Dokumen tersebut membahas risiko politik dan ekonomi yang dihadapi oleh perusahaan Malaysia yang mengekspor ke Myanmar. Risiko politik termasuk pemerintahan otoriter, peralihan kekuasaan yang tidak stabil, dan perubahan peraturan secara tiba-tiba. Risiko ekonomi meliputi kebijakan ekonomi yang tidak jelas, sistem pajak dan cukai yang rumit, serta tingkat inflasi yang tinggi.