Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan
• A. Pelayanan
1. Pengertian
Pelayanan Secara sederhana istilah pelayanan (service) bisa diartikan sebagai melakukan
sesuatu bagi orang lain.1 Sedangkan secara umum pelayanan adalah setiap kegiatan yang
diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, melalui
pelayanan ini keinginan dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.
Pelayanan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam memasarkan produk, dimana
pelayanan yang baik akan menimbulkan perasaan puas bagi konsumennya. Pelayanan yang
dimaksud itu adalah kegiatan yang dilaksanakan atau diselenggarakan oleh organisasi yang
menyangkut kepentingan dari pihak konsumen yang akan menimbulkan kesan tersendiri.
Menurut kamus besar bahasa indonesia pengertian pelayanan adalan membantu
menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang.3 Sedangkan pengertian
pelayanan usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan
yang ditawarkan oleh organisasi atau program kepada konsumen, yang bersifat tidak
berwujud dan tidak dapat dimiliki.4
• Menurut Fandy Tjiptono dalam bukunya yang berjudul “prinsip- prinsip total quality service”
mengatakan bahwa ada tiga kunci dalam memberikan pelayanan pelanggan yang unggul,
pertama, kemampuan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kedua, pengembangan
dibatasi yang lebih akurat dari pada pesaing. Ketiga, pemanfaatan informasi-informasi yang
diperoleh dalam riset pasar dalam suatu kerangka strategi.5
• Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Ada dua
faktor yang utama yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu expected servis dan perceived.
Apabila pelayanan yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapakan, maka kualitas
pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika pelayanan yang diterima melebihi harapan
pelanggan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sebagai kualitas pelayanan yang ideal.
Pelayanan yang diterima lebih rendah dari pada harapan pelanggan, maka kualitas pelayanan
dipersepsikan buruk. Dengan demikian baik tidaknya kualitas pelayanan tergantung pada
kemampuan-kemampuan penyediaan layanan dalam memenuhi harapan pelanggannya secara
konsisten. Parasuraman, Zeith dan Berry seperti dikutip oleh bilson
• Pelayanan yang diterima lebih rendah dari pada harapan pelanggan, maka kualitas pelayanan
dipersepsikan buruk. Dengan demikian baik tidaknya kualitas pelayanan tergantung pada
kemampuan-kemampuan penyediaan layanan dalam memenuhi harapan pelanggannya secara
konsisten. Parasuraman, Zeith dan Berry seperti dikutip oleh bilson simaromo.
Ada beberapa kualitas jasa pelayanan berikut ini akan memeberikan jawaban terhadap jasa
pelayanan terdapat 5 (lima) factor utama penentu kualitas pelayanan. Selanjutnya kelima demensi
tersebut dijadikan pedoman untuk mengetahui kualitas pelayanan, diantaranya:
a. Tangible (bukti nyata), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan
eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana
fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan
yang diberikan oleh pemberi jasa yang meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang dan lain
sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi) serta penampilan
karyawannya.
b. Reliability (keandalan), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan segera,
akurat dan memuaskan. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti
ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan.
c. Responsiveness (ketanggapan), yaitu suatu kemauan untuk membantu dan memberikan
pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan dengan penyampaian informasi yang
jelas.
d. Assurance (jaminan), yaitu mencakup pengetahuan, kesopansantunan dan kemampuan sifat
dapat dipercaya yang dimiliki oleh para karyawan, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan
untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Assurance terdiri dari
beberapa komponen antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility),
keamanan (security), kompetensi (competence) dan sopan- santun (courtesy).
e. Empaty (kepedulian), yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual antar
pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan
konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan
tentang pelanggaan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik serta memiliki waktu
pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan. Yang diperlukan untuk menciptakan kenyamanan
bagi pelanggan
Definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pelayanan merupakan suatu kinerja yang tidak
berwujud dan cepat hilang, dimana pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses
mengkonsumsi jasa tersebut. Namun kondisi cepat atau lambatnya pertumbuhan jasa sangat
tergantung pada penilaian pelanggan terhadap kinerja atau penampilan yang ditawarkan oleh
produsen
Menurut Tjiptono, (2001:142) ada macam- macam karakteristik pelayanan merupakan pengertian
dasar dari apa yang disebut jasa pelayanan dijelaskan sebagai berikut:
a. Tak Berwujud
Pelayanan adalah suatu hasil yang tidak dapat dilihat, secara tak berbentuk nyata tetapi
dapat dirasakan hasilnya. Hal ini merupaka ciri yang khas dari jasa dan pelaksanaannya
dapat menggunakan suatu mediatergantung dari pelayanan jasa yang akan dilakukan
terhadap konsumen agar tertarikpada suatu hal yang ditawarkan.7
b. Tak dapat dipisahkan
Pelayanan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari elemen-elemen yang berbentuk yaitu
objek yang dapat membantu terciptanya pelayanan tersebut.
c. Kurangnya daya tahan
Dalam bidang pelayanan jasa, masalah yang diberikan terhadap suatu keadaan untuk
dapat mencapai tujuan yang direncanakan sangatsulit. Karena menurut perubahan-
perubahan yang terjadi dengaan penambahan kualitas pelayanan yang cenderung
meningkat. Hubungan dengan permintaan sangatlah tergantung dari pelayanan itu sendiri,
secara jelas dinyatakan bahwa semakin giat melakukan peningkatan pelayanan terhadap
konsumen maka kemungkinan peningkatan dalam permintaan akan meningkat dengan
baik pula.
d. Bervariasi
Ada kalanya syistem yang digunakan tidak dapat menjalankan pelayanan secara penuh
dikarenakan ketidak jelasan dari syistem pemasaran yang ada dilingkungan tersebut
sehingga dapat dilakukan dengan penyesuaian produk yang ditawarkan dengan lingkungan
sekitar.9
2. Bentuk- Bentuk Pelayanan
Pelayanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu :
layanan dengan lisan layanan dengan tulisan, layanan dengan perbuatan :
a. Layanan dengan lisan
Layanan dengan lisan dilakukan oleh petugas-petugas dibidang hubungan masyarakat,
layanan informasi dan bidang-bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau
keterangan kepada siapapun yang memerlukan. Agar supaya layanan lisan
berhasilsesuai dengan yang diharapkan, ada syarat-syarat yang harus oleh pelaku
layanan, yaitu:
1. Memahami benar masalah-masalah yang termasuk dalam bidang tugasnya.
2. Mampu memberikan penjelasan apa yang perlu dengan lancarsingkat tetapi cukup jelas
sehingga memuaskan bagi mereka yang ingin memperoleh kejelasan mengenai sesuatu.
3. Bertingkah laku sopan dan ramah tamah.
b. Layanan dengan tulisan
Layanan dengan tulisan merupakan bentuk layanan yang paling menonjol dalam pelaksanaan
tugas. Tidak hanya dalam segi jumlah tetapi juga dalam segi peranannya. Pada dasarnya
pelayanan melalui tulisan cukup efisien terutama layanan jarak jauh karena faktor biaya.
Agar layanan dalam bentuk tulisan dapat memuaskan pihak yang dilayani, satu hal yang dapat
diperhatikan adalah faktor kecepatan, baik dalam pengelohan masalah maupun dalam proses
penyelesaiannya.layanan tulisan terdiri dari dua golongan, yaitu:
1. Layanan berupa petunjuk, informasi dan yang sejenis ditujukkan kepada orang-orang yang
berkepentingan, agar memudahkan mereka dalam berurusan dengan instansi atau lembaga.
2. Layanan berupa reaksi tertulis atas permohonan, laporan, keluhan, dan
pemberian/penyerahan, pemeberitahuan.
c. Layanan dengan perbuatan
Dilakukan oleh sebagian besar kalangan menengah dan bawah. Karena itu faktor keahlian dan
keterampilan petugas tersebut sangat menetukan hasil perbuatan atau pekerjaan
Dalam kenyataan sehari- hari jeniis layanan ini memang tidak terhindar dari layanan lisan,
jadi antar layanan perbuatan dan layanan lisan sering bergabung. Hal ini disebabkan karena
hubungan lisan paling banyak dilakukan dalam hubungan pelayanan secara umum (kecuali
yang khusus dilakukan melalui hubungan tulisan, karena faktor jarak). Selanjutnya
sehubung dengan faktor kualitas hasil pekerjaan, perlu diperhatikan tiga hal penting
seperti berikut.:
a. Adanya kesungguhan dalam melakukan pekerjaan dalam motif mulia, yaitu ikhlas kerana
Allah semata-mata.
b. Adanya keterampilan khusus untuk mengenai pekerjaan. Untuk itu pekerjaan harus
memiliki yang disyaratkan, atau jika belum memiliki harus terlebih dahulu mendapatkan
pendidikan/latihan yang sepadan
c. Disiplin dalam hal, prosedur dan metode yang telah
ditentukan.
• 3. Ciri - Ciri Pelayanan Yang Baik
Pengertian pelayanan yang baik adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan
yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan standar yang telah ditetapkan.
Adapun ciri-ciri pelayanan yang baik adalah sebagai berikut:
a. Tersedianya sarana dan prasarana yang baik
Pelanggan ingin dilayani secara prima, oleh karena itu untuk melayani pelanggan salah satu
yang paling penting diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang tersedia.
b. Tersedia karyawan yang baik
Kenyamanan pelanggan juga tergantung dari karyawan yang melayaninya. Karyawan harus
ramah, sopan dan menarik. Disamping itu karyawan harus cepat tanggap, pandai bicara,
menyenangkan serta pintar dan dalam bekerja dalam bidangnya
c. Bertanggung jawab kepada pelanggan
Dalam menjalankan kegiatan pelayanannya setiap karyawan harus mampu melayani dari
awal sampai tuntas atau selesai. pelanggan akan merasa puas jika karyawan betanggung
jawab terhadap pelayanan yang diberikannya.
d. Mampu melayani secara cepat dan tepat
Dalam melayani pelanggan diharapkan karyawan dapat melakukan sesuai prosedur,
layanan yang diberikan sesuai jadwal untuk pekerjaan tertentu dan jangan membuat
kesalahan dalam arti pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pelanggan.
e. Mampu berkomunikasi
Para karyawan harus mampu berbicara dengan baik dan cepat memahami keinginan
pelanggannya. Artinyapara karyawan harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas
dan mudah dimengerti.
f. Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi
Menjaga rahasia perusahaan sama artinya dengan menjaga rahasia pelanggan. Oleh karena
itu, karyawan harus mam menjaga rahasia pelanggan terhadap siapa pun. Rahasia
perusahaan merupakan ukuran kepercayaan pelanggan kepada perusahaan.
g. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik
Setiap karyawan harus memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. Karena karyawan
selalu berhubungan dengan pelanggan, maka para karyawan tersebut dididik khusus
mengenai kemampuan dan pengetahuannya untuk menghadapi pelanggan atau
kemampuan dalam bekerja.
h. Berusaha memahami kebutuhan pelanggan
Karyawan harus cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh pelanggannya. Para
karyawan yang lamban akan membuat pelanggan lari, usahakan mengerti dan memahami
keinginan dan kebutuhan pelanggan.
i. Mampu memberikan kepercayaan kepada nasabah
Kepercayaan calon pelanggan kepada perusahaan mutlak diperlukan sehingga calon
pelanggan mau menjadi pelanggan perusahaan yang bersangkutan. Demikian pula untuk
menjaga pelanggan yang lama agar tidak lari maka perlu dijaga kepercayaannya. Semua ini
melalui pelayanan petugas costomer service khususnya dan seluruh karyawan
perusahaaanumumnya.
Selanjutnya pelayanan yang tidak baik meliputi:
a. Sikap kasar dan sombong.
b. Tidak memiliki pengetahuan tentang barang.
c. Makan atau ngobrol dengan teman sambil melayani.
d. Bermuka masam.
e. Membedakan pembeli.
Agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sebagai mestinya maka perlu adanya faktor-
faktor pendukung pelayanan yang memadai. Terdapat beberapa faktor pendukung pelayanan
yang penting yaitu:
a. Faktor kesadaran petugas yang berkecimpung dalam pelayanan, kesadaran disini berfungsi
sebagai acuan dasar yang melandasi pada perbuatan atau tindakan yang berikutnya.
b. b. Faktor aturan yang menjadi landasan kerja pelayanan yaitu merupkan perangkat
penting dalam segala tindakan dan perbuatan orang.
c. c. Faktor organisasi yang meliputi pengaturan struktur organisasi yang menggambarkan
hirarki pertanggung jawab, pembagian kerja yang berdasarkan keahlian dan fungsinya.
d. Faktor pendapatan yang meliputi gaji yang dapat menggairahkan semangat kerja yang
tinggi.
e. Faktor kemampuan atau keterampilan kerja dapat ditingkatkan dengan bimbingan dan
petunjuk-petunjuk kerja.
f. Faktor sarana pelayanan yang meliputi peralatan, perlengkapan dan juga tersdianya
fasilitas pelayanan yang meliputi gedung dengan segala kegiatannya, fasilitas komunikatif
dan fasilitas lainnya. Keenam faktor pendukung pelayanan tersebut masing-masing
mempunyai peranan berbeda tetapi saling berpengaruh satu sama lainnya dan akan
terwujud pelaksanaan pelayanan yang baik.
B. Pelayanan Dalam Pandangan Islam
Mengenai pelayanan dalam hubungannya dengan kerja atau bisnis, Islam telah mengetahui bahwa setiap
orang maupun organisasi memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik. Pelayanan yang berkualitas adalah apabila
yang dikerjakan seseorang untuk orang lain menimbulkan rasa tentram dan yang memberikan implikasi baik
terbentuknya hubungan dalam rangka mempererat tali silaturrahmi diantara kedua belah pihak. Sebab dengan melalui
perantasa bisnis diantara pihak perusahaan dengan pelanggannya tidak hanya kerjasama saling mencari keuntungan
semata, namun dibalik itu ada nilai kebersamaan untuk saling menjaga jalinan kerjasama yang terbangun dengandiikat
oleh tali persaudaraan.
C. Pengertian Kepuasan Pelanggan
Pu as artinya merasa senang (lega, gembira, kenyang, karena sudah terpenuhi hasrat hatinya). Ke.pu.as.an yang bersifat
puas yaitu kesenangan, kelegaan.20 Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Setiap
individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin
tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan keinginan individu, makin tinggi kepuasannya terhadap
kegiatan tersebut.
Kepuasan merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang
atau tidak senang, puas atau tidak puasnya. Teori tentang kepuasan kerja yang cukup dikenal
adalah:
1. Teori ketidaksesuaian yaitu mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung
selisish antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
2. Teori keadilan yaitu mengemukakan bahwa orang yang akan merasa puas atau tidak
puas, tergantung pada ada atau tidak adanya keadilan dalam suatu situasi, khususnya
situasi kerja. (QS al-Ma’idah)
3. Teori dua faktor yaitu kepuasan kerja dan ketidak puasan kerja.
Philip katler menyatakan kepuasan adalah tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan
hasil perbandingan antara hasil kerja produk/ jasa yang diterima dengan apa yang diharapakan.
