M. NURUL HUMAIDI
 Rumah: Perum. Pondok Bestari Indah B1-51,
Landungsari, Malang
 Telp. 0341-531345 HP. 0811361300
 E-Mail: mn_humaidi@yahoo.com
humaidi@umm.ac.id
• Fakultas Agama Islam UMM
• Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Malang
• Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim
• Komisi Fatwa & Hukum Islam MUI Kota
Malang
Memahami
Fiqh Mu`amalah
Al-Maidah :3, An-Nahl 89, Al-A’nam : 38



DIN AL-ISLAM
SEMPURNA
AL-MAIDAH:3 AL-AN’AM:38 AN-NAHL:89
Konpre
hensif
AQIDAH ALKHLAKSYARIAH
IBADAH MUAMALAH
HUKUM PIDANA/
PERDATA
EKONOMI &
FINANSIAL
POLITIK
ASURANSI BANK PASAR MODAL LEASING PEGADAIAN SEKTOR RIEL DLL
MLMS AHAD NET
ISLAM A COMPREHENSIVE WAY OF LIVE
ISLAM
AQIDAH SYARIAH AKHLAQ
MUAMALAH IBADAH
SPECIAL RIGHT PUBLIK RIGHT
CRIMINAL LAWS CIVIL LAWS INTERIOR AFFAIRS EXTERIOR AFFAIRS
INTERNATIONAL RELATION
ADMINISTATIVE FINANCE CONSTITUENCY
LEASING INSURANCE BANKING MORTGAGE VENTURE CAP
KEDUDUKAN MUAMALAH
DALAM ISLAM

--
 Sesungguhnya ekonomi Islam adalah bagian integral dari
sistem Islam yang sempurna. Apabila ekonomi konvensional
–dengan sebab situasi kelahirannya- terpisah secara
sempurna dari agama. Maka keistimewaan terpenting
ekonomi Islam adalah keterkaitannya secara sempurna
dengan Islam itu sendiri, yaitu aqidah dan syariah. (Prof. Dr.
Ahmad Muhammad „Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad Abdul Karim, An-
Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977, hlm.17-18)

 Apabila ekonomi Islam menjadi bagian dari
Islam yang sempurna, maka tidak mungkin
memisahkannya dari sistem aturan Islam
yang lain ; dari aqidah, ibadah dan akhlak
(Mabahits fil Iqtishad al-Islamiy, hlm. 54)

 Berdasarkan ini, maka tidak boleh kita mempelajari
ekonomi Islam secara berdiri sendiri yang terpisah
dari aqidah Islam dan syariahnya, karena sistem
ekonomi Islam bagian dari syariah Islam. Dengan
demikian ia terkait secara mendasar dengan aqidah
(Prof. Dr. Ahmad Muhammad „Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad Abdul
Karim, An-Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977, hlm.17


Dr.Abdul Sattar Fathullah Sa’id dalam kitab
Al-Muamalah fil Islam (1406 hlm.16) berkata
 Di antara unsur dharurat (masalah paling penting) dalam masyarakat
manusia adalah “Muamalah”, yang mengatur hukum antara individu dan
masyarakat
 Karena itu syariah ilahiyah datang untuk mengatur muamalah di antara
manusia dalam rangka mewujudkan tujuan syariah dan menjelaskan
hukumnya kepada mereka

 Ulama sepakat bahwa muamalat itu sendiri
adalah masalah kemanusiaan yang maha
penting (dharuriyah basyariyah)
Halaman
14

 Sesungguhnya dua sisi syariah Islam ialah
ibadat dan muamalat. Keduanya terkait laksana
satu tubuh dan keduanya satu tujuan, (yaitu
dalam rangka ibadah dan ketaatan kepada Sang
Khalik Allah Swt). (Samir Abdul Hamid Ridwan,
Aswaq al-Awraq al-Maliyah, IIIT, Cairo, 1996, hlm.
166)

 Sesungguhnya ekonomi Islam adalah aturan
Tuhan. Setiap ketaatan terhadap aturan ini
merupakan ketaatan kepada Allah Swt. Setiap
ketaatan kepada Allah adalah ibadah. Jadi
menerapkan sistem ekonomi Islam adalah
ibadah (Muhammad Rawwas Qal‟ah, Mabahits fil
Iqtishad al-Islamiy, Kuwait Darun Nafas, 2000, hlm.55)

 Menurut Husein Shahhatah, Dalam bidang
muamalah maliyah ini, seorang muslim
berkewajiban memahami bagaimana ia
bermuamalah sebagai kepatuhan kepada
syari‟ah Allah. Jika ia tidak memahami
muamalah maliyah ini, maka ia akan terperosok
kepada sesuatu yang diharamkan atau syubhat,
tanpa ia sadari. (Buku Al-Iltizam bith-Thawabith
asy-Syar‟iyah fil Muamalat al-Maliyah,Mesir,
2002)I

 Jika jauh jarak perbedaan (kajian) syariah
dengan kajian non syariah dalam bidang
ekonomi ini, maka akan jauhlah kebenaran
dan kebatilan, antara hidayah dan kesesatan.
Halaman
14
 Karena umat Islam jauh dari kajian
muamalah, maka dalam mencari uang,
banyak umat Islam tersesat ke jalan batil,
seperti bunga bank, bunga asuransi,
bunga koperasi, bunga obligasi,
permainan spekulasi di pasar uang dan
pasar modal, arisan berantai, money game
berkedok MLM, praktek gharar dan maysir
dalam margin trading, dsb.
FARDHU ‘AIN MEMPELAJARI
MUAMALAH
 Fiqh Muamalah Ekonomi, menduduki posisi yang
penting dalam Islam. Hampir tidak ada manusia
yang tidak terlibat dalam aktivitas muamalah,
karena itu hukum mempelajarinya wajib
„ain(fardhu) bagi setiap muslim
 Kewajiban itu disebabkan setiap muslim tidak
terlepas dari aktivitas ekonomi.
 Bahkan sebagian besar waktu yang dihabiskan
seorang manusia adalah untuk kegiatan
muamalah, al. mencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan diri, keluarga, bahkan negara.
SISTEM SYARI’AH ADALAH SISTEM TERBAIK
CIPTAAN ALLAH YANG HARUS DIIKUTI
Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari‟ah,
Maka ikutilah syari‟ah itu,
Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang
yang memahami syari‟ah (Al-Jatsiyah : 18)
Perbandingan Alokasi Waktu
untuk Ibadah dan Muamalah
 Ibadah Mahdhah 5 x 10 menit = 50 menit
 Muamalah (mencari nafkah/kerja)
Mulai jam 7 pagi sd jam 19.00 = 12 jam
1 12:
Banyak kitab
Yang
membahasnya
Banyak kitab
Yang
membahasnya
Ayat
Terpanjang
Dalam
Alquran
tentang
muamalah
Realitas Kajian Islam
1(Ibadah)
12(muamalah)
Materi ini
yang dominan
Dibahas para
Ustaz saat ini
Materi ini
Cenderung
diabaikan
dalam pengajian
:
C.C. Torrey dalam The Commercial
Theological Term in the Quran
menerangkan bahwa Alquran memakai 20
terminologi bisnis. Ungkapan tersebut
malahan diulang sebanyak 370 kali dalam
Alquran
Akibat mengabaikan kajian
Muamalah
 Umat Islam tidak memahami fungsi uang,
sehingga tanpa rasa berdosa mempraktekkan
riba di bank, asuransi, pasar modal dan kredit-
kredit lainnya
 Umat Islam (bahkan tokoh agama) ikutan
money game berkedok MLM, arisan berantai,
Tabungan haji di Bank Riba
 Umat Islam ikutan spekulasi mata uang
 Umat Islam ikutan spekulasi di pasar modal,
margin trading, future trading
 DPR/DPRD muslim tidak faham kebijakan fiskal
Islam dalam menyusun APBD/APBN
 Umat Islam kurang faham praktek
mudharabah, musyarakah, ijarah,
murabahah dan 42 jenis transaksi
muamalah lainnya.
 Umat Islam tidak faham 25 perbedaan
bank Islam dengan bank konvensional, 6
perbedaan margin murabahah dengan
bunga, 7 perbedaan bunga dan bagi hasil
 Umat Islam memandang sama saja bank
Islam dan bank konvensional, asuransi
Islam dan konvensional,dll
 Ekonomi Islam sama saja dengan ekonomi
konvensional
 Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Khattab
berkeliling pasar dan berkata :

