Materi Kuliah
Seminar Acuan Konsentrasi
Jurusan Sosiologi
Ganjil 2013
Ukuran kertas yang menjadi standar umum untuk
menuliskan karangan-karangan ilmiah ialah A4 atau
yang sering disebut kwarto.
 Ukuran dan jenis kertas yang digunakan untuk
menulis tugas-tugas mata kuliah diberikan
keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih;
Jurusan Sosiologi belum memiliki ketentuan resmi
tentang ini. Atau tergantung pada kebijakan dan
kesepakatan dalam mata kuliah yang bersangkutan.







Ketentuan khusus yang mengikat hanya
berlaku pada makalah Seminar Acuan
Konsentrasi
Untuk tulisan ini diwajibkan menggunakan
kertas ukuran kwarto (A4) dengan ukuran 21
cm x 28 cm, dengan berat 70 gram atau 80
gram.
Untuk latihan, kertas ukuran A4, berat bebas.




Sebelum memulai pengetikan, maka perlu
ditentukan garis tepi kertas dari keempat sisi
ujung kertas. Garis tepi ini dimaksudkan
sebagai batas awal dan akhir kata dan kalimat.
Dengan ketentuan garis tepi sebagai berikut:
 Garis tepi atas adalah 4 cm atau 1,5 inci
 Garis Tepi bawah adalah 3 cm atau 1,25 inci
 Garis tepi kiri adalah 4 cm atau 1,5 inci
 Garis tepi kanan adalah 3 cm atau 1,25 inci




Pengetikan rata baik pinggir kiri dan kanan
kertas dalam batas yang telah ditentukan atau
dalam bahasa komputer align justify (Ctrl+J).
Kecuali jika memulai dengan alenia (paragraf)
baru, daftar, gambar, sub judul atau hal - hal
khusus lainnya.



Ketentuan jarak spasi pengetikan dalam seluruh
karangan ilmiah menggunakan spasi 2 spasi.
Sementara itu, untuk ketentuan khusus spasi diatur
sebagai berikut:
 Daftar pustaka, kata pengantar, ucapan terima
kasih dan halaman pengesahan atau sejenisnya
menggunakan 1,5 spasi
 Jarak antara judul bab dengan sub-sub judul atau
kalimat di bawahnya serta baris terakhir kalimat
dengan judul atau sub judul yang baru,
menggunakan 3 spasi tunggal atau 1,5 spasi.




Pengetikan bab baru, ucapan terima kasih, daftar
pustaka, daftar isi, halaman judul dan sejenisnya
dengan jarak 4 spasi dari garis tepi atas,
sementara halaman selanjutnya dimulai tepat di
garis tepi atas garis tepi atas.
Jarak antara kalimat pada kutipan langsung
panjang menggunakan 1 spasi. Dan jarak spasi
antara kalimat sebelum dan sesudah kutipan
langsung panjang tetap menggunakan 2 spasi.
Akan dibahasa selanjutnya pada matteri kutipan.


Sementara, untuk ketentuan jarak ketukkan, sebagai
berikut:
 Setiap kata diberi jarak masing-masik 1 ketukkan
 Tanda-tanda baca (titik, koma, titik koma, titik dua,
tanda Tanya dan sebagainya) tidak diberi batas
ketukkan dengan kata sebelumnnya, kecuali untuk
penulisan pasal dan ayat perundang-undangan
diberi jarak 1 spasi.
 Untuk kata yang berarti jamak, garis mendatar
diantara kata tidak diberi ketukan.




Indensi ialah jarak jorokan kalimat ke dalam dari
garis tepi kiri kertas dengan kata pertama alenia
atau paragraf. Untuk mengawali setiap alenia atau
paragraf dimulai dengan indensi sebanyak 6
ketuk. Indensi untuk kutipan langsung panjang
dimulai dengan jarak sebanyak 8 ketukan dari
batas tepi kiri kertas.
Indensi juga digunakan pada kalimat awal pada
catatan kaki atau footnote dan juga pada baris
kedua dan selanjutnya pada daftar pustaka atau
yang disebut hanging.