Engle menyatakan kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purnabeli dimana alternatif yang
dipilih sekurang-kurangnya memberikanb hasil sama atau melampaui harapan pelanggan,
sedangkan ketidak puasan timbul apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan
pelanggan.
Irawan berpendapat bahwa kepuasan konsumen adalah hasil akumulasi dari konsumen atau
konsumen dalam menggunakan produk dan jasa.23 Oleh karena itu setiap pengalaman baru, akan
memberikan pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian, kepuasan konsumen
mempunyai dimensi waktu karena hasil akumulasi. Karena itu, siapapun yang terlibat dalam urusan
kepuasan konsumen/pelanggan, ia telah melibatkan diri dalam urusan jangka panjang. Upaya
memuaskan konsumen/ pelanggan adalah pengalaman panjang yang tidak mengenal batas akhir
Tjiptono mengumukakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tanggapan emosional pada evaluasi
terhadap pengalaman konsumesi suatu produk atau jasa.
Sumarwan mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan dan ketidak puasan pelanggan merupakan
dampak dari perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan sesungguhnya
diperoleh konsumen dari produk yang dibeli tersebut.
Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa jika kinerja yang dirasakan memenuhi harapan, konsumen
akan merasa puas. Jika kinerja yang dirasakan melebihi harapan, konsumen amat puas dan senang.
Harapan pelanggan dapat bersumber dari berbagai hal, seperti dari pengalaman pembeli atau
pengguna sebelumnya, teman, dan informasi lainnya. Kepuasan pelanggan dapat menciptakan
loyalitas atau citra yang tinggi bagi pelanggan.
Kepuasan pelangan merupakan evaluasi purna beli dimna alternatif yang dipilih sekurang-
kurangnya sama atau melampaui harapan pelanggan sedangkan ketidak puasan akan timbul apabila
hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan pelanggan.
Perusahaan dituntut untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta
berusaha memenuhi harapan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskn
dari pada yang dilakukan pesaing.
Tujuan dari setiap bisnis adalah untuk menciptakan para pelanggan merasa puas. Kualitas jasa yang
unggul dan konsisten dapat menumbuhkan kepuasan pelanggan dan akan memberikan berbagai
manfaat, seperti:
a. Hubungan perusahaan dan para pelanggan menjadi harmonis
b. Dasar yang baik bagi pembelian ulang
c. Dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan
d. Membentuk rekomendasi dari mulut kemulut yang menguntungkan bagi perusahaan
e. Reputasi perusahaan menjadi baik dimata pelanggan, dan
f. Laba yang diperoleh dapat meningkat
• Kepuasan pelanggan merupakan respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat
kepentingan sebelumnya dengan kinerja actual yang dirasakannya setelah pemakaian. Kepuasan
pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga, dan faktor- faktor yang
bersifat pribadi serta situasi sesaat. Sisi positif dari harapan (expetation) seseorang menunjukan
rasa percaya pada sesuatu (produk/jasa) yang secara ekonomis dapat memberikan keberhasilan,
kompeten dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan seseorang dapat mendorong tumbuhnya
dorongan untuk memenuhi kesenjangan antara keinginan yang ideal dengan yang aktual diterima,
yang secara subjektif berhubungan dengan penilaian, perasaan puas atau tidak puas.
1. Kepuasan konsumen (pelanggan)
Tujuan utama dari strategi pemasaran yang dijalankan adalah untuk meningkatkan jumlah
konsumen bertambah cukup signifikan dari waktu, sedangkan secara kuantitas secara kualitas
aratinya konsumen yang dapat merupakan konsumen yang produktif yang mampu memberikan
laba bagi perusahaan.
Prakteknya apabila konsumen puas atas pelayanan yang diberikan, maka ada dua keuntungan
yang diterima perusahaan.
a. Konsumen yang lama akan dapat dipertahankan ( tidak lain ke perushaan yang lain) atau
dengan kata lain konsumen loyal kepada perusahaan. Hal ini sama seperti yang
dikemukakan oleh Derek dan Rao yang mengatakan kepuasan konsumen secara
keseluruhan akan menimbulkan loyalitas pelanggan.
b. Kepuasan nasabah lama akan menular kepada konsumen baru, dengan berbagai cara,
sehingga mampu meningkatkan jumlah konsumen. Seperti yang dikemukakan Richens yang
mengatakan kepuasan pelanggan dengan cara memberikan rekomendasi atau
memberitahu akan pengalamannya yang menyenangkan tersebut dan merupakan iklan
dari mulut ke mulut.
ika cara seperti diatas dapat terus dipertahankan, maka tujuan perusahaan akan dapat
tercapai dengan tidaj terlalu sulit. Memang dalam pelaksanaan dilapangan tidak terlalu
mudah, mengingat prilaku konsumen yang beragam. Akan tetapi stiap perusahaan memiliki
standar pelayanan yang harus dipenuhi guna melayani konsumen.
2. Pengukuran Kepuasan Pelanggan
Dapat dilakukan melalui empat sarana, yaitu:
a. Sistem keluhan dan usulan
Artinya, seberapa banyak keluhan atau komplain yang dilakukan konsumen dalam satu periode,
makin banyak berarti semakin kurang baik demikian pula sebaliknya.
b. Survei kepuasan konsumen
Dalam hal ini perusahaan perlu secara berkala melakukan survei baik melalui wawancara
maupun koesioner tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan tempat
konsumen melakukan selama ini.
c. Konsumen samaran
Perusahaan dapat mengirim karyawannya atau melalui orang lain untuk berpura-pura menjadi
konsumen guna melihat pelayanan yang diberikan oleh karyawan secara langsung, sehingga
terlihat jelas bagaimana karyawan melayani konsumen sesungguhnya.
d. Analisis mantan pelanggan
Dengan melihat catatan konsumen/pelanggan yang pernah menjadi konsumen guna mengetahui
sebab-sebab mereka tidak lagimenjadi konsumen lagi.
3. Dasar- Dasar Pelayanan Pelanggan
a. Berpakaian dan berpenampilan rapi dan bersih
Artinya ia harus mengenakan baju dan celana yang sepadan dengan kombinasi yang menarik.
Berpakaian tidak kumal, terkesan pakaian yang dikenankan benar-benar memikat pelanggan
b. Percaya diri, bersikap akrab, dan penuh dengan senyuman.
Dalam melayani pelanggan tidak ragu-ragu, yakin dan percaya diri yang tinggi, juga harus bersikap
akrab seolah-olah sudah kenal lama. Dalam melayani pelanggan kita harus lah murah senyum dengan
raut muka yang menarik hati serta tidak dibuat- buat.
c. Menyapa dengan lembut dan berusaha menyebutkan nama jika kenal.
Pada saat pelanggan datang kita harus segera menyapa dan kalau sudah pernah bertemu sebelumnya
usahankan menyapa dengan menyebut namanya, namun juka belum kenal menyapa dengan sebut
Bapak/Ibu, apa yang dapat kami bantu, (berusahalah menghafal nama dan suara pelanggan).
d. Tenang ,sopan, hormat, serta tekun mendengarkan setiap pembicaraan.
Usahakan pada saat melani pelanggan dalam keadaan tenang, tidak terburu-buru, sopan santun
dalam bersikap, menghormati serta berusaha memahami keinginan pelanggan.
e. Brbicara dengan bahasa yang baik dan benar.
Artinya dalam komunikasi dengan pelanggan gunakan bahasa Indonesia yang benar atau bahasa
daerah yang benar pula. Suara yang digunakan harus jelas dalam arti mudah dipahami dan jangan
menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami oleh pelanggan.
f. Bergairah dalam melayani pelanggan dan tunjukan kemampuan.
Dalam melayani pelanggan jangan terliat loyo, lesu,atau kurang semangat. Tunjukan layanan prima
seolah-olah anda memang sangat tertarik dengan keinginan dan kemauan pelanggan.
g. Jangan menyelah dan memotong pembicaraan.
Pada saat pelanggan sedang berbicara usahakan jangan memotong atau menyelah pembicaraan.
Kemudian hindari kalimat yang bersifat teguran atau sindiran yang dapat menyinggung perasaan
pelanggan.
h. Mampu meyakinkan pelanggan serta memberikan kepuasan.
Setiap pelayanan yang diberikan harus mampu meyakinkan pelanggan dengan argumen-argumen
yang masuk akal dan juga harus mampu memberikan kepuasan atas pelayanan yang diberikan.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan pada dasarnya merupakan suatu yang sangat relatif dan subyektif. Bisa jadi
dengan kualitas pelayanan yang sama dinilai oleh orang yang sama namun dirasakan berbeda.
Kondisi ini bisa saja terjadi apabila pelanggan sedang dalam kondisi psikologi yang berbeda. Namun
diantara banyak faktor yang memperngaruhi kepuasan pelanggan ada beberapa faktor yang dapat
dianalisa secara langsung mempengaruhi kepuasan pelanggan. Berikut terdapat lima faktor yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah:
a. Kualitas Produk
Pelanggan akan puas jika setelah membeli dan menggunakan produk tersebut, ternyata kualitas
produknya baik. Kualitas produk ini adalah dimensi yang global dan paling tidak ada 5 elemen
dari kualitas produk yaitu performance, durability, feature, consistency, dan design.
b. Harga
Untuk pelanggan yang sensitif, biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting
karena mereka mendapatkan value money yang tinggi. Komponen ini sangat penting bagi
beberapa perusahaan yang ingin menciptakan kepuasan konsumen.
c. Kualitas Pelayanan
Service quality sangat bergantung pada tiga hal, yaitu sistem, teknologi dan manusia. Faktor
manusia ini memegang kontribusi sebesar 70%. Tidak heran kepuasan terhadap kualitas
pelayanan biasanya sulit ditiru.
d. Faktor Emosi
Dimana pelanggan merasa puas terhadap produk tertentu walaupun mungkin dengan harga
mahal, namun mampu menimbulkan rasa lebih puas karena emotional value yang diberikan
oleh brand dari produk tersebut.
e. Biaya dan kemudahan mendapatkan produk
Pelanggan akan semakin merasa puas apabila biaya dan produk yang diperoleh relatif mudah,
nyaman dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan
Sebagai konsumen merasa puas kalau ia memperoleh barang yang sangat dibutuhkan atau yang
diinginkan. Sebagian lagi beranggapan bahwa kepuasan terletak pada barang yang harganya relatif
murah dari merek atau barang lainnya. Sedangkan ada juga konsumen yang beranggapan bahwa
kepuasan terletak apabila orang lain tidak bisa memilikinya. Bahwa ada juga yang beranggapan
kepuasan timbul apabila semakin banyak orang yang memiliki barang tersebut. Jadi kepuasan
konsumen sangat komplek penilaiannya.
Konsumen tidak saja diartikan sebagai pihak yang mengkonsumsi suatu produk, melainkan setiap
orang yang memerlukn jasa demikian akan timbul terminology konsumen internal dan eksternal.
Konsumen internal adalah konsumen yang berada dilingkungan perusahaan. Konsumen itu sendiri
terdiri dari para karyawan dan para pemakai.
Konsumen iksternal merupakan setiap pihak diluar perusahaan membutuhkan jasa perusahaan.
Keseluruhan konsumen ini harus memperoleh kepuasan yang diharapkan mereka ketika
berhubungan, baik dengan perusahaan maupun dengan produk.
Adapun penyebab ketidak puasan pelanggan menurut Tjiptono adalah30:
a. Tidak sesuai harapan dengan kenyataan
b. Layanan selama proses menikmati jasa atau produk tidak memuaskan
c. Prilaku personel kurang memuaskan
d. Suasana dan kondisi fisik lingkungan tidak menunjang
e. Cost terlalu tinggi, karena jarak terlalu jauh, banyak waktu terbuang dan harga tidak sesuai
f. Promosi/iklan terlalu muluk, tidak sesuai dengan kenyataan Perwujudah kepuasan pelanggan
memang tidak dapat dipungkiri, harus merupakan komitmen bersama secara total. Artinya bahwa
tidak ada seorangpun dalam perusahaan yang boleh mengabaikan hal itu. Oleh sebab itu kepuasan
pelanggan harus dikelola dengan baik.
Menurut Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo, tanggung jawab pelaku usaha meliputi tanggung jawab
ganti kerugian atas kerusakan, pencemaran, dan atas kerugian konsumen, maka berdasarkan hal
tersebut produk barang dan atau jasa yang cacat bukan dasar satu-satunya pertanggung jawaban
pelaku usaha. Hal ini berarti tanggung jawab pelaku usaha meliputi segala kerugian yang dialami
konsumen. Dan ganti kerugian yang dimaksudkan untuk memulihkan keadaan yang telah menjadi
rusak (tidak seimbang) akibat adanya penggunaan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi
harapan konsumen. Hal ini sangat terkait dengan penggunaan jasa yang telah merugikan konsumen,
baik yang berupa kerugian materi maupun kerugian yang menyangkut diri (sakit, cacat, bahkan
kematian) konsumen.Untuk meralisasikannya tentu saja diselesaikan dengan cara damai (diluar
pengadilan) maupun diselesaikan melalui pengadilan. berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1999 Tentang PerlindunganKonsumen adalah pelaku usaha harus bertanggung jawab atas jasa
yangdijual. Bentuk tanggung jawab ini dapat berupa pemberian ganti rugi ataskerusakan,
pencemaran, dan atau kerugian konsumen akibatmengkonsumsi barang dan atau jasa yang
dihasilkannya atau diperdagangkan.
Cara Menghadirkan Pelayanan Terbaik Bagi Pelanggan
Pelayanan terbaik dimulai dari pembekalan dari perusahaan kepada seluruh karyawan yang
berhubungan langsung dengan pelanggan. Anda dapat menerapkan cara di bawah ini untuk
menghadirkan pelayanan prima dalam bisnis
1. Responsif dan Solutif
Pelanggan pasti mencari karyawan yang siap sedia ketika terjadi masalah. Karyawan harus
segera memberikan solusi ketika pelanggan mengalami masalah. Pelayanan makin lancar jika
Anda menyediakan karyawan yang cukup untuk melayani pelanggan.​
​
​
​
​
​
​
2. Bersikap Ramah
Sikap ramah merupakan kunci untuk memenangkan hati pelanggan. Keramahan ini tidak
sekadar ditunjukkan melalui sapaan, namun ada banyak hal lain seperti nada bicara, tutur kata,
dan senyum terhadap pelanggan
3. Keterbukaan
Kegiatan operasional bisnis tidak jarang mengalami error yang tidak disengaja sehingga
memengaruhi kepuasan pelanggan. Anda harus mencoba untuk terbuka dan menjelaskan
dengan sopan mengenai masalah yang dialami oleh bisnis kepada pelanggan supaya mereka
mengetahui akar masalahnya.
