Sampling
Tujuan sampling ialah mendapatkan contoh
yang selain kualitasnya bisa mewakili kualitas
seluruh populasi,
Batubara merupakan material yang
mempunyai tingkat variabilitas sangat tinggi,
baik secara fisik maupun secara kimia,
Sampling batubara yang baik tidak mudah
dilakukan, Karena harus mewakili seluruh
populasi
Apa yang
disebut
dengan
sampling
yang
baik?
metode sampling, sample preparation dan analisis
tidak pernah ada yang 100% sempurna.
Nilai kualitas yang didapat dari suatu pengukuran
hanyalah nilai pendekatan.
Usahakan mewakili seluruh populasi (acak)
Nilai yang paling dekat dengan nilai sesungguhnya
adalah nilai rata2 hasil analisis yang didapat oleh
sebanyak mungkin pemeriksaan, dengan
menggunakan metode& standar yang sama.
Dimana sampling bisa dilakukan?
Kondisi Moving stream
(sementara batubara
dipindahkan) lokasinya di
Belt conveyor, stockpile,
barge, ship (incremental).
Kondisi Stationary
(batubara dalam
tumpukan) lokasinya di
stockpile, barge atau ship.
Pada dasarnya sampling dilakukan dimana saja, dalam dua
kemungkinan kondisi yang berbeda yaitu :
Sampling dalam kondisi moving stream lebih disukai
para praktisi dari kondisi stationary.
#Karena lebih mewakili seluruh populasi,
Bagaimana sampling dilakukan?
lebih bisa mewakili populasi dibandingkan dengan manual pada umumnya, kecuali
stopped-belt sampling.
sampling dilakukan tanpa harus mengganggu jalannya operasi, karena sampling dilakukan
pada belt conveyor yang sedang berjalan (moving stream)
keamanan para sampler lebih terjamin
Lebih presisi dan minimasi terjadinya bias
Sampling dapat dilakukan baik secara manual maupun secara
mechanical, cara mechanical sampling lebih disukai karena :
Stopped-belt sampling merupakan sampling cara manual yang sangat baik, namun
sangat mengganggu jalannya operasi dikarenakan belt conveyor harus di
berhentikan setiap kali mengambil contoh (increment).
Dapatkah seorang
sampler mengambil
contoh secara manual
dari belt conveyor yang
sedang berjalan?
• Pengambilan contoh batubara secara
manual dari belt conveyor yang sedang
berjalan dengan kecepatan serta kapasitas
laju angkut (flowrate) yang tinggi sangat
berbahaya, lakukan dengan aman.
• Dalam beberapa standard method telah
ditetapkan beberapa angka sebagai batasan
akan kondisi yang dianggap berbahaya pada
pengambilan contoh
Massa / jumlah sample yang diambil
• M = Massa atau berat tiap increment (kg)
• D = Diameter particle top size batubara (mm)
• Contoh: Berat minimum per increment pada manual sampling untuk ukuran
batubara top size 50 mm, adalah M = 0.06 x 50 = 3.00 kg
Berat minimum sample untuk setiap increment tergantung dari ukuran butir
batubara yang disampling, dan mengikuti persamaan M = 0.06 D
• Satuan pengambilan sample terkecil disebut Increment, dan
• increment-increment digabungkan membentuk satuan gross sample
Sedangkan untuk berat per increment pada mechanical sampling berlaku persamaan sebagai
berikut : M = C x A / 3.6 V
Dimana :
C = Capacity belt Conveyor(tph)
A = Aperture cutter (m) (min. 3 x top size)
V = Kecepatan belt conveyor (m/det)
Contoh
Berat sample per increment untuk batubara dengan top size 50 mm, dengan loading rate 1000
tph, dan kecepatan belt 4.5 m/s adalah : M = (1000 x 0.15) / (3.6 x 4.5)= 9.26 kg
Alat yang
digunakan
1. Laddle : Digunakan untuk pengambilan sample dari
falling stream
2. Manual Cutter : Digunakan untuk pengambilan sample
dari falling stream
3. Scoop : Digunakan untuk pengambilan sample seperti
dari bucket WA.
4. Shovel : Digunakan untuk pengambilan sample di
stockpile, DT dan lain-lain.
5. Sampling Frame: Digunakan untuk pengambilan sample
diatas belt conveyor
Auto Sampling

