BUDAYA LOKAL
Aceh, Batak, Minang, Melayu, Lampung, Palembang, Sunda,
Badui, Jawa, Bali, NTB, NTT, Dayak, Banjar, Makasar, Bugis,
Toraja, Gorontalo, Menado, Ambon, Ternate, Papua .....
BUDAYA ASING
India, Arab, China, Belanda, Portugis, Inggris, Jepang
AGAMA
Kepercayaan lokal, Hindu-Buddha, Islam, Konghucu, Kristen,
Katolik, .....
PENINGGALAN ARKEOLOGI INDONESIA
DAN LATAR BELAKANG BUDAYA DAN AGAMA
1. Masa Prasejarah
- Masa BB & MM TS(Paleolitik)
- Masa BB & MM TL(Mesolitik)
- Masa BT(Neolitik)
- MasaPerundagian
2. Masa Klasik (Hindu – Buddha)
- Masa Jawa Tengah (abad ke 7 – 10M)
- Masa Jawa Timur (abad ke 10 – 15M)
3. Masa Islam – Kolonial
- Masuknya Agama Islam(Islamisasi
Nusantara)
- Masuknya pengaruh Barat(Belanda,
Inggris, Portugis)
1. Masa Perjuangan
Peninggal
an
Purbakal
a
Indonesi
a
KERANGKA WAKTU / PERIODESASI
2 jt – 50
th
yll
1. Masa Prasejarah
A. Masa BB & MM TS (Paleolitik)
- Manusia: Pithecanthropus (Homoerectus), Meganthropus, dan manusia Wajak
(Homo sapiens).
- Teknologi: Kapak perimbas, Alat serpih, Alat tulang
B. Masa BB & MM TL (Mesolitik)
- Manusia: Australomelanesoid dan Monggoloid.
- Teknologi: Serpih bilah, Alat tulang, Kapak genggam Sumatera
- Kepercayaan: lukidsan dinding gua
C. Masa Bercocok Tanam (Neolitik)
- Manusia: Australomelanesoid dan Monggoloid.
- Teknologi: Kapak persegi, kapak lonjong, Obsidian, Mata panah, Gerabah, Alat
pemukul kulit kayu, Perhiasan
- Kepercayaan: Megalitik Tua
D. Masa Perundagian
- Manusia: Australomelanesoid dan Monggoloid.
- Teknologi: alat-2 dari logam (perunggu, besi, perak, emas): nekara, kapak,
bejana, boneka, perhiasan, berbagai bentuk senjata, gerabah)
- Kepercayaan: Megalitik Muda
2. Masa Klasik (Hindu – Buddha)
- Masa Jawa Tengah (abad ke 7 – 10 M)
- Masa Jawa Timur (abad ke 10 – 15 M)
- Candi, petirtaan, prasasti, arca, lingga-yoni, perhiasan
-Candi (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan)
- Petirtaan (Jawa, Bali)
- Prasasti (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali)
- Arca Hindu-Buddha (Sumatera, Jawa, Bali)
- Lingga-Yoni (Jawa-Bali)
- Perhiasan (Sumatera, Jawa, Bali)
3. Masa Islam – Kolonial
- ISLAM:
- Masuknya Agama Islam (Islamisasi Nusantara)
- Masuknya pengaruh Barat (Belanda, Inggris, Portugis)
- Masjid (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Ambon,
NTB)
- Makam (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate,Ambon,
NTB)
- Kraton (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Maluku)
- Benteng (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Ternate)
- KOLONIAL:
- Benteng (Sumatera, Jawa, Ternate, Maluku, Sulawesi)
- Gereja (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Ambon,
Papua)
- Bangunan-2 Kolonial (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, )
4. Masa Perjuangan
-
-
-
-
-
1908 – 1945-an
Berkaitan dengan peristiwa perjuangan merebut kemerdekaan
Tempat-2 bersejarah (bangunan, benteng pertahanan)
Tugu-tugu
Penjara pejuang kemerdekaan
CANDI
- Fungsi : tempat pemujaan / pendharmaan
- Agama : Hindu & Buddha
- Bahan
- Lokasi
- Gaya
: Batu (andesit & kapur), Bata
: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali
: Jawa Tengah & Jawa Timur
Bagian-2 CANDI
- Kaki
- Tubuh
- Atap
Elemen CANDI
- Arca / Lingga-Yoni
- Relief
- Kala
- Makara
- Jaladwara
- Dwarapala
- Relung
- Stupa / Ratna
- Penampil
- Pagar langkan
- Tangga / pintu masuk
 Budaya India masuk ke Indonesia awalMasehi
1. Teori Brahmana (Jc. Van Leur)
2. Teori Ksatria (C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens)
3. Teori Waisya (NJ. Krom)
4. Teori Sudra (van Faber)
5. Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch)
12
 Prasasti Canggal (732 M) : Pendirian Lingga di
Kunjarakunja deca oleh Rakai Mataram Sang Ratu
Sanjaya. Sanna---menurunkan Sanjaya yang
menurunkan raja-raja Mataram Kuna.
