By : Diana Eka
PERANAN LISAN
• Lisan memegang peranan penting dari 77 cabang
keimanan. amal lisan adalah yg paling bnyak jumlah nya.
oleh karenanya islam menekankan akan penting nya
menjaga lisan dalam kehidupan sehari hari.
• Imam Al-Ghazali rahimahullah memberikan nasehat
kepada kita, bahwa lisan sungguh amat besar
bahayanya,tidak ada manusia yg bisa selamat dari lisan
ini kecuali dengan diam. oleh sebab itu, islam memuji
orang yg diam tidak berkata kata kecuali yg keluar dari
lisanya ini sebuah perkataan yg baik.
Allah SWT berfirman : ….serta ucapkanlah kata kata yg
baik kepada manusia”.(Q.S Al baqarah :83).
Keutamaan Menjaga Lisan
• Ciri iman kepada Allah dan hari akhir
Seperti disebutkan Rasulullah SAW dalam hadistnya
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia
mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)
• Meraih kedudukan Islam paling utama.
Suatu hari Rasulullah Saw. ditanya, “Siapakah Muslim yang paling
utama?” Beliau menjawab,
“Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat
buruk kepada orang lain.” (HR. Bukhari)
Dasyatnya Pengaruh
“Banyak Bicara”
• Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya bahkan
menyeretnya ke dalam kesulitan. Contoh : Berbohong
• Rasulullah bersabda : " Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya.
Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak
dosanya, maka nerakalah tempatnya". (HR. Abu Hatim).
• Dari Sahl bin Sa'ad as Saidi, dia berkata: "Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada
diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan),
niscaya akan aku jamin surga baginya."(HR. Bukhari)
• "Barang siapa menjaga dari kejahatan qabqabnya (perut), dzabdzabnya (lisan), dan
laglagnya (kemaluan), niscaya ia akan terjaga dari kejahatan seluruhnya."(HR. Ad Dailami)
• Imam Hasan berkata bahwa, "Tidak akan berarti agama seseorang bagi orang yang tidak
menjaga lisannya".
• Setiap perkataan , panjang atau pendek akan dipertanggungjawabkan
• Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasul
menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketika ditanya tentang
penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan” HR. At
Tirmidzi)
Berkata yang Baik atau Diam
• "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata
yang baik atau diam !" (HR. Bukhari Muslim).
• "Kebanyakan yang memasukkan ke neraka adalah dua lobang, yaitu : mulut dan
fardji (kemaluan)" (HR. Turmudji dan Imam Ahmad).
• “Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan
perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
bagi manusia.” QS. 17: 53
• Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif.
Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyak
mendengar dari pada berbicara.
Syarat untuk Menjaga Lisan
• Untuk dapat menjaga lisan menjadi
terjaga dan bermutu, ada empat
syaratnya, yaitu :
1. Berkatalah dengan Perkataan yang
Benar
2. Berkatalah sesuai tempatnya
3. Jagalah Kehalusan Tutur Kata
4. Berkatalah yang bermanfaat
Berkata dengan Perkataan yang Benar
• Kalau kita ingin berbicara dengan benar, maka pastikan bahwa
pembicaraan kita bersih dari bohong, bersih dari dusta
• Jangan berusaha berkata-kata semata-mata agar orang
terkesima, terpesona, suka, karena semuanya tidak akan
menolong kita.
• Perkataan kita haruslah dapat dipertanggungjawabkan.
• Dusta tidak akan mengangkat derajat, bahkan sebaliknya kalau
Allah membeberkan kebohongan kita, kedustaan kita, maka, kita
akan menjadi orang yang tidak berharga sedikitpun.
• semakin sering kita berdusta, maka kita telah membuat penjara,
yang membuat kita selau takut dusta kita terbuka
• Yang mengangkat derajat bukan kebohongan, bukan rekayasa
kita, tapi Allah saja, dan sebaliknya yang menghinakan juga Allah.
Berkata dengan Perkataan yang
Benar
• Demi Allah, Allah Maha Mendengar, tahu persis
segala niat di balik kata yang kita ucapkan.
Kedustaan kita hanya masalah waktu saja bagi Allah
untuk membeberkannya, walau mati-matian kita
menutupinya. Maka, pastikan setiap pembicaraan
kita untuk tidak ada dusta, walau sedikitpun.
• "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu
kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang
benar". (QS Al Baqarah:263)
Berkatalah sesuai tempatnya
• Tidak setiap kata sesuai di setiap tempat, sebaliknya tidak
setiap tempat sesuai dengan perkataan yang dibutuhkan.
• Berbicara dengan anak kecil tentu akan jauh beda dengan
ketika berbicara dengan orang tua. Remaja vs guru, perlu
mimik, cerita vs dalil, logika dll
• berbahagialah jikalau kita diberi keterampilan oleh Allah
untuk berbicara sesuai dengan kondisi dan tempatnya.
