AQIDAH ALKHLAK
SYARIAH
IBADAH MUAMALAH
HUKUM PIDANA/
PERDATA
EKONOMI &
FINANSIAL
POLITIK
ASURANSI BANK PASAR MODAL LEASING PEGADAIAN SEKTOR RIEL DLL
MLMS AHAD NET
SISTEM SYARI’AH ADALAH SISTEM TERBAIK
CIPTAAN ALLAH YANG HARUS DIIKUTI
‫تتبع‬ ‫وآل‬ ‫فاتبعها‬ ‫األمر‬ ‫من‬ ‫شريعة‬ ‫على‬ ‫جعلناك‬ ‫ثم‬
‫يعلمون‬ ‫ال‬ ‫الذين‬ ‫أهواء‬
Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari’ah,
Maka ikutilah syari’ah itu,
Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang
yang tidak memahami syari’ah (Al-Jatsiyah : 18)
FIQH
 Pengetahuan (pemahaman) tentang hukum-hukum syara’ yang
berhubungan dengan ‘amaliyah manusia berdasarkan atas dalil-
dalil yang jelas dan terperinci
Jenis – jenis fiqh : Ibadah, Muamalah, Munakahah, Siyasah,
Jinayah dll
Hubungan Syariah dan Fiqh
• Syariah adalah ajaran, prinsip, dan hukum dari Allah dan Rasul
atau dasar-dasar pokok agama Islam yang bersumber dari Allah
dan Rasul
• Fiqh adalah hukum aplikatif (ibadah dan muamalah) berdasarkan
hukum Allah dan Rasul
• Syariah lebih luas dan komprehensif, fiqh buah kajian manusia
sebagai implementasi dari syariah
PENGERTIAN MUAMALAH MENURUT ETIMOLOGI

Muamalah berasal dari kata ‫معاملة‬
Bentuk Masdar dari
‫معاملة‬ -‫يعامل‬ – ‫عامل‬
Artinya : Saling bertindak, saling berbuat,
saling mengamalkan
PENGERTIAN MUAMALAH MENURUT ISTILAH
Muamalah
Pengertian Sempit
Pengertian Luas
PENGERTIAN SEMPIT
 Khudhari Byk
 Semua akad yang membolehkan manusia saling
menukar manfaatnya
 Rasyid Ridha :
 “Tukar menukar barang atau sesuatu yang
bermanfaat dengan cara yang ditentukan”
PENGERTIAN MUAMALAH
SECARA SEMPIT (KHUSUS)
 Dr.Mustafa Ahmad Zarqa,
“Hukum-hukum tentang perbuatan manusia yang
berkaitan dengan hubungan sesama manusia
mengenai harta kekayaan, hak-hak dan
penyelesaian sengketa”.
 (Al-Madkhal al-Fiqh Al-Am, Damaskus, 1966-1967,
Al-Adib, hlm.55)
PENGERTIAN MUAMALAH (SECARA LUAS)
 Imam Syafi’i:
“al-’ilmu bil ahkam asy-syar’iyyah al-’amaliyyah al-
muktasabah min adillatiha at-tafshiliyyah”
(mengetahui hukum-hukum syara’ yang bersifat
amaliyah yang didapatkan dari dalil-dalil terperinci)
Al-ilmu : ilmu
Al ahkam : tuntutan allah (perintah/larangan)
Asy syari’yyah : hukum yag diambil dari syara’
Al ‘amaliyyah : aktifitas
Al muktasabah : proses ijtihad ulama
Adillatiha at tafshiliyyah : dalil yang terdapat dalam
qur’an, hadis, ijma’ ataupun qiyas.
