif. Apakah kita tidak
teratur). Dengan demikian disiplin pada dasarnya berarti taat
berusaha mengubah citra PNS yang demikian ini?. Yang
aturan atau ketentuan yang berlaku. Peraturan dan
umumnya tidak disiplin, etos kerja rendah dan integritas moral
ketentuan-ketentuan ini mengatur hak dan kewajiban PNS
yang rapuh?. Sudah berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah,
yang tertuang dalam Undang-undang, Peraturan Pemerintah,
tapi akan sangat efektif kalau kita mulai dari diri kita masing-
Keputusan Menteri/Ketua Lembaga, Peraturan Daerah dan
50 Dinamika Kelompok
Kebijakan intern Institusi atau ketentuan-ketentuan lainnya.
PNS yang disiplin adalah PNS yang mentaati aturan dan
menghindari larangan-larangannya, biasanya memiliki
perilaku-perilaku sebagai berikut: setia, jujur, rajin,
bertanggung jawab, tertib, rapi, sopan serta dapat dipercaya.
Apabila setiap PNS selaku unsur aparatur pemerintah
ataupun sebagai abdi masyarakat memiliki perilaku
sebagaimana disebutkan di atas, maka pelaksanaan tugas atau
kewajiban akan berjalan tertib, lancar dan terkendali. Ini
berarti bahwa disiplin diri PNS dapat berperan sebagai salah
satu faktor yang sangat menunjang pencapaian tujuan secara
efektif dan efisien.
Sebagaimana disebutkan di atas, sudah banyak upaya yang
dilakukan pemerintah, sampai kepada pencanangan Gerakan
Disiplin Nasional (GDN), namun ternyata hal itu bukanlah
sesuatu yang mudah, karena memerlukan strategi yang tepat.
Secara garis besar, langkah-langkah yang dapat dilakukan
adalah:
a. Perlu kesadaran akan pentingnya disiplin bagi diri sendiri
sebagai makhluk individual, sosial dan makhluk berke-
Tuhan-an Yang Maha Esa;
b. Usaha-usaha untuk berdisiplin disertai semangat dan
tekad yang kuat;
c. Dukungan dari pimpinan dan lingkungan tugasnya, baik
Modul Diklat Prajabatan 51
secara moral maupun material.
2. Integritas Moral PNS
Apa yang kita maksudkan dengan moral? Moral adalah nilai-
nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah
lakunya. Bidang moral adalah bidang kehidupan manusia
dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia. Moral
merupakan asas-asas akhlak yang merupakan nilai tambah
pada diri manusia karena menjadi ciri makhluk manusia,
yang membedakan dari makhluk lain atau tidak dimiliki oleh
makhluk lain ciptaan Tuhan.
Dalam kehidupan manusia, seseorang berperilaku bermoral
atau tidak, biasanya yang menjadi tolok ukur adalah ajaran
agama. Ada juga yang menilai seseorang bermoral atau tidak,
dipandang dari sudut kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan
atau budaya setempat. Bahkan kualitas hukum sebagian besar
ditentukan oleh mutu moralnya, karena hukum berisikan
berbagai pengaturan tentang kehidupan manusia agar
harmonis.
Nah, bagaimana dengan integritas? Apa yang kita maksudkan
dengan integritas? Dalam kamus umum bahasa Indonesia
diartikan sebagai kebulatan, keutuhan. Tapi dalam hal moral,
52 Dinamika Kelompok
pada umumnya orang mengartikan integritas sebagai "satu
kata dengan perbuatan" Seorang yang mengatakan harus
disiplin, maka dirinya sendiri harus disiplin. Itu berarti bahwa
dia memiliki integritas.
Namun banyak orang dengan mudah mengharuskan,
mengatakannya dan memerintahkan pada orang lain, tetapi
dirinya belum mampu melakukan. Bagaimana dengan
Saudara? Kemauan dan tekad yang kuat disertai usaha yang
keras dan do’a yang tulus tentu akan dapat mewujudkannya.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, yang merupakan
bagian dari moral adalah etika, norma dan sistem nilai.
Dalam hal ini kita sebagai PNS, maka yang akan dibahas
disini adalah etika PNS, norma moral PNS dan sistem nilai
PNS, sebagai berikut:
a. Etika PNS
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, etika diartikan
sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
mengenai hak dan kewajiban (akhlak). Selanjutnya
diartikan pula sebagai kumpulan asas atau nilai yang
berkenaan dengan akhlak serta merupakan nilai mengenai
benar atau salah yang dianut suatu golongan atau
kelompok masyarakat. Etika adalah sistem dari prinsip-
prinsip moral tentang baik dan buruk. Etika dapat pula
disebutkan etiket. Etiket berasal dari bahasa Inggris
Modul Diklat Prajabatan 53
Etiquette yang diartikan sebagai "The rules of behavior
among polite people" (peraturan-peraturan mengenai
tingkah laku yang berlaku bagi orang-orang yang
memiliki sopan santun) dan diartikan pula sebagai "The
unwritten rules about what a profesional man may or may
not do in his profession" (aturan-aturan yang tidak tertulis
tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh
seorang profesional dalam melakukan profesinya).
Etika dapat dibedakan antara etika yang berlaku umum
dan khusus. Etika umum yaitu tata susila, sopan santun
dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga,
masyarakat, pemerintahan, berbangsa dan bernegara.
Sedangkan etika khusus, hanya khusus berlaku
dikalangan tertentu, misalnya hanya berlaku pada
organisasi tertentu atau profesi tertentu.
Untuk kalangan PNS, etika atau kode etiknya tertuang
dalam butir-butir panca prasetya korpri.
b. Norma Moral PNS
Norma adalah aturan atau kaidah yang dipakai sebagai
kriteria untuk menilai sesuatu. Norma yang menyangkut
perilaku manusia secara umum dibedakan atas norma
kesopanan atau etiket, norma hukum dan norma moral.
Norma moral kedudukannya paling tinggi diantara ketiga
jenis norma tersebut, karena norma moral bisa menilai
54 Dinamika Kelompok
norma-norma lain. Dalam bentuk positif, norma moral
berupa perintah yang mengatakan apa yang harus
dilakukan. Dalam bentuk negatif, norma moral berupa
larangan yang mengatakan apa yang tidak boleh
dilakukan.
Imanuel Kant, seorang etikawan, membuat gene ralisasi
norma moral yang dalam etika dikenal sebagai "kaidah
emas" yaitu "hendaklah memperlakukan seseorang
sebagaimana anda sendiri ingin diperlakukan oleh
orang lain". Norma moral PNS, hendaknya berpegang
pada norma moral Pancasila, yaitu dalam bersikap dan
bertindak dalam menghadapi berbagai permasalahan.
c. Sistem Nilai PNS
Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa etika diartikan
pula sebagai kumpulan asas atau nilai yang berkenaan
dengan akhlak serta merupakan nilai mengenai benar dan
salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Dalam organisasi pemerintah, soal kondite adalah soal
etika yang dapat ikut menentukan baik buruknya suatu
organisasi. Untuk menilai kondite tidaklah mudah, karena
berkaitan erat dengan menilai etika dan perilaku orang.
Dalam rangka upaya menjamin obyektivitas pembinaan
PNS berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja, telah
dikeluarkan PP nomor 10 tahun 1979 tentang Penilaian
Modul Diklat Prajabatan 55
Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Hasil Penilaian dituangkan
ke dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)
agar diperoleh PNS yang baik dan profesional.
Adapun unsur-unsur DP3 yang dinilai adalah:
1) Kesetiaan;
2) Prestasi Kerja;
3) Tanggung Jawab;
4) Ketaatan;
5) Kejujuran;
6) Kerjasama;
7) Prakarsa;
8) Kepemimpinan;
Sementara itu, secara umum nilai-nilai suatu etika
pemerintahan yang perlu menjadi pedoman dan perlu
dipraktikkan secara operasional oleh PNS adalah:
1) Mengabdi kepada kepentingan umum;
2) Menjadi motor penggerak bagi kehidupan ber-
masyarakat, berbangsa dan bernegara;
3) Menjadi mediator yang bersikap terbuka dan tidak
memihak;
4) Bersikap jujur, bersih dan berwibawa;
5) Bersikap diskresif yaitu dapat membedakan mana
yang rahasia dan penting serta tidak.
56 Dinamika Kelompok
3. Etos Kerja PNS
Etos kerja merupakan sejumlah nilai atau perangai budaya
karakteristik manusia dalam dunia kerja. Etos kerja berkaitan
dengan sikap moral yang berorientasi pada norma yang harus
diikuti dan berkaitan dengan sikap berdasarkan hati nurani.
Etos kerja berasal dari nilai religius budaya dan sikap hidup
suatu masyarakat. Karena itu, etos kerja dapat menjadi daya
motivasi kerja bagi PNS.
Etos kerja PNS merupakan sikap kerja yang mendasar yang
menyangkut sistem nilai PNS sehingga akan ikut menentukan
prestasi kerja PNS. Etos kerja PNS yang berpedoman pada
Pancasila juga mengandung dasar-dasar etika kerja seperti
budi luhur, bergotong royong dan berkeadilan. Etos kerja
yang murni akan melekat dalam sanubari setiap PNS
sehingga ada dorongan atau kehendak untuk bersikap jujur,
disiplin, bertanggungjawab dalam melaksanakan
kewajibannya.
Upaya membangun etos kerja PNS bukanlah sesuatu yang
mudah. Namun bukan berarti bahwa tidak ada upaya yang
dapat dilakukan untuk itu. Untuk membangun etos kerja
PNS, dilakukan pembinaan melalui pengembangan diri (self
development) dan peningkatan diri (self improvement) setiap
PNS. Etos kerja yang baik ditandai dengan rasa mencintai
pekerjaan yang besar. Karena dengan demikian akan
Modul Diklat Prajabatan 57
mendorong dan menyemangati mereka untuk melakukan
pekerjaannya dengan baik, memberikan sebanyak mungkin
pengabdian kepada organisasi dan masyarakatnya.
Dalam rangka pengembangan etos kerja PNS, upaya yang
dilakukan dengan pengembangan pribadi yang tangguh agar
terciptanya aparatur yang bersih dan berwibawa serta
profesional. Ada lima aspek pengembangan etos kerja PNS,
yaitu:
a. Pengembangan sosial untuk meningkatkan kualitas
hubungan antar pribadi sebagai inti dari interaksi sosial;
b. Pengembangan emosional untuk meningkatkan kualitas
pengendalian diri sehingga PNS dapat bersikap rasional
dan bijak;
c. Pengembangan intelektual untuk meningkatkan wawasan
sehingga dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat;
d. Pengembangan karakter untuk meningkatkan kualitas
kepribadian PNS sehingga dapat diperoleh aparatur yang
baik dan bermoral;
e. Pengembangan spiritual untuk membentuk kepribadian
yang tangguh sehingga aparatur pemerintah bermental
sehat;
Modul Diklat Prajabatan 59
BAB IV
PROSES PEMBELAJARAN DALAM
DINAMIKA KELOMPOK
Setelah kegiatan pembelajaran ini selesai peserta dapat
menguraikan proses pembelajaran dalam dinamika kelompok
A. Belajar Dengan Mengerjakan
Orang dewasa sebagai subyek didik telah memiliki sejumlah
pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu.
Pada diri orang dewasa senantiasa timbul keinginan mutlak
menambah pengetahuan dalam meningkatkan kinerja dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Orang Dewasa
akan termotivasi untuk belajar, apabila mereka menyadari akan
adanya kebutuhan (felt needs) untuk memecahkan masalah yang
dihadapi dalam hidupnya.
Sekelompok orang dewasa yang sedang berada dalam proses
pembelajaran, di samping telah memiliki pengetahuan, sikap dan
keterampilan tertentu, mereka juga memiliki latar belakang yang
berbeda dan bervariasi. Oleh karena itu semua peserta adalah
narasumber bagi yang lainnya dan proses pembelajaran Iebih
bersifat tukar menukar pengalaman (sharing experiences) dan
dipandu oleh widyaiswara. Orang dewasa cenderung mempelajari
58
hal-hal praktis dan tidak semata hal yang teoritis. Orang dewasa
akan belajar efektif, apabila pada saat mempelajari sesuatu
langsung sambil mempraktikkannya (learning by doing). Seperti
yang dikatakan Khong Hu Chu, yang intinya mengatakan bahwa
efektifitas hasil pembelajaran tinggi, apabila subyek didik
langsung mengerjakan dan langsung mengalaminya. Saya
kerjakan dan saya mengerti. Dalam pendidikan orang dewasa
sangat dituntut memiliki kemampuan menghubungkan yang baru
dipelajarinya dengan pengetahuan yang telah mereka kuasai,
pengalaman yang telah dijalani, sikap yang sudah tertanam
kemampuan yang tersedia dan kerangka pikir yang dipikir dalam
bekerja.
Untuk itu, pendekatan yang digunakan adalah melalui Daur
Belajar Melalui Pengalaman (Experiential Learning Cycle).
Adapun daur belajar melalui pengalaman tersebut tergambar
dibawah ini.
