MODEL PEMBELAJARAN ANAKTUNARUNGU
DI SEKOLAH INKLUSI
Disampaikan pada Workshop Pendidikan Inklusi
Kabupaten Karanganyar
9 s.d. 10 Juli 2019
Oleh
FaridaYuliati, M.Pd
SLB – BYPALB Karanganyar
farida_421@yahoo.co.id
Assalamu’alaikum Wr. Wb
farida_421@yahoo.co.id
Siapa ?
farida_421@yahoo.co.id
Bisa apa ?
farida_421@yahoo.co.id
Anak
Tunarungu
Anak yang mengalami kondisi kekurangan atau
kehilangan fungsi pendengaran yang
disebabkan oleh kerusakan atau disfungsi dari
sebagian atau seluruh organ pendengaran, baik
yang terjadi sejak lahir maupun setelah lahir.
farida_421@yahoo.co.id
Tuli
Kurang
dengar
 Fisik
 Psikis
 Kognitif
 Sosial
farida_421@yahoo.co.id
farida_421@yahoo.co.id
Permaslahan yang
Dihadapi.
Permasalahan bahasa dan
Komunikasi
Kurang
dengar
• Ringan, 26 – 40 dB
• Sedang, 41 – 55 dB
• Menengah serius, 56 – 70 dB
Tuli
• Serius, 71 – 90 dB
• Sangat serius, lebih dari 90 dB
farida_421@yahoo.co.id
Saat
Terjadi
• Sebelum lahir
• Saat lahir
• Setelah lahir
Bahasa
• Sebelum berbahasa (Pre Langual)
• Masa Peka Bahasa (in Langual)
• Setelah masa peka bahasa (pasca langual)
farida_421@yahoo.co.id
Anak dengan gangguan pendengaran untuk
dapat mengikuti pendidikan di sekolah
inklusi perlu beberapa persyaratan
farida_421@yahoo.co.id
Persyaratan Anak dengan
Gangguan Pendengaran di
Sekolah Inklusi
1. Anak tunarungu harus memiliki bahasa yang cukup
dan mampu berkumunikasi sehingga mampu
mengikuti pelajaran yang diberikan.
2. Sekolah memiliki guru pendamping yang berlatar
belakang PLB.
3. Guru kelas reguler memahami karakteristik anak
tunarungu dan mampu berempati terhadap anak
tunarungu.
4. Lingkungan sekolah kondusif dan dapat menerima
keberadaan anak.
5. Sarana prasarana yang mendukung bagi anak.
6. Guru Mampu menggunakan prinsip prinsip
pembelajaran bagi anak tunarungu
(keterarahwajahan, keterarahsuaraan dan
keperagaan, dsb).
farida_421@yahoo.co.id
1.
Memiliki
Bahasa
yg cukup
• Mengalami ketunarunguan Pasca
lingual
• Dipersiapkan di SLB
• Masih dapat mem-fungsikan sisa
pendengaran.
• Menggunakan alat bantu dengar.
• Mengikuti terapi wicara
Ket. Syarat
farida_421@yahoo.co.id
2. Guru
Pembimbing
Khusus
• Memiliki guru pendamping
/pembimbing khusus (GPKh)
dengan latar belakang PLB,
akan lebih baik lagi, jika GPKh
tersebut dari SLB yg
menangani anak tunarungu.
farida_421@yahoo.co.id
3. Guru
Kelas
• Memahami Karakteristik anak
tunarungu. ( Minim kosa kata,
terganggu bicaranya, cenderung
pemata, dan bahasa merupakan
hasil interaksi mereka dengan hal-
hal yang konkret)
• Mampu berempati terhadap anak
tunarungu.
farida_421@yahoo.co.id
4. Lingkungan
yang kondusif
• Ruang kelas yang cukup
terang.
• Penempatan anak sesuai.
• Ada dukungan dari teman-
teman dan guru.
farida_421@yahoo.co.id
5. Sarana
Prasarana
yang
Mendukung
• Ada ruang khusus.
• Ada cermin dan kartu kata,
bilangan atau gambar.
• Ada buku-buku bergambar.
• Ditunjang beberapa peralatan
BKPBI (meskipun hanya
sederhana)
farida_421@yahoo.co.id
 Keterarahwajahan (membaca bibir)
 Keterarahsuaraan (memaksimalkan sisa
pendengaran)
 Intersubyektifitas (merespon bahasa anak)
 Kekonkritan
 Viaualisasi
 Keperagaan
 Pengalaman yang menyatu
 Belajar sambil melakukan
farida_421@yahoo.co.id
 PKPBI (Pengembangan
Komunikasi Persepsi Bunyi dan
Irama)
 BinaWicara
farida_421@yahoo.co.id
 Latihan deteksi/kesadaran terhadap bunyi
 Latihan membedakan /diskriminasi bunyi.
 Latihan mengidentifikasi bunyi.
 Latihan memahami berbagai bunyi,
terutama bunyi bahasa
farida_421@yahoo.co.id
1. Kesadaran terhadap ada/tidak adanya
bunyi
Bunyi yang dilatihkan meliputi bunyi
latar belakang, bunyi alat musik dan bunyi
bahasa.
2. Mendeteksi arah bunyi
20
Latihan membedakan bunyi mencakup:
 Membedakan dua sifat bunyi (panjang-pendek,
tinggi- rendah, keras – lemah, serta cepat -
lambatnya bunyi).
 Membedakan macam-macam birama (2/4,3/4,
atau 4/4).
 Membedakan bunyi –bunyi yang dapat dihitung
 Membedakan macam-macam irama musik.
 Membedakan suara manusia.
Bunyi-bunyi yang diidentifikasi antara lain:
 Bunyi alam seperti: hujan, gemercik air,
halilintar dsb.
 Bunyi Binatang : burung berkicau, anjing
menjalak (menggonggong), ayam
berkokok,dsb.
 Bunyi yang dihasilkan oleh peralatan : bunyi
bedug, lonceng, bel,bunyi kendaran,
klakson, dsb.
 Bunyi alat musik : gong, tambur, suling,
terompet, piano/harmonika, rebana,dsb.
 Bunyi yang dibuat oleh manusia, seperti :
tertawa, teriakan, batuk, serta bunyi bahasa (
suku kata, kelompok kata atau kalimat).
farida_421@yahoo.co.id
 Model saku dan yang dipakai langsung di telinga
farida_421@yahoo.co.id
 Kegiatan Bina Wicara Individu
farida_421@yahoo.co.id
farida_421@yahoo.co.id

Kegiatan BinaWicara Kelompok dengan Hearing
Aid Group
 TERIMA KASIH
farida_421@yahoo.co.id
WASSALAMU’ALAIKUM Wr.Wb.

2019 - Anak Tuna Rungu.ppt

  • 1.
    MODEL PEMBELAJARAN ANAKTUNARUNGU DISEKOLAH INKLUSI Disampaikan pada Workshop Pendidikan Inklusi Kabupaten Karanganyar 9 s.d. 10 Juli 2019 Oleh FaridaYuliati, M.Pd SLB – BYPALB Karanganyar farida_421@yahoo.co.id Assalamu’alaikum Wr. Wb
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    Anak Tunarungu Anak yang mengalamikondisi kekurangan atau kehilangan fungsi pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan atau disfungsi dari sebagian atau seluruh organ pendengaran, baik yang terjadi sejak lahir maupun setelah lahir. farida_421@yahoo.co.id Tuli Kurang dengar
  • 6.
     Fisik  Psikis Kognitif  Sosial farida_421@yahoo.co.id
  • 7.
  • 8.
    Kurang dengar • Ringan, 26– 40 dB • Sedang, 41 – 55 dB • Menengah serius, 56 – 70 dB Tuli • Serius, 71 – 90 dB • Sangat serius, lebih dari 90 dB farida_421@yahoo.co.id
  • 9.
    Saat Terjadi • Sebelum lahir •Saat lahir • Setelah lahir Bahasa • Sebelum berbahasa (Pre Langual) • Masa Peka Bahasa (in Langual) • Setelah masa peka bahasa (pasca langual) farida_421@yahoo.co.id
  • 10.
    Anak dengan gangguanpendengaran untuk dapat mengikuti pendidikan di sekolah inklusi perlu beberapa persyaratan farida_421@yahoo.co.id
  • 11.