 Menurut Yusuf Musa :
“Peraturan-peraturan Allah yang harus diikuti dan
dita’ati dalam hidup bermasyarakat untuk
menjaga kepentingan manusia”
 “Segala peraturan yang diciptakan Allah untuk
mengatur hubungan manusia dengan manusia
dalam kehidupannya”
DR.ABDUL SATTAR FATHULLAH SA’ID :
DALAM AL-MUAMALAH FIL ISLAM
‫الدنيوية‬ ‫شؤنهم‬ ‫في‬ ‫الناس‬ ‫بتصرفات‬ ‫المتعلقات‬ ‫األحكام‬ ‫هي‬ ‫معاملة‬
‫والصنعة‬ ‫رعة‬ ‫والمزا‬ ‫والتجارة‬ ‫والرهن‬ ‫البيع‬ ‫كأحكام‬
‫والطالق‬ ‫الرضاع‬ ‫و‬ ‫والنكاح‬ ‫والمضاربة‬ ‫والشركة‬ ‫واالجارة‬
‫والصلح‬ ‫والحرب‬ ‫والوصايا‬ ‫والموارث‬ ‫والهديات‬ ‫والهبات‬ ‫والعدة‬
Dr.Abdul Sattar Fathullah Sa’id
:
“
Fiqh muamalat ialah hukum syari’ah
yang berkaitan dengan
transaksi manusia mengenai jual beli
,
gadai, perdagangan, pertanian,
sewa,menyewa,
perkongsian, perkawinan, penyusuan
thalak, iddah, hibah & hadiah,
washiat, warisan, perang dan damai”.
Al-Muamalah fil Islam, Makkah, Rabithah alam Al-Islami, hlm.12
DALAM KONTEKS MUAMALAH DALAM
MAKNA LUAS, IBNU ABIDIN MEMBAGI
MUAMALAH KEPADA 5 BIDANG
 Mu’awadhah Maliyah (hukum kebendaan)
 Munakahat (Hukum perkawinan)
 Muhasanat (Hukum Acara)
 Amanat dan ‘Ariyah (Pinjaman)
 Tirkah (harta warisan)
Dalam kajian
muamalah kita,
pengertian luas
ini
tidak kita
gunakan
PENGERTIAN MUAMALAH
SECARA LUAS
“Muamalah adalah : “Aturan-aturan Allah
untuk mengatur manusia dalam kaitannya
dengan urusan duniawi dalam pergaulan
sosial”.
Kesimpulan
 Muamalah ialah : “Aturan-aturan Allah yang mengatur
hubungan manusia dengan manusia dalam memperoleh dan
mengembangkan harta benda”
 Muamalah ialah “aturan tentang kegiatan ekonomi manusia”
PERBEDAAN PENGERTIAN
MUAMALAH
DALAM ARTI SEMPIT DAN LUAS
ADALAH DALAM CAKUPANNYA
PENGERTIAN LUAS MENCAKUP
MUNAKAHAT, WARISAN, POLITIK,
PIDANA.
SEDANGKAN DALAM MAKNA
SEMPIT CAKUPANNYA HANYA
TENTANG EKONOMI (IQTISHADIYAH)
Fiqh
muamalah
Hukum antara satu
pribadi dengan
yang lain
Hukum antar
pribadi
dengan
negara
Hukum antara negara
dengan negara lain
Muamalah
Al-Muamalah
Al-Maddiyah
Al-Muamalah
Al-Adabiyah
Muamalah yang mengkaji
Objeknya (bendanya)
.
(
Sehingga kajiannya
Bersifat kebendaan
)
Seperti apakah benda itu
Halal, haram, syubhat,mengan
dung manfaat or mudharat
Keharusan membeli benda
halal misalnya dimaksudkan
Untuk mencari ridha Allah
,
Bukan profit oriented
.