Daur belajar melalui pengalaman
60 Dinamika Kelompok
Urutan tahapan daur belajar melalui pengalaman dimulai dari :
1. Mengalami (experiencing) Peserta dilibatkan dalam satu
simulasi (situasi buatan yang bisa diamati) bersama
kelompoknya. Situasi buatan ini dapat diambil dari
kehidupan nyata, situasi unit, situasi imaginative atau situasi
belajar lainnya yang sengaja diciptakan. Dalam situasi
tersebut peserta akan bersikap, berbicara dan berperilaku
tertentu. Perilaku ini dapat di amati dan dicatat oleh
widyaiswara, pengamat khusus atau temannya sendiri.
Setelah mereka mengalami, dilakukan kilas balik untuk
mengingat kembali pengalaman mereka yang baru saja
dilaluinya dilengkapi dengan laporan dari pengamat.
Widyaiswara yang memandu proses tersebut.
2. Mengungkapkan (Publishing)
Pada urutan kedua, peseta diberi kesempatan untuk
mengungkapkan pikiran dan perasaannya dan bertukar
pikiran dan perasaan dengan anggota kelompok lainnya.
Latar belakang pengalaman, kemampuan, bidang tugas yang
berbeda dan bervariasi akan memperkaya pengalaman dan
wawasan semua peserta pelatihan.
Agar peserta dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya
secara lebih baik widyaiswara juga membantu dalam proses.
3. Mengolah (Analyzing) Semua data yang telah diungkapkan,
dikumpulkan, dicatat, diolah, dianalisis, didiskusikan dan
dievaluasi. Mengapa satu perilaku muncul mengapa ada
Modul Diklat Prajabatan 61
perbedaan reaksi, mengapa satu kelompok gagal dan
mengapa kelompok lainnya berhasil. Semuanya ini dapat
dianalisis dan dapat didiskusikan.
4. Menggeneralisasi (generalization) Dari hasil analisis
pengalaman peserta mereka diminta mencoba menyimpulkan
pengalamannya, membuat generalisasi. Adapun maksud
membuat generalisasi adalah agar pengalaman yang
diungkapkan dan dianalisis menjadi ”pelajaran” bagi peserta
untuk lebih siap dapat mengubah perilaku menjadi lebih baik. 5.
Menerapkan Prinsip
Sebagai tahap akhir dari daur belajar melalui pengalaman
adalah analisis kemungkinan menerapkan prinsip
(generalisasi) yang ditemukan pada situasi baru atau pada
kondisi kerja di unit kerja masing-masing. Tahap ini sangat
penting karena tanpa penerapan prinsip yang ditemukan,
belajar melalui peng alaman akan tidak mempunyai arti dan
mungkin tidak terjadi perubahan perilaku pada diri peserta
yang bersangkutan. Untuk dapat melihat kemungkinan
penerapan prinsip pada situasi baru widyaiswara memandu
proses.
B. Penilaian Kegiatan Dinamika Kelompok
1. Tujuan
Kegiatan penilaian dinamika kelompok terutama bertujuan
62 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 63
untuk memperoleh gambaran deskriptif tentang kelompok harus ada aturan main yang disepakati bersama
perkembangan kelompok, baik secara individual maupun oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua
kelompok secara keseluruhan. Hasil dari penilaian dapat anggota kelompok. proses ini adalah proses "norming". Atas
dijadikan bahan masukan bagi penyelenggara ataupun dasar aturan inilah individu dan kelompok melakukan
widyaiswara lainnya antara lain dalam pemilihan pengurus berbagai kegiatan atau "performing".
kelas pembentukan kelompok diskusi, pembentukan Proses dinamika kelompok dimulai dari:
kelompok pembuatan makalah, pembinaan peserta secara
individual dan lain sebagainya. Yang perlu diingat, dinamika
tidak berhenti pada saat mata Diklat dinamika kelompok
berakhir, akan tetapi terus berlanjut sampai suatu Diklat
berakhir bahkan dampaknya berlanjut sampai peserta 2. Aspek-aspek yang dinilai.
kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Aspek-aspek dinamika kelompok yang dinilai meliputi :
Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai a. Pengenalan terhadap diri sendiri;
pribadi yang masuk ke dalam kelompok dengan latar b. Pengenalan terhadap orang lain;
belakang pendidikan, ruang lingkup kerja dan jenis kerja c. Keterbukaan, mau mendengarkan orang lain, terbuka
yang berbeda, Individu yang satu belum berkenalan dengan terhadap pendapat dan saran orang lain;
lainnya. Mereka seperti es yang membeku. Individu yang d. Disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab besar.
bersangkutan berupaya untuk mengenal individu lainnya. Es e. Secara sukarela bersedia berpartisipasi dalam kegiatan
yang membeku sedikit demi sedikit mencair dan inilah yang dinamika kelompok;
dinamakan proses "ice breaking". Melalui berbagai diskusi f. Lancar berkomunikasi dengan anggota kelompok
dalam kelompok, yang kadang memanas terjadilah proses lainnya;
"storming" dan kemudian terbentuk kelompok kecil atau g. Mampu bekerjasama dengan orang lain dan mampu
kelompok kelas terbentuk sikap baru dan perubahan perilaku bekerja dalam tim (team work);
Dinamika Kelompok dalam proses "forming". Dalam setiap h. Mau dan bersedia menghargai pikiran dan pendapat
64 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 65
orang lain; Hasil penilaian dinamika kelompok, bersama dengan daftar
i. Mampu mengendalikan diri; susunan pengurus kelas diserahkan oleh fasilitator dinamika
j. Mampu serta bersedia untuk menerima balikan (feed kelompok kepada ketua penyelenggara Diklat. Format
back) dari kolega, atasan ataupun bawahan; penilaian dinamika kelompok seperti tercantum di halaman
3. Cara Penilaian berikut:
Cara penilaian dengan menggunakan skala penilaian, multi
dari baik sekali (BS), baik (B), cukup (C), kurang (K) dan
kurang sekali (KS). Penentuan penilaian sepenuhnya
diserahkan pada pertimbangan (judgment) fasilitator yang
mengamati kegiatan peserta dalam berdinamika kelompok.
Untuk peserta yang menonjol, baik positif maupun negatif
diberikan catatan khusus sebanyak kira-kira 25%. Hal ini
penting untuk ditindak lanjuti baik oleh penanggung gugat
kegiatan, maupun oleh widyaiswara yang diberi tanggung
jawab untuk itu, misalnya widyaiswara penuntun. Format
penilaian hasil kegiatan dinamika kelompok adalah sebagai
berikut: Fasilitator sebagai penilai hanya tinggal memberi
tanda check (v) pada kolom yang sesuai dengan kenyataan
hasil pengamatannya. Bila ada catatan tambahan khusus,
dapat ditulis pada kertas lain. Biasanya fasilitator dinamika
kelompok diminta untuk memberi petunjuk dalam pemilihan
pengurus kelas Proses pemilihannya sendiri sepenuhnya
dilaksanakan oleh peserta Diklat.
66 Dinamika Kelompok
Penilaian Dinamika Kelompok
Jenis Diklat :
Waktu (Hari/tgl) :
Jumlah Peserta :
Tempat Diklat :
Fasilitator :
BAB V
P E N U T U P
A. Rangkuman
Dinamika Kelompok menyiapkan peserta agar dapat saling
NO
ASPEK YANG DINILAI
PENILAIAN
PENILAIAN
BS B C K KS
percaya mempercayai dengan yang lain (trust), memiliki sikap
keterbukaan (openness), memiliki rasa tanggung jawab (responsi
1. Pengenalan Diri Sendiri bility) dan merasa bahwa dirinya bagian integral dari yang
2. Pengenalan orang lain lainnya (interdependency). Ini semua dapat disiapkan melalui
3. Keterbukaan Dinamika Kelompok. Tingkat kesiapan peserta untuk memulai
4. Disiplin dan Tanggungjawab proses pembelajaran sangat ditentukan oleh Dinamika
5.
6.
Partisipasi dalam kegiatan
kelompok
Komunikasi antar anggota
kelompok
Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan
program Diklat secara keseluruhan.
Dalam modul ini dimuat beberapa simulasi yang terkait dengan
7.
8.
9.
10.
Bekerjasama dengan orang lain
(bekerja dalam tim)
Menghargai pendapat orang lain
Pengendalian diri
Menerima balikan dari orang
lain
pokok bahasan seperti pencairan kelas (bina suasana), mengenal
diri dan mengenal orang lain, sosok PNS yang meliputi Citra
Diri PNS, Disiplin PNS, Integritas Moral dan Etos Kerja PNS.
Disamping beberapa simulasi yang dapat dipilih disesuaikan
dengan jumlah peserta juga dalam modal ini dimuat naskah
Catatan : pegangan yang merupakan bahan pengayaan bagi peserta.
Identifikasi 5 orang peserta yang sangat aktif dan 5 orang Disamping itu, pada Bab IV, dikemukakan pula secara garis
lainnya yang masih pasif dan atau memerlukan perhatian
khusus. besar mengenai pendekatan yang digunakan dalam proses
pembelajaran Dinamika Kelompok yaitu Daur Belajar Melalui
67
68 Dinamika Kelompok Modul Diklat Prajabatan 69
Pengalaman (Experiential Learning Cycle) dan proses penilaian
yang digunakan dalam Dinamika Kelompok.  Sebuah Ide adalah kombinasi baru dari elemen-elemen lama.
 Tidak ada elemen baru, yang ada hanyalah kombinasi kombinasi
baru (Gordon Dryden).
B. Tindak Lanjut Pengembangan  Pikiran yang telah diperkaya dengan ide-ide baru tidak akan
pernah kembali pada kondisi asalnya. (Oliver Wendell Holmes).
Dalam penulisan modul ini, penulis menyadari masih banyak
kekurangan-kekurangan. Untuk itu saran yang sifatnya untuk
penyempurnaan modul ini tentu akan kami terima dengan
senang hati.
Bagi peserta semoga bermanfaat dan hasilnya dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kehidupan kerja
dan menunjang dalarn proses pembelajaran.
Bagi Widyaiswara yang akan memandu proses pembelajaran
Dinamika Kelompok pada Diklat Prajabatan Golongan III tentu
modul ini hanya merupakan dasar yang sangat perlu
dikembangkan oleh Widyaiswara.
Masih sangat banyak literatur-literatur yang terkait dengan Mata
Diklat ini, silahkan Saudara menggunakannya. Bersikaplah
kreatif dalam memandu proses pembelajaran, untuk mendapat
wewenang mengajar dari peserta dan meningkatkan kualitas
pembelajaran yang kita berikan, mungkin ada baiknya Saudara
mencermati kata bijak berikut ini:
DAFTAR PUSTAKA
Edie West, (1997), 201 Ice Breakers (Group Mixers , Warm-up,
Energizers and Playful Activities), The Mc. Graw-Hill
Companies, Inc, USA
Entang, M, Prof. Dr. MA, (1995), Panduan PembeIajaran Bagi
Widyaiswara, Diklatprop DKI, Jakarta.
Hildegard Wenzler-Cremer, Maria Fischer-Siregar; (1993)
Permainan dan Latihan Dinamika Kelompok. Prose
Pengembangan Diri, PT Gramedia Widiasarana
Indonesia, Jakarta.
Hj. Sri Murtini, Dra, MPA, Hj. Sri Ratna, Ir, MM; (2001), Dinamika
Kelompok (Bahan Ajar Diklat Prajabatan Golongan III),
LAN RI, Jakarta.
Roem Topatjanasang, dkk, (1986), Belajar dari Pengalaman,
Panduan Latihan Pemandu Orang Dewasa untuk
Pengembangan Masyarakat, P3M, Jakarta.
Santosa, Slamet, (1992), Dinamika Kelompok, Bumi Aksara, Jakarta.
Yayasan Indonesia Sejahtera, (1990), Bermain, Menghayati dan
Belajar, PPSDM, Solo
70
Dinamika kelompok

Dinamika kelompok

  • 2.
    DINAMIKA KELOMPOK Hak Cipta© Pada: Lembaga Administrasi Negara EdisiTahun 2014 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110 Telp. (62 21) 3868201-06 Ext. 193, 197 Fax. (62 21) 3800188 Jakarta – LAN – 2014
  • 3.
    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIKINDONESIA KATA PENGANTAR Kebijakan pemerintah tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah menghasilkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori 1 dan Kategori 2 di lingkungan pemerintah. Karakteristik utama CPNS Kategori 1 dan Kategori 2 adalah pengalaman yang telah dimiliki dalam bidang pekerjaannya selama menjadi tenaga honorer. Untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) menuntut mereka untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan sebagai bagian dari masa percobaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas, Lembaga Administrasi Negara telah menetapkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I, Golongan II, dan Golongan III Yang Diangkat Dari Tenaga Honorer Kategori 1 dan/atau Kategori 2. Tujuan penyelenggaraan Diklat Prajabatan ini adalah membekali CPNS tersebut dengan pengetahuan agar dapat memahami perannya sebagai pelayan publik yang baik. Dalam rangka untuk melengkapi modul-modul Diklat Prajabatan yang ada, maka LAN telah menyempurnakan beberapa substansi yang dianggap sudah tidak relevan diganti dengan konten yang lebih relevan dengan tetap memperhatikan Undang-Undang ASN sebagai acuan. Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada editor yang telah menyesuaikan isi modul ini. Dan kepada Widyaiswara, pengelola, dan peserta Diklat, kami harap dapat memanfaatkan modul ini sebaik-baiknya. Jakarta, September 2014 KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA, ttd AGUS DWIYANTO
  • 4.
    DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...........................................................................iii DAFTAR ISI... ........................................................................................v BAB I PENDAHULUAN... ............................................................1 A. Latar Belakang............................................................ 1 B. Deskripsi Singkat........................................................ 3 C. Tujuan Pembelajaran .....................................................4 D. Pokok Bahasan ........................................................... 5 E. Fasilitas/Media............................................................ 5 BAB II MENGENAL DIRI DAN MENGENAL ORANG LAIN .........................................................................6 A. Simulasi dan Latihan .....................................................6 B. Naskah Pegangan...................................................... 19 BAB III SOSOK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) ... .................25 A. Simulasi dan Latihan ...................................................25 B. Naskah Pegangan...................................................... 47 BAB IV PROSES PEMBELAJARAN DALAM DINAMIKA KELOMPOK ...............................58 A. Belajar Dengan Mengerjakan .....................................58 B. Penilaian Kegiatan Dinamika Kelompok ...................61 v
  • 5.
    BAB V PENUTUP... ....................................................................... 67 A. Rangkuman ................................................................. 67 B. Tindak Lanjut Pengembangan .................................... 68 vi
  • 6.
    BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Peter Kline, penulis buku The Everyday Genius, sebagaimana dikutip oleh Dryden dan Vos dalam bukunya The Learning Revolution, menyatakan bahwa "Learning is most effective when it's FUN". Menyenangkan berarti seluruh komponen fisik dan non-fisik kita bebas dari tekanan. Menyenangkan berarti kita berada dalam keadaan yang amat relaks, tidak ada sama sekali ketegangan yang mengancam diri kita di sudut-sudut terkecil dalam diri nonfisik dan fisik kita. Menyenangkan juga berarti diri kita berada dalam keadaan yang benar-benar lepas dan bebas. Suasana santai dan menyenangkan ini merupakan suasana yang kondusif untuk terjadinya interaksi antar peserta Diklat dan antara peserta dengan lingkungannya. Karena itu, pada awal program Diklat, perlu dilakukan kegiatan Dinamika Kelompok yaitu suatu kegiatan yang dapat mencairkan suasana "asing" pada saat para peserta memasuki "kelompok baru". Apabila para peserta sudah merasa "familiar", maka akan terjalin suasana belajar yang menyenangkan. 1
  • 7.
    2 Dinamika Kelompok PesertaDiklat harus disiapkan secara fisik dan mental emosional. Hal ini akan dapat dicapai apabila mereka sudah mengenal dengan baik teman seangkatannya, dengan siapa mereka akan bekerjasama. Siapa sebenarnya dirinya dan siapa orang lain yang ada di luar dirinya. Siapa yang jadi panitia dan siapa yang akan jadi widyaiswara yang akan membimbing mereka selama Diklat berlangsung. Bagaimana aturan main dalam bekerjasama, bagaimana seharusnya berperilaku dan bagaimana bentuk artikulasi program yang akan dihadapi selama Diklat. Dinamika Kelompok menyiapkan peserta agar dapat saling percaya mempercayai dengan yang lain (trust), memiliki sikap keterbukaan (openness), memiliki rasa tanggung jawab (responsibility) dan merasa bahwa dirinya bagian integrasi dari yang lainnya (interdependency). Ini semua dapat disiapkan melalui Dinamika Kelompok. Tingkat kesiapan peserta untuk memulai proses pembelajaran sangat ditentukan oleh Dinamika Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan program Diklat secara keseluruhan. Dengan Dinamika Kelompok, diharapkan hubungan antar peserta akrab, hubungan antara peserta dengan panitia dan widyaiswara terbina dengan baik. Situasi semacam ini merupakan syarat mutlak bagi terciptanya proses pembelajaran yang kondusif. Dan setelah Diklat selesai peserta diharapkan Modul Diklat Prajabatan 3 dapat menerapkan hal semacam ini dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang mampu menciptakan suasana yang kondusif dan bekerjasama secara efektif dalam menyelesaikan tugas-tugas organisasi secara lebih baik. Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki disiplin, komitmen dan integritas moral serta tanggung jawab profesi yang beretos kerja tinggi. Melalui mata Diklat ini peserta Diklat Prajabatan golongan III diajak untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, memiliki komitmen dan integritas moral seorang PNS yang beretos kerja tinggi, membekali mereka tentang bagaimana membina kerjasama dalam kelompok, pemimpin dan komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan dengan tepat, mengendalikan diri, berdisiplin dan, bertanggung jawab. B. Deskripsi Singkat Mata Diklat Dinamika Kelompok dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap calon PNS agar menjadi PNS yang memiliki disiplin, komitmen dan integritas moral serta tanggung jawab profesi yang beretos kerja tinggi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah singkat, diskusi kelompok, bermain peran, kerja individu, praktik dan simulasi.
  • 8.
    4 Dinamika Kelompok Dalammodul ini dimuat beberapa simulasi, permainan dan latihan yang dalam proses pembelajarannya peserta akan dipandu oleh widyaiswara. Disamping itu juga berisi naskah pegangan yang merupakan bahan bacaan yang terkait dengan pokok bahasan. Pada bab IV dikemukakan proses belajar melalui pengalaman (Experiential Learning Cycle) yang merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran serta penilaian dalam Dinamika Kelompok. C. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Setelah pembelajaran selesai peserta diharapkan memiliki disiplin, komitmen dan integritas moral serta tanggung jawab profesi sebagai PNS yang beretos kerja tinggi. 2. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai pembelajaran, peserta dapat: a. Mengenal diri dan mengenal orang lain dengan lebih baik; b. Mengidentifikasi citra diri sebagai PNS; c. Mentaati disiplin sebagai PNS; d. Mempertunjukkan integritas moral sebagai PNS; e. Mempertunjukkan etos kerja sebagai PNS. Modul Diklat Prajabatan 5 D. Pokok Bahasan 1. Mengenal Diri dan Orang Lain; 2. Citra Diri PNS; 3. Disiplin PNS; 4. Integritas Moral PNS; 5. Etos Kerja sebagai PNS. E. Fasilitas/Media Fasilitas dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran dinamika kelompok antara lain adalah: 1. Ruangan yang cukup luas untuk peserta dapat bergerak dan berpindah serta melakukan diskusi-diskusi kelompok (se- suaikan dengan jumlah peserta). Makin banyak peserta, diperlukan ruangan yang makin luas. Ruangan tidak perlu menggunakan meja, dan kursi hendaknya dapat diatur dengan bentuk U atau melingkar; 2. Dinding peraga; 3. Papan tulis + marker (spidol) dan penghapus papan; 4. Flip Chart dan kertas HVS; 5. Map, lakban/selotip, lem; 6. Instrumen-instrumen terpilih sesuai simulasi yang akan dimainkan; 7. Naskah pegangan peserta (modul peserta).
  • 9.
    BAB II MENGENAL DIRIDAN MENGENAL ORANG LAIN Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat mengenal diri dan mengenal orang lain dengan lebih baik. Bab II ini terdiri dari dua sub bab yaitu sub bab pertama merupakan proses pembelajaran yang akan dipandu oleh widyaiswara yang berupa beberapa simulasi, game atau latihan yang terkait dengan pokok bahasan. Simulasi, game atau latihan tersebut dapat dipilih oleh widyaiswara disesuaikan dengan tujuan, jumlah peserta dan tempat serta waktu. Pada sub bab kedua yaitu naskah pegangan yang merupakan bahan bacaan untuk pengayaan dari apa yang telah diperoleh peserta dalam refleksi, yang berisi konsep, teori dan prinsip-prinsip yang berlaku. A. Simulasi dan Latihan 1. Pencairan Kelas a. Judul PELEBURAN DIRI Tujuan Mendorong terjadinya interaksi yang intensif, membuat peserta merasa rileks & tidak kaku. Waktu 15 - 20 menit. 6 Modul Diklat Prajabatan 7 Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup luas untuk bergerak bagi sejumlah peserta. Proses Kegiatan  Mulailah kegiatan ini dengan meminta peserta untuk berdiri melingkar, kemudian berjalanlah pelan-pelan.  Berpencarlah dan lihatlah ke lantai dengan penuh konsentrasi.  Coba bayangkan bahwa sekarang Saudara adalah orang lanjut usia (kira-kira 70 tahun). Saudara boleh memandang ke segala arah dan jika Saudara bertemu dengan orang tua yang lain, saudara boleh memberi salam dengan menganggukkan kepala saja. Setelah beberapa lama (+ 1 menit) peserta diminta berhenti dan memandang ke lantai.  Sekarang lambat laun kalian menjadi lebih muda, berumur 60 tahun dan lebih segar dari yang tadi. Berkelilinglah dan bila betemu dengan orang lain, berilah salam dengan berjabatan tangan. Berilah waktu lebih kurang satu menit. Kemudian berhenti dan memandang ke lantai.  Sekarang Saudara menjadi lebih muda lagi, kira-kira berumur 50 tahun. Saudara bertemu dengan orang lain dan berilah salam kepada yang lain dengan melambaikan kedua tangan. Berilah waktu lebih
  • 10.
    8 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 9 kurang satu menit. Kemudian berhenti dan b. Judul NAMA PANGGILAN memandang ke lantai. Tujuan Memecah kebekuan antara  Sekarang Saudara menjadi lebih muda, berumur 40 peserta dan widyaiswara dan tahun yang penuh semangat dan segar bugar. Bila sesama peserta. bertemu dengan teman-teman saudara, tepuk- Waktu 15 - 20 menit. tepuklah pundaknya. Bergeraklah selama lebih Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup luas untuk kurang satu menit. Setelah itu berhentilah dan membuat barisan berbanjar. menghadap ke lantai. Proses Kegiatan  Sekarang Saudara menjadi lebih muda, gesit dan  Bagi peserta menjadi beberapa kelompok yang terdiri segar berumur sekitar 25 tahun. Berjalanlah dengan dari 8-10 orang setiap kelompok, dengan cara cepat ke segala arah, sentuhlah teman Saudara sekilas berhitung (sesuai jumlah kelompok yang akan dan usahakan jangan sampai disentuh orang lain. dibentuk); Lakukan hal ini sekitar satu menit. Kemudian tiba-  Minta peserta berdiri sesuai urutan abjad awal nama tiba Saudara menjadi belasan tahun, sehat dan kuat. panggilannya (misalnya Ali, Dedi, Endang, Ratih Larilah semau kalian dengan cepat-cepat, dan dstnya sampai dengan Zainuddin); semakin cepat. Hindari tabrakan dengan teman lain  Widyaiswara akan menyebut satu kata, misalnya dan usahakan pegang pundaknya tapi kalian jangan bunga, binatang atau benda-benda alam, maka orang- sampai kepegang. Berilah aba-aba berhenti pada saat orang yang huruf awal nama panggilannya ada dalam kecepatan lari sampai pada puncaknya. Selanjutnya kata tersebut harus mengucapkan kata bermakna proses simulasi tersebut ke arah tujuan pembelajaran. dimulai dengan huruf awal nama panggilannya. Tanyakan bagaimana perasaan mereka sekarang, dan Contoh: Kalau Widyaiswara menyebutkan Mawar, pada usia berapa perasaannya paling senang. maka orang-orang yang nama awalnya adalah A (Anti, Anto, Ali, Ahidin, Ana dstnya) harus meneriakkan satu kata bermakna dibelakang
  • 11.
    10 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 11 namanya, misalnya Anti-Angka, Anto-Anak, Ali- Proses Kegiatan Alasan, dan seterusnya. Begitu juga dengan M  Buka acara dengan salam. Jelaskan pada peserta (Mansur, Maman, Maria atau Maulana) harus me- bahwa keberhasilan Diklat sangat ditentukan oleh neriakkan satu kata bermakna misalnya Mansur- persamaan, peran serta dan spontanitas. Persamaan Mandat, Maman-malang, Maria-mawar, Maulana dalam arti bahwa semua orang (peserta, widyaiswara Mahkamah dan seterusnya; dan panitia penyelenggara) selama Diklat memiliki  Widyaiswara bebas menunjuk kelompok mana yang kedudukan yang sama. Artinya tidak ada perbedaan dikehendaki terlebih dahulu untuk menyebutkan status, usia, sosial, pendidikan dan latar belakang nama panggilannya. Penyebutan harus dilakukan keluarga. Sebagai konsekuensinya adalah setiap dengan cepat. Bila kelompok tersebut menyebut orang harus mau memperlakukan dan diperlakukan nama tidak berurutan abjad, maka bagi kelompok sama sederajat. Peran serta, setiap peserta harus mau yang salah mendapat tugas untuk menghibur berperan aktif dalam proses pembelajaran. temannya dengan bernyanyi, berjoget atau tugas Keterlibatan bukan hanya dari aspek fisik tetapi juga lain yang disepakati begitu seterusnya sampai dari aspek pikiran dan perasaan. Spontanitas adalah setiap orang mempunyai nama panggilan tambahan. sikap dan perilaku yang menampilkan keberadaan  Proses (refleksi) ke arah tujuan pembelajaran. diri sendiri menurut apa adanya (tidak dibuat-buat), c. Judul LEMPAR BOLA tanggap, sigap, teliti, kritis dan terbuka (siap dan Tujuan Memecah kebekuan antar sedia memberi dan menerima umpan balik). peserta dan antara peserta  Tanyakan pada peserta tentang kesediaannya dan dengan widyaiswara. adakan uji coba dengan cara: Waktu 15 - 20 menit.  Ajak peserta berdiri melingkar bergandengan Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup luas untuk tangan satu sama lain. Widyaiswara melempar membuat lingkaran dan bola bola ke atas dan pada waktu bola diatas peserta plastik. mengayunkan gandengan tangannya sambil
  • 12.
