INSTALASI
LISTRIK DAN
MATERIAL
K E L O M P O K 4
A W A S !
Instalasi listrik adalah
suatu sistem / rangkaian
yang digunakan untuk
menyalurkan daya listrik
(Electric Power) untuk
kebutuhan manusia
dalam kehidupannya
Instalasi
Listrik Instalasi penerangan listrik
untuk memberikan
kenyamanan terhadap
keadaan yang
memerlukan ketelitian
Instalasi daya
listrik
untuk menjalankan
mesin – mesin listrik
termasuk motor – motor
listrik di pabrik, pompa
air, dan lain – lain
Peraturan
penyelenggaraan
instalasi listrik
Persyaratan
Umum Instalasi
Listrik (PUIL)
International
Electrotecnical
Commision (IEC)
Prinsip – Prinsip
Dasar Instalasi
Listrik
Keamanan
Keandalan
Ketersediaan
Ketercapaian
Keindahan
Ekonomis
KEAMANAN
• keamanan secara elektrik untuk manusia,
ternak, dan barang lainnya apabila terjadi
keadaan tidak normal dalam suatu
instalasi listrik.
KEANDALAN
• menyangkut ketepatan pengaman untuk
menanggapi jika terjadi gangguan.
KETERSEDIAAN
• kesiapan suatu instalasi melayani kebutuhan
baik daya, gawai, maupun perluasan instalasi
yang mencakup spare dari suatu instalasi,
peralatan yang digunakan dan sebagainya.
KETERCAPAIAN
• pemasangan peralatan instlasi yang mudah
dijangkauoleh pengguna dan di dalam
mengoperasikan peralatan tersebut juga
mudah dan dapat dijangkau oleh konsumen.
KEINDAHAN
• pemasangan instalasi listrik harus
sesuai dengan dengan peraturan yang
berlaku, yang posisi peralatan -
peralatan listrik sesuai pada tempatnya.
EKONOMIS
• Biaya yang dikeluarkan untuk instalasi
harus sehemat mungkin dengan tetap
mengutamakan mutu peralatan.
INSTALASI
LISTRIK RUMAH
TINGGAL
Harus diperhatikan, spesifikasi dan
syarat pekerjaan ini menguraikan
syarat yang harus dipenuhi pihak
pemborong, antara lain mengenai
pelaksanaannya, material yang
digunakan, waktu penyerahannya dan
sebagainya.Gambar-gambarnya
harus jelas, mudah dibaca dan
dimengerti.
Untuk pemasangan suatu instalasi
listrik lebih dahulu harus dibuat
gambar-gambar rencananya
berdasarkan denah bangunan,
dimana instalasinya akan dipasang
jika spesifikasinya dan syarat-syarat
pekerjaan yang diterima dari pihak
bangunan / pemesan.
Gambar yang
diperlukan
Gambar
situasi
Gambar
instalasi
Diagram
instalasi garis
tunggal
Gambar
perincian
GAMBAR SITUASI
untuk menyatakan letak
bangunan dimana
intalasinya akan
dipasang, serta rencana
penyambungan dengan
jaringan PLN.
GAMBAR INSTALASI
Meliputi :
– Rencana penempatan semua
peralatan listrik yang akan dipasang
dan sarana peralatan, misalnya titik
lampu, sakelar, kontak-kontak,
perlengkapan hubung bagi.
– Rencana penyambungan peralatan
listrik dengan alat pelayanannya
misalnya antara lampu dengan
sakelarnya, motor dan pengasutnya
dan sebagainya.
– Hubungan antara peralatan listrik
dan sarana pelayanannya dengan
perlengkapan hubung bagi yang
bersangkutan.
– Data teknis penting dari setiap
peralatan listrik yang akan dipasang
D IA GR A M IN STA LA SI
GARIS TUNGGAL
Meliputi :
– Diagram perlengkapan hubung
bagi dengan keterangan
mengenai ukuran/daya nominal
setiap komponen.
– Keterangan mengenai beban
yang terpasang dan pembaginya.
– Ukuran dan jenis hantaran yang
akan digunakan.
– System pentanahannya.
GAMBAR PERINCIAN
Meliputi :
– Perkiraan ukuran fisik
perlengkapan hubung
bagi.
– Cara pemasangan alat-
alat listriknya
– Cara pemasangan
kabelnya.
– Cara kerja instalasi
kontrolnya kalau ada.
PENGAWASAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMASANGAN
INSTALASI LISTRIK
1. Setiap pemasangan listrik harus mendapat
ijin dari instansi yang berwenang, umumnya
dari cabang PLN setempat.
