Industri kecil dan sederhana (IKS) di Malaysia memberikan sumbangan signifikan kepada ekonomi dengan membuka peluang pekerjaan dan meningkatkan kemahiran tenaga kerja, namun menghadapi cabaran seperti kekurangan latihan, modal, bahan mentah, dan skop pasaran. IKS terutamanya dikendalikan oleh pengusaha kurang berpendidikan dan menggunakan teknologi rendah, yang membatasi kemampuan mereka dalam bersaing di pasar yang lebih luas. Tantangan ini termasuk syarat pinjaman yang ketat dan ketidakstabilan harga bahan mentah.