    12 Dinamika Kelompok bergumamheeeem...  Pada waktu bola sudah ditangkap kembali oleh widyaiswara peserta mengatakan "uenak teenan ".  Setelah beberapa kali hal tersebut di atas dilakukan, tanyakan pada peserta apakah mereka sudah saling mengenal? Bila sudah, cek sejauh mana mereka mengenal temannya, misalnya tanyakan apakah mereka sudah mengetahui tanggal lahir atau hobby salah seorang diantara mereka. Bila belum saling mengenal, maka kegiatan selanjutnya tawarkan pada mereka untuk saling mengenal lebih baik satu dengan lainnya. Untuk itu, silahkan memilih salah satu instrumen atau simulasi perkenalan. Modul Diklat Prajabatan 13 kuarto/folio). Lipat menjadi 2 (dua) bagian berdasarkan panjangnya.  Pada salah satu bagian (atas) kertas minta peserta menggambar wajahnya masing-masing. Pada lipatan bagian bawah buat garis tengah memanjang ke bawah. Pada masing-masing bagian tulislah perilaku- perilaku positif dan negatif dari diri Saudara. Inilah wajahku.  Akhirnya tanyakan perasaan mereka setelah melakukan kegiatan simulasi tadi. 2. Mengenal Diri a. Judul MENGGAMBAR WAJAH Tujuan Mengenal diri dengan lebih baik. Waktu 25 - 30 menit. Sarana/Prasarana Kertas ukuran folio/kwarto Perilaku Positif (+) 1. Bertanggungjawab; 2. Pandai; 3. Terbuka; 4. Mudah bergaul; 5. Pekerja Keras.  Setelah itu proses ke Perilaku Negatif (-) 1. Suka menunda- nunda kerja; 2. Keras kepala; 3. Cerewet; 4. Boros; 5. Malas olahraga. arah tujuan pembelajaran. sejumlah peserta. Kaitkan juga dengan manfaat mengenal diri, Proses Kegiatan mengenal kelebihan-kelebihan diri agar dapat  Bagikan kepada peserta selembar kertas (ukuran dioptimalkan dan mengenal kelemahan-kelemahan
  • 13.
    14 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 15 diri agar dapat diminimalisir. bahwa mereka belum mengenal diri mereka secara b. Judul BINTANG lebih baik. Tujuan Mengenal diri secara lebih baik.  Peserta dikelompokkan 3 s.d 4 kelompok dengan Waktu 30 - 45 menit. anggota maksimal 10 orang (mempertimbangkan Sarana/Prasarana Lembar kerja - 1 (bintang) waktu yang tersedia) Selanjutnya gambar tersebut sebanyak peserta dan krayon. ditempelkan dan diungkapkan maknanya pada Proses Kegiatan peserta lain. Peserta lain menyimak dan tidak boleh  Bagikan masing-masing peserta lembar kerja-1 membantah, hanya boleh minta klarifikasi. (bintang). Tulislah nama panggilan saudara pada 3. Mengenal Orang Lain kotak yang ada di tengah-tengah bintang. a.  Berikutnya pada masing-masing sudut bintang tersebut, tulislah secara berturut mulai sudut pertama sampai dengan sudut ke lima: 2 tokoh idola saya (boleh tokoh nasional, internasional atau keluarga terdekat kita seperti ayah atau ibu), dua keberhasilan saya belum lama ini, dua kegagalan saya belum lama ini, tiga kata yang menggambarkan diri saya dan dua cita-cita saya.  Setelah selesai, beri kesempatan peserta memberi warna pada bintang mereka masing-masing (gunakan crayon). Proses ke arah tujuan pembelajaran. Tanyakan apakah mudah bagi mereka untuk mengisi lembar kerja-1 tersebut. Kalau sulit, itu merupakan indikator Judul MENYUSUN PERIBAHASA/ COUPLET Tujuan Peserta saling mengenal dengan lebih baik, sehingga terjadi interaksi yang intensif, komunikasi dan kerjasama yang efektif. Waktu 45 - 60 menit. Sarana/Prasarana Kartu-kartu berisi potongan peribahasa. Ukuran kartu 5 x 6 cm dari kertas manila. Proses Kegiatan  Mulailah kegiatan ini dengan menjelaskan apa yang akan dilakukan peserta. Peserta dibagikan masing- masing selembar kartu yang berisi sepotong
  • 14.
    16 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 17 peribahasa (bisa peribahasa dalam bahasa Indonesia atau 4 orang nama teman disebelah kiri atau sebelah atau bahasa Inggris). kanannya. Proses atau refleksi kegiatan tersebut  Peserta diminta mencari potongan lain dari dengan menggunakan ELC. peribahasa tersebut sehingga membentuk satu b. Judul BULAN KELAHIRAN peribahasa yang lengkap dan bermakna. Tujuan Mendorong terjadinya interaksi  Selanjutnya masing-masing pasangan saling yang intensif, membuat peserta berkenalan. Setelah pasangan tersebut berkenalan rileks. secara lebih intensif, pasangan tersebut diminta Waktu 45 - 60 menit. melanjutkan perkenalan secara berkelompok dengan Sarana/Prasarana Ruangan yang cukup lebar pasangan-pasangan lain yang terdiri dari 3 atau 4 untuk dapat berpindah atau pasangan. Dalam perkenalan tersebut dapat bergerak. dikemukakan mengenai nama, latar belakang Proses Kegiatan pendidikan, status, hobby dan lain-lain yang  Minta kepada peserta untuk berkeliling menemukan dianggap perlu. Dari perkenalan dalam kelompok orang yang bulan kelahirannya sama. Setelah itu tersebut, mereka diminta untuk menunjuk salah buatlah kelompok bulan Januari, Pebruari s.d bulan seorang perwakilan yang akan memperkenalkan Desember. mereka dikelompok besar (pleno). Kalau pesertanya  Dalam kelompok minta peserta untuk saling tidak terlalu banyak, masing-masing pasangan mengenal nama, latar belakang pendidikan, hobby, langsung saja memperkenalkan pasangannya dikelas kelebihan dan kekurangan masing-masing. besar (pleno).  Setelah kegiatan tersebut selesai, salah seorang  Setelah kegiatan tersebut selesai dapat dilanjutkan anggota mewakili kelompok menyampaikan hasilnya dengan simulasi "Zip - Zap" agar lebih mengingat pada kelompok besar (pleno). nama-nama orang yang telah memperkenalkan diri  Untuk lebih mengingat nama-nama peserta yang lain, atau dapat saja setiap peserta diminta menyebut 3 boleh dilanjutkan dengan melakukan simulasi "Zip-
  • 15.
    18 Dinamika Kelompok Zap"atau menyebut nama 3 - 4 orang teman di sebelahnya.  Proses atau refleksi kegiatan ini ke arah tujuan pembelajaran. c. Judul SIAPA DIA Tujuan Mendorong terjadinya interaksi yang intensif, membuat peserta rileks, terbuka dalam komunikasi. Waktu 45 - 60 menit. Sarana/Prasarana Ruang Kelas yang cukup besar. Proses Kegiatan  Mulailah kegiatan ini dengan meminta peserta untuk berdiri dan mencari peserta lain untuk diajak ngobrol. Berusahalah mendapatkan informasi tentang orang yang diajak ngobrol tersebut dan juga membuka diri tentang siapa dirinya sebenarnya terhadap peserta lain yang menanyakan hal tersebut. Setiap peserta diberi waktu 5 menit untuk menyampaikan atau menanyakan mengenai peserta lain.  Setelah 5 menit berlalu, widyaiswara memberi aba- aba tanda waktu ngobrol dengan orang tersebut habis dan segera cari orang lain. Setelah 30 menit berlalu, Widyaiswara meminta masing-masing orang Modul Diklat Prajabatan 19 menyebutkan secara sekilas nama teman yang berhasil dikenalnya dan sampaikan kepada pleno. Kalau dapat diungkapkan juga mengenai hal-hal menonjol (kelebihan atau kekurangan) yang dimiliki orang bersangkutan.  Akhiri sesi ini dengan merefleksi ke arah tujuan pembelajaran. Variasi : Pada saat peserta mencari peserta lain, bisa menggunakan potongan gambar hewan atau tanaman. (potongan sesuai dengan jumlah peserta yang ditemukan oleh setiap peserta). B. Naskah Pegangan Dalam suatu kelompok dimana anggotanya baru untuk pertama kalinya bertemu dan belum saling mengenal satu sama lain, pikiran mereka akan terpusat pada pertanyaan-pertanyaan berikut. Siapakah orang lain disini? Apakah mereka dapat dipercaya? Dari manakah mereka? Siapa namanya? Datang dari mana? Berapa umurnya? Dan berbagai pertanyaan akan berkecamuk dalam pikiran mereka. Proses ini biasanya menyerap tenaga peserta, yang akan berpengaruh dalam proses pembelajaran dan kerjasama diantara peserta. Setiap kali kita bertemu dengan orang yang baru kita kenal, maka kesan pertama kita akan orang tersebut banyak
  • 16.
    20 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 21 dipengaruhi oleh penampilan, cara ia berbicara, tertawa, Kuncinya adalah membangun ikatan emosional dengan berpakaian dan sebagainya. Biasanya kesannya bisa positif dan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan bisa negatif atas orang lain. Dan itu berpengaruh terhadap sikap dan menyingkirkan segala macam ancaman. Proses belajar dan pandangan kita terhadap yang bersangkutan. Oleh karena dapat diibaratkan sebuah mobil, akan dapat melaju dengan itu, diperlukan beberapa waktu untuk membuktikan apakah semua silinder, jika dimulai dari gigi pertama kesan atau pandangan kita itu benar. Semakin baik peserta (menyingkirkan ancaman) dan berusaha masuk ke kondisi saling mengenal, semakin kompak mereka dan semakin efektif HOTS (Quantum Teaching, Bobby DePorter dkk). (Higher proses kerja sama dan proses pembelajaran yang terjadi. Adapun Order Thinking Skills (HOTS)) atau Ketrampilan Berpikir langkah-langkah dalam membina kekompakan tersebut agar Orde lebih tinggi. Ini tidak akan dapat dicapai dalam suasana peserta siap untuk memulai proses pembelajaran, sebagai penuh tekanan fisik dan emosional, karena ketika otak berikut: menerima ancaman atau tekanan, kapasitas saraf untuk 1. Pencairan Kelas berpikir rasional mengecil. "Otak dibajak secara emosional", Kegiatan awal yang perlu dilakukan adalah pencairan kelas (Goleman, 1995) menjadi mode bertempur atau kabur dan atau "bina suasana". Kegiatan dimaksudkan untuk beroperasi pada tingkat bertahan hidup. Oleh karena itu, bina mempersiapkan peserta memulai pelajaran. Disini suasana atau pencairan kelas adalah sesuatu yang mutlak dimaksudkan untuk mencairkan suasana agar hubungan antar diperlukan agar proses pembelajaran berjalan secara efektif. peserta dan antara peserta dengan fasilitator terbina dengan 2. Pengenalan Diri baik, sehingga siap untuk belajar. Dengan bina suasana ini Manusia adalah mahluk individu dan mahluk yang berke- dimaksudkan untuk menciptakan suasana aman dan penuh Tuhanan, yang memiliki akal dan perasaan. Manusia akan kepercayaan diantara peserta dan widyaiswara. Dengan dapat melakukan hal-hal yang luar biasa, yang baik dan merasa senang, bebas dari tekanan fisik maupun mental bermanfaat bagi orang lain apabila memahami potensi- emosional, memungkinkan peserta belajar lebih efektif dan potensi yang dimilikinya jika terus menerus belajar dengan menyerap serta mengingat sejumlah besar materi dengan mendayagunakan kapasitas berpikir dan merasakan secara baik. Mengapa demikian? Karena dalam keadaan seperti ini, optimal. peserta bisa memanfaatkan potensinya secara optimal.
  • 17.
