Kodok lembu (rana catesbiana) atau kodok taiwan telah berkembang di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan sejak tahun 1984, meskipun jumlah pembudidayanya menurun akibat kurangnya pemahaman tentang permintaan pasar. Saat ini, permintaan akan kodok konsumsi dan benih terus meningkat, baik dari pasar lokal maupun luar daerah. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan teknik budidaya dan memenuhi syarat teknis serta sosial ekonomi untuk keberhasilan usaha ini.