PERJALANAN HAJI
H. SUHARDI HARAHAP., MM
1
DAFTAR ISI
Perspektif
Aspek Dasar
Miqat
Wukuf di Arafah
Mabit di Mudzdalifah
Zumrah di Mina
Mabit di Mina
Tahallul
Thawaf
Sa’i
Dam dan Hadyu
Ziyarah-Ziyarah
Maksud Allah
Menciptakan
Makhluk
Status Manusia
dan Jin
Kewajiban
Manusia dan Jin:
Ibadah dengan
syarat lillahi ta’ala
Tatacara Ibadah
dan Hikmah
Manasik
MANASIK HAJI DALAM PERSPEKTIF PENCIPTAAN
MANUSIA
3
ASPEK DASAR
• PENGERTIAN HAJI :
• Menurut bahasa : sengaja mengunjungi.
• Menurut istilah : sengaja berkunjung ke Baitulloh untuk melaksanakan
beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji yang telah
ditentukansyarat dan waktu tertentu.
• Dasar Hukum : Al-Qur’an Surat Ali Imron : 97
4
DALIL TENTANG KEWAJIBAN HAJI
Dari Al Qur’an:
‫و‬
َ ‫ه‬ َ
‫ّلِل‬
َ‫ح‬ َ
‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
َ‫م‬ َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ُّ‫ج‬
ْ‫ن‬
َ‫س‬ َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫إ‬ َ‫ع‬‫ا‬َ‫ط‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬
‫ا‬‫ل‬‫ي‬َ‫ب‬
(
‫عمران‬ ‫آل‬
:
97
)
“Mengerjakan haji adalah
kewajiban manusia terhadap
Allah, yaitu (bagi) orang yang
sanggup mengadakan
perjalanan ke Baitullah”. QS. Ali
Imran: 97)
Dari As Sunnah :
َ‫ص‬ َ ‫ه‬
‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ه‬
‫َّللا‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬
َ‫ه‬ْ‫ي‬
ْ‫س‬َ ْ
‫اْل‬ َ‫ي‬َ‫ن‬ُ‫ب‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬
‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫م‬ َ
‫ل‬
َ‫إ‬ َ‫ه‬َ‫ل‬َ‫إ‬ َ
‫َل‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ َ‫ة‬َ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ش‬
‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ُ ‫ه‬
‫َّللا‬ ‫ه‬
‫َل‬
َ ‫ه‬
‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫اا‬‫د‬‫ه‬‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬
َ
‫ل‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ َ‫ام‬َ‫ق‬َ‫إ‬ َ‫و‬
َ‫ة‬
َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ص‬ َ‫و‬ َ‫ج‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ة‬‫ا‬َ‫ك‬‫ه‬‫الز‬ َ‫اء‬َ‫ت‬‫ي‬َ‫إ‬ َ‫و‬
َ‫ان‬َ‫ض‬َ‫م‬َ‫ر‬
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Islam dibangun atas lima dasar: bersaksi
bahwa tiada tuhan yang berhak disembah
kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah, mendirikan shalat, menunuaikan
zakat, haji dan puasa Ramadhan”. Hadits
riwayat Bukhari dan Muslim
5
NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:
‫ا‬
َ‫ز‬َ‫ج‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ
‫ْس‬‫ي‬َ‫ل‬ ُ‫ور‬ُ‫ْر‬‫ب‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُّ‫ج‬َ‫ح‬ْ‫ل‬
‫ه‬
‫َل‬َ‫إ‬ ‫اء‬
ُ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ال‬
“HAJI YANG MABRUR TIADA BALASAN BAGINYA KECUALI SURGA”
(HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM)
NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:
ُ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫ث‬ُ‫ف‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ه‬‫ج‬َ‫ح‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
َ‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫ك‬ َََ‫ج‬َ‫ر‬ ْ‫ق‬
ُ‫ه‬ْ‫ْت‬
ُ‫ه‬ُّ‫م‬ُ‫أ‬
“BARANGSIAPA YANG BERHAJI TANPA BERBUAT RAFATS DAN KEFASIKAN, MAKA AKAN KEMBALI DALAM KEADAAN
SEBAGAIMANA DIA DILAHIRKAN IBUNYA” .
(HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM)
6
NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:
َ‫ف‬ ُ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ر‬َ‫ث‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬
‫ا‬‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ َ‫ه‬‫ي‬
‫ار‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ن‬َ‫م‬ ‫ا‬
َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
َ‫ة‬َ‫ف‬َ‫ر‬َ‫ع‬
“TIADA SUATU HARIPUN YANG DI SITU ALLAH MEMBEBASKAN HAMBA-NYA DARI
NERAKA LEBIH BANYAK DARI HARI ARAFAH”. HADITS RIWAYAT MUSLIM
NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA TENTANG AMALAN APA
YANG MULIA:
َ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬ َ‫ر‬ ‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ َ‫ة‬ َ‫ْر‬‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫ي‬َ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬
ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ه‬
‫َّللا‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬
َ‫ه‬
َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬
َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ُ‫ل‬َ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ َ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ْ‫ال‬ ُّ‫ي‬َ‫أ‬ َ‫ل‬َ‫ئ‬ُ‫س‬
ُ‫س‬ َ‫ر‬ َ‫و‬ َ ‫ه‬
‫اّلِل‬َ‫ب‬ ‫ان‬َ‫م‬‫ي‬َ‫إ‬
َ‫ل‬‫و‬
َ‫ل‬‫ي‬َ‫ق‬ َ‫ه‬
َ‫م‬ ‫ه‬‫م‬ُ‫ث‬ َ‫ل‬‫ي‬َ‫ق‬ َ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ل‬‫ي‬َ‫ب‬َ‫س‬ ‫ي‬َ‫ف‬ ُ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬ َ‫ج‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫ا‬َ‫م‬ ‫ه‬‫م‬ُ‫ث‬
ٌّ‫ج‬َ‫ح‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫ا‬
‫ور‬ُ‫ْر‬‫ب‬َ‫م‬
ABU HURAIRAH RADHIYALLAHU ‘ANHU BERKATA: “BAHWA
RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA : “AMALAN APA YANG PALING AGUNG?”
BELIAU BERSABDA: “IMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA”. “KEMUDIAN APA? “ “BERJIHAD DI JALAN
ALLAH”. ”KEMUDIAN APA?”. ”HAJI MABRUR”.
HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM
7
HUKUM SYARAT RUKUN WAJIB
DAN SUNNAH HAJI
Hukum ibadah haji
• Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah
memenuhi persyaratan
• Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Sedang untuk
yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah
• Bagi yang bernadzar haji maka hukumnya wajib untuk
dilaksanakan
8
SYARAT-SYARAT HAJI
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal sehat
4. Merdeka (bukan budak)
5. Istita’ah
Ket : apabila kelima syarat tersebut tidak terpenuhi,
maka gugurlah kewajiban haji seseorang
9
RUKUN HAJI
1.Ihram
2.Wukuf di Arafah
3.Thawaf Ifadhah
4.Sa’i
5.Tahalul
6.Tertib
Apabila salah satu rukun tidak terpenuhi maka
hajinya tidak sah atau batal 10
WAJIB HAJI
1. Ihram dari miqat
2. Mabit di Muzdalifah
3. Mabit di Mina
4. Melontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqobah
5. Thawaf Wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah
Apabila salah satu wajib haji tersebut tidak dilakukan
maka hajinya tetap sah tetapi wajib membayar Dam
11
SUNNAH HAJI
1. Mandi sebelum ihram
2. Sholat sunnah ihram
3. Membaca Talbiyah
4. Membaca sholawat nabi
5. Berdo’a di Multazam
6. Sholat di Maqom Ibrahim
7. Minum air Zam-zam
8. Banyak berdo’a, berdzikir di Arofah
9. Banyak berdo’a, berdzikir di Mudzalifah
10. Mengambil kerikil di Mudzdalifah untuk seluruh lemparan jumrah
11. Berdo’a setelah melempar jumrah
12. Mencukur rambut sampai habis untuk jama’ah laki-laki
12
Selama Perjalanan
 Perbanyak Dzikir
 Perbanyak Shalawat
 Shalat Jamak atau Qoshor
 Tayammum
Perjalanan Jeddah – Mekah
• Mandi Ihram
• Shalat Sunnah
• Niat Ihram Umrah
• Talbiyah, Dzikir, Shalawat
• Menghindari Larangan Ihram
Perjalanan Haji
Selama Di Mekkah
 Talbiyah Sampai Mulai Thawaf
 Doa Masuk Tanah Haram
 Doa Haram
 Doa Melihat Ka’bah
 Doa Minum Air Zamzam
 Menyempurnakan Rukun Masuk Masjid
Ibadah Sunnah
• Umrah Sunnah
• Thawaf Sunnah
• Shalat Sunnah
• Membaca Al-Qur’an
• Dzikir dan Shalawat
• Shadaqoh
• Ziarah Ma’la
Persiapan Wuquf Arafah di Aziziyah
- Niat Ihram di Pondokan
• Ifadhah Wuquf di Arafah
• Mabit di Muzdalifah
• Melontar Jumrah Aqobah dan Tahallul Awal
• Thawaf
• Sai Haji
• Kembali ke Mina, Mabit selama 2 Malam, Melontar 3 Jumrah (Nafar Awwal)
• Thawaf Wada
Rute Perjalanan haji
MIQAT
Miqat terbagi menjadi dua:
Yaitu tempat-tempat yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi yang ingin
melakukan haji maupun umrah. Tempat-tempat itu ialah: 1. Dzulhulaifah (Bir Ali),
bagi penduduk Madinah, 2. Al Juhfah, bagi penduduk Syam, Mesir, dan Maroko. Al
Juhfah dekat dengan Rabigh yang sekarang dijadikan miqat sebagai gantinya. 3.
Qarnul Manazil, bagi penduduk Najd, dikenal dengan Wadi Sail (daerah Taif). 4.
Yalamlam, bagi penduduk Yaman. 5. Dzatu ‘Irqin, bagi penduduk Irak dan yang
datang dari daerah timur.
Bagi penduduk Mekkah dan yang berada diantara miqat dengan Mekkah memulai
ihram dari rumah masing-masing. Sedang yang melewati selain miqat hendaklah
disejajarkan dengan miqat terdekat. Ini berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari dan
Muslim.
1. Miqat Zamani
2. Miqat Makani
Yaitu bulan-bulan yang telah ditentukan untuk melakukan amalan ibadah haji yang
apabila dilakukan diluar waktu tersebut tidak sah. Bulan-bulan itu ialah: Syawwal,
Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.