    22 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 23 Agar dapat mengembangkan diri, setiap orang hendaknya masyarakat komunitasnya. Oleh karena itu, agar manusia mengenal dirinya dengan baik, mengenal potensi-potensi diterima dengan baik oleh kelompoknya, maka ia harus yang dimilikinya, baik potensi yang positif maupun potensi menjadi manusia yang berguna, yang menyenangkan dan yang negatif. Dengan mengetahui potensi yang positif akan dapat diajak bekerjasama. diketahui apa yang harus dikembangkan atau dioptimalkan Kerjasama yang efektif dan kelompok yang sinergis akan dan yang negatif akan dihilangkan atau paling tidak terbentuk kalau masing-masing anggota kelompok saling dikurangi. Dengan mengenal diri secara lebih baik, peserta mengenal dengan baik. Saling memahami apa kelebihan- dapat memahami dengan jelas apa faktor-faktor yang kelebihan yang dimiliki dan apa kekurangan-kekurangan menunjang keberhasilan-keberhasilan dan faktor-faktor yang anggota kelompok. Kelompok ini akan sinergis, kalau di menyebabkan kegagalan-kegagalan yang pernah dialami. antara masing-masing anggota kelompok dapat menerima Dengan mengenal dirinya secara lebih baik peserta anggota kelompok lainnya dengan segala kelebihan dan mengetahui apa yang ingin dicapai atau dicita-citakan, segala kekurangan serta kommit untuk melaksanakan sesuatu sehingga dapat menetapkan tujuan hidupnya secara lebih sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada. Kelompok reatistis. Penetapan tujuan ini akan mendorong atau akan efektif bahkan sinergis kalau diantara masing-masing memotivasi seseorang berbuat lebih baik lagi. Dengan anggotanya ada saling mempercayai satu dengan lainnya jelasnya tujuan yang ingin dicapai seseorang akan jelas (trust). Memiliki sikap keterbukaan (opennes), memiliki rasa hendak melangkah kemana. Tanpa tujuan yang jelas, tanggung jawab (responsibility) dan merasa bahwa dirinya seseorang juga tidak akan jelas akan melangkah kemana. bagian integrasi dari yang lainnya (interdependency). Ini Bagaimana dengan Saudara peserta prajabatan? akan dapat dicapai kalau sesama anggota kelompok saling 3. Mengenal Orang lain mengenal dengan baik. Oleh karena itulah ada upaya yang Selain sebagai mahluk individu dan mahluk berke-Tuhanan, perlu dilakukan untuk mengenal orang lain agar kita bisa manusia juga adalah mahluk sosial. Manusia hidup memahami orang lain dengan lebih baik. Stephen R Covey berkelompok dan membentuk komunitasnya. Manusia hidup dalam bukunya "The Seven Habits of Highly Effective saling memerlukan dan saling tergantung satu sama lain. People” mengatakan bahwa " berusahalah mengerti orang Manusia akan merana jika dikucilkan atau dijauhi oleh
  • 18.
    24 Dinamika Kelompok lainterlebih dahulu, baru berharap kita bisa dimengerti orang lain". BAB III SOSOK PEGAWAI NEGERI SIPIL ( PNS) Setelah kegiatan pembelajaran ini, peserta dapat mengenal sosok PNS dengan mengidentifikasi citra diri, mentaati disiplin, mempertunjukkan integritas moral dan etos kerja sebagai PNS. A. Simulasi dan Latihan Dalam proses pembelajaran ini, Saudara akan dipandu oleh Widyaiswara yang sudah dilatih dan berpengalaman dalam memandu pembelajaran dinamika kelompok. Berikut ini, dikemukakan beberapa simulasi, latihan dan game yang terkait dengan pokok bahasan. 1. Citra Diri PNS PNS d. Judul CITRA DIRI PNS Tujuan Mengekspresikan persepsi awal peserta tentang citra diri seorang 25
  • 19.
    26 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 27 PNS dan merumuskan peranan menempelkan gambarnya masing-masing pada seorang PNS. dinding kelas. Waktu 90 menit. 4) Bagikan seluruh peserta dalam beberapa kelompok Sarana/Prasarana Spidol kecil sejumlah peserta, kecil (9-10) orang. Setiap orang dalam flipchart 5 lembar, kertas HVS kelompoknya secara bergiliran mempresentasikan sejumlah peserta, lakban . arti gambar mereka. Tegaskan bahwa setiap orang Proses Kegiatan tidak boleh menyanggah, melainkan hanya boleh 1) Jelaskan secara singkat tentang tujuan dan materi melakukan klarifikasi terhadap penjelasan pokok kegiatan ini. rekannya. Tugas mereka hanya mencatat pokok- 2) Ajukan pertanyaan: Apa dan siapa sesungguhnya pokok penjelasan arti gambar rekannya tersebut. Pegawai Negeri Sipil itu? Tak perlu menunggu Setelah semua anggota kelompok selesai, semua jawaban; jelaskan bahwa setiap peserta harus catatan tersebut digabungkan menjadi suatu daftar menjawab pertanyaan ini dalam bentuk gambar. tentang citra diri PNS menurut kelompok tersebut. Lalu langsung bagikan spidol kecil kepada setiap 5) Setiap kelompok mempresentasikan daftar mereka peserta. Tegaskan bahwa yang diminta adalah dengan singkat padat. Catat di papan tulis semua gambar, bukan rumusan kata-kata. Bukankah hasil perumusan dari setiap kelompok. gambar itu bisa berbicara lebih banyak 6) Ajak seluruh peserta untuk melakukan klarifikasi dibandingkan dengan kata-kata. Gambar tersebut terhadap seluruh rumusan tersebut. Rumusan yang hendaknya menggambarkan secara lengkap citra sama disatukan. Rumusan yang tidak jelas minta diri seorang PNS menurut persepsi setiap peserta diperjelas lagi oleh kelompok yang bersangkutan. pada saat itu. Misalnya jika PNS itu dianggapnya Rumusan yang dianggap tidak relevan dihapus saja. sebagai seorang yang berani dan berwibawa Arahkan rumusan citra diri seorang PNS adalah: bagaikan seekor singa, maka gambarlah seekor  Percaya diri; singa si raja hutan (waktu 10 menit).  Rendah hati; 3) Setelah semua selesai, minta setiap peserta
  • 20.
    28 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 29  Sopan santun; tugas seorang PNS.  Bertanggungjawab; 9) Salin rumusan akhir ini pada kertas plano dan  Disiplin; tempelkan di dinding, lalu tutup sesi ini.  Memiliki integritas moral dan  Etos kerja tinggi. e. 7) Berdasarkan rumusan-rumusan tersebut minta setiap kelompok untuk mendiskusikan dan merumuskan: "apa peran seorang PNS". Tegaskan bahwa rumusan harus jelas dan terperinci. Dalam diskusi kelompok widyaiswara memandu bila jawaban kurang terarah. Jawaban antara lain mengarah pada  Sebagai seorang pelayan;  Abdi masyarakat;  Pengayom;  Fasilitator;  Penggerak;  Dinamisator;  Motivator;  Dan sebagainya 8) Tiap kelompok mempresentasikan rumusannya. Kelompok lain boleh menyanggah dan menyem- purnakan, sehingga akhirnya diperoleh suatu daftar lengkap dan terperinci tentang fungsi/peran atau Judul CITRA DIRI PNS Tujuan Mengetahui persepsi awal peserta (Calon PNS) tentang citra diri seorang PNS. Waktu 60 - 75 menit. Sarana/Prasarana Potongan kertas kuarto (dipo- tong 4 sejumlah peserta), flipchart dan marker (sejumlah kelompok). Proses Kegiatan  Mulailah dengan mengajukan pertanyaan, apakah Saudara betul-betul ingin menjadi PNS? Setelah mendapat jawaban tentang kesediaan menjadi PNS dari peserta, lanjutkan pertanyaan dengan apakah mereka mengenal dan mengetahui siapa PNS, bagaimana etika dan apa norma-norma yang harus dipegang oleh seorang PNS. Pertanyaan ini tak perlu jawaban langsung tapi ditulis di kertas. Widyaiswara segera membagikan sepotong kertas ukuran kuarto yang sudah dipotong 4 minta peserta menjawab
  • 21.
    30 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 31 pertanyaan tersebut dengan sebuah kata. Waktu 45 - 60 menit.  Setelah semua selesai, bagi peserta kedalam Sarana/Prasarana Kertas manila yang dipotong kelompok beranggotakan 7-8 orang (pembagian potong seperti bunga, buah, kelompok ini tidak terlalu kaku. sesuaikan dengan daun, batang atau akar, flip- jumlah peserta dan waktu yang tersedia). chart sejumlah kelompok, selotif  Bagikan pada setiap kelompok masing-masing atau lem. selembar flipchart dan rumuskan jawaban kelompok. Proses Kegiatan  Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil ru-  Bagi kelas menjadi kelompok (masing-masing 10 - musan masing-masing kelompok. Kelompok lain 15 orang). menanggapi, menyanggah, bertanya dan menya-  Jelaskan pada peserta, bahwa setiap kelompok rankan penyempurnaan. diminta membuat sebuah pohon lengkap mulai dari  Ajak peserta mendiskusikan jawaban mereka dan akar, batang, daun, bunga dan buah. Pohon tersebut simpulkan jawaban kelas tentang persepsi peserta akan menggambarkan harapan-harapan Saudara mengenai "Citra Diri Seorang PNS". (lihat Naskah tentang seorang PNS yang ideal dan hal-hal yang Pegangan Peserta/NPP) dicemaskan kalau Saudara menjadi PNS. Variasi  Kepada kelompok diminta untuk memilih ketua, Pada tahapan menjawab secara individual dapat saja sekretaris dan penyaji. Setiap kelompok dibagikan dihilangkan dan langsung diminta mendiskusikan di masing-masing selembar kertas flipchart, spidol dan dalam kelompok. masing-masing peserta minimal 2 potong kertas manila (sesuai pilihan peserta, boleh daun, akar, f. Judul POHON HARAPAN bunga atau buah). Tujuan Mengetahui harapan dan kekha-  Pada flipchart peserta diminta membuat sebuah watiran peserta tentang diri se- sketsa pohon yang diharapkan. Selanjutnya masing- orang PNS. masing peserta menuliskan harapan-harapannya atau
  • 22.
    32 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 33 kecemasan-kecemasannya sebagai PNS pada buah, bunga, daun, batang atau akar pohon pada potongan kertas manila yang sudah dibagikan dan selanjutnya a. Judul HARTA KARUN tempel pada flipchart. Tujuan Membangkitkan semangat  Setelah pohon harapan atau kecemasan masing- bekerja anggota kelompok dan masing kelompok selesai, penyaji menyajikannya di terjadinya interaksi yang inten- kelompok besar. sif, membuat peserta rileks dan  Kelompok lain boleh meminta klarifikasi atas tidak kaku. Juga meningkatkan penyajian tiap kelompok, tapi tidak diperkenankan kedisiplinan peserta. untuk membantah atau menolak pendapat kelompok Waktu 45 - 60 menit. penyaji. Sarana/Prasarana ruangan yang cukup luas untuk  Fasilitator menuliskan butir-butir harapan dan peserta dapat bergerak dengan kecemasan masing-masing kelompok dan bebas, harta karun (dapat berupa menyimpulkan hasil kelas. Hasil akhir kelas berupa sebuah saputangan, buku atau harapan atau kecemasan peserta ditempelkan di kelas benda lainnya). selama Diklat berlangsung. Proses Kegiatan  Bagi kelas menjadi kelompok-kelompok (masing 2. Disiplin Diri PNS masing 10 - 15 orang). Dari setiap kelompok ditunjuk seorang penjaga harta karun, seorang pengawas dan lainnya anggota.  Penjaga harta karun bertugas untuk menjaga harta karun kelompoknya, yang berupa (bisa selembar saputangan yang dilebarkan di lantai, beberapa butir telur atau sebuah buku/benda lain) yang diletakkan
  • 23.
    34 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 35 dilantai. Harta karun tidak boleh disentuh oleh Sarana/Prasarana Satu buah amplop tertutup berisi penjaganya. potongan-potongan peribahasa  Anggota kelompok lain akan berusaha merebut harta atau kata mutiara. karun dan penjaga menjaga tanpa boleh menyentuh. Proses Kegiatan Seandainya dalam rangka merebut harta karun,  Bagi peserta dalam kelompok-kelompok berjumlah 8 anggota kelompok berhasil disentuh oleh penjaga, -10 orang tiap kelompok. Masing-masing kelompok maka anggota bersangkutan harus keluar dari memilih 1 anggotanya yang akan ditugaskan untuk simulasi. Pengawas mengawasi proses tersebut. mengambil harta karun yang terletak di daerah Pengawas bertindak selaku wasit. Hal ini dilakukan terlarang. Untuk sampai ke daerah tersebut, dipenuhi sampai harta karun berhasil direbut atau semua dengan rambu-rambu lalin yang melarang orang anggota kelompok bisa tersentuh. masuk. Dan satu orang anggota lainnya ditugaskan  Sebelum simulasi dimulai, widyaiswara memberikan menjadi polisi yang akan mencatat pelanggaran yang kesempatan kelompok mengatur strategi atau dilakukan oleh petugas tadi. petugasnya. Bagi kelompok yang berhasil menjaga  Daerah terlarang tersebut berupa lingkaran yang harta karun miliknya adalah kelompok yang amanah dibuat oleh anggota kelompok yang tersisa dalam dan inilah kelompok juara. Proses simulasi ini kearah bentuk lingkaran. Lingkaran tersebut merupakan tujuan pembelajaran atau pokok bahasan. batas daerah terlarang. Anggota yang bertugas mengambil harta karun berupaya menembus pagar b. Judul RAMBU-RAMBU LALIN pembatas yang dibuat. Pagar pembatas juga berusaha Tujuan Membuat suasana menjadi lebih menghambat masuknya petugas. Si petugas berusaha rileks dan meningkatkan disiplin supaya tidak kena atau melanggar. peserta.  Harta karunnya berupa kata-kata mutiara atau Waktu 45 - 60 menit. potongan peribahasa yang dituliskan dalam amplop tertutup (catatan: amplop ini bisa diteruskan dengan
  • 24.