Dari ke empat hak dasar konsumen tersebut diatas, dijabarkan ke dalam pasal 4 Undang-Undang
Perlindungan Konsumen, menjadi 9 hak konsumen Indonesia, yaitu :
1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut
sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau
jasa;
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan
konsumen secara patut;
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak
8. Hak untuk mendapatkan dispensasi, ganti rugi dan/atau penggantian jika barang dan/atau jasa
yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang lain.
Di samping hak-hak tersebut diatas, terdapat juga hak-hak yang dirumuskan dalam pasal 7 Undang-
Undang Tentang Perlindungan Konsumen yang mengatur tentang kewajiban pelaku usaha.
Kewajiban dan hak merupakan antinomi dalam hukum, sehingga kewajiban pelaku usaha dapat
dilihat sebagai hak konsumen. Kewajiban pelaku usaha, antara lain :
1. Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;
2. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan,perbaikan, dan pemeliharaan;
3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
4. Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan
ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;
5. Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa
tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang ang
dan/atau jasa yang diperdagangkan;
6. Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan,
pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
7. Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang
diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.
https://repository.uin-suska.ac.id/6578/4/BAB%20III.pdf
Untuk mengetahui bagaimanakah tanggung jawab pelaku usahamemberikan ganti rugi atas
kerusakan barang kepada konsumen, makadiperlukan pemahaman secara normatif mengenai
bentuk-bentukpertanggungjawaban oleh pelaku usaha terhadap konsumen yang merasadirugikan
akibat adanya kerusakan barang. perlindungan konsumen dalamhukum ekonomi Islam itu tidak
lepas dari sumber-sumber hukum danproses penggandaan. Serta berbagai kemungkinan yang
terjadi akibat daripenyalahgunaan kelemahan konsumen.
Perlindungan konsumen ini tidak semata-mata hanya perlindungan fisik, melainkan juga hak yang
bersifat abstrak tersebut, maka dikenal ada
4 hak dasar konsumen, yaitu :
1. hak untuk mendapatkan keamanan.
2. hak untuk mendapatkan informasi.
3. hak untuk memilih.
4. hak untuk didengar.
4. Penampilan yang Rapi
Karyawan merupakan representasi bisnis, karena pelanggan akan menilai sebuah produk dari
saat pertama pengenalan. Pastikan mereka berpakaian rapi sesuai Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang diterapkan. Contohnya, berseragam rapi, rambut tidak awut-awutan, dan
sebagainya.
https://www.astra-daihatsu.id/berita-dan-tips/cara-memberikan-pelayanan-terbaik
Apa itu Layanan Pelanggan?
Layanan pelanggan atau customer service adalah profesi yang berperan penting untuk
memberikan pelayanan kepada pelanggan pada saat sebelum, selama, atau setelah pembelian
produk atau jasa.
Tujuan utama layanan pelanggan adalah membangun hubungan positif antara perusahaan dan
pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memastikan bahwa pelanggan merasa didengar
dan dihargai.
Layanan ini dapat mencakup berbagai saluran komunikasi, termasuk panggilan telepon, obrolan
langsung, surel, dan media sosial. Pentingnya agen tidak hanya terletak pada penyelesaian masalah
atau pertanyaan pelanggan.
Namun, juga pada pembentukan citra positif perusahaan dan membangun loyalitas pelanggan
jangka panjang. Perusahaan yang efektif dalam menyediakan layanan cenderung memiliki
pelanggan yang lebih puas dan lebih mungkin mempertahankan basis pelanggannya, yang pada
gilirannya dapat berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang perusahaan.
Apa Saja Tugas dari Layanan Pelanggan?
Tugas layanan pelanggan melibatkan penyediaan bantuan dan penyelesaian untuk pelanggan yang
menghadapi masalah atau memiliki pertanyaan terkait produk atau layanan bisnis.
Berikut beberapa tugas utamanya dalam bisnis:
1. Menanggapi Pertanyaan Pelanggan
Agen bertanggung jawab untuk merespons pertanyaan yang diajukan oleh pelanggan. Ini mencakup
memberikan informasi tentang produk atau layanan, proses pembelian, dan segala hal terkait yang
mungkin menjadi kebutuhan informasi pelanggan.
2. Penyelesaian Masalah
Selanjutnya, menangani dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pelanggan. Ini bisa
melibatkan pemecahan masalah teknis, penanganan keluhan, atau pengelolaan situasi yang
mungkin mengecewakan pelanggan.
3. Memberikan Dukungan Teknis
Jika produk atau layanan melibatkan aspek teknis, perlu memberikan dukungan teknis. Hal ini
mencakup membantu pelanggan dalam mengatasi masalah teknis, memberikan panduan
penggunaan, dan memberikan saran atau solusi terkait.
4. Mengumpulkan Umpan Balik Pelanggan
Untuk terus meningkatkan kualitas produk atau layanan, agen perlu mengumpulkan umpan balik dari
pelanggan. Ini dapat dilakukan melalui survei, ulasan, atau interaksi langsung untuk mendapatkan
wawasan yang berharga dan menyesuaikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
5. Meyakinkan Pelanggan
Pelanggan akan merasa yakin jika customer service memberikan penjelasan dengan percaya diri dan tanpa
keraguan. Misalnya, ada seorang pelanggan menanyakan produk skin care kepada agen perusahaan A. Ia
bertanya apakah produk sunblock keluaran terbaru perusahaan A bisa bertahan lama. Namun, agen
menjawab dengan nada yang tidak begitu yakin dan hanya menjawab sekadarnya.
Sedangkan pada perusahaan B, agen bicara dengan percaya diri saat dan memberikan detail produk
sunblock tersebut kepada pelanggan. Jika Anda menjadi pelanggan, produk perusahaan manakah yang
kemungkinan besar akan Anda beli?
Apa Tanggung Jawab dari Layanan Pelanggan?
Tanggung jawab agen adalah tanggung jawab bisnis untuk memberikan dukungan dan layanan yang
berkualitas kepada pelanggannya. Termasuk menanggapi pertanyaan dan keluhan pelanggan,
menyediakan informasi produk yang akurat, serta membantu pelanggan dalam proses pembelian dan
pengiriman produk.
Seperti halnya tugas, berikut manfaat layanan pelanggan untuk bisnis:
1. Melayani Pelanggan
Pertama, manfaat melayani pelanggan mencakup responsif terhadap pertanyaan, kebutuhan, dan
permintaan pelanggan. Mereka harus bersifat ramah, profesional, dan efisien dalam memberikan
bantuan atau dukungan yang diperlukan, sehingga menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan.
2. Mengelola Komunikasi dengan Pelanggan
Tanggung jawab ini melibatkan kemampuan untuk mengelola komunikasi dengan pelanggan dengan
jelas dan efektif. Agen harus dapat menyampaikan informasi dengan baik, mendengarkan dengan
penuh perhatian, dan menjawab pertanyaan atau kekhawatiran pelanggan secara efisien.
Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun hubungan positif dengan pelanggan.
3. Memberikan Informasi ke Pelanggan
Layanan pelanggan bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat dan lengkap
kepada pelanggan terkait produk, layanan, kebijakan perusahaan, dan hal-hal lain yang mungkin
penting bagi pelanggan. Pemberian informasi yang tepat waktu dan jelas membantu pelanggan
membuat keputusan yang informasional dan dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap
perusahaan.
4. Menyelesaikan Masalah
Tanggung jawab utama layanan pelanggan adalah menangani dan menyelesaikan masalah yang
mungkin dihadapi oleh pelanggan. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang produk atau
layanan, kemampuan untuk menganalisis situasi, dan kreativitas dalam menemukan solusi yang
memuaskan pelanggan. Penanganan masalah dengan cepat dan efektif merupakan kunci untuk
mempertahankan kepercayaan pelanggan.
5. Mempertahankan Kepuasan Pelanggan
Tanggung jawab ini melibatkan upaya untuk memahami kebutuhan dan harapan pelanggan serta
menjaga tingkat kepuasan yang tinggi. Selain itu agen perlu proaktif dalam mengidentifikasi area
perbaikan, mengumpulkan umpan balik, dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan
kualitas pelayanan. Mempertahankan kepuasan pelanggan juga melibatkan upaya untuk
membangun hubungan jangka panjang yang kuat dengan pelanggan.
Apa Saja Jenis dari Layanan Pelanggan?
Berikut layanan pelanggan dalam bisnis:
1. Pelayanan Telepon
Layanan pelanggan melalui telepon merupakan salah satu cara tradisional untuk memberikan
dukungan. Pelanggan dapat menghubungi pusat layanan untuk bertanya, mengajukan keluhan,
atau mendapatkan bantuan langsung melalui percakapan telepon dengan agen Anda.
2. Obrolan Langsung (Live Chat)
Layanan obrolan langsung di situs web perusahaan memungkinkan pelanggan berkomunikasi
secara langsung dengan perwakilan agen melalui pesan teks. Ini memberikan respons instan
dan kemudahan akses bagi pelanggan yang sedang menjelajahi situs web.
3. Surel (Email)
Selanjutnya, melalui surel memungkinkan pelanggan untuk mengirim pertanyaan, keluhan,
atau permintaan dukungan melalui surat elektronik. Ini memberikan fleksibilitas waktu bagi
pelanggan dan perusahaan untuk merespons pertanyaan dengan lebih rinci.
4. Layanan Pelanggan Melalui Media Sosial
Banyak perusahaan juga menyediakan layanan pelanggan melalui platform media sosial seperti
Twitter, Facebook, atau Instagram. Pelanggan dapat mengajukan pertanyaan, mengungkapkan
keluhan, atau mencari informasi melalui pesan langsung atau komentar.
5. Pusat Bantuan Online
Pusat bantuan online atau basis pengetahuan adalah sumber informasi yang mencakup
panduan, tutorial, dan FAQ untuk membantu pelanggan menyelesaikan masalah atau
menemukan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri tanpa perlu menghubungi langsung agen.
Ini memberikan akses cepat dan mandiri untuk informasi.
https://www.barantum.com/blog/layanan-pelanggan/
Strategi Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan yang Baik
Selain melatih karyawan, ajarkan pula strategi menghadapi pelanggan ketika berada di situasi yang
bermasalah. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam menangani pelanggan.
1. Pahami Masalah dan Dampaknya
Mulailah dengan memahami besarnya masalah yang dihadapi pelanggan serta dampaknya.
Contohnya, pelanggan bermasalah dengan produk perawatan wajah sehingga menimbulkan
alergi. Anda harus memprioritaskan masalah tersebut untuk diselesaikan segera agar
masalahnya tidak berkembang menjadi lebih serius.
2. Jangan Menunda Memberikan Solusi
Komplain atau keluhan yang diajukan harus segera diselesaikan. Apabila karyawan terbatas,
Anda dapat menyampaikan pesan otomatis di e-mail atau media sosial bahwa masalah
pelanggan langsung diselesaikan. Pelanggan akan sedikit tenang dan menunggu sampai
dilayani.
3. Tenangkan Pelanggan yang Marah
Pelanggan mengekspresikan kemarahan lantaran Anda ingin mengakui masalah mereka.
Sebelum menyampaikan solusi, tenangkan dahulu pelanggan yang marah dengan kalimat-
kalimat yang menenangkan. Berikan juga empati bahwa Anda mengerti masalah mereka dan
berniat untuk menyelesaikannya sampai tuntas.
Pelayanan Prima menurut Para Ahli
Pelayanan prima merupakan terjemahan istilah “service excellent” yang secarah harfiah berarti
pelayanan terbaik atau sangat baik. Disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar
pelayanan yang berlaku atau dimiliki instansi pemberi layanan. (Zaenal Mukarom dan Wijaya
Laksana, 2018)
Menurut Semil dalam (Zulkarnain Wildan dan Sumarsono, 2018) kata pelayanan prima dalam
bahasa inggris keseharian tidak disebut sebagai premium service, tetapi disebut dengan excellent
service (pelayanan yang unggul, baik sekali) atau service excellent (keunggulan pelayanan,
pelayanan dengan mutu yang baik sekali).
Menurut Suwithi dalam (Frimayasa & Administrasi, 2017) Pelayanan prima adalah pelayanan yang
terbaik yang diberikan kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal berdasarkan
standard dan prosedur pelayanan.
Menurut (Freddy, 2017) Pelayanan prima adalah suatu pelayanan terbaik dalam memenuhi
harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain pelayan prima merupakan suatu pelayanan
yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.
Menurut (Firmansyah, 2016) pelayanan prima adalah pelayanan yang baik dan memuaskan
pelanggan atau masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya; upaya memenuhi kebutuhan atau
permintaan; menyiapkan, mengurus yang diperlukan secara prima, sehingga pelanggan
mendapatkan sesuatu yang melebihi harapannya.
Pada dasarnya pelayanan prima merupakan rasa peduli yang ditunjukan oleh perusahaan, kepada
pelanggan produk atau pengguna jasa yang berorientasi pada peningkatan keuntungan (profit
oriented). Sementara untuk organisasi non-profit, seperti lembaga pemerintahan, pelayanan prima
merupakan sikap melayani yang ditunjukkan dengan adanya perhatian dan tindakan nyata, dengan
tujuan untuk memberi kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat luas.
Konsep Pelayanan Prima
Konsep excellent service sendiri didasari dengan konsep triple A yaitu: attitude, attention, dan
action. Akan tetapi, konsep excellent service yang baik sebenarnya didasari dengan 7A + S yang
diyakini menjadi konsep lengkap dimana tujuan dan implementasi pelayanan prima atau excellent
service dapat tercapai.
1. Attitude (Sikap)
Potret perusahaan, diawali dari kesan pertama yang ditorehkan oleh karyawan perusahaan
tersebut, terutama mereka yang berdiri di frontliner atau siapapun yang berhubungan dengan
pihak luar perusahaan. Bagaimana sikap dan pelayanan dari karyawan perusahaan, akan
menggambarkan dan memberi citra perusahaan, baik itu langsung maupun tidak langsung.
Setiap karyawan suatu perusahaan seharusnya memiliki sikap yang ramah dan menjunjung
tinggi profesionalisme pekerjaannya serta memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap
perusahaan. Itulah prinsip pelayanan prima yang pertama, memiliki, menjaga dan
meningkatkan sikap yang ramah dan profesional.
2. Ability (Kemampuan)
Meski pada awalnya bukan konsep dasar, namun di era yang semakin berkembang para
karyawan harus memiliki kemampuan (ability). Artinya, karyawan harus memiliki kemampuan
untuk melayani konsumen misalnya komunikasi, kemampuan menjual (selling), kemampuan
memecahkan masalah dengan cepat, manajemen kecemasan, hingga hal-hal yang lebih praktis
misalnya pemanfaatan teknologi informasi.