 Prasasti Kelurak (782 M) : Raja Indra---menurunkan
Rakai Warak Dyah Manara (Samaratungga)---
mempunyai seorang anak bernama Sri Kahulunan
(Pramodhawardhani)--- selanjutnya
Pramodhawardhani kemudian menikah dengan Rakai
Pikatan Dyah Saladu yang beragamaHindhu.
13
 Prasasti Tri Tepusan / Sri Kahulunan (842 M) : Sri
Kahulunan (Pramodawardhani) merupakan tokoh
yang menganugerahkan tanah perdikan untuk
pemeliharaan bangunan suci “kamul ni bhumi
sambhara” atau yang disebut dengan “daavidham”
bangunan bertingkat atau berlapis 10----
CANDI BOROBUDUR….. ?
14
Kerajaan Mataram Kuna Periode JawaTengahan
Pusat Kerajaan :
 Medang I Bhumi Maratam (Sleman---Yogya) : masa
Sanjaya dan DyahWawa
 Medang I Mamratipura (dataran kedu) : masapikatan
 Medang I Poh Pitu (dataran kedu) : masa Dyah
Balitung
 Medang I Tamwlang (Jawa Timur ?) : masa PuSindok
 Medang I Watugaluh (Jombang) : masa PuSindok
 Medang I Wwatan Tija (Madiun) : masa
DharmawangsaTguh
15
 Organisasi Pekerjaan (vastusastra, silpasastra, bhrat
samhita, sthapatya sastra veda)
1. Yajamana (Raja/ Maharaja)
2. Sthapaka (Arsitek pendeta)
3. Sthapati (Arsitek pembangunan)
4. Sutragrahin (Surveyer)
5. Taksaka (Ahli pahat)
6. Vardhakin (Ahli seni, plester, danpewarnaan)
16
Tahapan Pembangunan Candi Borobudur
horizonChorizonB
horizonA
man-made fill
Kondisi lingkungan Candi Borobudur
setelah dibersihkan tahun 1854
Kondisi Stupa Induk Candi Borobudur
sebelum dipugar van Erp 1911
Kondisi bagian Stupa (lantai 8 – 9 – 10) sebelum pemugaran I (1907-1911)
1st Restoration(1907-1911)
Pemugaran I
Van Erp (1907 – 1911)
Pemugaran van Erp 1907 - 1911
Pemugaran van Erp 1907 - 1911
Candi Borobudur :
Hasil pemugaran van Erp 1907 - 1911
2nd Restoration(1973-1983)
Pemugaran II:
Indonesia, UNESCO, dan dibantu negara-
negara donor (1973-1983)
Kondisi dinding dan lantai sebelum restorasi 1973-1983
29
Kondisi Candi Borobudur sekarang (dari sisi barat)
Kaki asli dan Relief Karmawibhangga
(1885 ditemukan Yzerman; 1890-1891 dibuka + dokumentasi Kassian Chepas)
 Tata letak Candi Borobudur konsentris, berpusat
meningkat ke atas. Bentuk denah dari persegiempat,
lingkaran dan tangga berkombinasi membentuk
suatu struktur monumental yang berundak-undak
membentuk piramid (semakin ke atassemakin kecil)
bertingkat 10. Hal tersebut berkaitan dengan ajaran
dasabhumi dalam Budhisme Mahayana, yaitu
sepuluh tingkat perkembangan Boddhisattwaberupa
sepuluh tindakan penyempurnaan yang harus
dilakukan oleh Boddhisattwa untuk mencapai
kebuddhaan.
32
33
tangga
Penamaan bagian candi
stupainduk
teras III
teras II
teras I
plateau
lorong IV
lorong III
lorong II
lorong I
selasar
undag
34
 Menurut Daigoro Chihara, Soekmono dan Bernert
Kempers, Candi Borobudur melambangkan sebuah
Mandala. Mandala dapat diartikan suatu objek yang
luas yang berfungsi sebagai alat meditasi yang
diwujudkan dalam sebuah konfigurasi kosmis,
dimanadi pusatnya terdapat tokoh dewaatau simbol
dewa tertinggi yang dikelilingi oleh sejumlah dewa
yang secara hierarkis kedudukannya lebihrendah.