    Persyaratan Anak dengan GangguanPendengaran di Sekolah Inklusi 1. Anak tunarungu harus memiliki bahasa yang cukup dan mampu berkumunikasi sehingga mampu mengikuti pelajaran yang diberikan. 2. Sekolah memiliki guru pendamping yang berlatar belakang PLB. 3. Guru kelas reguler memahami karakteristik anak tunarungu dan mampu berempati terhadap anak tunarungu. 4. Lingkungan sekolah kondusif dan dapat menerima keberadaan anak. 5. Sarana prasarana yang mendukung bagi anak. 6. Guru Mampu menggunakan prinsip prinsip pembelajaran bagi anak tunarungu (keterarahwajahan, keterarahsuaraan dan keperagaan, dsb). farida_421@yahoo.co.id
  • 12.
    1. Memiliki Bahasa yg cukup • Mengalamiketunarunguan Pasca lingual • Dipersiapkan di SLB • Masih dapat mem-fungsikan sisa pendengaran. • Menggunakan alat bantu dengar. • Mengikuti terapi wicara Ket. Syarat farida_421@yahoo.co.id
  • 13.
    2. Guru Pembimbing Khusus • Memilikiguru pendamping /pembimbing khusus (GPKh) dengan latar belakang PLB, akan lebih baik lagi, jika GPKh tersebut dari SLB yg menangani anak tunarungu. farida_421@yahoo.co.id
  • 14.
    3. Guru Kelas • MemahamiKarakteristik anak tunarungu. ( Minim kosa kata, terganggu bicaranya, cenderung pemata, dan bahasa merupakan hasil interaksi mereka dengan hal- hal yang konkret) • Mampu berempati terhadap anak tunarungu. farida_421@yahoo.co.id
  • 15.
    4. Lingkungan yang kondusif •Ruang kelas yang cukup terang. • Penempatan anak sesuai. • Ada dukungan dari teman- teman dan guru. farida_421@yahoo.co.id
  • 16.
    5. Sarana Prasarana yang Mendukung • Adaruang khusus. • Ada cermin dan kartu kata, bilangan atau gambar. • Ada buku-buku bergambar. • Ditunjang beberapa peralatan BKPBI (meskipun hanya sederhana) farida_421@yahoo.co.id
  • 17.
     Keterarahwajahan (membacabibir)  Keterarahsuaraan (memaksimalkan sisa pendengaran)  Intersubyektifitas (merespon bahasa anak)  Kekonkritan  Viaualisasi  Keperagaan  Pengalaman yang menyatu  Belajar sambil melakukan farida_421@yahoo.co.id
  • 18.
     PKPBI (Pengembangan KomunikasiPersepsi Bunyi dan Irama)  BinaWicara farida_421@yahoo.co.id
  • 19.
     Latihan deteksi/kesadaranterhadap bunyi  Latihan membedakan /diskriminasi bunyi.  Latihan mengidentifikasi bunyi.  Latihan memahami berbagai bunyi, terutama bunyi bahasa farida_421@yahoo.co.id
  • 20.
    1. Kesadaran terhadapada/tidak adanya bunyi Bunyi yang dilatihkan meliputi bunyi latar belakang, bunyi alat musik dan bunyi bahasa. 2. Mendeteksi arah bunyi 20
  • 21.
    Latihan membedakan bunyimencakup:  Membedakan dua sifat bunyi (panjang-pendek, tinggi- rendah, keras – lemah, serta cepat - lambatnya bunyi).  Membedakan macam-macam birama (2/4,3/4, atau 4/4).  Membedakan bunyi –bunyi yang dapat dihitung  Membedakan macam-macam irama musik.  Membedakan suara manusia.
  • 22.
    Bunyi-bunyi yang diidentifikasiantara lain:  Bunyi alam seperti: hujan, gemercik air, halilintar dsb.  Bunyi Binatang : burung berkicau, anjing menjalak (menggonggong), ayam berkokok,dsb.
  • 23.
     Bunyi yangdihasilkan oleh peralatan : bunyi bedug, lonceng, bel,bunyi kendaran, klakson, dsb.  Bunyi alat musik : gong, tambur, suling, terompet, piano/harmonika, rebana,dsb.  Bunyi yang dibuat oleh manusia, seperti : tertawa, teriakan, batuk, serta bunyi bahasa ( suku kata, kelompok kata atau kalimat).
  • 24.
  • 25.
     Model sakudan yang dipakai langsung di telinga farida_421@yahoo.co.id
  • 26.
     Kegiatan BinaWicara Individu farida_421@yahoo.co.id
  • 27.
  • 28.