3. Attention (Perhatian)
Attention (perhatian) adalah prinsip pelayanan prima berikutnya yang wajib dimiliki semua
karyawan, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan pelanggan. Attention
merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan atau tamu, yang berkaitan dengan kebutuhan
dan keinginan pelanggan, serta pemahaman atas saran dan kritik yang diberikan. Dalam
melakukan aktivitasnya, seorang karyawan haruslah senantiasa memperhatikan dan
mendahulukan keinginan pelanggan, termasuk di dalamnya tamu perusahaan tersebut. Apalagi
jika pelanggan atau tamu tersebut sudah menunjukan tanda membutuhkan bantuan atau
pelayanan, maka seharusnya karyawan tersebut bergegas atau menunjukan atensi untuk segera
melayani dengan cepat dan baik.
4. Action (Tindakan)
Hal yang perlu dilakukan di tahap action ini adalah, melakukan tindakan nyata untuk
memastikan apa yang menjadi kebutuhan / keinginan pelanggan / tamu, jika kurang yakin dan
lebih baik lakukan konfirmasi dengan sopan. Jika diperlukan, dapat dilakukan pencatatan,
apalagi jika permintaan tersebut cukup beragam, dan jika hal ini adalah bagian dari transaksi,
maka permintaan tersebut bisa dicatat di form yang harus sudah disiapkan. Jangan lupa untuk
mengucapkan termakasih, dan tanyakan apa masih ada hal lain yang bisa dibantu, sembari
mengatupkan tangan sebagai tanda menghormati dan menghargai. Jadi menjalankan prinsip
keempat dari pelayanan prima, yaitu action sangat penting, sebagai bentuk nyata dari sebuah
kepedulian (attention).
5. Accountability (Tanggung Jawab)
Konsep pelayanan prima berikutnya adalah accountability atau tanggung jawab, yaitu sikap
keberpihakan kita kepada pelanggan / tamu / mitra kerja sebagai bentuk rasa empati dan
kepedulian kita. Sikap tanggung jawab ini jika dilaksanakan dengan benar dan sepenuh hati,
maka bisa meminimalkan terjadinya ketidakpuasan pelanggan, tamu atau mitra perusahaan.
6. Appearance (Penampilan)
Penampilan karyawan baik secara fisik maupun non fisik merefleksikan kredibilitas perusahaan,
maka dari itu penting untuk selalu menjaga penampilan ini. Standar penampilan harus dibuat
oleh perusahaan, dan setiap karyawan harus menjalankannya, apalagi saat bertemu dengan
pelanggan atau tamu.
7. Sympathy (Simpati)
Hal terakhir yang menjadi konsep dasar excellent service adalah rasa simpati. Terkadang sudah
secara profesional melakukan pelayanan prima namun karena kurangnya simpati yang dimiliki,
proses pelayanan pun tidak berjalan dengan baik. Simpati sendiri adalah sikap dimana Anda
bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.
• Mengapa Pelayanan Prima itu Penting?
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pelayanan prima merupakan salah satu kunci untuk
mendapatkan pelanggan baru, sekaligus mempertahankan pelanggan lama. Saat ini banyak
perusahaan yang menjual produk atau jasa yang serupa, namun pelayanan yang diberikan berbeda.
Hal inilah yang menjadi pembeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Dengan
kata lain, pelayanan merupakan produk utama yang harus diperhatikan.
Namun bukan berarti pelayanan prima tidak penting bagi perusahaan non-jasa. Meski hadir dalam
bentuk yang berbeda, pelayanan prima tetap jadi hal yang wajib diperhatikan sebagai penunjang
usaha, sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan tetap tinggi.
Jika sudah berhasil menjaga kepercayaan pelanggan, secara otomatis loyalitas terhadap
perusahaan akan terbentuk, hal ini bisa membuat mereka menjadi pelanggan tetap. Tidak hanya itu,
pelanggan lama berpotensi jadi media promosi paling efektif untuk mendatangkan pelanggan baru.
Membangun Pelayanan Prima
Setiap perusahaan atau organisasi tentu dapat menghadirkan pelayanan prima (excellent service)
dalam bisnisnya. Namun demikian, penting untuk dapat mengetahui bagaimana agar pelayanan
dapat dikatakan sukses.
Catherine DeVrye (1997) mengolah kata service menjadi 7 (tujuh) strategi menuju sukses, yaitu:
1. Self Esteem (memberi kepuasan pada diri sendiri)
2. Vision (visi)
3. Recover (raih/bangkit kembali)
4. Improve (melakukan peningkatan perbaikan)
5. Care (memberi perhatian)
6. Empower (memberdayakan)
7. Exceed Expectations (melampaui harapan konsumen)
Lebih lanjut, yang perlu dipahami bahwa proses mencapai pelayanan prima adalah berarti
memberikan pelayanan yang mengacu pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Definisi
kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan
dengan harapannya. Dengan asumsi bahwa jika kinerja di bawah harapan, maka pelanggan akan
merasa kecewa. Jika kinerja sesuai harapan, pelanggan akan merasa puas, dan jika kinerja melebihi
harapan maka pelanggan akan merasa sangat puas.
Harapan masyarakat atau pelanggan terhadap pelayanan prima adalah layanan dapat terus
ditingkatkan dan semakin baik (better), semakin cepat (faster), semakin baru (newer), semakin
murah (cheaper), dan juga semakin sederhana (simpler).
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan:
1. Memberikan Sapaan Ramah
Salah satu cara mudah memberikan pelayanan prima dalam sebuah perusahaan atau organisasi
adalah dengan menerapkan sapaan ramah kepada para pengunjung yang datang dan keluar.
Jadi, penyedia layanan bisa menempatkan satu pegawai di pintu masuk atau area pelayanan
yang bertugas untuk menyambut tamu yang datang. Selain menyambut, pegawai tersebut
bertanggung jawab untuk melayani pengunjung.
2. Berikan Batasan Waktu Pelayanan
3. Cara membuat pelanggan puas dan senang adalah dengan memberikan waktu tunggu yang tidak
panjang. Oleh karena itu, berikanlah batasan waktu pelayanan, contoh sejak pelanggan melakukan
pemesanan hingga makanan datang, batas waktunya adalah 10 menit. Batasan ini bisa
diinformasikan kepada pelanggan atau bisa dijadikan sebagai aturan internal saja.
4. Responsif dan Reaktif
Pastikan bahwa dalam bisnis memiliki jumlah pegawai yang cukup hingga dapat bersifat dan
bersikap responsif jika ada suatu masalah. Jangan membuat pelanggan menunggu terlalu lama
ketika membutuhkan sesuatu. Hal ini dapat dihindari dengan adanya pembagian tugas yang
detail dan jelas untuk setiap orang.
5. Lakukan Survei dan Evaluasi
Salah satu cara untuk melihat apakah pelayanan yang diberikan sudah memuaskan atau belum,
adakan survei kepada para pelanggan. Hal ini dapat dilakukan ketika pelanggan selesai
bertransaksi atau sebelum mereka keluar dari perusahaan. Selanjutnya, kumpulkan hasil survei
tersebut sehingga dapat diketahui apa saja yang sudah bagus dan perlu dipertahankan. Serta
sisi apa saja yang masih perlu dikembangkan lagi.
6. Perhatikan Penampilan
Penampilan sangat diperlukan dalam mengahadirkan pelayanan terbaik kepada para
pelanggan, karena dengan penampilan terbaik tentu dapat meyakinkan pelanggan saat
memberikan pelayanan. Misalnya karyawan untuk posisi sebagai resepsionis/frontliner harus
memiliki tutur kata yang baik, berpenampilan yang menarik, memiliki tubuh yang porposional,
dan lain-lain.
7. Kesediaan Melayani
Pegawai harus profesional atau sepenuh hati dalam melayani, sebagaimana tugasnya yang
harus siap selalu melayani pelanggan yang memang memerlukan bantuan yang berhubungan
dengan layanan atau produk yang dijual.
8. Pengetahuan dan Keterampilan
Supaya dapat melayani dengan baik, maka pegawai harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang mumpuni dalam bidang yang dikerjakannya. Misalnya petugas pelayanan
yang memiliki tingkat pendidikan atau pelatihan tertentu maka jabatannya-pun harus yang
sesuai dengan keterampilannya.
9. Tepat Waktu dan Janji
Dalam pelayanan maka pegawai dalam melakukan tugasnya jika membuat janji dengan
pelanggan harus diperhitungan terlebih dahulu, apakah waktu dan janji tersebut bisa ditepati,
misalnya mengadakan pertemuan dengan pelanggan dalam waktu kurun waktu 3 hari maka
harus dapat terpenuhi.
10. Kejujuran dan Kepercayaan
Dalam melakukan pelayanan harus memiliki aspek kejujuran dalam segala hal, baik itu jujur
dalam bentuk aturan, jujur dalam bentuk pembiayaan dan jujur dalam menyelesaikan
pekerjaan tepat pada waktunya. Jika bersikap jujur maka petugas pelayanan dapat dipercaya
dari berbagai aspek misalnya dari segi perkataannya, sikapnya, dalam melakukan bekerja, dan
lain-lain.
11. Efesien
Pelayanan kepada masyarakat atau pelanggan harus efesien dan efektif, karena pelanggan
menuntut hal-hal tersebut. Sehingga dapat menghasilkan biaya murah, waktu singkat dan
tepat, serta hasil dari pelayanan yang berkualitas.
12. Kepastian Hukum
Jika hasil dari pelayanan yang dilakukan kepada pelanggan berupa suatu keputusan, maka
harus memiliki kepastian hukum. Jika tidak memiliki kepastian hukum yang jelas maka akan
berpengaruh kepada sikap masyarakat, misalnya dalam pelayanan mengurus surat-surat
berharga jika ditemukan ketidakpastian hukum maka akan berpengaruh kepada kredibilitas
perusahaan atau pelayanan tersebut.
13. Keterbukaan
Setiap urusan atau kegiatan yang memperlakukan ijin, maka keterbukaan perlu dilakukan. Sikap
keterbukaan itu akan berpengaruh pada kejelasan informasi kepada masyarakat atau
pelanggan.
14. Biaya
Dalam pelayanan perlu penentuan pembiayaan yang wajar. Oleh karena itu biaya harus
disesuaikan dengan daya beli masyarakat, harus transparan, dan sesuai peraturan.
15. Tidak Rasial
Dalam melakukan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan ras, suku, agama dan politik,
pelayanan harus dilakukan secara merata.
16. Kesederhanaan
Prosedur atau tata cara pelayanan kepada para pelanggan harus dipermudah dan tidak
berbelit-belit dalam pelaksanaannya.
Pelayanan prima adalah hal yang paling penting dalam bisnis atau usaha, terutama jika bisnis
tersebut di bidang jasa. Menghadikan pelayanan prima dapat dimulai dari memilih pegawai atau
karyawan terbaik dan menerapkan SOP yang sesuai dengan budaya perusahaan dan juga harus
berorientasi pada kepuasan pelanggan.
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-sulseltrabar/baca-artikel/15009/Apa-itu-Pelayanan-Prima.html
• Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan
Deskripsi Unit : Unit ini berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dituntut
untuk memberikan jasa pelayanan dengan mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan.
KRITERIA UNJUK KERJA
• Pengetahuan
• Keterampilan
• Sikap Kerja
1. Memahami konsep pelayanan prima dan prinsip-prinsip pelayanan
1.1 Informasi pelayanan yang tersedia dipilih dan diberikan sesuai kebutuhan yang diinginkan
Prosedur pemberian informasi kepada pelanggan
Memberikan informasi kepada pelanggan sesuai kebutuhan
Memberikan informasi kepada pelanggan sesuai kebutuhan dengan tepat dan benar
1.2 Prinsip-prinsip pelayanan prima dipahami dan diterapkan di unit kerja sesuai dengan SOP
• Menerapkan prinsip-prinsp pelayanan prima
• Menerapkan prinsip-prinsp pelayanan prima sesuai dengan SOP
2. Memahami unsur-unsur kualitas pelayanan prima
2.1 Unsur-unsur kuallitas pelayanan prima dipahami secara cermat dan tepat
2.2 Kualitas pelayanan pelanggan dijaga dan ditingkatkan secara efektif dan efisien
MKualitas pelayanan prima
enerapkan unsur-unsur kualitas pelayanan prima
Prosedur penerapan kualitas pelayanan pelanggan
Melakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan pelanggan secara berkesinambungan
• 3. Memberikan pelayanan kepada pelanggan
1.1 Kebutuhan pelayanan diidentifikasi secara tepat, efektif dan efisien sesuai SOP
• Kebutuhan pelanggan
• Jenis produk layanan
• Kualitas layanan
• Memberikan layanan sesuai kebutuhan pelang-gan
• Melakukan pemenuhan kebutuhan pelanggan
Menerapkan unsur-unsur kualitas pelayanan prima dengan cermat dan tepat Melakukan
peningkatan terhadap kualitas pelayanan pelanggan secara berkesinambung-an sesuai dengan
kebutuhan perusahaan Menunjukkan kemampuan sikap layanan yang sesuai dengan kebutuhan
pelayanan
1.2 Keluhan pelanggan Proses penanganan keluhan
• ditangani secara baik dan pelanggan tepat sesuai dengan prosedur perusahaan
•Penget ahuan
• Keterampilan
• Melakukan prosedur Mengatasi keluhan keluhan pelanggan sesuai dengan kebijakan perusahaan
Mengambil tindakan untuk mengatasi keluhan pelanggan
KRITERIA UNJUK KERJA
Pengetahuan
1.3 Hubungan dengan pelanggan dibangun untuk memberikan pelayanan yang maksimal sesuai
dengan kebutuhan pelanggan
1.4 Bahasa dan sikap yang baik dan benar digunakan Keterampilan
Cara membangun hubungan Melakukan baik yang profesional dengan hubungan pelanggan
profesional dan Pengetahuan, Keterampilan.
peningkatan Melakukan peningkatan baik dan hubungan baik dan kepada pelang- profesional
kepada pelanggan sesuai SOP
Prosedur penggunaan bahasa Menggunakan bahasa dan sikap sikap yang sesuai Asesmen Sikap
Kerja dan Menggunakan bahasa dan sikap yang sesuai dengan sopan dan ramah Asesmen
BATASAN VARIABEL
1. Unit ini berlaku di seluruh sektor industri barang dan jasa.
2. Khususnya pelayanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang berkaitan dalam
mempromosikan hasil produksi atau pelayanan jasa unit kerja secara rutin
3. Negosiasi dan pembuatan kontrak termasuk namun tidak terbatas kepada :
3.1 Perusahaan
3.2 Perjanjian
3.3 Kontrak Sewa
3.4 Negosiasi harga
3.5 Perjanjian Pemasaran
4. Penelitian resmi dan tak resmi pada kebutuhan pelanggan bisa termasuk tetapi tidak terbatas pada :
4.1 Berbicara dengan pelanggan
4.2 Penelitian kualitas dan jumlah
4.3 Mendapatkan umpan balik dari rekan kerja di bagian pengantaran
4.4 Menganalisa persaingan di luar
4.5 Menganalisa kecenderungan pasar dan industri
PANDUAN PENILAIAN
1. Pengetahuan dan Keterampilan Pendukung :
1.1 Untuk menunjukkan kemampuan, bukti pengetahuan dan keterampilan diperlukan bidang –
bidang sebagai berikut :
1.1.1 Pengetahuan pendukung
1.1.2 Konsep-konsep pelayanan prima dan prinsip-prinsip dasar pelayanan
1.1.3 Unsur-unsur dari pelayanan prima
1.1.4 Kualitas pelayanan prima
Harus diperhatikan bagaimana mengembangkan pelatihan untuk memenuhi
persyaratan unit ini. Bagi pelatihan kejuruan yang umum, organisasi sebaiknya
memberikan pelatihan yang mempertimbangkan konteks industri secara menyeluruh
tanpa bias pada sektor tertentu. Variasi Situasi akan dapat membantu dalam hal ini.