    36 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 37 kolaborasi).  Dianggap merupakan pelanggaran kalau anggota a. Judul MENANGKAN SEBANYAK badan menyentuh pagar. Pagar hanya boleh MUNGKIN berpegang tangan. Dan pegangan tangannya hanya Tujuan Mempertunjukkan integritas boleh naik atau turun, sementara badan tidak boleh moral (etika, norma dan sistem bersentuhan. Jadi si petugas berusaha masuk melalui nilai) sebagai PNS. atas atau bawah. Pagar berdiri dalam keadaan kaki Waktu 90 - 120 menit. rapat (sikap siap sempurna), kecuali tangan yang Sarana/Prasarana Potongan-potongan kertas kecil, bebas naik turun. lembar kunci jawaban, spidol  Bagi kelompok yang pertama berhasil mengambil dan papan tulis atau flip-chart. harta karun adalah kelompok juara. Proses Kegiatan  Penilaian diberikan bagi yang pertama selesai nilai  Fasilitator mengungkapkan ilustrasi bahwa dalam 100, dan kelompok berikutnya dikurangi 10, kehidupan kita sehari-hari, kita selalu mengalami misalnya no. 2 selesai nilai 90 dstnya. Pelanggaran kalah dan menang. Dalam era globalisasi ini negara dari masing-masing anggota kelompok dikurangi 5. kita selalu dihadapkan pada persaingan yang semakin  Proses simulasi ini ke arah kedisiplinan mematuhi ketat dan tantangan yang semakin meningkat. Oleh perintah. karena itu fasilitator mengajak peserta untuk memasuki simulasi "menangkan sebanyak mungkin". 3. Integritas Moral PNS  Fasilitator membagi kelompok menjadi empat kelompok yang sama besar. Setiap kelompok diminta untuk mengambil tempat yang agak terpisah, sehingga diskusi masing-masing kelompok tidak terganggu oleh kelompok lain.  Jelaskan aturan mainnya, yaitu setiap kelompok
  • 25.
    38 Dinamika Kelompok dimintauntuk memilih X atau Y (salah satu saja). Kemudian serahkan kepada fasilitator untuk direkap. Aturan main seperti di lembar kunci nilai dan rekapitulasi nilai seperti lembar rekapitulasi. Pilihan setiap kelompok tidak boleh diketahui oleh kelompok lain.  Permainan dimulai dengan babak uji coba terlebih dahulu. Setelah semua kelompok paham tentang aturan main, baru dimulai dengan babak pertama yang nilainya akan direkap dalam lembar rekapitulasi.  Permainan diteruskan sampai 10 babak dan pada babak ke lima masing-masing kelompok akan mendapatkan nilai bonus sebanyak 3 kali nilai yang diperoleh pada babak tersebut. Pada babak ke delapan mendapat bonus nilai sebanyak 5 kali nilai yang di dapat pada babak tersebut, sedangkan pada babak ke 10 setiap kelompok akan diberi nilai bonus sebanyak 10 kali dari nilai yang di dapat pada babak tersebut. Pada ke tiga babak tersebut setiap kelompok diberi kesempatan untuk berunding mengenai pilihan huruf yang akan dipilih oleh masing-masing kelompok, apakah X atau Y.  Setelah selesai simulasi arahkan proses pada etika, Modul Diklat Prajabatan 39 norma dan sistem nilai yang dianut oleh PNS, antara lain sebagai berikut:  Beriman dan bertaqwa;  Dapat dipercaya/jujur;  Lebih mementingkan kepentingan umum atau bersama dari pada kepentingan pribadi;  Dapat menjadi teladan dan mempunyai toleransi tinggi;  Semangat kerja tinggi.  Mempunyai niat baik dalam bergaul dengan orang lain, dan sebagainya.  Tutup sesi ini dengan menekankan pada poin-poin betapa pentingnya etika, norma dan sistem nilai ini dipatuhi bukan saja kita sebagai seorang PNS tetapi juga sebagai anggota masyarakat. Lembar Nilai Kaitkan sesi ini dengan sesi etos kerja. PILIHAN NO KELOMP KETERANGAN PILIHAN HASIL OK 1. 4 X Masing-masing kalah Rp. 1.000,- 2. 3 X, 1 Y X Masing-masing kalah Rp. 1.000,- Y Kalah Rp. 3.000,- 3. 2 X, 2 Y X Masing-masing menang Rp. 2.000,- Y Masing-masing Kalah Rp. 2.000,-
  • 26.
    40 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 41 4. 1 X, 3 Y X Menang Rp. 3.000,- Proses Kegiatan Y masing-masing Kalah Rp. 1.000,- Kelas tetap dalam bentuk pleno atau kelas besar. Ambil 5. 4 Y BABA PILIHA K N 1. Masing-masing menang Rp. 1.000,- Lembar Rekapitulasi Nilai NILAI MASING-MASING KELOMPOK I II III Nilai Σ Nilai Σ Nilai Σ sejumlah batang korek api, bentuk gambar seperti di bawah ini (pada OHP). Atau tunjukkan gambarnya melalui komputer Anda. Tanyakan kepada peserta, apakah persamaan tersebut 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Σ Nilai Akhir b. Judul Tujuan Waktu Sarana/Prasarana Pandangan yang benar Mengubah paradigma seseorang dengan mencoba melihat dari sisi sebaliknya. 10 - 15 menit. Batang korek api atau gambar angka dengan batang korek api. benar? Kalau mereka bilang salah dan memang itu salah, minta kepada mereka untuk memperbaikinya, tetapi perbaikannya tidak boleh mengubah letak batang korek api. Beri waktu mereka berpikir. Kepada yang telah menemukan jawabannya, diminta untuk menjelaskan kepada temannya. Jawaban yang betul adalah bahwa persamaan itu betul kalau dilihat dari arah sebaliknya. Yaitu menjadi “X = I + IX”. Jadi perbaikan tidak akan mengubah letak batang korek api. Proses ke arah “perubahan paradigma” peserta, bahwa sesuatu yang menurut mereka salah, tetapi jika dilihat dari pandangan orang lain di sebaliknya ada kemungkinan benar. Oleh karena itu, segala sesuatu sebelum menyalahkan orang lain, cobalah ubah sudut pandang Anda. Lihatlah dari pihak mereka, siapa tahu
  • 27.
    42 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 43 bila Anda melihat dari sisi yang sama dengan mereka, potensi dirinya atau bisa juga berdasarkan pengamatan juga akan menemukan kebenarannya. widyaiswara selama proses pembelajaran berlangsung).  Kepada peserta yang lain, widyaiswara meminta 4. Etos Kerja PNS membayangkan (menghayalkan) apa yang akan dilakukan oleh peserta tadi dalam 5 (lima) tahun mendatang, Aku adalah bagaimana kehidupannya kalau seandainya dia meman- sang BIROKRAT faatkan semua keunggulan dirinya.  Widyaiswara memberi dorongan peserta lain menceritakan khayalan mereka secara spontan.  Setelah kelompok selesai menceritakan daya khayal mereka tentang si sasaran tadi, maka selanjutnya widyaiswara bertanya kepada si sasaran secara langsung mengenai: a. Judul SANG BIROKRAT Apakah cita-cita yang bersangkutan dalam 5 tahun Tujuan Menunjukkan etos kerja dengan yang akan datang? lebih baik. Ingin menjadi apa? Waktu 45 - 60 menit. Apa yang akan dilakukan! Sarana/Prasarana Bagaimana cara hidupnya dimasa depan? Proses Kegiatan Apa yang akan terjadi seandainya yang  Widyaiswara memilih beberapa orang peserta untuk bersangkutan memanfaatkan semua keunggulan- dijadikan sasaran (bisa sesuai dengan jumlah kelompok). keunggulan yang dimiliki? Widyaiswara mengemukakan keunggulan-keunggulan  Setelah itu lakukan pada beberapa peserta yang lain. yang dimiliki oleh peserta bersangkutan (berdasarkan apa  Proses kegiatan ini ke arah Etos Kerja PNS. yang ditulis yang bersangkutan pada saat mengidentifikasi
  • 28.
    44 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 45 b. Judul MENARA KOREK API komentar pada saat proses berlangsung. Pengamat hanya Tujuan Mengenal etika kerja dalam boleh mencatat hasil pengamatannya. Apa yang dilakukan kelompok. oleh peserta kelompok yang diamati. Ingat pengamat tidak Waktu 50 - 60 menit. boleh mengomentari, hanya mencatat. Sarana/Prasarana Botol kosong dan sekotak korek  Pengamat mencatat perilaku anggota kelompok yang api untuk masing-masing diamatinya. Widyaiswara juga mencatat waktu kelompok. pembangunan sarang burung masing-masing kelompok.  Setelah semua kelompok selesai membuat sarang burung, Proses Kegiatan widyaiswara meminta pengamat melaporkan hasil  Bagi kelas menjadi kelompok-kelompok beranggotakan 8 - pengamatannya. Berapa kali kelompok tersebut melakukan 10 orang. pelanggaran, sikap-sikap apa saja yang dilakukan oleh  Jelaskan aturan main, yaitu setiap kelompok diminta untuk masing-masing anggota kelompok. membuat menara korek api diatas botol dengan  Widyaiswara memproses simulasi ini ke arah pokok menggunakan batang korek api. Pada saat membuat bahasan yaitu etos kerja pegawai, misalnya etika kerja, menara, kelompok diminta berbaris kebelakang dan peserta saling mempercayai, disiplin, tanggungjawab, saling secara bergantian meletakkan sebatang korek api diatas menyalahkan dan sebagainya. botol. Hal ini dilakukan sampai batang korek api tersebut habis. Beri waktu pada kelompok untuk melakukan c. Judul MENARA MANUSIA persiapan selama ± 5 menit. Tujuan Meningkatkan etos kerja dengan  Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling kerjasama tim yang sinergis awal selesai dan berhasil membangun. Waktu 15 - 20 menit.  Dalam prosesnya setiap kelompok menunjuk salah seorang Sarana/Prasarana kertas yang memiliki lem pengamat. Tugas pengamat adalah mengamati proses perekat. kelompok lain. Pengamat tidak diperkenankan memberi Proses Kegiatan
  • 29.
    46 Dinamika Kelompok Bagikelas menjadi kelompok-kelompok beranggotakan 7 - 8 orang. Jelaskan aturan main, yaitu setiap orang dalam kelompok akan dibagikan masing-masing 1 (satu) lembar kertas yang ada lem/perekat dibelakangnya. Tulis nama mereka masing-masing di kertas tersebut. Setiap kelompok diminta untuk menempelkan kertas namanya tadi pada tempat yang setinggi-tingginya di tembok kelas. Namun sebelumnya, semua meja dan kursi disingkirkan dari pinggir tembok (sehingga mereka tidak bisa menggunakan alat tersebut untuk menempelkan kertasnya). Kelompok yang berhasil keluar sebagai juara adalah kelompok yang berhasil menempatkan/ menempelkan kertas namanya di tempat tertinggi dalam ruangan tersebut dan dengan menggunakan waktu terpendek. Beri waktu kelompok untuk berunding menyiapkan strategi (+ 3 menit). Waktu menempelkan paling lama 5 menit. Proses ke arah, etos kerja PNS. Bahwa hasil kerja optimal akan dicapai antara lain kalau mereka bisa membangun kerjasama dalam kelompok. Modul Diklat Prajabatan 47 B. Naskah Pegangan Citra Diri PNS dimata masyarakat umumnya negatif. Masyarakat menilai PNS adalah sosok pegawai yang korup (dengan gaji yang kecil, bisa memiliki kekayaan yang fantastis). Walaupun tidak semua seperti itu, tetapi beberapa gelintir dari mereka ternyata bisa membentuk citra yang demikian di mata masyarakat (peribahasa “nila setitik merusak susu sebelanga”). Hal demikian menyebabkan PNS adalah sebagai sosok yang sekaligus "dibenci tapi dirindukan". Dibenci karena sikap- sikapnya yang korup, tidak disiplin, etos kerja yang rendah dan lain sebagainya sikap-sikap yang negatif, tapi sekaligus juga dirindukan oleh sebagian orang (ini terbukti bahwa bila ada lowongan untuk menjadi PNS, ternyata peminat atau pendaftarnya "membludak'). Ini salah satu indikator bahwa PNS adalah sosok yang juga dirindukan. Walau gajinya kecil tetapi bisa memiliki kekayaan berlimpah. Ada anekdot yang mengatakan bahwa keajaiban dunia sekarang sudah bertambah satu dari tujuh menjadi delapan. Dan keajaiban yang kedelapan itu adalah PNS Indonesia. Walau gajinya kecil, tapi mampu memiliki istana yang megah dan harta kekayaan yang berlimpah. Dalam memberikan pelayanan kalau tidak dapat imbalan, tidak akan memberikan pelayanan yang memuaskan. Menggunakan konsep : Mengapa dipermudah kalau masih bisa dipersulit". Hal-hal yang demikian itulah yang membuat citra
  • 30.
