Perinsip-perinsip Bimbingan
dan Konseling di Sekolah
Dasar
1. Muhammad Heru wahyu Utomo (201533368)
2. Puspita Ratna Andiani (201533369)
3. Umi Kusuma Dewi (201533390)
4. Emi Kodrianingsih (201533407)
Kelompok 4 :
2 H PGSD
• Prinsip yang berasal dari asal kata ” PRINSIPRA”
yang artinya permulan dengan sautu cara
tertentu melahirkan hal –hal lain , prisip ini
merupakam hasil perpaduan antara kajian
teoriitik dan teori lapangan yang terarah yang
digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan
yang dimaksudkan.( Halaen,2002,: 63 )
• Prayitno mengatakan : ” Bahwa prinsip
merupaka hasil kajian teoritik dan hasil lapangan
yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan
sesuatu yang dimaksudkan”
• Dapat disimpulkan bahwa prinsip – prinsip
bimbingan dan konseling merupakan pemaduan
hasil – hasil teori dan praktek yang dirumuskan
dan dijadikan pedoman sekaligus dasar bagi
peyelengaran pelayanan.
1. Pengertian Prinsip-prinsip BK di SD
Pelayanan Sekolah
Arifin dan Eti Kartikawati (1994) menjabarkan
prinsip-prinsip bimbingan dan konseling ke dalam
empat bagian , yaitu :
(1) prinsip-prinsip Umum,
(2) prinsip-prinsip Khusus yang berhubungan dengan
individu (siswa),
(3) prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan
pembimbing, dan
(4) prinsip-prinsip Khusus yang berhubungan dengan
organisasi dan administrasi bimbingan dan konseling.
2. Penjabaran Prinsip-prinsip BK di SD
1.Prinsip-prinsip Umum
a.Bimbingan harus berpusat pada individu yang di
bimbingnya.
Contoh : harus mengarah pada si anak tentang
memperbaiki sikap dan tingkahlaku,
memperbaikinya dengan memberi perhatian yang
lebih.
b.Bimbingan dan konseling diberikan kepada
individu dengan tujuan agar terjadi perubahan
perilaku individu kearah yang lebih baik.
Contoh: Dengan cara menesehati jika melakukan
kesalahan.
c.Upaya pemberian bantuan (pelayanan bimbingan dan
konseling) harus dilakukan secara fleksibel (tidak
kaku). Contoh: Harus sabar dan tanpa amarah.
Lanjutan...
2. Prinsip-prinsip Khusus yang berhubungan
dengan individu (siswa)
a. Pelayanan BK harus diberikan kepada
semua sisiwa. Contoh: tidak pilih kasih atau
membeda-bedakan antara satu dengan yang
lainnya.
b. Keputusan akhir dalam proses BK dibentuk
oleh siswa sendiri. Contoh: Jika siswa yang
melakukan kesalahan dan sudah di bimbing
keputusan akhir ada di tangan siswa yg ingin
berubah atau tidak.
c. Siswa yang telah memperoleh bimbingan,
harus secara berangsur-angsur dapat
menolong dirinya sendiri. Contoh: Jadi
setelah lepas ari pengawasan guru, siswa
harus bisa mengkondisikan atau menjaga
dirinya sendiri.
3.Prinsip Khusus yang Berhubungan
dengan Pembimbing
a. Konselor harus melakukan tugas sesuai dengan
kemampuannya masing-masing. Contoh: pembimbing
harus mengetahui karakteristik siswanya agar siswa
mendapatkan pelayanan sesuai dengan karakter siswa.
b. .Konselor di sekolah dipilih atas dasar kualifikasi
kepribadian, pendidikan pengalaman, dan kemampuan.
Contoh : kualitas pembimbing atau guru juga harus di
perhatikan, jika salah memilih, akan berdampak pada
anak didiknya.
c. Konselor harus menghormati, menjaga kerahasiaan
informasi tentang siswa yang dibimbingnya. contoh : jadi
seandainya ada anak yang bodoh jangan terlalu
mengumbar kebodohanya,karena akan menimbulkan
keminderan di diri anak , justru itu acuan bagi si
pembimbing agar memperbaiki anak tersebut.
4. Prinsip yang Berhubungan dengan Organisasi
dan Administrasi (Manajemen) Pelayanan
Bimbingan Konseling
a. Bimbingan dan konseling harus dilaksanakan secara sistematis dan
berkelanjutan.
Contoh: Setip hubungan antara konselor dan pembimbung harus di
lakukan secara terus menerus , agar terjalin sebuah ikatan yang lebih
baik lagi.
b. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam situasi individu atau
kelompok sesuai dengan masalah yang dipecahkan dan metode yang
dipergunakan dalam mememcahkan masalah terkait. Contoh: Masalah
harus di pecahkan sesuai dengan apa pokok permasallahan tersebut.
c. Dalam menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling,
sekolah dan madrasah harus bekerja sama dengan berbagai pihak.
Contoh: Pihak sekolah harus giat bekerjasama dengan pihak2 keluarga
murid agar terjalinya silaturahmi dan dapat menyelesaikan masalah di
sekolah bia terjadi masalah.
1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran pelayanan.
Contoh: BK melayani semua individu tanpa memandang
umur terutama sissa dan siswi SD, jenis kelamin,
suku, agama dan status sosial ekonomi.
2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan masalah individu.
Contoh:Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan
merupakan faktor timbulnya masalah pada
individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama
pelayanan BK.
3.Prinsip-prinsip berkenaan dengan program pelayanan.
Contoh: Program bimbingan dan konseling disusun secara
berkelanjutan dari jenjang pendidikan terendah sampai
tertinggi.