Nomor halaman dimaksudkan untuk memudahkan
pembaca mengetahui urut-urutan lembar naskah atau
teks. Ketentuan halaman sebagai berikut:
 Nomor halaman ditempatkan dibagian tengah bawah dari






naskah
Halaman utama dan bagian akhir dari tulisan, penomoran
dengan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan seterusnya)
Halaman tambahan, seperti halaman judul, daftar isi, intisari,
halaman pengesahan dan sebagainya diberikan penomoran
halaman dengan huruf romawi kecil (i, ii, ii, iv dan
seterusnya)
Halaman yang diberi nomor ialah halaman yang mulai pada
tepi atas.
Daftar tabel dan gambar diberi nomor urut dengan angka
Arab dan diberi judul.






Penggunaan aksen pada huruf maksudnya ialah penggunaan
huruf baik capital maupun pilihan-pilihan huruf dalam
komputer lainnya.
Penulisan karangan ilmiah yang umumnya standar yakni
menggunakan huruf Times New Roman, dengan ukuran font
12.
Penggunaan aksen tersebut dengan ketentuan sebagai
berikut:
 Penggunaan huruf untuk penulisan bab dan judul bab
dengan menggunakan huruf kapital, dengan pengaturan
baris di tengah-tengah kertas (Center text), dan
menggunakan huruf cetak tebal (bold), tanpa tanda titik.




Penggunaan huruf untuk ntuk sub-sub judul
menggunakan huruf kecil, kecuali pada awal kata
yang bukan kata penghubung atau kata depan,
dengan pengaturan baris ditengah-tengah kertas
(Center text), dan menggunakan huruf cetak tebal
(bold), tanpa tanda titik.
Penggunaan huruf miring atau italic untuk
penulisan istilah-istilah asing, kecuali kata yang
sudah diserap dalam bahasa Indonesia, dan juga
judul buku, makalah dan artikel lainnya.




Kategorisasi penomoran dalam karangan ilmiah
dimaksudkan untuk mempermudah pembaca mengikuti
kerangka berpikir dan uraian penulis. Kategorisasi ini
dimaksudkan bukan sekedar sebagai aturan penulisan
saja, tetapi juga akan membantu penulis mengatur
logika berpikir karangan atau tulisannya.
Pengaturan urutan penomoran karangan, sebagai
berikut:
 Kategori besar (untuk bab), ditulis dengan menggunakan

huruf Romawi besar (I, II, III dan seterusnya)
 Kategori lebih kecil (untuk sub judul), ditulis dengan
menggunakan huruf Latin besar (A, B, C, D dan seterusnya)
Kategori lebih kecil lagi (Untuk pemilahan topik
pembicaraan teks), ditulis dengan huruf Arab (1,2,3
dan seterusnya)
 Jika ada kategori lebih kecil lagi, ditulis dengan dengan
menggunakan huruf Latin kecil (a, b, c dan
sebagainnya), selanjutnya ditulis dengan huruf Arab
dalam kurung, yakni (1), (2), (3) dan sebagainnya.
 Jika diurutkan kategorisasi penomorannya sebagai
berikut:


 BAB I LATAR BELAKANG
 A. Pendahuluan
 1. Pengertian tentang Masyarakat

a. Menurut Koentjoroningrat…….









Halaman judul atau cover dituliskan dengan uruturutan sebagai berikut:
Judul karangan ditulis dengan huruf kapital,
dengan cetak tebal (bold), 4 ketuk dari batas tepi
atas.
Jenis karangan ilmiah (makalah, skripsi atau
lainnya), dengan menggunakan huruf kecil,
kecuali pada awal kata menggunakan huruf besar.
Nama lembaga atau program studi yang
kepadanya karangan atau tulisan ilmiah itu
ditujukkan, dengan huruf kecil.
Logo lembaga yang bersangkutan
Nama lengkap penulis (diikuti dengan kode resmi
kelembagaan penulis)
 Nama lembaga resmi tempat diajukan tulisan ilmiah
itu, dengan menggunakan huruf besar. Dilanjutkan
dengan bulan dan tahun, yang dipisahkan dengan tanda
koma.
 Halaman judul kesemuanya diatur simetris pada
tengah-tengah kertas dengan pengaturan spasi yang
disesuaikan dengan keserasian tampilan judul.
 Warna halaman judul depan ialah MERAH MAROON,
dengan jilid langsung.