16
Ihram
Miqot Zamani
 Syawal
 Dzulqo’dah
 Malam 01 – 10 Dzulhijjah
Miqot Makani
 Penduduk Makkah
 Selain Penduduk Makkah
 Dzul Hulaifah (Madinah)
 Juhfah (Syam, Mesir, Maroko)
 Qornul manazil (Najd Hijaz,
Yaman)
 Yulamlam (Indonesia,
Malaysia, Singapore)
 Dzatu Irqin (Iraq, Khurasan)
Miqat Makani ditandai
dengan bulatan merah
18
PETA MIQAT MAKANI
MIQAT JAMAAH HAJI INDONESIA
GELOMBANG I DI BIR
ALI/DZULHULAIFAH
GELOMBANG II DI JEDDAH
(AIRPORT KING ABDUL AZIZ)
BERDASARKAN :
1. KEPUTUSAN KOMISI FATWA MUI TAHUN 1980 YANG DIKUKUHKAN TAHUN 1981
2. FATWA IBNU HAJAR AL HAITAMI BERDASARKAN JARAK JEDDAH/KING ABD. AZIZ INTERNATIONAL AIRPORT (KAIA)
DENGAN MAKKAH MELEBIHI DUA MARHALAH
3. MAZHAB HANAFI DAN MALIKI BERPENDAPAT: BAGI JEMAAH HAJI YANG MELEWATI DUA MIQAT DAPAT MEMULAI
IHRAMNYA DARI MIQAT YANG KEDUA, KENYATAANNYA JEMAAH HAJI INDONESIA MELALUI DUA MIQAT / DUA GARIS
MIQAT ( YALAMLAM DAN JEDDAH )
4. PENDAPAT SYEIH NURUDDIN ATHAR MELETAKKAN JEDDAH PADA GARIS MIQAT YANG SUDAH DITEGASKAN PARA
FUQOHA
5. FATWA MAHKAMAH SYAR’IYAH NEGARA QATAR TENTANG JEDDAH SEBAGAI MIQAT
6. KEPUTUSAN PBNU TAHUN 1994, JEDDAH SEBAGAI MIQAT DENGAN ALASAN BAHWA PESAWAT HAJI INDONESIA
TIDAK MENUJU KE MAKKAH TETAPI MEMBELOK KE KIRI DAN KE KANAN MENUJU BANDARA KAIA JEDDAH.
7. KEMASLAHATAN JAMAAH INDONESIA UNTUK MENGHINDARI MASYAQQAH
Batas Tanah Haram
IHRAM HAJI
1. Pada tanggal 8 dzulhijah mulai berpakaian ihram yang didahului
dengan melakukan sunah-sunah ihram.
2. Setelah berikhram niat dengan ucapan labaika hajjan di maktab /
hotel
3. Setelah niat harus menjaga semua larangan ihram
4. Berangkat ke Arafah
5. Membaca talbiyah , bagi laki-laki suara jahr bagi wanita suara sir
6. Pembacaan talbiyah diakhiri setelah lontar jumrah aqabah
7. Menuju tenda-tenda yang disiapkan oleh maktab
8. Menginap semalam menanti hari wukuf pada tgl 9 dzulhijah 21
MACAM-MACAM IHRAM HAJI
22
Perkataan ihram berasal bahasa Arab:
‫ا‬ً‫م‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ح‬ِ‫إ‬ ُ‫م‬ ِ
‫ر‬ْ‫ح‬ُ‫ي‬ َ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ “menjadikan ia haram”
IFRAD, TAMMATU, DAN QIRAN
• memulai ihram dengan berniat haji mengatakan: “Allahumma
Labbaika hajjan”, kemudian melakukan amalan-amalan haji saja.
Orang yang melakukan haji ifrad ini tidak berkewajiban
menyembelih hadyu
• memulai ihram berniat melakukan ibadah haji dan umrah bersamaan
seraya mengatakan: “Allahumma Labbaika hajjan wa ‘umratan”.
Kemudian melakukan ibadah haji yang itu juga ibadah umrah. Dalam haji
qiran diwajibkan menyembelih hadyu.
• memulai ihram dengan berniat umrah mengatakan: “Allahumma Labbaika
‘umratan”, kemudian melakukan amalan-amalan umrah sampai tahallul. Kemudian
tinggal di Makkah dalam keadaan tidak berihram. Lalu ihram lagi untuk haji ketika
tanggal 8 Dzulhijjah dan melakukan amalan haji hingga selesai. Dalam hajia
tamattu’ diwajibkan menyembelih hadyu
23
Adab Ihram
• Mandi Ihram
• Mencukur atau mencabut
bulu badan, kumis,
memotong kuku
• Mencuci rambut
• Mencopot pakaian
berjahit dan mengenakan
pakaian ihram
• Menggunakan sandal
• Memakai wangi-wangian
terutama untuk badan
• Shalat Sunnah Ihram
• Niat Ihram
Setelah niat Ihrom, maka
berlaku larangan-larangan
selama Ihram, yaitu sbb :
Larangan Ihram
Laki-Laki
 Tidak memakai pakaian berjahit
 Menutup kepala, memakai sepatu
atau sendal menutup mata kaki
 Memakai wangi-wangian
 Memakai minyak rambut atau
jenggot
 Bercukur atau memotong kuku
 Akad Nikah
 Bersetubuh, bercumbu, Istimna
 Membunuh binatang darat yang
dapat dimakan
Wanita
 Menutup wajah
 Memakai wangi-wangian
 Memakai minyak rambut atau jenggot
 Bercukur atau memotong kuku
 Akad Nikah
 Bersetubuh, bercumbu, Istimna
 Membunuh binatang darat yang dapat
dimakan
WUKUF DI ARAFAH
Arti wukuf adalah hadir di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah
tergelincir matahari sampai dengan fajar tanggal 10 Dzulhijjah dengan niat
menunaikan ibadah haji
Pelaksanaan wukuf mendapatkan sebagian siang dan sebagian malam
Catatan: Jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah tanggal 8
Dzuhijjah
28
WUKUF [LANJUTAN]
• Setelah menjalankan sunnah bermalam di Mina pada hari tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) dan melakukan shalat lima waktu di
sana, para jamaah haji disunnahkan untuk menuju Arafah begitu matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan
penjelasan Jâbir bin Abdillah Radhiyallahu anhu :
َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ه‬َّ‫ج‬ َ‫و‬َ‫ت‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫و‬ ْ‫ر‬َّ‫ت‬‫ال‬ ُ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬
َ‫ر‬ َ‫و‬ ِ‫ج‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُّ‫ل‬َ‫ه‬َ‫أ‬َ‫ف‬ ‫ى‬ً‫ن‬ِ‫م‬ ‫ى‬
ِ َّ
‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ب‬ِ‫ك‬
-
‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬
-
ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬َ‫ف‬
ِ‫ع‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ب‬ ِ
‫ر‬ْ‫غ‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ْ‫ص‬َ‫ع‬
َ‫ء‬‫َا‬‫ش‬
َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫ط‬ ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ً‫ال‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ق‬ َ‫ث‬َ‫ك‬َ‫م‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ َ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ َ‫و‬
ِ‫ت‬
ُ‫س‬ْ‫م‬َّ‫ش‬‫ال‬
Maka pada hari tarwiyah mereka berangkat menuju Mina bertalbiyah haji, dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki
kendaraan lalu shalat di sana Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh, kemudian menunggu sebentar sampai matahari terbit. [HR.
Muslim no. 1218]
29
WAKTU WUKUF DI ARAFAH
A. IMAM MALIK ABU HANAFIAH DAN IMAM SYAFI’E; DIMULAI
DARI TERGELINCIRNYA MATAHARI TANGGAL 9 DZULHIJJAH
SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH
B. IMAM AHMAD IBNU HAMBAL ; WAKTU WUKUF DIMULAI
SEJAK TERBITNYA FAJAR HARI ARAFAH (TANGGAL 9
DZULHIJJAH) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10
DZULHIJJAH
C. SALAH SATU QOUL (PENDAPAT) IMAM MALIK MENYATAKAN
BAHWA WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBENAM
MATAHARI PADA MALAM HARI NAHAR TANGGAL 10
DZULHIJJAH SAMPAI TERBIT FAJAR
MENURUT PENDAPAT :
KADAR LAMANYA WUKUF
A. MADZHAB HANAFI DAN HAMBALI;
WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN
MALAM DAN SEBAGIAN SIANG
B. MADZHAB MALIKI; MENDAPATKAN
SEBAGIAN MALAM ADALAH RUKUN DAN
SEBAGIAN SIANG ADALAH WAJIB
C. MADZHAB SYAFI’I; SUNAT
MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN
SEBAGIAN SIANG
(AL-MUGHNI FI FIQHIL HAJJ, HAL 235 – 237)
5. BAGI YANG KENA PENYAKIT GILA, PINGSAN, MABUK DAN
TAK SADARKAN DIRI SEDANG MEREKA BERADA DI
ARAFAH DALAM KEADAAN IHRAM, MAKA TERDAPAT 2
(DUA) PENDAPAT YAITU:
A. WUKUFNYA SAH, APABILA KEADAAN TERSEBUT
DIALAMI SETELAH BERADA DI ARAFAH
B. APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SEBELUM
MEMASUKI ARAFAH:
• MENURUT IMAM ABU HANIFAH SAH WUKUFNYA
• MENURUT IBNU MUNDZIR, IMAM SYAFI’I , IMAM AHMAD
IBNU HAMBAL DAN ABU TSUR, TIDAK SAH WUKUFNYA
(AL-FIQH ALAL MAZAHIBIL ARBA’AH HAL 612 DAN AL-
MAJMU SYARAH MUHADZAB JILID 8 HAL 117)
SAFARI WUKUF
DILAKUKAN BAGI JAMAAH HAJI YANG
KARENA UDZUR/SAKIT, DENGAN
ANGKUTAN KHUSUS DIPANDU OLEH
PPIH ARAB SAUDI. BERANGKAT DARI
MAKKAH TANGGAL 9 DZULHIJJAH +
PUKUL 17.00 WAS MENUJU ARAFAH
UNTUK MELAKSANAKAN WUKUF
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH
MAGHRIB MEREKA DIBAWA KEMBALI KE
MAKKAH TANPA HARUS MABIT DI
MUZDALIFAH DAN MINA KARENA
UDZUR SYAR’I
SUNNAH-SUNNAH WUKUF
1. Wukuf Nabi berada di bagian bawah timur Jabar Rahmah
2. Mandi di Arafah
3. Bersuci dari hadas dan najis
4. Tidak berpuasa
5. Dengan khusuk berdo’a membaca al-Qur’an dan kalimat thayibah
6. Hati selalu ingat kepada Allah
7. Menyesali dosa-dosanya
8. Banyak berdo’a karena tempat ijabah
34
DO'A WUKUF
DO'A WUKUF DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN
IMAM TURMUZI DAN AHMAD DARI AMRIN BIN SYUEB :
ARTINYA :
TIDAKADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN
ALLAH YANG MAHA ESA. TIDAK ADA SEKUTU
BAGINYA. KERAJAAN DAN PUJIAN HANYA MILIKNYA,
DIALAH YANG MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. DI
TANGANNYA SEGALA KEBAIKAN DAN DIALAH YANG
MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU.
DO'A TERSEBUT ADALAH DO'A YANG PALING BANYAK
DIBACA RASULULLAH SAW DAN PARA NABI
SEBELUMNYA.
YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
WUKUF
1. Sampai di Arafah menempati kemah masing-masing yang telah
disediakan oleh maktab
2. Wukuf tidak ditentukan caranya
3. Wukuf tidak boleh diwakilkan (karena bagian dari Rukun Haji)
4. Mendengarkan khutbah wukuf
5. Sholat Dhuhur dan Ashar di Jama’ Qasar Taqdim
6. Wukuf di Arafah adalah tempat ijabah, maka dianjurkan untuk
banyak berdo’a
7. Waktunya cukup longgar, seyogyanya digunakan untuk hal-hal
yang bermanfaat
36
HIKMAH WUKUF
Puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah tanggal 9
Dzulhijjah. Kaitannya dengan kehidupan manusia satu saat
kehidupan manusia berhenti mendadak (jantung berhenti,
mata berhenti semua berhenti)
Untuk mengingat pada saat manusia akan dikumpulakan di
padang Mahsyar, padang Arafah ini sebagai lambang padang
Mahsyar
Arofah tempat berkumpulnya jamaah haji sseluruh penjuru
dunia yang beda bahasa, kulit, suku, pangkat, derajat danlain-
lain, tetapi mempunyai satu tujuan yang dilandasi persamaan
tidak ada perbedaan
Arofah tempat pembebasan yang merupakan muktamar akbar
yang berlanjut berkumpul lagi di Muzdalifah dan di Mina 37
Mabit Muzdalifah & Lontar Jumrah
Mabit di Muzdalifah
 Melakukan shalat maghrib dan isya’
(Jama’ Ta’khir)
 Mabit sampai melewati pertengahan
malam
 Mengumpulkan batu
Lontar Jumrah
 Batu kecil sebesar ujung jari
 Dilakukan setelah terbit matahari
 Mengangkat tangan sampai
terlihat ketiak (untuk laki-laki)
 Berhenti bertalbiyah saat mulai
lemparan dan membaca takbir
 Kalau dimungkinkan melempar dalam
keadaan menunggang
 Melempar satu-satu
 Harus 7 lemparan yang mengenai
tempat melempar (Marma)
 Boleh diwakilkan bila tidak mampu
1. HUKUM MABIT DI MUZDALIFAH
• MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I DAN IMAM HAMBALI, MABIT DI
MUZDALIFAH HUKUMNYA WAJIB;
• MENURUT IMAM HANAFI DAN QOUL JADID IMAM SYAFI’I, MABIT DI MUZDALIFAH
HUKUMNYA SUNAT
2. MABIT DI MUZDALIFAH DILAKSANAKAN SETELAH SELESAI WUKUF DI ARAFAH
3. WAKTU MABIT DI MUZDALIFAH DIMULAI SETELAH MAGHRIB SAMPAI TERIT FAJAR
TANGGAL 10 DZULHIJJAH. PELAKSANAANNYA DAPAT DILAKUKAN SESAAT SAMPAI
LEWAT TENGAH MALAM.
4. MENURUT IMAM NAWAWI SESEORANG YANG KARENA UDZUR SYAR’I SEHINGGA TIDAK
MABIT DI MUZDALIFAH MAKA TIDAK DIKENAKAN DAM . UZUR ITU TERBAGI 3 (TIGA)
MACAM:
a. TUGAS MENGURUS / MELAYANI JAMAAH HAJI
b. MENJAGA HARTANYA KARENA TAKUT HILANG, MERAWAT JAMAAH
SAKIT ATAU DIRINYA SAKIT JIKA MELAKUKAN MABIT
c. MENGGEMBALA UNTA
DO'A DI MASY'ARIL HARAM
(MUZDALIFAH)
DALAM HADIS RIWAYAT MUSLIM DARI JABIR R.A. :
DO'A DI MUZDALIFAH YAITU MEMBACA TAHMID;
TAHLIL DAN TAKBIR SEBAGAI BERIKUT :
ARTINYA :
"SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK)
DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR, BAGI ALLAH
SEGALA PUJI.
AMALAN DALAM PELAKSANAAN
MABIT DI MUZDALIFAH
A. SHALAT JAMA’ TAKHIR QASHAR
MAGHRIB DAN ISYA’ BAGI YANG BELUM
MELAKSANAKAN DI ARAFAH
B. BERDZIKIR, BERDO’A DAN TAQARRUB
KEPADA ALLAH
C. MENCARI BATU KERIKIL UNTUK
MELONTAR JAMRAH DI MINA
ZUMRAH AQOBAH
Tanggal 10 Dzulhijjah
Berangkat menuju ke Mina menempati kemah di
Mina
Dilanjutkan Zumrah Aqobah, waktunya sejak
Dhuha sampai tidak terbatas
Rasul dari Muzdalifah tidak henti-hentinya beserta
para sahabat selalu membaca talbiyah
44
MELONTAR JUMRAH AQOBAH
 Cara melontar:
1. Dengan membaca takbir setiap lemparan
2. Tiap lemparan satu kerikil
3. Ada gerakan tangan untuk melempar
4. Batu kerikil diyakini jatuh di Marma (sumur atau yakin mengenai tugu Jamarah
Aqobah)
5. Harus dengan tangan
6. Dengan tujuh kerikil
7. Bukan kerikil yang sudah digunakan untuk melontar
8. Selesai tujuh kali dilanjutkan berdo’a
(AL-MUGHNI FI FIQH HAJJ , H. 272-273)
45
46
WAKTU MELONTAR JAMRAH
A. MELONTAR JAMRAH AQOBAH PADA TANGGAL 10
DZULHIJJAH, MENURUT IMAM SYAFI’I DAN AHAMD BIN
HAMBAL, DIMULAI SETELAH LEWAT TENGAH MALAM
PADA MALAM HARI NAHR SAMPAI DENGAN TERBENAM
MATAHARI PAA HARI TASYRIQ TANGGAL 13 DZULHIJJAH
(FIQH HAJJ;DEPARTEMEN AGAMA HAL. 76)
B. MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHO, AQOBAH, PADA
HARI TASYRIQ (TGL 11, 12, 13 DZULHIJJAH)
JUMHUR ULAMA (MALIK, ABU HANIFAH, SYAFI’I DAN
AHMAD BIN HAMBAL) MENYATAKAN MELONTAR JAMRAH
HARI-HARI TASYRIQ WAKTUNYA SETELAH TERGELINCIR
MATAHARI
C. PENGERTIAN SEBELUM ZAWAL :
1) SEBAGIAN ULAMA MENGATAKAN SEBELUM
TERGELINCIRNYA MATAHARI;
2) SEBAGIAN ULAMA LAIN (IMAM ROFI’I DALAM
MADZHAB SYAFI’I) MENGATAKAN SETELAH
TERBIT FAJAR.
MENURUT PENDAPAT ATHO DAN THOWUS (DUA
TOKOH FUQAHA) DARI GOLONGAN TABI’IN ,
MENYATAKAN BOLEH MELONTAR JAMARAH PADA
HARI-HARI TASYRIQ SEBELUM ZAWAL.
(AL QIRA LIQOSIDI UMMILQURA, HAL 215)
DO'A KETIKA MELONTAR JAMRAH
DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM DAN
ABDULLAH BIN MAS'UD R.A., NABI SAW SETIAP
MELONTAR JAMRAH BERTAKBIR DAN BERDO'A SEBAGAI
BERIKUT :
ARTINYA :
ALLAH MAHA BESAR, YA ALLAH JADIKANLAH
IBADAH HAJIKU INI HAJI MABRUR DAN DOSA
YANG DIAMPUNI.
KEMBALI KE TENDA MINA
Bagi yang keadaannya tidak memungkinkan sebaiknya
kembali ke tenda Mina setelah lempar jumrah Aqobah
Namun bagi yang mampu dan berkuasa bisa mlanjutkan
melakukan Thawaf Ifadah dan Sa’I ke Makkah
Namun sebelum Magrib harus sudah sampai di Mina lagi
50
HUKUM DAN WAKTU MABIT DI
MINA
A. WAJIB, MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I, DAN IMAM AHMAD IBNU HAMBAL
B. SUNAT, MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN SALAH SATU QOUL JADID IMAM SYAFI’I
C. BAGI YANG KARENA UDZUR SYAR’I DIPERBOLEHKAN TIDAK MABIT
WAKTU:
SEPANJANG MALAM HARI TANGGAL 11, 12, 13
DZULHIJJAH, DIMULAI DARI WAKTU MAGHRIB
(TERBENAM MATAHARI) SAMPAI DENGAN
TERBIT FAJAR, AKAN TETAPI KADAR LAMANYA
MABIT WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN
BESAR WAKTU MALAM (MU’DHOMILLAIL)
(AL-FIQIH ’AL AL-MADZAHIB AL-‘ARBA’AH, H. 665 DAN AL-MUGHNI
FIQHIL HAJJ, H. 288)
MABIT DI MINA
1. Arti mabit adalah bermalam di Mina pada tanggal 11, 12, dan atau 13
Dzulhijjah dalam rangka melaksanakan rangkaian manasik haji
2. Mabit di Mina hukumnya wajib
3. Waktu mabit di Mina ialah malam hari dimulai waktu Magrib sampai
terbit fajar
4. Tempat mabit ialah seluruh wilayah Mina termasuk Kharatulisan dan
batas peluasan hukum mabit (Minajadid)
5. Amalan-amalan selama wukuf yaitu: banyak berdo’a , dzikir, baca
alqur’an, dan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah [QS Al
Baqarah:203]
53
MABIT DI MINA [LANJUTAN]
Tanggal 11 Dzulhijjah sehabis Zawal (setelah Dhuhur sampai dengan
malam berikutnya), melempar jumrah dari Ula, Wustha, dan Aqobah
masing masing 7 lemparan
Bila mewakilkan dirinya harus melempar dahulu baru yang diawakili
urutannya Ula, Wustha, dan Aqobah dengan sempurna lalu kembali ke
Ula, Wustha, dan Aqobah untuk yang diwakili
Kembali ke tenda Mina lagi
Tanggal 12 Dzulhijjah
Setelah waktu Zawal yaitu sesudah Dhuhur melempar jumrah Ula, Wustha
dan Aqobah
Bila akan mengambil Nafar Awwal sehabis lempar 3 jumrahan lalu kembali
ke Makkah sebelum Magrib tiba (meninggalkan Mina)
54
AMALAN DALAM PELAKSANAAN
MABIT DI MINA
 MELAKSANAKAN MABIT
 SHALAT BERJAMAAH DI PERKEMAHAN
 MEMPERBANYAK ZIKIR, ISTIGFAR,
MEMBACA AL-QUR’AN
 MENJAGA KONDISI KESEHATAN DAN
CUKUP ISTIRAHAT
 MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN
MEMILIH WAKTU YANG AMAN UNTUK
MELONTAR JAMRAH
NAFAR
1. NAFAR IALAH KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI
MENINGGALKAN MINA PADA HARI TASYRIQ TANGGAL 12
ATAU 13 DZULHIJJAH MENUJU MAKKAH
2. NAFAR TERBAGI MENJADI 2 (DUA) :
A. NAFAR AWAL, YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA
SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA DAN
AQOBAH PADA TANGGAL 12 DZULHIJJAH, SEBELUM
TERBENAM MATAHARI (MENURUT JUMHUR ULAMA)
B. NAFAR TSANI YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA
SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA, AQOBAH
PADA TANGGAL, 13 DZULHIJJAH
SYAIKH ISMAIL UTSMAN ZAIN
MUFTI MAZHAB SYAFI’I MENGATAKAN;
“BOLEH KELUAR DARI MINA QOBLA ZAWAL, BAIK
NAFAR AWAL MAUPUN NAFAR TSANI JIKA
BERPEDOMAN PADA PENDAPAT ULAMA YANG
MEMBOLEHKAN MELONTAR QOBLA ZAWAL, KARENA
ANTARA HUKUM MELONTAR DAN NAFAR SALING
BERKAITAN”.
(TAUDHIHUL MAQAL HAL: 4 – 5)
NAFAR AWAL DAN NAFAR TSANI KEDUDUKANNYA SAMA
DALAM HUKUM, YANG MEMBEDAKAN KEUTAMAAN
DARI KEDUANYA ADALAH NILAI KETAQWAANNYA (QS.
