BERBAGAI BENTUK MUKA BUMI 
Bumi bila dilihat dari luar angkasa tampak halus dan indah, tetapi apabila bagian bumi dilihat 
dari dekat, akan tampak bahwa permukaan Bumi tidak rata dan bentuknya beragam. 
Pada permukaan Bumi, ada bagian yang menonjol ke atas, ada pula bagian yang cekung ke 
bawah. Di daratan bagian yang menonjol ke atas, dapat berupa gunung, pegunungan, dataran 
tinggi, bukit, dan sebagainya. Bagian yang cekung dapat berupa ngarai, lembah, danau, 
sungai, rawa, dan sebagainya. Di dasar laut juga terdapat bagian yang menonjol ke atas dan 
bagian yang cekung ke bawah, dapat berupa palung laut, lubuk laut, gunung bawah laut, dan 
sebagainya. 
Keragaman bentuk muka Bumi tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui berbagai proses 
dan waktu yang sangat lama. Berbagai bentuk tenaga bekerja untuk mengubah muka Bumi, 
baik dari dalam Bumi maupun dari luar Bumi yang dikenal dengan sebutan tenaga geologi. 
Bumi terdiri dari 3 bagian, yaitu Kulit Bumi 
(Lithosfer), Selubung Bumi (Asthenosfer), dan Inti Bumi (Barisfer). 
# Lithosfer merupakan lapisan luar bumi yang terdiri atas batuan padat dan keras dengan 
ketebalan rata-rata 1200 km. Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
1. Lapisan sial (silika alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silika 
dan alumunium,senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3. Lapisan sial dinamakan juga 
lapisan kerak bumi bersifat padat dan batu dengan ketebalan rata-rata 35 km. 
Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu: 
 Lempeng benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian 
atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Lapisan lempeng ini merupakan 
benua. 
 Lempeng samudra :merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada 
bagian atas, kemudian di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun 
dari batuan beku gabro dan peridolit. Lapisan lempeng ini merupakan dasar samudra. 
2. Lapisan sima (silika magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam 
silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O, lapisan ini mempunyai 
berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium 
yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Bahan lapisan ini bersifat elastis dan 
mempunyai ketebalan rata-rata 65 km. 
# Selubung Bumi/Mantel (Asthenosfer) yaitu lapisan bumi berupa bahan cair bersuhu 
tinggi dan berpijar dengan suhu antara 2.000-4.000° C yang melapisi lapisan inti Bumi 
dengan ketebalan 1700 km. 
# Inti bumi (Barisfer) merupakan lapisan inti dari bumi berbahan padat yang tersusun 
mineral cairan Besi dan Nikel (disebut juga lapisan Nife), jari jari inti bumi sekitar 3.470 km. 
Lapisan Inti dibedakan inti luar dan inti dalam. 
Suhu yang sangat panas (di atas 3.000°C) dan 
tekanan yang kuat membuat inti Bumi selalu bergolak. Pergolakan ini menimbulkan tenaga 
yang mahadahsyat sehingga menekan batuan cair pada selubung Bumi yang kemudian 
terdesak keluar ke permukaan Bumi dan akhirnya membentuk muka Bumi. Tenaga yang 
berasal dari dalam Bumi inilah yang disebut tenaga endogen. Sementara tenaga endogen 
bekerja, muka Bumi yang telah terbentuk akan diubah oleh tenaga dari luar Bumi yang 
disebut tenaga eksogen. Gabungan dua tenaga inilah yang menyebabkan keragaman bentuk 
muka Bumi.

Berbagai bentuk muka bumi

  • 1.
    BERBAGAI BENTUK MUKABUMI Bumi bila dilihat dari luar angkasa tampak halus dan indah, tetapi apabila bagian bumi dilihat dari dekat, akan tampak bahwa permukaan Bumi tidak rata dan bentuknya beragam. Pada permukaan Bumi, ada bagian yang menonjol ke atas, ada pula bagian yang cekung ke bawah. Di daratan bagian yang menonjol ke atas, dapat berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, bukit, dan sebagainya. Bagian yang cekung dapat berupa ngarai, lembah, danau, sungai, rawa, dan sebagainya. Di dasar laut juga terdapat bagian yang menonjol ke atas dan bagian yang cekung ke bawah, dapat berupa palung laut, lubuk laut, gunung bawah laut, dan sebagainya. Keragaman bentuk muka Bumi tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui berbagai proses dan waktu yang sangat lama. Berbagai bentuk tenaga bekerja untuk mengubah muka Bumi, baik dari dalam Bumi maupun dari luar Bumi yang dikenal dengan sebutan tenaga geologi. Bumi terdiri dari 3 bagian, yaitu Kulit Bumi (Lithosfer), Selubung Bumi (Asthenosfer), dan Inti Bumi (Barisfer). # Lithosfer merupakan lapisan luar bumi yang terdiri atas batuan padat dan keras dengan ketebalan rata-rata 1200 km. Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
  • 2.
    1. Lapisan sial(silika alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silika dan alumunium,senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bumi bersifat padat dan batu dengan ketebalan rata-rata 35 km. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu:  Lempeng benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Lapisan lempeng ini merupakan benua.  Lempeng samudra :merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Lapisan lempeng ini merupakan dasar samudra. 2. Lapisan sima (silika magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O, lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Bahan lapisan ini bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km. # Selubung Bumi/Mantel (Asthenosfer) yaitu lapisan bumi berupa bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar dengan suhu antara 2.000-4.000° C yang melapisi lapisan inti Bumi dengan ketebalan 1700 km. # Inti bumi (Barisfer) merupakan lapisan inti dari bumi berbahan padat yang tersusun mineral cairan Besi dan Nikel (disebut juga lapisan Nife), jari jari inti bumi sekitar 3.470 km. Lapisan Inti dibedakan inti luar dan inti dalam. Suhu yang sangat panas (di atas 3.000°C) dan tekanan yang kuat membuat inti Bumi selalu bergolak. Pergolakan ini menimbulkan tenaga yang mahadahsyat sehingga menekan batuan cair pada selubung Bumi yang kemudian terdesak keluar ke permukaan Bumi dan akhirnya membentuk muka Bumi. Tenaga yang berasal dari dalam Bumi inilah yang disebut tenaga endogen. Sementara tenaga endogen bekerja, muka Bumi yang telah terbentuk akan diubah oleh tenaga dari luar Bumi yang disebut tenaga eksogen. Gabungan dua tenaga inilah yang menyebabkan keragaman bentuk muka Bumi.