Sejarah Pendidikan Islam {Kelompok: 9}                                               Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani

                                              BAB II                                             terkandung didalamnya, maka disusun pulalah dasar pikiran yang bertumpu atas
                                           PEMBAHASAN                                            dua pokok pikiran yaitu:
                                                                                                     1. Pendidikan dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi
      PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN KOLONIAL                                        golongan bumiputera.
                                BELANDA                                                              2. Pemberian pendidikan rendah kepada golongan bumiputera, disesuaikan
                                                                                                         dengan tenaga kerja murah.
        Kedatangan Belanda di Indonesia
          Pada awalnya bangsa belanda menyusuri samudera menuju ke Indonesia                              Hal ini memberi kesan adanya peluang bagi kemungkinan terjadi
bertujuan untuk berdagang. Kedatangan Belanda di Indonesia sendiri diawali                       penyimpangan pelaksanaan pendidikan dari tujuan yang termuat dari politik etis.
dengan mendarat di banten. Dan pada tahun 1619 M belanda telah menancapkan                       Para pelaksana pendidikan sendiri terkadang cenderung menerapkan kebijakan
tonggak awal menjajah ketika pada waku Jan Pieter Zoen Coen menduduki                            yang bertentangan dengan moral itu sendiri. Dan adanya penjenisan sekolah yang
jayakarta (batavia). setelah itu perlahan-lahan bangsa belanda mampu menguasai                   menerima murid berdasarkan latar belakang status sosialnya merupakan bagian
daerah-daerah lain.                                                                              dari penyimpangan itu. 4
          Abad ke 17 didirikan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie)
tepatnya pada tahun 1602 yang menjadikan VOC memonopoli perdangan di                                     Ciri-ciri Umum Pendidikan Kolonial Belanda
Indonesia sehingga menimbulkan penderitaan warga pribumi. Keadaan ini                                     S. Nasution mengklasifikasikan ciri umum pendidikan kolonial belanda
diperparah dengan kebijakan Cultuur Stelsel atau tanam paksa pada tahun 1830-                    menjadi enam ciri yaitu:
1870.                                                                                               1. Gradulisme
         Belanda di Indonesia selain mengeksploitasi kekayaan alam juga menekan                     2. Dualisme
dalam hal politik dan kehidupan keagamaan rakyat. Karena memang belanda                             3. Pengawasan pusat yang ketat
sendiri memiliki semboyan 3 G, pertama Glory (kemenangan dan kekuasaan),                            4. Pendidikan pegawai lebih diutamakan
kedua Gold (emas dan kekayaan bangsa), ketiga Gospel (upaya mengajarakan                            5. Konkordansi
ajaran nasrani).1                                                                                   6. Tidak ada perencanaan yang sistematis bagi pendidikan peribumi.

         Sistem Pendidikan Kolonial Belanda                                                                 Sedangkan menurut Ki Suratman, ada tiga ciri pokok yaitu:
          Sistem pendidikan kolonial belanda di Indonesia dan kaitannya dengan
ekonomi dan penjajah, menjadi unsur penting yang senantiasa dikaitkan dengan                            1.   Pendidikan bersifat heterogen (banyak ragamnya)
sistem prndidikan belanda. Dalam hubungannya dengan kepentingan itu, maka                               2.   Pendidikan bersifat deskriminatif
para penyusun konsep pendidikan, tidak dapat melepaskan diri dari kondisi sosial                        3.   Pendidikan cenderung intelektualistik
ekonomi dan politik pemerintahan pusat Nederland, dan kaitanya dengan
kepentingan politik hindia belanda.2 Dengan demikian setiap kebijakan yang                                 Lebih jauh Ki Hajar Dewantara, yang melihatnya dari kepentingan
dijalankan di bidang pendidikan cenderung berkaitan dengan kepentingan politik                   pendidikan rakyat pribumi sebagai suatu bangsa, menilai pendidikan belanda
kolonial belanda di Indonesia.3                                                                  bersifat kolonialistis dan itelektualistis.
      Dasar dan Tujuan Pendidikan Kolonial Belanda                                                        Pendapat–pendapat di atas menggambarkan bagaimana pandangan
          Semejak abad ke-20, arah etis (Etische Koers) dijadikan landasan idiil                 tokoh-tokoh pribumi sebagai bangsa terjajah. Sebaliknya, sebagai penjajah
dalam sistem pendidikan di hindia belanda. Sejalan dengan pokok pikiran yang                     pemerintah kolonial belanda berupaya menanamkan kekuasaan politik yang dapat
                                                                                                 mencerminkan dirinya sebagai penguasa di wilayah jajahannya. Untuk mencapai
1
    http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial
    belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49.
2                                                                                                4
    S. Nasution, Sejarah Pendidikan Islam, Bandung, Jemmers, 1987, Hlm 1.                            Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 249.
3
    Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan, Padang, The Zaki Press, 2009, Hlm 78.




                 Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda                                                                      Page 1
Sejarah Pendidikan Islam {Kelompok: 9}                                             Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani

tujuan yang di maksud mereka menggunakan berbagai jalur yang memungkinkan.                                    a) Sekolah Rendah Eropa (Eropeesche Lager School)
Dan diduga jalur pendidikan mereka nilai sebagai jalur yang paling efektif.                                   b) Sekolah Bumiputera kelas satu, terdiri atas:
          Kemudian untuk membedakan antara status mereka sebagai penjajah                                        1.    Sekolah Cina Belanda (Hollandche Chinese School)
dengan penduduk pribumi, mereka memasukan unsur diskriminasi dalam system                                        2.    Sekolah Bumiputera Belanda (Hollandche Inlandche School)
pendidikan sedangkan tujuan jangka panjang dalam menjaga kemantapan politik                             2. Sekolah rendah berbangsa pengantar daerah, yang dibagi menjadi 3
penjajahan, mereka mengusahankan agar di sekolah-sekolah tidak menerapkan                                    yaitu:
pendidikan agama. Sekolah yang netral agama menurut pandangan pemerintah                                      a) Sekolah Bumiputera kelas dua (Inlandsche School Tweede Klasse)
paling tidak mempunyai tujuan ganda yaitu:                                                                    b) Sekolah Desa (Volkschool)
                                                                                                              c) Sekolah peralihan (Vervolschool)
        1.   Untuk menghindari anggapan bahwa penguasa (Kristen) pemerintah                             3. Sekolah peralihan (Schakel School), sebagai sekolah peralihan dari
             tidak memihak kepentingan Missie dan Zending, atau tidak berkeinginan                           sekolah desa ke sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa
             mengembangkan agama Kristen melalui sekolah.                                                    belanda.
        2.   Secara berangsur-angsur dan terarah menjauhkan rakyat pribumi dari                               a) Pendidikan menengah (Middlebaar Onderwijs) terdiri atas 2
             keterikatan dengan ajaran mereka (Islam) melalui sekolah-sekolah                                    jurusan yaitu:
             pemerintah yang netral agama.                                                                       1.    Sekolah Menengah Umum, yaitu:
                                                                                                                       a) MULO (Meer Uitgereid Lager Onderwijs)
         Hubungan antara sistem pendidikan dan kepentingan politik itu,                                                b) AMS (Algemenee Middlebaar School)
diperkirakan tetap dipedomani oleh para pengusaha kolonial belanda selama                                        2. Pendidikan tinggi terdiri dari 3 jurusan yaitu:
penjajahan mereka,5 dan kalaupun terjadi beberapa perubahan dalam                                                      a) Sekolah Tinggi Kedokteran
pelaksanaannya, barangkali hal itu disebabkan oleh pengaruh kondisi tertentu.                                          b) Sekolah Tinggi Hukum
Yang jelas perubahan tersebut bukan disebabkan oleh perubahan sistem                                                   c)   Sekolah Tinggi Tehnik
pendidikan dalam arti lepas dari keterkaitannya dengan kepentingan politik.                             Penjenisan sekolah di atas menunjukan kenyataan akan adanya sikap
      Pelaksanaan Pendidikan Kolonial Belanda                                                 deskriminatif dalam sistem pendidikan kolonial belanda.
         Penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah pemerintah di Hindia
Belanda, pada dasarnya merupakan cerminan dari sistem pendidikan kolonial                              Pendidikan Islam Di Indonesia Pada Masa Penjajahan Kolonial
belanda. Tujuan dan ciri-ciri umum dan bentuk kelembagaan yang diterapkan di                            Belanda
sekolah-sekolah tersebut, adalah merupakan realisasi dari sistem pendidikan yang                        Pada masa penjajahan kolonial belanda pendidikan Islam disebut juga
mereka programkan.                                                                             dengan pendidikan Bumiputera, karena yang memasuki pendidikan Islam
         Adanya kaitan antara politik dan pendidikan, agaknya ikut menjadikan                  seluruhnya orang pribumi Indonesia. Pendidikan Islam pada masa penjajahan
sistem pendidikan kolonial belanda menjadi rumit. Keinginan untuk menerapkan                   belanda ada tiga macam yaitu:7
prinsip deskriminasi, menyebabkan penjenisan sekolah menjadi banyak. Sebagai                        1. Sistem pendidikan pelarihan hindu Islam
gambaran tentang sistem persekolahan itu, secara garis besarnya dapat                               2. Sistem pendidikan Surau (Langgar)
dikemukakan sebagai berikut.6                                                                       3. Sistem Pendidikan Pesantren
      Pendidikan rendah (Lager Onderwijs) di bagi menjadi 3 yaitu:
         1. Sekolah rendah berbahasa pengantar bahasa belanda, yang terdiri                            Sistem Pendidikan Peralihan Hindu Islam
             atas:                                                                                      Sistem ini merupakan sistem pendidikan yang masih menggabungkan
                                                                                               antara sistem pendidikan hindu dengan Islam. Pada garis besarnya pendidikan
5
                                                                                               dilaksanakan dengan menggunakan dua sistem yaitu:
    A. Murad dan M.B. Achdiat, Sejarah Pendidikan Indonesia, Bandung, Jemmars, 1957, Hlm 18.
6
    Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 252.
                                                                                               7
                                                                                                   Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 253.