“Tidak boleh berjual-beli di pasar kita, kecuali orang
yang telah mengerti fiqh (muamalah) dalam agama
Islam” (H.R.Tarmizi)
Mengembangkan harta, berinvestasi dan berbisnis, tidak
boleh sekehendak hati,(semau gue)
sebagaimana larangan pada umat Nabi Syuaib
Tetapi mesti sesuai dengan syari’ah Allah.
Dalam konteks ini Allah Berfirman :

 Mereka berkata, “Hai Syu‟aib, apakah agamamu
yang menyuruh kamu agar kamu meninggalkan
apa yang disembah oleh nenek moyangmu atau
melarang kami memperbuat apa yang kami
kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya
kamu adalah orang-orang yang penyantun lagi
berakal”
 Dua ayat di atas mengisahkan perdebatan
kaum Nabi Syu‟aib yang mengingkari
agama yang dibawanya yang mengajarkan
I’tiqad dan iqtishad (aqidah dan
ekonomi)
 Nabi Syu‟aib mengingatkan mereka
tentang kekacauan transaksi muamaah
ekonomi yang mereka lakukan selama ini.
 Ayat ini berisi dua peringatan penting,
yaitu aqidah dan muamalah
 Ayat ini juga menjelaskan bahwa
pencarian dan pengelolaan rezeki (harta)
tidak boleh sekehendak hati, melainkan
mesti sesuai dengan kehendak dan
tuntunan Allah, yang disebut syari‟ah
Tidak boleh beraktivitas perbankan,
kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas asuransi,
kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas pasar modal,
kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas koperasi,
kecuali faham fiqh muamalah
 Tidak boleh beraktifitas pegadaian
kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas reksadana,
kecuali faham fiqh muamalah
 Tidak boleh beraktifitas bisnis MLM,
kecuali faham fiqh muamalah
 Tidak boleh beraktifitas jual-beli,
kecuali faham fiqh muamalah
 Dr.HuseinSyahhatah
(Guru Besar Univ.Al-azhar
Cairo) :
“Seorang Muslim yang
bertaqwa dan takut
kepada Allah swt, Harus
berupaya keras
menjadikan
muamalahnya
sebagai amal shaleh dan
ikhlas untuk Allah
semata”

 Sesungguhnya kepentingan manusia hadir di muka bumi
adalah untuk beribadah kepada Allah Swt (Lihat : Az-
Zariyat : 57)

 Sesungguhnya tujuan hadirnya manusia di muka
bumi adalah untuk memakmurkan (membangun)
bumi. Hal ini berkaitan dengan investasi dan
pengembangan harta (ekonomi dan finansial)
(Samir Abdul Hamid Ridwan, Aswaq al-Awraq al-Maliyah, IIIT,
Cairo, 1996, hlm. 166)

Selanjutnya Dr.Abdul Sattar mengatakan

Artinya : Dari sini jelaslah bahwa “Muamalat” adalah inti
terdalam dari tujuan agama Islam untuk mewujudkan
kemaslahatan kehidupan manusia. Karena itu para Rasul
terdahulu mengajak umat (berdakwah) untuk mengamalkan
muamalah, karena memandangnya sebagai ajaran agama
yang mesti dilaksanakan, Tidak ada pilihan bagi seseorang
untuk tidak mengamalkannya.(Hlm.16)
Dalam konteks ini Allah berfirman

Artinya :
 „Dan kepada penduduk Madyan, Kami utus saudara
mereka, Syu‟aib. Ia berkata, “Hai Kaumku sembahlah
Allah, sekali-kali Tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan
Janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan.
Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang
baik. Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan
azab hari yang membinasakan (kiamat)”.
 Dan Syu‟aib berkata,”Hai kaumku sempurnakanlah
takaran dan timbangan dengan adil. Janganlah kamu
merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan
janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi
dengan membuat kerusakan. (Hud : 84,85)
Masih kitab Al-Muamalah fil Islam

 Artinya : Muamalah ini adalah sunnah yang terus-
menerus dilaksanakan para Nabi AS, sebagaimana
firman Allah (hlm.16)

 Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul
kami dengan membawa bukti yang nyata dan
telah kami turunkan bersama mereka Al-Kitab
dan neraca keadilan supaya manusia dapat
menegakkan keadilan itu. Dan kami ciptakan
besi yang padanya terdapat kekuatan yang
hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.
Supaya mereka memergunakan besi itu dan
supaya Allah mengetahui siapa yang menolong
(agamanya) dan RasulNya. Padahal Allah tidak
dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan
Maha Perkasa.
Menurut Dr Abdul Sattar :
 Ayat tersebut mengandung dua masalah penting
:
 1. Bahwa tujuan utama risalah ilahiyah (dalam
kitab & syari‟ah) adalah menegakkan aturan
(nizham) yang adil dalam muamalah di antara
manusia
 2. Menegakkan aturan syariah tersebut mesti
dengan kekuasaan/kekuatan (besi), setelah
dakwah dan tabligh/komunikasi dilaksanakan
(hlm.17)


 –-
 Dua ayat di atas menetapkan dua
kesimpulan utama (penting)
 Pertama tujuan utama risalah Tuhan
adalah menegakkan aturan yang adil
dalam muamalah di antara manusia
 Kedua,menegakkan sistem muamalah
dan memeliharanya, tidak sempurna
kecuali dengan kekuasaan (tentunya
setelah dakwah dan tabligh)

 Artinya, Maka sempurnalah kemestian (implementasi) aturan
muamalah dari dua hal, pertama, dakwah, kedua, daulah.
Atau dalam bahasa Al-quran kekuasaan dan
hikmah.Sebagaimana firman Allah :