AL BAQARAH 203)
TAHALUL
Tahalul adalah keadaan seseorang telah dihalalkan / dibolehkan
melakukan perbuatan yang dilarang selama dalam keadaan ihram
Ditandai dengan setelah memotong/mencukur rambut kepala
Menjadi halal semua larangan ihram
Bagi pria disunnahkan mencukur sampai cepak yang dimulai dari
sebelah kanan
Bagi wanita rambut dikumpulkan (diruntut) dan dipotong ujungnya
Paling sedikit memotong tiga helai rambut
Sebaiknya memotong sendiri
Bila minta tolong, yang dimintai tolong sudah memotong dulu
59
3.TAWAF WADA’
(SELAMAT TINGGAL)
1.TAWAF RUKUN
2.TAWAF QUDUM
(SELAMAT DATANG)
4.TAWAF SUNAT
5. TAWAF NAZAR
JENIS-JENIS TAWAF
JENIS-JENIS TAWAF
MACAM- MACAM THAWAF
1. Thawaf ifadhah (sebagai rukun haji)
– Dikerjakan sesudah malan nahar (10 dhulhijah sampai dalam waktu tidak
terbatas)
– Bisa dilakukan sebelum lontar jumrah aqobah karena tersesat
2. Thawaf qudum (thawaf untuk penghormatan)
- Tidak masuk rukun haji
- Wajib bagi haji ifrad dan qiron
- Waktunya saat masuk ke Mekah
- Bagi haji tamatu’ tidak di sunahkan
63
Macam- macam thawaf [Lanjutan]
3. Thawaf wada’ (sebagai penghormatan terakhir)
- Waktunya akan meninggalkan kota makah
- Hukumnya wajib
- Bagi wanita yang datang bulan cukup berdo’a diluar masjid
(tidak thawaf)
- Pakaian biasa
- Tidak pakai ramal bagi laki-laki
4. Thawaf umrah (sebagi rukun umrah)
- Bila tidak dekerjakan umrahnya tidak sah
5. Thawaf sunah
- Dikerjakan setiap masuk masjidil haram
- Sebagai pengganti sholat sunah tahiyatal masjid
- Waktunya kapan saja
6. Thawaf nadzar
64
THAWAF IFADAH
 Pengertian Thawaf Ifadah:
1. Adalah rukun haji, oleh karena itu seorang jamaah haji tidak
melaksanakan Thawaf Ifadah maka hajinya tidak sah
2. Thawaf Ifadah Haji Tamattu’ selalu disertai dengan Sa’i seperti
umrah
 Waktu Thawaf Ifadah:
1. Thawaf Ifadah dapat dilakukan sebelum Nafar, yaitu sebelum
mwninggalkan Mina tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah
2. Thawaf Ifadah juga dapat di lakukan setelah Nafar, yaitu setelah
taggal 12 atau 13 Dzulhijjah pada saat haji sudah meninggalkan
Mina
 Thawaf Ifadah dan Sa’i harus segera di lakukan (tidak di tunda-tunda)
oleh jamaah haji, kecuali ada alasan sar’I misalnya wanita haid, sakit,
tidak aman, dll
 Siti Aisyah selalu menyuruh para wanita agar segera melakukan
Thawaf Ifadah pada hari Nahr karena dikhawatirkan akan haid
65
THAWAF WADA’
 Pengertian Thawaf Wada’ ialah:
Thawaf perpisahan atau pamitan yang dilakukan oleh
jamaah haji sebelum kembali ke tanah air pada saat akan
meninggalkan Kota Makkah
 Waktu pelaksanaan Thawaf Wada’ ialah setelah jamaah
haji telah selesai melaksanakan semua urusan yang
berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, sehingga
Thawaf tersebut merupakan pertemuan yang terakhir
dengan Baitullah. Disunnahkan bagi jamaah haji yang
telah melaksananakan Thawaf Wada’ untuk berdo’a dan
tidak kembali ke Masjidil Haram
66
TAWAF WADA’
• para ulama telah sepakat tentang disyariatkannya thawaf wada’ berdasar
hadist yang di riwarkan muslim dan abu daud:”orang-orang yang berpaling
menuju berbagai jurusan. maka sabda nabi saw: janganlah salah seorang
darimu berangkat sebelum ia melakukan pertemuan terakhir dengan
baitullah.”
• hukum thawaf wada’ menurut madzhab syafi’i, hambali dan hanafi adalah
wajib bagi orang yang akan meninggalkan tanah haram makkah karena
terkait dengan ibadah haji;
• sedangkan menurut madzhab maliki hukum thawaf wada’ adalah sunat
dan tidak ada kaitannya dengan ibadah haji;
• jamaah haji yang telah melaksanakan thawaf wada’ secara hukum tidak
dapat menginap lagi di makkah, kecuali menurut madzhab maliki.
1. SUCI DARIPADA HADATS
2. SUCI BADAN/PAKAIAN/ TEMPAT
THAWAF DARI NAJIS
3. MENUTUP AURAT
4.BERMULA DI SUDUT AL-HAJARUL
ASWAD DAN BERNIAT THAWAF JIKA
TAWAF QUDUM / WADA’/ SUNAT/ NAZAR
5. MENJADIKAN BAITULLAH DI SEBELAH
KIRI DAN BERJALAN KE HADAPAN
6. BERJALAN BERTUJUAN TAWAF,
BUKAN BERTUJUAN LAIN
7. CUKUP 7 KALI KELILING DENGAN
YAKIN
8. DILAKUKAN DALAM MASJIDIL HARAM
DAN DI LUAR DARI HIJIR ISMAIL /
SYAZARWAN
SYARAT-SYARAT
THAWAF
SYARAT-
SYARAT
TAWAF
SUNAH THAWAF
1. Dengan khusu’ dan tawadu’
2. Do’a / kalimat thayibah
3. Semakin dekat dengan ka’bah
4. Menghadap hajar aswad waktu memulai dan mangakhiri
5. Ikhtilam (angkat tangan) dan di kecup (dicium)
6. Memulai dengan membaca “bismillahi wallahu akbar”
7. Ikhtilam di rukun Yamani tangan tidak dikecup
8. Urutan putaran 1 sampai 7
9. Ramal (lari kecil) bagi laki-laki dalam 3 putaran yang awal
10. Sholat 2 rekaat dimakam ibrahim
11. Berdo’a di multazam
12. Minum air zam-zam
Nb. Pakaian laki-laki ithtiba’ bahu kiri tertutu bahu Kanan terbuka 73
1. TUNGGU SAMPAI SUCI KARENA,
HAID
NIFAS
MINIMAL
MAKSIMAL
1 HARI
15 HARI
MINIMAL
MAKSIMAL
SESAAT
60 HARI
2. MEMAKAI OBAT UNTUK MENUNDA HAID
(HADIST DARI IBNU AMAR)
THAWAF IFADHAH
BAGI WANITA HAID/NIFAS
CARA BERTAWAF
Talbiyah
Lafadz Talbiyah
َ‫ل‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬ ِ
‫َر‬‫ش‬ َ‫ال‬ ،َ‫ك‬ْ‫ي‬َّ‫ب‬َ‫ل‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ال‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬َّ‫ب‬َ‫ل‬
ِ‫ن‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫د‬ْ‫م‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ،َ‫ك‬ْ‫ي‬َّ‫ب‬َ‫ل‬ َ‫ك‬
َ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ع‬
َ‫ك‬ْ‫ي‬ ِ
‫َر‬‫ش‬ َ‫ال‬ َ‫ك‬ْ‫ل‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬
َ‫ك‬َ‫ل‬
Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah aku
memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi
panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku
memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya
pujaan dan nikmat adalah milikMu, begitu juga
kerajaan, tiada sekutu bagiMu
Tatacara Talbiyah
 Sebaiknya bertalbiyah sesuai yang dicontohkan
Rasulullah SAW
 Bershalawat atas beliau
 Meminta kepada Allah setelah talbiyah dan
shalawat
 Dengan suara keras (kecuali wanita)
 Tidak bertalbiyah saat thawaf qudum, sai,
thawaf ifadhah
 Mengulang-ulang talbiyah tiga kali
 Tidak berbicara ditengah-tengah talbiyah
SA’I
• bahwa jamaah haji yang melaksanakan Haji Tamattu’ pada saat
melakukan Tawaf Ifadah harus diikuti dengan Sa’i, sebagaimana
dalam umrah
• Tata cara pelaksanaan Sa’i haji sama seperti Sa’i umrah hanya
saja dalam Sa’I haji setelah selesai Sa’i tidak disertai memotong
rambut (tahallul)
78
DO'A SA'I
HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM, AHMAD
DAN NASAI DARI JABIR R.A. DALAM KITAB NAILUL
AUTHOR JILID 5 HALAMAN 126. DI KALA AKAN
MEMULAI SA'I HENDAKLAH MENGHADAP KIBLAT LALU
BERJALAN DARI SHAFA MENUJU MARWAH SAMBIL
MEMBACA DO'A SEBANYAK 3X SEBAGAI BERIKUT :
Macam-Macam Dam
Meninggalkan Kewajiban
 Dam Tamattu’ dan Qiran: Kambing,
Puasa 10 Hari
 Tidak Ihram dari Miqot, Melontar
Jumrah, Mabit di Muzdalifah dan
Mina, Thawaf Wada:
Kambing, Puasa 10 Hari, Bersedekah,
Puasa 10 Hari
Melanggar Larangan
 Menggunting rambut
 Memotong kuku
 Memakai pakaian Berjahit
 Memakai wangi-wangian
 Meminyaki rambut atau
jenggot
 Bercumbu
 Berburu Binatang
 Merusak Tanah Haram
menyembeling seekor kambing;
puasa tiga hari; bersedekah 3 gantang
(9,5 liter) makanan kepada 6 orang
fakir miskin
Dam adalah denda
yang dikenakan oleh
jemaah yang
melanggar
larangan/meninggak
alkan wajib
haji/umroh.
DAM DAN HADYU
 Jika ada amalan haji dan umrah dilanggar, bagi Haji
Tamattu’ damnya boleh disembelih setelah melakukan
umrah
 Namun bagi yang mampu afdhal berhaji sembelihan hari
Nahr
 Hari Nahr : 10 Dzulhijjah yang diamalkan haji
1. Melempar jumrah Aqobah
2. Menyembelih Hadyu atau Dam
3. Mencukur rambut atau memendekkan rambut
4. Thawaf Ifadah dan Sa’I
5. Kembali lagi ke Mina sebelum Magrib 85
ZIARAH MADINAH
Ziarah Madinah
 Sebaik-baik pendekatan kepada
Allah
 Berniat taqorrub ilallah, menuju
masjid Nabawi, shalat di
dalamnya
 Memperbanyak shalawat di
perjalanan
 Dianjurkan mandi dan memakai
pakaian paling bersih
 Menghadirkan hati akan
kemuliaan Madinah
 Shalat sunnah Tahiyyatul Masjid
di Raudhah
 Berziarah Ke Makam Nabi SAW
dan dua sahabatnya
 Menjaga Shalat Jamaah dan
Memperbanyak I’tikaf
 Memperbanyak Ziarah Baqi’
 Ziarah Syuhada Uhud
 Shalat di masjid Quba
 Dianjurkan puasa sunnah dan
memperbanyak sedekah
 Pamitan dengan shalat sunnah
dua Rakaat
MESJID QUBA
88
MESJID QIBLATAIN
89
BUKIT UHUD
90
PERCETAKAN AL-QUR’AN
91
MESJID TUJUH
• Masjid-masjid yang Tujuh (bahasa Arab:
‫السبعة‬ ‫المساجد‬Al-Masajid As-Sab'ah) atau
Sab'u Masajid merupakan salah satu
kompleks bersejarah yang dikunjungi oleh
para wisatawan kota Madinah. Masjid ini
merupakan gabungan dari tujuh masjid
kecil, yang sebenarnya hanya enam
masjid ditambah dengan Masjid Qiblatain
yang dikunjungi dalam waktu yang
bersamaan sehingga disebut dengan
Masjid Tujuh. Terdiri dari Mesjid al-Fath,
Mesjid Ali bin Abi Thalib, Mesjid Abu Bakar
al-Shiddiq, Mesjid Fatimah al-Zahra,
Mesjid Salman al-Farisi, dan Mesjid Umar
bin Khattab
92
93
Masjid Aisiyah/ Tan’im 7 KM Masjid Jikronah 13 KM
Mesjid Hudaibiyyah
Masjid Hudaibiyah 24 KM

22jan-240222025953-390dd46lllllkkkkkkka (1).pptx

  • 1.