                      Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda                                                                    Page 2
Sejarah Pendidikan Islam {Kelompok: 9}                                           Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani

             1)    Sistem keraton yaitu dilaksanakan dengan cara guru mendatangi                 madrasah Salafiyah yang dipimpin oleh K. H. Ilyas. Materi yang di ajarkan ialah
                   murid-murid. Yang menjadi murid-muridnya adalah anak-anak para                membaca huruf latin, bahasa Indonesia, mempelajari ilmu falak, mempelajari ilmu
                   bangsawan dan kalangan keraton.                                               bumi dan sejarah Indonesia.
             2)    Sistem pertapa yaitu sebaliknya para murid-muridnya yang                                Pendidikan islam di jawa tengah berpusat dikudus. Ratusan pondok
                   mendatangi guru ke tempat pertapaanya.Yang menjadi murid-                     pesantren tersebar di berbagai tempat. Selain itu juga madrasah yang banyak
                   muridnya tidak terbatas lagi pada golongan bangsawan dan kalangn              ditemukan pada masa itu. Pondok pesantren dan madrasah pada waktu itu antara
                   keraton tetapi juga termasuk rakyat jelata.                                   lain:
                                                                                                 1) Aliyatus-Saniyah Muawanatul Muslimin
         Pendidikan Islam di Sumatera                                                                 Didirikan 7 juli 1915 oleh organisasi Sarikat Islam dikeenpan. tediri dari kelas
          Berakhirnya perang Aceh melawan belanda merpakan awal bagi                                   nol, kelas I A, kelas I B, kemudian baru kelas II-kelas VI, waktu untuk
perkembangan                                                                                           menempuh semua sekitar 8 tahun. Mata pelajaran merupakan campuran
pendidikan islam di aceh. Banyak pondok pesantern didirikan pada masa itu,                             antara Agama dan umum.
setelah itu muncul pula madrasah-madrasah, salah satu yang terkenal ialah                        2) Kudsiyah
madrasah Sa’adah Adabiyah di Blang Paseh Sigli pada tahun 1930 oleh Daud                               Didirikan oleh Kyai. H. R. Asnawi tahun 1318 H. terdapat 2 bagian yaitu
Bereueh. Materi pendidikan pada masa itu ialah belajar huruf Hijaiyah, Juz ’Amma,                      Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.
Mengaji Al-Quran.8                                                                               3) Tsywuiqut Tullab Balai Tengahan School
          Selain Aceh, Minangkabau juga merupakan pusat pendidikan islam di                            Didirikan oleh Kyai. H. A. Khaliq pada tanggal 21 November 1920. terdapat 2
sumatera. Malah pada masa Kolonial Belanda ini, pendidikan di minangkabau                              bagian yaitu Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Pada mulanya khusus untuk
mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini disebabkan banyaknya buku-buku                           pelajaran bahas Arab dan Agama. Namun lambat laun masuk unsur-unsur
yang masuk dari Mekkah. Buku-buku tersebut adalah buku yang dibawa oleh para                           pelajaran umum.
penduduk Minang yang menunaikan ibadah haji dan mereka sengaja menuntut
ilmu di mekkah.                                                                                           Pendidikan islam selain didaerah jawa timur dan jawa tengah tersebut,
          Pihak colonial belanda sendiri telah berusaha menyensor kitab-kitab dari               masih banyak juga daerah lain yang juga mengembangakan pendidikan islam.
luar negeri itu, namun jumlah buku yang masuk malah semakin bertambah.                           Misalnya di Yogyakarta degan tokoh terkenalnya seperti Kyai. H. Ahmad Dahlan
Susunan materi pendidikan islam di minangkabau antara lain: belajar huruf                        dengan Muhammadiyahnya. Juga terdapat nama Kyai. Munawir yang merupakan
Hijaiyah, Pengajian kitab dengan 3 tingkatan, pertama mengkaji Nahwu, salaf dan                  tokoh pendiri pondok pesantren krapyak. Di Jawa Barat juga tak kalah dengan
fiqih. Kedua, mengaji Tauhid. Dan yang Ketiga, mengaji tafsir. Selain kedua daerah               terdapatnya banyak pesantren salah satu yang terkenal ialah pesantern Gunung
tersebut masih banyak daerah-daerah pendidikan islam pada masa kolonial                          Puyuh di Sukabumi yang didirikan oleh Kyai H. Sanusi. Dijakarta atau Batavia juga
belanda di sumatera seperti di jambi dan kota-kota lain.                                         tak luput dari adanya madrasah-madrasah contohnya Jamiat Kyai. Heir yang
                                                                                                 didirikan pada tahun 1905. pada tahun 1919 didirikan khusus untuk siswa putra
        Pendidikan Islam di Jawa
                                                                                                dan putri. Tokoh utamanya ialah Syeh Ahmad Surkati. Dan masih banyak daerah-
        Pendidikan islam di jawa tidak bisa lepas dari daerah Jawa Timur. Pada                   dearah lain di Indonesia yang melanjutkan kependidikan islam.
masa kolonial belanda pendidikan islam di jawa timur sangat terkenal dengan                               Setelah ambruknya VOC tahun 1816, pemerintah Belanda menggantikan
Tebuireng. Tebuireng adalah sebuah pondok pesantren yang didirikan oleh Kyai. H.                 kedudukan VOC Statuta Hindia Belanda tahu 1801 dengan terang-terangan
Hsyim Asyari pada tahun 1904 M. pada awalnya yang diajarkan hanya agama dan                      menyatakan ”bahwa tanah jajahan harus memberikan keuntungan yang sebesar-
bahasa Arab, namun selang beberapa waktu diubah dan disamakan dengan                             besarnya kepada perdagangan dan kepada kekayaan negeri Belanda.” Pada tahun
mencontoh apa yang ada di Mekkah. Pondok pesantren tebuireng juga mendirikan                     1842, Merkus menteri jajahan memberikan perintah agar Gubernur Jenderal
                                                                                                 berusaha dengan segenap tenaga pembesar keuntungan bagi negerinya. Walaupun
8
                                                                                                 setiap gubernur jenderal pada penobatannya berjanji dengan khidmat bahwa ia
    http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial   akan memajukan kesejahteraan Hindia Belanda dengan segenap usaha, ternyata
    belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49.                           Hindia Belanda sebagai negeri yang direbut harus terus memberi keuntungan
                                                                                                 kepada negeri Belanda sebagai tujuan kependudukan itu.