Pelatihan untuk sektor tertentu materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan
sektor tersebut.
3. Aspek Penting untuk Penilaian :
Aspek yang harus diperhatikan :
3.1 Kemampuan untuk melakukan negosiasi bisnis
3.2 Pemahaman tentang situasi dan kondisi industri
3.3 Pemahaman tentang perjanjian
3.4 Kemampuan untuk mengembangkan pendekatan-pendekatan proaktif untuk
peningkatan dari pelayanan pelanggan dalam konteks industri bisnis pada
umumnya
3.5 Pengetahuan prinsip/dasar dari kualitas jasa.
Web: file:///C:/Users/Owner/Downloads/SKKNI%20OTP.pdf

ADM.PK01.004.01 Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan.pptx

  • 1.
    Memberikan Pelayanan kepadaPelanggan • A. Pelayanan 1. Pengertian Pelayanan Secara sederhana istilah pelayanan (service) bisa diartikan sebagai melakukan sesuatu bagi orang lain.1 Sedangkan secara umum pelayanan adalah setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, melalui pelayanan ini keinginan dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Pelayanan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam memasarkan produk, dimana pelayanan yang baik akan menimbulkan perasaan puas bagi konsumennya. Pelayanan yang dimaksud itu adalah kegiatan yang dilaksanakan atau diselenggarakan oleh organisasi yang menyangkut kepentingan dari pihak konsumen yang akan menimbulkan kesan tersendiri. Menurut kamus besar bahasa indonesia pengertian pelayanan adalan membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang.3 Sedangkan pengertian pelayanan usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau program kepada konsumen, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.4
  • 2.
    • Menurut FandyTjiptono dalam bukunya yang berjudul “prinsip- prinsip total quality service” mengatakan bahwa ada tiga kunci dalam memberikan pelayanan pelanggan yang unggul, pertama, kemampuan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kedua, pengembangan dibatasi yang lebih akurat dari pada pesaing. Ketiga, pemanfaatan informasi-informasi yang diperoleh dalam riset pasar dalam suatu kerangka strategi.5 • Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Ada dua faktor yang utama yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu expected servis dan perceived. Apabila pelayanan yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapakan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika pelayanan yang diterima melebihi harapan pelanggan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sebagai kualitas pelayanan yang ideal. Pelayanan yang diterima lebih rendah dari pada harapan pelanggan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk. Dengan demikian baik tidaknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan-kemampuan penyediaan layanan dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten. Parasuraman, Zeith dan Berry seperti dikutip oleh bilson • Pelayanan yang diterima lebih rendah dari pada harapan pelanggan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk. Dengan demikian baik tidaknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan-kemampuan penyediaan layanan dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten. Parasuraman, Zeith dan Berry seperti dikutip oleh bilson simaromo.
  • 3.
    Ada beberapa kualitasjasa pelayanan berikut ini akan memeberikan jawaban terhadap jasa pelayanan terdapat 5 (lima) factor utama penentu kualitas pelayanan. Selanjutnya kelima demensi tersebut dijadikan pedoman untuk mengetahui kualitas pelayanan, diantaranya: a. Tangible (bukti nyata), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa yang meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang dan lain sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi) serta penampilan karyawannya. b. Reliability (keandalan), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan segera, akurat dan memuaskan. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan. c. Responsiveness (ketanggapan), yaitu suatu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan dengan penyampaian informasi yang jelas.
  • 4.
    d. Assurance (jaminan),yaitu mencakup pengetahuan, kesopansantunan dan kemampuan sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para karyawan, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Assurance terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan (security), kompetensi (competence) dan sopan- santun (courtesy). e. Empaty (kepedulian), yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual antar pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggaan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan. Yang diperlukan untuk menciptakan kenyamanan bagi pelanggan Definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pelayanan merupakan suatu kinerja yang tidak berwujud dan cepat hilang, dimana pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut. Namun kondisi cepat atau lambatnya pertumbuhan jasa sangat tergantung pada penilaian pelanggan terhadap kinerja atau penampilan yang ditawarkan oleh produsen
  • 5.
    Menurut Tjiptono, (2001:142)ada macam- macam karakteristik pelayanan merupakan pengertian dasar dari apa yang disebut jasa pelayanan dijelaskan sebagai berikut: a. Tak Berwujud Pelayanan adalah suatu hasil yang tidak dapat dilihat, secara tak berbentuk nyata tetapi dapat dirasakan hasilnya. Hal ini merupaka ciri yang khas dari jasa dan pelaksanaannya dapat menggunakan suatu mediatergantung dari pelayanan jasa yang akan dilakukan terhadap konsumen agar tertarikpada suatu hal yang ditawarkan.7 b. Tak dapat dipisahkan Pelayanan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari elemen-elemen yang berbentuk yaitu objek yang dapat membantu terciptanya pelayanan tersebut. c. Kurangnya daya tahan Dalam bidang pelayanan jasa, masalah yang diberikan terhadap suatu keadaan untuk dapat mencapai tujuan yang direncanakan sangatsulit. Karena menurut perubahan- perubahan yang terjadi dengaan penambahan kualitas pelayanan yang cenderung meningkat. Hubungan dengan permintaan sangatlah tergantung dari pelayanan itu sendiri, secara jelas dinyatakan bahwa semakin giat melakukan peningkatan pelayanan terhadap konsumen maka kemungkinan peningkatan dalam permintaan akan meningkat dengan baik pula.
  • 6.
    d. Bervariasi Ada kalanyasyistem yang digunakan tidak dapat menjalankan pelayanan secara penuh dikarenakan ketidak jelasan dari syistem pemasaran yang ada dilingkungan tersebut sehingga dapat dilakukan dengan penyesuaian produk yang ditawarkan dengan lingkungan sekitar.9 2. Bentuk- Bentuk Pelayanan Pelayanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu : layanan dengan lisan layanan dengan tulisan, layanan dengan perbuatan : a. Layanan dengan lisan Layanan dengan lisan dilakukan oleh petugas-petugas dibidang hubungan masyarakat, layanan informasi dan bidang-bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan. Agar supaya layanan lisan berhasilsesuai dengan yang diharapkan, ada syarat-syarat yang harus oleh pelaku layanan, yaitu: 1. Memahami benar masalah-masalah yang termasuk dalam bidang tugasnya.
  • 7.
    2. Mampu memberikanpenjelasan apa yang perlu dengan lancarsingkat tetapi cukup jelas sehingga memuaskan bagi mereka yang ingin memperoleh kejelasan mengenai sesuatu. 3. Bertingkah laku sopan dan ramah tamah. b. Layanan dengan tulisan Layanan dengan tulisan merupakan bentuk layanan yang paling menonjol dalam pelaksanaan tugas. Tidak hanya dalam segi jumlah tetapi juga dalam segi peranannya. Pada dasarnya pelayanan melalui tulisan cukup efisien terutama layanan jarak jauh karena faktor biaya. Agar layanan dalam bentuk tulisan dapat memuaskan pihak yang dilayani, satu hal yang dapat diperhatikan adalah faktor kecepatan, baik dalam pengelohan masalah maupun dalam proses penyelesaiannya.layanan tulisan terdiri dari dua golongan, yaitu: 1. Layanan berupa petunjuk, informasi dan yang sejenis ditujukkan kepada orang-orang yang berkepentingan, agar memudahkan mereka dalam berurusan dengan instansi atau lembaga. 2. Layanan berupa reaksi tertulis atas permohonan, laporan, keluhan, dan pemberian/penyerahan, pemeberitahuan. c. Layanan dengan perbuatan Dilakukan oleh sebagian besar kalangan menengah dan bawah. Karena itu faktor keahlian dan keterampilan petugas tersebut sangat menetukan hasil perbuatan atau pekerjaan
  • 8.
    Dalam kenyataan sehari-hari jeniis layanan ini memang tidak terhindar dari layanan lisan, jadi antar layanan perbuatan dan layanan lisan sering bergabung. Hal ini disebabkan karena hubungan lisan paling banyak dilakukan dalam hubungan pelayanan secara umum (kecuali yang khusus dilakukan melalui hubungan tulisan, karena faktor jarak). Selanjutnya sehubung dengan faktor kualitas hasil pekerjaan, perlu diperhatikan tiga hal penting seperti berikut.: a. Adanya kesungguhan dalam melakukan pekerjaan dalam motif mulia, yaitu ikhlas kerana Allah semata-mata. b. Adanya keterampilan khusus untuk mengenai pekerjaan. Untuk itu pekerjaan harus memiliki yang disyaratkan, atau jika belum memiliki harus terlebih dahulu mendapatkan pendidikan/latihan yang sepadan c. Disiplin dalam hal, prosedur dan metode yang telah ditentukan.
  • 9.
    • 3. Ciri- Ciri Pelayanan Yang Baik Pengertian pelayanan yang baik adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan standar yang telah ditetapkan. Adapun ciri-ciri pelayanan yang baik adalah sebagai berikut: a. Tersedianya sarana dan prasarana yang baik Pelanggan ingin dilayani secara prima, oleh karena itu untuk melayani pelanggan salah satu yang paling penting diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang tersedia. b. Tersedia karyawan yang baik Kenyamanan pelanggan juga tergantung dari karyawan yang melayaninya. Karyawan harus ramah, sopan dan menarik. Disamping itu karyawan harus cepat tanggap, pandai bicara, menyenangkan serta pintar dan dalam bekerja dalam bidangnya c. Bertanggung jawab kepada pelanggan Dalam menjalankan kegiatan pelayanannya setiap karyawan harus mampu melayani dari awal sampai tuntas atau selesai. pelanggan akan merasa puas jika karyawan betanggung jawab terhadap pelayanan yang diberikannya.
  • 10.
    d. Mampu melayanisecara cepat dan tepat Dalam melayani pelanggan diharapkan karyawan dapat melakukan sesuai prosedur, layanan yang diberikan sesuai jadwal untuk pekerjaan tertentu dan jangan membuat kesalahan dalam arti pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pelanggan. e. Mampu berkomunikasi Para karyawan harus mampu berbicara dengan baik dan cepat memahami keinginan pelanggannya. Artinyapara karyawan harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. f. Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi Menjaga rahasia perusahaan sama artinya dengan menjaga rahasia pelanggan. Oleh karena itu, karyawan harus mam menjaga rahasia pelanggan terhadap siapa pun. Rahasia perusahaan merupakan ukuran kepercayaan pelanggan kepada perusahaan. g. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik Setiap karyawan harus memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. Karena karyawan selalu berhubungan dengan pelanggan, maka para karyawan tersebut dididik khusus mengenai kemampuan dan pengetahuannya untuk menghadapi pelanggan atau kemampuan dalam bekerja.
  • 11.
    h. Berusaha memahamikebutuhan pelanggan Karyawan harus cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh pelanggannya. Para karyawan yang lamban akan membuat pelanggan lari, usahakan mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan. i. Mampu memberikan kepercayaan kepada nasabah Kepercayaan calon pelanggan kepada perusahaan mutlak diperlukan sehingga calon pelanggan mau menjadi pelanggan perusahaan yang bersangkutan. Demikian pula untuk menjaga pelanggan yang lama agar tidak lari maka perlu dijaga kepercayaannya. Semua ini melalui pelayanan petugas costomer service khususnya dan seluruh karyawan perusahaaanumumnya. Selanjutnya pelayanan yang tidak baik meliputi: a. Sikap kasar dan sombong. b. Tidak memiliki pengetahuan tentang barang. c. Makan atau ngobrol dengan teman sambil melayani. d. Bermuka masam. e. Membedakan pembeli.
  • 12.
    Agar pelayanan kepadamasyarakat dapat berjalan sebagai mestinya maka perlu adanya faktor- faktor pendukung pelayanan yang memadai. Terdapat beberapa faktor pendukung pelayanan yang penting yaitu: a. Faktor kesadaran petugas yang berkecimpung dalam pelayanan, kesadaran disini berfungsi sebagai acuan dasar yang melandasi pada perbuatan atau tindakan yang berikutnya. b. b. Faktor aturan yang menjadi landasan kerja pelayanan yaitu merupkan perangkat penting dalam segala tindakan dan perbuatan orang. c. c. Faktor organisasi yang meliputi pengaturan struktur organisasi yang menggambarkan hirarki pertanggung jawab, pembagian kerja yang berdasarkan keahlian dan fungsinya. d. Faktor pendapatan yang meliputi gaji yang dapat menggairahkan semangat kerja yang tinggi. e. Faktor kemampuan atau keterampilan kerja dapat ditingkatkan dengan bimbingan dan petunjuk-petunjuk kerja. f. Faktor sarana pelayanan yang meliputi peralatan, perlengkapan dan juga tersdianya fasilitas pelayanan yang meliputi gedung dengan segala kegiatannya, fasilitas komunikatif dan fasilitas lainnya. Keenam faktor pendukung pelayanan tersebut masing-masing mempunyai peranan berbeda tetapi saling berpengaruh satu sama lainnya dan akan terwujud pelaksanaan pelayanan yang baik.
  • 13.
    B. Pelayanan DalamPandangan Islam Mengenai pelayanan dalam hubungannya dengan kerja atau bisnis, Islam telah mengetahui bahwa setiap orang maupun organisasi memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik. Pelayanan yang berkualitas adalah apabila yang dikerjakan seseorang untuk orang lain menimbulkan rasa tentram dan yang memberikan implikasi baik terbentuknya hubungan dalam rangka mempererat tali silaturrahmi diantara kedua belah pihak. Sebab dengan melalui perantasa bisnis diantara pihak perusahaan dengan pelanggannya tidak hanya kerjasama saling mencari keuntungan semata, namun dibalik itu ada nilai kebersamaan untuk saling menjaga jalinan kerjasama yang terbangun dengandiikat oleh tali persaudaraan. C. Pengertian Kepuasan Pelanggan Pu as artinya merasa senang (lega, gembira, kenyang, karena sudah terpenuhi hasrat hatinya). Ke.pu.as.an yang bersifat puas yaitu kesenangan, kelegaan.20 Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan keinginan individu, makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan tersebut.
  • 14.
