AKTUALISASI
PENDIDIKAN LEADERSHIP
oleh
Fuad Amsyari PhD
*) Disampaikan dalam Pembinaan Pegawai di Lembaga
Pendidikan al Falah (LPF), Surabaya,
Sabtu 22 Februari 2020
PENGANTAR
KONDISI UMAT ISLAM PADA
UMUMNYA MENYEDIHKAN,
TERTINGGAL
DIBANDING DENGAN
KEADAAN UMAT LAIN,
HAMPIR DI SEMUA BIDANG
KEHIDUPAN DI DUNIA
PENYEBAB UTAMANYA:
Umat Islam tidak menjadi Pemimpin
dalam dunia pluralnya, sehingga
kebijakan yang dibuat dalam masyarakat
plural tidak sesuai Tuntunan Allah SWT
terkait kebijakan pengelolaan masyarakat,
merugikan kepentingan umat Islam
SOLUSINYA HANYA TUNGGAL:
Umat Islam memiliki Figur2 Berkualitas
Pemimpin yang kemudian berhasil
diorbitkan menjadi Pemimpin2 Formal di
Tatanan Sosial Plural pada semua Tingkatan
SAAT INI BISA SAJAADA MUSLIM
YANG MENJADI PEMIMPIN FORMAL
SUATU TATANAN SOSIAL PLURAL
NAMUN
BUKAN PEMIMPIN YANG LAYAK
DITINJAU DARI TUNTUNAN ISLAM
KRITERIA YANG LAYAK MENJADI
PEMIMPIN FORMAL
TATANAN SOSIAL PLURAL
ADALAH:
MUKMIN CERDAS INTELEKTUAL,
BUKAN ASAL MUSLIM’APALAGI
YANG DIKATEGORIKAN
MUNAFIQIN, DHOLIMIN, JAAHILIN
UMAT HARUS PUNYA
VISI MASA DEPAN IDEAL
I. Bagaimana Masa Depan itu,
pasti hanya Allah SWT yang tahu,
tapi umat Islam wajib bekerja
untuk menyiapkan masa depannya
2. Umat Islam wajib Membuat
Rencana dan Melaksanakan
Program sebagai UPAYA untuk
hidup yang lebih baik di masa
depannya
3. Memprogram Pendidikan
Kepemimpinan adalah bagian dari
SUNNATULLAH bagaimana Umat
Islam bisa mempunyai
“Figur Mukmin Cerdas Intelektual”
untuk disiapkan menjadi Pemimpin
Formal Tatanan Sosial Plural di semua
tingkatan sosial
4. Di samping berupaya serius Umat
Islam wajib BERDOA memohon pada
Allah SWT semoga Umat Islam
secepatnya terangkat dari kondisi
terpuruk dan berubah menjadi
Umat Unggulan
seperti
Era Nabi dan Khulafaur Rasyidin.
(Tatanan sosial plural dipimpin Islam)
PROSES PENDIDIKAN
LEADERSHIP
MENUJU
KEJAYAAN ISLAM
A. MEMAHAMKAN PRINSIP
LEADERSHIP
B. PENDEKATAN PENGAJARAN
LEADERSHIP
C. INDEX KRITERIA LEADERSHIP
BAGIAN A
MEMAHAMKAN
PRINSIP2 DASAR
LEADERSHIP
(KEPEMIMPINAN)
LEADERSHIP / KEPEMIMPINAN
MENGANDUNG 2 UNSUR:
I. Sisi Kualitas Pemimpin
II. Sisi Metoda Memimpin
(Manajemen)
I. KUALITAS PEMIMPIN
DITENTUKAN:
1. Kualitas Keimanan & Ketaqwaannya
2. Kualitas Keilmuannya
3. Kualitas Fisik Biologisnya
4. Kualitas Faktor Non-Biologisnya
I.1. KUALITAS KEIMANAN &
KETAQWAAN DITENTUKAN:
1. Pemahamannya tentang Makna Iman
a. Motif Menjadi Muslim & Misi Islam
b. Ukuran Operasional Keimanan
2. Tingkat Ketaatan pada Tuntunan Islam
a. Aspek Ritual
b. Aspek Perilaku
c. Aspek Perjuangan Islam
I.2. KUALITAS KEILMUANNYA
DITENTUKAN OLEH:
1. Tingkat Kecerdasan (Hafalan & Analisis)
2. Tingkat Pendidikan Formal-Informal
3. Pemahaman thd Acuan dari Wahyu
4. Pemahaman thd Acuan Sainstek
5. Semangatnya untuk memajukan Islam
bersumber pada:
al Qur’an, Hadis shohih, Sains-Teknologi
I.3. KUALITAS FISIK BIOLOGIS
DITENTUKAN OLEH:
1. Kondisi Kesehatan secara Umum
2. Kebugaran Jasmaniah
3. Ketiadaan Penyakit Khronis
4. Upaya menjaga kesehatan, termasuk