                  Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda                                                                Page 3
Sejarah Pendidikan Islam {Kelompok: 9}                                               Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani

         Pada masa VOC, yang merupakan sebuah kongsi (perusahaan) dagang,                                d)   Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakat
kondisi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak lepas dari maksud dan                                   yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik dan
kepentingan komersial. Berbeda dengan kondisi di negeri Belanda sendiri dimana                                ekonomi pemerintah kolonial.
lembaga pendidikan dikelola secara bebas oleh organisasi-organisasi keagamaan,
maka selama abad ke-17 hingga 18 M, bidang pendidikan di Indonesia harus berada                            Maka pada tahun 1901 muncullah apa yang disebut dengan politik ETIS
dalam pengawasan dan kontrol ketat VOC. Jadi, sekalipun penyelenggaraan                           yakni politik balas budi bangsa Belanda kepada Indonesia. Politik ini adalah Van
pendidikan tetap dilakukan oleh kalangan agama (gereja), tetapi mereka adalah                     Deventer, yang kemudian politik ini dikenal juga dengan Trilogi Van Deventer.
berstatus sebagai pegawai VOC yang memperoleh tanda kepangkatan dan gaji. Dari                    Secara umum isi dari politik ETIS ini ada tiga macam yaitu, Education (pendidikan),
sini dapat dipahami, bahwa pendidikan yang ada ketika itu bercorak keagamaan                      Imigrasi (perpindahan penduduk) dan Irigasi (pengairan). Yang akan dikupas
(Kristen Protestan). Secara umum sistem pendidikan pada masa VOC dapat                            adalah mengenai education atau pendidikan. Secara umum, sistem pendidikan di
digambarkan sebagai berikut: 9                                                                    Indonesia pada masa penjajahan Belanda sejak diterapkannya Politik Etis dapat
     1) Pendidikan Dasar                                                                          digambarkan sebagai berikut:
     2) Sekolah Latin                                                                                      Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar Bahasa
     3) Seminarium Theologicum (Sekolah Seminari)                                                 Belanda (ELS, HCS, HIS), sekolah dengan pengantar bahasa daerah (IS, VS, VgS), dan
     4) Academie der Marine (Akademi Pelayanan)                                                   sekolah peralihan.
     5) Sekolah Cina                                                                                  a) Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum (MULO, HBS, AMS)
     6) Pendidikan Islam                                                                                   dan pendidikan kejuruan.
                                                                                                      b) Pendidikan tinggi.
         Pendidikan untuk komunitas muslim relatif telah mapan melalui lembaga-
lembaga yang secara tradisional telah berkembang dan mengakar sejak proses awal
masuknya Islam ke Indonesia. VOC tidak ikut campur mengurusi atau mengaturnya.
                                                                                                             Sistem Pendidikan Surau 11
                                                                                                  a)      Asal usul surau
         Pada akhir abad ke-18, setelah VOC mengalami kebangkrutan, kekuasaan
                                                                                                                   Surau merupakan istilah yang banyak digunakan di Asia Tenggara,
Hindia Belanda akhirnya diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda
                                                                                                          seperti Sumatera Selatan, Semenanjung Malaya, Patani (Thailand). Namun
langsung. Pada masa ini, pendidikan mulai memperoleh perhatian relatif maju dari
                                                                                                          yang paling banyak di pergunakan di Mingngkabau. Secara bahasa kata Surau
sebelumnya. Beberapa prinsip oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasar
                                                                                                          (tempat) atau (tempat penyembahan). Menurut pengertian asalnya, Surau
kebijakannya di bidang pendidikan antara lain: 10
                                                                                                          adalah bangun kecil yang dibangun untuk menyembah arwah nenek moyang.
                                                                                                          Beberapa ahli mengatakan bahwa Surau berasal dari India yang merupakan
        a)   Menjaga jarak dan tidak memihak kesalah satu agama tertentu                                  tempat yang digunakan sebagai pusat pengajaran dan pendidikan Hindu-
        b)   Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelak                        Budha. Di minangkabau ketika Adityawarman (1356) yang bernama Budha
             mampu mandiri dalam mencari penghidupan guna mendukung                                       mendirikan biara di Bukit Gombak Batusangkar.
             kepentingan kolonial                                                                                  Seiring dengan kedatangan Islam Di Minangkabau proses pendidikan
        c)   Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnya                         Islam dimulai oleh Syekh Burhanuddin sebagai pembawa Islam dengn
             yang ada di Jawa                                                                             menyampaikan pengajarannya melalui lembaga pendidikan surau. Disurau ini
                                                                                                          anak-anak umumnya tinggal, sehinga memudahkan Syeikh menyampaikan
9
     http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial           pengajajaranya.
                                                                                                  b)      Perkembangan surau
     belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29- 09- 2012, pukul, 15,49.
                                                                                                                   Menurut sejarawan bahwa memang cikal bakal surau tumbuh dan
10
     http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial           berkembang dalam tradisi keagaman dan pendidikan Islam di Minangkabau
                                                                                                          pertama kali diawali oleh Syekh Burhanuddin (1026-1111 H/1646-1691 M)
     belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49.

                                                                                                  11
                                                                                                       Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 254.




                        Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda                                                                     Page 4
Sejarah Pendidikan Islam {Kelompok: 9}                                             Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani

            di Ulakan Pariaman. Setelah beliau kembali menuntut ilmu dari Aceh pada                         1)    Untuk tingkat rendah, yaitu mengajarkan kitab-kitab kepada murid-
            Syeikh Abdul Rauf Singkel maka beliau mengembangkan dan mengajarkan                                   murid seorang demi seorang. Dengan cara ini murid yang cerdas dan
            agama Islam.                                                                                          rajin aklan menyelesaikan kajianya lebih cepat.
                     Syeikh Burhanuddin yang timbul pada paroh abad ke-17, karena                           2)    Untuk tingkat tinggi, sistimnya halaqah. Sistem pengajaran ini
            informasi yang banyak tentang surau ini dan surau-surau pada umumnya                                  semacam diskusi, murid-murid duduk melingkar sambil memegang
            disaat itu hanya menyangkut tentang terikat dengan ordonya, disamping                                 kitab yang dipelajari dengan menyimak, guru juga duduk ditengah-
            pengenalan hukum syari’at (fiqh). Hukum-hukum syari’at yang                                           tengah mereka sambil membaca dan menjelaskan kitab yang di kaji.
            dikembangkang di surau adalah dasar-dasar ke Islaman {rukun Islam}, rukun                             Tingkat kealiman murid tidak hanya ditentukan jumlah kitab yang
            iman dan sejumlah amalan-amalan. Pada tahap berikutnya hukum mengenai                                 ditamatkan tetapi juga ditentunkan sejauh mana ia menjadi guru
            hubungan manusia seperti hukum waris, perkawinan dan seterusnya.                                      bantu dengan mengajarkan apa yang dimiliki “seniornya.”
                     Sistem pendidikan pada surau lebih disamakan dengan sistem
            pendidikan pada Pesantren di pulau jawa sebagaimana surau Syekh                     d)       Sistem Pendidikan Pesantren
            Abdurrahman (1777-1899 M) di Batu Hampar Payakumbuh, yang mempunyai                         1) Asal usul pesantren secara garis besarnya, dijumpai dua macam pendapat
            komponen-komponen yang lengkap dalam sistemnya dan dapat disebut                                 yang mengutamakan tentang pandangannya tentang asal usul pesantren,
            sebagai sistem pendidikan formal. Syekh Burhanuddin menjadi pusat kegiatan                       sebagai institusipendidikan Islam yaitu ada 2 macam yaitu:
            yang mempunyai otoritas dalam mengembangkan ajaran Islam di masa awal                            a) Pertama, pesantren adalan institusi pendidikan Islam, yang memang
            masuknya Islam ke dalam sistem sosial masyarakat Minangkabau.                                        berasal dari tradisi Islam. Mereka berkesimpulan, bahwa pesantren
c)          Sistem Pendidikan Pada Surau                                                                         lahir dari pola kehidupan tasawwuf, yang kemudian berkembang di
            1) Struktur Lembaga Pendidikan Surau tidak mengenal birokrasi formal,                                wilayah Islam, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara yang dikenal
                sebagaimana dijumpai pada lembaga pendidikan modern. Metode utama                                dengan sebutan Zawiyat.13
                dalam proses pembelajaran di surau dengan memakai metode ceramah,                            b) Kedua, pesantren merupakan kelanjutan dari tradisi Hindu Budha
                membaca dan menghafal. Mahmud Yunus membagi susunan pendidikan                                   yang sudah mengalami proses Islamisasi. Mereka melihat adanya
                Islam di surau menjadi 2 kelompok yaitu:                                                         hubungan antara perkataan pesantren dengan kata Shastri dari
           a) Pengajian Al Qur’an, lama belajarnya ada yang 2,3 atau 4 tahun pelajaran                           bahasa Sanskerta. Terjadinya perbedaan diatas disebabkan adnya
                diberikan kepada seorang demi seorang, pelajaranya meliputi:                                     tinjauan yang berbeda. Pendapat pertama menekankan pada faktor
                1) Huruf Hijaiyah dan membaca al-Qur’an.                                                         latar belakang sejarah, sedangakan pendapat kedua, cendrung
                2) Ibadah (praktek/prukunan)                                                                     mengarahkan tinjauannya kepada asal usul kata meskipun demikian,
                3) Keimanan (sifat dua puluh)                                                                    kedua pendapat iti tidak memuat bantahan, bahwa pesantren sudah
                4) Akhlak dengan memakai metode kisah.                                                           ada di Nusantara, sebelum bangsa Eropa datang ke wilayah
           b) Pengajian kitab, lamanya juga tidak ditentukan, ada yang sampai 15 tahun.                          Nusantara sekitar abad XVI.
                Materi pembelajarannya meliputi:12                                                                          Yang jelas pesantren adalah lembaga pendidikan yang
                1) Ilmu Shorof                                                                                    tertua di Indonesia. Pesantren sudah menjadi milik umat Islam
                2) Ilmu Nahwu                                                                                     setelah melalui proses Islamisasi dalam sejarah perkembangannya.
                3) Ilmu Fiqh                                                                                      Peneliti sejarah berpendapat, bahwa abad ke-15 pesantren pertama
                4) Ilmu Tafsir                                                                                    sudah berdiri di Jawa Timur, atas inisiatif para wali penganjur Islam.
                                                                                                                  Maulana Malik Ibrahim dipandang sebagai pendiri pondok pesantren
             Cara mengajar pada pengajian kitab meliputi:                                                         pertama di Indonesia. Sedangkan Raden Rahmat, yang dikenal
                                                                                                                  sebagai Sunan Ampel, dianggap sebagai Pembina pondok pesantren
                                                                                                                  pertama di Jawa Timur.

12
     Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Hidakarya Agung, 1996, Hlm
                                                                                                13
     51.                                                                                             Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 263.




                   Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda                                                                   Page 5
Sejarah Pendidikan Islam {Kelompok: 9}                                               Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani

        2)   Eksistensi pesantren                                                                                  di Jombang jawa timur selain menyelenggarakan pendidikan
                       Mahmud Yunus menyatakan bahwa orang yang pertama kali                                       madrasah, juga membuka sekolah-sekolah menengah umum seperti
             mengorganisasikan pesantren di Jawa, adalah Raden Fatah, tahun 1476.                                  SMTP dan SMTA.
             Usaha tersebut merupakan lanjutan dari aktivitas gurunya, yaitu Sunan                            3)   Pesantren modern yaitu tradisi salaf sudah ditinggalkan sama sekali.
             Ampel sebagai pondok pesantren yang pertama kali di pulau Jawa.14                                     Pengajaran kitab-kitab Islam klasik tidak lagi diselenggarakan
                       Dalam pengembangan selanjutnya, pondok pesantren sebagai                                    sekalipun bahasa Arab diajarkan, namun penguasaannya tidak
             institusi pendidikan islam ini disatukan dengan kegiatan dan tugas-tugas                              diarahkan untuk memahami bahasa Arab terdapat dalam kitab-kitab
             dakwah. Peranan ini kemudian menjadi potensi yang ikut berpengaruh                                    Islam klasik. Penguasaan bahasa Arab dan bahasa inggris cenderung
             dalam kegiatan politik pendidikan. Di zaman kerajaan Islam, pondok                                    ditujukan untuk kepentingan-kepentingan praktis. Pesantren Gontor
             pesantren ikut dalam menentukan watak keIslaman. Dan menjelang tahun                                  Ponorogo walau sangat menekankan pengetahuan bahasa Arab dan
             1900, ideology politik keagamaan yang bercorak menantang kekuasaan                                    bahasa Inggris, yaitu pesantren yang bercorak kekotaan seperti
             kolonial belanda terbentuk di institusi pendidikan ini. Dengan demikian                               pesantren As-Syafi-‘iyah di Jakarta, pesantren Prof. Dr. Hamka di
             peran pesantren dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa                                    padang, pesantren Zaitun di indramayu yang bercorak kampus
             sudah terlaksana selama tiga setengah abad di Indonesia.                                              modern dan diwarnai dengan corak khas Islam. Para siswa dan
                                                                                                                   mahasiswa di berbagai jurusan ilmu dapat berdiskusi dalam
        3)   Klasifikasi pesantren                                                                                 lingkungan pesantren yang tidak lagi mengutamakan pengajian kitab-
             Pesantren-pesantren di Indonesia dapat diklafikasikan menjadi dua                                     kitab kuning.
             macam yaitu:
                 a) Menurut sarana yang dimiliki                                                        Analisis Fakta (Data Sejarah)
                 b) Sikap mereka terhadap tradisi                                                        Penaklukan bangsa barat di atas dunia Timur dimulai dengan jalan
                       Dari segi tinjauan yang pertama, pesantren dapat                         perdagangan, kemudian dengan kekuatan militer. Belanda awal mula datang ke
                       diklasifikasikan kepada berbagai macam jenis, tetapi setiap jenis        Indonesia tujuannya adalah untuk berdagang, ternyata sambil berdagang, belanda
                       tidak tergambar isi dan kegiatannya. Dari segi sikap terhadap            berupaya menancapkan pengaruhnya terhadap bangsa Indonesia. Lambat laun
                       tradisi, pesantren dibedakan kepada tiga kategori, yaitu:                Belanda berhasil memperkuat penetrasinya di Nusantara. Belanda tidak hanya
             1) Pesantren salafi yaitu merupakan jenis pesantren yang tetap                     memonopoli perdagangan dengan bangsa Indonesia, namun satu demi satu Belanda
                  mempertahankan pengajaran kitab-kitab islam klasik sebagai inti               berhasil menundukkan penguasa-penguasa lokal, kemudian merampas daerah-
                  pendidikan. Di pesantren ini pengajaran mata pelajaran umum tidak             daerah tersebut kedalam kekuasaannya, selanjutnya berlangsunglah sistem
                  diberikan. Tradisi masa lalu sangat dipertahankan. Pemakaian sistem           penjajahan.Sedangkan penjajahan Jepang berbeda caranya dengan penjajahan
                  madrasah hanya untuk memudahkan sistem sorogan seperti yang                   negara Belanda. Pada awalnya Jepang mengambil siasat merangkul umat Islam
                  dilakukan di lembaga-lembaga pengajian bentuk lama. Pesantren                 sebagai mayoritas penduduk Indonesia. Dengan mendekati dan mengambil hati
                  Lirboyo dan Ploso di Kediri jawa timur serta pesantren Maslakul               umat Islam, mereka akan dapat memperkuat kekuasaannya di Indonesia. 15
                  Huda di Kajen Pati jawa tengah yaitu contoh pesantren salafi.
             2) Pesantren khalafi yaitu menerima hal-hal yang baru yang dinilai baik
                  disamping tetap memelihara tradisi lama yang baik. Pesantren
                  sejenis ini memberikan mata pelajaran umum di madrasah dengan
                  sistem klasikal dan membuka sekolah-sekolah umum di lingkungan
                  pesantren. Walau demikian, pengajaran kitab-kitab ilam klasik masih
                  tetap dipertahankan. Pesantren Tebuireng, Tambak Beras dan Rejoso
                                                                                                15
                                                                                                     http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial
                                                                                                     belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49.
14
     Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Hidakarya Agung, 1996, Hlm
     217.