35
 Candi Borobudur merupakan salah satu Candi yang
menggunakan konsep filosofis Mahayana. Buddha
Mahayana merupakan salah satu aliran utama agama
Buddha. Istilah Mahayana dan Hinayana muncul
pertama kali pada sekitar abad I SM hingga I M,
kedua istilah Mahayana dan Hinayana muncul di
Sutra Saddharma Pundarika atau Sutra TerataiAjaran
Kebajikan. Mahayanan dalam bahasa Sanskerta
berarti “kendaraan besar”. Filosofi Mahayana
disebarkan dari India ke Asia Tenggara, Asia Tengah,
Tiongkok, hingga Jepang pada sekitarabad VI M.
36
DATA TEKNIS CANDI BOROBUDUR
 Ukuran : 121,66 m x 121,38 m
 Tinggi 35,40 m
 Terdiri dari 10 lantai + stupa induk
 Tersusun dari 55.000 m3 (2.000.000 potong batu)
 Relief cerita 1.460 panil cerita (160 panil Karmawibhangga + 1300
panil Lalitavistara +Jataka+Avadana+Gandawyuha)
 Relief dekoratif 1.212 panil
 Stupa 72 + 1 stupa induk
 Dibangun abad VIII – IX M (Prasasti Sri Kahulunan 842 M, Raja
Smaratungga, Dinasti Syailendra 782 – 812 M, Buddha Mahayana)
 Ditemukan kembali 1814 : Thomas Stanford Raffles
 Pemugaran I: van Erp 1907-1911
 Pemugaran II: 1973-1983 Indonesia – Unesco
 World Heritage C. 592 / 1991
 Lokasi: Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah
Prasasti Sri Kahulunan 842 M berkaitan dengan Candi Borobudur
Sampai abad – 11, Pemanfaatan/difungsikan
Abad 11 M,Ditinggalkan (Bencana?)
Sampai abd – 19, Terabaikan (Tertutup tanah dan semak), Terlupakan?
1709, Kitab “Babad Tanah Jawi”, Ada cerita tentangmonumen/tempat
keramat di Borobudur
1814 ditemukan kembali oleh T.S. Raff les
1849 didokumentasikan dgn gambar oleh Wilsen
1873 didokumentasikan dengan fotooleh van Kinsbergen
1907-1911 pemugaran I oleh Th. Van Erp
1973-1983 pemugaran II oleh pemerintah Rep. Indonesia
1991 masuk dalam warisan budaya dunia No. 592 (UNESCO)
2010 mengalami guyuran hujan abu vulkanik Gunung Merapi38
B a s e m e n t
S u b B a s e m e n t
M a i n S t u p a
E n c a s e m e n t
B a s e m e n t
S u b B a s e m e n t
E n c a s e m e n t
1
s t
B a l l u s t r a d e
S O I L O F T E M P L E H I L L
3
r d
t e r r a c e
1
s t
t e r r a c e
2 n d B a l l u s t r a d e
1
s t
m a i n w a l l
3
r d
B a l l u s t r a d e
2
n d
m a i n w a l l
5
t h
B a l l u s t r a d e
4 t h m a i n w a l l
4 t h B a l l u s t r a d e
3
r d
m a i n w a l l
3
r d
t e r r a c e
2
n d
t e r r a c e 2
n d
t e r r a c e
1
s t
t e r r a c e
5
t h
B a l l u s t r a d e
4 t h m a i n w a l l
4 t h B a l l u s t r a d e
3
r d
m a i n w a l l
3
r d
B a l l u s t r a d e
2
n d
m a i n w a l l
2 n d B a l l u s t r a d e
1
s t
m a i n w a l l
1
s t
B a l l u s t r a d e
39
Borobudur
Prambanan
40
Ruphadhatu
Kamadhatu
Aruphadhatu
24 4
41
42
43
Dinding Lorong 1
Langkan Lorong 3
Dinding Lorong 2
Langkan Lorong 2
Langkan Lorong 1
Tubuh Candi (Rupadhatu)
Selasar
Dinding Selasar
Tk 4
Tk 3
Tk 2
Tk 1
Lr.4
PuncakStupa
Harmika
TubuhStupa
KakiStupa Induk
Dinding batur tk 3/dinding tk 7
Langkan Tk 5
Dinding Lorong 4
LaLnagnkgaknaLnoLroornogng44
Dinding Lorong 3
PuncaPkunCcaankdiC(aAnrduip(aAdruhpaatud)hatu)
Dinding batur tk 2/dinding tk 6
Dinding batur tk 1/dinding tk 5
Tk7
Tk6
Tk 5Tk5
Kaki Candi(Kamadhatu)
Dinding Selasar
Undag
DindingUndag
Relief-relief di Candi Borobudur
Tingkat Posisi
Ukuran Panil (m)
Cerita Relief Jumlah Panil
panjang
tingg
i
Kaki candi Kaki candi yang tertutup selasar dan undag 2,10 0,87 Karmawibhangga 160
Lorong I
Dinding lorong I, baris atas 1,91-2,84 0,80 a. Latitavistara 120
Dinding lorong I, baris bawah 1,91-2,84 0,80 b. jataka/avadana 120
Pagar langkan I, sisi dalam, baris atas 0,84-2,56 0,63 a. jataka/avadana 372
Pagar langkan I, sisi dalam, baris bawah 0,84-2,55 0,60 b. jataka/avadana 128
Lorong II
Dinding lorong II 1,73-2,27 1,22 Gandavyuha 128
Pagar langkan lorong II, sisi dalam 0,50-2,04 0,60 jataka/avadana 100
Lorong III
Dinding lorong III 1,31-3,47 1,10 Gandavyuha 88
Pagar langkan lorong III, sisi dalam 1,04-2,07 0,64 Gandavyuha 88
Lorong IV
Dinding lorong IV 1,26-2,72 1,05 Gandavyuha 72
Pagar langkan lorong IV, sisi dalam 0,87-2,08 0,61 Gandavyuha 84
Jumlah 1460
45
Transfer naskah cerita ke dalam bentuk seni yang konkrit oleh shilpin.