Muamalah yang mengkaji
Subjeknya,seperti kajian
tentang ijab-qabul, penipuan
,
kerelaan, dusta
,
Sumpah palsu
dan persoalan
Yang berkaitan dengan
Etika bisnis (adabiyah) dari
pelakunya
Pembagian
RUANG LINGKUP FIQH MUAMALAH
1. Harta dan ’Ukud )akad-akad)
2. Buyu’ (tentang jual beli)
3. Ar-Rahn (tentang pegadaian)
4. Hiwalah (pengalihan hutang)
5. Ash-Shulhu (perdamaian bisnis)
6. Adh-Dhaman (jaminan, asuransi)
7. Syirkah (tentang perkongsian)
8. Wakalah (tentang perwakilan)
9. Wadi’ah (tentang penitipan)
10. ‘Ariyah (tentang peminjaman)
11. Ghasab (perampasan harta orang lain
dengan tidak shah)
12. Syuf’ah (hak diutamakan dalam syirkah
atau sepadan tanah)
13. Mudharabah (syirkah modal dan tenaga)
14. Musaqat (syirkah dalam pengairan
kebun)
15. Muzara’ah (kerjasama pertanian)
16. Kafalah (penjaminan)
17. Taflis (jatuh bangkrut)
18. Al-Hajru (batasan bertindak)
19. Ji’alah (sayembara, pemberian fee)
20. Qaradh (pejaman)
21. Ba’i Murabahah
22. Bai’ Salam
23. Bai Istishna’
24. Ba’i Muajjal dan Ba’i Taqsith
25. Ba’i Sharf dan Konsep Uang
26. ’Urbun (panjar/DP)
27. Ijarah (sewa-menyewa)
28. Riba
29. Sukuk (surat utang)
30. Faraidh (warisan)
31. Luqthah (barang tercecer)
32. Waqaf
33. Hibah
34. Washiat
35. Iqrar (pengakuan)
36. Qismul fa’i wal ghanimah
(pembagian fa’i dan ghanimah)
37. َ
َ
َ
َ
َ
َ
ُ Qism ash-Shadaqat (tentang
pembagian zakat)
38. Ibrak (pembebasan hutang)
39. Muqasah (Discount)
40. Kharaj, Jizyah, Dharibah,Ushur
41. Baitul Mal
RUANG LINGKUP DI ERA MODERN
1. Perbankan
2. Asuransi
3. Pasar Modal
4. Obligasi
5. Reksadana
6. BMT (Baitul Mal wat Tamwil)
7. Koperasi
8. Pegadaian
9. MLM Syari’ah
10. Fungsi Uang (Moneter)
11. Kebijakan Fiskal
12. Kebijakan Moneter,dll
MASLAHAT SEBAGAI PRINSIP MUAMALAH
 Muamalat adalah aturan syari’ah tentang
hubungan sosial di antara manusia.
 Hukum-hukum muamalat memberikan perhatian
sangat besar terhadap kemaslahatan manusia dan
maqashid syari’ahnya bisa ditemukan akal manusia.
 Dalam muamalat, dijelaskan secara luas illat,
rahasia dan tujuan kemaslahatan suatu hukum
muamalat. Ini mengandung indikasi agar manusia
memperhatikan kemaslahatan dalam bidang
muamalat dan tidak hanya berpegang pada
tuntutan teks nash semata, karena mungkin suatu
teks ditetapkan berdasarkan kemaslahatan
tertentu, kondisi, adat, waktu dan tempat tertentu.