• Contoh hadits: Setiap orang yang mengucapkan Laa Ilaaha
Illallah, maka dakhalal Jannah, akan masuk Surga, Umar
melarang Abu Hurairah diumumkan di pasar.
Menjaga Kehalusan Tutur Kata
• Orang yang lisannya bermutu haruslah berkemampuan memperhalus dan
menjaga kata-katanya tidak menjadi duri atau tidak bagai pisau silet yang
siap melukai orang lain.
• Maksudnya memberi nasehat, tapi bagi yang mendengar apakah merasa
dinasehati atau malah merasa dizhalimi/ dipermalukan.
• Rasulullah bersabda, "Jiwa seorang mukmin bukanlah pencela, pengutuk,
pembuat perbuatan keji dan berlidah kotor" (HR. Turmudji dan Ibnu
Mas'ud).
• Kala kita salah, kita begitu rindu orang lain bersifat bijak kepada kita
dengan memberi maaf
• "Engkau harus bertakwa kepada Allah, Jika seseorang membikin malu
padamu, dengan sesuatu yang diketahuinya padamu, maka janganlah
memberi malu dia dengan sesuatu yang engkau ketahui padanya.
Niscaya akan celaka padanya dan pahalanya padamu. Dan janganlah
engkau memaki sesuatu !" (HR. Bukhari-Muslim)
Menjaga Kehalusan Tutur Kata
• Firmannya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah
segolongan laki-laki menghina segolongan yang lain, boleh
jadi (mereka yang dihina itu) lebih baik dari mereka (yang
menghina). Dan janganlah segolongan perempuan
(menghina) golongan perempuan yang lainnya, boleh jadi
(yang dihina) lebih baik dari mereka (yang menghina)."
(QS. Al Hujurat 49:11).
• Maka, mulai sekarang, jagalah lisan kita, banyaklah berbuat
daripada berkata, atau banyaklah berkata dengan
perbuatan daripada banyak berkata tanpa ada perbuatan.
• Pastikan gaya bicara kita jangan merendahkan orang lain,
karena diri kita ingin dihargai, hal itu justru menunjukkan
kerendahan diri kita. Contoh: teko dan isinya
Berkata yang bermanfaat
• "Diantara tanda kebaikan akhlak manusia
muslim adalah meninggalkan apa yang tidak
perlu“ (HR. Tirmidzi).
• Ketika hujan, panas dll mencela perbuatan
Allah
• Kaget, kata2 yang keluar adalah umpatan dan
kata2 kotor (latah) …Tren?
Penutup
• "Tidak akan istiqomah iman seseorang
sebelum istiqamah hatinya, dan tidak akan
istiqomah hatinya sebelum istiqamah
lisannya". (HR. Ahmad)
Menjaga lisan
Menjaga lisan

Menjaga lisan

  • 2.
  • 3.
    PERANAN LISAN • Lisanmemegang peranan penting dari 77 cabang keimanan. amal lisan adalah yg paling bnyak jumlah nya. oleh karenanya islam menekankan akan penting nya menjaga lisan dalam kehidupan sehari hari. • Imam Al-Ghazali rahimahullah memberikan nasehat kepada kita, bahwa lisan sungguh amat besar bahayanya,tidak ada manusia yg bisa selamat dari lisan ini kecuali dengan diam. oleh sebab itu, islam memuji orang yg diam tidak berkata kata kecuali yg keluar dari lisanya ini sebuah perkataan yg baik. Allah SWT berfirman : ….serta ucapkanlah kata kata yg baik kepada manusia”.(Q.S Al baqarah :83).
  • 4.
    Keutamaan Menjaga Lisan •Ciri iman kepada Allah dan hari akhir Seperti disebutkan Rasulullah SAW dalam hadistnya “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari) • Meraih kedudukan Islam paling utama. Suatu hari Rasulullah Saw. ditanya, “Siapakah Muslim yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.” (HR. Bukhari)
  • 5.
    Dasyatnya Pengaruh “Banyak Bicara” •Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya bahkan menyeretnya ke dalam kesulitan. Contoh : Berbohong • Rasulullah bersabda : " Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya". (HR. Abu Hatim). • Dari Sahl bin Sa'ad as Saidi, dia berkata: "Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin surga baginya."(HR. Bukhari) • "Barang siapa menjaga dari kejahatan qabqabnya (perut), dzabdzabnya (lisan), dan laglagnya (kemaluan), niscaya ia akan terjaga dari kejahatan seluruhnya."(HR. Ad Dailami) • Imam Hasan berkata bahwa, "Tidak akan berarti agama seseorang bagi orang yang tidak menjaga lisannya". • Setiap perkataan , panjang atau pendek akan dipertanggungjawabkan • Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketika ditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan” HR. At Tirmidzi)
  • 6.
    Berkata yang Baikatau Diam • "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam !" (HR. Bukhari Muslim). • "Kebanyakan yang memasukkan ke neraka adalah dua lobang, yaitu : mulut dan fardji (kemaluan)" (HR. Turmudji dan Imam Ahmad). • “Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” QS. 17: 53 • Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif. Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyak mendengar dari pada berbicara.