Karena dimaksudkan sebagai penggambaran cerita, maka di dalam reliefterdapat susunan
bentuk-bentuk tertentu oleh si seniman sedapat mungkindiusahakan mencerminkan
keadaan dan peristiwayang terjadi di dalam cerita bersangkutan.
Oleh karena itu di dalam relief, munculnya sosok tubuh tokoh-tokoh yangdisebutdalam
cerita beserta bentuk-bentuk tertentu (rumah, pohon, sungai, dsb) sebagai petunjuk tentang
situasi dan kondisi tempat terjadinya sebuah peristiwa adalah yangdiharapkan
46
Relief Lalitavistara dipahatkan pada dinding utama tingkat I,
baris panel atas, menceritakan tentang kehidupan Sang
Buddha di Surga Tushita hingga menyampaikan khotbahnya
yang pertama di TamanRusa.
47
 Jataka dan Avadana. Relief cerita Jataka dan Avadana
dipahatkan padadinding utama lorong tingkat I, dan pagar
langkan tingkat I danII.
 Jataka adalah kisah tentang sang Boddhisattva yang
mengalami kelahiran berulang kali dalam berbagaiwujudnya
untuk membantu manusia mencapai jalan kebuddhaan.
Dalam kisah – kisah itu Sang Boddhisattva baik sebagai
manusia maupun hewan selalu mencontohkan kepada
kebenaran dan ajaran tentangdharma.
 Avadana adalah cerita yang sama dengan Jataka. Hanya saja
pelaku utamanya bukan Sang Boddhisattva melainkantokoh
lain atau hewan biasa yang bukan jelmaanBoddhisattva.
48
49
50Amithaba
AmoghasiddaAksobya Wairocana
Ratnasambhawa
Selain kelima jenis arca di atas, terdapat pula arca – arca
yang menempati stupa – stupa berlubang pada tingkat
arupadhatu adalah Dhyani-Buddha Vajrasattwa dengan
sikap tangan dharmacakramudra yang berartimemutar
roda dharma (hukum atauajaran kebenaran)
51
Unfinished Buddha adalah sebuah arca yang belum sempurna terbentuk,
yang ketika ditemukan terpendam di bawah pohon kenari pada halaman
candi . Menurut sebagian ahli, arca Buddha ini dahulu kemungkinan
terletak di dalam stupa induk. Namun sebagian ahli lain meragukannya,
mengingat bahwa tingkat Arupadhatu adalah tingkat yang merupakan
simbol dari unsur tak berwujud. Jadi, seharusnya memang rongga dalam
stupa induk kosong.
52
53
54
55
56
57
Jaladwara
Berbentuk
Makara
Jaladwara
Berbentuk
Kala
Antefix
Penetapan zonasi: JICA 1979 dan Keppres 1/1992
Zon 5
Zona 3
Zona 4
Zona 5
59
Penataan Simpul Pusatlingkungan
Konservasi situs cagar budaya
Penataan rest area (simpul
penunjang wisata nuansa
pedesaan )
Penataan bangunan &
lingkungan (permukiman
perdesaan - konsep blok plan)
Konservasi
Sawah & pertanianlainnya
(min 50%)
Penataan GSS
Perlindungan pelestarian
lingkungan untuk spot
pemandangan yangmenarik
Pengembangan fasilitasDesa
Wisata (homestay)
Akses Menuju Kawasan
60
Pelestarian Situs
Candi Borobudur
Balai Konservasi
Borobudur
Zona 3-4-5 Daerah
permukiman sekitar
Candi Borobudur
(Pemkab Magelang)Zona 2
Kepariwisataan Situs
Candi Borobudur
PT TWCB
61
Iwan Cahyo Suryadi
From INDONESIA TO THE WORLD

Borobudur

  • 2.
    BUDAYA LOKAL Aceh, Batak,Minang, Melayu, Lampung, Palembang, Sunda, Badui, Jawa, Bali, NTB, NTT, Dayak, Banjar, Makasar, Bugis, Toraja, Gorontalo, Menado, Ambon, Ternate, Papua ..... BUDAYA ASING India, Arab, China, Belanda, Portugis, Inggris, Jepang AGAMA Kepercayaan lokal, Hindu-Buddha, Islam, Konghucu, Kristen, Katolik, ..... PENINGGALAN ARKEOLOGI INDONESIA DAN LATAR BELAKANG BUDAYA DAN AGAMA
  • 3.
    1. Masa Prasejarah -Masa BB & MM TS(Paleolitik) - Masa BB & MM TL(Mesolitik) - Masa BT(Neolitik) - MasaPerundagian 2. Masa Klasik (Hindu – Buddha) - Masa Jawa Tengah (abad ke 7 – 10M) - Masa Jawa Timur (abad ke 10 – 15M) 3. Masa Islam – Kolonial - Masuknya Agama Islam(Islamisasi Nusantara) - Masuknya pengaruh Barat(Belanda, Inggris, Portugis) 1. Masa Perjuangan Peninggal an Purbakal a Indonesi a KERANGKA WAKTU / PERIODESASI 2 jt – 50 th yll
  • 4.
    1. Masa Prasejarah A.Masa BB & MM TS (Paleolitik) - Manusia: Pithecanthropus (Homoerectus), Meganthropus, dan manusia Wajak (Homo sapiens). - Teknologi: Kapak perimbas, Alat serpih, Alat tulang B. Masa BB & MM TL (Mesolitik) - Manusia: Australomelanesoid dan Monggoloid. - Teknologi: Serpih bilah, Alat tulang, Kapak genggam Sumatera - Kepercayaan: lukidsan dinding gua C. Masa Bercocok Tanam (Neolitik) - Manusia: Australomelanesoid dan Monggoloid. - Teknologi: Kapak persegi, kapak lonjong, Obsidian, Mata panah, Gerabah, Alat pemukul kulit kayu, Perhiasan - Kepercayaan: Megalitik Tua D. Masa Perundagian - Manusia: Australomelanesoid dan Monggoloid. - Teknologi: alat-2 dari logam (perunggu, besi, perak, emas): nekara, kapak, bejana, boneka, perhiasan, berbagai bentuk senjata, gerabah) - Kepercayaan: Megalitik Muda
  • 5.
    2. Masa Klasik(Hindu – Buddha) - Masa Jawa Tengah (abad ke 7 – 10 M) - Masa Jawa Timur (abad ke 10 – 15 M) - Candi, petirtaan, prasasti, arca, lingga-yoni, perhiasan -Candi (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan) - Petirtaan (Jawa, Bali) - Prasasti (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali) - Arca Hindu-Buddha (Sumatera, Jawa, Bali) - Lingga-Yoni (Jawa-Bali) - Perhiasan (Sumatera, Jawa, Bali)
  • 6.
    3. Masa Islam– Kolonial - ISLAM: - Masuknya Agama Islam (Islamisasi Nusantara) - Masuknya pengaruh Barat (Belanda, Inggris, Portugis) - Masjid (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Ambon, NTB) - Makam (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate,Ambon, NTB) - Kraton (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Maluku) - Benteng (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Ternate) - KOLONIAL: - Benteng (Sumatera, Jawa, Ternate, Maluku, Sulawesi) - Gereja (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Ambon, Papua) - Bangunan-2 Kolonial (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, )
  • 7.
    4. Masa Perjuangan - - - - - 1908– 1945-an Berkaitan dengan peristiwa perjuangan merebut kemerdekaan Tempat-2 bersejarah (bangunan, benteng pertahanan) Tugu-tugu Penjara pejuang kemerdekaan
  • 8.
    CANDI - Fungsi :tempat pemujaan / pendharmaan - Agama : Hindu & Buddha - Bahan - Lokasi - Gaya : Batu (andesit & kapur), Bata : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali : Jawa Tengah & Jawa Timur
  • 9.
  • 10.
    Elemen CANDI - Arca/ Lingga-Yoni - Relief - Kala - Makara - Jaladwara - Dwarapala - Relung - Stupa / Ratna - Penampil - Pagar langkan - Tangga / pintu masuk
  • 12.