    48 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 49 PNS semakin terpuruk. Sebagaimana dikemukakan di atas, masing. Mulailah dari diri kita, kemudian kelompok dan pada bahwa tidak semuanya demikian. Tidak sedikit PNS yang gilirannya organisasi pemerintah keseluruhan, sehingga cita-cita bersih, berwibawa, profesional, bertanggungjawab dan memiliki terwujudnya good governance akan tercapai. integritas pribadi yang kokoh: Tetapi pengaruh lingkungan sangat besar, sehingga ada anekdot lain yang dikemukakan : Secara umum penjabaran dari hal tersebut di atas antara lain bahwa sekarang korupsi di Indonesia sudah membudaya. Barang adalah melalui pembentukan disiplin, integritas moral dan etos siapa yang tidak mengikutinya berarti tidak berbudaya. Hal-hal kerja PNS, sebagai berikut : demikian itu semakin memperparah kondisi kita sekarang ini. 1. Disiplin PNS Pantaslah kalau hasil survey sebuah lembaga internasional Disiplin adalah kata yang sangat mudah diucapkan tetapi sulit menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke enam negara dilaksanakan, kalau tidak ada kemauan dan tekad yang terkorup di dunia pada tahun 2003. membara untuk mewujudkannya. Apa yang kita maksudkan Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara juga terpengaruh dengan disiplin? dengan budaya kerja negatif seperti itu? Penulis berharap bahwa Kata disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu "Discipline" kita dapat menerapkan "falsafah ikan". Walaupun hidup di air yang artinya training of the mind and character (pelatihan asin (laut), dia tidak akan menjadi asin, karena ikan itu hidup. pola pikir dan karakter) dan development and control of the Tetapi bila ikan itu mati, akan menjadi asin walau dikasih sedikit mind and character intended to produce obedience and garam. Demikian juga dengan manusia, kita tidak akan orderly behavior (upaya pengembangan dan pengendalian terpengaruh lingkungan yang negatif kalau hati kita tetap hidup. pola pikir dan karakter yang dimaksudkan untuk menciptakan Mudah-mudahan hati kita tetap hidup, sehingga kita tidak akan kepatuhan dan ketaatan kepada perilaku yang tertib dan terpengaruh lingkungan yang negatif. Apakah kita tidak teratur). Dengan demikian disiplin pada dasarnya berarti taat berusaha mengubah citra PNS yang demikian ini?. Yang aturan atau ketentuan yang berlaku. Peraturan dan umumnya tidak disiplin, etos kerja rendah dan integritas moral ketentuan-ketentuan ini mengatur hak dan kewajiban PNS yang rapuh?. Sudah berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah, yang tertuang dalam Undang-undang, Peraturan Pemerintah, tapi akan sangat efektif kalau kita mulai dari diri kita masing- Keputusan Menteri/Ketua Lembaga, Peraturan Daerah dan
  • 31.
    50 Dinamika Kelompok Kebijakanintern Institusi atau ketentuan-ketentuan lainnya. PNS yang disiplin adalah PNS yang mentaati aturan dan menghindari larangan-larangannya, biasanya memiliki perilaku-perilaku sebagai berikut: setia, jujur, rajin, bertanggung jawab, tertib, rapi, sopan serta dapat dipercaya. Apabila setiap PNS selaku unsur aparatur pemerintah ataupun sebagai abdi masyarakat memiliki perilaku sebagaimana disebutkan di atas, maka pelaksanaan tugas atau kewajiban akan berjalan tertib, lancar dan terkendali. Ini berarti bahwa disiplin diri PNS dapat berperan sebagai salah satu faktor yang sangat menunjang pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Sebagaimana disebutkan di atas, sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah, sampai kepada pencanangan Gerakan Disiplin Nasional (GDN), namun ternyata hal itu bukanlah sesuatu yang mudah, karena memerlukan strategi yang tepat. Secara garis besar, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Perlu kesadaran akan pentingnya disiplin bagi diri sendiri sebagai makhluk individual, sosial dan makhluk berke- Tuhan-an Yang Maha Esa; b. Usaha-usaha untuk berdisiplin disertai semangat dan tekad yang kuat; c. Dukungan dari pimpinan dan lingkungan tugasnya, baik Modul Diklat Prajabatan 51 secara moral maupun material. 2. Integritas Moral PNS Apa yang kita maksudkan dengan moral? Moral adalah nilai- nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia. Moral merupakan asas-asas akhlak yang merupakan nilai tambah pada diri manusia karena menjadi ciri makhluk manusia, yang membedakan dari makhluk lain atau tidak dimiliki oleh makhluk lain ciptaan Tuhan. Dalam kehidupan manusia, seseorang berperilaku bermoral atau tidak, biasanya yang menjadi tolok ukur adalah ajaran agama. Ada juga yang menilai seseorang bermoral atau tidak, dipandang dari sudut kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan atau budaya setempat. Bahkan kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya, karena hukum berisikan berbagai pengaturan tentang kehidupan manusia agar harmonis. Nah, bagaimana dengan integritas? Apa yang kita maksudkan dengan integritas? Dalam kamus umum bahasa Indonesia diartikan sebagai kebulatan, keutuhan. Tapi dalam hal moral,
  • 32.
    52 Dinamika Kelompok padaumumnya orang mengartikan integritas sebagai "satu kata dengan perbuatan" Seorang yang mengatakan harus disiplin, maka dirinya sendiri harus disiplin. Itu berarti bahwa dia memiliki integritas. Namun banyak orang dengan mudah mengharuskan, mengatakannya dan memerintahkan pada orang lain, tetapi dirinya belum mampu melakukan. Bagaimana dengan Saudara? Kemauan dan tekad yang kuat disertai usaha yang keras dan do’a yang tulus tentu akan dapat mewujudkannya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, yang merupakan bagian dari moral adalah etika, norma dan sistem nilai. Dalam hal ini kita sebagai PNS, maka yang akan dibahas disini adalah etika PNS, norma moral PNS dan sistem nilai PNS, sebagai berikut: a. Etika PNS Dalam kamus besar bahasa Indonesia, etika diartikan sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk mengenai hak dan kewajiban (akhlak). Selanjutnya diartikan pula sebagai kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak serta merupakan nilai mengenai benar atau salah yang dianut suatu golongan atau kelompok masyarakat. Etika adalah sistem dari prinsip- prinsip moral tentang baik dan buruk. Etika dapat pula disebutkan etiket. Etiket berasal dari bahasa Inggris Modul Diklat Prajabatan 53 Etiquette yang diartikan sebagai "The rules of behavior among polite people" (peraturan-peraturan mengenai tingkah laku yang berlaku bagi orang-orang yang memiliki sopan santun) dan diartikan pula sebagai "The unwritten rules about what a profesional man may or may not do in his profession" (aturan-aturan yang tidak tertulis tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional dalam melakukan profesinya). Etika dapat dibedakan antara etika yang berlaku umum dan khusus. Etika umum yaitu tata susila, sopan santun dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, masyarakat, pemerintahan, berbangsa dan bernegara. Sedangkan etika khusus, hanya khusus berlaku dikalangan tertentu, misalnya hanya berlaku pada organisasi tertentu atau profesi tertentu. Untuk kalangan PNS, etika atau kode etiknya tertuang dalam butir-butir panca prasetya korpri. b. Norma Moral PNS Norma adalah aturan atau kaidah yang dipakai sebagai kriteria untuk menilai sesuatu. Norma yang menyangkut perilaku manusia secara umum dibedakan atas norma kesopanan atau etiket, norma hukum dan norma moral. Norma moral kedudukannya paling tinggi diantara ketiga jenis norma tersebut, karena norma moral bisa menilai
  • 33.
    54 Dinamika Kelompok norma-normalain. Dalam bentuk positif, norma moral berupa perintah yang mengatakan apa yang harus dilakukan. Dalam bentuk negatif, norma moral berupa larangan yang mengatakan apa yang tidak boleh dilakukan. Imanuel Kant, seorang etikawan, membuat gene ralisasi norma moral yang dalam etika dikenal sebagai "kaidah emas" yaitu "hendaklah memperlakukan seseorang sebagaimana anda sendiri ingin diperlakukan oleh orang lain". Norma moral PNS, hendaknya berpegang pada norma moral Pancasila, yaitu dalam bersikap dan bertindak dalam menghadapi berbagai permasalahan. c. Sistem Nilai PNS Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa etika diartikan pula sebagai kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak serta merupakan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Dalam organisasi pemerintah, soal kondite adalah soal etika yang dapat ikut menentukan baik buruknya suatu organisasi. Untuk menilai kondite tidaklah mudah, karena berkaitan erat dengan menilai etika dan perilaku orang. Dalam rangka upaya menjamin obyektivitas pembinaan PNS berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja, telah dikeluarkan PP nomor 10 tahun 1979 tentang Penilaian Modul Diklat Prajabatan 55 Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Hasil Penilaian dituangkan ke dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) agar diperoleh PNS yang baik dan profesional. Adapun unsur-unsur DP3 yang dinilai adalah: 1) Kesetiaan; 2) Prestasi Kerja; 3) Tanggung Jawab; 4) Ketaatan; 5) Kejujuran; 6) Kerjasama; 7) Prakarsa; 8) Kepemimpinan; Sementara itu, secara umum nilai-nilai suatu etika pemerintahan yang perlu menjadi pedoman dan perlu dipraktikkan secara operasional oleh PNS adalah: 1) Mengabdi kepada kepentingan umum; 2) Menjadi motor penggerak bagi kehidupan ber- masyarakat, berbangsa dan bernegara; 3) Menjadi mediator yang bersikap terbuka dan tidak memihak; 4) Bersikap jujur, bersih dan berwibawa; 5) Bersikap diskresif yaitu dapat membedakan mana yang rahasia dan penting serta tidak.
  • 34.
    56 Dinamika Kelompok 3.Etos Kerja PNS Etos kerja merupakan sejumlah nilai atau perangai budaya karakteristik manusia dalam dunia kerja. Etos kerja berkaitan dengan sikap moral yang berorientasi pada norma yang harus diikuti dan berkaitan dengan sikap berdasarkan hati nurani. Etos kerja berasal dari nilai religius budaya dan sikap hidup suatu masyarakat. Karena itu, etos kerja dapat menjadi daya motivasi kerja bagi PNS. Etos kerja PNS merupakan sikap kerja yang mendasar yang menyangkut sistem nilai PNS sehingga akan ikut menentukan prestasi kerja PNS. Etos kerja PNS yang berpedoman pada Pancasila juga mengandung dasar-dasar etika kerja seperti budi luhur, bergotong royong dan berkeadilan. Etos kerja yang murni akan melekat dalam sanubari setiap PNS sehingga ada dorongan atau kehendak untuk bersikap jujur, disiplin, bertanggungjawab dalam melaksanakan kewajibannya. Upaya membangun etos kerja PNS bukanlah sesuatu yang mudah. Namun bukan berarti bahwa tidak ada upaya yang dapat dilakukan untuk itu. Untuk membangun etos kerja PNS, dilakukan pembinaan melalui pengembangan diri (self development) dan peningkatan diri (self improvement) setiap PNS. Etos kerja yang baik ditandai dengan rasa mencintai pekerjaan yang besar. Karena dengan demikian akan Modul Diklat Prajabatan 57 mendorong dan menyemangati mereka untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, memberikan sebanyak mungkin pengabdian kepada organisasi dan masyarakatnya. Dalam rangka pengembangan etos kerja PNS, upaya yang dilakukan dengan pengembangan pribadi yang tangguh agar terciptanya aparatur yang bersih dan berwibawa serta profesional. Ada lima aspek pengembangan etos kerja PNS, yaitu: a. Pengembangan sosial untuk meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi sebagai inti dari interaksi sosial; b. Pengembangan emosional untuk meningkatkan kualitas pengendalian diri sehingga PNS dapat bersikap rasional dan bijak; c. Pengembangan intelektual untuk meningkatkan wawasan sehingga dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat; d. Pengembangan karakter untuk meningkatkan kualitas kepribadian PNS sehingga dapat diperoleh aparatur yang baik dan bermoral; e. Pengembangan spiritual untuk membentuk kepribadian yang tangguh sehingga aparatur pemerintah bermental sehat;
  • 35.
    Modul Diklat Prajabatan59 BAB IV PROSES PEMBELAJARAN DALAM DINAMIKA KELOMPOK Setelah kegiatan pembelajaran ini selesai peserta dapat menguraikan proses pembelajaran dalam dinamika kelompok A. Belajar Dengan Mengerjakan Orang dewasa sebagai subyek didik telah memiliki sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu. Pada diri orang dewasa senantiasa timbul keinginan mutlak menambah pengetahuan dalam meningkatkan kinerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Orang Dewasa akan termotivasi untuk belajar, apabila mereka menyadari akan adanya kebutuhan (felt needs) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam hidupnya. Sekelompok orang dewasa yang sedang berada dalam proses pembelajaran, di samping telah memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu, mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda dan bervariasi. Oleh karena itu semua peserta adalah narasumber bagi yang lainnya dan proses pembelajaran Iebih bersifat tukar menukar pengalaman (sharing experiences) dan dipandu oleh widyaiswara. Orang dewasa cenderung mempelajari 58 hal-hal praktis dan tidak semata hal yang teoritis. Orang dewasa akan belajar efektif, apabila pada saat mempelajari sesuatu langsung sambil mempraktikkannya (learning by doing). Seperti yang dikatakan Khong Hu Chu, yang intinya mengatakan bahwa efektifitas hasil pembelajaran tinggi, apabila subyek didik langsung mengerjakan dan langsung mengalaminya. Saya kerjakan dan saya mengerti. Dalam pendidikan orang dewasa sangat dituntut memiliki kemampuan menghubungkan yang baru dipelajarinya dengan pengetahuan yang telah mereka kuasai, pengalaman yang telah dijalani, sikap yang sudah tertanam kemampuan yang tersedia dan kerangka pikir yang dipikir dalam bekerja. Untuk itu, pendekatan yang digunakan adalah melalui Daur Belajar Melalui Pengalaman (Experiential Learning Cycle). Adapun daur belajar melalui pengalaman tersebut tergambar dibawah ini. Daur belajar melalui pengalaman
  • 36.
    60 Dinamika Kelompok Urutantahapan daur belajar melalui pengalaman dimulai dari : 1. Mengalami (experiencing) Peserta dilibatkan dalam satu simulasi (situasi buatan yang bisa diamati) bersama kelompoknya. Situasi buatan ini dapat diambil dari kehidupan nyata, situasi unit, situasi imaginative atau situasi belajar lainnya yang sengaja diciptakan. Dalam situasi tersebut peserta akan bersikap, berbicara dan berperilaku tertentu. Perilaku ini dapat di amati dan dicatat oleh widyaiswara, pengamat khusus atau temannya sendiri. Setelah mereka mengalami, dilakukan kilas balik untuk mengingat kembali pengalaman mereka yang baru saja dilaluinya dilengkapi dengan laporan dari pengamat. Widyaiswara yang memandu proses tersebut. 2. Mengungkapkan (Publishing) Pada urutan kedua, peseta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya dan bertukar pikiran dan perasaan dengan anggota kelompok lainnya. Latar belakang pengalaman, kemampuan, bidang tugas yang berbeda dan bervariasi akan memperkaya pengalaman dan wawasan semua peserta pelatihan. Agar peserta dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara lebih baik widyaiswara juga membantu dalam proses. 3. Mengolah (Analyzing) Semua data yang telah diungkapkan, dikumpulkan, dicatat, diolah, dianalisis, didiskusikan dan dievaluasi. Mengapa satu perilaku muncul mengapa ada Modul Diklat Prajabatan 61 perbedaan reaksi, mengapa satu kelompok gagal dan mengapa kelompok lainnya berhasil. Semuanya ini dapat dianalisis dan dapat didiskusikan. 4. Menggeneralisasi (generalization) Dari hasil analisis pengalaman peserta mereka diminta mencoba menyimpulkan pengalamannya, membuat generalisasi. Adapun maksud membuat generalisasi adalah agar pengalaman yang diungkapkan dan dianalisis menjadi ”pelajaran” bagi peserta untuk lebih siap dapat mengubah perilaku menjadi lebih baik. 5. Menerapkan Prinsip Sebagai tahap akhir dari daur belajar melalui pengalaman adalah analisis kemungkinan menerapkan prinsip (generalisasi) yang ditemukan pada situasi baru atau pada kondisi kerja di unit kerja masing-masing. Tahap ini sangat penting karena tanpa penerapan prinsip yang ditemukan, belajar melalui peng alaman akan tidak mempunyai arti dan mungkin tidak terjadi perubahan perilaku pada diri peserta yang bersangkutan. Untuk dapat melihat kemungkinan penerapan prinsip pada situasi baru widyaiswara memandu proses. B. Penilaian Kegiatan Dinamika Kelompok 1. Tujuan Kegiatan penilaian dinamika kelompok terutama bertujuan
  • 37.
    62 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 63 untuk memperoleh gambaran deskriptif tentang kelompok harus ada aturan main yang disepakati bersama perkembangan kelompok, baik secara individual maupun oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua kelompok secara keseluruhan. Hasil dari penilaian dapat anggota kelompok. proses ini adalah proses "norming". Atas dijadikan bahan masukan bagi penyelenggara ataupun dasar aturan inilah individu dan kelompok melakukan widyaiswara lainnya antara lain dalam pemilihan pengurus berbagai kegiatan atau "performing". kelas pembentukan kelompok diskusi, pembentukan Proses dinamika kelompok dimulai dari: kelompok pembuatan makalah, pembinaan peserta secara individual dan lain sebagainya. Yang perlu diingat, dinamika tidak berhenti pada saat mata Diklat dinamika kelompok berakhir, akan tetapi terus berlanjut sampai suatu Diklat berakhir bahkan dampaknya berlanjut sampai peserta 2. Aspek-aspek yang dinilai. kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Aspek-aspek dinamika kelompok yang dinilai meliputi : Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai a. Pengenalan terhadap diri sendiri; pribadi yang masuk ke dalam kelompok dengan latar b. Pengenalan terhadap orang lain; belakang pendidikan, ruang lingkup kerja dan jenis kerja c. Keterbukaan, mau mendengarkan orang lain, terbuka yang berbeda, Individu yang satu belum berkenalan dengan terhadap pendapat dan saran orang lain; lainnya. Mereka seperti es yang membeku. Individu yang d. Disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab besar. bersangkutan berupaya untuk mengenal individu lainnya. Es e. Secara sukarela bersedia berpartisipasi dalam kegiatan yang membeku sedikit demi sedikit mencair dan inilah yang dinamika kelompok; dinamakan proses "ice breaking". Melalui berbagai diskusi f. Lancar berkomunikasi dengan anggota kelompok dalam kelompok, yang kadang memanas terjadilah proses lainnya; "storming" dan kemudian terbentuk kelompok kecil atau g. Mampu bekerjasama dengan orang lain dan mampu kelompok kelas terbentuk sikap baru dan perubahan perilaku bekerja dalam tim (team work); Dinamika Kelompok dalam proses "forming". Dalam setiap h. Mau dan bersedia menghargai pikiran dan pendapat
  • 38.
    64 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 65 orang lain; Hasil penilaian dinamika kelompok, bersama dengan daftar i. Mampu mengendalikan diri; susunan pengurus kelas diserahkan oleh fasilitator dinamika j. Mampu serta bersedia untuk menerima balikan (feed kelompok kepada ketua penyelenggara Diklat. Format back) dari kolega, atasan ataupun bawahan; penilaian dinamika kelompok seperti tercantum di halaman 3. Cara Penilaian berikut: Cara penilaian dengan menggunakan skala penilaian, multi dari baik sekali (BS), baik (B), cukup (C), kurang (K) dan kurang sekali (KS). Penentuan penilaian sepenuhnya diserahkan pada pertimbangan (judgment) fasilitator yang mengamati kegiatan peserta dalam berdinamika kelompok. Untuk peserta yang menonjol, baik positif maupun negatif diberikan catatan khusus sebanyak kira-kira 25%. Hal ini penting untuk ditindak lanjuti baik oleh penanggung gugat kegiatan, maupun oleh widyaiswara yang diberi tanggung jawab untuk itu, misalnya widyaiswara penuntun. Format penilaian hasil kegiatan dinamika kelompok adalah sebagai berikut: Fasilitator sebagai penilai hanya tinggal memberi tanda check (v) pada kolom yang sesuai dengan kenyataan hasil pengamatannya. Bila ada catatan tambahan khusus, dapat ditulis pada kertas lain. Biasanya fasilitator dinamika kelompok diminta untuk memberi petunjuk dalam pemilihan pengurus kelas Proses pemilihannya sendiri sepenuhnya dilaksanakan oleh peserta Diklat.
  • 39.
    66 Dinamika Kelompok PenilaianDinamika Kelompok Jenis Diklat : Waktu (Hari/tgl) : Jumlah Peserta : Tempat Diklat : Fasilitator : BAB V P E N U T U P A. Rangkuman Dinamika Kelompok menyiapkan peserta agar dapat saling NO ASPEK YANG DINILAI PENILAIAN PENILAIAN BS B C K KS percaya mempercayai dengan yang lain (trust), memiliki sikap keterbukaan (openness), memiliki rasa tanggung jawab (responsi 1. Pengenalan Diri Sendiri bility) dan merasa bahwa dirinya bagian integral dari yang 2. Pengenalan orang lain lainnya (interdependency). Ini semua dapat disiapkan melalui 3. Keterbukaan Dinamika Kelompok. Tingkat kesiapan peserta untuk memulai 4. Disiplin dan Tanggungjawab proses pembelajaran sangat ditentukan oleh Dinamika 5. 6. Partisipasi dalam kegiatan kelompok Komunikasi antar anggota kelompok Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan program Diklat secara keseluruhan. Dalam modul ini dimuat beberapa simulasi yang terkait dengan 7. 8. 9. 10. Bekerjasama dengan orang lain (bekerja dalam tim) Menghargai pendapat orang lain Pengendalian diri Menerima balikan dari orang lain pokok bahasan seperti pencairan kelas (bina suasana), mengenal diri dan mengenal orang lain, sosok PNS yang meliputi Citra Diri PNS, Disiplin PNS, Integritas Moral dan Etos Kerja PNS. Disamping beberapa simulasi yang dapat dipilih disesuaikan dengan jumlah peserta juga dalam modal ini dimuat naskah Catatan : pegangan yang merupakan bahan pengayaan bagi peserta. Identifikasi 5 orang peserta yang sangat aktif dan 5 orang Disamping itu, pada Bab IV, dikemukakan pula secara garis lainnya yang masih pasif dan atau memerlukan perhatian khusus. besar mengenai pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran Dinamika Kelompok yaitu Daur Belajar Melalui 67
  • 40.
    68 Dinamika KelompokModul Diklat Prajabatan 69 Pengalaman (Experiential Learning Cycle) dan proses penilaian yang digunakan dalam Dinamika Kelompok.  Sebuah Ide adalah kombinasi baru dari elemen-elemen lama.  Tidak ada elemen baru, yang ada hanyalah kombinasi kombinasi baru (Gordon Dryden). B. Tindak Lanjut Pengembangan  Pikiran yang telah diperkaya dengan ide-ide baru tidak akan pernah kembali pada kondisi asalnya. (Oliver Wendell Holmes). Dalam penulisan modul ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. Untuk itu saran yang sifatnya untuk penyempurnaan modul ini tentu akan kami terima dengan senang hati. Bagi peserta semoga bermanfaat dan hasilnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kehidupan kerja dan menunjang dalarn proses pembelajaran. Bagi Widyaiswara yang akan memandu proses pembelajaran Dinamika Kelompok pada Diklat Prajabatan Golongan III tentu modul ini hanya merupakan dasar yang sangat perlu dikembangkan oleh Widyaiswara. Masih sangat banyak literatur-literatur yang terkait dengan Mata Diklat ini, silahkan Saudara menggunakannya. Bersikaplah kreatif dalam memandu proses pembelajaran, untuk mendapat wewenang mengajar dari peserta dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang kita berikan, mungkin ada baiknya Saudara mencermati kata bijak berikut ini:
  • 41.
    DAFTAR PUSTAKA Edie West,(1997), 201 Ice Breakers (Group Mixers , Warm-up, Energizers and Playful Activities), The Mc. Graw-Hill Companies, Inc, USA Entang, M, Prof. Dr. MA, (1995), Panduan PembeIajaran Bagi Widyaiswara, Diklatprop DKI, Jakarta. Hildegard Wenzler-Cremer, Maria Fischer-Siregar; (1993) Permainan dan Latihan Dinamika Kelompok. Prose Pengembangan Diri, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Hj. Sri Murtini, Dra, MPA, Hj. Sri Ratna, Ir, MM; (2001), Dinamika Kelompok (Bahan Ajar Diklat Prajabatan Golongan III), LAN RI, Jakarta. Roem Topatjanasang, dkk, (1986), Belajar dari Pengalaman, Panduan Latihan Pemandu Orang Dewasa untuk Pengembangan Masyarakat, P3M, Jakarta. Santosa, Slamet, (1992), Dinamika Kelompok, Bumi Aksara, Jakarta. Yayasan Indonesia Sejahtera, (1990), Bermain, Menghayati dan Belajar, PPSDM, Solo 70