Anggota Kelompok :
Amalia Khoirun Rosyida
Andini Majidah
Aprillia Indah Fajarwati
Astri cahyani
Eka Oktaverah Mulyani
Mahfida Nur Afidah
Titis Haryani Putri S.
Pengkajian ibu bersalin &
Perubahan psikologis ibu bersalin
1. Pengkajian ibu bersalin
Pengkajian dilakukan sebelum
mendapatkan data lengkap.
Pengkajian ini diprioritaskan untuk
menentukan kondisi ibu dan janin
Pengkajian untuk ibu bersalin pada
kala I, kala II, kala III, dan kala IV.
1.Pemeriksaan fisik
a. Integumen (kulit)
-Inspeksi (warna, adakah lesi,
vaskularisasi, jaringan parut)
- Palpasi ( suhu, oedem, turgor,
tekstur)
b. Rambut
- Inspeksi dan Palpasi (penyebaran,
bau, rontok, warna)
c. Kuku
- Inspeksi dan Palpasi (warna,
bentuk, kebersihan)
d. Kepala
- Inspeksi (bentuk, kesimetrisan,
pembesaran dan pergerakan)
- Palpasi (nyeri tekan, fontanella
cekung/tidak)
e. Mata
-Inspeksi (kelengkapan dan
kesimetrisan mata, adakah
eksostalmus /mata menonjol atau
enoftalmus / mata tenggelam,
kelopak mata, bulu mata,
konjungtiva dan sklera,
warna iris, reaksi pupil, kornea, lapang
pandang, tekanan bola mata)
f. Telinga
- Inspeksi dan Palpasi (bentuk,
ukuran, warna, lesi, nyeri tekan,
adakah peradangan, penumpukan
serumen)
g. Hidung
- Inspeksi dan Palpasi (bentuk tulang
hidung dan posisi septum nasi adakah
pembengkokan atau tidak)
h. Mulut dan Faring
-Inspeksi dan Palpasi (pengamatan
mulut, gigi, gusi, lidah, orofaring,
tonsil, suara klien)
i. Wajah
- Inspeksi (ekspresi wajah, warna
dan kondisi wajah, struktur wajah
sembam/tidak, ada kelumpuhan otot-
otot fasialis atau tidak)
j. Leher
- Inspeksi dan Palpasi (bentuk,
kelenjar tyroid, vena jugularis)
k. Payudara dan Ketiak
- Inspeksi (ukuran, bentuk,
kesimetrisan, adkah pembengkakan,
kulit payudara, warna, lesi,
vaskularisasi, oedem, aerola, puting)
- Palpasi (adakah sekret dari puting,
nyeri tekan dan kekenyalan, adakah
benjolan massa atau tidak)
l. Thoraks dan Paru
- Inspeksi (bentuk, kesimetrisan,
keadaan kulit, pernafasan)
- Palpasi (pemeriksaan taktil/vocal
fremitus)
- Perkusi (menempelkan jari tangan
pemeriksa pada interkosta klien dan
mengetuk dengan jari tangan yang
satunya)
- Auskultasi (suara nafas, suara ucapan,
suara tambahan)
m. Abdomen
- Inspeksi (bentuk abdomen, massa
atau benjolan, kesimetrisan bentuk
abdomen)
- Auskultasi (peristaltik usus atau
bising usus)
- Palpasi (palpasi hepar, lien, apendik,
acites atau tidak, ginjal)
n. Genetalia
- Inspeksi (kebersihan rambut pubis,
lesi, eritema, keputihan, peradangan,
lubang uretra)
o. Anus
- Inspeksi (atresia ani/tidak ada
lubang dubur, tumor, hemoroid,
perdarahan, perineum : jahitan,
benjolan)
Palpasi (nyeri tekan, rektal toucher)
p. Muskuloskeletal ekstremitas
- Inspeksi (otot antar sisi kanan dan
kiri, deformitas, fraktur)
- Palpasi (oedem, lingkar lengan)
q. Neurologis
- Menguji tingkat kesadaran, tanda-
tanda rangsangan otak, nervus
kranialis, fungsi motorik dan sensorik,
reflek kedalaman tendon)
2.Tanda-tanda vital
Tekanan darah (normal
120/80mmHg), Denyut nadi (normal
60-80 kali/menit), Pernafasan
(normal 12-20 kali/menit), Suhu
(normal 36-37,5 derajat celcius)
3.Auskultasi DJJ (normal 120-
160x/menit)
4.Kontraksi uterus, dilatasi uterus,
penurunan presentasi terendah dan
kemajuan persalinan
5.Observasi perineum
1.Pemeriksaan fisik dan TTV
2.Tanda-tanda kala II
(perinium menonjol, anus membuka,
dengan kekuatan his janin nampak
dalam vulva, his 2-3 menit sekali)
3.Upaya meneran
4.Keadaan psikologis
Status nyeri, status emosi, gaya
komunikasi, pola interaksi, pola
pertahanan, dampak dirawat di
rumah sakit)
5.Observasi karakterisktik neonatus
(APGAR skor)
A : Appearence ( warna kulit)
P : Pulse rate ( nadi )
G : Grimace ( menyeringai, akibat reflek
kateter dalam hidung)
A : Activity ( keaktifan/tonus otot)
R : Respiration ( pernapasan )
1.Pemeriksaan fisik dan TTV
2.Tanda-tanda kala III
bayi lahir, uterus teraba keras,
pelepasan plasenta
3.Perdarahan
normalnya 400-500 cc.
