Dokumen ini membahas penolakan terhadap implementasi kurikulum 2013 yang dianggap sebagai inovasi pendidikan baru di Indonesia. Meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan uji publik dan sosialisasi, masih terdapat resistensi dari berbagai pihak yang merasa kurikulum ini terlalu kompleks dan diimplementasikan tergesa-gesa. Penulis mengacu pada teori difusi inovasi Everett Rogers untuk menjelaskan faktor-faktor kunci yang mempengaruhi adopsi kurikulum baru ini.