 Mereka (tentera Thalut )mengalahkan tentera Jalut
dengan izin Allah. Dalam peperangan itu Daud
membunuh Jalut, Kemudian Allah memberikan
kepada Daud pemerintahan/kekuasaan dan Hikmah
 Memahami/menge
tahui hukum
muamalah maliyah
wajib bagi setiap
muslim, namun untuk
menjadi expert (ahli)
dalam bidang ini
hukumnya fardhu
kifayah
Wajib
Fardhu kifayah
SEKIAN SESI I
SEKARANG MASUK
SESI 2
LITERATUR MUAMALAH EKONOMI
1. Prof. Dr. Muhammad N. Ash-Shiddiqy, dalam buku
“Muslim Economic Thinking” meneliti 700 judul
buku yang membahas ekonomi Islam. (London,
Islamic Fountaion, 1976)
2. Dr. Javed Ahmad Khan dalam buku Islamic
Economics & Finance : A Bibliografy, (London,
Mansell Publisihing Ltd) , 1995 mengutip 1621
tulisan tentang Ekonomi Islam,
LITERATUR MUAMALAH
EKONOMI
3. Seluruh kitab Fikih Islam membahas masalah
muamalah, contoh : Al-Umm (Imam Syafi’i),
Majmu’ Syarah Muhazzab (Imam Nawawi), Majmu
Fatawa (Ibnu Taimiyah), Sekitar 1/3 isi kitab
tersebut tentang muamalah dll.
4. Prof. Dr. Umar Ibarahim Vadillo, “Sekitar 1/3 ajaran
Islam tentang Muamalah”.
Pengertian Muamalah Menurut Etimologi
 Muamalah berasal dari kata
Bentuk Masdar dari
–-
Artinya : Saling bertindak, saling berbuat,
saling mengamalkan
Pengertian Muamalah menurut Istilah
Muamalah
Pengertian Luas
Pengertian Sempit
Pengertian Muamalah (secara Luas)
 Menurut Ad-Dimyathi :
“Suatu aktivitas keduniaan untuk mewujudkan
keberhasilan akhirat”
 Menurut Yusuf Musa :
“Peraturan-peraturan Allah yang harus diikuti dan
dita‟ati dalam hidup bermasyarakat untuk
menjaga kepentingan manusia”
 “Segala peraturan yang diciptakan Allah untuk
mengatur hubungan manusia dengan manusia
dalam kehidupannya”
Dr.Abdul Sattar Fathullah Sa’id :
dalam Al-Muamalah fil Islam
Pengertian Muamalah Secara Luas..(lanjutan)
id :’Dr.Abdul Sattar Fathullah Sa
“Fiqh muamalat ialah hukum syari’ah
yang berkaitan dengan
transaksi manusia mengenai jual beli,
gadai, perdagangan, pertanian,
sewa,menyewa,
perkongsian, perkawinan, penyusuan
thalak, iddah, hibah & hadiah,
washiat, warisan, perang dan damai”.
Al-Muamalah fil Islam, Makkah, Rabithah alam Al-Islami, hlm.12
Pengertian Muamalah
Secara Luas
“Muamalah adalah : “Aturan-aturan Allah untuk
mengatur manusia dalam kaitannya dengan
urusan duniawi dalam pergaulan sosial”.
Kesimpulan
Dalam konteks muamalah dalam makna luas, Ibnu
Abidin membagi muamalah kepada 5 bidang
 Mu‟awadhah Maliyah (hukum kebendaan)
 Munakahat (Hukum perkawinan)
 Muhasanat (Hukum Acara)
 Amanat dan „Ariyah (Pinjaman)
 Tirkah (harta warisan)
Dalam kajian
muamalah kita,
pengertian luas
ini
tidak kita
gunakan
Pengertian Sempit
 Khudhari Byk
 Semua akad yang membolehkan manusia
saling menukar manfaatnya
 Rasyid Ridha :
 “Tukar menukar barang atau sesuatu yang
bermanfaat dengan cara yang
ditentukan”
Pengertian Muamalah secara
Sempit (Khusus)
 Dr.Mustafa Ahmad Zarqa,
“Hukum-hukum tentang perbuatan
manusia yang berkaitan dengan hubungan
sesama manusia mengenai harta
kekayaan, hak-hak dan penyelesaian
sengketa”.
 (Al-Madkhal al-Fiqh Al-Am, Damaskus, 1966-1967, Al-Adib, hlm.55)
Kesimpulan
 Muamalah ialah : “Aturan-aturan Allah yang
mengatur hubungan manusia dengan
manusia dalam memperoleh dan
mengembangkan harta benda”
 Muamalah ialah “aturan tentang
kegiatan ekonomi manusia”
Perbedaan Pengertian Muamalah
dalam arti sempit dan luas adalah
dalam cakupannya
Pengertian luas mencakup munakahat,
warisan, politik, pidana.
Sedangkan dalam makna sempit
cakupannya hanya tentang ekonomi
(iqtishadiyah)
Ruang Lingkup Fiqh Muamalah
1. Harta dan ‟Ukud akad-akad)
2. Buyu‟ (tentang jual beli)
3. Ar-Rahn (tentang pegadaian)
4. Hiwalah (pengalihan hutang)
5. Ash-Shulhu (perdamaian bisnis)
6. Adh-Dhaman (jaminan, asuransi)
7. Syirkah (tentang perkongsian)
8. Wakalah (tentang perwakilan)
9. Wadi‟ah (tentang penitipan)
10. „Ariyah (tentang peminjaman)
11. Ghasab (perampasan harta orang lain
dengan tidak shah)
12. Syuf‟ah (hak diutamakan dalam syirkah
atau sepadan tanah)
13. Mudharabah (syirkah modal dan tenaga)
14. Musaqat (syirkah dalam pengairan
kebun)
15. Muzara‟ah (kerjasama pertanian)
16. Kafalah (penjaminan)
17. Taflis (jatuh bangkrut)
18. Al-Hajru (batasan bertindak)
19. Ji‟alah (sayembara, pemberian fee)
20. Qaradh (pejaman)
21. Ba‟i Murabahah
22. Bai‟ Salam
23. Bai Istishna‟
24. Ba‟i Muajjal dan Ba‟i Taqsith
25. Ba‟i Sharf dan Konsep Uang
26. ‟Urbun (panjar/DP)
27. Ijarah (sewa-menyewa)
28. Riba
29. Sukuk (surat utang)
30. Faraidh (warisan)
31. Luqthah (barang tercecer)
32. Waqaf
33. Hibah
34. Washiat
35. Iqrar (pengakuan)
36. Qismul fa‟i wal ghanimah (pembagian
fa‟i dan ghanimah)
37. Qism ash-Shadaqat (tentang
pembagian zakat)
38. Ibrak (pembebasan hutang)
39. Muqasah (Discount)
40. Kharaj, Jizyah, Dharibah,Ushur
41. Baitul Mal
Ruang Lingkup di era Modern
1. Perbankan
2. Asuransi
3. Pasar Modal
4. Obligasi
5. Reksadana
6. BMT (Baitul Mal wat Tamwil)
7. Koperasi
8. Pegadaian
9. MLM Syari‟ah
10. Fungsi Uang (Moneter)
11. Kebijakan Fiskal
12. Kebijakan Moneter,dll
Modifikasi Akad kontemporer
 Ijarah Muntahiyah bit Tamlik atau Bai‟ at-
Takjir
 Musyarakah Mutanaqishah
 Musyarakah Muntahiyah bit Tamlik
 Al-Kafalah wal Ijarah
 Al-Qaradh wal Ijarah
 Murabahah wal wakalah
 dll
Muamalah
Al-Muamalah
Al-Maddiyah
Al-Muamalah
Al-Adabiyah
Muamalah yang mengkaji
Objeknya (bendanya).
( Sehingga kajiannya
Bersifat kebendaan)
Seperti apakah benda itu
Halal, haram, syubhat,mengan
dung manfaat or mudharat
Keharusan membeli benda
halal misalnya dimaksudkan
Untuk mencari ridha Allah,
Bukan profit oriented.
Muamalah yang mengkaji
Subjeknya,seperti kajian
tentang ijab-qabul, penipuan,
kerelaan, dusta,
Sumpah palsu
dan persoalan
Yang berkaitan dengan
Etika bisnis (adabiyah) dari
pelakunya
Pembagian
 Pada prakteknya, pembagian al-muamalah
al-maddiyah dan al-muamalah al-adabiyah
tidak dapat dipisahkan, Jadi pembagian ini
hanyalah teoritis saja,
Maslahat sebagai prinsip Muamalah
 Muamalat adalah aturan syari‟ah tentang
hubungan sosial di antara manusia.Dalam
konteks ini berkaiatan dengan ekonomi
 Prinsip dasar paling fundamental dan vital
dalam muamalah adalah mewujudkan
kemaslahatan manusia

