YOGA DWI SAPUTRA
2013310019
TRANSPORTASI LAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Transportasi laut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi
perekonomian dunia dimana pengangkutan barang merupakan bagian terpenting
dalam bisnis transportasi laut dimana lebih dari tujuh miliar ton barang dikirim
lewat jalur laut setiap tahunnya. Keefektifan terhadap operasional pelayaran
akan menurunkan biaya operasional yang memberikan dampak yang besar baik
bagi konsumen maupun penyedia layanan transportasi itu sendiri. Perlu
diketahui bahwa kontribusi transportasi laut menjadi semakin penting karena
nilai biaya yang dikeluarkan adalah paling kecil bila dibandingkan dengan biaya
transportasi darat ataupun udara. Selain itu efisiensi dalam proses transportasi dan
distribusi menjadi salah satu hal yang penting karena proporsi biaya transportasi
bisa mencapai 66 % dari keseluruhan biaya logistik.
Manajemen transportasi yang efektif sangat diperlukan dalam menentukan
prosedur suplai dan distribusi suatu produk. Perencanaan transportasi yang baik
secara langsung akan berdampak pada biaya total yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk mendistribusikan produk-produknya. Salah satu dampak tidak
langsung dari manajemen transportasi yang baik adalah diperolehnya kepercayaan
dari konsumen. Secara sederhana untuk mengurangi biaya total yang diakibatkan
oleh transportasi dapat dicapai dengan mengoptimalkan rute yang ditempuh oleh
tiap kendaraan dengan cara memilih rute yang memiliki jarak terpendek, efisiensi
dari kapal, muatan yang efektif dan efisien, dan lain lain yang bersangkutan dengan
biaya operasional.
Dalam kali ini yang akan penyusun bahas adalah rute pelayaran dan waktu
pelayaran, efisiensi muatan, dan yang paling utama efisiensi dari kapal rancangan Full
Container 504 TEUs.
1.2 Dasar Hukum Transportasi Laut
A. Pengertian
Pengangkutan menurut Purwosutjipto adalah perjanjian timbal balik antara
pengangkut dengan pengirim, dimana pengangkut mengikatkan diri untuk
YOGA DWI SAPUTRA
2013310019
TRANSPORTASI LAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 2
menyelenggarakan pengangkutan barang dan/atau orang dari suatu tempat ke tempat
tujuan tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar
uang angkutan.
Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 Angka 3, 4 dan 5 Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Angkutan di Perairan adalah kegiatan
mengangkut dan/ataumemindahkan penumpang dan/atau barangdengan menggunakan
kapal. Pada Pasal 1 Angka 4 dan 5 disebutkan bahwa Angkutan Laut Khusus adalah
kegiatan angkutan untuk melayani kepentingan usaha sendiri dalam menunjang usaha
pokoknya, sedangkan Angkutan Laut Pelayaran-Rakyat adalah usaha rakyat yang
bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan
angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar bermotor, dan/atau
kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu.
Pada Pasal1 Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di
Perairan, diatur tentang angkutan laut sebagai berikut:
(2) Angkutan Laut adalah kegiatan angkutan yang menurut kegiatannya melayani
kegiatan angkutan laut.
(3) Angkutan Laut Dalam Negeri adalah kegiatan angkutan laut yang dilakukan di
wilayah perairan Indonesia yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan laut
nasional.
(4) Angkutan Laut Luar Negeri adalah kegiatan angkutan laut dari pelabuhan atau
terminal khusus yang terbuka bagi perdagangan luar negeri ke pelabuhan luar negeri
atau dari pelabuhan luar negeri ke pelabuhan atau terminal khusus Indonesia yang
terbuka bagi perdagangan luar negeri yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan
laut
B. Dasar Hukum
Dasar Hukum Pengangkutan Laut, diatur di dalam:
1. KUH Dagang yaitu pada:
a. Buku II Bab V Tentang perjanjian carter kapal
b. Buku II Bab VA Tentang Tentang Pengangkutan barang-barang
c. Buku II Bab V B Tentang Pengangkutan Orang.
2. Ketentuan Peraturan Perundang-undangan:
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
YOGA DWI SAPUTRA
2013310019
TRANSPORTASI LAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 3
b. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan
c. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 Tentang kepelabuhan
d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2010
Tentang Angkutan Di Perairan
e. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 33 Tahun 2001 Tentang
Penyelenggaraan dan Penguasaan Angkutan Laut.