memperlambat proses penuaan/aging
I.4. KUALITAS NON-BIOLOGIS
DITENTUKAN OLEH:
1. Kondisi Lingkungan
2. Kemampuan Finansial
3. Tingkat Popularitas
4. Tingkat Pengaruh ke sekitarnya
5. Tingkat Kepedulian/Altruisme
II. METODA PENGELOLAAN
DALAM KEPEMIMPINAN
(PRINSIP MANAJEMEN)
1. Definisi Operasional
2. Tujuan Manajemen
3. Proses Manajemen
4. Tehnik Manajemen
II.1. DEFINISI OPERASIONAL
MANAJEMEN:
“Bagaimana Menyelesaikan suatu Tugas
dengan Bantuan Orang Lain”
“How to Make Things Done with the
Help of Others”
II.2. TUJUAN OPERASIONAL
MANAJEMEN:
1. Memperbaiki Mekanisme Organisasi
2. Mengembangkan sistem pendidikan dan
latihan kerja pada Sumber Daya Manusia
3. Mengatur penggunaan semua Sumber
Daya (Resources) agar dapat digunakan
sebaik-baiknya
II.3. PROSES MANAJEMEN
1. Perencanaan/Planning
2. Penyusunan Organisasi / Organizing
3. Penetapan Personil / Staffing
4. Penentuan Pembeayaan / Budgeting
5. Koordinasi-Pengawasan Pelaksanaan Kerja /
Coordinating-Controling
6. Pencatatan-Pelaporan Kerja /
Recoding-Reporting
7. Evaluasi / Evaluation
PRINSIP PERENCANAAN
1. Dimulai dengan analisis situasi
2. Ditentukan permasalahan yang dihadapi
3. Disiapkan alternatif Tujuan untuk
perbaikan/mengatasi permasalahan
4. Ditetapkan Tujuan yang dipilih dan
dapat diukur secara kualitatif-kuantitatif
5. Disusun rencana kerja operasional dan
terinci terkait aspek2 yang ada dalam proses
manejemen
PRINSIP PENYUSUNAN ORGANISASI
-Struktur Organisasi dibuat sesederhana bisa
-Setiap tingkatan mengatur antara 5-10 bawahan
-Dibedakan antara jalur Instruksi dg Koordinasi
melalui bentuk garis lurus dan garis putus
-Dibedakan hirarki kewenangan melalui beda
letak horisontal dalam bagan struktur
PRINSIP PENYUSUNAN STAF
-Setiap staf harus memiliki kewenangan dan
tanggung-jawab yang jelas
-Setiap posisi dalam struktur organisasi
harus dipegang oleh personil yang memiliki
kapasitas untuk itu
-Setiap promosi staf harus ada ukuran yang
obyektif agar tidak mengganggu kekompakan
kerja dalam organisasisecara keseluruhan
PRINSIP PEMBEAYAAN
-Perencanaan beaya harus ada basis pembeyaan
per unit kerja / cost unit
-Dibuat kriteria pos pembeayaan yang jelas
-Harus dipakai dasar efisiensi dan efektifitas
secara terintegrasi
-Dibuat struktur pembeayaan secara keseluruhan
proses kerja
-Dilakukan sinkronisasi antara Pendapatan dan
Pengeluaran dalam Program
PRINSIP KOORDINASI-PENGAWASAN
-Koordinasi kerja dilakukan oleh Pimpinan di
jenjang yang setingkat di atasnya
-Pengawasan kerja dilakukan oleh Pimpinan
di jenjang dua tingkat diatasnya atau oleh
Petugas khusus
-Koordinasi dan Pengawasan dilakukan untuk
membangun kerja bersama supaya program
lancar berjalan, bukan mencari kesalahan
PRINSIP PENCATATAN-PELAPORAN
-Setiap unit kerja harus mempunyai
pencatatan yang terbakukan dan dibuat
semudah serta sederhana mungkin untuk
hal-hal yang dianggap penting
-Laporan kerja dibuat oleh unit kerja untuk
dilaporkan ke atasan langsungnya
berdasar catatan yang sudah ada
PRINSIP EVALUASI PROGRAM
-Evaluasi ada dua jenis:
a. Evaluasi untuk keseluruhan program
dikaitkan dengan tercapai/tidaknya tujuan
b. Evaluasi untuk proses berjalannya
program, dinilai sisi prestasi per unit
kerja, dan koodinasi antar unit kerja
-Evaluasi harus dilakukan secara obyektif
berdasar data yang ada, tidak subyektif
maupun emosional
-Evaluasi dipakai untuk menjadi bagian
dari Analisis Situasi untuk Perencanaan
berikutnya
II.4 TEKNIK DALAM MANAJEMEN
1. Planning Programming Budgeting System
(PPBS)
2. Network Planning
3. Cost Benefit Analysis
4. Strength Weakness Opportunity Thread
Analysis (SWOT Analysis)
5. Model Dynamic Analysis
BAGIAN B
PENDEKATAN UNTUK
PENGAJARAN LEADERSHIP
I. PEMBINAAN KOGNITIF dan
KETRAMPILAN
1. Pembelajaran Leadership di Ruang
2. Pelatihan Simulasi
3. Pelatihan Role-Playing
4. Magang di Organisasi
II. PENELUSURAN BAKAT
(TALENT SCOUTING)
1. Pemantauan Aspek Akademik
2. Bimbingan Perilaku Kepemimpinan
3. Evaluasi Nilai2 Kepemimpinan
III. PRODUKTIFITAS PEMIMPIN
1. Pengembangan Kriteria
2. Proses Seleksi
3. Sertifikasi Pemimpin
BAGIAN C
INDEX KRITERIA
KEPEMIMPINAN
INDEX KEISLAMAN
1. Tertib dalam beritual Islam
2. Berakhlaq baik
3. Memahami Prinsip Pokok Syariat
terkait Pengelolaan Masyarakat
(Poleksosbudkumhankam)
4. Penyebar-Pembela-Pejuang Islam
INDEX KECERDASAN
1. Hafalannya Kuat, khususnya al Qur’an
2. Pengetahuannya luas
3. Analisis permasalahan multi-variabel
4. Kreatifitasnya Tinggi dalam mencari
solusi masalah
INDEX KARAKTER
1. Jujur - Benar
2. Amanah
3. Penolong
4. Serius- Fokus
5. Berani
6. Teliti
7. Rajin
8. Berkawan
9. Tegas
10. Sederhana
WASSALAAM

Aktualisasi pendidikan leadership

  • 1.
    AKTUALISASI PENDIDIKAN LEADERSHIP oleh Fuad AmsyariPhD *) Disampaikan dalam Pembinaan Pegawai di Lembaga Pendidikan al Falah (LPF), Surabaya, Sabtu 22 Februari 2020
  • 2.
  • 3.
    KONDISI UMAT ISLAMPADA UMUMNYA MENYEDIHKAN, TERTINGGAL DIBANDING DENGAN KEADAAN UMAT LAIN, HAMPIR DI SEMUA BIDANG KEHIDUPAN DI DUNIA
  • 4.
    PENYEBAB UTAMANYA: Umat Islamtidak menjadi Pemimpin dalam dunia pluralnya, sehingga kebijakan yang dibuat dalam masyarakat plural tidak sesuai Tuntunan Allah SWT terkait kebijakan pengelolaan masyarakat, merugikan kepentingan umat Islam
  • 5.
    SOLUSINYA HANYA TUNGGAL: UmatIslam memiliki Figur2 Berkualitas Pemimpin yang kemudian berhasil diorbitkan menjadi Pemimpin2 Formal di Tatanan Sosial Plural pada semua Tingkatan
  • 6.
    SAAT INI BISASAJAADA MUSLIM YANG MENJADI PEMIMPIN FORMAL SUATU TATANAN SOSIAL PLURAL NAMUN BUKAN PEMIMPIN YANG LAYAK DITINJAU DARI TUNTUNAN ISLAM
  • 7.
    KRITERIA YANG LAYAKMENJADI PEMIMPIN FORMAL TATANAN SOSIAL PLURAL ADALAH: MUKMIN CERDAS INTELEKTUAL, BUKAN ASAL MUSLIM’APALAGI YANG DIKATEGORIKAN MUNAFIQIN, DHOLIMIN, JAAHILIN
  • 8.
    UMAT HARUS PUNYA VISIMASA DEPAN IDEAL I. Bagaimana Masa Depan itu, pasti hanya Allah SWT yang tahu, tapi umat Islam wajib bekerja untuk menyiapkan masa depannya
  • 9.
    2. Umat Islamwajib Membuat Rencana dan Melaksanakan Program sebagai UPAYA untuk hidup yang lebih baik di masa depannya
  • 10.