     Budaya Indiamasuk ke Indonesia awalMasehi 1. Teori Brahmana (Jc. Van Leur) 2. Teori Ksatria (C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens) 3. Teori Waisya (NJ. Krom) 4. Teori Sudra (van Faber) 5. Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch) 12
  • 13.
     Prasasti Canggal(732 M) : Pendirian Lingga di Kunjarakunja deca oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Sanna---menurunkan Sanjaya yang menurunkan raja-raja Mataram Kuna.  Prasasti Kelurak (782 M) : Raja Indra---menurunkan Rakai Warak Dyah Manara (Samaratungga)--- mempunyai seorang anak bernama Sri Kahulunan (Pramodhawardhani)--- selanjutnya Pramodhawardhani kemudian menikah dengan Rakai Pikatan Dyah Saladu yang beragamaHindhu. 13
  • 14.
     Prasasti TriTepusan / Sri Kahulunan (842 M) : Sri Kahulunan (Pramodawardhani) merupakan tokoh yang menganugerahkan tanah perdikan untuk pemeliharaan bangunan suci “kamul ni bhumi sambhara” atau yang disebut dengan “daavidham” bangunan bertingkat atau berlapis 10---- CANDI BOROBUDUR….. ? 14
  • 15.
    Kerajaan Mataram KunaPeriode JawaTengahan Pusat Kerajaan :  Medang I Bhumi Maratam (Sleman---Yogya) : masa Sanjaya dan DyahWawa  Medang I Mamratipura (dataran kedu) : masapikatan  Medang I Poh Pitu (dataran kedu) : masa Dyah Balitung  Medang I Tamwlang (Jawa Timur ?) : masa PuSindok  Medang I Watugaluh (Jombang) : masa PuSindok  Medang I Wwatan Tija (Madiun) : masa DharmawangsaTguh 15
  • 16.
     Organisasi Pekerjaan(vastusastra, silpasastra, bhrat samhita, sthapatya sastra veda) 1. Yajamana (Raja/ Maharaja) 2. Sthapaka (Arsitek pendeta) 3. Sthapati (Arsitek pembangunan) 4. Sutragrahin (Surveyer) 5. Taksaka (Ahli pahat) 6. Vardhakin (Ahli seni, plester, danpewarnaan) 16
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    Kondisi lingkungan CandiBorobudur setelah dibersihkan tahun 1854
  • 21.
    Kondisi Stupa IndukCandi Borobudur sebelum dipugar van Erp 1911
  • 22.
    Kondisi bagian Stupa(lantai 8 – 9 – 10) sebelum pemugaran I (1907-1911)
  • 23.
  • 24.
    Pemugaran van Erp1907 - 1911
  • 25.
    Pemugaran van Erp1907 - 1911
  • 26.
    Candi Borobudur : Hasilpemugaran van Erp 1907 - 1911
  • 27.
    2nd Restoration(1973-1983) Pemugaran II: Indonesia,UNESCO, dan dibantu negara- negara donor (1973-1983)
  • 28.
    Kondisi dinding danlantai sebelum restorasi 1973-1983
  • 29.
  • 30.
    Kondisi Candi Borobudursekarang (dari sisi barat)
  • 31.
    Kaki asli danRelief Karmawibhangga (1885 ditemukan Yzerman; 1890-1891 dibuka + dokumentasi Kassian Chepas)
  • 32.
     Tata letakCandi Borobudur konsentris, berpusat meningkat ke atas. Bentuk denah dari persegiempat, lingkaran dan tangga berkombinasi membentuk suatu struktur monumental yang berundak-undak membentuk piramid (semakin ke atassemakin kecil) bertingkat 10. Hal tersebut berkaitan dengan ajaran dasabhumi dalam Budhisme Mahayana, yaitu sepuluh tingkat perkembangan Boddhisattwaberupa sepuluh tindakan penyempurnaan yang harus dilakukan oleh Boddhisattwa untuk mencapai kebuddhaan. 32
  • 33.
    33 tangga Penamaan bagian candi stupainduk terasIII teras II teras I plateau lorong IV lorong III lorong II lorong I selasar undag
  • 34.
  • 35.
     Menurut DaigoroChihara, Soekmono dan Bernert Kempers, Candi Borobudur melambangkan sebuah Mandala. Mandala dapat diartikan suatu objek yang luas yang berfungsi sebagai alat meditasi yang diwujudkan dalam sebuah konfigurasi kosmis, dimanadi pusatnya terdapat tokoh dewaatau simbol dewa tertinggi yang dikelilingi oleh sejumlah dewa yang secara hierarkis kedudukannya lebihrendah. 35
  • 36.