No IBADAH MUAMALAH
1
Bersifat tetap ((‫ثابتة‬ Bersifat Elastis ((‫متغيرة‬
2 Tidak bisa
berkembang
Dapat berkembang
sesuai dengan zaman
& tempat
3 Bersifat
khusus,eksklusif
Bersifat universal,
inklusif
4
Nash-nash lebih
terinci (tafshili)
Nash-nash umumnya
general
5 Peluang Ijtihad
sempit
Peluang ijtihad luas
PERBEDAAN PRINSIP IBADAH DAN MUAMALAH
KAEDAH IBADAH DAN MUAMALAH
‫باحتها‬ ‫إ‬ ‫على‬ ‫الدليل‬ ‫يدل‬ ‫حتى‬ ‫التحريم‬ ‫العبادة‬ ‫في‬ ‫اآلصل‬
‫تحريمها‬ ‫على‬ ‫الدليل‬ ‫يدل‬ ‫حتى‬ ‫حة‬ ‫االبا‬ ‫المعاملة‬ ‫في‬ ‫اآلصل‬
“Pada dasarnya dalam ibadah adalah haram, kecuali ada dalil
Yang membolehkannya”
“Pada dasarnya semua aktivitas muamalah adalah boleh
kecuali ada dalil yang melarangnya”
KONSEP DASAR FIQH MUAMALAH
Hukum asal dalam muamalah adalah mubah
(diperbolehkan)
Konsep Fiqh Muamalah untuk mewujudkan
kemaslahatan
Menetapkan harga yang kompetitif
Meninggalkan intervensi yang dilarang
Menghindari eksploitasi
Memberikan kelenturan dan toleransi
Jujur dan amanah
1. Bolehnya segala bentuk usaha
2. Haramnya segala kezaliman dengan memakan harta
secara bathil, seperti : riba, ghasab, korupsi, monopoli,
penimbunan , dll
3. Jujur dan saling menasehati
4. Asas manfaat yang diakui syara’ dalam setiap akad
5. Tidak ada penipuan & manipulasi, MAGHRIB ( Maysir,
Ghoror, Riba )
6. Tidak melalaikan dan meninggalkan kewajiban atau
bertentangan dengan manhaj Allah
7. Asas akuntabilitas
Prinsip Muamalah
Sumber Hukum Fiqh Muamalah Maliyah
AL QURAN AL HADITS
NASH
Sumber Hukum
Fiqh Muamalah Maliyah
Ijtihad
Ijma
Qiyas
Istihsan
Istislah
‘
Urf
PRIMER SEKUNDER
next
Al QURAN
 Nilai-nilai Ekonomi
 Hukum yg bersifat umum
 Hukum rinci yg mendasar
 Rinciannya dalam
:
ASSUNNAH
 Penjelasan Al Qur’an
 Perinci Al Qur’an
 Penemu Hukum Ekonomi
 Memberikan koridor & batas
kegiatan ekonomi
 Memberi subtansi
IJMA
 Kesepakatan
 Ijma’ Wilayah
 Konferensi Fiqh
Internasional
QIYAS
 Permasalahan ekonomi dan
keluarga berkembang
 Al Qur’an & Hadits
terbatas Nashnya
 Adanya persamaan sebab dan
permasalahan hukum yang
berkembang
PRIMER

As sunnah

Ijtihad
Sumber Hukum Fiqh Muamalah Maliyah
 Melihat Konteks Periwayatan sunnah
ISTIHSAN
ISTISLAH
AL ‘URF
 Kebiasaan kelompok masyarakat
akan sesuatu yang menjadi rujukan

Istihsan Qiyas, daruri,
sunnah, Ijma

Istihsan lebih diutamakan
dari Qiyas

dilakukan jika ada Nash dlm
Al Qur’an
,
Sunnah, Ijma
SEKUNDER
 meninggalkan Qiyas
karena adan alasan yg lebih kuat
 Penetapan hukum berlandaskan
kepentingan umum (mashlahat)
yg tidak terdapat dalam Nash
 maslahat yg dimaksud sesuai
kehendak syariat
 sesuai dgn maqosid syariah
 manfaat lebih besar dari mudharatnya
 maslahat VS kerusakan
 preventif mechanisme
 perubahan hukum sesuai perubahan
waktu & tempat
 maslahat vs Nash
 Istislah vs Istihsan
 masalah yg berlandaskan Istislah :
 Kepentingan Publik
 Peradilan & Perdata
 Perubahan hukum sesuai perubahan waktu
& Tempat
 maslahat VS Nash
 sumber hukum sesuai dengan
tujuan syariat
 beberapa kaidah fiqh yang
berlandaskan
al ‘urf
Sumber Hukum Fiqh Muamalah Maliyah
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar
1. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa agama Islam mengatur segala aspek
kehidupan manusia. Baik hubungan manusia dengan Rabb-Nya ataupun hubungan
manusia dengan yang lainya. Coba jelaskan pembagian tersebut diatas, sesuai
dengan apa yang sudah di jelaskan di dalam kelas !
2. Dalam kontek muamalah, terbagi menjadi 5 kategori diantaranya adalah :
Muamalah Maliyah, Munakahat ( Pernikahan ), Muhasanat ( Hukum Acara ),
Ariyah, Tirkah. Jelaskan secara definitif hal-hal diatas, dengan mencantumkan
referensi dari jawaban anda ( Jurnal dan atau Buku ) !
3. Sebutkan perbedaan prinsip antara Ibadah dan Muamalah
4. Jelaskan pengertian dalil Aqli dan Naqli dengan mencantumkan referensi dari
jawaban anda ( Jurnal dan atau Buku ) !

fiqh islam .pptx

  • 2.
    AQIDAH ALKHLAK SYARIAH IBADAH MUAMALAH HUKUMPIDANA/ PERDATA EKONOMI & FINANSIAL POLITIK ASURANSI BANK PASAR MODAL LEASING PEGADAIAN SEKTOR RIEL DLL MLMS AHAD NET
  • 3.
    SISTEM SYARI’AH ADALAHSISTEM TERBAIK CIPTAAN ALLAH YANG HARUS DIIKUTI ‫تتبع‬ ‫وآل‬ ‫فاتبعها‬ ‫األمر‬ ‫من‬ ‫شريعة‬ ‫على‬ ‫جعلناك‬ ‫ثم‬ ‫يعلمون‬ ‫ال‬ ‫الذين‬ ‫أهواء‬ Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari’ah, Maka ikutilah syari’ah itu, Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak memahami syari’ah (Al-Jatsiyah : 18)
  • 4.
    FIQH  Pengetahuan (pemahaman)tentang hukum-hukum syara’ yang berhubungan dengan ‘amaliyah manusia berdasarkan atas dalil- dalil yang jelas dan terperinci Jenis – jenis fiqh : Ibadah, Muamalah, Munakahah, Siyasah, Jinayah dll Hubungan Syariah dan Fiqh • Syariah adalah ajaran, prinsip, dan hukum dari Allah dan Rasul atau dasar-dasar pokok agama Islam yang bersumber dari Allah dan Rasul • Fiqh adalah hukum aplikatif (ibadah dan muamalah) berdasarkan hukum Allah dan Rasul • Syariah lebih luas dan komprehensif, fiqh buah kajian manusia sebagai implementasi dari syariah
  • 5.
    PENGERTIAN MUAMALAH MENURUTETIMOLOGI  Muamalah berasal dari kata ‫معاملة‬ Bentuk Masdar dari ‫معاملة‬ -‫يعامل‬ – ‫عامل‬ Artinya : Saling bertindak, saling berbuat, saling mengamalkan
  • 6.
    PENGERTIAN MUAMALAH MENURUTISTILAH Muamalah Pengertian Sempit Pengertian Luas
  • 7.
    PENGERTIAN SEMPIT  KhudhariByk  Semua akad yang membolehkan manusia saling menukar manfaatnya  Rasyid Ridha :  “Tukar menukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara yang ditentukan”
  • 8.
    PENGERTIAN MUAMALAH SECARA SEMPIT(KHUSUS)  Dr.Mustafa Ahmad Zarqa, “Hukum-hukum tentang perbuatan manusia yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia mengenai harta kekayaan, hak-hak dan penyelesaian sengketa”.  (Al-Madkhal al-Fiqh Al-Am, Damaskus, 1966-1967, Al-Adib, hlm.55)
  • 9.
    PENGERTIAN MUAMALAH (SECARALUAS)  Imam Syafi’i: “al-’ilmu bil ahkam asy-syar’iyyah al-’amaliyyah al- muktasabah min adillatiha at-tafshiliyyah” (mengetahui hukum-hukum syara’ yang bersifat amaliyah yang didapatkan dari dalil-dalil terperinci) Al-ilmu : ilmu Al ahkam : tuntutan allah (perintah/larangan) Asy syari’yyah : hukum yag diambil dari syara’ Al ‘amaliyyah : aktifitas Al muktasabah : proses ijtihad ulama Adillatiha at tafshiliyyah : dalil yang terdapat dalam qur’an, hadis, ijma’ ataupun qiyas.
  • 10.
     Menurut YusufMusa : “Peraturan-peraturan Allah yang harus diikuti dan dita’ati dalam hidup bermasyarakat untuk menjaga kepentingan manusia”  “Segala peraturan yang diciptakan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kehidupannya”
  • 11.
    DR.ABDUL SATTAR FATHULLAHSA’ID : DALAM AL-MUAMALAH FIL ISLAM ‫الدنيوية‬ ‫شؤنهم‬ ‫في‬ ‫الناس‬ ‫بتصرفات‬ ‫المتعلقات‬ ‫األحكام‬ ‫هي‬ ‫معاملة‬ ‫والصنعة‬ ‫رعة‬ ‫والمزا‬ ‫والتجارة‬ ‫والرهن‬ ‫البيع‬ ‫كأحكام‬ ‫والطالق‬ ‫الرضاع‬ ‫و‬ ‫والنكاح‬ ‫والمضاربة‬ ‫والشركة‬ ‫واالجارة‬ ‫والصلح‬ ‫والحرب‬ ‫والوصايا‬ ‫والموارث‬ ‫والهديات‬ ‫والهبات‬ ‫والعدة‬
  • 12.
    Dr.Abdul Sattar FathullahSa’id : “ Fiqh muamalat ialah hukum syari’ah yang berkaitan dengan transaksi manusia mengenai jual beli , gadai, perdagangan, pertanian, sewa,menyewa, perkongsian, perkawinan, penyusuan thalak, iddah, hibah & hadiah, washiat, warisan, perang dan damai”. Al-Muamalah fil Islam, Makkah, Rabithah alam Al-Islami, hlm.12
  • 13.
    DALAM KONTEKS MUAMALAHDALAM MAKNA LUAS, IBNU ABIDIN MEMBAGI MUAMALAH KEPADA 5 BIDANG  Mu’awadhah Maliyah (hukum kebendaan)  Munakahat (Hukum perkawinan)  Muhasanat (Hukum Acara)  Amanat dan ‘Ariyah (Pinjaman)  Tirkah (harta warisan) Dalam kajian muamalah kita, pengertian luas ini tidak kita gunakan
  • 14.
    PENGERTIAN MUAMALAH SECARA LUAS “Muamalahadalah : “Aturan-aturan Allah untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial”. Kesimpulan
  • 15.
     Muamalah ialah: “Aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam memperoleh dan mengembangkan harta benda”  Muamalah ialah “aturan tentang kegiatan ekonomi manusia”
  • 16.
    PERBEDAAN PENGERTIAN MUAMALAH DALAM ARTISEMPIT DAN LUAS ADALAH DALAM CAKUPANNYA PENGERTIAN LUAS MENCAKUP MUNAKAHAT, WARISAN, POLITIK, PIDANA. SEDANGKAN DALAM MAKNA SEMPIT CAKUPANNYA HANYA TENTANG EKONOMI (IQTISHADIYAH)
  • 17.
    Fiqh muamalah Hukum antara satu pribadidengan yang lain Hukum antar pribadi dengan negara Hukum antara negara dengan negara lain
  • 18.
    Muamalah Al-Muamalah Al-Maddiyah Al-Muamalah Al-Adabiyah Muamalah yang mengkaji Objeknya(bendanya) . ( Sehingga kajiannya Bersifat kebendaan ) Seperti apakah benda itu Halal, haram, syubhat,mengan dung manfaat or mudharat Keharusan membeli benda halal misalnya dimaksudkan Untuk mencari ridha Allah , Bukan profit oriented . Muamalah yang mengkaji Subjeknya,seperti kajian tentang ijab-qabul, penipuan , kerelaan, dusta , Sumpah palsu dan persoalan Yang berkaitan dengan Etika bisnis (adabiyah) dari pelakunya Pembagian
  • 19.
    RUANG LINGKUP FIQHMUAMALAH 1. Harta dan ’Ukud )akad-akad) 2. Buyu’ (tentang jual beli) 3. Ar-Rahn (tentang pegadaian) 4. Hiwalah (pengalihan hutang) 5. Ash-Shulhu (perdamaian bisnis) 6. Adh-Dhaman (jaminan, asuransi) 7. Syirkah (tentang perkongsian) 8. Wakalah (tentang perwakilan) 9. Wadi’ah (tentang penitipan) 10. ‘Ariyah (tentang peminjaman) 11. Ghasab (perampasan harta orang lain dengan tidak shah) 12. Syuf’ah (hak diutamakan dalam syirkah atau sepadan tanah) 13. Mudharabah (syirkah modal dan tenaga) 14. Musaqat (syirkah dalam pengairan kebun) 15. Muzara’ah (kerjasama pertanian) 16. Kafalah (penjaminan) 17. Taflis (jatuh bangkrut) 18. Al-Hajru (batasan bertindak) 19. Ji’alah (sayembara, pemberian fee) 20. Qaradh (pejaman) 21. Ba’i Murabahah 22. Bai’ Salam 23. Bai Istishna’ 24. Ba’i Muajjal dan Ba’i Taqsith 25. Ba’i Sharf dan Konsep Uang 26. ’Urbun (panjar/DP) 27. Ijarah (sewa-menyewa) 28. Riba 29. Sukuk (surat utang) 30. Faraidh (warisan) 31. Luqthah (barang tercecer) 32. Waqaf 33. Hibah 34. Washiat 35. Iqrar (pengakuan) 36. Qismul fa’i wal ghanimah (pembagian fa’i dan ghanimah) 37. َ َ َ َ َ َ ُ Qism ash-Shadaqat (tentang pembagian zakat) 38. Ibrak (pembebasan hutang) 39. Muqasah (Discount) 40. Kharaj, Jizyah, Dharibah,Ushur 41. Baitul Mal
  • 20.
    RUANG LINGKUP DIERA MODERN 1. Perbankan 2. Asuransi 3. Pasar Modal 4. Obligasi 5. Reksadana 6. BMT (Baitul Mal wat Tamwil) 7. Koperasi 8. Pegadaian 9. MLM Syari’ah 10. Fungsi Uang (Moneter) 11. Kebijakan Fiskal 12. Kebijakan Moneter,dll
  • 21.
    MASLAHAT SEBAGAI PRINSIPMUAMALAH  Muamalat adalah aturan syari’ah tentang hubungan sosial di antara manusia.  Hukum-hukum muamalat memberikan perhatian sangat besar terhadap kemaslahatan manusia dan maqashid syari’ahnya bisa ditemukan akal manusia.  Dalam muamalat, dijelaskan secara luas illat, rahasia dan tujuan kemaslahatan suatu hukum muamalat. Ini mengandung indikasi agar manusia memperhatikan kemaslahatan dalam bidang muamalat dan tidak hanya berpegang pada tuntutan teks nash semata, karena mungkin suatu teks ditetapkan berdasarkan kemaslahatan tertentu, kondisi, adat, waktu dan tempat tertentu.
  • 22.