 Sesungguhnya, prinsip dasar dalam
muamalah (ekonomi syariah) adalah
mewujudkan kemaslahatan manusia
 Maslahah dalam muamalah itu
memperhatikan (mementingkan) alasan-
alasan rasional dan situasi kondisi. Illat
atau alasan-alasan rasional ini merupakan
tempat bergantung hukum syariah.
 Maka dalam merumuskan hukum
ekonomi, konsep, teori dan model
ekonomi, syariah Islam memberikan
perhatian sangat besar terhadap
kemaslahatan manusia
 Kemaslahatan sebagai maqashid syari‟ah
tsb, bisa ditemukan akal manusia.
 Dalam muamalat, dijelaskan secara luas
illat, rahasia dan tujuan kemaslahatan
suatu hukum muamalat. Ini mengandung
indikasi agar manusia memperhatikan
kemaslahatan dalam bidang muamalat
dan tidak hanya berpegang pada tuntutan
teks nash semata, karena mungkin suatu
teks ditetapkan berdasarkan kemaslahatan
tertentu, kondisi, adat, waktu dan tempat
tertentu.
Pemuka-pemuka masyarakat Arab sebelum
dakwah Nabi Saw, banyak memperhatikan
kemaslahatan dalam kebiasaan, tradisi dan
adat mereka. Kemudian datang syariat
Islam. Banyak di antaranya yang
dilanjutkan, ada yang diperbaiki dan ada
yang dibatalkan.
1.Praktek yang diakui dan dilanjutkan seperti
wadi‟ah, ijarah, jual-beli, syirkah, I‟arah/‟ariyah,
rahn, syuf‟ah merupakan tradisi yang telah
berkembang di masyarakat Arab Pra Islam.
Mata uang dinar dari Romawi dan dirham dari
Persia diakui dan diadopsi Islam
Dalam bidang munakahat ; khitbah/meminang.
Semua ini dilanjutkan Islam
2.Tradisi dan hukum yang dimodifikasi ;
seperti poligami dan warisan
3. Yang dibatalkan Islam ialah praktek
anak angkat/ tabanni, riba, dan segala
macam jual beli fasid dan terlarang,
seperti bai‟ gharar, ba‟i Najasy, Bai‟
munabazah/ijon, Ihtikar, talaqqi rukban.
Sikap Islam terhadap Tradisi/hukum pra-Islam
Taqrir ;
(Mengakui)
Taghyir
(Modifikasi)
Tabthil
(Membatalkan)
wadi’ah, ijarah,
jual-beli,
syirkah,
I’arah/’ariyah,
rahn, syuf’ah
Dinar, dirham
poligami
dan warisan,
Ila’
tabanni, riba,
maysir
Muamalah dan Tantangan Modernitas
Fiqh Muamalah dan Tantangan Modernitas
 Perkembangan sains dan teknologi telah menimbulkan
dampak besar terhadap kehidupan manusia, termasuk
terhadap kegiatan ekonomi bisnis, seperti tata cara
perdagangan melalui e-commerce, kartu kredit, sms
banking, LC, mortgage, leasing, pasar uang, MLM,
instrumen pengendalian moneter, exchage rate, waqf
saham, fiducia, jaminan resi gudang, dsb,
 Oleh karena perubahan sosial dalam bidang muamalah
terus berkembang cepat, akibat dari globalisasi, maka
pengajaran fiqh muamalah tidak cukup secara a priori
bersandar (merujuk) pada kitab-kitab klasik, tetapi teks-
teks fiqh klasik tersebut perlu diapresiasi secara kritis
sesuai konteks, kemudian dikembangkan sesuai dengan
perkembangan zaman dengan menggunakan ijtihad
kreatif dalam koridor syariah dengan memperhatikan
hal-hal berikut
 Berijtihad secara kolektif (ijtihad jama‟iy)
 Menggunakan ilmu ushul fiqh, qawaidh
fiqh, falsafah hukum Islam, dan ilmu
tarikh tasyri‟
 Maslahah menjadi pedoman dan acuan,
karena terdapat kaedah “Di mana ada
kemaslahatan di situ ada syariah.
Memelihara konsep lama yang
mengandung kemaslahatan (masih
relevan) dan mengambil sesuatiu yang
baru yang lebih maslahah

Aturan syariat Islam dalam
bidang muamalat yang
bersumber (Al-quran dan
Sunnah) umumnya bersifat
prinsip umum. Maka para
ulama/mujtahid diberikan
majal (lapangan yang luas)
untuk mengembangkannya
secara detail dan aktual
sesuai dengan
kemaslahatan ummat
manusia yang senantiasa
berkembang
Lihat Kaedah Hukum Syari’ah
berikut !!!.....
 Rumusan fiqh muamalah yang sangat lengkap
dan mendatail yang terdapat dalam kitab-kitab
fiqh klasik, sebagian besarnya merupakan hasil
ijtihad para ulama terdahalu dalam upaya
mereka merumuskan dan mengembangkan
prinsip tersebut dalam bentuk praktis yang
detail. Tentunya formulasi fiqh mereka banyak
dipengaruhi atau setidaknya diwarnai oleh
situasi dan kondisi sosial ekonomi yang ada
pada zamannya
KAEDAH HUKUM SYARIAH
Hukum dapat berubah karena perubahan
zaman, tempat, keadaan dan adat
Contoh-Contoh :
 Al-Mudharib Yudharib
 Al-Mustakjir Yuajjir
 Ijarah Muntahiyah
bit Tamlik or Bai‟ at-Takjir
 Musyarakah Mutanaqishah
 Musyarakah Muntahiyah
bit Tamlik
 Al-Kafalah wal Ijarah
 Al-Qaradh wal Ijarah
 Murabahah wal wakalah
Dalam produk
Bank Syari’ah
Dalam
Kartu Kredit
Dlm Pembiayaan
murabahah
Di bank syariah
Prinsip Ibadah & Muamalah
(Kaitannya
dengan Ijtihad dan
Pengembangan
Hukum Islam)
PRINSIP IBADAH
 1. Bersifat Tetap (Tsabitah)
 2. Tidak bisa berkembang (Nash
Qath‟iy)
 3. Bersifat Khusus/eksklusif
 4. Nash-nash lebih rinci (tafshili)
 5. Peluang Ijtihad lebih kecil (sempit)
Prinsip Muamalah
 Bersifat Elastis (
 Dapat berkembang sesuai dengan zaman
& tempat
 Bersifat universal, inklusif
 Nash-nash umumnya general
 Peluang ijtihad luas
No IBADAH MUAMALAH
1 Bersifat tetap ( Bersifat Elastis (
2 Tidak bisa berkembang Dapat berkembang sesuai
dengan zaman & tempat
3 Bersifat
khusus,eksklusif
Bersifat universal, inklusif
4 Nash-nash lebih terinci
(tafshili)
Nash-nash umumnya
general
5 Peluang Ijtihad sempit Peluang ijtihad luas
PERBEDAAN PRINSIP IBADAH DAN MUAMALAH
Dr.Abdul Sattar Fathullah Sa’id dalam
kitab Al-Muamalah fil Islam berkata :
 Di antara unsur dharurat (masalah paling
penting) dalam masyarakat manusia
adalah “Muamalah”, yang mengatur
hukum antara individu dan masyarakat
 Ulama sepakat bahwa muamalat itu
sendiri adalah masalah kemanusiaan yang
maha penting (dharuriyah basyariyah)
KAEDAH IBADAH DAN MUAMALAH
“Pada dasarnya dalam ibadah adalah haram, kecuali ada dalil
Yang membolehkannya”
“Pada dasarnya semua aktivitas muamalah adalah boleh
kecuali ada dalil yang melarangnya”
Hukum Muamalah dalam Al-Quran
Allah Swt menjelaskan pokok-pokok muamalah
kehartabendaan (muamalah maliyah) yang adil dalam Al-Quran
Adapun prinsip muamalah maliyah tersebut ialah :
1 Melarang memakan makanan secara bathil (4:29)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu (An-Nisak : 29)
Melaksanakan transaksi atas dasar suka rela/ridha (4:29)2 Melaksanakan transaksi bisnis atas dasar ridha (Qs.4:29)
4
3 Pencatatan transaksi hutang-piutang (QS.2:282)
Akad tansaksi bisnis disaksikan oleh saksi (2:282)
“Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli
Dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan”
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu melaksanakan
hutang piutang sampai waktu tertentu, maka tuliskanlah

Larangan riba (Qs.2:275-279)5
6 Keterkaitan Sektor moneter dengan sektor riil (2:275)
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”
Jual beli, mengaitkan sektor riil (barang) dengan sektor moneter
(uang /harga yang dibayarkan)
Ex : Jual Beli Murabahah, Salam, Istishna’
Pembiayaan Mudharabah ;
mengkaitkan uang (modal) dengan
Proyek usaha riil
7 Investasi dengan sistem mudharabah, musyarakah, ijarah
 Muzammil ayat 20

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata :

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : “Aku pihak
ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah
satunya tidak menghianati lainnya” (HR. Abu Dawud
dan Hakim).
Melaksanakan transaksi atas dasar suka rela/ridha (4:29)8 Sasaran kebijakan fiskal Islam melalui zakat (5:60),
(Al-Anfal :41).
10
9 Larangan menyuap/sogok, (Al-Baqarah : 188)
Memberikan keringanan bagi “debitur” yang tak mampu
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu
dengan jalan yang bathil, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada
hakim, agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa
sedangkan kamu mengetahui (2:188)
“Jika ia mengalami kesulitan (membayar hutang), maka berilah
dia masa tangguh sampai ia mampu membayar” (QS.2: 283)
Bila diperhatikan nash-nash Al-Quran
tentang muamalah maliyah, sifatnya global
(kully), tidak terinci (juz’iy).
Karakter global ini akan membuat hukum
muamalah lebih elastis dan fleksibel
dalam menghadapi perubahan dan
tantangan zaman
Karena sifat global tsb, maka Sunnah-lah yang menjelaskan
Hukum-hukum muamalah menjadi rinci dan detail
Sekian dan Terima Kasih

1.muamalah1

  • 2.
    M. NURUL HUMAIDI Rumah: Perum. Pondok Bestari Indah B1-51, Landungsari, Malang  Telp. 0341-531345 HP. 0811361300  E-Mail: mn_humaidi@yahoo.com humaidi@umm.ac.id • Fakultas Agama Islam UMM • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Malang • Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim • Komisi Fatwa & Hukum Islam MUI Kota Malang
  • 3.
  • 4.
    Al-Maidah :3, An-Nahl89, Al-A’nam : 38   
  • 5.
  • 6.
    AQIDAH ALKHLAKSYARIAH IBADAH MUAMALAH HUKUMPIDANA/ PERDATA EKONOMI & FINANSIAL POLITIK ASURANSI BANK PASAR MODAL LEASING PEGADAIAN SEKTOR RIEL DLL MLMS AHAD NET
  • 7.
    ISLAM A COMPREHENSIVEWAY OF LIVE ISLAM AQIDAH SYARIAH AKHLAQ MUAMALAH IBADAH SPECIAL RIGHT PUBLIK RIGHT CRIMINAL LAWS CIVIL LAWS INTERIOR AFFAIRS EXTERIOR AFFAIRS INTERNATIONAL RELATION ADMINISTATIVE FINANCE CONSTITUENCY LEASING INSURANCE BANKING MORTGAGE VENTURE CAP
  • 8.
  • 9.
     --  Sesungguhnya ekonomiIslam adalah bagian integral dari sistem Islam yang sempurna. Apabila ekonomi konvensional –dengan sebab situasi kelahirannya- terpisah secara sempurna dari agama. Maka keistimewaan terpenting ekonomi Islam adalah keterkaitannya secara sempurna dengan Islam itu sendiri, yaitu aqidah dan syariah. (Prof. Dr. Ahmad Muhammad „Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad Abdul Karim, An- Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977, hlm.17-18)
  • 10.
      Apabila ekonomiIslam menjadi bagian dari Islam yang sempurna, maka tidak mungkin memisahkannya dari sistem aturan Islam yang lain ; dari aqidah, ibadah dan akhlak (Mabahits fil Iqtishad al-Islamiy, hlm. 54)
  • 11.
      Berdasarkan ini,maka tidak boleh kita mempelajari ekonomi Islam secara berdiri sendiri yang terpisah dari aqidah Islam dan syariahnya, karena sistem ekonomi Islam bagian dari syariah Islam. Dengan demikian ia terkait secara mendasar dengan aqidah (Prof. Dr. Ahmad Muhammad „Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad Abdul Karim, An-Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977, hlm.17
  • 12.
      Dr.Abdul Sattar FathullahSa’id dalam kitab Al-Muamalah fil Islam (1406 hlm.16) berkata  Di antara unsur dharurat (masalah paling penting) dalam masyarakat manusia adalah “Muamalah”, yang mengatur hukum antara individu dan masyarakat  Karena itu syariah ilahiyah datang untuk mengatur muamalah di antara manusia dalam rangka mewujudkan tujuan syariah dan menjelaskan hukumnya kepada mereka
  • 13.
      Ulama sepakatbahwa muamalat itu sendiri adalah masalah kemanusiaan yang maha penting (dharuriyah basyariyah) Halaman 14
  • 14.
      Sesungguhnya duasisi syariah Islam ialah ibadat dan muamalat. Keduanya terkait laksana satu tubuh dan keduanya satu tujuan, (yaitu dalam rangka ibadah dan ketaatan kepada Sang Khalik Allah Swt). (Samir Abdul Hamid Ridwan, Aswaq al-Awraq al-Maliyah, IIIT, Cairo, 1996, hlm. 166)
  • 15.
      Sesungguhnya ekonomiIslam adalah aturan Tuhan. Setiap ketaatan terhadap aturan ini merupakan ketaatan kepada Allah Swt. Setiap ketaatan kepada Allah adalah ibadah. Jadi menerapkan sistem ekonomi Islam adalah ibadah (Muhammad Rawwas Qal‟ah, Mabahits fil Iqtishad al-Islamiy, Kuwait Darun Nafas, 2000, hlm.55) 
  • 16.
     Menurut HuseinShahhatah, Dalam bidang muamalah maliyah ini, seorang muslim berkewajiban memahami bagaimana ia bermuamalah sebagai kepatuhan kepada syari‟ah Allah. Jika ia tidak memahami muamalah maliyah ini, maka ia akan terperosok kepada sesuatu yang diharamkan atau syubhat, tanpa ia sadari. (Buku Al-Iltizam bith-Thawabith asy-Syar‟iyah fil Muamalat al-Maliyah,Mesir, 2002)I
  • 17.
      Jika jauhjarak perbedaan (kajian) syariah dengan kajian non syariah dalam bidang ekonomi ini, maka akan jauhlah kebenaran dan kebatilan, antara hidayah dan kesesatan. Halaman 14
  • 18.
     Karena umatIslam jauh dari kajian muamalah, maka dalam mencari uang, banyak umat Islam tersesat ke jalan batil, seperti bunga bank, bunga asuransi, bunga koperasi, bunga obligasi, permainan spekulasi di pasar uang dan pasar modal, arisan berantai, money game berkedok MLM, praktek gharar dan maysir dalam margin trading, dsb.
  • 19.
    FARDHU ‘AIN MEMPELAJARI MUAMALAH Fiqh Muamalah Ekonomi, menduduki posisi yang penting dalam Islam. Hampir tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam aktivitas muamalah, karena itu hukum mempelajarinya wajib „ain(fardhu) bagi setiap muslim  Kewajiban itu disebabkan setiap muslim tidak terlepas dari aktivitas ekonomi.  Bahkan sebagian besar waktu yang dihabiskan seorang manusia adalah untuk kegiatan muamalah, al. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri, keluarga, bahkan negara.
  • 20.
    SISTEM SYARI’AH ADALAHSISTEM TERBAIK CIPTAAN ALLAH YANG HARUS DIIKUTI Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari‟ah, Maka ikutilah syari‟ah itu, Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang memahami syari‟ah (Al-Jatsiyah : 18)
  • 21.
    Perbandingan Alokasi Waktu untukIbadah dan Muamalah  Ibadah Mahdhah 5 x 10 menit = 50 menit  Muamalah (mencari nafkah/kerja) Mulai jam 7 pagi sd jam 19.00 = 12 jam 1 12: Banyak kitab Yang membahasnya Banyak kitab Yang membahasnya Ayat Terpanjang Dalam Alquran tentang muamalah
  • 22.
    Realitas Kajian Islam 1(Ibadah) 12(muamalah) Materiini yang dominan Dibahas para Ustaz saat ini Materi ini Cenderung diabaikan dalam pengajian :
  • 23.
    C.C. Torrey dalamThe Commercial Theological Term in the Quran menerangkan bahwa Alquran memakai 20 terminologi bisnis. Ungkapan tersebut malahan diulang sebanyak 370 kali dalam Alquran
  • 24.
    Akibat mengabaikan kajian Muamalah Umat Islam tidak memahami fungsi uang, sehingga tanpa rasa berdosa mempraktekkan riba di bank, asuransi, pasar modal dan kredit- kredit lainnya  Umat Islam (bahkan tokoh agama) ikutan money game berkedok MLM, arisan berantai, Tabungan haji di Bank Riba  Umat Islam ikutan spekulasi mata uang  Umat Islam ikutan spekulasi di pasar modal, margin trading, future trading  DPR/DPRD muslim tidak faham kebijakan fiskal Islam dalam menyusun APBD/APBN
  • 25.
     Umat Islamkurang faham praktek mudharabah, musyarakah, ijarah, murabahah dan 42 jenis transaksi muamalah lainnya.  Umat Islam tidak faham 25 perbedaan bank Islam dengan bank konvensional, 6 perbedaan margin murabahah dengan bunga, 7 perbedaan bunga dan bagi hasil
  • 26.
     Umat Islammemandang sama saja bank Islam dan bank konvensional, asuransi Islam dan konvensional,dll  Ekonomi Islam sama saja dengan ekonomi konvensional
  • 27.
     Oleh karenaitu, Khalifah Umar bin Khattab berkeliling pasar dan berkata :  “Tidak boleh berjual-beli di pasar kita, kecuali orang yang telah mengerti fiqh (muamalah) dalam agama Islam” (H.R.Tarmizi) Mengembangkan harta, berinvestasi dan berbisnis, tidak boleh sekehendak hati,(semau gue) sebagaimana larangan pada umat Nabi Syuaib Tetapi mesti sesuai dengan syari’ah Allah.
  • 28.
    Dalam konteks iniAllah Berfirman :   Mereka berkata, “Hai Syu‟aib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kamu meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyangmu atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang penyantun lagi berakal”
  • 29.
     Dua ayatdi atas mengisahkan perdebatan kaum Nabi Syu‟aib yang mengingkari agama yang dibawanya yang mengajarkan I’tiqad dan iqtishad (aqidah dan ekonomi)  Nabi Syu‟aib mengingatkan mereka tentang kekacauan transaksi muamaah ekonomi yang mereka lakukan selama ini.
  • 30.
     Ayat iniberisi dua peringatan penting, yaitu aqidah dan muamalah  Ayat ini juga menjelaskan bahwa pencarian dan pengelolaan rezeki (harta) tidak boleh sekehendak hati, melainkan mesti sesuai dengan kehendak dan tuntunan Allah, yang disebut syari‟ah
  • 31.
    Tidak boleh beraktivitasperbankan, kecuali faham fiqh muamalah Tidak boleh beraktifitas asuransi, kecuali faham fiqh muamalah Tidak boleh beraktifitas pasar modal, kecuali faham fiqh muamalah Tidak boleh beraktifitas koperasi, kecuali faham fiqh muamalah
  • 32.
     Tidak bolehberaktifitas pegadaian kecuali faham fiqh muamalah Tidak boleh beraktifitas reksadana, kecuali faham fiqh muamalah  Tidak boleh beraktifitas bisnis MLM, kecuali faham fiqh muamalah  Tidak boleh beraktifitas jual-beli, kecuali faham fiqh muamalah
  • 33.
     Dr.HuseinSyahhatah (Guru BesarUniv.Al-azhar Cairo) : “Seorang Muslim yang bertaqwa dan takut kepada Allah swt, Harus berupaya keras menjadikan muamalahnya sebagai amal shaleh dan ikhlas untuk Allah semata”
  • 34.
      Sesungguhnya kepentinganmanusia hadir di muka bumi adalah untuk beribadah kepada Allah Swt (Lihat : Az- Zariyat : 57)   Sesungguhnya tujuan hadirnya manusia di muka bumi adalah untuk memakmurkan (membangun) bumi. Hal ini berkaitan dengan investasi dan pengembangan harta (ekonomi dan finansial) (Samir Abdul Hamid Ridwan, Aswaq al-Awraq al-Maliyah, IIIT, Cairo, 1996, hlm. 166) 
  • 35.
    Selanjutnya Dr.Abdul Sattarmengatakan  Artinya : Dari sini jelaslah bahwa “Muamalat” adalah inti terdalam dari tujuan agama Islam untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan manusia. Karena itu para Rasul terdahulu mengajak umat (berdakwah) untuk mengamalkan muamalah, karena memandangnya sebagai ajaran agama yang mesti dilaksanakan, Tidak ada pilihan bagi seseorang untuk tidak mengamalkannya.(Hlm.16)
  • 36.
    Dalam konteks iniAllah berfirman 
  • 37.
    Artinya :  „Dankepada penduduk Madyan, Kami utus saudara mereka, Syu‟aib. Ia berkata, “Hai Kaumku sembahlah Allah, sekali-kali Tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan Janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik. Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)”.  Dan Syu‟aib berkata,”Hai kaumku sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (Hud : 84,85)
  • 38.
    Masih kitab Al-Muamalahfil Islam   Artinya : Muamalah ini adalah sunnah yang terus- menerus dilaksanakan para Nabi AS, sebagaimana firman Allah (hlm.16) 
  • 39.
     Sesungguhnya kamitelah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca keadilan supaya manusia dapat menegakkan keadilan itu. Dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. Supaya mereka memergunakan besi itu dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agamanya) dan RasulNya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa.
  • 40.
    Menurut Dr AbdulSattar :  Ayat tersebut mengandung dua masalah penting :  1. Bahwa tujuan utama risalah ilahiyah (dalam kitab & syari‟ah) adalah menegakkan aturan (nizham) yang adil dalam muamalah di antara manusia  2. Menegakkan aturan syariah tersebut mesti dengan kekuasaan/kekuatan (besi), setelah dakwah dan tabligh/komunikasi dilaksanakan (hlm.17)
  • 41.
  • 42.
     Dua ayatdi atas menetapkan dua kesimpulan utama (penting)  Pertama tujuan utama risalah Tuhan adalah menegakkan aturan yang adil dalam muamalah di antara manusia  Kedua,menegakkan sistem muamalah dan memeliharanya, tidak sempurna kecuali dengan kekuasaan (tentunya setelah dakwah dan tabligh)
  • 43.
      Artinya, Makasempurnalah kemestian (implementasi) aturan muamalah dari dua hal, pertama, dakwah, kedua, daulah. Atau dalam bahasa Al-quran kekuasaan dan hikmah.Sebagaimana firman Allah :   Mereka (tentera Thalut )mengalahkan tentera Jalut dengan izin Allah. Dalam peperangan itu Daud membunuh Jalut, Kemudian Allah memberikan kepada Daud pemerintahan/kekuasaan dan Hikmah
  • 44.
     Memahami/menge tahui hukum muamalahmaliyah wajib bagi setiap muslim, namun untuk menjadi expert (ahli) dalam bidang ini hukumnya fardhu kifayah Wajib Fardhu kifayah
  • 45.
  • 46.
  • 47.
    LITERATUR MUAMALAH EKONOMI 1.Prof. Dr. Muhammad N. Ash-Shiddiqy, dalam buku “Muslim Economic Thinking” meneliti 700 judul buku yang membahas ekonomi Islam. (London, Islamic Fountaion, 1976) 2. Dr. Javed Ahmad Khan dalam buku Islamic Economics & Finance : A Bibliografy, (London, Mansell Publisihing Ltd) , 1995 mengutip 1621 tulisan tentang Ekonomi Islam,
  • 48.
    LITERATUR MUAMALAH EKONOMI 3. Seluruhkitab Fikih Islam membahas masalah muamalah, contoh : Al-Umm (Imam Syafi’i), Majmu’ Syarah Muhazzab (Imam Nawawi), Majmu Fatawa (Ibnu Taimiyah), Sekitar 1/3 isi kitab tersebut tentang muamalah dll. 4. Prof. Dr. Umar Ibarahim Vadillo, “Sekitar 1/3 ajaran Islam tentang Muamalah”.
  • 49.
    Pengertian Muamalah MenurutEtimologi  Muamalah berasal dari kata Bentuk Masdar dari –- Artinya : Saling bertindak, saling berbuat, saling mengamalkan
  • 50.
    Pengertian Muamalah menurutIstilah Muamalah Pengertian Luas Pengertian Sempit
  • 51.
    Pengertian Muamalah (secaraLuas)  Menurut Ad-Dimyathi : “Suatu aktivitas keduniaan untuk mewujudkan keberhasilan akhirat”  Menurut Yusuf Musa : “Peraturan-peraturan Allah yang harus diikuti dan dita‟ati dalam hidup bermasyarakat untuk menjaga kepentingan manusia”  “Segala peraturan yang diciptakan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kehidupannya”
  • 52.
    Dr.Abdul Sattar FathullahSa’id : dalam Al-Muamalah fil Islam
  • 53.
    Pengertian Muamalah SecaraLuas..(lanjutan) id :’Dr.Abdul Sattar Fathullah Sa “Fiqh muamalat ialah hukum syari’ah yang berkaitan dengan transaksi manusia mengenai jual beli, gadai, perdagangan, pertanian, sewa,menyewa, perkongsian, perkawinan, penyusuan thalak, iddah, hibah & hadiah, washiat, warisan, perang dan damai”. Al-Muamalah fil Islam, Makkah, Rabithah alam Al-Islami, hlm.12
  • 54.
    Pengertian Muamalah Secara Luas “Muamalahadalah : “Aturan-aturan Allah untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial”. Kesimpulan
  • 55.
    Dalam konteks muamalahdalam makna luas, Ibnu Abidin membagi muamalah kepada 5 bidang  Mu‟awadhah Maliyah (hukum kebendaan)  Munakahat (Hukum perkawinan)  Muhasanat (Hukum Acara)  Amanat dan „Ariyah (Pinjaman)  Tirkah (harta warisan) Dalam kajian muamalah kita, pengertian luas ini tidak kita gunakan
  • 56.
    Pengertian Sempit  KhudhariByk  Semua akad yang membolehkan manusia saling menukar manfaatnya  Rasyid Ridha :  “Tukar menukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara yang ditentukan”
  • 57.
    Pengertian Muamalah secara Sempit(Khusus)  Dr.Mustafa Ahmad Zarqa, “Hukum-hukum tentang perbuatan manusia yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia mengenai harta kekayaan, hak-hak dan penyelesaian sengketa”.  (Al-Madkhal al-Fiqh Al-Am, Damaskus, 1966-1967, Al-Adib, hlm.55)
  • 58.
    Kesimpulan  Muamalah ialah: “Aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam memperoleh dan mengembangkan harta benda”  Muamalah ialah “aturan tentang kegiatan ekonomi manusia”
  • 59.
    Perbedaan Pengertian Muamalah dalamarti sempit dan luas adalah dalam cakupannya Pengertian luas mencakup munakahat, warisan, politik, pidana. Sedangkan dalam makna sempit cakupannya hanya tentang ekonomi (iqtishadiyah)
  • 60.
    Ruang Lingkup FiqhMuamalah 1. Harta dan ‟Ukud akad-akad) 2. Buyu‟ (tentang jual beli) 3. Ar-Rahn (tentang pegadaian) 4. Hiwalah (pengalihan hutang) 5. Ash-Shulhu (perdamaian bisnis) 6. Adh-Dhaman (jaminan, asuransi) 7. Syirkah (tentang perkongsian) 8. Wakalah (tentang perwakilan) 9. Wadi‟ah (tentang penitipan) 10. „Ariyah (tentang peminjaman) 11. Ghasab (perampasan harta orang lain dengan tidak shah) 12. Syuf‟ah (hak diutamakan dalam syirkah atau sepadan tanah) 13. Mudharabah (syirkah modal dan tenaga) 14. Musaqat (syirkah dalam pengairan kebun) 15. Muzara‟ah (kerjasama pertanian) 16. Kafalah (penjaminan) 17. Taflis (jatuh bangkrut) 18. Al-Hajru (batasan bertindak) 19. Ji‟alah (sayembara, pemberian fee) 20. Qaradh (pejaman) 21. Ba‟i Murabahah 22. Bai‟ Salam 23. Bai Istishna‟ 24. Ba‟i Muajjal dan Ba‟i Taqsith 25. Ba‟i Sharf dan Konsep Uang 26. ‟Urbun (panjar/DP) 27. Ijarah (sewa-menyewa) 28. Riba 29. Sukuk (surat utang) 30. Faraidh (warisan) 31. Luqthah (barang tercecer) 32. Waqaf 33. Hibah 34. Washiat 35. Iqrar (pengakuan) 36. Qismul fa‟i wal ghanimah (pembagian fa‟i dan ghanimah) 37. Qism ash-Shadaqat (tentang pembagian zakat) 38. Ibrak (pembebasan hutang) 39. Muqasah (Discount) 40. Kharaj, Jizyah, Dharibah,Ushur 41. Baitul Mal
  • 61.
    Ruang Lingkup diera Modern 1. Perbankan 2. Asuransi 3. Pasar Modal 4. Obligasi 5. Reksadana 6. BMT (Baitul Mal wat Tamwil) 7. Koperasi 8. Pegadaian 9. MLM Syari‟ah 10. Fungsi Uang (Moneter) 11. Kebijakan Fiskal 12. Kebijakan Moneter,dll
  • 62.
    Modifikasi Akad kontemporer Ijarah Muntahiyah bit Tamlik atau Bai‟ at- Takjir  Musyarakah Mutanaqishah  Musyarakah Muntahiyah bit Tamlik  Al-Kafalah wal Ijarah  Al-Qaradh wal Ijarah  Murabahah wal wakalah  dll
  • 63.
    Muamalah Al-Muamalah Al-Maddiyah Al-Muamalah Al-Adabiyah Muamalah yang mengkaji Objeknya(bendanya). ( Sehingga kajiannya Bersifat kebendaan) Seperti apakah benda itu Halal, haram, syubhat,mengan dung manfaat or mudharat Keharusan membeli benda halal misalnya dimaksudkan Untuk mencari ridha Allah, Bukan profit oriented. Muamalah yang mengkaji Subjeknya,seperti kajian tentang ijab-qabul, penipuan, kerelaan, dusta, Sumpah palsu dan persoalan Yang berkaitan dengan Etika bisnis (adabiyah) dari pelakunya Pembagian
  • 64.
     Pada prakteknya,pembagian al-muamalah al-maddiyah dan al-muamalah al-adabiyah tidak dapat dipisahkan, Jadi pembagian ini hanyalah teoritis saja,
  • 65.
    Maslahat sebagai prinsipMuamalah  Muamalat adalah aturan syari‟ah tentang hubungan sosial di antara manusia.Dalam konteks ini berkaiatan dengan ekonomi  Prinsip dasar paling fundamental dan vital dalam muamalah adalah mewujudkan kemaslahatan manusia 
  • 66.
     Sesungguhnya, prinsipdasar dalam muamalah (ekonomi syariah) adalah mewujudkan kemaslahatan manusia  Maslahah dalam muamalah itu memperhatikan (mementingkan) alasan- alasan rasional dan situasi kondisi. Illat atau alasan-alasan rasional ini merupakan tempat bergantung hukum syariah.
  • 67.
     Maka dalammerumuskan hukum ekonomi, konsep, teori dan model ekonomi, syariah Islam memberikan perhatian sangat besar terhadap kemaslahatan manusia  Kemaslahatan sebagai maqashid syari‟ah tsb, bisa ditemukan akal manusia.
  • 68.
     Dalam muamalat,dijelaskan secara luas illat, rahasia dan tujuan kemaslahatan suatu hukum muamalat. Ini mengandung indikasi agar manusia memperhatikan kemaslahatan dalam bidang muamalat dan tidak hanya berpegang pada tuntutan teks nash semata, karena mungkin suatu teks ditetapkan berdasarkan kemaslahatan tertentu, kondisi, adat, waktu dan tempat tertentu.
  • 69.
    Pemuka-pemuka masyarakat Arabsebelum dakwah Nabi Saw, banyak memperhatikan kemaslahatan dalam kebiasaan, tradisi dan adat mereka. Kemudian datang syariat Islam. Banyak di antaranya yang dilanjutkan, ada yang diperbaiki dan ada yang dibatalkan.
  • 70.
    1.Praktek yang diakuidan dilanjutkan seperti wadi‟ah, ijarah, jual-beli, syirkah, I‟arah/‟ariyah, rahn, syuf‟ah merupakan tradisi yang telah berkembang di masyarakat Arab Pra Islam. Mata uang dinar dari Romawi dan dirham dari Persia diakui dan diadopsi Islam Dalam bidang munakahat ; khitbah/meminang. Semua ini dilanjutkan Islam
  • 71.
    2.Tradisi dan hukumyang dimodifikasi ; seperti poligami dan warisan 3. Yang dibatalkan Islam ialah praktek anak angkat/ tabanni, riba, dan segala macam jual beli fasid dan terlarang, seperti bai‟ gharar, ba‟i Najasy, Bai‟ munabazah/ijon, Ihtikar, talaqqi rukban.
  • 72.
    Sikap Islam terhadapTradisi/hukum pra-Islam Taqrir ; (Mengakui) Taghyir (Modifikasi) Tabthil (Membatalkan) wadi’ah, ijarah, jual-beli, syirkah, I’arah/’ariyah, rahn, syuf’ah Dinar, dirham poligami dan warisan, Ila’ tabanni, riba, maysir
  • 73.
  • 74.
    Fiqh Muamalah danTantangan Modernitas  Perkembangan sains dan teknologi telah menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan manusia, termasuk terhadap kegiatan ekonomi bisnis, seperti tata cara perdagangan melalui e-commerce, kartu kredit, sms banking, LC, mortgage, leasing, pasar uang, MLM, instrumen pengendalian moneter, exchage rate, waqf saham, fiducia, jaminan resi gudang, dsb,  Oleh karena perubahan sosial dalam bidang muamalah terus berkembang cepat, akibat dari globalisasi, maka pengajaran fiqh muamalah tidak cukup secara a priori bersandar (merujuk) pada kitab-kitab klasik, tetapi teks- teks fiqh klasik tersebut perlu diapresiasi secara kritis sesuai konteks, kemudian dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dengan menggunakan ijtihad kreatif dalam koridor syariah dengan memperhatikan hal-hal berikut
  • 75.
     Berijtihad secarakolektif (ijtihad jama‟iy)  Menggunakan ilmu ushul fiqh, qawaidh fiqh, falsafah hukum Islam, dan ilmu tarikh tasyri‟  Maslahah menjadi pedoman dan acuan, karena terdapat kaedah “Di mana ada kemaslahatan di situ ada syariah.
  • 76.
    Memelihara konsep lamayang mengandung kemaslahatan (masih relevan) dan mengambil sesuatiu yang baru yang lebih maslahah 
  • 77.
    Aturan syariat Islamdalam bidang muamalat yang bersumber (Al-quran dan Sunnah) umumnya bersifat prinsip umum. Maka para ulama/mujtahid diberikan majal (lapangan yang luas) untuk mengembangkannya secara detail dan aktual sesuai dengan kemaslahatan ummat manusia yang senantiasa berkembang
  • 78.
    Lihat Kaedah HukumSyari’ah berikut !!!.....  Rumusan fiqh muamalah yang sangat lengkap dan mendatail yang terdapat dalam kitab-kitab fiqh klasik, sebagian besarnya merupakan hasil ijtihad para ulama terdahalu dalam upaya mereka merumuskan dan mengembangkan prinsip tersebut dalam bentuk praktis yang detail. Tentunya formulasi fiqh mereka banyak dipengaruhi atau setidaknya diwarnai oleh situasi dan kondisi sosial ekonomi yang ada pada zamannya
  • 79.
    KAEDAH HUKUM SYARIAH Hukumdapat berubah karena perubahan zaman, tempat, keadaan dan adat
  • 80.
    Contoh-Contoh :  Al-MudharibYudharib  Al-Mustakjir Yuajjir  Ijarah Muntahiyah bit Tamlik or Bai‟ at-Takjir  Musyarakah Mutanaqishah  Musyarakah Muntahiyah bit Tamlik  Al-Kafalah wal Ijarah  Al-Qaradh wal Ijarah  Murabahah wal wakalah Dalam produk Bank Syari’ah Dalam Kartu Kredit Dlm Pembiayaan murabahah Di bank syariah
  • 81.
    Prinsip Ibadah &Muamalah (Kaitannya dengan Ijtihad dan Pengembangan Hukum Islam)
  • 82.
    PRINSIP IBADAH  1.Bersifat Tetap (Tsabitah)  2. Tidak bisa berkembang (Nash Qath‟iy)  3. Bersifat Khusus/eksklusif  4. Nash-nash lebih rinci (tafshili)  5. Peluang Ijtihad lebih kecil (sempit)
  • 83.
    Prinsip Muamalah  BersifatElastis (  Dapat berkembang sesuai dengan zaman & tempat  Bersifat universal, inklusif  Nash-nash umumnya general  Peluang ijtihad luas
  • 84.
    No IBADAH MUAMALAH 1Bersifat tetap ( Bersifat Elastis ( 2 Tidak bisa berkembang Dapat berkembang sesuai dengan zaman & tempat 3 Bersifat khusus,eksklusif Bersifat universal, inklusif 4 Nash-nash lebih terinci (tafshili) Nash-nash umumnya general 5 Peluang Ijtihad sempit Peluang ijtihad luas PERBEDAAN PRINSIP IBADAH DAN MUAMALAH
  • 85.
    Dr.Abdul Sattar FathullahSa’id dalam kitab Al-Muamalah fil Islam berkata :  Di antara unsur dharurat (masalah paling penting) dalam masyarakat manusia adalah “Muamalah”, yang mengatur hukum antara individu dan masyarakat  Ulama sepakat bahwa muamalat itu sendiri adalah masalah kemanusiaan yang maha penting (dharuriyah basyariyah)
  • 86.
    KAEDAH IBADAH DANMUAMALAH “Pada dasarnya dalam ibadah adalah haram, kecuali ada dalil Yang membolehkannya” “Pada dasarnya semua aktivitas muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya”
  • 87.
    Hukum Muamalah dalamAl-Quran Allah Swt menjelaskan pokok-pokok muamalah kehartabendaan (muamalah maliyah) yang adil dalam Al-Quran Adapun prinsip muamalah maliyah tersebut ialah : 1 Melarang memakan makanan secara bathil (4:29) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu (An-Nisak : 29)
  • 88.
    Melaksanakan transaksi atasdasar suka rela/ridha (4:29)2 Melaksanakan transaksi bisnis atas dasar ridha (Qs.4:29) 4 3 Pencatatan transaksi hutang-piutang (QS.2:282) Akad tansaksi bisnis disaksikan oleh saksi (2:282) “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli Dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan” Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu melaksanakan hutang piutang sampai waktu tertentu, maka tuliskanlah
  • 89.
  • 90.
    6 Keterkaitan Sektormoneter dengan sektor riil (2:275) “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” Jual beli, mengaitkan sektor riil (barang) dengan sektor moneter (uang /harga yang dibayarkan) Ex : Jual Beli Murabahah, Salam, Istishna’ Pembiayaan Mudharabah ; mengkaitkan uang (modal) dengan Proyek usaha riil
  • 91.
    7 Investasi dengansistem mudharabah, musyarakah, ijarah  Muzammil ayat 20  “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata :  “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : “Aku pihak ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah satunya tidak menghianati lainnya” (HR. Abu Dawud dan Hakim).
  • 92.
    Melaksanakan transaksi atasdasar suka rela/ridha (4:29)8 Sasaran kebijakan fiskal Islam melalui zakat (5:60), (Al-Anfal :41).
  • 93.
    10 9 Larangan menyuap/sogok,(Al-Baqarah : 188) Memberikan keringanan bagi “debitur” yang tak mampu Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa sedangkan kamu mengetahui (2:188) “Jika ia mengalami kesulitan (membayar hutang), maka berilah dia masa tangguh sampai ia mampu membayar” (QS.2: 283)
  • 94.
    Bila diperhatikan nash-nashAl-Quran tentang muamalah maliyah, sifatnya global (kully), tidak terinci (juz’iy). Karakter global ini akan membuat hukum muamalah lebih elastis dan fleksibel dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman Karena sifat global tsb, maka Sunnah-lah yang menjelaskan Hukum-hukum muamalah menjadi rinci dan detail
  • 95.