     Candi Borobudurmerupakan salah satu Candi yang menggunakan konsep filosofis Mahayana. Buddha Mahayana merupakan salah satu aliran utama agama Buddha. Istilah Mahayana dan Hinayana muncul pertama kali pada sekitar abad I SM hingga I M, kedua istilah Mahayana dan Hinayana muncul di Sutra Saddharma Pundarika atau Sutra TerataiAjaran Kebajikan. Mahayanan dalam bahasa Sanskerta berarti “kendaraan besar”. Filosofi Mahayana disebarkan dari India ke Asia Tenggara, Asia Tengah, Tiongkok, hingga Jepang pada sekitarabad VI M. 36
  • 37.
    DATA TEKNIS CANDIBOROBUDUR  Ukuran : 121,66 m x 121,38 m  Tinggi 35,40 m  Terdiri dari 10 lantai + stupa induk  Tersusun dari 55.000 m3 (2.000.000 potong batu)  Relief cerita 1.460 panil cerita (160 panil Karmawibhangga + 1300 panil Lalitavistara +Jataka+Avadana+Gandawyuha)  Relief dekoratif 1.212 panil  Stupa 72 + 1 stupa induk  Dibangun abad VIII – IX M (Prasasti Sri Kahulunan 842 M, Raja Smaratungga, Dinasti Syailendra 782 – 812 M, Buddha Mahayana)  Ditemukan kembali 1814 : Thomas Stanford Raffles  Pemugaran I: van Erp 1907-1911  Pemugaran II: 1973-1983 Indonesia – Unesco  World Heritage C. 592 / 1991  Lokasi: Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
  • 38.
    Prasasti Sri Kahulunan842 M berkaitan dengan Candi Borobudur Sampai abad – 11, Pemanfaatan/difungsikan Abad 11 M,Ditinggalkan (Bencana?) Sampai abd – 19, Terabaikan (Tertutup tanah dan semak), Terlupakan? 1709, Kitab “Babad Tanah Jawi”, Ada cerita tentangmonumen/tempat keramat di Borobudur 1814 ditemukan kembali oleh T.S. Raff les 1849 didokumentasikan dgn gambar oleh Wilsen 1873 didokumentasikan dengan fotooleh van Kinsbergen 1907-1911 pemugaran I oleh Th. Van Erp 1973-1983 pemugaran II oleh pemerintah Rep. Indonesia 1991 masuk dalam warisan budaya dunia No. 592 (UNESCO) 2010 mengalami guyuran hujan abu vulkanik Gunung Merapi38 B a s e m e n t S u b B a s e m e n t M a i n S t u p a E n c a s e m e n t B a s e m e n t S u b B a s e m e n t E n c a s e m e n t 1 s t B a l l u s t r a d e S O I L O F T E M P L E H I L L 3 r d t e r r a c e 1 s t t e r r a c e 2 n d B a l l u s t r a d e 1 s t m a i n w a l l 3 r d B a l l u s t r a d e 2 n d m a i n w a l l 5 t h B a l l u s t r a d e 4 t h m a i n w a l l 4 t h B a l l u s t r a d e 3 r d m a i n w a l l 3 r d t e r r a c e 2 n d t e r r a c e 2 n d t e r r a c e 1 s t t e r r a c e 5 t h B a l l u s t r a d e 4 t h m a i n w a l l 4 t h B a l l u s t r a d e 3 r d m a i n w a l l 3 r d B a l l u s t r a d e 2 n d m a i n w a l l 2 n d B a l l u s t r a d e 1 s t m a i n w a l l 1 s t B a l l u s t r a d e
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
    43 Dinding Lorong 1 LangkanLorong 3 Dinding Lorong 2 Langkan Lorong 2 Langkan Lorong 1 Tubuh Candi (Rupadhatu) Selasar Dinding Selasar Tk 4 Tk 3 Tk 2 Tk 1 Lr.4 PuncakStupa Harmika TubuhStupa KakiStupa Induk Dinding batur tk 3/dinding tk 7 Langkan Tk 5 Dinding Lorong 4 LaLnagnkgaknaLnoLroornogng44 Dinding Lorong 3 PuncaPkunCcaankdiC(aAnrduip(aAdruhpaatud)hatu) Dinding batur tk 2/dinding tk 6 Dinding batur tk 1/dinding tk 5 Tk7 Tk6 Tk 5Tk5 Kaki Candi(Kamadhatu) Dinding Selasar Undag DindingUndag
  • 44.
  • 45.