coal sampling.pptx

  • 3.
    Sampling Tujuan sampling ialahmendapatkan contoh yang selain kualitasnya bisa mewakili kualitas seluruh populasi, Batubara merupakan material yang mempunyai tingkat variabilitas sangat tinggi, baik secara fisik maupun secara kimia, Sampling batubara yang baik tidak mudah dilakukan, Karena harus mewakili seluruh populasi
  • 4.
    Apa yang disebut dengan sampling yang baik? metode sampling,sample preparation dan analisis tidak pernah ada yang 100% sempurna. Nilai kualitas yang didapat dari suatu pengukuran hanyalah nilai pendekatan. Usahakan mewakili seluruh populasi (acak) Nilai yang paling dekat dengan nilai sesungguhnya adalah nilai rata2 hasil analisis yang didapat oleh sebanyak mungkin pemeriksaan, dengan menggunakan metode& standar yang sama.
  • 5.
    Dimana sampling bisadilakukan? Kondisi Moving stream (sementara batubara dipindahkan) lokasinya di Belt conveyor, stockpile, barge, ship (incremental). Kondisi Stationary (batubara dalam tumpukan) lokasinya di stockpile, barge atau ship. Pada dasarnya sampling dilakukan dimana saja, dalam dua kemungkinan kondisi yang berbeda yaitu : Sampling dalam kondisi moving stream lebih disukai para praktisi dari kondisi stationary. #Karena lebih mewakili seluruh populasi,
  • 6.
    Bagaimana sampling dilakukan? lebihbisa mewakili populasi dibandingkan dengan manual pada umumnya, kecuali stopped-belt sampling. sampling dilakukan tanpa harus mengganggu jalannya operasi, karena sampling dilakukan pada belt conveyor yang sedang berjalan (moving stream) keamanan para sampler lebih terjamin Lebih presisi dan minimasi terjadinya bias Sampling dapat dilakukan baik secara manual maupun secara mechanical, cara mechanical sampling lebih disukai karena : Stopped-belt sampling merupakan sampling cara manual yang sangat baik, namun sangat mengganggu jalannya operasi dikarenakan belt conveyor harus di berhentikan setiap kali mengambil contoh (increment).
  • 7.
    Dapatkah seorang sampler mengambil contohsecara manual dari belt conveyor yang sedang berjalan? • Pengambilan contoh batubara secara manual dari belt conveyor yang sedang berjalan dengan kecepatan serta kapasitas laju angkut (flowrate) yang tinggi sangat berbahaya, lakukan dengan aman. • Dalam beberapa standard method telah ditetapkan beberapa angka sebagai batasan akan kondisi yang dianggap berbahaya pada pengambilan contoh
  • 8.
    Massa / jumlahsample yang diambil • M = Massa atau berat tiap increment (kg) • D = Diameter particle top size batubara (mm) • Contoh: Berat minimum per increment pada manual sampling untuk ukuran batubara top size 50 mm, adalah M = 0.06 x 50 = 3.00 kg Berat minimum sample untuk setiap increment tergantung dari ukuran butir batubara yang disampling, dan mengikuti persamaan M = 0.06 D • Satuan pengambilan sample terkecil disebut Increment, dan • increment-increment digabungkan membentuk satuan gross sample Sedangkan untuk berat per increment pada mechanical sampling berlaku persamaan sebagai berikut : M = C x A / 3.6 V Dimana : C = Capacity belt Conveyor(tph) A = Aperture cutter (m) (min. 3 x top size) V = Kecepatan belt conveyor (m/det) Contoh Berat sample per increment untuk batubara dengan top size 50 mm, dengan loading rate 1000 tph, dan kecepatan belt 4.5 m/s adalah : M = (1000 x 0.15) / (3.6 x 4.5)= 9.26 kg
  • 9.
    Alat yang digunakan 1. Laddle: Digunakan untuk pengambilan sample dari falling stream 2. Manual Cutter : Digunakan untuk pengambilan sample dari falling stream 3. Scoop : Digunakan untuk pengambilan sample seperti dari bucket WA. 4. Shovel : Digunakan untuk pengambilan sample di stockpile, DT dan lain-lain. 5. Sampling Frame: Digunakan untuk pengambilan sample diatas belt conveyor
  • 10.

Editor's Notes