  • 2.
    DAFTAR ISI Perspektif Aspek Dasar Miqat Wukufdi Arafah Mabit di Mudzdalifah Zumrah di Mina Mabit di Mina Tahallul Thawaf Sa’i Dam dan Hadyu Ziyarah-Ziyarah
  • 3.
    Maksud Allah Menciptakan Makhluk Status Manusia danJin Kewajiban Manusia dan Jin: Ibadah dengan syarat lillahi ta’ala Tatacara Ibadah dan Hikmah Manasik MANASIK HAJI DALAM PERSPEKTIF PENCIPTAAN MANUSIA 3
  • 4.
    ASPEK DASAR • PENGERTIANHAJI : • Menurut bahasa : sengaja mengunjungi. • Menurut istilah : sengaja berkunjung ke Baitulloh untuk melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji yang telah ditentukansyarat dan waktu tertentu. • Dasar Hukum : Al-Qur’an Surat Ali Imron : 97 4
  • 5.
    DALIL TENTANG KEWAJIBANHAJI Dari Al Qur’an: ‫و‬ َ ‫ه‬ َ ‫ّلِل‬ َ‫ح‬ َ ‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫م‬ َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ُّ‫ج‬ ْ‫ن‬ َ‫س‬ َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫إ‬ َ‫ع‬‫ا‬َ‫ط‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ ‫ا‬‫ل‬‫ي‬َ‫ب‬ ( ‫عمران‬ ‫آل‬ : 97 ) “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. QS. Ali Imran: 97) Dari As Sunnah : َ‫ص‬ َ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬ َ‫ه‬ْ‫ي‬ ْ‫س‬َ ْ ‫اْل‬ َ‫ي‬َ‫ن‬ُ‫ب‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫م‬ َ ‫ل‬ َ‫إ‬ َ‫ه‬َ‫ل‬َ‫إ‬ َ ‫َل‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ َ‫ة‬َ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ش‬ ‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ُ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ‫ه‬ ‫َل‬ َ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫اا‬‫د‬‫ه‬‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ ‫ل‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ َ‫ام‬َ‫ق‬َ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ة‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ص‬ َ‫و‬ َ‫ج‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ة‬‫ا‬َ‫ك‬‫ه‬‫الز‬ َ‫اء‬َ‫ت‬‫ي‬َ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ان‬َ‫ض‬َ‫م‬َ‫ر‬ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam dibangun atas lima dasar: bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunuaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim 5
  • 6.
    NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHIWA SALLAM BERSABDA: ‫ا‬ َ‫ز‬َ‫ج‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ ‫ْس‬‫ي‬َ‫ل‬ ُ‫ور‬ُ‫ْر‬‫ب‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُّ‫ج‬َ‫ح‬ْ‫ل‬ ‫ه‬ ‫َل‬َ‫إ‬ ‫اء‬ ُ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ال‬ “HAJI YANG MABRUR TIADA BALASAN BAGINYA KECUALI SURGA” (HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM) NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA: ُ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫ث‬ُ‫ف‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ه‬‫ج‬َ‫ح‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫ك‬ َََ‫ج‬َ‫ر‬ ْ‫ق‬ ُ‫ه‬ْ‫ْت‬ ُ‫ه‬ُّ‫م‬ُ‫أ‬ “BARANGSIAPA YANG BERHAJI TANPA BERBUAT RAFATS DAN KEFASIKAN, MAKA AKAN KEMBALI DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA DIA DILAHIRKAN IBUNYA” . (HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM) 6
  • 7.
    NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHIWA SALLAM BERSABDA: َ‫ف‬ ُ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ر‬َ‫ث‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ا‬‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ َ‫ه‬‫ي‬ ‫ار‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ن‬َ‫م‬ ‫ا‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ة‬َ‫ف‬َ‫ر‬َ‫ع‬ “TIADA SUATU HARIPUN YANG DI SITU ALLAH MEMBEBASKAN HAMBA-NYA DARI NERAKA LEBIH BANYAK DARI HARI ARAFAH”. HADITS RIWAYAT MUSLIM NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA TENTANG AMALAN APA YANG MULIA: َ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬ َ‫ر‬ ‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ َ‫ة‬ َ‫ْر‬‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫ي‬َ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ َ‫ه‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ُ‫ل‬َ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ َ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ْ‫ال‬ ُّ‫ي‬َ‫أ‬ َ‫ل‬َ‫ئ‬ُ‫س‬ ُ‫س‬ َ‫ر‬ َ‫و‬ َ ‫ه‬ ‫اّلِل‬َ‫ب‬ ‫ان‬َ‫م‬‫ي‬َ‫إ‬ َ‫ل‬‫و‬ َ‫ل‬‫ي‬َ‫ق‬ َ‫ه‬ َ‫م‬ ‫ه‬‫م‬ُ‫ث‬ َ‫ل‬‫ي‬َ‫ق‬ َ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ل‬‫ي‬َ‫ب‬َ‫س‬ ‫ي‬َ‫ف‬ ُ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬ َ‫ج‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫ا‬َ‫م‬ ‫ه‬‫م‬ُ‫ث‬ ٌّ‫ج‬َ‫ح‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫ا‬ ‫ور‬ُ‫ْر‬‫ب‬َ‫م‬ ABU HURAIRAH RADHIYALLAHU ‘ANHU BERKATA: “BAHWA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA : “AMALAN APA YANG PALING AGUNG?” BELIAU BERSABDA: “IMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA”. “KEMUDIAN APA? “ “BERJIHAD DI JALAN ALLAH”. ”KEMUDIAN APA?”. ”HAJI MABRUR”. HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM 7
  • 8.
    HUKUM SYARAT RUKUNWAJIB DAN SUNNAH HAJI Hukum ibadah haji • Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan • Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Sedang untuk yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah • Bagi yang bernadzar haji maka hukumnya wajib untuk dilaksanakan 8
  • 9.
    SYARAT-SYARAT HAJI 1. Islam 2.Baligh 3. Berakal sehat 4. Merdeka (bukan budak) 5. Istita’ah Ket : apabila kelima syarat tersebut tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban haji seseorang 9
  • 10.
    RUKUN HAJI 1.Ihram 2.Wukuf diArafah 3.Thawaf Ifadhah 4.Sa’i 5.Tahalul 6.Tertib Apabila salah satu rukun tidak terpenuhi maka hajinya tidak sah atau batal 10
  • 11.
    WAJIB HAJI 1. Ihramdari miqat 2. Mabit di Muzdalifah 3. Mabit di Mina 4. Melontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqobah 5. Thawaf Wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah Apabila salah satu wajib haji tersebut tidak dilakukan maka hajinya tetap sah tetapi wajib membayar Dam 11
  • 12.
    SUNNAH HAJI 1. Mandisebelum ihram 2. Sholat sunnah ihram 3. Membaca Talbiyah 4. Membaca sholawat nabi 5. Berdo’a di Multazam 6. Sholat di Maqom Ibrahim 7. Minum air Zam-zam 8. Banyak berdo’a, berdzikir di Arofah 9. Banyak berdo’a, berdzikir di Mudzalifah 10. Mengambil kerikil di Mudzdalifah untuk seluruh lemparan jumrah 11. Berdo’a setelah melempar jumrah 12. Mencukur rambut sampai habis untuk jama’ah laki-laki 12
  • 13.
    Selama Perjalanan  PerbanyakDzikir  Perbanyak Shalawat  Shalat Jamak atau Qoshor  Tayammum Perjalanan Jeddah – Mekah • Mandi Ihram • Shalat Sunnah • Niat Ihram Umrah • Talbiyah, Dzikir, Shalawat • Menghindari Larangan Ihram
  • 14.
    Perjalanan Haji Selama DiMekkah  Talbiyah Sampai Mulai Thawaf  Doa Masuk Tanah Haram  Doa Haram  Doa Melihat Ka’bah  Doa Minum Air Zamzam  Menyempurnakan Rukun Masuk Masjid Ibadah Sunnah • Umrah Sunnah • Thawaf Sunnah • Shalat Sunnah • Membaca Al-Qur’an • Dzikir dan Shalawat • Shadaqoh • Ziarah Ma’la Persiapan Wuquf Arafah di Aziziyah - Niat Ihram di Pondokan • Ifadhah Wuquf di Arafah • Mabit di Muzdalifah • Melontar Jumrah Aqobah dan Tahallul Awal • Thawaf • Sai Haji • Kembali ke Mina, Mabit selama 2 Malam, Melontar 3 Jumrah (Nafar Awwal) • Thawaf Wada
  • 15.
  • 16.
    MIQAT Miqat terbagi menjadidua: Yaitu tempat-tempat yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi yang ingin melakukan haji maupun umrah. Tempat-tempat itu ialah: 1. Dzulhulaifah (Bir Ali), bagi penduduk Madinah, 2. Al Juhfah, bagi penduduk Syam, Mesir, dan Maroko. Al Juhfah dekat dengan Rabigh yang sekarang dijadikan miqat sebagai gantinya. 3. Qarnul Manazil, bagi penduduk Najd, dikenal dengan Wadi Sail (daerah Taif). 4. Yalamlam, bagi penduduk Yaman. 5. Dzatu ‘Irqin, bagi penduduk Irak dan yang datang dari daerah timur. Bagi penduduk Mekkah dan yang berada diantara miqat dengan Mekkah memulai ihram dari rumah masing-masing. Sedang yang melewati selain miqat hendaklah disejajarkan dengan miqat terdekat. Ini berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim. 1. Miqat Zamani 2. Miqat Makani Yaitu bulan-bulan yang telah ditentukan untuk melakukan amalan ibadah haji yang apabila dilakukan diluar waktu tersebut tidak sah. Bulan-bulan itu ialah: Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. 16
  • 17.
    Ihram Miqot Zamani  Syawal Dzulqo’dah  Malam 01 – 10 Dzulhijjah Miqot Makani  Penduduk Makkah  Selain Penduduk Makkah  Dzul Hulaifah (Madinah)  Juhfah (Syam, Mesir, Maroko)  Qornul manazil (Najd Hijaz, Yaman)  Yulamlam (Indonesia, Malaysia, Singapore)  Dzatu Irqin (Iraq, Khurasan)
  • 18.
    Miqat Makani ditandai denganbulatan merah 18 PETA MIQAT MAKANI
  • 19.
    MIQAT JAMAAH HAJIINDONESIA GELOMBANG I DI BIR ALI/DZULHULAIFAH GELOMBANG II DI JEDDAH (AIRPORT KING ABDUL AZIZ) BERDASARKAN : 1. KEPUTUSAN KOMISI FATWA MUI TAHUN 1980 YANG DIKUKUHKAN TAHUN 1981 2. FATWA IBNU HAJAR AL HAITAMI BERDASARKAN JARAK JEDDAH/KING ABD. AZIZ INTERNATIONAL AIRPORT (KAIA) DENGAN MAKKAH MELEBIHI DUA MARHALAH 3. MAZHAB HANAFI DAN MALIKI BERPENDAPAT: BAGI JEMAAH HAJI YANG MELEWATI DUA MIQAT DAPAT MEMULAI IHRAMNYA DARI MIQAT YANG KEDUA, KENYATAANNYA JEMAAH HAJI INDONESIA MELALUI DUA MIQAT / DUA GARIS MIQAT ( YALAMLAM DAN JEDDAH ) 4. PENDAPAT SYEIH NURUDDIN ATHAR MELETAKKAN JEDDAH PADA GARIS MIQAT YANG SUDAH DITEGASKAN PARA FUQOHA 5. FATWA MAHKAMAH SYAR’IYAH NEGARA QATAR TENTANG JEDDAH SEBAGAI MIQAT 6. KEPUTUSAN PBNU TAHUN 1994, JEDDAH SEBAGAI MIQAT DENGAN ALASAN BAHWA PESAWAT HAJI INDONESIA TIDAK MENUJU KE MAKKAH TETAPI MEMBELOK KE KIRI DAN KE KANAN MENUJU BANDARA KAIA JEDDAH. 7. KEMASLAHATAN JAMAAH INDONESIA UNTUK MENGHINDARI MASYAQQAH
  • 20.
  • 21.
    IHRAM HAJI 1. Padatanggal 8 dzulhijah mulai berpakaian ihram yang didahului dengan melakukan sunah-sunah ihram. 2. Setelah berikhram niat dengan ucapan labaika hajjan di maktab / hotel 3. Setelah niat harus menjaga semua larangan ihram 4. Berangkat ke Arafah 5. Membaca talbiyah , bagi laki-laki suara jahr bagi wanita suara sir 6. Pembacaan talbiyah diakhiri setelah lontar jumrah aqabah 7. Menuju tenda-tenda yang disiapkan oleh maktab 8. Menginap semalam menanti hari wukuf pada tgl 9 dzulhijah 21
  • 22.
    MACAM-MACAM IHRAM HAJI 22 Perkataanihram berasal bahasa Arab: ‫ا‬ً‫م‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ح‬ِ‫إ‬ ُ‫م‬ ِ ‫ر‬ْ‫ح‬ُ‫ي‬ َ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ “menjadikan ia haram”
  • 23.
    IFRAD, TAMMATU, DANQIRAN • memulai ihram dengan berniat haji mengatakan: “Allahumma Labbaika hajjan”, kemudian melakukan amalan-amalan haji saja. Orang yang melakukan haji ifrad ini tidak berkewajiban menyembelih hadyu • memulai ihram berniat melakukan ibadah haji dan umrah bersamaan seraya mengatakan: “Allahumma Labbaika hajjan wa ‘umratan”. Kemudian melakukan ibadah haji yang itu juga ibadah umrah. Dalam haji qiran diwajibkan menyembelih hadyu. • memulai ihram dengan berniat umrah mengatakan: “Allahumma Labbaika ‘umratan”, kemudian melakukan amalan-amalan umrah sampai tahallul. Kemudian tinggal di Makkah dalam keadaan tidak berihram. Lalu ihram lagi untuk haji ketika tanggal 8 Dzulhijjah dan melakukan amalan haji hingga selesai. Dalam hajia tamattu’ diwajibkan menyembelih hadyu 23
  • 24.
    Adab Ihram • MandiIhram • Mencukur atau mencabut bulu badan, kumis, memotong kuku • Mencuci rambut • Mencopot pakaian berjahit dan mengenakan pakaian ihram • Menggunakan sandal • Memakai wangi-wangian terutama untuk badan • Shalat Sunnah Ihram • Niat Ihram
  • 25.
    Setelah niat Ihrom,maka berlaku larangan-larangan selama Ihram, yaitu sbb :
  • 26.
    Larangan Ihram Laki-Laki  Tidakmemakai pakaian berjahit  Menutup kepala, memakai sepatu atau sendal menutup mata kaki  Memakai wangi-wangian  Memakai minyak rambut atau jenggot  Bercukur atau memotong kuku  Akad Nikah  Bersetubuh, bercumbu, Istimna  Membunuh binatang darat yang dapat dimakan Wanita  Menutup wajah  Memakai wangi-wangian  Memakai minyak rambut atau jenggot  Bercukur atau memotong kuku  Akad Nikah  Bersetubuh, bercumbu, Istimna  Membunuh binatang darat yang dapat dimakan
  • 28.
    WUKUF DI ARAFAH Artiwukuf adalah hadir di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah tergelincir matahari sampai dengan fajar tanggal 10 Dzulhijjah dengan niat menunaikan ibadah haji Pelaksanaan wukuf mendapatkan sebagian siang dan sebagian malam Catatan: Jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah tanggal 8 Dzuhijjah 28
  • 29.
    WUKUF [LANJUTAN] • Setelahmenjalankan sunnah bermalam di Mina pada hari tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) dan melakukan shalat lima waktu di sana, para jamaah haji disunnahkan untuk menuju Arafah begitu matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan penjelasan Jâbir bin Abdillah Radhiyallahu anhu : َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ه‬َّ‫ج‬ َ‫و‬َ‫ت‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫و‬ ْ‫ر‬َّ‫ت‬‫ال‬ ُ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬ َ‫ر‬ َ‫و‬ ِ‫ج‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُّ‫ل‬َ‫ه‬َ‫أ‬َ‫ف‬ ‫ى‬ً‫ن‬ِ‫م‬ ‫ى‬ ِ َّ ‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ب‬ِ‫ك‬ - ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ - ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬َ‫ف‬ ِ‫ع‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ب‬ ِ ‫ر‬ْ‫غ‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ْ‫ص‬َ‫ع‬ َ‫ء‬‫َا‬‫ش‬ َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫ط‬ ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ً‫ال‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ق‬ َ‫ث‬َ‫ك‬َ‫م‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ َ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ت‬ ُ‫س‬ْ‫م‬َّ‫ش‬‫ال‬ Maka pada hari tarwiyah mereka berangkat menuju Mina bertalbiyah haji, dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki kendaraan lalu shalat di sana Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh, kemudian menunggu sebentar sampai matahari terbit. [HR. Muslim no. 1218] 29
  • 30.
    WAKTU WUKUF DIARAFAH A. IMAM MALIK ABU HANAFIAH DAN IMAM SYAFI’E; DIMULAI DARI TERGELINCIRNYA MATAHARI TANGGAL 9 DZULHIJJAH SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH B. IMAM AHMAD IBNU HAMBAL ; WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBITNYA FAJAR HARI ARAFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH C. SALAH SATU QOUL (PENDAPAT) IMAM MALIK MENYATAKAN BAHWA WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBENAM MATAHARI PADA MALAM HARI NAHAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH SAMPAI TERBIT FAJAR MENURUT PENDAPAT :
  • 31.
    KADAR LAMANYA WUKUF A.MADZHAB HANAFI DAN HAMBALI; WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG B. MADZHAB MALIKI; MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM ADALAH RUKUN DAN SEBAGIAN SIANG ADALAH WAJIB C. MADZHAB SYAFI’I; SUNAT MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG (AL-MUGHNI FI FIQHIL HAJJ, HAL 235 – 237)
  • 32.
    5. BAGI YANGKENA PENYAKIT GILA, PINGSAN, MABUK DAN TAK SADARKAN DIRI SEDANG MEREKA BERADA DI ARAFAH DALAM KEADAAN IHRAM, MAKA TERDAPAT 2 (DUA) PENDAPAT YAITU: A. WUKUFNYA SAH, APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SETELAH BERADA DI ARAFAH B. APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SEBELUM MEMASUKI ARAFAH: • MENURUT IMAM ABU HANIFAH SAH WUKUFNYA • MENURUT IBNU MUNDZIR, IMAM SYAFI’I , IMAM AHMAD IBNU HAMBAL DAN ABU TSUR, TIDAK SAH WUKUFNYA (AL-FIQH ALAL MAZAHIBIL ARBA’AH HAL 612 DAN AL- MAJMU SYARAH MUHADZAB JILID 8 HAL 117)
  • 33.
    SAFARI WUKUF DILAKUKAN BAGIJAMAAH HAJI YANG KARENA UDZUR/SAKIT, DENGAN ANGKUTAN KHUSUS DIPANDU OLEH PPIH ARAB SAUDI. BERANGKAT DARI MAKKAH TANGGAL 9 DZULHIJJAH + PUKUL 17.00 WAS MENUJU ARAFAH UNTUK MELAKSANAKAN WUKUF BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH MAGHRIB MEREKA DIBAWA KEMBALI KE MAKKAH TANPA HARUS MABIT DI MUZDALIFAH DAN MINA KARENA UDZUR SYAR’I
  • 34.
    SUNNAH-SUNNAH WUKUF 1. WukufNabi berada di bagian bawah timur Jabar Rahmah 2. Mandi di Arafah 3. Bersuci dari hadas dan najis 4. Tidak berpuasa 5. Dengan khusuk berdo’a membaca al-Qur’an dan kalimat thayibah 6. Hati selalu ingat kepada Allah 7. Menyesali dosa-dosanya 8. Banyak berdo’a karena tempat ijabah 34
  • 35.
    DO'A WUKUF DO'A WUKUFDALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM TURMUZI DAN AHMAD DARI AMRIN BIN SYUEB : ARTINYA : TIDAKADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA. TIDAK ADA SEKUTU BAGINYA. KERAJAAN DAN PUJIAN HANYA MILIKNYA, DIALAH YANG MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. DI TANGANNYA SEGALA KEBAIKAN DAN DIALAH YANG MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU. DO'A TERSEBUT ADALAH DO'A YANG PALING BANYAK DIBACA RASULULLAH SAW DAN PARA NABI SEBELUMNYA.
  • 36.
    YANG PERLU DIPERHATIKANDALAM WUKUF 1. Sampai di Arafah menempati kemah masing-masing yang telah disediakan oleh maktab 2. Wukuf tidak ditentukan caranya 3. Wukuf tidak boleh diwakilkan (karena bagian dari Rukun Haji) 4. Mendengarkan khutbah wukuf 5. Sholat Dhuhur dan Ashar di Jama’ Qasar Taqdim 6. Wukuf di Arafah adalah tempat ijabah, maka dianjurkan untuk banyak berdo’a 7. Waktunya cukup longgar, seyogyanya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat 36
  • 37.