    3. Memprogram Pendidikan Kepemimpinanadalah bagian dari SUNNATULLAH bagaimana Umat Islam bisa mempunyai “Figur Mukmin Cerdas Intelektual” untuk disiapkan menjadi Pemimpin Formal Tatanan Sosial Plural di semua tingkatan sosial
  • 11.
    4. Di sampingberupaya serius Umat Islam wajib BERDOA memohon pada Allah SWT semoga Umat Islam secepatnya terangkat dari kondisi terpuruk dan berubah menjadi Umat Unggulan seperti Era Nabi dan Khulafaur Rasyidin. (Tatanan sosial plural dipimpin Islam)
  • 12.
  • 13.
    A. MEMAHAMKAN PRINSIP LEADERSHIP B.PENDEKATAN PENGAJARAN LEADERSHIP C. INDEX KRITERIA LEADERSHIP
  • 14.
  • 15.
    LEADERSHIP / KEPEMIMPINAN MENGANDUNG2 UNSUR: I. Sisi Kualitas Pemimpin II. Sisi Metoda Memimpin (Manajemen)
  • 16.
    I. KUALITAS PEMIMPIN DITENTUKAN: 1.Kualitas Keimanan & Ketaqwaannya 2. Kualitas Keilmuannya 3. Kualitas Fisik Biologisnya 4. Kualitas Faktor Non-Biologisnya
  • 17.
    I.1. KUALITAS KEIMANAN& KETAQWAAN DITENTUKAN: 1. Pemahamannya tentang Makna Iman a. Motif Menjadi Muslim & Misi Islam b. Ukuran Operasional Keimanan 2. Tingkat Ketaatan pada Tuntunan Islam a. Aspek Ritual b. Aspek Perilaku c. Aspek Perjuangan Islam
  • 18.
    I.2. KUALITAS KEILMUANNYA DITENTUKANOLEH: 1. Tingkat Kecerdasan (Hafalan & Analisis) 2. Tingkat Pendidikan Formal-Informal 3. Pemahaman thd Acuan dari Wahyu 4. Pemahaman thd Acuan Sainstek 5. Semangatnya untuk memajukan Islam bersumber pada: al Qur’an, Hadis shohih, Sains-Teknologi
  • 19.
    I.3. KUALITAS FISIKBIOLOGIS DITENTUKAN OLEH: 1. Kondisi Kesehatan secara Umum 2. Kebugaran Jasmaniah 3. Ketiadaan Penyakit Khronis 4. Upaya menjaga kesehatan, termasuk memperlambat proses penuaan/aging
  • 20.
    I.4. KUALITAS NON-BIOLOGIS DITENTUKANOLEH: 1. Kondisi Lingkungan 2. Kemampuan Finansial 3. Tingkat Popularitas 4. Tingkat Pengaruh ke sekitarnya 5. Tingkat Kepedulian/Altruisme
  • 21.
    II. METODA PENGELOLAAN DALAMKEPEMIMPINAN (PRINSIP MANAJEMEN) 1. Definisi Operasional 2. Tujuan Manajemen 3. Proses Manajemen 4. Tehnik Manajemen
  • 22.
    II.1. DEFINISI OPERASIONAL MANAJEMEN: “BagaimanaMenyelesaikan suatu Tugas dengan Bantuan Orang Lain” “How to Make Things Done with the Help of Others”
  • 23.
    II.2. TUJUAN OPERASIONAL MANAJEMEN: 1.Memperbaiki Mekanisme Organisasi 2. Mengembangkan sistem pendidikan dan latihan kerja pada Sumber Daya Manusia 3. Mengatur penggunaan semua Sumber Daya (Resources) agar dapat digunakan sebaik-baiknya
  • 24.
    II.3. PROSES MANAJEMEN 1.Perencanaan/Planning 2. Penyusunan Organisasi / Organizing 3. Penetapan Personil / Staffing 4. Penentuan Pembeayaan / Budgeting 5. Koordinasi-Pengawasan Pelaksanaan Kerja / Coordinating-Controling 6. Pencatatan-Pelaporan Kerja / Recoding-Reporting 7. Evaluasi / Evaluation
  • 25.
    PRINSIP PERENCANAAN 1. Dimulaidengan analisis situasi 2. Ditentukan permasalahan yang dihadapi 3. Disiapkan alternatif Tujuan untuk perbaikan/mengatasi permasalahan 4. Ditetapkan Tujuan yang dipilih dan dapat diukur secara kualitatif-kuantitatif 5. Disusun rencana kerja operasional dan terinci terkait aspek2 yang ada dalam proses manejemen
  • 26.
