Bab. 14
MANAJEMEN PERSEDIAAN
Disusun Oleh :
Fitri Ayu Kusuma W
(20170102007)
Manajemen Persediaan Tradisional
 Biaya Persediaan
• Biaya persediaan terdiri atas:
1. Biaya pemesanan (ordering cost), yaitu biaya-biaya untuk menempatkan dan menerima pesanan.
• Contoh-contohnya mencakup biaya pemrosesan pesanan (biaya administrasi dan dokumen),
biaya asuransi untuk pengiriman, dan biaya pembongkaran.
2. Biaya persiapan / penyetelan (setup cost), yaitu biaya-biaya untuk menyiapkan peralatan dan
fasilitas sehingga dapat digunakan untuk memproduksi produk atau komponen tertentu.
• contohnya adalah upah pekerja bagian produksi yang tidak terpakai, biaya fasilitas produksi
yang tidak terpakai (penghasilan yang hilang), dan biaya uji coba produksi (tenaga kerja, bahan
baku, dan overhead)
3. Biaya penyimpanan (carrying cost), yaitu biaya-biaya untuk menyimpan
• persediaan.
•contohnya adl, asuransi, pajak persediaan, keusangan, biaya peluang dari dana yang terikat
dalam persediaan, biaya pebnanganan, dan ruang penyimpanan persediaan.
Alasan Trdisional untuk Memiliki
Persediaan
•Untuk menyeimbangkan
biaya pemesanan atau
persiapan dengan biaya
penyimpanan
•Untuk memenuhi
permintaan pelanggan
(ex: memenuhi tanggal
pengiriman)
•Untuk menghindari
penutupan fasilitas
•Pengiriman komponen
yang terlambat
•Untuk menyangga proses
produksi yang tidak dapat
diandalkan
•Untuk memanfaatkan
diskon
•Untuk menghindari
kenaikan harga di masa
Kuantitas Pesanan Ekonomi (Economic Order Quantity / EOG):
Model Persediaan Tradisional
• Kuantitas pesanan dan total biaya pemesanan dan penyimpanan.
Dalam menentukan kuantitas pesanan atau ukuran lot produksi,
manajer hanya perlu memperhatikan biaya pemesanan dan
penyimpanan. Total biaya pemesanan dan penyimpanan dapat
digambarkan melalui persamaan berikut:
TC = (P.D/Q) + (C.Q/2)(p.1)
dimana:
TC = total biaya pemesanan dan biaya penyimpanan
P= biaya menempatkan pesanan dan penerimaan pesanan
(biaya persiapan pelaksanaan produksi)
D= jumlah permintaan tahunan yang diketahui
Q= jumlah unit yang dipesan setiap kali pesanan dilakukan
(ukuran lot produksi)
 Titik Pemesanan Kembali
Titik pemesanan kembali (reorder point/ROP) adl titik
waktu dimana sebuah pesanan baru harus dilakukan
(persiapan dimulai). Hal ini merupakan fungsi EOQ,
waktu tunggu dan tingkat dimana persediaan hampir
habis.
Waktu tunggu adl waktu yang diperlukan untuk
menerima kuantitas pesanan ekonomis setelah
pesanan dilakukan atau persiapan dimulai.
Mengetahui tingkat penggunaan dan waktu tunggu
akan memungkinkan kita untuk menghitung titik
•Untuk mengilustrasikan p.3 akan digunakan kembali contoh
komponen lemari es. Asumsikan komponen menggunakan
50 komponen per hari dan waktu tunggunya 4 hari. Jika
demikian, sebuah perusahaan harus ditempatkan ketika
tingkat persediaan komponen lemari es turun hingga 200
unit (50 x 4). Perhatikan grafik di bawah ini. Persediaan
hampir habis ketika pesanan tiba dan kuantitas yang
dimiliki naik kembali sampai tingkat EOQ
•Ketidakpastian permintaan dan titik pemesanan
kembali
Jika permintaan komponen atau produk tidak diketahui
dengan pasti, maka persediaan mungkin habis.
Contoh: Jika komponen lemari es digunakan pada
tingkat 60 kompone per hari (bukan 50), maka
perusahaan akan menggunakan 200 komponen selama
tiga sepertiga hari. Karena pesanan baru tidak akan
diterima sampai akhir hari keempat , aktivitas reparasi
yang membutuhkan komponen ini akan menganggur
selama dua pertiga hari.
• EOQ dan Manajemen Pesediaan
Pendekatan tradisional untuk mengelola persediaan
telah dikenal sebagai sistem just in case. Pada
beberapa situasi, sistem persediaan just in case
benar-benar sangat tepat. Contoh : rumah sakit
memerlukan persediaan obat resep, obat-obatan dan
perlengkapan penting lainnya sepanjang waktu untuk
menangani situasi darurat model EOQ sangat
berguna dalam mengidentifikasi pertukaran optimal
antara biaya penyimpanan persediaan dan biaya
persiapan. Model EOQ juga berguna untuk mengatasi
masalah yang berkaitan dengan ketidakpastian
Manajemen Persediaan JIT
•Tekanan persaingan telah menyebabkan perusahaan
meninggalkan model EOQ dan beralih ke pendekatan just
in time untuk proses manufaktur dan pembelian.
•Manufaktur JIT adalah suatu sistem berdasarkan tarikan
permintaan yang membutuhkan barang untuk ditarik
melalui sistem oleh permintaan yang ada, bukan didorong
ke dalam sistem pada waktu tertentu berdasarkan
permintaan yang diantisipasi. Restoran cepat saji
McDonald’s menggunakan sistem tarikan dalam
permintaan untuk mengendalikan persediaan barang jadi
mereka.
•JIT memiliki dua tujuan: meningkatkan laba dan
memperbaiki posisi bersaing perusahaan. Kedua tujuan itu
dicapai dengan mengendalikan biaya(yang memungkinkan
persaingan harga yang lebih baik dan peningkatan laba),
Tata Letak Manufaktur JIT
Sel A Sel
B
gerinda gerinda
mesin bubut pelebur mesin bubut pelebur
podukA barang jadi produk B barang jadi
Perhatikan bahwa tiap produk melewati selnya sendiri. Semua mesin yang
diperlukan untuk memproses tiap produk ditempatkan di dalam sel. Tiap sel untuk
memproduksi satu produk atau satu bagian rakitan
• Pengelompokan dan Pemberdayaan
Karyawan pada JIT, tiap sel dipandang
sebagai suatu pabrik mini. Jadi, tiap sel
membutuhkan akses yang mudah dan cepat
untuk mendukung pelayanan.
• Total Quality Control
JIT perlu memberikan tekanan yang lebih kuat pada
pengelolaan kualitas. Kualitas yang rendah tidak
dapat ditoleransi dalam suatu lingkungan manufaktur
yang beroperasi tanpa persediaan. Pada intinya,
TQC adalah suatu pengejaran tanpa henti untuk
- Ketertelusuran Biaya Overhead
suatu sistem pembiayaan menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya pada
produk individual: penelusuran langsung, penelusuran penggerak, dan alokasi. Dari ketiga
metode, penelusuran langsung paling akurat sehingga lebih disukai daripada dua metode
lainnya.
Pembebanan Biaya Produk: Manufaktur Tradisional versus JIT
Biaya Manufaktur
Lingkungan
Tradisional
Lingkungan JIT
Tenaga kerja langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung
Bahan baku langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung
Penanganan bahan baku Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Perbaikan dan pemeliharaan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Energi Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Suplai operasional Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Supervisi (departemen) Alokasi Penelusuran langsung
Asuransi dan pajak Alokasi Alokasi
Depresiasi pabrik Alokasi Alokasi
Depresiasi peralatan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Pelayanan bea cukai Alokasi Penelusuran langsung
Pelayanan kafetaria Penelusuran penggerak Penelusuran penggerak
- Pengaruh Persediaan
JIT umumnya menurunkan persediaan hingga tingkat yang sangat rendah.
Pencapaian terhadap tingkat yang tidak signifikan dari persediaan adalah vital bagi
kesuksesan JIT. Sedangkan menurut pandangan tradisional, persediaan
menyelesaikan permasalahan yang mendasari tiap alasan.
Perbandingan Manufaktur JIT dengan Tradisional
JIT Tradisional
1. Sistem tarik
2. Persediaan tidak signifikan
3. Pemasok kecil
4. Kontrak pemasok jangka panjang
5. Struktur selular
6. Tenaga kerja berkeahlian ganda
7. Pelayanan terdesentralisasi
8. Keterlibatan karyawan tinggi
9. Gaya manajemen memfasilitasi
10. Pengendalian kualitas total
11. Dominasi penelusuran langsung (perhitungan biaya
produk)
1. Sistem dorong
2. Persediaan signifikan
3. Pemasok besar
4. Kontrak pemasok jangka pendek
5. Struktur departemental
6. Tenaga kerja terspesialisasi
7. Pelayanan tersentralisasi
8. Keterlibatan karyawan rendah
9. Gaya manajemen mengawasi
10. Tingkat kualitas yang dapat diterima
11. Dominasi penelusuran penggerak (perhitungan biaya
produk)
 Biaya Persiapan dan Penyimpanan : Pendekatan JIT
JIT merupakan pendekatan untuk meminimalkan total biaya penyimpanan
dan biaya persiapan yang sangat berbeda dari pendekatan tradisional.
Pendekatan tradisional mengakui keberadaan biaya persiapan, kemudian
menentukan kuantitas pesanan yang merupakan pertimbangan terbaik dari
dua kategori biaya.
- Kontrak jangka panjang, pengisian kembali yang berkelanjutan,
pertukaran data elektronik dan JIT II
pengecer telah menemukan cara mengurani biaya pemesanan dengan
menerapkan pengisian kembali berkelanjutan. Denagn pengisian kembali
berkelanjutan, pembuat barang mengambil alih fungsi manajemen
persediaan pengecer. Pembuat barang memberi tahu pengecer kapan
dan berapa banyak persediaan yang harus dipesan kembali. Proses
pengisian kembali yang berkelanjutan akan lebih dipermudah oleh
pertukaran data elektronik. Pertukaran data elektronik adalah suatu bentuk
awal dari perdagangan elektronik yang pada intinya adalah suatu metode
 Manajemen Persediaan dan Dilema Etis
teknologi untuk melacak dan mengelola persediaan telah berkembang
semakin canggih. Tag Radio Frequency Identification (RFID) yang
dipasang pada suatu produk atau kemasannya bisa digunakan untuk
melacak setiap unit produk. Mengurangi Waktu Persiapan Mengurangi
waktu persiapan mengharuskan perusahaan mencari cara baru yang
lebih efisien untuk melakukan persiapan.
Untungnya, pengalaman telah menunjukkan pengurangan yang
dramatis atas waktu persiapan dapat dicapai
 Kinerja Jatuh Tempo : Solusi JIT
kinerja jatuh tempo adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk
menanggapi kebutuhan pelanggan. Sistem JIT memecahkan masalah
kinerja jatuh tempo bukan dengan menimbun persediaan, tetapi
dengan mengurangi waktu tunggu secaa dramatis. Waktu tunggu
 Menghindari Penghentian Produksi dan Keandalan Proses :
Pendekatan JIT
penghentian produksi terjadi karena salah satu dari tiga alasan :
kegagalan mesin, kecacatan bahan baku atau subrakitan, dan
ketidaktersediaan bahan baku atau subrakitan. Mereka yang
mendukung pendekatan JIT berpendapat persediaan tidak
memecahkan masalah, tetapi hanya menyamarkan atau menutupi
masalah tersebut.
- Pemeliharaan pencegahan total
kegagalan mesin nol adalah tujuan pemeliharaan pencegahan
total. Dengan memberikan perhatian lebih pada pemeliharaan
pencegahan, sebagian besar kegagalan mesin dapat dihindari
- Pengendalian kualitas total
manufaktur JIT tidak mengandalkan persediaan untuk
menggantikan komponen atau bahan yang rusak, penenkanan
- Sistem Kanban
sistem Kanban adalah sebuah sistem informasi yang
mengendalikan produksi melalui penggunaan tanda
atau kartu. Sistem Kanban bertanggung jawab dalam
memastikan produk yang dibutuhkan (atau komponen)
diproduksi (atau diperoleh) dalam kuantitas yang
diperlukan secara tepat waktu. Hal itu adalah inti dari
sistem manajemen persediaan JIT. Sistem Kanban
dasar menggunakan tiga kartu:
Kanban penarikan, memerinci kuantitas proses
berikutnya yang harus ditarik dari proses sebelumnya.
Kanban produksi, memerinci kuantitas proses
berikutnya yang harus diproduksi dari proses
PROSES
KANBAN
(7)
Lot dengan P-Kanban
(1)
Final
AssemblyGudang
penarikanPerakitan
Papan Sirkuit
(6) Sinyal (1)(5) Lekatkan
W-Kanban
Lepaskan
W-Kanban
Lekatkan
pada pos
lepaskan
(4) P-Kanban, Gudang
Papan Sirkuit
Lekatkan
Pada Pos
(2),(3)
Pos PenarikanPos Pemesanan
Produksi
Persiapan Kanban dapat diuraikan
sebagai berikut :1. Pekerja dari lini Perakitan Akhir pergi ke gudang penarikan, memindahkan
delapan papan sirkuit, kemudian menempatkannya dalam produksi. Pekerja juga
mengambil kartu kanban penarikan dan menempatkannya di pos penarikan.
2. Kanban penarikan pada pos memberi tahu bahwa unit Perakitan Akhir
membutuhkan delapan papan sirkuit tambahan.
3. Pekerja lini Perakitan Akhir (atau petugas yang menangani bahan baku yang
disebut pembawa) melepas Kanban penarikan dari posnya dan membawanya ke
gudang papan sirkuit.
4. Pada area gudang papan sirkuit, pembawanya melepas Kanban produksi dari
tempat penyimpan delapan papan sirkuit dan menempatkannya pada pos
pemesanan produksi.
5. Kemudian, pembawa melekatkan Kanban penarikan ke tempat penyimpanan
komponen dan membawa tempat penyimpanan tersebut kembali ke area
Perakitan Akhir. Perakitan komputer berikutnya dapat dimulai.
6. Kanban produksi pada pos pemesanan produksi memberi tahu pekerja perakitan
papan sirkuit untuk memulai produksi lot papan sirkuit lainnya. Kanban produksi
 Diskon dan kenaikan Harga : Pembelian JIT VS
Menyimpan Persediaan
Secara tradisional, persediaan disimpan sehingga
perusahaan dapat mengambil keuntungan diskon
kuantitas dan melindungi diri dari kenaikan harga di
masa mendatang atas barang yang dibeli.
Tujuannya adalah menurunkan biaya persediaan.
Solusi JIT adalah menegosiasikan kontrak jangka
panjang dengan sejumlah kecil pemasok terpilih
yang berlokasi sedekat mungkin dengan fasilitas
produksi dan membangun keterlibatan pemasok
 Teori Kendala
Setiap perusahaan menghadapi sumber daya dan
permintaan yang terbatas atas setiap produk.
Keterbatasan-keterbatasan ini disebut kendala
(constraint). Teori kendala mengakui kinerja setiap
perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya.
Kemudian teori kendala mengembangkan
pendekatan spesifik untuk mengelola kendala guna
mendukung tujuan perbaikan yang berkelanjutan.
Teori kendala seperti JIT, memberikan manajemen persediaan peran yang lebih
menonjol dibandingkan sudut pandang tradisional. TOC mengakui penurunan
persediaan akan mengurangi biaya penyimpanan sehingga menurunkan beban
operasi dan memperbaiki laba bersih. Namun, TOC menyatakan penurunan
persediaan akan membantu menghasilkan sisi kompetitif dengan mempunyai:
o Produk yang lebih baik.
Produk yang lebih baik berarti kualitasnya lebih tinggi. Hal ini juga perusahaan
mampu memperbaiki produk dan menyediakan produk yang sudah diperbaiki
tersebut secara cepat ke pasar.
o Harga yang lebih rendah.
persediaan yang tinggi berarti kapasitas yang lebih produktif dibutuhkan
sehingga investasi dalam peralatan dan ruang lebih banyak. Karena waktu
tunggu dan persediaan barang dalam proses yang tinggi biasanya
berhubungan, persediaan yang tinggi kerap menjadi penyebab lembur.
o Daya tanggap
Bab. 14 Manajemen Persediaan

Bab. 14 Manajemen Persediaan

  • 1.