2. Penaggung jawab pekerjaan instalasi harus
seorang yang ahli berilmu pengetahuan
dalam pekerjaan instalasi listrik danmemiliki
ijin dari instansi yang berwenang.
3. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik
harus diawasi oleh seorang pengawas yang
ahli dan berpengetahuan tentang listrik,
menguasai pengaturan perlistrikan,
berpengalaman dlaam pemasangan instalasi
listrik dan bertanggung jawab atas
keselamatan para pekerjanya.
4. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik
harus dilaksanakan oleh orang-orang yang
5. Pemasangan instalasi listrik yang selesai
dikerjakan harus dilaporkan secara tertulis
kepada bagan pemeriksa (umumnya PLN
setempat) untuk diperiksa dan diuji.
6. Setelah dinyatakan baik secara tertulis oleh
bagan pemeriksa dan sebelum diserahkan
kepada pemilik, instalasinya harus dicoba
dengan tegangan dan arus kerja penuh
selama waktu yang cukup lama, semua
peralatan yang dipasang harus dicoba.
7. Perencana suatu instalasi listrik
bertanggung jawab atas rencana yang telah
dibuatnya.
8. Pelaksana pekerjaan instalasi listrik
bertanggung jawab atas pekerjaannya selama
batas waktu tertentu. Jika terjadi suatu
• Tanda-tanda
• Peralatan listrik yang
dipasang
• Cara pemasangan
• Polaritas
• Pentanahannya
• Tahanan isolasi
• Cintinuenitas rangkaian
Pemeriksaan
dan pengujian
instalasi listrik
ALAT-ALAT
DAN BAHAN
YANG UMUM
DALAM
PEMBUATAN
INSTALASI
LISTRIK
RUMAH
TINGGAL
PENGHANTAR/
KABEL
PIPA PVC KOTAK CABANG
(T-DOS/ CROSS-
DOS)
KLEM PIPA
SEKRUP SAKLAR STOP KONTAK LAMPU
MCB SIKRING STECKER FITTING LAMPU
ELBOW UNTUK
TIKUNGAN PIPA
OBENG TANG TESPEN
KESIMPULAN
Memasang instalasi listrik terlebih dahulu yang harus dipersiapkan
diantaranya adalah gambar rangkaian atau denah instalasi yang
akan dipasang, serta alat dan bahan. Selain itu, juga spesifikasi
dan syarat-syarat pekerjaan harus diterima dan dilaksanakan oleh
baik dari pemilik bangunan rumah maupunyang akan memasang
instalasi listrik tersebut, dan syarat tersebut tidak terlepas dari
peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib ialah yang
mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat. Juga pada
pemasangan instalasi listrik, harus sesuai dengan PUIL (Peraturan
Umum Instalasi Listrik).
THANKS FOR
NICE ATTENTION

26990_Instalasi_Listrik_dan_material.pptx

  • 1.
  • 2.
    A W AS !
  • 3.
    Instalasi listrik adalah suatusistem / rangkaian yang digunakan untuk menyalurkan daya listrik (Electric Power) untuk kebutuhan manusia dalam kehidupannya
  • 4.
    Instalasi Listrik Instalasi peneranganlistrik untuk memberikan kenyamanan terhadap keadaan yang memerlukan ketelitian Instalasi daya listrik untuk menjalankan mesin – mesin listrik termasuk motor – motor listrik di pabrik, pompa air, dan lain – lain
  • 5.
    Peraturan penyelenggaraan instalasi listrik Persyaratan Umum Instalasi Listrik(PUIL) International Electrotecnical Commision (IEC)
  • 6.
    Prinsip – Prinsip DasarInstalasi Listrik Keamanan Keandalan Ketersediaan Ketercapaian Keindahan Ekonomis
  • 7.
    KEAMANAN • keamanan secaraelektrik untuk manusia, ternak, dan barang lainnya apabila terjadi keadaan tidak normal dalam suatu instalasi listrik. KEANDALAN • menyangkut ketepatan pengaman untuk menanggapi jika terjadi gangguan.
  • 8.
    KETERSEDIAAN • kesiapan suatuinstalasi melayani kebutuhan baik daya, gawai, maupun perluasan instalasi yang mencakup spare dari suatu instalasi, peralatan yang digunakan dan sebagainya. KETERCAPAIAN • pemasangan peralatan instlasi yang mudah dijangkauoleh pengguna dan di dalam mengoperasikan peralatan tersebut juga mudah dan dapat dijangkau oleh konsumen.
