Turbidimeter merupakan sifat optik akibat
dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai
perbandingan cahaya yang dipantulkan
terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya
yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah
fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya
konstan. Turbidimeter merupakan salah satu
alat yang berfungsi untuk mengetahui atau
mengukur tingkat kekeruhan air.
Jenis-Jenis Turbidimeter:
• Bench top
• On-line instruments
• Portable
 Keterangan Bagian-Bagian Turbidimeter :
1. Standar angka kekeruhan
2. Tempat sampel : untuk meletakkan botol sampel yang
berisi sampel.
3. Tombol Zero
4. Tombol Test
5. Tombol Kal : untuk mengakses kalibrasi modus dan tetap
aktif selama kalibrasi.
6. Display
7. Botol Standar
8. Botol Sampel : untuk meletakkan sampel.
Prinsip umum dari alat turbidimeter adalah sinar yang
datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada
yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai
dasar pengukuran(Day and Underwood, 2002).
Alat akan memancarkan cahaya pada media atau sampel,
dan cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus
media tersebut. Cahaya yang menembus media akan diukur dan
ditransfer ke dalam bentuk angka.
• Masukan sampel kedalam botol sampai mendekati garis tera.
• Botol sampel di lap dengan kain lembut untuk membersihkan.
• Tekan tombol I/O. instrument akan terbuka kemudian tempatkan
instrument pada suatu permukaan datar(kokoh) dan jangan memegang
instrument ketika sedang melakukan pengukuran.
• Masukkan cell sampel dalam ruang cell dengan mengorientasikan tanda
garis pada bagian depan ruang cell.
• Pilih daerah/range secara manual atau otomatis dengan menekan tombol
RANGE.
• Memilih mode sinyal rata-rata dengan menekan tombol SIGNAL
AVERAGE. Dan monitor akan menunjukkan SIG AVG ketika instrument
sedang menggunkan mode sinyal rata-rata.
• Tekan READ. Monitor akan menunjukkan NTU, kemudian angka turbiditas
akan muncul dalam NTU. Catat angka turbiditas setelah symbol lampu
padam.
• Untuk kalibrasi alat, harus dilakukan pemanasan selama 30 menit.
• Tidak boleh memegang tempat sampel secara langsung, agar tidak
ada sidik jari yang menempel.
• Gunakan alkohol dan kain halus untuk membersihkan bagian luar
kuvet.
• Diletakkan di tempat yang rata, jangan diletakkan di tempat yang
miring.
• Setiap hari kalau perlu, dibersihkan dari debu.
• Sensor Gagal
A. Sebuah lampu kotor atau jendela detektor dapat mengurangi
intensitas cahaya
mencapai photodiode sampel menuju hasil yang rendah.
Bersihkan sensor dan periksa
kekeruhan.
B. Ulangi kalibrasi sensor
C. Jika setelah pembersihan dan kalibrasi, kesalahan Gagal Sensor
terjadi, ganti sensor.
• Kegagalan EEPROM
 Analisis tidak dapat menyimpan data dalam memori non-
volatile. Jadi, jika daya yang hilang maka dipulihkan, semua
konfigurasi dan kalibrasi akan hilang. Hubungi pabrik untuk
bantuan.Analisa ini mungkin akan perlu diganti.
• Kegagalan Pabrik
 Pabrik kegagalan berarti kalibrasi pabrik telah rusak.
Hubungi pabrik untuk bantuan. Analisa ini mungkin
perlu diganti.
• Lampu Lemah
 Peringatan Lemahnya Lamp muncul ketika intensitas
lampu rendah dan arus yang diberikan ke lampu telah
meningkat di atas tingkat kemungkinan untuk secara
signifikan mengurangi masa pakai lampu.
Ganti papan lampu secepat mungkin. Setelah Anda
mengganti lampu, kalibrasi kembali sensor
menggunakan kemiringan baik
atau standar kalibrasi. Kalibrasi ulang diperlukan untuk
me-reset lampu penyediaan tenaga listrik.
Sebelum turbidimeter digunakan untuk
menentukan tingkat kekeruhan dari sampel,
terlebih dahulu turbidimeter dikalibrasi dengan
menggunakan sampel standar dari
turbiditans/kekeruhan 0,01 NTU sampai 7500
NTU. Hal ini dilakukan untuk menstandarkan
kembali alat tersebut.