    HIKMAH WUKUF Puncak ibadahhaji adalah wukuf di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Kaitannya dengan kehidupan manusia satu saat kehidupan manusia berhenti mendadak (jantung berhenti, mata berhenti semua berhenti) Untuk mengingat pada saat manusia akan dikumpulakan di padang Mahsyar, padang Arafah ini sebagai lambang padang Mahsyar Arofah tempat berkumpulnya jamaah haji sseluruh penjuru dunia yang beda bahasa, kulit, suku, pangkat, derajat danlain- lain, tetapi mempunyai satu tujuan yang dilandasi persamaan tidak ada perbedaan Arofah tempat pembebasan yang merupakan muktamar akbar yang berlanjut berkumpul lagi di Muzdalifah dan di Mina 37
  • 39.
    Mabit Muzdalifah &Lontar Jumrah Mabit di Muzdalifah  Melakukan shalat maghrib dan isya’ (Jama’ Ta’khir)  Mabit sampai melewati pertengahan malam  Mengumpulkan batu Lontar Jumrah  Batu kecil sebesar ujung jari  Dilakukan setelah terbit matahari  Mengangkat tangan sampai terlihat ketiak (untuk laki-laki)  Berhenti bertalbiyah saat mulai lemparan dan membaca takbir  Kalau dimungkinkan melempar dalam keadaan menunggang  Melempar satu-satu  Harus 7 lemparan yang mengenai tempat melempar (Marma)  Boleh diwakilkan bila tidak mampu
  • 40.
    1. HUKUM MABITDI MUZDALIFAH • MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I DAN IMAM HAMBALI, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA WAJIB; • MENURUT IMAM HANAFI DAN QOUL JADID IMAM SYAFI’I, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA SUNAT 2. MABIT DI MUZDALIFAH DILAKSANAKAN SETELAH SELESAI WUKUF DI ARAFAH 3. WAKTU MABIT DI MUZDALIFAH DIMULAI SETELAH MAGHRIB SAMPAI TERIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH. PELAKSANAANNYA DAPAT DILAKUKAN SESAAT SAMPAI LEWAT TENGAH MALAM. 4. MENURUT IMAM NAWAWI SESEORANG YANG KARENA UDZUR SYAR’I SEHINGGA TIDAK MABIT DI MUZDALIFAH MAKA TIDAK DIKENAKAN DAM . UZUR ITU TERBAGI 3 (TIGA) MACAM: a. TUGAS MENGURUS / MELAYANI JAMAAH HAJI b. MENJAGA HARTANYA KARENA TAKUT HILANG, MERAWAT JAMAAH SAKIT ATAU DIRINYA SAKIT JIKA MELAKUKAN MABIT c. MENGGEMBALA UNTA
  • 41.
    DO'A DI MASY'ARILHARAM (MUZDALIFAH) DALAM HADIS RIWAYAT MUSLIM DARI JABIR R.A. : DO'A DI MUZDALIFAH YAITU MEMBACA TAHMID; TAHLIL DAN TAKBIR SEBAGAI BERIKUT : ARTINYA : "SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR, BAGI ALLAH SEGALA PUJI.
  • 42.
    AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABITDI MUZDALIFAH A. SHALAT JAMA’ TAKHIR QASHAR MAGHRIB DAN ISYA’ BAGI YANG BELUM MELAKSANAKAN DI ARAFAH B. BERDZIKIR, BERDO’A DAN TAQARRUB KEPADA ALLAH C. MENCARI BATU KERIKIL UNTUK MELONTAR JAMRAH DI MINA
  • 44.
    ZUMRAH AQOBAH Tanggal 10Dzulhijjah Berangkat menuju ke Mina menempati kemah di Mina Dilanjutkan Zumrah Aqobah, waktunya sejak Dhuha sampai tidak terbatas Rasul dari Muzdalifah tidak henti-hentinya beserta para sahabat selalu membaca talbiyah 44
  • 45.
    MELONTAR JUMRAH AQOBAH Cara melontar: 1. Dengan membaca takbir setiap lemparan 2. Tiap lemparan satu kerikil 3. Ada gerakan tangan untuk melempar 4. Batu kerikil diyakini jatuh di Marma (sumur atau yakin mengenai tugu Jamarah Aqobah) 5. Harus dengan tangan 6. Dengan tujuh kerikil 7. Bukan kerikil yang sudah digunakan untuk melontar 8. Selesai tujuh kali dilanjutkan berdo’a (AL-MUGHNI FI FIQH HAJJ , H. 272-273) 45
  • 46.
  • 47.
    WAKTU MELONTAR JAMRAH A.MELONTAR JAMRAH AQOBAH PADA TANGGAL 10 DZULHIJJAH, MENURUT IMAM SYAFI’I DAN AHAMD BIN HAMBAL, DIMULAI SETELAH LEWAT TENGAH MALAM PADA MALAM HARI NAHR SAMPAI DENGAN TERBENAM MATAHARI PAA HARI TASYRIQ TANGGAL 13 DZULHIJJAH (FIQH HAJJ;DEPARTEMEN AGAMA HAL. 76) B. MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHO, AQOBAH, PADA HARI TASYRIQ (TGL 11, 12, 13 DZULHIJJAH) JUMHUR ULAMA (MALIK, ABU HANIFAH, SYAFI’I DAN AHMAD BIN HAMBAL) MENYATAKAN MELONTAR JAMRAH HARI-HARI TASYRIQ WAKTUNYA SETELAH TERGELINCIR MATAHARI
  • 48.
    C. PENGERTIAN SEBELUMZAWAL : 1) SEBAGIAN ULAMA MENGATAKAN SEBELUM TERGELINCIRNYA MATAHARI; 2) SEBAGIAN ULAMA LAIN (IMAM ROFI’I DALAM MADZHAB SYAFI’I) MENGATAKAN SETELAH TERBIT FAJAR. MENURUT PENDAPAT ATHO DAN THOWUS (DUA TOKOH FUQAHA) DARI GOLONGAN TABI’IN , MENYATAKAN BOLEH MELONTAR JAMARAH PADA HARI-HARI TASYRIQ SEBELUM ZAWAL. (AL QIRA LIQOSIDI UMMILQURA, HAL 215)
  • 49.
    DO'A KETIKA MELONTARJAMRAH DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM DAN ABDULLAH BIN MAS'UD R.A., NABI SAW SETIAP MELONTAR JAMRAH BERTAKBIR DAN BERDO'A SEBAGAI BERIKUT : ARTINYA : ALLAH MAHA BESAR, YA ALLAH JADIKANLAH IBADAH HAJIKU INI HAJI MABRUR DAN DOSA YANG DIAMPUNI.
  • 50.
    KEMBALI KE TENDAMINA Bagi yang keadaannya tidak memungkinkan sebaiknya kembali ke tenda Mina setelah lempar jumrah Aqobah Namun bagi yang mampu dan berkuasa bisa mlanjutkan melakukan Thawaf Ifadah dan Sa’I ke Makkah Namun sebelum Magrib harus sudah sampai di Mina lagi 50
  • 52.
    HUKUM DAN WAKTUMABIT DI MINA A. WAJIB, MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I, DAN IMAM AHMAD IBNU HAMBAL B. SUNAT, MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN SALAH SATU QOUL JADID IMAM SYAFI’I C. BAGI YANG KARENA UDZUR SYAR’I DIPERBOLEHKAN TIDAK MABIT WAKTU: SEPANJANG MALAM HARI TANGGAL 11, 12, 13 DZULHIJJAH, DIMULAI DARI WAKTU MAGHRIB (TERBENAM MATAHARI) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR, AKAN TETAPI KADAR LAMANYA MABIT WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN BESAR WAKTU MALAM (MU’DHOMILLAIL) (AL-FIQIH ’AL AL-MADZAHIB AL-‘ARBA’AH, H. 665 DAN AL-MUGHNI FIQHIL HAJJ, H. 288)
  • 53.
    MABIT DI MINA 1.Arti mabit adalah bermalam di Mina pada tanggal 11, 12, dan atau 13 Dzulhijjah dalam rangka melaksanakan rangkaian manasik haji 2. Mabit di Mina hukumnya wajib 3. Waktu mabit di Mina ialah malam hari dimulai waktu Magrib sampai terbit fajar 4. Tempat mabit ialah seluruh wilayah Mina termasuk Kharatulisan dan batas peluasan hukum mabit (Minajadid) 5. Amalan-amalan selama wukuf yaitu: banyak berdo’a , dzikir, baca alqur’an, dan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah [QS Al Baqarah:203] 53
  • 54.
    MABIT DI MINA[LANJUTAN] Tanggal 11 Dzulhijjah sehabis Zawal (setelah Dhuhur sampai dengan malam berikutnya), melempar jumrah dari Ula, Wustha, dan Aqobah masing masing 7 lemparan Bila mewakilkan dirinya harus melempar dahulu baru yang diawakili urutannya Ula, Wustha, dan Aqobah dengan sempurna lalu kembali ke Ula, Wustha, dan Aqobah untuk yang diwakili Kembali ke tenda Mina lagi Tanggal 12 Dzulhijjah Setelah waktu Zawal yaitu sesudah Dhuhur melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah Bila akan mengambil Nafar Awwal sehabis lempar 3 jumrahan lalu kembali ke Makkah sebelum Magrib tiba (meninggalkan Mina) 54
  • 55.
    AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABITDI MINA  MELAKSANAKAN MABIT  SHALAT BERJAMAAH DI PERKEMAHAN  MEMPERBANYAK ZIKIR, ISTIGFAR, MEMBACA AL-QUR’AN  MENJAGA KONDISI KESEHATAN DAN CUKUP ISTIRAHAT  MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN MEMILIH WAKTU YANG AMAN UNTUK MELONTAR JAMRAH
  • 56.
    NAFAR 1. NAFAR IALAHKEBERANGKATAN JAMAAH HAJI MENINGGALKAN MINA PADA HARI TASYRIQ TANGGAL 12 ATAU 13 DZULHIJJAH MENUJU MAKKAH 2. NAFAR TERBAGI MENJADI 2 (DUA) : A. NAFAR AWAL, YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA DAN AQOBAH PADA TANGGAL 12 DZULHIJJAH, SEBELUM TERBENAM MATAHARI (MENURUT JUMHUR ULAMA) B. NAFAR TSANI YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA, AQOBAH PADA TANGGAL, 13 DZULHIJJAH
  • 57.
    SYAIKH ISMAIL UTSMANZAIN MUFTI MAZHAB SYAFI’I MENGATAKAN; “BOLEH KELUAR DARI MINA QOBLA ZAWAL, BAIK NAFAR AWAL MAUPUN NAFAR TSANI JIKA BERPEDOMAN PADA PENDAPAT ULAMA YANG MEMBOLEHKAN MELONTAR QOBLA ZAWAL, KARENA ANTARA HUKUM MELONTAR DAN NAFAR SALING BERKAITAN”. (TAUDHIHUL MAQAL HAL: 4 – 5) NAFAR AWAL DAN NAFAR TSANI KEDUDUKANNYA SAMA DALAM HUKUM, YANG MEMBEDAKAN KEUTAMAAN DARI KEDUANYA ADALAH NILAI KETAQWAANNYA (QS. AL BAQARAH 203)
  • 59.
    TAHALUL Tahalul adalah keadaanseseorang telah dihalalkan / dibolehkan melakukan perbuatan yang dilarang selama dalam keadaan ihram Ditandai dengan setelah memotong/mencukur rambut kepala Menjadi halal semua larangan ihram Bagi pria disunnahkan mencukur sampai cepak yang dimulai dari sebelah kanan Bagi wanita rambut dikumpulkan (diruntut) dan dipotong ujungnya Paling sedikit memotong tiga helai rambut Sebaiknya memotong sendiri Bila minta tolong, yang dimintai tolong sudah memotong dulu 59
  • 62.