    Tingkat Posisi Ukuran Panil(m) Cerita Relief Jumlah Panil panjang tingg i Kaki candi Kaki candi yang tertutup selasar dan undag 2,10 0,87 Karmawibhangga 160 Lorong I Dinding lorong I, baris atas 1,91-2,84 0,80 a. Latitavistara 120 Dinding lorong I, baris bawah 1,91-2,84 0,80 b. jataka/avadana 120 Pagar langkan I, sisi dalam, baris atas 0,84-2,56 0,63 a. jataka/avadana 372 Pagar langkan I, sisi dalam, baris bawah 0,84-2,55 0,60 b. jataka/avadana 128 Lorong II Dinding lorong II 1,73-2,27 1,22 Gandavyuha 128 Pagar langkan lorong II, sisi dalam 0,50-2,04 0,60 jataka/avadana 100 Lorong III Dinding lorong III 1,31-3,47 1,10 Gandavyuha 88 Pagar langkan lorong III, sisi dalam 1,04-2,07 0,64 Gandavyuha 88 Lorong IV Dinding lorong IV 1,26-2,72 1,05 Gandavyuha 72 Pagar langkan lorong IV, sisi dalam 0,87-2,08 0,61 Gandavyuha 84 Jumlah 1460 45
  • 46.
    Transfer naskah ceritake dalam bentuk seni yang konkrit oleh shilpin. Karena dimaksudkan sebagai penggambaran cerita, maka di dalam reliefterdapat susunan bentuk-bentuk tertentu oleh si seniman sedapat mungkindiusahakan mencerminkan keadaan dan peristiwayang terjadi di dalam cerita bersangkutan. Oleh karena itu di dalam relief, munculnya sosok tubuh tokoh-tokoh yangdisebutdalam cerita beserta bentuk-bentuk tertentu (rumah, pohon, sungai, dsb) sebagai petunjuk tentang situasi dan kondisi tempat terjadinya sebuah peristiwa adalah yangdiharapkan 46
  • 47.
    Relief Lalitavistara dipahatkanpada dinding utama tingkat I, baris panel atas, menceritakan tentang kehidupan Sang Buddha di Surga Tushita hingga menyampaikan khotbahnya yang pertama di TamanRusa. 47
  • 48.
     Jataka danAvadana. Relief cerita Jataka dan Avadana dipahatkan padadinding utama lorong tingkat I, dan pagar langkan tingkat I danII.  Jataka adalah kisah tentang sang Boddhisattva yang mengalami kelahiran berulang kali dalam berbagaiwujudnya untuk membantu manusia mencapai jalan kebuddhaan. Dalam kisah – kisah itu Sang Boddhisattva baik sebagai manusia maupun hewan selalu mencontohkan kepada kebenaran dan ajaran tentangdharma.  Avadana adalah cerita yang sama dengan Jataka. Hanya saja pelaku utamanya bukan Sang Boddhisattva melainkantokoh lain atau hewan biasa yang bukan jelmaanBoddhisattva. 48
  • 49.
  • 50.
  • 51.
    Selain kelima jenisarca di atas, terdapat pula arca – arca yang menempati stupa – stupa berlubang pada tingkat arupadhatu adalah Dhyani-Buddha Vajrasattwa dengan sikap tangan dharmacakramudra yang berartimemutar roda dharma (hukum atauajaran kebenaran) 51
  • 52.
    Unfinished Buddha adalahsebuah arca yang belum sempurna terbentuk, yang ketika ditemukan terpendam di bawah pohon kenari pada halaman candi . Menurut sebagian ahli, arca Buddha ini dahulu kemungkinan terletak di dalam stupa induk. Namun sebagian ahli lain meragukannya, mengingat bahwa tingkat Arupadhatu adalah tingkat yang merupakan simbol dari unsur tak berwujud. Jadi, seharusnya memang rongga dalam stupa induk kosong. 52
  • 53.
  • 54.
  • 55.
  • 56.
  • 57.
  • 58.
    Penetapan zonasi: JICA1979 dan Keppres 1/1992 Zon 5 Zona 3 Zona 4 Zona 5
  • 59.
    59 Penataan Simpul Pusatlingkungan Konservasisitus cagar budaya Penataan rest area (simpul penunjang wisata nuansa pedesaan ) Penataan bangunan & lingkungan (permukiman perdesaan - konsep blok plan) Konservasi Sawah & pertanianlainnya (min 50%) Penataan GSS Perlindungan pelestarian lingkungan untuk spot pemandangan yangmenarik Pengembangan fasilitasDesa Wisata (homestay) Akses Menuju Kawasan
  • 60.
    60 Pelestarian Situs Candi Borobudur BalaiKonservasi Borobudur Zona 3-4-5 Daerah permukiman sekitar Candi Borobudur (Pemkab Magelang)Zona 2 Kepariwisataan Situs Candi Borobudur PT TWCB
  • 61.
    61 Iwan Cahyo Suryadi FromINDONESIA TO THE WORLD