6. kertas dan huruf
6. kertas dan huruf

6. kertas dan huruf

  • 1.
    Materi Kuliah Seminar AcuanKonsentrasi Jurusan Sosiologi Ganjil 2013
  • 2.
    Ukuran kertas yangmenjadi standar umum untuk menuliskan karangan-karangan ilmiah ialah A4 atau yang sering disebut kwarto.  Ukuran dan jenis kertas yang digunakan untuk menulis tugas-tugas mata kuliah diberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih; Jurusan Sosiologi belum memiliki ketentuan resmi tentang ini. Atau tergantung pada kebijakan dan kesepakatan dalam mata kuliah yang bersangkutan. 
  • 3.
       Ketentuan khusus yangmengikat hanya berlaku pada makalah Seminar Acuan Konsentrasi Untuk tulisan ini diwajibkan menggunakan kertas ukuran kwarto (A4) dengan ukuran 21 cm x 28 cm, dengan berat 70 gram atau 80 gram. Untuk latihan, kertas ukuran A4, berat bebas.
  • 4.
      Sebelum memulai pengetikan,maka perlu ditentukan garis tepi kertas dari keempat sisi ujung kertas. Garis tepi ini dimaksudkan sebagai batas awal dan akhir kata dan kalimat. Dengan ketentuan garis tepi sebagai berikut:  Garis tepi atas adalah 4 cm atau 1,5 inci  Garis Tepi bawah adalah 3 cm atau 1,25 inci  Garis tepi kiri adalah 4 cm atau 1,5 inci  Garis tepi kanan adalah 3 cm atau 1,25 inci
  • 6.
      Pengetikan rata baikpinggir kiri dan kanan kertas dalam batas yang telah ditentukan atau dalam bahasa komputer align justify (Ctrl+J). Kecuali jika memulai dengan alenia (paragraf) baru, daftar, gambar, sub judul atau hal - hal khusus lainnya.
  • 8.
      Ketentuan jarak spasipengetikan dalam seluruh karangan ilmiah menggunakan spasi 2 spasi. Sementara itu, untuk ketentuan khusus spasi diatur sebagai berikut:  Daftar pustaka, kata pengantar, ucapan terima kasih dan halaman pengesahan atau sejenisnya menggunakan 1,5 spasi  Jarak antara judul bab dengan sub-sub judul atau kalimat di bawahnya serta baris terakhir kalimat dengan judul atau sub judul yang baru, menggunakan 3 spasi tunggal atau 1,5 spasi.
  • 9.
      Pengetikan bab baru,ucapan terima kasih, daftar pustaka, daftar isi, halaman judul dan sejenisnya dengan jarak 4 spasi dari garis tepi atas, sementara halaman selanjutnya dimulai tepat di garis tepi atas garis tepi atas. Jarak antara kalimat pada kutipan langsung panjang menggunakan 1 spasi. Dan jarak spasi antara kalimat sebelum dan sesudah kutipan langsung panjang tetap menggunakan 2 spasi. Akan dibahasa selanjutnya pada matteri kutipan.
  • 10.
     Sementara, untuk ketentuanjarak ketukkan, sebagai berikut:  Setiap kata diberi jarak masing-masik 1 ketukkan  Tanda-tanda baca (titik, koma, titik koma, titik dua, tanda Tanya dan sebagainya) tidak diberi batas ketukkan dengan kata sebelumnnya, kecuali untuk penulisan pasal dan ayat perundang-undangan diberi jarak 1 spasi.  Untuk kata yang berarti jamak, garis mendatar diantara kata tidak diberi ketukan.
  • 11.
      Indensi ialah jarakjorokan kalimat ke dalam dari garis tepi kiri kertas dengan kata pertama alenia atau paragraf. Untuk mengawali setiap alenia atau paragraf dimulai dengan indensi sebanyak 6 ketuk. Indensi untuk kutipan langsung panjang dimulai dengan jarak sebanyak 8 ketukan dari batas tepi kiri kertas. Indensi juga digunakan pada kalimat awal pada catatan kaki atau footnote dan juga pada baris kedua dan selanjutnya pada daftar pustaka atau yang disebut hanging.
  • 12.
     Nomor halaman dimaksudkanuntuk memudahkan pembaca mengetahui urut-urutan lembar naskah atau teks. Ketentuan halaman sebagai berikut:  Nomor halaman ditempatkan dibagian tengah bawah dari     naskah Halaman utama dan bagian akhir dari tulisan, penomoran dengan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan seterusnya) Halaman tambahan, seperti halaman judul, daftar isi, intisari, halaman pengesahan dan sebagainya diberikan penomoran halaman dengan huruf romawi kecil (i, ii, ii, iv dan seterusnya) Halaman yang diberi nomor ialah halaman yang mulai pada tepi atas. Daftar tabel dan gambar diberi nomor urut dengan angka Arab dan diberi judul.
  • 13.
       Penggunaan aksen padahuruf maksudnya ialah penggunaan huruf baik capital maupun pilihan-pilihan huruf dalam komputer lainnya. Penulisan karangan ilmiah yang umumnya standar yakni menggunakan huruf Times New Roman, dengan ukuran font 12. Penggunaan aksen tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:  Penggunaan huruf untuk penulisan bab dan judul bab dengan menggunakan huruf kapital, dengan pengaturan baris di tengah-tengah kertas (Center text), dan menggunakan huruf cetak tebal (bold), tanpa tanda titik.
  • 14.
      Penggunaan huruf untukntuk sub-sub judul menggunakan huruf kecil, kecuali pada awal kata yang bukan kata penghubung atau kata depan, dengan pengaturan baris ditengah-tengah kertas (Center text), dan menggunakan huruf cetak tebal (bold), tanpa tanda titik. Penggunaan huruf miring atau italic untuk penulisan istilah-istilah asing, kecuali kata yang sudah diserap dalam bahasa Indonesia, dan juga judul buku, makalah dan artikel lainnya.
  • 15.
      Kategorisasi penomoran dalamkarangan ilmiah dimaksudkan untuk mempermudah pembaca mengikuti kerangka berpikir dan uraian penulis. Kategorisasi ini dimaksudkan bukan sekedar sebagai aturan penulisan saja, tetapi juga akan membantu penulis mengatur logika berpikir karangan atau tulisannya. Pengaturan urutan penomoran karangan, sebagai berikut:  Kategori besar (untuk bab), ditulis dengan menggunakan huruf Romawi besar (I, II, III dan seterusnya)  Kategori lebih kecil (untuk sub judul), ditulis dengan menggunakan huruf Latin besar (A, B, C, D dan seterusnya)
  • 16.
    Kategori lebih kecillagi (Untuk pemilahan topik pembicaraan teks), ditulis dengan huruf Arab (1,2,3 dan seterusnya)  Jika ada kategori lebih kecil lagi, ditulis dengan dengan menggunakan huruf Latin kecil (a, b, c dan sebagainnya), selanjutnya ditulis dengan huruf Arab dalam kurung, yakni (1), (2), (3) dan sebagainnya.  Jika diurutkan kategorisasi penomorannya sebagai berikut:   BAB I LATAR BELAKANG  A. Pendahuluan  1. Pengertian tentang Masyarakat a. Menurut Koentjoroningrat…….
  • 17.
         Halaman judul ataucover dituliskan dengan uruturutan sebagai berikut: Judul karangan ditulis dengan huruf kapital, dengan cetak tebal (bold), 4 ketuk dari batas tepi atas. Jenis karangan ilmiah (makalah, skripsi atau lainnya), dengan menggunakan huruf kecil, kecuali pada awal kata menggunakan huruf besar. Nama lembaga atau program studi yang kepadanya karangan atau tulisan ilmiah itu ditujukkan, dengan huruf kecil. Logo lembaga yang bersangkutan
  • 18.
    Nama lengkap penulis(diikuti dengan kode resmi kelembagaan penulis)  Nama lembaga resmi tempat diajukan tulisan ilmiah itu, dengan menggunakan huruf besar. Dilanjutkan dengan bulan dan tahun, yang dipisahkan dengan tanda koma.  Halaman judul kesemuanya diatur simetris pada tengah-tengah kertas dengan pengaturan spasi yang disesuaikan dengan keserasian tampilan judul.  Warna halaman judul depan ialah MERAH MAROON, dengan jilid langsung. 