  • 9.
    KEINDAHAN • pemasangan instalasilistrik harus sesuai dengan dengan peraturan yang berlaku, yang posisi peralatan - peralatan listrik sesuai pada tempatnya. EKONOMIS • Biaya yang dikeluarkan untuk instalasi harus sehemat mungkin dengan tetap mengutamakan mutu peralatan.
  • 10.
  • 11.
    Harus diperhatikan, spesifikasidan syarat pekerjaan ini menguraikan syarat yang harus dipenuhi pihak pemborong, antara lain mengenai pelaksanaannya, material yang digunakan, waktu penyerahannya dan sebagainya.Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Untuk pemasangan suatu instalasi listrik lebih dahulu harus dibuat gambar-gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang jika spesifikasinya dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pihak bangunan / pemesan.
  • 12.
  • 13.
    GAMBAR SITUASI untuk menyatakanletak bangunan dimana intalasinya akan dipasang, serta rencana penyambungan dengan jaringan PLN.
  • 14.
    GAMBAR INSTALASI Meliputi : –Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana peralatan, misalnya titik lampu, sakelar, kontak-kontak, perlengkapan hubung bagi. – Rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayanannya misalnya antara lampu dengan sakelarnya, motor dan pengasutnya dan sebagainya. – Hubungan antara peralatan listrik dan sarana pelayanannya dengan perlengkapan hubung bagi yang bersangkutan. – Data teknis penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang
  • 15.
    D IA GRA M IN STA LA SI GARIS TUNGGAL Meliputi : – Diagram perlengkapan hubung bagi dengan keterangan mengenai ukuran/daya nominal setiap komponen. – Keterangan mengenai beban yang terpasang dan pembaginya. – Ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan. – System pentanahannya.
  • 16.
    GAMBAR PERINCIAN Meliputi : –Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubung bagi. – Cara pemasangan alat- alat listriknya – Cara pemasangan kabelnya. – Cara kerja instalasi kontrolnya kalau ada.
  • 17.
    PENGAWASAN DAN TANGGUNGJAWAB PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK 1. Setiap pemasangan listrik harus mendapat ijin dari instansi yang berwenang, umumnya dari cabang PLN setempat. 2. Penaggung jawab pekerjaan instalasi harus seorang yang ahli berilmu pengetahuan dalam pekerjaan instalasi listrik danmemiliki ijin dari instansi yang berwenang. 3. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus diawasi oleh seorang pengawas yang ahli dan berpengetahuan tentang listrik, menguasai pengaturan perlistrikan, berpengalaman dlaam pemasangan instalasi listrik dan bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. 4. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus dilaksanakan oleh orang-orang yang 5. Pemasangan instalasi listrik yang selesai dikerjakan harus dilaporkan secara tertulis kepada bagan pemeriksa (umumnya PLN setempat) untuk diperiksa dan diuji. 6. Setelah dinyatakan baik secara tertulis oleh bagan pemeriksa dan sebelum diserahkan kepada pemilik, instalasinya harus dicoba dengan tegangan dan arus kerja penuh selama waktu yang cukup lama, semua peralatan yang dipasang harus dicoba. 7. Perencana suatu instalasi listrik bertanggung jawab atas rencana yang telah dibuatnya. 8. Pelaksana pekerjaan instalasi listrik bertanggung jawab atas pekerjaannya selama batas waktu tertentu. Jika terjadi suatu
  • 18.
    • Tanda-tanda • Peralatanlistrik yang dipasang • Cara pemasangan • Polaritas • Pentanahannya • Tahanan isolasi • Cintinuenitas rangkaian Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik
  • 19.
  • 20.
    PENGHANTAR/ KABEL PIPA PVC KOTAKCABANG (T-DOS/ CROSS- DOS) KLEM PIPA SEKRUP SAKLAR STOP KONTAK LAMPU
  • 21.
    MCB SIKRING STECKERFITTING LAMPU ELBOW UNTUK TIKUNGAN PIPA OBENG TANG TESPEN
  • 22.
    KESIMPULAN Memasang instalasi listrikterlebih dahulu yang harus dipersiapkan diantaranya adalah gambar rangkaian atau denah instalasi yang akan dipasang, serta alat dan bahan. Selain itu, juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan harus diterima dan dilaksanakan oleh baik dari pemilik bangunan rumah maupunyang akan memasang instalasi listrik tersebut, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib ialah yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat. Juga pada pemasangan instalasi listrik, harus sesuai dengan PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik).
  • 23.