    PRINSIP PENYUSUNAN ORGANISASI -StrukturOrganisasi dibuat sesederhana bisa -Setiap tingkatan mengatur antara 5-10 bawahan -Dibedakan antara jalur Instruksi dg Koordinasi melalui bentuk garis lurus dan garis putus -Dibedakan hirarki kewenangan melalui beda letak horisontal dalam bagan struktur
  • 27.
    PRINSIP PENYUSUNAN STAF -Setiapstaf harus memiliki kewenangan dan tanggung-jawab yang jelas -Setiap posisi dalam struktur organisasi harus dipegang oleh personil yang memiliki kapasitas untuk itu -Setiap promosi staf harus ada ukuran yang obyektif agar tidak mengganggu kekompakan kerja dalam organisasisecara keseluruhan
  • 28.
    PRINSIP PEMBEAYAAN -Perencanaan beayaharus ada basis pembeyaan per unit kerja / cost unit -Dibuat kriteria pos pembeayaan yang jelas -Harus dipakai dasar efisiensi dan efektifitas secara terintegrasi -Dibuat struktur pembeayaan secara keseluruhan proses kerja -Dilakukan sinkronisasi antara Pendapatan dan Pengeluaran dalam Program
  • 29.
    PRINSIP KOORDINASI-PENGAWASAN -Koordinasi kerjadilakukan oleh Pimpinan di jenjang yang setingkat di atasnya -Pengawasan kerja dilakukan oleh Pimpinan di jenjang dua tingkat diatasnya atau oleh Petugas khusus -Koordinasi dan Pengawasan dilakukan untuk membangun kerja bersama supaya program lancar berjalan, bukan mencari kesalahan
  • 30.
    PRINSIP PENCATATAN-PELAPORAN -Setiap unitkerja harus mempunyai pencatatan yang terbakukan dan dibuat semudah serta sederhana mungkin untuk hal-hal yang dianggap penting -Laporan kerja dibuat oleh unit kerja untuk dilaporkan ke atasan langsungnya berdasar catatan yang sudah ada
  • 31.
    PRINSIP EVALUASI PROGRAM -Evaluasiada dua jenis: a. Evaluasi untuk keseluruhan program dikaitkan dengan tercapai/tidaknya tujuan b. Evaluasi untuk proses berjalannya program, dinilai sisi prestasi per unit kerja, dan koodinasi antar unit kerja
  • 32.
    -Evaluasi harus dilakukansecara obyektif berdasar data yang ada, tidak subyektif maupun emosional -Evaluasi dipakai untuk menjadi bagian dari Analisis Situasi untuk Perencanaan berikutnya
  • 33.
    II.4 TEKNIK DALAMMANAJEMEN 1. Planning Programming Budgeting System (PPBS) 2. Network Planning 3. Cost Benefit Analysis 4. Strength Weakness Opportunity Thread Analysis (SWOT Analysis) 5. Model Dynamic Analysis
  • 34.
  • 35.
    I. PEMBINAAN KOGNITIFdan KETRAMPILAN 1. Pembelajaran Leadership di Ruang 2. Pelatihan Simulasi 3. Pelatihan Role-Playing 4. Magang di Organisasi
  • 36.
    II. PENELUSURAN BAKAT (TALENTSCOUTING) 1. Pemantauan Aspek Akademik 2. Bimbingan Perilaku Kepemimpinan 3. Evaluasi Nilai2 Kepemimpinan
  • 37.
    III. PRODUKTIFITAS PEMIMPIN 1.Pengembangan Kriteria 2. Proses Seleksi 3. Sertifikasi Pemimpin
  • 38.
  • 39.
    INDEX KEISLAMAN 1. Tertibdalam beritual Islam 2. Berakhlaq baik 3. Memahami Prinsip Pokok Syariat terkait Pengelolaan Masyarakat (Poleksosbudkumhankam) 4. Penyebar-Pembela-Pejuang Islam
  • 40.
    INDEX KECERDASAN 1. HafalannyaKuat, khususnya al Qur’an 2. Pengetahuannya luas 3. Analisis permasalahan multi-variabel 4. Kreatifitasnya Tinggi dalam mencari solusi masalah
  • 41.
    INDEX KARAKTER 1. Jujur- Benar 2. Amanah 3. Penolong 4. Serius- Fokus 5. Berani 6. Teliti 7. Rajin 8. Berkawan 9. Tegas 10. Sederhana
  • 42.