3. Macam – macam prinsip bimbingan dan
konseling di SD
• 4. Prinsip-prinsip berkenaan dengan
pelaksanaan pelayanan.
Contoh : BK harus diarahkan untuk
pengembangan individu yang
akhirnya mampu membimbing diri
sendiri dalm menghadapi
permasalahannya.
BIMBINGAN DAN KONSELING di SD

BIMBINGAN DAN KONSELING di SD

  • 1.
  • 2.
    1. Muhammad Heruwahyu Utomo (201533368) 2. Puspita Ratna Andiani (201533369) 3. Umi Kusuma Dewi (201533390) 4. Emi Kodrianingsih (201533407) Kelompok 4 : 2 H PGSD
  • 3.
    • Prinsip yangberasal dari asal kata ” PRINSIPRA” yang artinya permulan dengan sautu cara tertentu melahirkan hal –hal lain , prisip ini merupakam hasil perpaduan antara kajian teoriitik dan teori lapangan yang terarah yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan yang dimaksudkan.( Halaen,2002,: 63 ) • Prayitno mengatakan : ” Bahwa prinsip merupaka hasil kajian teoritik dan hasil lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan” • Dapat disimpulkan bahwa prinsip – prinsip bimbingan dan konseling merupakan pemaduan hasil – hasil teori dan praktek yang dirumuskan dan dijadikan pedoman sekaligus dasar bagi peyelengaran pelayanan. 1. Pengertian Prinsip-prinsip BK di SD Pelayanan Sekolah
  • 4.
    Arifin dan EtiKartikawati (1994) menjabarkan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling ke dalam empat bagian , yaitu : (1) prinsip-prinsip Umum, (2) prinsip-prinsip Khusus yang berhubungan dengan individu (siswa), (3) prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan pembimbing, dan (4) prinsip-prinsip Khusus yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi bimbingan dan konseling. 2. Penjabaran Prinsip-prinsip BK di SD
  • 5.
    1.Prinsip-prinsip Umum a.Bimbingan harusberpusat pada individu yang di bimbingnya. Contoh : harus mengarah pada si anak tentang memperbaiki sikap dan tingkahlaku, memperbaikinya dengan memberi perhatian yang lebih. b.Bimbingan dan konseling diberikan kepada individu dengan tujuan agar terjadi perubahan perilaku individu kearah yang lebih baik. Contoh: Dengan cara menesehati jika melakukan kesalahan. c.Upaya pemberian bantuan (pelayanan bimbingan dan konseling) harus dilakukan secara fleksibel (tidak kaku). Contoh: Harus sabar dan tanpa amarah. Lanjutan...
  • 6.
    2. Prinsip-prinsip Khususyang berhubungan dengan individu (siswa) a. Pelayanan BK harus diberikan kepada semua sisiwa. Contoh: tidak pilih kasih atau membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. b. Keputusan akhir dalam proses BK dibentuk oleh siswa sendiri. Contoh: Jika siswa yang melakukan kesalahan dan sudah di bimbing keputusan akhir ada di tangan siswa yg ingin berubah atau tidak. c. Siswa yang telah memperoleh bimbingan, harus secara berangsur-angsur dapat menolong dirinya sendiri. Contoh: Jadi setelah lepas ari pengawasan guru, siswa harus bisa mengkondisikan atau menjaga dirinya sendiri.
  • 7.
    3.Prinsip Khusus yangBerhubungan dengan Pembimbing a. Konselor harus melakukan tugas sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Contoh: pembimbing harus mengetahui karakteristik siswanya agar siswa mendapatkan pelayanan sesuai dengan karakter siswa. b. .Konselor di sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian, pendidikan pengalaman, dan kemampuan. Contoh : kualitas pembimbing atau guru juga harus di perhatikan, jika salah memilih, akan berdampak pada anak didiknya. c. Konselor harus menghormati, menjaga kerahasiaan informasi tentang siswa yang dibimbingnya. contoh : jadi seandainya ada anak yang bodoh jangan terlalu mengumbar kebodohanya,karena akan menimbulkan keminderan di diri anak , justru itu acuan bagi si pembimbing agar memperbaiki anak tersebut.
  • 8.
    4. Prinsip yangBerhubungan dengan Organisasi dan Administrasi (Manajemen) Pelayanan Bimbingan Konseling a. Bimbingan dan konseling harus dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Contoh: Setip hubungan antara konselor dan pembimbung harus di lakukan secara terus menerus , agar terjalin sebuah ikatan yang lebih baik lagi. b. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam situasi individu atau kelompok sesuai dengan masalah yang dipecahkan dan metode yang dipergunakan dalam mememcahkan masalah terkait. Contoh: Masalah harus di pecahkan sesuai dengan apa pokok permasallahan tersebut. c. Dalam menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling, sekolah dan madrasah harus bekerja sama dengan berbagai pihak. Contoh: Pihak sekolah harus giat bekerjasama dengan pihak2 keluarga murid agar terjalinya silaturahmi dan dapat menyelesaikan masalah di sekolah bia terjadi masalah.
  • 9.
    1. Prinsip-prinsip berkenaandengan sasaran pelayanan. Contoh: BK melayani semua individu tanpa memandang umur terutama sissa dan siswi SD, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial ekonomi. 2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan masalah individu. Contoh:Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan BK. 3.Prinsip-prinsip berkenaan dengan program pelayanan. Contoh: Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan terendah sampai tertinggi. 3. Macam – macam prinsip bimbingan dan konseling di SD
  • 10.
    • 4. Prinsip-prinsipberkenaan dengan pelaksanaan pelayanan. Contoh : BK harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalm menghadapi permasalahannya.