1.3 Ruang Lingkup
Penyusunan dan penelitian terhadap Sistem Transportasi Laut dibatasi oleh
beberapa aspek, antara lain :
a. Hanya membahas system transportasi laut
b. Transportasi terhadap kapal rancangan yaitu Full Container 504 TEUs
c. Alur pelayaran local (Indonesia)
1.4 Maksud dan Tujuan
Melakukan optimasi terhadap rute, waktu pelayaran, muatan, BBM, dan
menilai aspek-aspek lainnya yang berhubungan dengan biaya operasional kapal
rancangan Full Container 504 TEUs dengan mempertimbangkan aspek konsumsi
bahan bakar minyak, volume muatan (dalam TEUs), keekonomisan kapal
rancangan untuk mencari biaya-biaya apa saja dalam operasional sebuah kapal.
1.5 Manfaat
a. Dapat mengetahui kapan, seberapa lama pelayaran dan rute yang
dipilih dalam distribusi Kapal rangangan, berapa banyak pengeluaran
biaya BBM.
b. Mendapatkan data informasi mengenai biaya operasional kapal.
c. Meminimalkan biaya operasional kapal dan biaya total distribusi BBM.
d. meningkatkat nilai laba kapal
1.6 Pemasalahan
a. Area yang dijadikan target adalah wilayah transportasi yang meliputi
pelabuhan-pelabuhan sebagai berikut :
YOGA DWI SAPUTRA
2013310019
TRANSPORTASI LAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 4
ď‚§ Tg. Priok (Jakarta)
ď‚§ Tg. Perak (Surabaya) dan
ď‚§ Tenau (Nusa Tenggara Timur)
b. Jumlah muatan yang hanya 504 TEUs
1.7 Metodologi Pembahasan
Dalam studi Perencanaan Transportasi Laut terhadap Kapal Full Container
504 TEUs ini menggunakan metode deskriptis analisis, yaitu pengumpulan data
primer dari lapangan dan data sekunder dari literatur dengan mengulas dan
memaparkan data yang meliputi data fisik dan non fisik kapal.
Metode yang akan digunakan dalam peramalan adalah metode kuantitatif.
Metode kuantitatif digunakan apabila terdapat informasi masa lalu dalam bentuk
kuantitas dan mengasumsikan bahwa pola data masa lalu digunakan untuk
meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Serta aktivitas yang terjadi
guna merumuskan masalah maupun menganalisa data untuk memperoleh
kesimpulan,
1.8 Landasan Teori
Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke
tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh
Manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam
melakukan aktifitas sehari-hari.
Transportasi dibagi menjadi 3 macam diantaranya Transportasi Darat,
Transportasi Laut, dan Transportasi Udara, namun transportasi yang paling banyak
digunakan di Indonesia adalah transportasi darat dikarenakan biaya yang
dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan moda transportasi yang lain.
Transportasi laut adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat
ke tempat lainnya dengan menggunakan moda transportasi laut, dalam hal ini moda
transportasi yang akan digunakan adalah moda transportasi pemindahan barang
berupa Container yang akan diangkut dengan menggunakan kapal Full Container
504 TEUs
YOGA DWI SAPUTRA
2013310019
TRANSPORTASI LAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 5
1.9 Sistematika Penulisan
Sistematika pembahasan dalam penyusunan Transportasi Laut terhadap
Kapal Full Container 504 TEUs adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan tentang latar belakang, dasar hukum, ruang
lingkup, maksud dan tujuan, metode pembahasan, ladasan
teori dan sistematika penulisan.
BAB II STUDI PUSTAKA
Menjelaskan tentang hasil kajian atau tinjauan yang
berkaitan dengan system transportasi secara umum dan
system transportasi laut kapal full container 504 TEUs secara
khusus. Juga menjelaskan tentang dasar-dasar teori bagi
analisis yang akan dipakai dalam menyelesaikan
permasalahan penelitian.
BAB III METODOLOGI
Menjelaskan tentang alur piker penelitian, kebutuhan data
untuk menunjang penelitian baik data sekunder maupun data
primer, proses pengumpulan data, proses pengolahan data,
setelah didapat sebelum dianalisis serta menguraikan
mengenai pembentukan metode dan prosedur analisis yang
akan dilalui
BAB IV DATA
Pengumpulan data-data menggunakan metode pada bab III
baik data sekunder maupun primer guna sebagai bahan
pemaparan untuk bab selanjutnya, dan untuk mempermudah
dalam melakukan perhitungan dan analisis data.
BAB V PERHITUNGAN DAN ANALISIS DATA
Memaparkan tentang hasil-hasil temuan data dilapangan,
menganalisis karakteristik data dengan menggunakan
YOGA DWI SAPUTRA
2013310019
TRANSPORTASI LAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 6
metode-metode yang ada pada Bab III, serta menganalisis
untuk menentukan kesimpulan hasil penelitian
BAB VI PENUTUP
Menguraikan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari hasil
analisa dan pembahasan pada bagian sebelumnnya. Dengan
menggunakan kesimpulan yang ada, kemudian disajikan
saran atau rekomendasi mengenai manfaat penelitian, dan
kemungkinan adanya penelitian selanjutnya untuk
melengkapi penelitian sejenis.