    Bab. 14 MANAJEMEN PERSEDIAAN DisusunOleh : Fitri Ayu Kusuma W (20170102007)
  • 2.
    Manajemen Persediaan Tradisional Biaya Persediaan • Biaya persediaan terdiri atas: 1. Biaya pemesanan (ordering cost), yaitu biaya-biaya untuk menempatkan dan menerima pesanan. • Contoh-contohnya mencakup biaya pemrosesan pesanan (biaya administrasi dan dokumen), biaya asuransi untuk pengiriman, dan biaya pembongkaran. 2. Biaya persiapan / penyetelan (setup cost), yaitu biaya-biaya untuk menyiapkan peralatan dan fasilitas sehingga dapat digunakan untuk memproduksi produk atau komponen tertentu. • contohnya adalah upah pekerja bagian produksi yang tidak terpakai, biaya fasilitas produksi yang tidak terpakai (penghasilan yang hilang), dan biaya uji coba produksi (tenaga kerja, bahan baku, dan overhead) 3. Biaya penyimpanan (carrying cost), yaitu biaya-biaya untuk menyimpan • persediaan. •contohnya adl, asuransi, pajak persediaan, keusangan, biaya peluang dari dana yang terikat dalam persediaan, biaya pebnanganan, dan ruang penyimpanan persediaan.
  • 3.
    Alasan Trdisional untukMemiliki Persediaan •Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau persiapan dengan biaya penyimpanan •Untuk memenuhi permintaan pelanggan (ex: memenuhi tanggal pengiriman) •Untuk menghindari penutupan fasilitas •Pengiriman komponen yang terlambat •Untuk menyangga proses produksi yang tidak dapat diandalkan •Untuk memanfaatkan diskon •Untuk menghindari kenaikan harga di masa
  • 4.
    Kuantitas Pesanan Ekonomi(Economic Order Quantity / EOG): Model Persediaan Tradisional • Kuantitas pesanan dan total biaya pemesanan dan penyimpanan. Dalam menentukan kuantitas pesanan atau ukuran lot produksi, manajer hanya perlu memperhatikan biaya pemesanan dan penyimpanan. Total biaya pemesanan dan penyimpanan dapat digambarkan melalui persamaan berikut: TC = (P.D/Q) + (C.Q/2)(p.1) dimana: TC = total biaya pemesanan dan biaya penyimpanan P= biaya menempatkan pesanan dan penerimaan pesanan (biaya persiapan pelaksanaan produksi) D= jumlah permintaan tahunan yang diketahui Q= jumlah unit yang dipesan setiap kali pesanan dilakukan (ukuran lot produksi)
  • 5.
     Titik PemesananKembali Titik pemesanan kembali (reorder point/ROP) adl titik waktu dimana sebuah pesanan baru harus dilakukan (persiapan dimulai). Hal ini merupakan fungsi EOQ, waktu tunggu dan tingkat dimana persediaan hampir habis. Waktu tunggu adl waktu yang diperlukan untuk menerima kuantitas pesanan ekonomis setelah pesanan dilakukan atau persiapan dimulai. Mengetahui tingkat penggunaan dan waktu tunggu akan memungkinkan kita untuk menghitung titik
  • 6.
    •Untuk mengilustrasikan p.3akan digunakan kembali contoh komponen lemari es. Asumsikan komponen menggunakan 50 komponen per hari dan waktu tunggunya 4 hari. Jika demikian, sebuah perusahaan harus ditempatkan ketika tingkat persediaan komponen lemari es turun hingga 200 unit (50 x 4). Perhatikan grafik di bawah ini. Persediaan hampir habis ketika pesanan tiba dan kuantitas yang dimiliki naik kembali sampai tingkat EOQ
  • 7.
    •Ketidakpastian permintaan dantitik pemesanan kembali Jika permintaan komponen atau produk tidak diketahui dengan pasti, maka persediaan mungkin habis. Contoh: Jika komponen lemari es digunakan pada tingkat 60 kompone per hari (bukan 50), maka perusahaan akan menggunakan 200 komponen selama tiga sepertiga hari. Karena pesanan baru tidak akan diterima sampai akhir hari keempat , aktivitas reparasi yang membutuhkan komponen ini akan menganggur selama dua pertiga hari.
  • 9.
    • EOQ danManajemen Pesediaan Pendekatan tradisional untuk mengelola persediaan telah dikenal sebagai sistem just in case. Pada beberapa situasi, sistem persediaan just in case benar-benar sangat tepat. Contoh : rumah sakit memerlukan persediaan obat resep, obat-obatan dan perlengkapan penting lainnya sepanjang waktu untuk menangani situasi darurat model EOQ sangat berguna dalam mengidentifikasi pertukaran optimal antara biaya penyimpanan persediaan dan biaya persiapan. Model EOQ juga berguna untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan ketidakpastian
  • 10.
    Manajemen Persediaan JIT •Tekananpersaingan telah menyebabkan perusahaan meninggalkan model EOQ dan beralih ke pendekatan just in time untuk proses manufaktur dan pembelian. •Manufaktur JIT adalah suatu sistem berdasarkan tarikan permintaan yang membutuhkan barang untuk ditarik melalui sistem oleh permintaan yang ada, bukan didorong ke dalam sistem pada waktu tertentu berdasarkan permintaan yang diantisipasi. Restoran cepat saji McDonald’s menggunakan sistem tarikan dalam permintaan untuk mengendalikan persediaan barang jadi mereka. •JIT memiliki dua tujuan: meningkatkan laba dan memperbaiki posisi bersaing perusahaan. Kedua tujuan itu dicapai dengan mengendalikan biaya(yang memungkinkan persaingan harga yang lebih baik dan peningkatan laba),
  • 12.
    Tata Letak ManufakturJIT Sel A Sel B gerinda gerinda mesin bubut pelebur mesin bubut pelebur podukA barang jadi produk B barang jadi Perhatikan bahwa tiap produk melewati selnya sendiri. Semua mesin yang diperlukan untuk memproses tiap produk ditempatkan di dalam sel. Tiap sel untuk memproduksi satu produk atau satu bagian rakitan
  • 13.
    • Pengelompokan danPemberdayaan Karyawan pada JIT, tiap sel dipandang sebagai suatu pabrik mini. Jadi, tiap sel membutuhkan akses yang mudah dan cepat untuk mendukung pelayanan. • Total Quality Control JIT perlu memberikan tekanan yang lebih kuat pada pengelolaan kualitas. Kualitas yang rendah tidak dapat ditoleransi dalam suatu lingkungan manufaktur yang beroperasi tanpa persediaan. Pada intinya, TQC adalah suatu pengejaran tanpa henti untuk
  • 14.
    - Ketertelusuran BiayaOverhead suatu sistem pembiayaan menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya pada produk individual: penelusuran langsung, penelusuran penggerak, dan alokasi. Dari ketiga metode, penelusuran langsung paling akurat sehingga lebih disukai daripada dua metode lainnya. Pembebanan Biaya Produk: Manufaktur Tradisional versus JIT Biaya Manufaktur Lingkungan Tradisional Lingkungan JIT Tenaga kerja langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Bahan baku langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penanganan bahan baku Penelusuran penggerak Penelusuran langsung Perbaikan dan pemeliharaan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung Energi Penelusuran penggerak Penelusuran langsung Suplai operasional Penelusuran penggerak Penelusuran langsung Supervisi (departemen) Alokasi Penelusuran langsung Asuransi dan pajak Alokasi Alokasi Depresiasi pabrik Alokasi Alokasi Depresiasi peralatan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung Pelayanan bea cukai Alokasi Penelusuran langsung Pelayanan kafetaria Penelusuran penggerak Penelusuran penggerak
  • 15.
    - Pengaruh Persediaan JITumumnya menurunkan persediaan hingga tingkat yang sangat rendah. Pencapaian terhadap tingkat yang tidak signifikan dari persediaan adalah vital bagi kesuksesan JIT. Sedangkan menurut pandangan tradisional, persediaan menyelesaikan permasalahan yang mendasari tiap alasan. Perbandingan Manufaktur JIT dengan Tradisional JIT Tradisional 1. Sistem tarik 2. Persediaan tidak signifikan 3. Pemasok kecil 4. Kontrak pemasok jangka panjang 5. Struktur selular 6. Tenaga kerja berkeahlian ganda 7. Pelayanan terdesentralisasi 8. Keterlibatan karyawan tinggi 9. Gaya manajemen memfasilitasi 10. Pengendalian kualitas total 11. Dominasi penelusuran langsung (perhitungan biaya produk) 1. Sistem dorong 2. Persediaan signifikan 3. Pemasok besar 4. Kontrak pemasok jangka pendek 5. Struktur departemental 6. Tenaga kerja terspesialisasi 7. Pelayanan tersentralisasi 8. Keterlibatan karyawan rendah 9. Gaya manajemen mengawasi 10. Tingkat kualitas yang dapat diterima 11. Dominasi penelusuran penggerak (perhitungan biaya produk)
  • 16.
     Biaya Persiapandan Penyimpanan : Pendekatan JIT JIT merupakan pendekatan untuk meminimalkan total biaya penyimpanan dan biaya persiapan yang sangat berbeda dari pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional mengakui keberadaan biaya persiapan, kemudian menentukan kuantitas pesanan yang merupakan pertimbangan terbaik dari dua kategori biaya. - Kontrak jangka panjang, pengisian kembali yang berkelanjutan, pertukaran data elektronik dan JIT II pengecer telah menemukan cara mengurani biaya pemesanan dengan menerapkan pengisian kembali berkelanjutan. Denagn pengisian kembali berkelanjutan, pembuat barang mengambil alih fungsi manajemen persediaan pengecer. Pembuat barang memberi tahu pengecer kapan dan berapa banyak persediaan yang harus dipesan kembali. Proses pengisian kembali yang berkelanjutan akan lebih dipermudah oleh pertukaran data elektronik. Pertukaran data elektronik adalah suatu bentuk awal dari perdagangan elektronik yang pada intinya adalah suatu metode
  • 17.
     Manajemen Persediaandan Dilema Etis teknologi untuk melacak dan mengelola persediaan telah berkembang semakin canggih. Tag Radio Frequency Identification (RFID) yang dipasang pada suatu produk atau kemasannya bisa digunakan untuk melacak setiap unit produk. Mengurangi Waktu Persiapan Mengurangi waktu persiapan mengharuskan perusahaan mencari cara baru yang lebih efisien untuk melakukan persiapan. Untungnya, pengalaman telah menunjukkan pengurangan yang dramatis atas waktu persiapan dapat dicapai  Kinerja Jatuh Tempo : Solusi JIT kinerja jatuh tempo adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk menanggapi kebutuhan pelanggan. Sistem JIT memecahkan masalah kinerja jatuh tempo bukan dengan menimbun persediaan, tetapi dengan mengurangi waktu tunggu secaa dramatis. Waktu tunggu
  • 18.
     Menghindari PenghentianProduksi dan Keandalan Proses : Pendekatan JIT penghentian produksi terjadi karena salah satu dari tiga alasan : kegagalan mesin, kecacatan bahan baku atau subrakitan, dan ketidaktersediaan bahan baku atau subrakitan. Mereka yang mendukung pendekatan JIT berpendapat persediaan tidak memecahkan masalah, tetapi hanya menyamarkan atau menutupi masalah tersebut. - Pemeliharaan pencegahan total kegagalan mesin nol adalah tujuan pemeliharaan pencegahan total. Dengan memberikan perhatian lebih pada pemeliharaan pencegahan, sebagian besar kegagalan mesin dapat dihindari - Pengendalian kualitas total manufaktur JIT tidak mengandalkan persediaan untuk menggantikan komponen atau bahan yang rusak, penenkanan
  • 19.
