BENTUK-BENTUK
NEGARA
Dosen pengampuh : Rian Putranto, S.H., M.H.
OLEH : Kelompok 1
Rizki Yulita
Muhammad Aap
Muhammad firliansyah
PENGANTAR BENTUK
NEGARA
Bentuk negara merupakan cara suatu negara
mengorganisasi kekuasaan dan wilayahnya.
–Mencakup bagaimana kewenangan dibagi antara
pemerintah pusat dan daerah.
–Setiap negara memilih bentuk berdasarkan sejarah, budaya,
kondisi geografis, dan politik.
–Tiga bentuk negara utama: Kesatuan, Serikat, dan
Konfederasi.
NEGARA KESATUAN PENGERTIAN
Negara kesatuan adalah bentuk negara di
mana seluruh kekuasaan tertinggi berada
di pemerintah pusat.
–Pemerintah daerah hanya menerima
pelimpahan wewenang dari pusat, bukan
memiliki kekuasaan asli.
–Segala urusan negara bersifat terpusat
untuk menjaga kesatuan dan
keseragaman kebijakan.
CIRI-CIRI & CONTOH
Ciri-ciri:
–Pemerintahan pusat memegang kedaulatan
penuh.
–Hanya ada satu konstitusi yang berlaku di
seluruh negara.
–Sistem administrasi negara cenderung seragam
(sentralistis atau desentralistis).
Contoh negara: Indonesia, Jepang, Prancis,
Belanda.
Negara Serikat/Federal
Negara serikat adalah negara yang terdiri
atas beberapa negara bagian (state) yang
memiliki kewenangan asli.
–Terdapat pembagian kekuasaan antara
pemerintah federal dan pemerintah
negara bagian.
–Masing-masing negara bagian memiliki
konstitusi, parlemen, dan pemerintahan
sendiri.
CIRI-CIRI & CONTOH
Ciri-ciri:
–Kedaulatan dibagi antara pemerintah
pusat dan negara bagian.
–Negara bagian memiliki kewenangan
yang tidak dapat diganggu oleh
pemerintah pusat.
–Ada dua sistem hukum: hukum federal
dan hukum negara bagian.
Contoh: Amerika Serikat, Jerman,
Australia, Kanada.
NEGARA
KONFEDERASI
Patuhi Aturan di Sekitar
Konfederasi adalah gabungan longgar sejumlah negara
berdaulat untuk bekerja sama di bidang tertentu.
Ciri-ciri:
–Kedaulatan sepenuhnya berada pada negara anggota, bukan
pemerintah pusat.
–Pemerintah pusat hanya mengurus kerja sama, dengan
kekuasaan sangat lemah.
–Perjanjian konfederasi dapat diputuskan kapan saja oleh
anggota.
Contoh historis: Konfederasi Swiss (sebelum 1848), Amerika
Serikat (1776–1787).
PERKEMBANGAN
BENTUK NEGARA
Perkembangan bentuk negara
berlangsung sepanjang sejarah politik
dunia.
Tahap perkembangan:
–Polis (kota-negara) pada masa Yunani
Kuno.
–Kerajaan tradisional dengan
kekuasaan absolut di tangan raja.
–Negara bangsa modern setelah
Revolusi Prancis.
–Pembentukan negara federal dan
organisasi supranasional (UE, ASEAN).
BENTUK PEMERINTAHAN
• Monarki:
–Pemerintahan dipimpin oleh raja/ratU yang biasanya
turun-temurun.
–Jenis: monarki absolut, monarki konstitusional.
• Republik:
–Kepala negara dipilih, bukan diwariskan.
–Kekuasaan berasal dari rakyat melalui perwakilan.
BENTUK PEMERINTAHAN
• Otokrasi:
–Kekuasaan dipegang oleh satu orang dengan kekuasaan
mutlak.
–Keputusan sepenuhnya ditentukan oleh pemimpin tunggal.
• Oligarki:
–Kekuasaan berada pada kelompok kecil elite (ekonomi,
politik, atau militer).
–Rakyat memiliki pengaruh terbatas dalam pengambilan
kebijakan.