4.Kontraksi uterus
5.Keadaan psikologis
6.pengobatan
1.Pemeriksaan fisik, TTV dan keadaan
umum
2.Kontraksi rahim
3.Perdarahan
4.Kandung kemih
5.Luka episiotomi
6.Bounding attachment
7.Keadaan bayi
Perubahan Psikologis :
• Memperlihatkan ketakutan atau
kecemasan, yang menyebabkan
wanita mengartikan ucapan pemberi
perawatan atau kejadian persalinan
secara pesimistik atau negatif.
• Memperlihatkan reaksi keras terhadap
kontraksi ringan atau terhadap
pemeriksaan
• Menunjukkan ketegangan otot dalam
derajat tinggi
• Tampak menuntut, tidak mempercayai,
marah atau menolak terhadap para
staf
• Menunjukkan kebutuhan yang kuat
untuk mengontrol tindakan pemberi
perawatan
• Tampak ”lepas kontrol” dalam
persalinan (dalam nyeri hebat,
menggeliat kesakitan, panik, menjerit,
tidak merespon saran atau pertanyaan
yang membantu).
• Merasa diawasi
• Merasa dilakukan tanpa hormat.
Merasa diabaikan atau dianggap
remeh
• Respons ”melawan atau menghindar”,
yang dipicu oleh adanya bahaya fisik,
ketakutan, kecemasan dan bentuk
distres lainnya.
•Mengajukan banyak pertanyaan atau
sangat waspada terhadap
sekelilingnya
•Memperlihatkan tingkah laku sangat
membutuhkan
•Memperlihatkan tingkah laku minder,
malu atau tidak berharga.
Asuhan kebidanan persalinan
Asuhan kebidanan persalinan

Asuhan kebidanan persalinan

  • 2.
    Anggota Kelompok : AmaliaKhoirun Rosyida Andini Majidah Aprillia Indah Fajarwati Astri cahyani Eka Oktaverah Mulyani Mahfida Nur Afidah Titis Haryani Putri S.
  • 3.
    Pengkajian ibu bersalin& Perubahan psikologis ibu bersalin
  • 4.
    1. Pengkajian ibubersalin Pengkajian dilakukan sebelum mendapatkan data lengkap. Pengkajian ini diprioritaskan untuk menentukan kondisi ibu dan janin Pengkajian untuk ibu bersalin pada kala I, kala II, kala III, dan kala IV.
  • 6.
    1.Pemeriksaan fisik a. Integumen(kulit) -Inspeksi (warna, adakah lesi, vaskularisasi, jaringan parut) - Palpasi ( suhu, oedem, turgor, tekstur) b. Rambut - Inspeksi dan Palpasi (penyebaran, bau, rontok, warna) c. Kuku - Inspeksi dan Palpasi (warna, bentuk, kebersihan)
  • 7.
    d. Kepala - Inspeksi(bentuk, kesimetrisan, pembesaran dan pergerakan) - Palpasi (nyeri tekan, fontanella cekung/tidak) e. Mata -Inspeksi (kelengkapan dan kesimetrisan mata, adakah eksostalmus /mata menonjol atau enoftalmus / mata tenggelam, kelopak mata, bulu mata, konjungtiva dan sklera, warna iris, reaksi pupil, kornea, lapang pandang, tekanan bola mata)
  • 8.
    f. Telinga - Inspeksidan Palpasi (bentuk, ukuran, warna, lesi, nyeri tekan, adakah peradangan, penumpukan serumen) g. Hidung - Inspeksi dan Palpasi (bentuk tulang hidung dan posisi septum nasi adakah pembengkokan atau tidak) h. Mulut dan Faring -Inspeksi dan Palpasi (pengamatan mulut, gigi, gusi, lidah, orofaring, tonsil, suara klien)
  • 9.
    i. Wajah - Inspeksi(ekspresi wajah, warna dan kondisi wajah, struktur wajah sembam/tidak, ada kelumpuhan otot- otot fasialis atau tidak) j. Leher - Inspeksi dan Palpasi (bentuk, kelenjar tyroid, vena jugularis) k. Payudara dan Ketiak - Inspeksi (ukuran, bentuk, kesimetrisan, adkah pembengkakan, kulit payudara, warna, lesi, vaskularisasi, oedem, aerola, puting)
  • 10.