    3.TAWAF WADA’ (SELAMAT TINGGAL) 1.TAWAFRUKUN 2.TAWAF QUDUM (SELAMAT DATANG) 4.TAWAF SUNAT 5. TAWAF NAZAR JENIS-JENIS TAWAF JENIS-JENIS TAWAF
  • 63.
    MACAM- MACAM THAWAF 1.Thawaf ifadhah (sebagai rukun haji) – Dikerjakan sesudah malan nahar (10 dhulhijah sampai dalam waktu tidak terbatas) – Bisa dilakukan sebelum lontar jumrah aqobah karena tersesat 2. Thawaf qudum (thawaf untuk penghormatan) - Tidak masuk rukun haji - Wajib bagi haji ifrad dan qiron - Waktunya saat masuk ke Mekah - Bagi haji tamatu’ tidak di sunahkan 63
  • 64.
    Macam- macam thawaf[Lanjutan] 3. Thawaf wada’ (sebagai penghormatan terakhir) - Waktunya akan meninggalkan kota makah - Hukumnya wajib - Bagi wanita yang datang bulan cukup berdo’a diluar masjid (tidak thawaf) - Pakaian biasa - Tidak pakai ramal bagi laki-laki 4. Thawaf umrah (sebagi rukun umrah) - Bila tidak dekerjakan umrahnya tidak sah 5. Thawaf sunah - Dikerjakan setiap masuk masjidil haram - Sebagai pengganti sholat sunah tahiyatal masjid - Waktunya kapan saja 6. Thawaf nadzar 64
  • 65.
    THAWAF IFADAH  PengertianThawaf Ifadah: 1. Adalah rukun haji, oleh karena itu seorang jamaah haji tidak melaksanakan Thawaf Ifadah maka hajinya tidak sah 2. Thawaf Ifadah Haji Tamattu’ selalu disertai dengan Sa’i seperti umrah  Waktu Thawaf Ifadah: 1. Thawaf Ifadah dapat dilakukan sebelum Nafar, yaitu sebelum mwninggalkan Mina tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah 2. Thawaf Ifadah juga dapat di lakukan setelah Nafar, yaitu setelah taggal 12 atau 13 Dzulhijjah pada saat haji sudah meninggalkan Mina  Thawaf Ifadah dan Sa’i harus segera di lakukan (tidak di tunda-tunda) oleh jamaah haji, kecuali ada alasan sar’I misalnya wanita haid, sakit, tidak aman, dll  Siti Aisyah selalu menyuruh para wanita agar segera melakukan Thawaf Ifadah pada hari Nahr karena dikhawatirkan akan haid 65
  • 66.
    THAWAF WADA’  PengertianThawaf Wada’ ialah: Thawaf perpisahan atau pamitan yang dilakukan oleh jamaah haji sebelum kembali ke tanah air pada saat akan meninggalkan Kota Makkah  Waktu pelaksanaan Thawaf Wada’ ialah setelah jamaah haji telah selesai melaksanakan semua urusan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, sehingga Thawaf tersebut merupakan pertemuan yang terakhir dengan Baitullah. Disunnahkan bagi jamaah haji yang telah melaksananakan Thawaf Wada’ untuk berdo’a dan tidak kembali ke Masjidil Haram 66
  • 67.
    TAWAF WADA’ • paraulama telah sepakat tentang disyariatkannya thawaf wada’ berdasar hadist yang di riwarkan muslim dan abu daud:”orang-orang yang berpaling menuju berbagai jurusan. maka sabda nabi saw: janganlah salah seorang darimu berangkat sebelum ia melakukan pertemuan terakhir dengan baitullah.” • hukum thawaf wada’ menurut madzhab syafi’i, hambali dan hanafi adalah wajib bagi orang yang akan meninggalkan tanah haram makkah karena terkait dengan ibadah haji; • sedangkan menurut madzhab maliki hukum thawaf wada’ adalah sunat dan tidak ada kaitannya dengan ibadah haji; • jamaah haji yang telah melaksanakan thawaf wada’ secara hukum tidak dapat menginap lagi di makkah, kecuali menurut madzhab maliki.
  • 72.
    1. SUCI DARIPADAHADATS 2. SUCI BADAN/PAKAIAN/ TEMPAT THAWAF DARI NAJIS 3. MENUTUP AURAT 4.BERMULA DI SUDUT AL-HAJARUL ASWAD DAN BERNIAT THAWAF JIKA TAWAF QUDUM / WADA’/ SUNAT/ NAZAR 5. MENJADIKAN BAITULLAH DI SEBELAH KIRI DAN BERJALAN KE HADAPAN 6. BERJALAN BERTUJUAN TAWAF, BUKAN BERTUJUAN LAIN 7. CUKUP 7 KALI KELILING DENGAN YAKIN 8. DILAKUKAN DALAM MASJIDIL HARAM DAN DI LUAR DARI HIJIR ISMAIL / SYAZARWAN SYARAT-SYARAT THAWAF SYARAT- SYARAT TAWAF
  • 73.
    SUNAH THAWAF 1. Dengankhusu’ dan tawadu’ 2. Do’a / kalimat thayibah 3. Semakin dekat dengan ka’bah 4. Menghadap hajar aswad waktu memulai dan mangakhiri 5. Ikhtilam (angkat tangan) dan di kecup (dicium) 6. Memulai dengan membaca “bismillahi wallahu akbar” 7. Ikhtilam di rukun Yamani tangan tidak dikecup 8. Urutan putaran 1 sampai 7 9. Ramal (lari kecil) bagi laki-laki dalam 3 putaran yang awal 10. Sholat 2 rekaat dimakam ibrahim 11. Berdo’a di multazam 12. Minum air zam-zam Nb. Pakaian laki-laki ithtiba’ bahu kiri tertutu bahu Kanan terbuka 73
  • 74.
    1. TUNGGU SAMPAISUCI KARENA, HAID NIFAS MINIMAL MAKSIMAL 1 HARI 15 HARI MINIMAL MAKSIMAL SESAAT 60 HARI 2. MEMAKAI OBAT UNTUK MENUNDA HAID (HADIST DARI IBNU AMAR) THAWAF IFADHAH BAGI WANITA HAID/NIFAS
  • 75.
  • 76.
    Talbiyah Lafadz Talbiyah َ‫ل‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬ِ ‫َر‬‫ش‬ َ‫ال‬ ،َ‫ك‬ْ‫ي‬َّ‫ب‬َ‫ل‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ال‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬َّ‫ب‬َ‫ل‬ ِ‫ن‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫د‬ْ‫م‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ،َ‫ك‬ْ‫ي‬َّ‫ب‬َ‫ل‬ َ‫ك‬ َ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ع‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬ ِ ‫َر‬‫ش‬ َ‫ال‬ َ‫ك‬ْ‫ل‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ‫ك‬َ‫ل‬ Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milikMu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagiMu Tatacara Talbiyah  Sebaiknya bertalbiyah sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW  Bershalawat atas beliau  Meminta kepada Allah setelah talbiyah dan shalawat  Dengan suara keras (kecuali wanita)  Tidak bertalbiyah saat thawaf qudum, sai, thawaf ifadhah  Mengulang-ulang talbiyah tiga kali  Tidak berbicara ditengah-tengah talbiyah
  • 78.
    SA’I • bahwa jamaahhaji yang melaksanakan Haji Tamattu’ pada saat melakukan Tawaf Ifadah harus diikuti dengan Sa’i, sebagaimana dalam umrah • Tata cara pelaksanaan Sa’i haji sama seperti Sa’i umrah hanya saja dalam Sa’I haji setelah selesai Sa’i tidak disertai memotong rambut (tahallul) 78
  • 82.
    DO'A SA'I HADIS YANGDIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM, AHMAD DAN NASAI DARI JABIR R.A. DALAM KITAB NAILUL AUTHOR JILID 5 HALAMAN 126. DI KALA AKAN MEMULAI SA'I HENDAKLAH MENGHADAP KIBLAT LALU BERJALAN DARI SHAFA MENUJU MARWAH SAMBIL MEMBACA DO'A SEBANYAK 3X SEBAGAI BERIKUT :
  • 84.
    Macam-Macam Dam Meninggalkan Kewajiban Dam Tamattu’ dan Qiran: Kambing, Puasa 10 Hari  Tidak Ihram dari Miqot, Melontar Jumrah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, Thawaf Wada: Kambing, Puasa 10 Hari, Bersedekah, Puasa 10 Hari Melanggar Larangan  Menggunting rambut  Memotong kuku  Memakai pakaian Berjahit  Memakai wangi-wangian  Meminyaki rambut atau jenggot  Bercumbu  Berburu Binatang  Merusak Tanah Haram menyembeling seekor kambing; puasa tiga hari; bersedekah 3 gantang (9,5 liter) makanan kepada 6 orang fakir miskin Dam adalah denda yang dikenakan oleh jemaah yang melanggar larangan/meninggak alkan wajib haji/umroh.
  • 85.
    DAM DAN HADYU Jika ada amalan haji dan umrah dilanggar, bagi Haji Tamattu’ damnya boleh disembelih setelah melakukan umrah  Namun bagi yang mampu afdhal berhaji sembelihan hari Nahr  Hari Nahr : 10 Dzulhijjah yang diamalkan haji 1. Melempar jumrah Aqobah 2. Menyembelih Hadyu atau Dam 3. Mencukur rambut atau memendekkan rambut 4. Thawaf Ifadah dan Sa’I 5. Kembali lagi ke Mina sebelum Magrib 85
  • 86.
  • 87.
    Ziarah Madinah  Sebaik-baikpendekatan kepada Allah  Berniat taqorrub ilallah, menuju masjid Nabawi, shalat di dalamnya  Memperbanyak shalawat di perjalanan  Dianjurkan mandi dan memakai pakaian paling bersih  Menghadirkan hati akan kemuliaan Madinah  Shalat sunnah Tahiyyatul Masjid di Raudhah  Berziarah Ke Makam Nabi SAW dan dua sahabatnya  Menjaga Shalat Jamaah dan Memperbanyak I’tikaf  Memperbanyak Ziarah Baqi’  Ziarah Syuhada Uhud  Shalat di masjid Quba  Dianjurkan puasa sunnah dan memperbanyak sedekah  Pamitan dengan shalat sunnah dua Rakaat
  • 88.
  • 89.
  • 90.
  • 91.
  • 92.
    MESJID TUJUH • Masjid-masjidyang Tujuh (bahasa Arab: ‫السبعة‬ ‫المساجد‬Al-Masajid As-Sab'ah) atau Sab'u Masajid merupakan salah satu kompleks bersejarah yang dikunjungi oleh para wisatawan kota Madinah. Masjid ini merupakan gabungan dari tujuh masjid kecil, yang sebenarnya hanya enam masjid ditambah dengan Masjid Qiblatain yang dikunjungi dalam waktu yang bersamaan sehingga disebut dengan Masjid Tujuh. Terdiri dari Mesjid al-Fath, Mesjid Ali bin Abi Thalib, Mesjid Abu Bakar al-Shiddiq, Mesjid Fatimah al-Zahra, Mesjid Salman al-Farisi, dan Mesjid Umar bin Khattab 92
  • 93.
    93 Masjid Aisiyah/ Tan’im7 KM Masjid Jikronah 13 KM
  • 94.