dalam Islam, kebohongan adalah suatu hal yang buruk, bahkan hal tersebut dapat dianggap
sebagai perangai kemunafikan meskipun hal itu hanya bertujuan untuk bergurau. Rasulullah
Saw. digambarkan sebagai orang yang selalu jujur. Bukankah beliau dijuluki ash-shiddiq
“jujur”             dan             al-amin              “dapat             dipercaya”?

Hanya dalam beberapa kesempatan, kita dibolehkan untuk berbohong, seperti untuk
mendamaikan pertengkaran (perselisihan), dalam peperangan (sebagai siasat perang), dan
dalam rangka menjaga keutuhan rumah tangga sebagaimana dalam Hadis Riwayat Muslim.

Perhatikan     Surah     Al-Nahl      tadi    dan     Hadis-Hadis      Nabi      berikut    ini.

“Berbohong      itu    menjauhkan      keimanan      (dari    seseorang).”    (HR      Baihaqi)

“Orang Mukmin itu mempunyai beberapa ka-rakter selain khianat dan dusta.” (HR Al-Bazzar
dan                                   Abu                                        Ya’la)

“Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran itu akan menuntun pada kebaikan, dan
kebaikan akan menuntun ke surga. Dan tidak henti-hentinya seseorang berlaku jujur dan
memilih kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah
dirimu dari dusta karena akan menuntun pada kedur hakaan, dan kedurhakaan akan menuntun
pada neraka. Dan seseorang yang tidak henti-hentinya berbuat dusta dan memilih dusta
hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari dan Muslim)

Fudhail bin lyadh berkata, “Tidak ada segumpal daging yang lebih dicintai Allah, kecuali
lidah yang selalu berkata benar. Dan, tidak ada segumpal daging yang paling dibenci Allah,
kecuali           lidah           yang            selalu         berkata           dusta.”

Fren, Rasulullah Saw. mengatakan bahwa ciri orang munafik, salah satunya adalah gemar
berbohong. Kata munafik berasal dari kata nifaq, yang dalam bahasa Arab diambil dari akar
kata nafiqul yarbu, yang berarti “lubang tikus”. Hal ini karena, biasanya, tikus selalu
menampakkan jalan masuknya ke lubang, tetapi tidak menampakkan jalan keluarnya.

Sabda beliau Saw., “Empat hal, siapa yang memilikinya, maka ia adalah munafik tulen. Jika
ia memiliki salah satunya, ia akan mempunyai salah satu cabang kernunafikan sampai ia
membuang sifat itu, yaitu apabila bicara ia berdusta, apabila berjanji diingkari, apabila diberi
amanat, ia khianat, dan apabila berbantah-bantahan, ia durhaka” (HR Ahmad dan Hakim).

Kebohongan adalah suatu hal yang buruk, bahkan hal tersebut dapat dianggap sebagai
perangai kemunafikan meskipun hal itu hanya bertujuan untuk bergurau. Rasulullah Saw.
digambarkan sebagai orang yang selalu jujur. Bukankah beliau dijuluki ash-shiddiq “jujur”
dan                    al-amin                    “dapat                     dipercaya”?

Fren, lblis pun pernah membohongi Adam a.s. di surga, Hai Adam, maukah aku tunjukkan
pohon kekekalan dan kekuasaan yang abadi? (QS Thã Ha [20]: 120).
lnformasi iblis ini ternyata bukan hanya salah, melainkan sekaligus menyesatkan. Perintah
kepada orang-orang yang beriman untuk selalu mengucapkan kata-kata yang benar atau
menjauhi ucapan dusta dinyatakan Allah dalam Surah AlAhz5b (33): 70, Hai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang sadid (benar).

Kata sadid dalam ayat tadi, bukan hanya berarti “benar”. Lebih jauh dari itu, kata ini dalam
berbagai bentuknya, pada akhirnya bermuara pada makna “menghalangi” atau
“membendung” (dalam arti yang tidak sesuai sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna).
Atas dasar makna ini, para ulama menekankan bahwa semua ucapan apa pun bentuk dan
kandungannya, di samping harus menjamin sasarannya untuk tidak terjerumus ke dalam
kesulitan,        ucapan          itu           juga         harus          bermanfaat.

Nah, jika kita lihat uraian tersebut, jelas sudah jika April Mop bukanlah perkara yang
dibolehkan    dalam     Islam.   Keharaman      tersebut   dilihat dari  empat    segi.

Pertama, keharaman berbohong itu sendiri yang dilarang Al-Quran dan Sunnah Nabi
Muhammad                                                                          Saw.
Kedua, kebohongan itu bisa menakut-nakuti dan mengeruhkan pikiran orang lain.
Ketiga, perbuatan itu berarti mengkhianati seseorang karena kepercayaan dibalas dengan
kebohongan.
Keempat, dengan “merayakan” April Mop, maka menyebarkan tradisi batil yang tidak ada
dalam ajaran agama. Perbuatan ini berarti tasyabuh (menyerupai) kaum non-Muslim yang
sangat                                    tidak                                  wajar.

Nah,kita tidak perlu lagi “merayakan” April Mop karena sekarang kita telah mengetahui
keburukan-keburukannya. Maukah kita ditulis sebagai pendusta dan munafik di sisi Allah
setiap tanggal 1 April meskipun tujuannya hanya sekadar bergurau? Wallahu a’lam.