    - Sistem Kanban sistemKanban adalah sebuah sistem informasi yang mengendalikan produksi melalui penggunaan tanda atau kartu. Sistem Kanban bertanggung jawab dalam memastikan produk yang dibutuhkan (atau komponen) diproduksi (atau diperoleh) dalam kuantitas yang diperlukan secara tepat waktu. Hal itu adalah inti dari sistem manajemen persediaan JIT. Sistem Kanban dasar menggunakan tiga kartu: Kanban penarikan, memerinci kuantitas proses berikutnya yang harus ditarik dari proses sebelumnya. Kanban produksi, memerinci kuantitas proses berikutnya yang harus diproduksi dari proses
  • 20.
    PROSES KANBAN (7) Lot dengan P-Kanban (1) Final AssemblyGudang penarikanPerakitan PapanSirkuit (6) Sinyal (1)(5) Lekatkan W-Kanban Lepaskan W-Kanban Lekatkan pada pos lepaskan (4) P-Kanban, Gudang Papan Sirkuit Lekatkan Pada Pos (2),(3) Pos PenarikanPos Pemesanan Produksi
  • 21.
    Persiapan Kanban dapatdiuraikan sebagai berikut :1. Pekerja dari lini Perakitan Akhir pergi ke gudang penarikan, memindahkan delapan papan sirkuit, kemudian menempatkannya dalam produksi. Pekerja juga mengambil kartu kanban penarikan dan menempatkannya di pos penarikan. 2. Kanban penarikan pada pos memberi tahu bahwa unit Perakitan Akhir membutuhkan delapan papan sirkuit tambahan. 3. Pekerja lini Perakitan Akhir (atau petugas yang menangani bahan baku yang disebut pembawa) melepas Kanban penarikan dari posnya dan membawanya ke gudang papan sirkuit. 4. Pada area gudang papan sirkuit, pembawanya melepas Kanban produksi dari tempat penyimpan delapan papan sirkuit dan menempatkannya pada pos pemesanan produksi. 5. Kemudian, pembawa melekatkan Kanban penarikan ke tempat penyimpanan komponen dan membawa tempat penyimpanan tersebut kembali ke area Perakitan Akhir. Perakitan komputer berikutnya dapat dimulai. 6. Kanban produksi pada pos pemesanan produksi memberi tahu pekerja perakitan papan sirkuit untuk memulai produksi lot papan sirkuit lainnya. Kanban produksi
  • 22.
     Diskon dankenaikan Harga : Pembelian JIT VS Menyimpan Persediaan Secara tradisional, persediaan disimpan sehingga perusahaan dapat mengambil keuntungan diskon kuantitas dan melindungi diri dari kenaikan harga di masa mendatang atas barang yang dibeli. Tujuannya adalah menurunkan biaya persediaan. Solusi JIT adalah menegosiasikan kontrak jangka panjang dengan sejumlah kecil pemasok terpilih yang berlokasi sedekat mungkin dengan fasilitas produksi dan membangun keterlibatan pemasok
  • 23.
     Teori Kendala Setiapperusahaan menghadapi sumber daya dan permintaan yang terbatas atas setiap produk. Keterbatasan-keterbatasan ini disebut kendala (constraint). Teori kendala mengakui kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya. Kemudian teori kendala mengembangkan pendekatan spesifik untuk mengelola kendala guna mendukung tujuan perbaikan yang berkelanjutan.
  • 24.
    Teori kendala sepertiJIT, memberikan manajemen persediaan peran yang lebih menonjol dibandingkan sudut pandang tradisional. TOC mengakui penurunan persediaan akan mengurangi biaya penyimpanan sehingga menurunkan beban operasi dan memperbaiki laba bersih. Namun, TOC menyatakan penurunan persediaan akan membantu menghasilkan sisi kompetitif dengan mempunyai: o Produk yang lebih baik. Produk yang lebih baik berarti kualitasnya lebih tinggi. Hal ini juga perusahaan mampu memperbaiki produk dan menyediakan produk yang sudah diperbaiki tersebut secara cepat ke pasar. o Harga yang lebih rendah. persediaan yang tinggi berarti kapasitas yang lebih produktif dibutuhkan sehingga investasi dalam peralatan dan ruang lebih banyak. Karena waktu tunggu dan persediaan barang dalam proses yang tinggi biasanya berhubungan, persediaan yang tinggi kerap menjadi penyebab lembur. o Daya tanggap