                      Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda                                                                           Page 6

Anak anak is ok

  • 1.
    Sejarah Pendidikan Islam{Kelompok: 9} Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani BAB II terkandung didalamnya, maka disusun pulalah dasar pikiran yang bertumpu atas PEMBAHASAN dua pokok pikiran yaitu: 1. Pendidikan dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN KOLONIAL golongan bumiputera. BELANDA 2. Pemberian pendidikan rendah kepada golongan bumiputera, disesuaikan dengan tenaga kerja murah. Kedatangan Belanda di Indonesia Pada awalnya bangsa belanda menyusuri samudera menuju ke Indonesia Hal ini memberi kesan adanya peluang bagi kemungkinan terjadi bertujuan untuk berdagang. Kedatangan Belanda di Indonesia sendiri diawali penyimpangan pelaksanaan pendidikan dari tujuan yang termuat dari politik etis. dengan mendarat di banten. Dan pada tahun 1619 M belanda telah menancapkan Para pelaksana pendidikan sendiri terkadang cenderung menerapkan kebijakan tonggak awal menjajah ketika pada waku Jan Pieter Zoen Coen menduduki yang bertentangan dengan moral itu sendiri. Dan adanya penjenisan sekolah yang jayakarta (batavia). setelah itu perlahan-lahan bangsa belanda mampu menguasai menerima murid berdasarkan latar belakang status sosialnya merupakan bagian daerah-daerah lain. dari penyimpangan itu. 4 Abad ke 17 didirikan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) tepatnya pada tahun 1602 yang menjadikan VOC memonopoli perdangan di  Ciri-ciri Umum Pendidikan Kolonial Belanda Indonesia sehingga menimbulkan penderitaan warga pribumi. Keadaan ini S. Nasution mengklasifikasikan ciri umum pendidikan kolonial belanda diperparah dengan kebijakan Cultuur Stelsel atau tanam paksa pada tahun 1830- menjadi enam ciri yaitu: 1870. 1. Gradulisme Belanda di Indonesia selain mengeksploitasi kekayaan alam juga menekan 2. Dualisme dalam hal politik dan kehidupan keagamaan rakyat. Karena memang belanda 3. Pengawasan pusat yang ketat sendiri memiliki semboyan 3 G, pertama Glory (kemenangan dan kekuasaan), 4. Pendidikan pegawai lebih diutamakan kedua Gold (emas dan kekayaan bangsa), ketiga Gospel (upaya mengajarakan 5. Konkordansi ajaran nasrani).1 6. Tidak ada perencanaan yang sistematis bagi pendidikan peribumi.  Sistem Pendidikan Kolonial Belanda Sedangkan menurut Ki Suratman, ada tiga ciri pokok yaitu: Sistem pendidikan kolonial belanda di Indonesia dan kaitannya dengan ekonomi dan penjajah, menjadi unsur penting yang senantiasa dikaitkan dengan 1. Pendidikan bersifat heterogen (banyak ragamnya) sistem prndidikan belanda. Dalam hubungannya dengan kepentingan itu, maka 2. Pendidikan bersifat deskriminatif para penyusun konsep pendidikan, tidak dapat melepaskan diri dari kondisi sosial 3. Pendidikan cenderung intelektualistik ekonomi dan politik pemerintahan pusat Nederland, dan kaitanya dengan kepentingan politik hindia belanda.2 Dengan demikian setiap kebijakan yang Lebih jauh Ki Hajar Dewantara, yang melihatnya dari kepentingan dijalankan di bidang pendidikan cenderung berkaitan dengan kepentingan politik pendidikan rakyat pribumi sebagai suatu bangsa, menilai pendidikan belanda kolonial belanda di Indonesia.3 bersifat kolonialistis dan itelektualistis.  Dasar dan Tujuan Pendidikan Kolonial Belanda Pendapat–pendapat di atas menggambarkan bagaimana pandangan Semejak abad ke-20, arah etis (Etische Koers) dijadikan landasan idiil tokoh-tokoh pribumi sebagai bangsa terjajah. Sebaliknya, sebagai penjajah dalam sistem pendidikan di hindia belanda. Sejalan dengan pokok pikiran yang pemerintah kolonial belanda berupaya menanamkan kekuasaan politik yang dapat mencerminkan dirinya sebagai penguasa di wilayah jajahannya. Untuk mencapai 1 http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49. 2 4 S. Nasution, Sejarah Pendidikan Islam, Bandung, Jemmers, 1987, Hlm 1. Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 249. 3 Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan, Padang, The Zaki Press, 2009, Hlm 78. Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda Page 1
  • 2.
    Sejarah Pendidikan Islam{Kelompok: 9} Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani tujuan yang di maksud mereka menggunakan berbagai jalur yang memungkinkan. a) Sekolah Rendah Eropa (Eropeesche Lager School) Dan diduga jalur pendidikan mereka nilai sebagai jalur yang paling efektif. b) Sekolah Bumiputera kelas satu, terdiri atas: Kemudian untuk membedakan antara status mereka sebagai penjajah 1. Sekolah Cina Belanda (Hollandche Chinese School) dengan penduduk pribumi, mereka memasukan unsur diskriminasi dalam system 2. Sekolah Bumiputera Belanda (Hollandche Inlandche School) pendidikan sedangkan tujuan jangka panjang dalam menjaga kemantapan politik 2. Sekolah rendah berbangsa pengantar daerah, yang dibagi menjadi 3 penjajahan, mereka mengusahankan agar di sekolah-sekolah tidak menerapkan yaitu: pendidikan agama. Sekolah yang netral agama menurut pandangan pemerintah a) Sekolah Bumiputera kelas dua (Inlandsche School Tweede Klasse) paling tidak mempunyai tujuan ganda yaitu: b) Sekolah Desa (Volkschool) c) Sekolah peralihan (Vervolschool) 1. Untuk menghindari anggapan bahwa penguasa (Kristen) pemerintah 3. Sekolah peralihan (Schakel School), sebagai sekolah peralihan dari tidak memihak kepentingan Missie dan Zending, atau tidak berkeinginan sekolah desa ke sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa mengembangkan agama Kristen melalui sekolah. belanda. 2. Secara berangsur-angsur dan terarah menjauhkan rakyat pribumi dari a) Pendidikan menengah (Middlebaar Onderwijs) terdiri atas 2 keterikatan dengan ajaran mereka (Islam) melalui sekolah-sekolah jurusan yaitu: pemerintah yang netral agama. 1. Sekolah Menengah Umum, yaitu: a) MULO (Meer Uitgereid Lager Onderwijs) Hubungan antara sistem pendidikan dan kepentingan politik itu, b) AMS (Algemenee Middlebaar School) diperkirakan tetap dipedomani oleh para pengusaha kolonial belanda selama 2. Pendidikan tinggi terdiri dari 3 jurusan yaitu: penjajahan mereka,5 dan kalaupun terjadi beberapa perubahan dalam a) Sekolah Tinggi Kedokteran pelaksanaannya, barangkali hal itu disebabkan oleh pengaruh kondisi tertentu. b) Sekolah Tinggi Hukum Yang jelas perubahan tersebut bukan disebabkan oleh perubahan sistem c) Sekolah Tinggi Tehnik pendidikan dalam arti lepas dari keterkaitannya dengan kepentingan politik. Penjenisan sekolah di atas menunjukan kenyataan akan adanya sikap  Pelaksanaan Pendidikan Kolonial Belanda deskriminatif dalam sistem pendidikan kolonial belanda. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah pemerintah di Hindia Belanda, pada dasarnya merupakan cerminan dari sistem pendidikan kolonial  Pendidikan Islam Di Indonesia Pada Masa Penjajahan Kolonial belanda. Tujuan dan ciri-ciri umum dan bentuk kelembagaan yang diterapkan di Belanda sekolah-sekolah tersebut, adalah merupakan realisasi dari sistem pendidikan yang Pada masa penjajahan kolonial belanda pendidikan Islam disebut juga mereka programkan. dengan pendidikan Bumiputera, karena yang memasuki pendidikan Islam Adanya kaitan antara politik dan pendidikan, agaknya ikut menjadikan seluruhnya orang pribumi Indonesia. Pendidikan Islam pada masa penjajahan sistem pendidikan kolonial belanda menjadi rumit. Keinginan untuk menerapkan belanda ada tiga macam yaitu:7 prinsip deskriminasi, menyebabkan penjenisan sekolah menjadi banyak. Sebagai 1. Sistem pendidikan pelarihan hindu Islam gambaran tentang sistem persekolahan itu, secara garis besarnya dapat 2. Sistem pendidikan Surau (Langgar) dikemukakan sebagai berikut.6 3. Sistem Pendidikan Pesantren  Pendidikan rendah (Lager Onderwijs) di bagi menjadi 3 yaitu: 1. Sekolah rendah berbahasa pengantar bahasa belanda, yang terdiri  Sistem Pendidikan Peralihan Hindu Islam atas: Sistem ini merupakan sistem pendidikan yang masih menggabungkan antara sistem pendidikan hindu dengan Islam. Pada garis besarnya pendidikan 5 dilaksanakan dengan menggunakan dua sistem yaitu: A. Murad dan M.B. Achdiat, Sejarah Pendidikan Indonesia, Bandung, Jemmars, 1957, Hlm 18. 6 Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 252. 7 Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 253. Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda Page 2
  • 3.
    Sejarah Pendidikan Islam{Kelompok: 9} Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani 1) Sistem keraton yaitu dilaksanakan dengan cara guru mendatangi madrasah Salafiyah yang dipimpin oleh K. H. Ilyas. Materi yang di ajarkan ialah murid-murid. Yang menjadi murid-muridnya adalah anak-anak para membaca huruf latin, bahasa Indonesia, mempelajari ilmu falak, mempelajari ilmu bangsawan dan kalangan keraton. bumi dan sejarah Indonesia. 2) Sistem pertapa yaitu sebaliknya para murid-muridnya yang Pendidikan islam di jawa tengah berpusat dikudus. Ratusan pondok mendatangi guru ke tempat pertapaanya.Yang menjadi murid- pesantren tersebar di berbagai tempat. Selain itu juga madrasah yang banyak muridnya tidak terbatas lagi pada golongan bangsawan dan kalangn ditemukan pada masa itu. Pondok pesantren dan madrasah pada waktu itu antara keraton tetapi juga termasuk rakyat jelata. lain: 1) Aliyatus-Saniyah Muawanatul Muslimin  Pendidikan Islam di Sumatera Didirikan 7 juli 1915 oleh organisasi Sarikat Islam dikeenpan. tediri dari kelas Berakhirnya perang Aceh melawan belanda merpakan awal bagi nol, kelas I A, kelas I B, kemudian baru kelas II-kelas VI, waktu untuk perkembangan menempuh semua sekitar 8 tahun. Mata pelajaran merupakan campuran pendidikan islam di aceh. Banyak pondok pesantern didirikan pada masa itu, antara Agama dan umum. setelah itu muncul pula madrasah-madrasah, salah satu yang terkenal ialah 2) Kudsiyah madrasah Sa’adah Adabiyah di Blang Paseh Sigli pada tahun 1930 oleh Daud Didirikan oleh Kyai. H. R. Asnawi tahun 1318 H. terdapat 2 bagian yaitu Bereueh. Materi pendidikan pada masa itu ialah belajar huruf Hijaiyah, Juz ’Amma, Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Mengaji Al-Quran.8 3) Tsywuiqut Tullab Balai Tengahan School Selain Aceh, Minangkabau juga merupakan pusat pendidikan islam di Didirikan oleh Kyai. H. A. Khaliq pada tanggal 21 November 1920. terdapat 2 sumatera. Malah pada masa Kolonial Belanda ini, pendidikan di minangkabau bagian yaitu Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Pada mulanya khusus untuk mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini disebabkan banyaknya buku-buku pelajaran bahas Arab dan Agama. Namun lambat laun masuk unsur-unsur yang masuk dari Mekkah. Buku-buku tersebut adalah buku yang dibawa oleh para pelajaran umum. penduduk Minang yang menunaikan ibadah haji dan mereka sengaja menuntut ilmu di mekkah. Pendidikan islam selain didaerah jawa timur dan jawa tengah tersebut, Pihak colonial belanda sendiri telah berusaha menyensor kitab-kitab dari masih banyak juga daerah lain yang juga mengembangakan pendidikan islam. luar negeri itu, namun jumlah buku yang masuk malah semakin bertambah. Misalnya di Yogyakarta degan tokoh terkenalnya seperti Kyai. H. Ahmad Dahlan Susunan materi pendidikan islam di minangkabau antara lain: belajar huruf dengan Muhammadiyahnya. Juga terdapat nama Kyai. Munawir yang merupakan Hijaiyah, Pengajian kitab dengan 3 tingkatan, pertama mengkaji Nahwu, salaf dan tokoh pendiri pondok pesantren krapyak. Di Jawa Barat juga tak kalah dengan fiqih. Kedua, mengaji Tauhid. Dan yang Ketiga, mengaji tafsir. Selain kedua daerah terdapatnya banyak pesantren salah satu yang terkenal ialah pesantern Gunung tersebut masih banyak daerah-daerah pendidikan islam pada masa kolonial Puyuh di Sukabumi yang didirikan oleh Kyai H. Sanusi. Dijakarta atau Batavia juga belanda di sumatera seperti di jambi dan kota-kota lain. tak luput dari adanya madrasah-madrasah contohnya Jamiat Kyai. Heir yang didirikan pada tahun 1905. pada tahun 1919 didirikan khusus untuk siswa putra Pendidikan Islam di Jawa  dan putri. Tokoh utamanya ialah Syeh Ahmad Surkati. Dan masih banyak daerah- Pendidikan islam di jawa tidak bisa lepas dari daerah Jawa Timur. Pada dearah lain di Indonesia yang melanjutkan kependidikan islam. masa kolonial belanda pendidikan islam di jawa timur sangat terkenal dengan Setelah ambruknya VOC tahun 1816, pemerintah Belanda menggantikan Tebuireng. Tebuireng adalah sebuah pondok pesantren yang didirikan oleh Kyai. H. kedudukan VOC Statuta Hindia Belanda tahu 1801 dengan terang-terangan Hsyim Asyari pada tahun 1904 M. pada awalnya yang diajarkan hanya agama dan menyatakan ”bahwa tanah jajahan harus memberikan keuntungan yang sebesar- bahasa Arab, namun selang beberapa waktu diubah dan disamakan dengan besarnya kepada perdagangan dan kepada kekayaan negeri Belanda.” Pada tahun mencontoh apa yang ada di Mekkah. Pondok pesantren tebuireng juga mendirikan 1842, Merkus menteri jajahan memberikan perintah agar Gubernur Jenderal berusaha dengan segenap tenaga pembesar keuntungan bagi negerinya. Walaupun 8 setiap gubernur jenderal pada penobatannya berjanji dengan khidmat bahwa ia http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial akan memajukan kesejahteraan Hindia Belanda dengan segenap usaha, ternyata belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49. Hindia Belanda sebagai negeri yang direbut harus terus memberi keuntungan kepada negeri Belanda sebagai tujuan kependudukan itu. Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda Page 3
  • 4.
    Sejarah Pendidikan Islam{Kelompok: 9} Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani Pada masa VOC, yang merupakan sebuah kongsi (perusahaan) dagang, d) Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakat kondisi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak lepas dari maksud dan yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik dan kepentingan komersial. Berbeda dengan kondisi di negeri Belanda sendiri dimana ekonomi pemerintah kolonial. lembaga pendidikan dikelola secara bebas oleh organisasi-organisasi keagamaan, maka selama abad ke-17 hingga 18 M, bidang pendidikan di Indonesia harus berada Maka pada tahun 1901 muncullah apa yang disebut dengan politik ETIS dalam pengawasan dan kontrol ketat VOC. Jadi, sekalipun penyelenggaraan yakni politik balas budi bangsa Belanda kepada Indonesia. Politik ini adalah Van pendidikan tetap dilakukan oleh kalangan agama (gereja), tetapi mereka adalah Deventer, yang kemudian politik ini dikenal juga dengan Trilogi Van Deventer. berstatus sebagai pegawai VOC yang memperoleh tanda kepangkatan dan gaji. Dari Secara umum isi dari politik ETIS ini ada tiga macam yaitu, Education (pendidikan), sini dapat dipahami, bahwa pendidikan yang ada ketika itu bercorak keagamaan Imigrasi (perpindahan penduduk) dan Irigasi (pengairan). Yang akan dikupas (Kristen Protestan). Secara umum sistem pendidikan pada masa VOC dapat adalah mengenai education atau pendidikan. Secara umum, sistem pendidikan di digambarkan sebagai berikut: 9 Indonesia pada masa penjajahan Belanda sejak diterapkannya Politik Etis dapat 1) Pendidikan Dasar digambarkan sebagai berikut: 2) Sekolah Latin Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar Bahasa 3) Seminarium Theologicum (Sekolah Seminari) Belanda (ELS, HCS, HIS), sekolah dengan pengantar bahasa daerah (IS, VS, VgS), dan 4) Academie der Marine (Akademi Pelayanan) sekolah peralihan. 5) Sekolah Cina a) Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum (MULO, HBS, AMS) 6) Pendidikan Islam dan pendidikan kejuruan. b) Pendidikan tinggi. Pendidikan untuk komunitas muslim relatif telah mapan melalui lembaga- lembaga yang secara tradisional telah berkembang dan mengakar sejak proses awal masuknya Islam ke Indonesia. VOC tidak ikut campur mengurusi atau mengaturnya.  Sistem Pendidikan Surau 11 a) Asal usul surau Pada akhir abad ke-18, setelah VOC mengalami kebangkrutan, kekuasaan Surau merupakan istilah yang banyak digunakan di Asia Tenggara, Hindia Belanda akhirnya diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda seperti Sumatera Selatan, Semenanjung Malaya, Patani (Thailand). Namun langsung. Pada masa ini, pendidikan mulai memperoleh perhatian relatif maju dari yang paling banyak di pergunakan di Mingngkabau. Secara bahasa kata Surau sebelumnya. Beberapa prinsip oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasar (tempat) atau (tempat penyembahan). Menurut pengertian asalnya, Surau kebijakannya di bidang pendidikan antara lain: 10 adalah bangun kecil yang dibangun untuk menyembah arwah nenek moyang. Beberapa ahli mengatakan bahwa Surau berasal dari India yang merupakan a) Menjaga jarak dan tidak memihak kesalah satu agama tertentu tempat yang digunakan sebagai pusat pengajaran dan pendidikan Hindu- b) Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelak Budha. Di minangkabau ketika Adityawarman (1356) yang bernama Budha mampu mandiri dalam mencari penghidupan guna mendukung mendirikan biara di Bukit Gombak Batusangkar. kepentingan kolonial Seiring dengan kedatangan Islam Di Minangkabau proses pendidikan c) Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnya Islam dimulai oleh Syekh Burhanuddin sebagai pembawa Islam dengn yang ada di Jawa menyampaikan pengajarannya melalui lembaga pendidikan surau. Disurau ini anak-anak umumnya tinggal, sehinga memudahkan Syeikh menyampaikan 9 http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial pengajajaranya. b) Perkembangan surau belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29- 09- 2012, pukul, 15,49. Menurut sejarawan bahwa memang cikal bakal surau tumbuh dan 10 http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial berkembang dalam tradisi keagaman dan pendidikan Islam di Minangkabau pertama kali diawali oleh Syekh Burhanuddin (1026-1111 H/1646-1691 M) belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49. 11 Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 254. Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda Page 4
  • 5.
    Sejarah Pendidikan Islam{Kelompok: 9} Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani di Ulakan Pariaman. Setelah beliau kembali menuntut ilmu dari Aceh pada 1) Untuk tingkat rendah, yaitu mengajarkan kitab-kitab kepada murid- Syeikh Abdul Rauf Singkel maka beliau mengembangkan dan mengajarkan murid seorang demi seorang. Dengan cara ini murid yang cerdas dan agama Islam. rajin aklan menyelesaikan kajianya lebih cepat. Syeikh Burhanuddin yang timbul pada paroh abad ke-17, karena 2) Untuk tingkat tinggi, sistimnya halaqah. Sistem pengajaran ini informasi yang banyak tentang surau ini dan surau-surau pada umumnya semacam diskusi, murid-murid duduk melingkar sambil memegang disaat itu hanya menyangkut tentang terikat dengan ordonya, disamping kitab yang dipelajari dengan menyimak, guru juga duduk ditengah- pengenalan hukum syari’at (fiqh). Hukum-hukum syari’at yang tengah mereka sambil membaca dan menjelaskan kitab yang di kaji. dikembangkang di surau adalah dasar-dasar ke Islaman {rukun Islam}, rukun Tingkat kealiman murid tidak hanya ditentukan jumlah kitab yang iman dan sejumlah amalan-amalan. Pada tahap berikutnya hukum mengenai ditamatkan tetapi juga ditentunkan sejauh mana ia menjadi guru hubungan manusia seperti hukum waris, perkawinan dan seterusnya. bantu dengan mengajarkan apa yang dimiliki “seniornya.” Sistem pendidikan pada surau lebih disamakan dengan sistem pendidikan pada Pesantren di pulau jawa sebagaimana surau Syekh d) Sistem Pendidikan Pesantren Abdurrahman (1777-1899 M) di Batu Hampar Payakumbuh, yang mempunyai 1) Asal usul pesantren secara garis besarnya, dijumpai dua macam pendapat komponen-komponen yang lengkap dalam sistemnya dan dapat disebut yang mengutamakan tentang pandangannya tentang asal usul pesantren, sebagai sistem pendidikan formal. Syekh Burhanuddin menjadi pusat kegiatan sebagai institusipendidikan Islam yaitu ada 2 macam yaitu: yang mempunyai otoritas dalam mengembangkan ajaran Islam di masa awal a) Pertama, pesantren adalan institusi pendidikan Islam, yang memang masuknya Islam ke dalam sistem sosial masyarakat Minangkabau. berasal dari tradisi Islam. Mereka berkesimpulan, bahwa pesantren c) Sistem Pendidikan Pada Surau lahir dari pola kehidupan tasawwuf, yang kemudian berkembang di 