    - Palpasi (adakahsekret dari puting, nyeri tekan dan kekenyalan, adakah benjolan massa atau tidak) l. Thoraks dan Paru - Inspeksi (bentuk, kesimetrisan, keadaan kulit, pernafasan) - Palpasi (pemeriksaan taktil/vocal fremitus) - Perkusi (menempelkan jari tangan pemeriksa pada interkosta klien dan mengetuk dengan jari tangan yang satunya)
  • 11.
    - Auskultasi (suaranafas, suara ucapan, suara tambahan) m. Abdomen - Inspeksi (bentuk abdomen, massa atau benjolan, kesimetrisan bentuk abdomen) - Auskultasi (peristaltik usus atau bising usus) - Palpasi (palpasi hepar, lien, apendik, acites atau tidak, ginjal) n. Genetalia - Inspeksi (kebersihan rambut pubis, lesi, eritema, keputihan, peradangan, lubang uretra)
  • 12.
    o. Anus - Inspeksi(atresia ani/tidak ada lubang dubur, tumor, hemoroid, perdarahan, perineum : jahitan, benjolan) Palpasi (nyeri tekan, rektal toucher) p. Muskuloskeletal ekstremitas - Inspeksi (otot antar sisi kanan dan kiri, deformitas, fraktur) - Palpasi (oedem, lingkar lengan)
  • 13.
    q. Neurologis - Mengujitingkat kesadaran, tanda- tanda rangsangan otak, nervus kranialis, fungsi motorik dan sensorik, reflek kedalaman tendon)
  • 14.
    2.Tanda-tanda vital Tekanan darah(normal 120/80mmHg), Denyut nadi (normal 60-80 kali/menit), Pernafasan (normal 12-20 kali/menit), Suhu (normal 36-37,5 derajat celcius) 3.Auskultasi DJJ (normal 120- 160x/menit) 4.Kontraksi uterus, dilatasi uterus, penurunan presentasi terendah dan kemajuan persalinan 5.Observasi perineum
  • 16.
    1.Pemeriksaan fisik danTTV 2.Tanda-tanda kala II (perinium menonjol, anus membuka, dengan kekuatan his janin nampak dalam vulva, his 2-3 menit sekali) 3.Upaya meneran 4.Keadaan psikologis Status nyeri, status emosi, gaya komunikasi, pola interaksi, pola pertahanan, dampak dirawat di rumah sakit)
  • 17.
    5.Observasi karakterisktik neonatus (APGARskor) A : Appearence ( warna kulit) P : Pulse rate ( nadi ) G : Grimace ( menyeringai, akibat reflek kateter dalam hidung) A : Activity ( keaktifan/tonus otot) R : Respiration ( pernapasan )
  • 19.
    1.Pemeriksaan fisik danTTV 2.Tanda-tanda kala III bayi lahir, uterus teraba keras, pelepasan plasenta 3.Perdarahan normalnya 400-500 cc. 4.Kontraksi uterus 5.Keadaan psikologis 6.pengobatan
  • 21.
    1.Pemeriksaan fisik, TTVdan keadaan umum 2.Kontraksi rahim 3.Perdarahan 4.Kandung kemih 5.Luka episiotomi 6.Bounding attachment 7.Keadaan bayi
  • 23.
    Perubahan Psikologis : •Memperlihatkan ketakutan atau kecemasan, yang menyebabkan wanita mengartikan ucapan pemberi perawatan atau kejadian persalinan secara pesimistik atau negatif.
  • 24.
    • Memperlihatkan reaksikeras terhadap kontraksi ringan atau terhadap pemeriksaan • Menunjukkan ketegangan otot dalam derajat tinggi • Tampak menuntut, tidak mempercayai, marah atau menolak terhadap para staf • Menunjukkan kebutuhan yang kuat untuk mengontrol tindakan pemberi perawatan
  • 25.
    • Tampak ”lepaskontrol” dalam persalinan (dalam nyeri hebat, menggeliat kesakitan, panik, menjerit, tidak merespon saran atau pertanyaan yang membantu). • Merasa diawasi • Merasa dilakukan tanpa hormat. Merasa diabaikan atau dianggap remeh • Respons ”melawan atau menghindar”, yang dipicu oleh adanya bahaya fisik, ketakutan, kecemasan dan bentuk distres lainnya.
  • 26.
    •Mengajukan banyak pertanyaanatau sangat waspada terhadap sekelilingnya •Memperlihatkan tingkah laku sangat membutuhkan •Memperlihatkan tingkah laku minder, malu atau tidak berharga.