BAB I TRANSPORTASI LAUT

  • 1.
    YOGA DWI SAPUTRA 2013310019 TRANSPORTASILAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi laut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian dunia dimana pengangkutan barang merupakan bagian terpenting dalam bisnis transportasi laut dimana lebih dari tujuh miliar ton barang dikirim lewat jalur laut setiap tahunnya. Keefektifan terhadap operasional pelayaran akan menurunkan biaya operasional yang memberikan dampak yang besar baik bagi konsumen maupun penyedia layanan transportasi itu sendiri. Perlu diketahui bahwa kontribusi transportasi laut menjadi semakin penting karena nilai biaya yang dikeluarkan adalah paling kecil bila dibandingkan dengan biaya transportasi darat ataupun udara. Selain itu efisiensi dalam proses transportasi dan distribusi menjadi salah satu hal yang penting karena proporsi biaya transportasi bisa mencapai 66 % dari keseluruhan biaya logistik. Manajemen transportasi yang efektif sangat diperlukan dalam menentukan prosedur suplai dan distribusi suatu produk. Perencanaan transportasi yang baik secara langsung akan berdampak pada biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendistribusikan produk-produknya. Salah satu dampak tidak langsung dari manajemen transportasi yang baik adalah diperolehnya kepercayaan dari konsumen. Secara sederhana untuk mengurangi biaya total yang diakibatkan oleh transportasi dapat dicapai dengan mengoptimalkan rute yang ditempuh oleh tiap kendaraan dengan cara memilih rute yang memiliki jarak terpendek, efisiensi dari kapal, muatan yang efektif dan efisien, dan lain lain yang bersangkutan dengan biaya operasional. Dalam kali ini yang akan penyusun bahas adalah rute pelayaran dan waktu pelayaran, efisiensi muatan, dan yang paling utama efisiensi dari kapal rancangan Full Container 504 TEUs. 1.2 Dasar Hukum Transportasi Laut A. Pengertian Pengangkutan menurut Purwosutjipto adalah perjanjian timbal balik antara pengangkut dengan pengirim, dimana pengangkut mengikatkan diri untuk
  • 2.
    YOGA DWI SAPUTRA 2013310019 TRANSPORTASILAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 2 menyelenggarakan pengangkutan barang dan/atau orang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar uang angkutan. Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 Angka 3, 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Angkutan di Perairan adalah kegiatan mengangkut dan/ataumemindahkan penumpang dan/atau barangdengan menggunakan kapal. Pada Pasal 1 Angka 4 dan 5 disebutkan bahwa Angkutan Laut Khusus adalah kegiatan angkutan untuk melayani kepentingan usaha sendiri dalam menunjang usaha pokoknya, sedangkan Angkutan Laut Pelayaran-Rakyat adalah usaha rakyat yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu. Pada Pasal1 Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan, diatur tentang angkutan laut sebagai berikut: (2) Angkutan Laut adalah kegiatan angkutan yang menurut kegiatannya melayani kegiatan angkutan laut. (3) Angkutan Laut Dalam Negeri adalah kegiatan angkutan laut yang dilakukan di wilayah perairan Indonesia yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan laut nasional. (4) Angkutan Laut Luar Negeri adalah kegiatan angkutan laut dari pelabuhan atau terminal khusus yang terbuka bagi perdagangan luar negeri ke pelabuhan luar negeri atau dari pelabuhan luar negeri ke pelabuhan atau terminal khusus Indonesia yang terbuka bagi perdagangan luar negeri yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan laut B. Dasar Hukum Dasar Hukum Pengangkutan Laut, diatur di dalam: 1. KUH Dagang yaitu pada: a. Buku II Bab V Tentang perjanjian carter kapal b. Buku II Bab VA Tentang Tentang Pengangkutan barang-barang c. Buku II Bab V B Tentang Pengangkutan Orang. 2. Ketentuan Peraturan Perundang-undangan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
  • 3.