1) Struktur Lembaga Pendidikan Surau tidak mengenal birokrasi formal, wilayah Islam, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara yang dikenal sebagaimana dijumpai pada lembaga pendidikan modern. Metode utama dengan sebutan Zawiyat.13 dalam proses pembelajaran di surau dengan memakai metode ceramah, b) Kedua, pesantren merupakan kelanjutan dari tradisi Hindu Budha membaca dan menghafal. Mahmud Yunus membagi susunan pendidikan yang sudah mengalami proses Islamisasi. Mereka melihat adanya Islam di surau menjadi 2 kelompok yaitu: hubungan antara perkataan pesantren dengan kata Shastri dari a) Pengajian Al Qur’an, lama belajarnya ada yang 2,3 atau 4 tahun pelajaran bahasa Sanskerta. Terjadinya perbedaan diatas disebabkan adnya diberikan kepada seorang demi seorang, pelajaranya meliputi: tinjauan yang berbeda. Pendapat pertama menekankan pada faktor 1) Huruf Hijaiyah dan membaca al-Qur’an. latar belakang sejarah, sedangakan pendapat kedua, cendrung 2) Ibadah (praktek/prukunan) mengarahkan tinjauannya kepada asal usul kata meskipun demikian, 3) Keimanan (sifat dua puluh) kedua pendapat iti tidak memuat bantahan, bahwa pesantren sudah 4) Akhlak dengan memakai metode kisah. ada di Nusantara, sebelum bangsa Eropa datang ke wilayah b) Pengajian kitab, lamanya juga tidak ditentukan, ada yang sampai 15 tahun. Nusantara sekitar abad XVI. Materi pembelajarannya meliputi:12 Yang jelas pesantren adalah lembaga pendidikan yang 1) Ilmu Shorof tertua di Indonesia. Pesantren sudah menjadi milik umat Islam 2) Ilmu Nahwu setelah melalui proses Islamisasi dalam sejarah perkembangannya. 3) Ilmu Fiqh Peneliti sejarah berpendapat, bahwa abad ke-15 pesantren pertama 4) Ilmu Tafsir sudah berdiri di Jawa Timur, atas inisiatif para wali penganjur Islam. Maulana Malik Ibrahim dipandang sebagai pendiri pondok pesantren Cara mengajar pada pengajian kitab meliputi: pertama di Indonesia. Sedangkan Raden Rahmat, yang dikenal sebagai Sunan Ampel, dianggap sebagai Pembina pondok pesantren pertama di Jawa Timur. 12 Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Hidakarya Agung, 1996, Hlm 13 51. Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta, KALAM MULIA, 2012, Cet ke-1, Hlm 263. Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda Page 5
  • 6.
    Sejarah Pendidikan Islam{Kelompok: 9} Sutiawati, Fitri Rahmawati, Suyatmi, Suci Rahmadani 2) Eksistensi pesantren di Jombang jawa timur selain menyelenggarakan pendidikan Mahmud Yunus menyatakan bahwa orang yang pertama kali madrasah, juga membuka sekolah-sekolah menengah umum seperti mengorganisasikan pesantren di Jawa, adalah Raden Fatah, tahun 1476. SMTP dan SMTA. Usaha tersebut merupakan lanjutan dari aktivitas gurunya, yaitu Sunan 3) Pesantren modern yaitu tradisi salaf sudah ditinggalkan sama sekali. Ampel sebagai pondok pesantren yang pertama kali di pulau Jawa.14 Pengajaran kitab-kitab Islam klasik tidak lagi diselenggarakan Dalam pengembangan selanjutnya, pondok pesantren sebagai sekalipun bahasa Arab diajarkan, namun penguasaannya tidak institusi pendidikan islam ini disatukan dengan kegiatan dan tugas-tugas diarahkan untuk memahami bahasa Arab terdapat dalam kitab-kitab dakwah. Peranan ini kemudian menjadi potensi yang ikut berpengaruh Islam klasik. Penguasaan bahasa Arab dan bahasa inggris cenderung dalam kegiatan politik pendidikan. Di zaman kerajaan Islam, pondok ditujukan untuk kepentingan-kepentingan praktis. Pesantren Gontor pesantren ikut dalam menentukan watak keIslaman. Dan menjelang tahun Ponorogo walau sangat menekankan pengetahuan bahasa Arab dan 1900, ideology politik keagamaan yang bercorak menantang kekuasaan bahasa Inggris, yaitu pesantren yang bercorak kekotaan seperti kolonial belanda terbentuk di institusi pendidikan ini. Dengan demikian pesantren As-Syafi-‘iyah di Jakarta, pesantren Prof. Dr. Hamka di peran pesantren dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa padang, pesantren Zaitun di indramayu yang bercorak kampus sudah terlaksana selama tiga setengah abad di Indonesia. modern dan diwarnai dengan corak khas Islam. Para siswa dan mahasiswa di berbagai jurusan ilmu dapat berdiskusi dalam 3) Klasifikasi pesantren lingkungan pesantren yang tidak lagi mengutamakan pengajian kitab- Pesantren-pesantren di Indonesia dapat diklafikasikan menjadi dua kitab kuning. macam yaitu: a) Menurut sarana yang dimiliki Analisis Fakta (Data Sejarah) b) Sikap mereka terhadap tradisi Penaklukan bangsa barat di atas dunia Timur dimulai dengan jalan Dari segi tinjauan yang pertama, pesantren dapat perdagangan, kemudian dengan kekuatan militer. Belanda awal mula datang ke diklasifikasikan kepada berbagai macam jenis, tetapi setiap jenis Indonesia tujuannya adalah untuk berdagang, ternyata sambil berdagang, belanda tidak tergambar isi dan kegiatannya. Dari segi sikap terhadap berupaya menancapkan pengaruhnya terhadap bangsa Indonesia. Lambat laun tradisi, pesantren dibedakan kepada tiga kategori, yaitu: Belanda berhasil memperkuat penetrasinya di Nusantara. Belanda tidak hanya 1) Pesantren salafi yaitu merupakan jenis pesantren yang tetap memonopoli perdagangan dengan bangsa Indonesia, namun satu demi satu Belanda mempertahankan pengajaran kitab-kitab islam klasik sebagai inti berhasil menundukkan penguasa-penguasa lokal, kemudian merampas daerah- pendidikan. Di pesantren ini pengajaran mata pelajaran umum tidak daerah tersebut kedalam kekuasaannya, selanjutnya berlangsunglah sistem diberikan. Tradisi masa lalu sangat dipertahankan. Pemakaian sistem penjajahan.Sedangkan penjajahan Jepang berbeda caranya dengan penjajahan madrasah hanya untuk memudahkan sistem sorogan seperti yang negara Belanda. Pada awalnya Jepang mengambil siasat merangkul umat Islam dilakukan di lembaga-lembaga pengajian bentuk lama. Pesantren sebagai mayoritas penduduk Indonesia. Dengan mendekati dan mengambil hati Lirboyo dan Ploso di Kediri jawa timur serta pesantren Maslakul umat Islam, mereka akan dapat memperkuat kekuasaannya di Indonesia. 15 Huda di Kajen Pati jawa tengah yaitu contoh pesantren salafi. 2) Pesantren khalafi yaitu menerima hal-hal yang baru yang dinilai baik disamping tetap memelihara tradisi lama yang baik. Pesantren sejenis ini memberikan mata pelajaran umum di madrasah dengan sistem klasikal dan membuka sekolah-sekolah umum di lingkungan pesantren. Walau demikian, pengajaran kitab-kitab ilam klasik masih tetap dipertahankan. Pesantren Tebuireng, Tambak Beras dan Rejoso 15 http://Drugovi, sahabat sejati, blogsport. Com/2010/09/pendidikan-islam-pada-masa colonial belanda-htm/, di akses pada hari sabtu, 29-09- 2012, pukul, 15,49. 14 Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Hidakarya Agung, 1996, Hlm 217. Pendidikan Islam di Indonesia pada masa Penjajahan belanda Page 6