Redaksi




Teknis Standar Pengiriman Naskah

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke
suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut.
Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.

Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi
patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan
cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan
rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5,
maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF
(Rich Text Format), dan dikirim

April mop

  • 1.
    dalam Islam, kebohonganadalah suatu hal yang buruk, bahkan hal tersebut dapat dianggap sebagai perangai kemunafikan meskipun hal itu hanya bertujuan untuk bergurau. Rasulullah Saw. digambarkan sebagai orang yang selalu jujur. Bukankah beliau dijuluki ash-shiddiq “jujur” dan al-amin “dapat dipercaya”? Hanya dalam beberapa kesempatan, kita dibolehkan untuk berbohong, seperti untuk mendamaikan pertengkaran (perselisihan), dalam peperangan (sebagai siasat perang), dan dalam rangka menjaga keutuhan rumah tangga sebagaimana dalam Hadis Riwayat Muslim. Perhatikan Surah Al-Nahl tadi dan Hadis-Hadis Nabi berikut ini. “Berbohong itu menjauhkan keimanan (dari seseorang).” (HR Baihaqi) “Orang Mukmin itu mempunyai beberapa ka-rakter selain khianat dan dusta.” (HR Al-Bazzar dan Abu Ya’la) “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran itu akan menuntun pada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun ke surga. Dan tidak henti-hentinya seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta karena akan menuntun pada kedur hakaan, dan kedurhakaan akan menuntun pada neraka. Dan seseorang yang tidak henti-hentinya berbuat dusta dan memilih dusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari dan Muslim) Fudhail bin lyadh berkata, “Tidak ada segumpal daging yang lebih dicintai Allah, kecuali lidah yang selalu berkata benar. Dan, tidak ada segumpal daging yang paling dibenci Allah, kecuali lidah yang selalu berkata dusta.” Fren, Rasulullah Saw. mengatakan bahwa ciri orang munafik, salah satunya adalah gemar berbohong. Kata munafik berasal dari kata nifaq, yang dalam bahasa Arab diambil dari akar kata nafiqul yarbu, yang berarti “lubang tikus”. Hal ini karena, biasanya, tikus selalu menampakkan jalan masuknya ke lubang, tetapi tidak menampakkan jalan keluarnya. Sabda beliau Saw., “Empat hal, siapa yang memilikinya, maka ia adalah munafik tulen. Jika ia memiliki salah satunya, ia akan mempunyai salah satu cabang kernunafikan sampai ia membuang sifat itu, yaitu apabila bicara ia berdusta, apabila berjanji diingkari, apabila diberi amanat, ia khianat, dan apabila berbantah-bantahan, ia durhaka” (HR Ahmad dan Hakim). Kebohongan adalah suatu hal yang buruk, bahkan hal tersebut dapat dianggap sebagai perangai kemunafikan meskipun hal itu hanya bertujuan untuk bergurau. Rasulullah Saw. digambarkan sebagai orang yang selalu jujur. Bukankah beliau dijuluki ash-shiddiq “jujur” dan al-amin “dapat dipercaya”? Fren, lblis pun pernah membohongi Adam a.s. di surga, Hai Adam, maukah aku tunjukkan pohon kekekalan dan kekuasaan yang abadi? (QS Thã Ha [20]: 120). lnformasi iblis ini ternyata bukan hanya salah, melainkan sekaligus menyesatkan. Perintah kepada orang-orang yang beriman untuk selalu mengucapkan kata-kata yang benar atau menjauhi ucapan dusta dinyatakan Allah dalam Surah AlAhz5b (33): 70, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang sadid (benar). Kata sadid dalam ayat tadi, bukan hanya berarti “benar”. Lebih jauh dari itu, kata ini dalam
  • 2.
    berbagai bentuknya, padaakhirnya bermuara pada makna “menghalangi” atau “membendung” (dalam arti yang tidak sesuai sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna). Atas dasar makna ini, para ulama menekankan bahwa semua ucapan apa pun bentuk dan kandungannya, di samping harus menjamin sasarannya untuk tidak terjerumus ke dalam kesulitan, ucapan itu juga harus bermanfaat. Nah, jika kita lihat uraian tersebut, jelas sudah jika April Mop bukanlah perkara yang dibolehkan dalam Islam. Keharaman tersebut dilihat dari empat segi. Pertama, keharaman berbohong itu sendiri yang dilarang Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Kedua, kebohongan itu bisa menakut-nakuti dan mengeruhkan pikiran orang lain. Ketiga, perbuatan itu berarti mengkhianati seseorang karena kepercayaan dibalas dengan kebohongan. Keempat, dengan “merayakan” April Mop, maka menyebarkan tradisi batil yang tidak ada dalam ajaran agama. Perbuatan ini berarti tasyabuh (menyerupai) kaum non-Muslim yang sangat tidak wajar. Nah,kita tidak perlu lagi “merayakan” April Mop karena sekarang kita telah mengetahui keburukan-keburukannya. Maukah kita ditulis sebagai pendusta dan munafik di sisi Allah setiap tanggal 1 April meskipun tujuannya hanya sekadar bergurau? Wallahu a’lam. Redaksi Teknis Standar Pengiriman Naskah Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media. Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
  • 3.
    Naskah diketik dalamMS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim