I
Presentation Loading……
Dasar-Dasar Logika
 Eka Widyastuti
 Wynaldo Adithias Aries
 Fitrah Ramadhana
 Andika Permana Putra
 Nurul Amalia
 Juvinna
KELOMPOK V
 E41114310
 E41114311
 E41114312
 E41114313
 E41114314
 E41114315
GENERALISASI
GENERALISASI
PENGERTIAN
MACAM-MACAM
GENERALISASI
LOGIKA
INDUKTIF
GENERALISASI
PENGUJIAN
ATAS
GENERALISASI
GENERALISASI
YANG SALAH
CONTOH
FENOMENA
PENGERTIAN
 Generalisasi dalam ilmu mantiq disebut istiqro' atau istinbat.
Generalisasi adalah istidlal yang di dasarkan atas mempelajari
terhadap sesuatu yang kecil dengan sungguh-sungguh darinya aqal
bisa mengambil kesimpulan umum. Atau yang lebih umum
mengenai generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari
sejumlah fenomena individual menuju kesimpulan umum yang
mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual
yang diselidiki.
BACK
FENOMENA-FENOMENA
Contoh: ada beberapa fenomena, yaitu:
 Andika adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR
 Fitrah adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR
 Jujuh adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR
 Nurul adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR
 Wynaldo adalah mahasiswa Sosiologi . ... JUJUR
Jika disimpulkan bahwa semua mahasiswa Sosiologi itu jujur maka
kebenaran kesimpulan ini hanya mempunyai kebenaran
kemungkinan besar (probabilitas).
BACK
MACAM-MACAM
GENERALISASI
GENERALISASI SEMPURNA
GENERALISASI SEBAGIAN
GENERALISASI TIDAK SEMPURNA
BACK
GENERALISASI
SEMPURNA
 adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar
penyimpulan diselidiki semua, contoh. Semua bulan masehi mempunyai
hari tidak lebih dari 31 hari. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan
fenomena, yaitu jumlah hari pada setiap bulan dalam satu tahun diselidiki
tanpa ada yang ditinggalkan. Generalisasi semacam ini, memberikan
kesimpulan yang sangat kuat dan tidak dapat dipatahkan tetapi prosesnya
tidak praktis dan tidak ekonomis.
Back
GENERALISASI SEBAGIAN
yaitu generalisasi di mana kesimpulannya diambil berdasarkan sebagian fenomena
yang kesimpulanya berlaku juga bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki,
misalnya. Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia adalah menusia yang
suka bergotong-royong kemudian diambil kesimpulan bahwa bangsa Indonesia
adalah bangsa yang suka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah
generalisasi sebagian (probabilitas).
Meskipun macam generalisasi ini tidak menghasilkan kesimpulan sampai ketingkat
pasti tetapi proses generalisasi ini jauh lebih praktis dan ekonomis, seperti halnya
ilmu. Ilmu yang disusun berdasar fakta observasi tidak untuk menyajikan kebenaran
mutlak melainkan kebenaran probabilitas sehingga sangat keliru jika diantara kita
berkeyakinan bahwa ilmu menyajikan hukum dan kesimpulan yang kebenarannya
mutlak.
Back
GENERALISASI TIDAK
SEMPURNA
 generalisasi tidak sempurna. Menurut para ahli, generalisasi ini disebut sebagai
induksi tidak sempurna dan teknik inilah yang paling banyak digunakan dalam
menyusun ilmu pengetahuan.
Dalam ilmu biologi misalnya, Darwin menyatakan bahwa ‘Semua kucing putih yang
bermata biru adalah tuli’. Kesimpulan ini didasarkan atas generalisasi tidak
sempurna, demikian pula pernyataan Cuvier bahwa “Tidak ada hewan yang
bertanduk dan berkuku telapak adalah pemakan daging”. Isaac Newton juga
mendasarkan kesimpulannya pada generalisasi tidak sempurna atas teorinya yang
mashur tentang hukum gravitasi. Ilmu-ilmu kealaman semua disusun berdasarkan
generalisasi tidak sempurna, demikian pula ilmu-ilmu sosial.
BACK
GENERALISASI YANG
SALAH
 Kita telah mengetahui bahwa tingkat keterpercayaan suatu generalisasi tergantung
bagaimana tingkat terpenuhnya jawaban atas evaluasi sebagaimana tersebut di atas. Semakin
terpenuhnya syarat-syarat tersebut semakin tinggi tingkat keterpercayaan generalisasi dan begitu
pula sebaliknya.
Bagaimana juga ada kecenderungan umum untuk membuat generalisasi berdasarkan fenomena
yang sangat sedikit sehingga tidak mencukupi syarat untuk dibuat generalisasi. Hal ini juga bisa
disebut sebagai generalisasi tergesa-gesa. Dalam kehidupan sehari-hari kekeliruan seperti ini
sering sekali terjadi. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut; Ketika kita ingin mengurusi
permasalahan beasiswa di bagian TU Akademik FISIP Unhas dan dilayani dengan tidak
profesional, maka kita terhanyut pada generalisasi yang salah kemudian kita menyatakan bahwa
pelayanan TU Akademik FISIP Unhas tidak bagus (patut dipecat).
BACK
LOGIKA INDUKTIF
GENERALISASI
GENERALISASI EMPIRIK
GENERALISASI BERPENJELASAN
RELIABILITAS GENERALISASI
GENERALISASI DAN HUKUM
GENERALISASI EMPIRIK
• Hanya berdasarkan pengalaman
• Contoh:
 Semua burung gagak berbulu hitam
 Semua angsa berbulu putih
 Semua tukang las ketok memasang merek “ketok magic”
 Semua taksi bandara ber-AC memasang merek “full AC”
 Semua ikan berwarna cerah lebih agresif dari ikan berwarna
redup
 Semua kucing mengeong
 Semua nyamuk tidak bergigi (bagaimana bisa digigit nyamuk?)
• Ada risiko keliru
GENERALISASI
BERPENJELASAN
• Selain pengalaman empirik, generalisasi diperkuat dengan
penjelasan (alasan)
• Contoh:
 Ketika udara panas, semua anjing menjulurkan lidah (menyejukkan
diri melalui penguapan)
 Semua bahasa asal daerah tropis, mengandung banyak huruf hidup
(membuka mulut lebar-lebar membantu penyejukan)
 Semua bahasa asal daerah kutub, mengandung banyak huruf mati
(sedikit membuka mulut agar tidak kedinginan)
 Semua kuda nil merendam di dalam air (kulit kuda nil tidak berpori
sehingga tidak dapat berkeringat untuk mendinginkan tubuh)
• Juga ada risiko keliru
RELIABILITAS
GENERALISASI
• Reliabilitas generalisasi adalah tingkat kepercayaan tentang
kebenaran generalisasi itu
• Generalisasi makin kuat jika tingkat reliabilitasnya makin tinggi
Ada beberapa cara untuk meningkatkan reliabilitas generalisasi
• Enumerasi (dipecahkan satu persatu)
• Banyak kasus dan representatif
• Homogenitas (persamaan macam, jenis, sifat, watak dr
anggota suatu kelompok; keadaan atau sifat homogen;
kehomogenan)
GENERALISASI DAN
HUKUM
• Generalisasi dapat melahirkan hukum baru (temuan baru) yang
dapat terus diuji
• Bermacam-macam jenis hukum:
• Konstitusi, seperti zat terdiri atas molekul
• Urutan, seperti siang diikuti malam
• Korelasi, seperti korelasi negatif di antara harga barang dan jumlah
pembeli
• Kosalitas (sebab-akibat), seperti pengaruh pupuk terhadap
kesuburan tanaman
• Analogi, seperti kesamaan hukum pada pegas dan udara
BACK
PENGUJIAN ATAS
GENERALISASI
 Apakah sampel yang digunakan secara kuantitatif cukup
mewakili.
