BENTUK NEGARA
Galang syajar adiba
Nim: 2302035
Bentuk negara harus dibedakan dari bentuk
pemerintahan dan sistem pemerintahan.
 Bentuk negara adalah terkait susunan negara,
apakah bersusun tunggal atau jamak.
Bentuk Pemerintahan terkait dengan tata cara
pengisian kepala negara dan tata cara pembentukan
kehendak negara
Sistem Pemerintahan terkait dengan hubungan
kekuasaan eksekutif dan parlemen
BENTUK NEGARA MENURUT PLATO
ARISTOKRA
SI
DEMOKRA
SI
TIMOKRA
SI
OLIGARKI TIRANI
CENDIKIAWA
N
>>KEADILAN
KEMASYH
URAN
HARTAWAN RAKYAT
ABSOLUT >>
SEWENANG-
WENANG
BENTUK NEGARA MENURUT
ARISTOTELES
MONARKI
ARISTOKRA
SI
POLITIEA
PEMEROSOTAN
DIKATATOR/TIRANI
OLIGARCHI/PLUTOKR
ASI
DEMOKRASI
BENTUK NEGARA BERDASARKAN
SUSUNANNYA
NEGARA
KESATUAN
NEGARA FEDERAL
NEGARA
KONFEDERASI
NEGARA KESATUAN
Negara kesatuan itu adalah negara yang tidak tersusun
dari beberapa negara, melainkan hanya terdiri atas
satu negara, sehingga tidak ada negara di dalam
negara. Dengan demikian dalam Negara Kesatuan
hanya ada satu pemerintah, yaitu pemerintah pusat
yang mempunyai kekuasaan serta wewenang tertinggi
dalam bidang pemerintahan negara, menetapkan
kebijaksanaan pemerintahan dan melaksanakan
pemerintahan negara baik di pusat maupun di daerah-
daerah (SOEHINO)
M. Solly Lubis:
“Prinsip pada negara kesatuan yaitu bahwa yang memegang
tampuk kekuasaan tertinggi atas segenap urusan negara ialah
pemerintah pusat tanpa adanya suatu delegasi atau
pelimpahan kekuasaan pada pemerintah daerah (local
government). Dalam negara kesatuan terdapat asas bahwa
segenap urusan-urusan negara tidak dibagi antara
pemerintah pusat (central government) dan pemerintah lokal
(local government) sehingga urusan-urusan negara dalam
negara kesatuan tetap merupakan suatu kebulatan (eenheid)
dan pemegang tertinggi di negara itu ialah pemerintah pusat.
Menurut C.F. Strong bahwa esensi negara
kesatuan adalah negara yang kedaulatnnya (the
souvereignty) tidak terbagi-bagi, atau dengan
kata lain, kekuasaan pusatnya tak terbatas
(unrestricted) karena konstitusi negara kesatuan
tidak mengakui adanya badan pembentuk
undang-undang selain badan pembentuk
undang-undang pusat.
Pada saat sekarang ini suatu negara kesatuan
dapat dibedakan dalam dua bentuk:
Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi.
Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi
NEGARA FEDERAL
Negara serikat (federasi) adalah negara yang
bersusunan jamak, maksudnya negara ini terdiri dari
beberapa negara yang semula telah berdiri sendiri
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,
mempunyai undang-undang dasar sendiri serta
pemerintahan sendiri. Negara-negara bagian itu
kemudian menyerahkan sejumlah tugas dan
kewenangan untuk diselenggarakan oleh suatu
pemerintah federal, sedangkan urusan-urusan lain
tetap menjadi kewenangan negara bagian.
NEGARA KONFEDERASI
 Negara konfederasi adalah negara yang kedaulatannya
berada di masing-masing negara yang masuk dalam
konfederasi tersebut (Jellinek)
 Menurut Krenburg:
“Untuk melihat apakah suatu negara konfederasi atau tidak
dapat dilihat dari apakah warga negaranya terikat langsung
atau tidak dengan UU yang dibentuk oleh negara konfederasi.
Apabila “tidak” maka negara tersebut adalah konfederasi”.
TERIMA KASIH

BENTUK_NEGARA galang garage.pptx

  • 1.
    BENTUK NEGARA Galang syajaradiba Nim: 2302035
  • 2.
    Bentuk negara harusdibedakan dari bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan.  Bentuk negara adalah terkait susunan negara, apakah bersusun tunggal atau jamak. Bentuk Pemerintahan terkait dengan tata cara pengisian kepala negara dan tata cara pembentukan kehendak negara Sistem Pemerintahan terkait dengan hubungan kekuasaan eksekutif dan parlemen
  • 3.
    BENTUK NEGARA MENURUTPLATO ARISTOKRA SI DEMOKRA SI TIMOKRA SI OLIGARKI TIRANI CENDIKIAWA N >>KEADILAN KEMASYH URAN HARTAWAN RAKYAT ABSOLUT >> SEWENANG- WENANG
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    NEGARA KESATUAN Negara kesatuanitu adalah negara yang tidak tersusun dari beberapa negara, melainkan hanya terdiri atas satu negara, sehingga tidak ada negara di dalam negara. Dengan demikian dalam Negara Kesatuan hanya ada satu pemerintah, yaitu pemerintah pusat yang mempunyai kekuasaan serta wewenang tertinggi dalam bidang pemerintahan negara, menetapkan kebijaksanaan pemerintahan dan melaksanakan pemerintahan negara baik di pusat maupun di daerah- daerah (SOEHINO)
  • 7.
    M. Solly Lubis: “Prinsippada negara kesatuan yaitu bahwa yang memegang tampuk kekuasaan tertinggi atas segenap urusan negara ialah pemerintah pusat tanpa adanya suatu delegasi atau pelimpahan kekuasaan pada pemerintah daerah (local government). Dalam negara kesatuan terdapat asas bahwa segenap urusan-urusan negara tidak dibagi antara pemerintah pusat (central government) dan pemerintah lokal (local government) sehingga urusan-urusan negara dalam negara kesatuan tetap merupakan suatu kebulatan (eenheid) dan pemegang tertinggi di negara itu ialah pemerintah pusat.
  • 8.
    Menurut C.F. Strongbahwa esensi negara kesatuan adalah negara yang kedaulatnnya (the souvereignty) tidak terbagi-bagi, atau dengan kata lain, kekuasaan pusatnya tak terbatas (unrestricted) karena konstitusi negara kesatuan tidak mengakui adanya badan pembentuk undang-undang selain badan pembentuk undang-undang pusat.
  • 9.
    Pada saat sekarangini suatu negara kesatuan dapat dibedakan dalam dua bentuk: Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi
  • 10.
    NEGARA FEDERAL Negara serikat(federasi) adalah negara yang bersusunan jamak, maksudnya negara ini terdiri dari beberapa negara yang semula telah berdiri sendiri sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, mempunyai undang-undang dasar sendiri serta pemerintahan sendiri. Negara-negara bagian itu kemudian menyerahkan sejumlah tugas dan kewenangan untuk diselenggarakan oleh suatu pemerintah federal, sedangkan urusan-urusan lain tetap menjadi kewenangan negara bagian.
  • 11.
    NEGARA KONFEDERASI  Negarakonfederasi adalah negara yang kedaulatannya berada di masing-masing negara yang masuk dalam konfederasi tersebut (Jellinek)  Menurut Krenburg: “Untuk melihat apakah suatu negara konfederasi atau tidak dapat dilihat dari apakah warga negaranya terikat langsung atau tidak dengan UU yang dibentuk oleh negara konfederasi. Apabila “tidak” maka negara tersebut adalah konfederasi”.
  • 12.