  • 7.
    Syarat untuk MenjagaLisan • Untuk dapat menjaga lisan menjadi terjaga dan bermutu, ada empat syaratnya, yaitu : 1. Berkatalah dengan Perkataan yang Benar 2. Berkatalah sesuai tempatnya 3. Jagalah Kehalusan Tutur Kata 4. Berkatalah yang bermanfaat
  • 8.
    Berkata dengan Perkataanyang Benar • Kalau kita ingin berbicara dengan benar, maka pastikan bahwa pembicaraan kita bersih dari bohong, bersih dari dusta • Jangan berusaha berkata-kata semata-mata agar orang terkesima, terpesona, suka, karena semuanya tidak akan menolong kita. • Perkataan kita haruslah dapat dipertanggungjawabkan. • Dusta tidak akan mengangkat derajat, bahkan sebaliknya kalau Allah membeberkan kebohongan kita, kedustaan kita, maka, kita akan menjadi orang yang tidak berharga sedikitpun. • semakin sering kita berdusta, maka kita telah membuat penjara, yang membuat kita selau takut dusta kita terbuka • Yang mengangkat derajat bukan kebohongan, bukan rekayasa kita, tapi Allah saja, dan sebaliknya yang menghinakan juga Allah.
  • 9.
    Berkata dengan Perkataanyang Benar • Demi Allah, Allah Maha Mendengar, tahu persis segala niat di balik kata yang kita ucapkan. Kedustaan kita hanya masalah waktu saja bagi Allah untuk membeberkannya, walau mati-matian kita menutupinya. Maka, pastikan setiap pembicaraan kita untuk tidak ada dusta, walau sedikitpun. • "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar". (QS Al Baqarah:263)
  • 10.
    Berkatalah sesuai tempatnya •Tidak setiap kata sesuai di setiap tempat, sebaliknya tidak setiap tempat sesuai dengan perkataan yang dibutuhkan. • Berbicara dengan anak kecil tentu akan jauh beda dengan ketika berbicara dengan orang tua. Remaja vs guru, perlu mimik, cerita vs dalil, logika dll • berbahagialah jikalau kita diberi keterampilan oleh Allah untuk berbicara sesuai dengan kondisi dan tempatnya. • Contoh hadits: Setiap orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka dakhalal Jannah, akan masuk Surga, Umar melarang Abu Hurairah diumumkan di pasar.
  • 11.
    Menjaga Kehalusan TuturKata • Orang yang lisannya bermutu haruslah berkemampuan memperhalus dan menjaga kata-katanya tidak menjadi duri atau tidak bagai pisau silet yang siap melukai orang lain. • Maksudnya memberi nasehat, tapi bagi yang mendengar apakah merasa dinasehati atau malah merasa dizhalimi/ dipermalukan. • Rasulullah bersabda, "Jiwa seorang mukmin bukanlah pencela, pengutuk, pembuat perbuatan keji dan berlidah kotor" (HR. Turmudji dan Ibnu Mas'ud). • Kala kita salah, kita begitu rindu orang lain bersifat bijak kepada kita dengan memberi maaf • "Engkau harus bertakwa kepada Allah, Jika seseorang membikin malu padamu, dengan sesuatu yang diketahuinya padamu, maka janganlah memberi malu dia dengan sesuatu yang engkau ketahui padanya. Niscaya akan celaka padanya dan pahalanya padamu. Dan janganlah engkau memaki sesuatu !" (HR. Bukhari-Muslim)
  • 12.
    Menjaga Kehalusan TuturKata • Firmannya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah segolongan laki-laki menghina segolongan yang lain, boleh jadi (mereka yang dihina itu) lebih baik dari mereka (yang menghina). Dan janganlah segolongan perempuan (menghina) golongan perempuan yang lainnya, boleh jadi (yang dihina) lebih baik dari mereka (yang menghina)." (QS. Al Hujurat 49:11). • Maka, mulai sekarang, jagalah lisan kita, banyaklah berbuat daripada berkata, atau banyaklah berkata dengan perbuatan daripada banyak berkata tanpa ada perbuatan. • Pastikan gaya bicara kita jangan merendahkan orang lain, karena diri kita ingin dihargai, hal itu justru menunjukkan kerendahan diri kita. Contoh: teko dan isinya
  • 13.
    Berkata yang bermanfaat •"Diantara tanda kebaikan akhlak manusia muslim adalah meninggalkan apa yang tidak perlu“ (HR. Tirmidzi). • Ketika hujan, panas dll mencela perbuatan Allah • Kaget, kata2 yang keluar adalah umpatan dan kata2 kotor (latah) …Tren?
  • 14.
    Penutup • "Tidak akanistiqomah iman seseorang sebelum istiqamah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqamah lisannya". (HR. Ahmad)