 Apakah sampel yang digunakan cukup bervariasi.
 Apakah dalam generalisasi itu diperhitungkan hal-hal yang
menyimpang dengan fenomena umum atau tidak.
 Apakah yang dirumuskan konsisten dengan fenomena individual,
tidak boleh memberikan tafsiran menyimpang dari data yang ada.
BACK
TERIMA KASIH

Dasar dasar logika= generalisasi berpikir

  • 1.
  • 2.
     Eka Widyastuti Wynaldo Adithias Aries  Fitrah Ramadhana  Andika Permana Putra  Nurul Amalia  Juvinna KELOMPOK V  E41114310  E41114311  E41114312  E41114313  E41114314  E41114315
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    PENGERTIAN  Generalisasi dalamilmu mantiq disebut istiqro' atau istinbat. Generalisasi adalah istidlal yang di dasarkan atas mempelajari terhadap sesuatu yang kecil dengan sungguh-sungguh darinya aqal bisa mengambil kesimpulan umum. Atau yang lebih umum mengenai generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki. BACK
  • 6.
    FENOMENA-FENOMENA Contoh: ada beberapafenomena, yaitu:  Andika adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR  Fitrah adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR  Jujuh adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR  Nurul adalah mahasiswa Sosiologi …. JUJUR  Wynaldo adalah mahasiswa Sosiologi . ... JUJUR Jika disimpulkan bahwa semua mahasiswa Sosiologi itu jujur maka kebenaran kesimpulan ini hanya mempunyai kebenaran kemungkinan besar (probabilitas). BACK
  • 7.
  • 8.
    GENERALISASI SEMPURNA  adalah generalisasidimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki semua, contoh. Semua bulan masehi mempunyai hari tidak lebih dari 31 hari. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena, yaitu jumlah hari pada setiap bulan dalam satu tahun diselidiki tanpa ada yang ditinggalkan. Generalisasi semacam ini, memberikan kesimpulan yang sangat kuat dan tidak dapat dipatahkan tetapi prosesnya tidak praktis dan tidak ekonomis. Back
  • 9.
    GENERALISASI SEBAGIAN yaitu generalisasidi mana kesimpulannya diambil berdasarkan sebagian fenomena yang kesimpulanya berlaku juga bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki, misalnya. Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia adalah menusia yang suka bergotong-royong kemudian diambil kesimpulan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi sebagian (probabilitas). Meskipun macam generalisasi ini tidak menghasilkan kesimpulan sampai ketingkat pasti tetapi proses generalisasi ini jauh lebih praktis dan ekonomis, seperti halnya ilmu. Ilmu yang disusun berdasar fakta observasi tidak untuk menyajikan kebenaran mutlak melainkan kebenaran probabilitas sehingga sangat keliru jika diantara kita berkeyakinan bahwa ilmu menyajikan hukum dan kesimpulan yang kebenarannya mutlak. Back
  • 10.
    GENERALISASI TIDAK SEMPURNA  generalisasitidak sempurna. Menurut para ahli, generalisasi ini disebut sebagai induksi tidak sempurna dan teknik inilah yang paling banyak digunakan dalam menyusun ilmu pengetahuan. Dalam ilmu biologi misalnya, Darwin menyatakan bahwa ‘Semua kucing putih yang bermata biru adalah tuli’. Kesimpulan ini didasarkan atas generalisasi tidak sempurna, demikian pula pernyataan Cuvier bahwa “Tidak ada hewan yang bertanduk dan berkuku telapak adalah pemakan daging”. Isaac Newton juga mendasarkan kesimpulannya pada generalisasi tidak sempurna atas teorinya yang mashur tentang hukum gravitasi. Ilmu-ilmu kealaman semua disusun berdasarkan generalisasi tidak sempurna, demikian pula ilmu-ilmu sosial. BACK
  • 11.
    GENERALISASI YANG SALAH  Kitatelah mengetahui bahwa tingkat keterpercayaan suatu generalisasi tergantung bagaimana tingkat terpenuhnya jawaban atas evaluasi sebagaimana tersebut di atas. Semakin terpenuhnya syarat-syarat tersebut semakin tinggi tingkat keterpercayaan generalisasi dan begitu pula sebaliknya. Bagaimana juga ada kecenderungan umum untuk membuat generalisasi berdasarkan fenomena yang sangat sedikit sehingga tidak mencukupi syarat untuk dibuat generalisasi. Hal ini juga bisa disebut sebagai generalisasi tergesa-gesa. Dalam kehidupan sehari-hari kekeliruan seperti ini sering sekali terjadi. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut; Ketika kita ingin mengurusi permasalahan beasiswa di bagian TU Akademik FISIP Unhas dan dilayani dengan tidak profesional, maka kita terhanyut pada generalisasi yang salah kemudian kita menyatakan bahwa pelayanan TU Akademik FISIP Unhas tidak bagus (patut dipecat). BACK
  • 12.
    LOGIKA INDUKTIF GENERALISASI GENERALISASI EMPIRIK GENERALISASIBERPENJELASAN RELIABILITAS GENERALISASI GENERALISASI DAN HUKUM
  • 13.
    GENERALISASI EMPIRIK • Hanyaberdasarkan pengalaman • Contoh:  Semua burung gagak berbulu hitam  Semua angsa berbulu putih  Semua tukang las ketok memasang merek “ketok magic”  Semua taksi bandara ber-AC memasang merek “full AC”  Semua ikan berwarna cerah lebih agresif dari ikan berwarna redup  Semua kucing mengeong  Semua nyamuk tidak bergigi (bagaimana bisa digigit nyamuk?) • Ada risiko keliru
  • 14.
    GENERALISASI BERPENJELASAN • Selain pengalamanempirik, generalisasi diperkuat dengan penjelasan (alasan) • Contoh:  Ketika udara panas, semua anjing menjulurkan lidah (menyejukkan diri melalui penguapan)  Semua bahasa asal daerah tropis, mengandung banyak huruf hidup (membuka mulut lebar-lebar membantu penyejukan)  Semua bahasa asal daerah kutub, mengandung banyak huruf mati (sedikit membuka mulut agar tidak kedinginan)  Semua kuda nil merendam di dalam air (kulit kuda nil tidak berpori sehingga tidak dapat berkeringat untuk mendinginkan tubuh) • Juga ada risiko keliru
  • 15.
    RELIABILITAS GENERALISASI • Reliabilitas generalisasiadalah tingkat kepercayaan tentang kebenaran generalisasi itu • Generalisasi makin kuat jika tingkat reliabilitasnya makin tinggi Ada beberapa cara untuk meningkatkan reliabilitas generalisasi • Enumerasi (dipecahkan satu persatu) • Banyak kasus dan representatif • Homogenitas (persamaan macam, jenis, sifat, watak dr anggota suatu kelompok; keadaan atau sifat homogen; kehomogenan)
  • 16.
    GENERALISASI DAN HUKUM • Generalisasidapat melahirkan hukum baru (temuan baru) yang dapat terus diuji • Bermacam-macam jenis hukum: • Konstitusi, seperti zat terdiri atas molekul • Urutan, seperti siang diikuti malam • Korelasi, seperti korelasi negatif di antara harga barang dan jumlah pembeli • Kosalitas (sebab-akibat), seperti pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanaman • Analogi, seperti kesamaan hukum pada pegas dan udara BACK
  • 17.
    PENGUJIAN ATAS GENERALISASI  Apakahsampel yang digunakan secara kuantitatif cukup mewakili.  Apakah sampel yang digunakan cukup bervariasi.  Apakah dalam generalisasi itu diperhitungkan hal-hal yang menyimpang dengan fenomena umum atau tidak.  Apakah yang dirumuskan konsisten dengan fenomena individual, tidak boleh memberikan tafsiran menyimpang dari data yang ada. BACK
  • 18.