    YOGA DWI SAPUTRA 2013310019 TRANSPORTASILAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 3 b. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan c. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 Tentang kepelabuhan d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Angkutan Di Perairan e. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 33 Tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan dan Penguasaan Angkutan Laut. 1.3 Ruang Lingkup Penyusunan dan penelitian terhadap Sistem Transportasi Laut dibatasi oleh beberapa aspek, antara lain : a. Hanya membahas system transportasi laut b. Transportasi terhadap kapal rancangan yaitu Full Container 504 TEUs c. Alur pelayaran local (Indonesia) 1.4 Maksud dan Tujuan Melakukan optimasi terhadap rute, waktu pelayaran, muatan, BBM, dan menilai aspek-aspek lainnya yang berhubungan dengan biaya operasional kapal rancangan Full Container 504 TEUs dengan mempertimbangkan aspek konsumsi bahan bakar minyak, volume muatan (dalam TEUs), keekonomisan kapal rancangan untuk mencari biaya-biaya apa saja dalam operasional sebuah kapal. 1.5 Manfaat a. Dapat mengetahui kapan, seberapa lama pelayaran dan rute yang dipilih dalam distribusi Kapal rangangan, berapa banyak pengeluaran biaya BBM. b. Mendapatkan data informasi mengenai biaya operasional kapal. c. Meminimalkan biaya operasional kapal dan biaya total distribusi BBM. d. meningkatkat nilai laba kapal 1.6 Pemasalahan a. Area yang dijadikan target adalah wilayah transportasi yang meliputi pelabuhan-pelabuhan sebagai berikut :
  • 4.
    YOGA DWI SAPUTRA 2013310019 TRANSPORTASILAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 4 ď‚§ Tg. Priok (Jakarta) ď‚§ Tg. Perak (Surabaya) dan ď‚§ Tenau (Nusa Tenggara Timur) b. Jumlah muatan yang hanya 504 TEUs 1.7 Metodologi Pembahasan Dalam studi Perencanaan Transportasi Laut terhadap Kapal Full Container 504 TEUs ini menggunakan metode deskriptis analisis, yaitu pengumpulan data primer dari lapangan dan data sekunder dari literatur dengan mengulas dan memaparkan data yang meliputi data fisik dan non fisik kapal. Metode yang akan digunakan dalam peramalan adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan apabila terdapat informasi masa lalu dalam bentuk kuantitas dan mengasumsikan bahwa pola data masa lalu digunakan untuk meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Serta aktivitas yang terjadi guna merumuskan masalah maupun menganalisa data untuk memperoleh kesimpulan, 1.8 Landasan Teori Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh Manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Transportasi dibagi menjadi 3 macam diantaranya Transportasi Darat, Transportasi Laut, dan Transportasi Udara, namun transportasi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah transportasi darat dikarenakan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan moda transportasi yang lain. Transportasi laut adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan moda transportasi laut, dalam hal ini moda transportasi yang akan digunakan adalah moda transportasi pemindahan barang berupa Container yang akan diangkut dengan menggunakan kapal Full Container 504 TEUs
  • 5.
    YOGA DWI SAPUTRA 2013310019 TRANSPORTASILAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 5 1.9 Sistematika Penulisan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Transportasi Laut terhadap Kapal Full Container 504 TEUs adalah : BAB I PENDAHULUAN Menguraikan tentang latar belakang, dasar hukum, ruang lingkup, maksud dan tujuan, metode pembahasan, ladasan teori dan sistematika penulisan. BAB II STUDI PUSTAKA Menjelaskan tentang hasil kajian atau tinjauan yang berkaitan dengan system transportasi secara umum dan system transportasi laut kapal full container 504 TEUs secara khusus. Juga menjelaskan tentang dasar-dasar teori bagi analisis yang akan dipakai dalam menyelesaikan permasalahan penelitian. BAB III METODOLOGI Menjelaskan tentang alur piker penelitian, kebutuhan data untuk menunjang penelitian baik data sekunder maupun data primer, proses pengumpulan data, proses pengolahan data, setelah didapat sebelum dianalisis serta menguraikan mengenai pembentukan metode dan prosedur analisis yang akan dilalui BAB IV DATA Pengumpulan data-data menggunakan metode pada bab III baik data sekunder maupun primer guna sebagai bahan pemaparan untuk bab selanjutnya, dan untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan dan analisis data. BAB V PERHITUNGAN DAN ANALISIS DATA Memaparkan tentang hasil-hasil temuan data dilapangan, menganalisis karakteristik data dengan menggunakan
  • 6.
    YOGA DWI SAPUTRA 2013310019 TRANSPORTASILAUT FULL CONTAINER 504 TEUs 6 metode-metode yang ada pada Bab III, serta menganalisis untuk menentukan kesimpulan hasil penelitian BAB VI PENUTUP Menguraikan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari hasil analisa dan pembahasan pada bagian sebelumnnya. Dengan menggunakan kesimpulan yang ada, kemudian disajikan saran atau rekomendasi mengenai manfaat penelitian, dan kemungkinan adanya penelitian selanjutnya untuk melengkapi penelitian sejenis.