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH

BENTUK-BENTUK NEGARA TUGAS PRESENTASI.pptx

  • 1.
    BENTUK-BENTUK NEGARA Dosen pengampuh :Rian Putranto, S.H., M.H. OLEH : Kelompok 1 Rizki Yulita Muhammad Aap Muhammad firliansyah
  • 2.
    PENGANTAR BENTUK NEGARA Bentuk negaramerupakan cara suatu negara mengorganisasi kekuasaan dan wilayahnya. –Mencakup bagaimana kewenangan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah. –Setiap negara memilih bentuk berdasarkan sejarah, budaya, kondisi geografis, dan politik. –Tiga bentuk negara utama: Kesatuan, Serikat, dan Konfederasi.
  • 3.
    NEGARA KESATUAN PENGERTIAN Negarakesatuan adalah bentuk negara di mana seluruh kekuasaan tertinggi berada di pemerintah pusat. –Pemerintah daerah hanya menerima pelimpahan wewenang dari pusat, bukan memiliki kekuasaan asli. –Segala urusan negara bersifat terpusat untuk menjaga kesatuan dan keseragaman kebijakan.
  • 4.
    CIRI-CIRI & CONTOH Ciri-ciri: –Pemerintahanpusat memegang kedaulatan penuh. –Hanya ada satu konstitusi yang berlaku di seluruh negara. –Sistem administrasi negara cenderung seragam (sentralistis atau desentralistis). Contoh negara: Indonesia, Jepang, Prancis, Belanda.
  • 5.
    Negara Serikat/Federal Negara serikatadalah negara yang terdiri atas beberapa negara bagian (state) yang memiliki kewenangan asli. –Terdapat pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian. –Masing-masing negara bagian memiliki konstitusi, parlemen, dan pemerintahan sendiri.
  • 6.
    CIRI-CIRI & CONTOH Ciri-ciri: –Kedaulatandibagi antara pemerintah pusat dan negara bagian. –Negara bagian memiliki kewenangan yang tidak dapat diganggu oleh pemerintah pusat. –Ada dua sistem hukum: hukum federal dan hukum negara bagian. Contoh: Amerika Serikat, Jerman, Australia, Kanada.
  • 7.
    NEGARA KONFEDERASI Patuhi Aturan diSekitar Konfederasi adalah gabungan longgar sejumlah negara berdaulat untuk bekerja sama di bidang tertentu. Ciri-ciri: –Kedaulatan sepenuhnya berada pada negara anggota, bukan pemerintah pusat. –Pemerintah pusat hanya mengurus kerja sama, dengan kekuasaan sangat lemah. –Perjanjian konfederasi dapat diputuskan kapan saja oleh anggota. Contoh historis: Konfederasi Swiss (sebelum 1848), Amerika Serikat (1776–1787).
  • 8.
    PERKEMBANGAN BENTUK NEGARA Perkembangan bentuknegara berlangsung sepanjang sejarah politik dunia. Tahap perkembangan: –Polis (kota-negara) pada masa Yunani Kuno. –Kerajaan tradisional dengan kekuasaan absolut di tangan raja. –Negara bangsa modern setelah Revolusi Prancis. –Pembentukan negara federal dan organisasi supranasional (UE, ASEAN).
  • 9.
    BENTUK PEMERINTAHAN • Monarki: –Pemerintahandipimpin oleh raja/ratU yang biasanya turun-temurun. –Jenis: monarki absolut, monarki konstitusional. • Republik: –Kepala negara dipilih, bukan diwariskan. –Kekuasaan berasal dari rakyat melalui perwakilan.
  • 10.
    BENTUK PEMERINTAHAN • Otokrasi: –Kekuasaandipegang oleh satu orang dengan kekuasaan mutlak. –Keputusan sepenuhnya ditentukan oleh pemimpin tunggal. • Oligarki: –Kekuasaan berada pada kelompok kecil elite (ekonomi, politik, atau militer). –Rakyat memiliki pengaruh terbatas dalam pengambilan kebijakan.
  • 11.