    Kepuasan merupakan evaluasiyang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puasnya. Teori tentang kepuasan kerja yang cukup dikenal adalah: 1. Teori ketidaksesuaian yaitu mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisish antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan. 2. Teori keadilan yaitu mengemukakan bahwa orang yang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung pada ada atau tidak adanya keadilan dalam suatu situasi, khususnya situasi kerja. (QS al-Ma’idah) 3. Teori dua faktor yaitu kepuasan kerja dan ketidak puasan kerja. Philip katler menyatakan kepuasan adalah tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan antara hasil kerja produk/ jasa yang diterima dengan apa yang diharapakan. Engle menyatakan kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purnabeli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya memberikanb hasil sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidak puasan timbul apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan pelanggan.
  • 15.
    Irawan berpendapat bahwakepuasan konsumen adalah hasil akumulasi dari konsumen atau konsumen dalam menggunakan produk dan jasa.23 Oleh karena itu setiap pengalaman baru, akan memberikan pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian, kepuasan konsumen mempunyai dimensi waktu karena hasil akumulasi. Karena itu, siapapun yang terlibat dalam urusan kepuasan konsumen/pelanggan, ia telah melibatkan diri dalam urusan jangka panjang. Upaya memuaskan konsumen/ pelanggan adalah pengalaman panjang yang tidak mengenal batas akhir Tjiptono mengumukakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumesi suatu produk atau jasa. Sumarwan mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan dan ketidak puasan pelanggan merupakan dampak dari perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan sesungguhnya diperoleh konsumen dari produk yang dibeli tersebut. Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa jika kinerja yang dirasakan memenuhi harapan, konsumen akan merasa puas. Jika kinerja yang dirasakan melebihi harapan, konsumen amat puas dan senang. Harapan pelanggan dapat bersumber dari berbagai hal, seperti dari pengalaman pembeli atau pengguna sebelumnya, teman, dan informasi lainnya. Kepuasan pelanggan dapat menciptakan loyalitas atau citra yang tinggi bagi pelanggan.
  • 16.
    Kepuasan pelangan merupakanevaluasi purna beli dimna alternatif yang dipilih sekurang- kurangnya sama atau melampaui harapan pelanggan sedangkan ketidak puasan akan timbul apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan pelanggan. Perusahaan dituntut untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta berusaha memenuhi harapan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskn dari pada yang dilakukan pesaing. Tujuan dari setiap bisnis adalah untuk menciptakan para pelanggan merasa puas. Kualitas jasa yang unggul dan konsisten dapat menumbuhkan kepuasan pelanggan dan akan memberikan berbagai manfaat, seperti: a. Hubungan perusahaan dan para pelanggan menjadi harmonis b. Dasar yang baik bagi pembelian ulang c. Dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan d. Membentuk rekomendasi dari mulut kemulut yang menguntungkan bagi perusahaan e. Reputasi perusahaan menjadi baik dimata pelanggan, dan f. Laba yang diperoleh dapat meningkat
  • 17.
    • Kepuasan pelangganmerupakan respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dengan kinerja actual yang dirasakannya setelah pemakaian. Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga, dan faktor- faktor yang bersifat pribadi serta situasi sesaat. Sisi positif dari harapan (expetation) seseorang menunjukan rasa percaya pada sesuatu (produk/jasa) yang secara ekonomis dapat memberikan keberhasilan, kompeten dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan seseorang dapat mendorong tumbuhnya dorongan untuk memenuhi kesenjangan antara keinginan yang ideal dengan yang aktual diterima, yang secara subjektif berhubungan dengan penilaian, perasaan puas atau tidak puas. 1. Kepuasan konsumen (pelanggan) Tujuan utama dari strategi pemasaran yang dijalankan adalah untuk meningkatkan jumlah konsumen bertambah cukup signifikan dari waktu, sedangkan secara kuantitas secara kualitas aratinya konsumen yang dapat merupakan konsumen yang produktif yang mampu memberikan laba bagi perusahaan.
  • 18.
    Prakteknya apabila konsumenpuas atas pelayanan yang diberikan, maka ada dua keuntungan yang diterima perusahaan. a. Konsumen yang lama akan dapat dipertahankan ( tidak lain ke perushaan yang lain) atau dengan kata lain konsumen loyal kepada perusahaan. Hal ini sama seperti yang dikemukakan oleh Derek dan Rao yang mengatakan kepuasan konsumen secara keseluruhan akan menimbulkan loyalitas pelanggan. b. Kepuasan nasabah lama akan menular kepada konsumen baru, dengan berbagai cara, sehingga mampu meningkatkan jumlah konsumen. Seperti yang dikemukakan Richens yang mengatakan kepuasan pelanggan dengan cara memberikan rekomendasi atau memberitahu akan pengalamannya yang menyenangkan tersebut dan merupakan iklan dari mulut ke mulut. ika cara seperti diatas dapat terus dipertahankan, maka tujuan perusahaan akan dapat tercapai dengan tidaj terlalu sulit. Memang dalam pelaksanaan dilapangan tidak terlalu mudah, mengingat prilaku konsumen yang beragam. Akan tetapi stiap perusahaan memiliki standar pelayanan yang harus dipenuhi guna melayani konsumen.
  • 19.
    2. Pengukuran KepuasanPelanggan Dapat dilakukan melalui empat sarana, yaitu: a. Sistem keluhan dan usulan Artinya, seberapa banyak keluhan atau komplain yang dilakukan konsumen dalam satu periode, makin banyak berarti semakin kurang baik demikian pula sebaliknya. b. Survei kepuasan konsumen Dalam hal ini perusahaan perlu secara berkala melakukan survei baik melalui wawancara maupun koesioner tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan tempat konsumen melakukan selama ini. c. Konsumen samaran Perusahaan dapat mengirim karyawannya atau melalui orang lain untuk berpura-pura menjadi konsumen guna melihat pelayanan yang diberikan oleh karyawan secara langsung, sehingga terlihat jelas bagaimana karyawan melayani konsumen sesungguhnya.
  • 20.
    d. Analisis mantanpelanggan Dengan melihat catatan konsumen/pelanggan yang pernah menjadi konsumen guna mengetahui sebab-sebab mereka tidak lagimenjadi konsumen lagi. 3. Dasar- Dasar Pelayanan Pelanggan a. Berpakaian dan berpenampilan rapi dan bersih Artinya ia harus mengenakan baju dan celana yang sepadan dengan kombinasi yang menarik. Berpakaian tidak kumal, terkesan pakaian yang dikenankan benar-benar memikat pelanggan b. Percaya diri, bersikap akrab, dan penuh dengan senyuman. Dalam melayani pelanggan tidak ragu-ragu, yakin dan percaya diri yang tinggi, juga harus bersikap akrab seolah-olah sudah kenal lama. Dalam melayani pelanggan kita harus lah murah senyum dengan raut muka yang menarik hati serta tidak dibuat- buat. c. Menyapa dengan lembut dan berusaha menyebutkan nama jika kenal. Pada saat pelanggan datang kita harus segera menyapa dan kalau sudah pernah bertemu sebelumnya usahankan menyapa dengan menyebut namanya, namun juka belum kenal menyapa dengan sebut Bapak/Ibu, apa yang dapat kami bantu, (berusahalah menghafal nama dan suara pelanggan).
  • 21.
    d. Tenang ,sopan,hormat, serta tekun mendengarkan setiap pembicaraan. Usahakan pada saat melani pelanggan dalam keadaan tenang, tidak terburu-buru, sopan santun dalam bersikap, menghormati serta berusaha memahami keinginan pelanggan. e. Brbicara dengan bahasa yang baik dan benar. Artinya dalam komunikasi dengan pelanggan gunakan bahasa Indonesia yang benar atau bahasa daerah yang benar pula. Suara yang digunakan harus jelas dalam arti mudah dipahami dan jangan menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami oleh pelanggan. f. Bergairah dalam melayani pelanggan dan tunjukan kemampuan. Dalam melayani pelanggan jangan terliat loyo, lesu,atau kurang semangat. Tunjukan layanan prima seolah-olah anda memang sangat tertarik dengan keinginan dan kemauan pelanggan. g. Jangan menyelah dan memotong pembicaraan. Pada saat pelanggan sedang berbicara usahakan jangan memotong atau menyelah pembicaraan. Kemudian hindari kalimat yang bersifat teguran atau sindiran yang dapat menyinggung perasaan pelanggan.
  • 22.
    h. Mampu meyakinkanpelanggan serta memberikan kepuasan. Setiap pelayanan yang diberikan harus mampu meyakinkan pelanggan dengan argumen-argumen yang masuk akal dan juga harus mampu memberikan kepuasan atas pelayanan yang diberikan. D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Kepuasan pelanggan pada dasarnya merupakan suatu yang sangat relatif dan subyektif. Bisa jadi dengan kualitas pelayanan yang sama dinilai oleh orang yang sama namun dirasakan berbeda. Kondisi ini bisa saja terjadi apabila pelanggan sedang dalam kondisi psikologi yang berbeda. Namun diantara banyak faktor yang memperngaruhi kepuasan pelanggan ada beberapa faktor yang dapat dianalisa secara langsung mempengaruhi kepuasan pelanggan. Berikut terdapat lima faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah: a. Kualitas Produk Pelanggan akan puas jika setelah membeli dan menggunakan produk tersebut, ternyata kualitas produknya baik. Kualitas produk ini adalah dimensi yang global dan paling tidak ada 5 elemen dari kualitas produk yaitu performance, durability, feature, consistency, dan design.
  • 23.
    b. Harga Untuk pelangganyang sensitif, biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka mendapatkan value money yang tinggi. Komponen ini sangat penting bagi beberapa perusahaan yang ingin menciptakan kepuasan konsumen. c. Kualitas Pelayanan Service quality sangat bergantung pada tiga hal, yaitu sistem, teknologi dan manusia. Faktor manusia ini memegang kontribusi sebesar 70%. Tidak heran kepuasan terhadap kualitas pelayanan biasanya sulit ditiru. d. Faktor Emosi Dimana pelanggan merasa puas terhadap produk tertentu walaupun mungkin dengan harga mahal, namun mampu menimbulkan rasa lebih puas karena emotional value yang diberikan oleh brand dari produk tersebut. e. Biaya dan kemudahan mendapatkan produk Pelanggan akan semakin merasa puas apabila biaya dan produk yang diperoleh relatif mudah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan
  • 24.
    Sebagai konsumen merasapuas kalau ia memperoleh barang yang sangat dibutuhkan atau yang diinginkan. Sebagian lagi beranggapan bahwa kepuasan terletak pada barang yang harganya relatif murah dari merek atau barang lainnya. Sedangkan ada juga konsumen yang beranggapan bahwa kepuasan terletak apabila orang lain tidak bisa memilikinya. Bahwa ada juga yang beranggapan kepuasan timbul apabila semakin banyak orang yang memiliki barang tersebut. Jadi kepuasan konsumen sangat komplek penilaiannya. Konsumen tidak saja diartikan sebagai pihak yang mengkonsumsi suatu produk, melainkan setiap orang yang memerlukn jasa demikian akan timbul terminology konsumen internal dan eksternal. Konsumen internal adalah konsumen yang berada dilingkungan perusahaan. Konsumen itu sendiri terdiri dari para karyawan dan para pemakai. Konsumen iksternal merupakan setiap pihak diluar perusahaan membutuhkan jasa perusahaan. Keseluruhan konsumen ini harus memperoleh kepuasan yang diharapkan mereka ketika berhubungan, baik dengan perusahaan maupun dengan produk.
  • 25.
    Adapun penyebab ketidakpuasan pelanggan menurut Tjiptono adalah30: a. Tidak sesuai harapan dengan kenyataan b. Layanan selama proses menikmati jasa atau produk tidak memuaskan c. Prilaku personel kurang memuaskan d. Suasana dan kondisi fisik lingkungan tidak menunjang e. Cost terlalu tinggi, karena jarak terlalu jauh, banyak waktu terbuang dan harga tidak sesuai f. Promosi/iklan terlalu muluk, tidak sesuai dengan kenyataan Perwujudah kepuasan pelanggan memang tidak dapat dipungkiri, harus merupakan komitmen bersama secara total. Artinya bahwa tidak ada seorangpun dalam perusahaan yang boleh mengabaikan hal itu. Oleh sebab itu kepuasan pelanggan harus dikelola dengan baik.
  • 26.
    Menurut Ahmadi Mirudan Sutarman Yodo, tanggung jawab pelaku usaha meliputi tanggung jawab ganti kerugian atas kerusakan, pencemaran, dan atas kerugian konsumen, maka berdasarkan hal tersebut produk barang dan atau jasa yang cacat bukan dasar satu-satunya pertanggung jawaban pelaku usaha. Hal ini berarti tanggung jawab pelaku usaha meliputi segala kerugian yang dialami konsumen. Dan ganti kerugian yang dimaksudkan untuk memulihkan keadaan yang telah menjadi rusak (tidak seimbang) akibat adanya penggunaan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi harapan konsumen. Hal ini sangat terkait dengan penggunaan jasa yang telah merugikan konsumen, baik yang berupa kerugian materi maupun kerugian yang menyangkut diri (sakit, cacat, bahkan kematian) konsumen.Untuk meralisasikannya tentu saja diselesaikan dengan cara damai (diluar pengadilan) maupun diselesaikan melalui pengadilan. berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang PerlindunganKonsumen adalah pelaku usaha harus bertanggung jawab atas jasa yangdijual. Bentuk tanggung jawab ini dapat berupa pemberian ganti rugi ataskerusakan, pencemaran, dan atau kerugian konsumen akibatmengkonsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkannya atau diperdagangkan.
  • 27.
    Cara Menghadirkan PelayananTerbaik Bagi Pelanggan Pelayanan terbaik dimulai dari pembekalan dari perusahaan kepada seluruh karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Anda dapat menerapkan cara di bawah ini untuk menghadirkan pelayanan prima dalam bisnis 1. Responsif dan Solutif Pelanggan pasti mencari karyawan yang siap sedia ketika terjadi masalah. Karyawan harus segera memberikan solusi ketika pelanggan mengalami masalah. Pelayanan makin lancar jika Anda menyediakan karyawan yang cukup untuk melayani pelanggan.​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ 2. Bersikap Ramah Sikap ramah merupakan kunci untuk memenangkan hati pelanggan. Keramahan ini tidak sekadar ditunjukkan melalui sapaan, namun ada banyak hal lain seperti nada bicara, tutur kata, dan senyum terhadap pelanggan 3. Keterbukaan Kegiatan operasional bisnis tidak jarang mengalami error yang tidak disengaja sehingga memengaruhi kepuasan pelanggan. Anda harus mencoba untuk terbuka dan menjelaskan dengan sopan mengenai masalah yang dialami oleh bisnis kepada pelanggan supaya mereka mengetahui akar masalahnya.
  • 28.
    Dari ke empathak dasar konsumen tersebut diatas, dijabarkan ke dalam pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, menjadi 9 hak konsumen Indonesia, yaitu : 1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; 2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; 3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; 4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan; 5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; 6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; 7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak 8. Hak untuk mendapatkan dispensasi, ganti rugi dan/atau penggantian jika barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
  • 29.
