Enggal hadi k
Trauma
 Adalah luka atau cidera, baik fisik maupun psikis
Macam – macam trauma :
 Trauma thoraks
 Trauma kepala
 Trauma tulang belakang
 Trauma abdomen
 Trauma anggota gerak
 Trauma pada kehamilan dan anak
Trauma dada (thorax)
 Trauma dada adalah abnormalitas rangka dada yang
disebabkan oleh benturan pada dinding dada yang
mengenai tulang rangka dada, pleura paru-paru,
diafragma ataupun isi mediastinal baik oleh benda
tajam maupun tumpul yang dapat menyebabkan
gangguan system pernafasan.
Ada 3 mekanisme pada trauma
tumpul toraks :
 Trauma ledakan : Ada semacam gelombang udara
dengan suatu tekanan kuat yang akan
merusak/merobek jaringan, seperti trakhea dan
bronkhus dan diafragma
 Trauma deselerasi : Tubuh yang sedang bergerak
menabrak sesuatu obyek yang diam, tapi struktur yang
berada didalam toraks terus bergerak. Terjadi ruptur
aorta.
 Trauma kompresi : Tubuh tertekan pada suatu obyek
yang keras. Terjadi fraktur kosta, sternum dan
kerusakan organ intra torakal.
Patah Tulang Iga
 Paling sering terjadi pada trauma dada
 Sering pada dewasa dari anak-anak
 Iga 1 s/d 4 sulit terjadi, kematian > 50%
 Iga 5 s/d 9 paling sering patah
 Iga 10 s/d 12 jarang patah relative elastis & letaknya
menggantung, bila terjadi curigai kerusakan intra
abdomen
 Flail chest; 2 iga berurutan patah, sering terjadi
Hipoksemia dan gagal nafas
Flail chest
Posisi napas flail chest
Trauma pleura
Pneumotoraks
 Robekan pleura viseralis/parietalis udara akan masuk
ke ronnga pleura
 Pneumotoraks tertutup, terbuka dan tension
 Trauma tumpul  patah tulang melukai pleura dan
parenkin paru, robekan trakeobronkial  perlu WSD
walaupun kecil
 Terbuka  luka terbuka dinding dada & udara kesedot
ke rongga torak (segera tutup)- WSD, tutup luka
setelah pasien stabil
Trauma pleura
 Tension pneumotorak, jenis tertutup dan progresif,
dapat terjadi kolap paru dan bergesernya
mediastinum.
 Dapat menyebabkan gangguan kardiovaskuler dan
syok.
 Penangganan cepat, segera, sambil menunggu pasang
WSD, lakukan pungsi pleura dengan kateter vena
(abokat)
pneumothorax
pneumothorax
Tension pneumothorax
Chest tube (udara)
Pneumothorak
terbuka
sucking chest wound
sucking chest wound
Hemotorak
 Terjadi sering karena adanya ruptur a.interkostalis,
darah di rongga torak menekan pada paru 
Kolaps/atelektasis, jantung dan mediastinun,
tergantung banyaknya volume darah.
 Penanganan pasang WSD
 Apabila darah keluar lebih dari 400 cc/2 jam/lebih dari
500 cc dalam 1 jam pertama setelah wsd, bertambah
/jam – lakukan operasi
Hemotorak
Hemotorak
Water seal drainage (WSD)
wsd
Tamponade jantung.
 Trauma jantung & pembuluh darah besar  robekan
miokard, katup jantung, koroner & tamponade
jantung.
 Miokard paling sering-lokasi paling depan, kasus
sering pasien meninggal, bila terjadi tamponade
jantung/pemb darah besar  operasi segera.

9. trauma

  • 1.
  • 2.
    Trauma  Adalah lukaatau cidera, baik fisik maupun psikis Macam – macam trauma :  Trauma thoraks  Trauma kepala  Trauma tulang belakang  Trauma abdomen  Trauma anggota gerak  Trauma pada kehamilan dan anak
  • 3.
    Trauma dada (thorax) Trauma dada adalah abnormalitas rangka dada yang disebabkan oleh benturan pada dinding dada yang mengenai tulang rangka dada, pleura paru-paru, diafragma ataupun isi mediastinal baik oleh benda tajam maupun tumpul yang dapat menyebabkan gangguan system pernafasan.
  • 4.
    Ada 3 mekanismepada trauma tumpul toraks :  Trauma ledakan : Ada semacam gelombang udara dengan suatu tekanan kuat yang akan merusak/merobek jaringan, seperti trakhea dan bronkhus dan diafragma  Trauma deselerasi : Tubuh yang sedang bergerak menabrak sesuatu obyek yang diam, tapi struktur yang berada didalam toraks terus bergerak. Terjadi ruptur aorta.  Trauma kompresi : Tubuh tertekan pada suatu obyek yang keras. Terjadi fraktur kosta, sternum dan kerusakan organ intra torakal.
  • 6.
    Patah Tulang Iga Paling sering terjadi pada trauma dada  Sering pada dewasa dari anak-anak  Iga 1 s/d 4 sulit terjadi, kematian > 50%  Iga 5 s/d 9 paling sering patah  Iga 10 s/d 12 jarang patah relative elastis & letaknya menggantung, bila terjadi curigai kerusakan intra abdomen  Flail chest; 2 iga berurutan patah, sering terjadi Hipoksemia dan gagal nafas
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Trauma pleura Pneumotoraks  Robekanpleura viseralis/parietalis udara akan masuk ke ronnga pleura  Pneumotoraks tertutup, terbuka dan tension  Trauma tumpul  patah tulang melukai pleura dan parenkin paru, robekan trakeobronkial  perlu WSD walaupun kecil  Terbuka  luka terbuka dinding dada & udara kesedot ke rongga torak (segera tutup)- WSD, tutup luka setelah pasien stabil
  • 10.
    Trauma pleura  Tensionpneumotorak, jenis tertutup dan progresif, dapat terjadi kolap paru dan bergesernya mediastinum.  Dapat menyebabkan gangguan kardiovaskuler dan syok.  Penangganan cepat, segera, sambil menunggu pasang WSD, lakukan pungsi pleura dengan kateter vena (abokat)
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Hemotorak  Terjadi seringkarena adanya ruptur a.interkostalis, darah di rongga torak menekan pada paru  Kolaps/atelektasis, jantung dan mediastinun, tergantung banyaknya volume darah.  Penanganan pasang WSD  Apabila darah keluar lebih dari 400 cc/2 jam/lebih dari 500 cc dalam 1 jam pertama setelah wsd, bertambah /jam – lakukan operasi
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    Tamponade jantung.  Traumajantung & pembuluh darah besar  robekan miokard, katup jantung, koroner & tamponade jantung.  Miokard paling sering-lokasi paling depan, kasus sering pasien meninggal, bila terjadi tamponade jantung/pemb darah besar  operasi segera.