KEMBALI

alat laboratorium Turbidimeter

  • 2.
    Turbidimeter merupakan sifatoptik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Turbidimeter merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk mengetahui atau mengukur tingkat kekeruhan air.
  • 3.
    Jenis-Jenis Turbidimeter: • Benchtop • On-line instruments • Portable
  • 5.
     Keterangan Bagian-BagianTurbidimeter : 1. Standar angka kekeruhan 2. Tempat sampel : untuk meletakkan botol sampel yang berisi sampel. 3. Tombol Zero 4. Tombol Test 5. Tombol Kal : untuk mengakses kalibrasi modus dan tetap aktif selama kalibrasi. 6. Display 7. Botol Standar 8. Botol Sampel : untuk meletakkan sampel.
  • 6.
    Prinsip umum darialat turbidimeter adalah sinar yang datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai dasar pengukuran(Day and Underwood, 2002). Alat akan memancarkan cahaya pada media atau sampel, dan cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut. Cahaya yang menembus media akan diukur dan ditransfer ke dalam bentuk angka.
  • 7.
    • Masukan sampelkedalam botol sampai mendekati garis tera. • Botol sampel di lap dengan kain lembut untuk membersihkan. • Tekan tombol I/O. instrument akan terbuka kemudian tempatkan instrument pada suatu permukaan datar(kokoh) dan jangan memegang instrument ketika sedang melakukan pengukuran. • Masukkan cell sampel dalam ruang cell dengan mengorientasikan tanda garis pada bagian depan ruang cell. • Pilih daerah/range secara manual atau otomatis dengan menekan tombol RANGE. • Memilih mode sinyal rata-rata dengan menekan tombol SIGNAL AVERAGE. Dan monitor akan menunjukkan SIG AVG ketika instrument sedang menggunkan mode sinyal rata-rata. • Tekan READ. Monitor akan menunjukkan NTU, kemudian angka turbiditas akan muncul dalam NTU. Catat angka turbiditas setelah symbol lampu padam.
  • 8.
    • Untuk kalibrasialat, harus dilakukan pemanasan selama 30 menit. • Tidak boleh memegang tempat sampel secara langsung, agar tidak ada sidik jari yang menempel. • Gunakan alkohol dan kain halus untuk membersihkan bagian luar kuvet. • Diletakkan di tempat yang rata, jangan diletakkan di tempat yang miring. • Setiap hari kalau perlu, dibersihkan dari debu.
  • 9.
    • Sensor Gagal A.Sebuah lampu kotor atau jendela detektor dapat mengurangi intensitas cahaya mencapai photodiode sampel menuju hasil yang rendah. Bersihkan sensor dan periksa kekeruhan. B. Ulangi kalibrasi sensor C. Jika setelah pembersihan dan kalibrasi, kesalahan Gagal Sensor terjadi, ganti sensor. • Kegagalan EEPROM  Analisis tidak dapat menyimpan data dalam memori non- volatile. Jadi, jika daya yang hilang maka dipulihkan, semua konfigurasi dan kalibrasi akan hilang. Hubungi pabrik untuk bantuan.Analisa ini mungkin akan perlu diganti.
  • 10.
    • Kegagalan Pabrik Pabrik kegagalan berarti kalibrasi pabrik telah rusak. Hubungi pabrik untuk bantuan. Analisa ini mungkin perlu diganti. • Lampu Lemah  Peringatan Lemahnya Lamp muncul ketika intensitas lampu rendah dan arus yang diberikan ke lampu telah meningkat di atas tingkat kemungkinan untuk secara signifikan mengurangi masa pakai lampu. Ganti papan lampu secepat mungkin. Setelah Anda mengganti lampu, kalibrasi kembali sensor menggunakan kemiringan baik atau standar kalibrasi. Kalibrasi ulang diperlukan untuk me-reset lampu penyediaan tenaga listrik.
  • 11.
    Sebelum turbidimeter digunakanuntuk menentukan tingkat kekeruhan dari sampel, terlebih dahulu turbidimeter dikalibrasi dengan menggunakan sampel standar dari turbiditans/kekeruhan 0,01 NTU sampai 7500 NTU. Hal ini dilakukan untuk menstandarkan kembali alat tersebut. KEMBALI