    9. Hak-hak yangdiatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang lain. Di samping hak-hak tersebut diatas, terdapat juga hak-hak yang dirumuskan dalam pasal 7 Undang- Undang Tentang Perlindungan Konsumen yang mengatur tentang kewajiban pelaku usaha. Kewajiban dan hak merupakan antinomi dalam hukum, sehingga kewajiban pelaku usaha dapat dilihat sebagai hak konsumen. Kewajiban pelaku usaha, antara lain : 1. Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya; 2. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan,perbaikan, dan pemeliharaan; 3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; 4. Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku; 5. Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang ang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
  • 30.
    6. Memberi kompensasi,ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan; 7. Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian. https://repository.uin-suska.ac.id/6578/4/BAB%20III.pdf
  • 31.
    Untuk mengetahui bagaimanakahtanggung jawab pelaku usahamemberikan ganti rugi atas kerusakan barang kepada konsumen, makadiperlukan pemahaman secara normatif mengenai bentuk-bentukpertanggungjawaban oleh pelaku usaha terhadap konsumen yang merasadirugikan akibat adanya kerusakan barang. perlindungan konsumen dalamhukum ekonomi Islam itu tidak lepas dari sumber-sumber hukum danproses penggandaan. Serta berbagai kemungkinan yang terjadi akibat daripenyalahgunaan kelemahan konsumen. Perlindungan konsumen ini tidak semata-mata hanya perlindungan fisik, melainkan juga hak yang bersifat abstrak tersebut, maka dikenal ada 4 hak dasar konsumen, yaitu : 1. hak untuk mendapatkan keamanan. 2. hak untuk mendapatkan informasi. 3. hak untuk memilih. 4. hak untuk didengar.
  • 32.
    4. Penampilan yangRapi Karyawan merupakan representasi bisnis, karena pelanggan akan menilai sebuah produk dari saat pertama pengenalan. Pastikan mereka berpakaian rapi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan. Contohnya, berseragam rapi, rambut tidak awut-awutan, dan sebagainya. https://www.astra-daihatsu.id/berita-dan-tips/cara-memberikan-pelayanan-terbaik
  • 33.
    Apa itu LayananPelanggan? Layanan pelanggan atau customer service adalah profesi yang berperan penting untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan pada saat sebelum, selama, atau setelah pembelian produk atau jasa. Tujuan utama layanan pelanggan adalah membangun hubungan positif antara perusahaan dan pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memastikan bahwa pelanggan merasa didengar dan dihargai. Layanan ini dapat mencakup berbagai saluran komunikasi, termasuk panggilan telepon, obrolan langsung, surel, dan media sosial. Pentingnya agen tidak hanya terletak pada penyelesaian masalah atau pertanyaan pelanggan. Namun, juga pada pembentukan citra positif perusahaan dan membangun loyalitas pelanggan jangka panjang. Perusahaan yang efektif dalam menyediakan layanan cenderung memiliki pelanggan yang lebih puas dan lebih mungkin mempertahankan basis pelanggannya, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang perusahaan.
  • 34.
    Apa Saja Tugasdari Layanan Pelanggan? Tugas layanan pelanggan melibatkan penyediaan bantuan dan penyelesaian untuk pelanggan yang menghadapi masalah atau memiliki pertanyaan terkait produk atau layanan bisnis. Berikut beberapa tugas utamanya dalam bisnis: 1. Menanggapi Pertanyaan Pelanggan Agen bertanggung jawab untuk merespons pertanyaan yang diajukan oleh pelanggan. Ini mencakup memberikan informasi tentang produk atau layanan, proses pembelian, dan segala hal terkait yang mungkin menjadi kebutuhan informasi pelanggan. 2. Penyelesaian Masalah Selanjutnya, menangani dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pelanggan. Ini bisa melibatkan pemecahan masalah teknis, penanganan keluhan, atau pengelolaan situasi yang mungkin mengecewakan pelanggan. 3. Memberikan Dukungan Teknis Jika produk atau layanan melibatkan aspek teknis, perlu memberikan dukungan teknis. Hal ini mencakup membantu pelanggan dalam mengatasi masalah teknis, memberikan panduan penggunaan, dan memberikan saran atau solusi terkait.
  • 35.
    4. Mengumpulkan UmpanBalik Pelanggan Untuk terus meningkatkan kualitas produk atau layanan, agen perlu mengumpulkan umpan balik dari pelanggan. Ini dapat dilakukan melalui survei, ulasan, atau interaksi langsung untuk mendapatkan wawasan yang berharga dan menyesuaikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. 5. Meyakinkan Pelanggan Pelanggan akan merasa yakin jika customer service memberikan penjelasan dengan percaya diri dan tanpa keraguan. Misalnya, ada seorang pelanggan menanyakan produk skin care kepada agen perusahaan A. Ia bertanya apakah produk sunblock keluaran terbaru perusahaan A bisa bertahan lama. Namun, agen menjawab dengan nada yang tidak begitu yakin dan hanya menjawab sekadarnya. Sedangkan pada perusahaan B, agen bicara dengan percaya diri saat dan memberikan detail produk sunblock tersebut kepada pelanggan. Jika Anda menjadi pelanggan, produk perusahaan manakah yang kemungkinan besar akan Anda beli? Apa Tanggung Jawab dari Layanan Pelanggan? Tanggung jawab agen adalah tanggung jawab bisnis untuk memberikan dukungan dan layanan yang berkualitas kepada pelanggannya. Termasuk menanggapi pertanyaan dan keluhan pelanggan, menyediakan informasi produk yang akurat, serta membantu pelanggan dalam proses pembelian dan pengiriman produk.
  • 36.
    Seperti halnya tugas,berikut manfaat layanan pelanggan untuk bisnis: 1. Melayani Pelanggan Pertama, manfaat melayani pelanggan mencakup responsif terhadap pertanyaan, kebutuhan, dan permintaan pelanggan. Mereka harus bersifat ramah, profesional, dan efisien dalam memberikan bantuan atau dukungan yang diperlukan, sehingga menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan. 2. Mengelola Komunikasi dengan Pelanggan Tanggung jawab ini melibatkan kemampuan untuk mengelola komunikasi dengan pelanggan dengan jelas dan efektif. Agen harus dapat menyampaikan informasi dengan baik, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan menjawab pertanyaan atau kekhawatiran pelanggan secara efisien. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun hubungan positif dengan pelanggan. 3. Memberikan Informasi ke Pelanggan Layanan pelanggan bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat dan lengkap kepada pelanggan terkait produk, layanan, kebijakan perusahaan, dan hal-hal lain yang mungkin penting bagi pelanggan. Pemberian informasi yang tepat waktu dan jelas membantu pelanggan membuat keputusan yang informasional dan dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap perusahaan.
  • 37.
    4. Menyelesaikan Masalah Tanggungjawab utama layanan pelanggan adalah menangani dan menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi oleh pelanggan. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang produk atau layanan, kemampuan untuk menganalisis situasi, dan kreativitas dalam menemukan solusi yang memuaskan pelanggan. Penanganan masalah dengan cepat dan efektif merupakan kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan. 5. Mempertahankan Kepuasan Pelanggan Tanggung jawab ini melibatkan upaya untuk memahami kebutuhan dan harapan pelanggan serta menjaga tingkat kepuasan yang tinggi. Selain itu agen perlu proaktif dalam mengidentifikasi area perbaikan, mengumpulkan umpan balik, dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Mempertahankan kepuasan pelanggan juga melibatkan upaya untuk membangun hubungan jangka panjang yang kuat dengan pelanggan.
  • 38.
    Apa Saja Jenisdari Layanan Pelanggan? Berikut layanan pelanggan dalam bisnis: 1. Pelayanan Telepon Layanan pelanggan melalui telepon merupakan salah satu cara tradisional untuk memberikan dukungan. Pelanggan dapat menghubungi pusat layanan untuk bertanya, mengajukan keluhan, atau mendapatkan bantuan langsung melalui percakapan telepon dengan agen Anda. 2. Obrolan Langsung (Live Chat) Layanan obrolan langsung di situs web perusahaan memungkinkan pelanggan berkomunikasi secara langsung dengan perwakilan agen melalui pesan teks. Ini memberikan respons instan dan kemudahan akses bagi pelanggan yang sedang menjelajahi situs web. 3. Surel (Email) Selanjutnya, melalui surel memungkinkan pelanggan untuk mengirim pertanyaan, keluhan, atau permintaan dukungan melalui surat elektronik. Ini memberikan fleksibilitas waktu bagi pelanggan dan perusahaan untuk merespons pertanyaan dengan lebih rinci.
  • 39.
    4. Layanan PelangganMelalui Media Sosial Banyak perusahaan juga menyediakan layanan pelanggan melalui platform media sosial seperti Twitter, Facebook, atau Instagram. Pelanggan dapat mengajukan pertanyaan, mengungkapkan keluhan, atau mencari informasi melalui pesan langsung atau komentar. 5. Pusat Bantuan Online Pusat bantuan online atau basis pengetahuan adalah sumber informasi yang mencakup panduan, tutorial, dan FAQ untuk membantu pelanggan menyelesaikan masalah atau menemukan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri tanpa perlu menghubungi langsung agen. Ini memberikan akses cepat dan mandiri untuk informasi. https://www.barantum.com/blog/layanan-pelanggan/
  • 40.
    Strategi Memberikan PelayananKepada Pelanggan yang Baik Selain melatih karyawan, ajarkan pula strategi menghadapi pelanggan ketika berada di situasi yang bermasalah. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam menangani pelanggan. 1. Pahami Masalah dan Dampaknya Mulailah dengan memahami besarnya masalah yang dihadapi pelanggan serta dampaknya. Contohnya, pelanggan bermasalah dengan produk perawatan wajah sehingga menimbulkan alergi. Anda harus memprioritaskan masalah tersebut untuk diselesaikan segera agar masalahnya tidak berkembang menjadi lebih serius. 2. Jangan Menunda Memberikan Solusi Komplain atau keluhan yang diajukan harus segera diselesaikan. Apabila karyawan terbatas, Anda dapat menyampaikan pesan otomatis di e-mail atau media sosial bahwa masalah pelanggan langsung diselesaikan. Pelanggan akan sedikit tenang dan menunggu sampai dilayani. 3. Tenangkan Pelanggan yang Marah Pelanggan mengekspresikan kemarahan lantaran Anda ingin mengakui masalah mereka. Sebelum menyampaikan solusi, tenangkan dahulu pelanggan yang marah dengan kalimat- kalimat yang menenangkan. Berikan juga empati bahwa Anda mengerti masalah mereka dan berniat untuk menyelesaikannya sampai tuntas.
  • 41.
    Pelayanan Prima menurutPara Ahli Pelayanan prima merupakan terjemahan istilah “service excellent” yang secarah harfiah berarti pelayanan terbaik atau sangat baik. Disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku atau dimiliki instansi pemberi layanan. (Zaenal Mukarom dan Wijaya Laksana, 2018) Menurut Semil dalam (Zulkarnain Wildan dan Sumarsono, 2018) kata pelayanan prima dalam bahasa inggris keseharian tidak disebut sebagai premium service, tetapi disebut dengan excellent service (pelayanan yang unggul, baik sekali) atau service excellent (keunggulan pelayanan, pelayanan dengan mutu yang baik sekali). Menurut Suwithi dalam (Frimayasa & Administrasi, 2017) Pelayanan prima adalah pelayanan yang terbaik yang diberikan kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal berdasarkan standard dan prosedur pelayanan. Menurut (Freddy, 2017) Pelayanan prima adalah suatu pelayanan terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain pelayan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.
  • 42.
    Menurut (Firmansyah, 2016)pelayanan prima adalah pelayanan yang baik dan memuaskan pelanggan atau masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya; upaya memenuhi kebutuhan atau permintaan; menyiapkan, mengurus yang diperlukan secara prima, sehingga pelanggan mendapatkan sesuatu yang melebihi harapannya. Pada dasarnya pelayanan prima merupakan rasa peduli yang ditunjukan oleh perusahaan, kepada pelanggan produk atau pengguna jasa yang berorientasi pada peningkatan keuntungan (profit oriented). Sementara untuk organisasi non-profit, seperti lembaga pemerintahan, pelayanan prima merupakan sikap melayani yang ditunjukkan dengan adanya perhatian dan tindakan nyata, dengan tujuan untuk memberi kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat luas. Konsep Pelayanan Prima Konsep excellent service sendiri didasari dengan konsep triple A yaitu: attitude, attention, dan action. Akan tetapi, konsep excellent service yang baik sebenarnya didasari dengan 7A + S yang diyakini menjadi konsep lengkap dimana tujuan dan implementasi pelayanan prima atau excellent service dapat tercapai.
  • 43.
    1. Attitude (Sikap) Potretperusahaan, diawali dari kesan pertama yang ditorehkan oleh karyawan perusahaan tersebut, terutama mereka yang berdiri di frontliner atau siapapun yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan. Bagaimana sikap dan pelayanan dari karyawan perusahaan, akan menggambarkan dan memberi citra perusahaan, baik itu langsung maupun tidak langsung. Setiap karyawan suatu perusahaan seharusnya memiliki sikap yang ramah dan menjunjung tinggi profesionalisme pekerjaannya serta memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Itulah prinsip pelayanan prima yang pertama, memiliki, menjaga dan meningkatkan sikap yang ramah dan profesional. 2. Ability (Kemampuan) Meski pada awalnya bukan konsep dasar, namun di era yang semakin berkembang para karyawan harus memiliki kemampuan (ability). Artinya, karyawan harus memiliki kemampuan untuk melayani konsumen misalnya komunikasi, kemampuan menjual (selling), kemampuan memecahkan masalah dengan cepat, manajemen kecemasan, hingga hal-hal yang lebih praktis misalnya pemanfaatan teknologi informasi.
  • 44.
    3. Attention (Perhatian) Attention(perhatian) adalah prinsip pelayanan prima berikutnya yang wajib dimiliki semua karyawan, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan pelanggan. Attention merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan atau tamu, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta pemahaman atas saran dan kritik yang diberikan. Dalam melakukan aktivitasnya, seorang karyawan haruslah senantiasa memperhatikan dan mendahulukan keinginan pelanggan, termasuk di dalamnya tamu perusahaan tersebut. Apalagi jika pelanggan atau tamu tersebut sudah menunjukan tanda membutuhkan bantuan atau pelayanan, maka seharusnya karyawan tersebut bergegas atau menunjukan atensi untuk segera melayani dengan cepat dan baik. 4. Action (Tindakan) Hal yang perlu dilakukan di tahap action ini adalah, melakukan tindakan nyata untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan / keinginan pelanggan / tamu, jika kurang yakin dan lebih baik lakukan konfirmasi dengan sopan. Jika diperlukan, dapat dilakukan pencatatan, apalagi jika permintaan tersebut cukup beragam, dan jika hal ini adalah bagian dari transaksi, maka permintaan tersebut bisa dicatat di form yang harus sudah disiapkan. Jangan lupa untuk mengucapkan termakasih, dan tanyakan apa masih ada hal lain yang bisa dibantu, sembari mengatupkan tangan sebagai tanda menghormati dan menghargai. Jadi menjalankan prinsip keempat dari pelayanan prima, yaitu action sangat penting, sebagai bentuk nyata dari sebuah kepedulian (attention).
  • 45.
    5. Accountability (TanggungJawab) Konsep pelayanan prima berikutnya adalah accountability atau tanggung jawab, yaitu sikap keberpihakan kita kepada pelanggan / tamu / mitra kerja sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian kita. Sikap tanggung jawab ini jika dilaksanakan dengan benar dan sepenuh hati, maka bisa meminimalkan terjadinya ketidakpuasan pelanggan, tamu atau mitra perusahaan. 6. Appearance (Penampilan) Penampilan karyawan baik secara fisik maupun non fisik merefleksikan kredibilitas perusahaan, maka dari itu penting untuk selalu menjaga penampilan ini. Standar penampilan harus dibuat oleh perusahaan, dan setiap karyawan harus menjalankannya, apalagi saat bertemu dengan pelanggan atau tamu. 7. Sympathy (Simpati) Hal terakhir yang menjadi konsep dasar excellent service adalah rasa simpati. Terkadang sudah secara profesional melakukan pelayanan prima namun karena kurangnya simpati yang dimiliki, proses pelayanan pun tidak berjalan dengan baik. Simpati sendiri adalah sikap dimana Anda bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.
  • 46.
    • Mengapa PelayananPrima itu Penting? Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pelayanan prima merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan pelanggan baru, sekaligus mempertahankan pelanggan lama. Saat ini banyak perusahaan yang menjual produk atau jasa yang serupa, namun pelayanan yang diberikan berbeda. Hal inilah yang menjadi pembeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Dengan kata lain, pelayanan merupakan produk utama yang harus diperhatikan. Namun bukan berarti pelayanan prima tidak penting bagi perusahaan non-jasa. Meski hadir dalam bentuk yang berbeda, pelayanan prima tetap jadi hal yang wajib diperhatikan sebagai penunjang usaha, sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan tetap tinggi. Jika sudah berhasil menjaga kepercayaan pelanggan, secara otomatis loyalitas terhadap perusahaan akan terbentuk, hal ini bisa membuat mereka menjadi pelanggan tetap. Tidak hanya itu, pelanggan lama berpotensi jadi media promosi paling efektif untuk mendatangkan pelanggan baru.
  • 47.
    Membangun Pelayanan Prima Setiapperusahaan atau organisasi tentu dapat menghadirkan pelayanan prima (excellent service) dalam bisnisnya. Namun demikian, penting untuk dapat mengetahui bagaimana agar pelayanan dapat dikatakan sukses. Catherine DeVrye (1997) mengolah kata service menjadi 7 (tujuh) strategi menuju sukses, yaitu: 1. Self Esteem (memberi kepuasan pada diri sendiri) 2. Vision (visi) 3. Recover (raih/bangkit kembali) 4. Improve (melakukan peningkatan perbaikan) 5. Care (memberi perhatian) 6. Empower (memberdayakan) 7. Exceed Expectations (melampaui harapan konsumen)
  • 48.
    Lebih lanjut, yangperlu dipahami bahwa proses mencapai pelayanan prima adalah berarti memberikan pelayanan yang mengacu pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Definisi kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya. Dengan asumsi bahwa jika kinerja di bawah harapan, maka pelanggan akan merasa kecewa. Jika kinerja sesuai harapan, pelanggan akan merasa puas, dan jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan merasa sangat puas. Harapan masyarakat atau pelanggan terhadap pelayanan prima adalah layanan dapat terus ditingkatkan dan semakin baik (better), semakin cepat (faster), semakin baru (newer), semakin murah (cheaper), dan juga semakin sederhana (simpler). Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan: 1. Memberikan Sapaan Ramah Salah satu cara mudah memberikan pelayanan prima dalam sebuah perusahaan atau organisasi adalah dengan menerapkan sapaan ramah kepada para pengunjung yang datang dan keluar. Jadi, penyedia layanan bisa menempatkan satu pegawai di pintu masuk atau area pelayanan yang bertugas untuk menyambut tamu yang datang. Selain menyambut, pegawai tersebut bertanggung jawab untuk melayani pengunjung.
  • 49.
    2. Berikan BatasanWaktu Pelayanan 3. Cara membuat pelanggan puas dan senang adalah dengan memberikan waktu tunggu yang tidak panjang. Oleh karena itu, berikanlah batasan waktu pelayanan, contoh sejak pelanggan melakukan pemesanan hingga makanan datang, batas waktunya adalah 10 menit. Batasan ini bisa diinformasikan kepada pelanggan atau bisa dijadikan sebagai aturan internal saja. 4. Responsif dan Reaktif Pastikan bahwa dalam bisnis memiliki jumlah pegawai yang cukup hingga dapat bersifat dan bersikap responsif jika ada suatu masalah. Jangan membuat pelanggan menunggu terlalu lama ketika membutuhkan sesuatu. Hal ini dapat dihindari dengan adanya pembagian tugas yang detail dan jelas untuk setiap orang. 5. Lakukan Survei dan Evaluasi Salah satu cara untuk melihat apakah pelayanan yang diberikan sudah memuaskan atau belum, adakan survei kepada para pelanggan. Hal ini dapat dilakukan ketika pelanggan selesai bertransaksi atau sebelum mereka keluar dari perusahaan. Selanjutnya, kumpulkan hasil survei tersebut sehingga dapat diketahui apa saja yang sudah bagus dan perlu dipertahankan. Serta sisi apa saja yang masih perlu dikembangkan lagi.
  • 50.
    6. Perhatikan Penampilan Penampilansangat diperlukan dalam mengahadirkan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, karena dengan penampilan terbaik tentu dapat meyakinkan pelanggan saat memberikan pelayanan. Misalnya karyawan untuk posisi sebagai resepsionis/frontliner harus memiliki tutur kata yang baik, berpenampilan yang menarik, memiliki tubuh yang porposional, dan lain-lain. 7. Kesediaan Melayani Pegawai harus profesional atau sepenuh hati dalam melayani, sebagaimana tugasnya yang harus siap selalu melayani pelanggan yang memang memerlukan bantuan yang berhubungan dengan layanan atau produk yang dijual. 8. Pengetahuan dan Keterampilan Supaya dapat melayani dengan baik, maka pegawai harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam bidang yang dikerjakannya. Misalnya petugas pelayanan yang memiliki tingkat pendidikan atau pelatihan tertentu maka jabatannya-pun harus yang sesuai dengan keterampilannya.
  • 51.
    9. Tepat Waktudan Janji Dalam pelayanan maka pegawai dalam melakukan tugasnya jika membuat janji dengan pelanggan harus diperhitungan terlebih dahulu, apakah waktu dan janji tersebut bisa ditepati, misalnya mengadakan pertemuan dengan pelanggan dalam waktu kurun waktu 3 hari maka harus dapat terpenuhi. 10. Kejujuran dan Kepercayaan Dalam melakukan pelayanan harus memiliki aspek kejujuran dalam segala hal, baik itu jujur dalam bentuk aturan, jujur dalam bentuk pembiayaan dan jujur dalam menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Jika bersikap jujur maka petugas pelayanan dapat dipercaya dari berbagai aspek misalnya dari segi perkataannya, sikapnya, dalam melakukan bekerja, dan lain-lain. 11. Efesien Pelayanan kepada masyarakat atau pelanggan harus efesien dan efektif, karena pelanggan menuntut hal-hal tersebut. Sehingga dapat menghasilkan biaya murah, waktu singkat dan tepat, serta hasil dari pelayanan yang berkualitas.
  • 52.
    12. Kepastian Hukum Jikahasil dari pelayanan yang dilakukan kepada pelanggan berupa suatu keputusan, maka harus memiliki kepastian hukum. Jika tidak memiliki kepastian hukum yang jelas maka akan berpengaruh kepada sikap masyarakat, misalnya dalam pelayanan mengurus surat-surat berharga jika ditemukan ketidakpastian hukum maka akan berpengaruh kepada kredibilitas perusahaan atau pelayanan tersebut. 13. Keterbukaan Setiap urusan atau kegiatan yang memperlakukan ijin, maka keterbukaan perlu dilakukan. Sikap keterbukaan itu akan berpengaruh pada kejelasan informasi kepada masyarakat atau pelanggan. 14. Biaya Dalam pelayanan perlu penentuan pembiayaan yang wajar. Oleh karena itu biaya harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat, harus transparan, dan sesuai peraturan. 15. Tidak Rasial Dalam melakukan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan ras, suku, agama dan politik, pelayanan harus dilakukan secara merata.
  • 53.
    16. Kesederhanaan Prosedur atautata cara pelayanan kepada para pelanggan harus dipermudah dan tidak berbelit-belit dalam pelaksanaannya. Pelayanan prima adalah hal yang paling penting dalam bisnis atau usaha, terutama jika bisnis tersebut di bidang jasa. Menghadikan pelayanan prima dapat dimulai dari memilih pegawai atau karyawan terbaik dan menerapkan SOP yang sesuai dengan budaya perusahaan dan juga harus berorientasi pada kepuasan pelanggan. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-sulseltrabar/baca-artikel/15009/Apa-itu-Pelayanan-Prima.html
  • 54.
    • Memberikan Pelayanankepada Pelanggan Deskripsi Unit : Unit ini berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dituntut untuk memberikan jasa pelayanan dengan mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan. KRITERIA UNJUK KERJA • Pengetahuan • Keterampilan • Sikap Kerja 1. Memahami konsep pelayanan prima dan prinsip-prinsip pelayanan 1.1 Informasi pelayanan yang tersedia dipilih dan diberikan sesuai kebutuhan yang diinginkan Prosedur pemberian informasi kepada pelanggan Memberikan informasi kepada pelanggan sesuai kebutuhan Memberikan informasi kepada pelanggan sesuai kebutuhan dengan tepat dan benar
  • 55.
    1.2 Prinsip-prinsip pelayananprima dipahami dan diterapkan di unit kerja sesuai dengan SOP • Menerapkan prinsip-prinsp pelayanan prima • Menerapkan prinsip-prinsp pelayanan prima sesuai dengan SOP 2. Memahami unsur-unsur kualitas pelayanan prima 2.1 Unsur-unsur kuallitas pelayanan prima dipahami secara cermat dan tepat 2.2 Kualitas pelayanan pelanggan dijaga dan ditingkatkan secara efektif dan efisien MKualitas pelayanan prima enerapkan unsur-unsur kualitas pelayanan prima Prosedur penerapan kualitas pelayanan pelanggan Melakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan pelanggan secara berkesinambungan
  • 56.
    • 3. Memberikanpelayanan kepada pelanggan 1.1 Kebutuhan pelayanan diidentifikasi secara tepat, efektif dan efisien sesuai SOP • Kebutuhan pelanggan • Jenis produk layanan • Kualitas layanan • Memberikan layanan sesuai kebutuhan pelang-gan • Melakukan pemenuhan kebutuhan pelanggan Menerapkan unsur-unsur kualitas pelayanan prima dengan cermat dan tepat Melakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan pelanggan secara berkesinambung-an sesuai dengan kebutuhan perusahaan Menunjukkan kemampuan sikap layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan 1.2 Keluhan pelanggan Proses penanganan keluhan • ditangani secara baik dan pelanggan tepat sesuai dengan prosedur perusahaan •Penget ahuan • Keterampilan • Melakukan prosedur Mengatasi keluhan keluhan pelanggan sesuai dengan kebijakan perusahaan Mengambil tindakan untuk mengatasi keluhan pelanggan
  • 57.
    KRITERIA UNJUK KERJA Pengetahuan 1.3Hubungan dengan pelanggan dibangun untuk memberikan pelayanan yang maksimal sesuai dengan kebutuhan pelanggan 1.4 Bahasa dan sikap yang baik dan benar digunakan Keterampilan Cara membangun hubungan Melakukan baik yang profesional dengan hubungan pelanggan profesional dan Pengetahuan, Keterampilan. peningkatan Melakukan peningkatan baik dan hubungan baik dan kepada pelang- profesional kepada pelanggan sesuai SOP Prosedur penggunaan bahasa Menggunakan bahasa dan sikap sikap yang sesuai Asesmen Sikap Kerja dan Menggunakan bahasa dan sikap yang sesuai dengan sopan dan ramah Asesmen
  • 58.
    BATASAN VARIABEL 1. Unitini berlaku di seluruh sektor industri barang dan jasa. 2. Khususnya pelayanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang berkaitan dalam mempromosikan hasil produksi atau pelayanan jasa unit kerja secara rutin 3. Negosiasi dan pembuatan kontrak termasuk namun tidak terbatas kepada : 3.1 Perusahaan 3.2 Perjanjian 3.3 Kontrak Sewa 3.4 Negosiasi harga 3.5 Perjanjian Pemasaran
  • 59.
    4. Penelitian resmidan tak resmi pada kebutuhan pelanggan bisa termasuk tetapi tidak terbatas pada : 4.1 Berbicara dengan pelanggan 4.2 Penelitian kualitas dan jumlah 4.3 Mendapatkan umpan balik dari rekan kerja di bagian pengantaran 4.4 Menganalisa persaingan di luar 4.5 Menganalisa kecenderungan pasar dan industri PANDUAN PENILAIAN 1. Pengetahuan dan Keterampilan Pendukung : 1.1 Untuk menunjukkan kemampuan, bukti pengetahuan dan keterampilan diperlukan bidang – bidang sebagai berikut : 1.1.1 Pengetahuan pendukung 1.1.2 Konsep-konsep pelayanan prima dan prinsip-prinsip dasar pelayanan 1.1.3 Unsur-unsur dari pelayanan prima 1.1.4 Kualitas pelayanan prima
  • 60.
    Harus diperhatikan bagaimanamengembangkan pelatihan untuk memenuhi persyaratan unit ini. Bagi pelatihan kejuruan yang umum, organisasi sebaiknya memberikan pelatihan yang mempertimbangkan konteks industri secara menyeluruh tanpa bias pada sektor tertentu. Variasi Situasi akan dapat membantu dalam hal ini. Pelatihan untuk sektor tertentu materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sektor tersebut. 3. Aspek Penting untuk Penilaian : Aspek yang harus diperhatikan : 3.1 Kemampuan untuk melakukan negosiasi bisnis 3.2 Pemahaman tentang situasi dan kondisi industri 3.3 Pemahaman tentang perjanjian 3.4 Kemampuan untuk mengembangkan pendekatan-pendekatan proaktif untuk peningkatan dari pelayanan pelanggan dalam konteks industri bisnis pada umumnya 3.5 Pengetahuan prinsip/dasar dari kualitas jasa. Web: file:///C:/Users/Owner/Downloads/SKKNI%20OTP.pdf