    No IBADAH MUAMALAH 1 Bersifattetap ((‫ثابتة‬ Bersifat Elastis ((‫متغيرة‬ 2 Tidak bisa berkembang Dapat berkembang sesuai dengan zaman & tempat 3 Bersifat khusus,eksklusif Bersifat universal, inklusif 4 Nash-nash lebih terinci (tafshili) Nash-nash umumnya general 5 Peluang Ijtihad sempit Peluang ijtihad luas PERBEDAAN PRINSIP IBADAH DAN MUAMALAH
  • 23.
    KAEDAH IBADAH DANMUAMALAH ‫باحتها‬ ‫إ‬ ‫على‬ ‫الدليل‬ ‫يدل‬ ‫حتى‬ ‫التحريم‬ ‫العبادة‬ ‫في‬ ‫اآلصل‬ ‫تحريمها‬ ‫على‬ ‫الدليل‬ ‫يدل‬ ‫حتى‬ ‫حة‬ ‫االبا‬ ‫المعاملة‬ ‫في‬ ‫اآلصل‬ “Pada dasarnya dalam ibadah adalah haram, kecuali ada dalil Yang membolehkannya” “Pada dasarnya semua aktivitas muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya”
  • 24.
    KONSEP DASAR FIQHMUAMALAH Hukum asal dalam muamalah adalah mubah (diperbolehkan) Konsep Fiqh Muamalah untuk mewujudkan kemaslahatan Menetapkan harga yang kompetitif Meninggalkan intervensi yang dilarang Menghindari eksploitasi Memberikan kelenturan dan toleransi Jujur dan amanah
  • 25.
    1. Bolehnya segalabentuk usaha 2. Haramnya segala kezaliman dengan memakan harta secara bathil, seperti : riba, ghasab, korupsi, monopoli, penimbunan , dll 3. Jujur dan saling menasehati 4. Asas manfaat yang diakui syara’ dalam setiap akad 5. Tidak ada penipuan & manipulasi, MAGHRIB ( Maysir, Ghoror, Riba ) 6. Tidak melalaikan dan meninggalkan kewajiban atau bertentangan dengan manhaj Allah 7. Asas akuntabilitas Prinsip Muamalah
  • 26.
    Sumber Hukum FiqhMuamalah Maliyah AL QURAN AL HADITS NASH Sumber Hukum Fiqh Muamalah Maliyah Ijtihad Ijma Qiyas Istihsan Istislah ‘ Urf PRIMER SEKUNDER next
  • 27.
    Al QURAN  Nilai-nilaiEkonomi  Hukum yg bersifat umum  Hukum rinci yg mendasar  Rinciannya dalam : ASSUNNAH  Penjelasan Al Qur’an  Perinci Al Qur’an  Penemu Hukum Ekonomi  Memberikan koridor & batas kegiatan ekonomi  Memberi subtansi IJMA  Kesepakatan  Ijma’ Wilayah  Konferensi Fiqh Internasional QIYAS  Permasalahan ekonomi dan keluarga berkembang  Al Qur’an & Hadits terbatas Nashnya  Adanya persamaan sebab dan permasalahan hukum yang berkembang PRIMER  As sunnah  Ijtihad Sumber Hukum Fiqh Muamalah Maliyah  Melihat Konteks Periwayatan sunnah
  • 28.
    ISTIHSAN ISTISLAH AL ‘URF  Kebiasaankelompok masyarakat akan sesuatu yang menjadi rujukan  Istihsan Qiyas, daruri, sunnah, Ijma  Istihsan lebih diutamakan dari Qiyas  dilakukan jika ada Nash dlm Al Qur’an , Sunnah, Ijma SEKUNDER  meninggalkan Qiyas karena adan alasan yg lebih kuat  Penetapan hukum berlandaskan kepentingan umum (mashlahat) yg tidak terdapat dalam Nash  maslahat yg dimaksud sesuai kehendak syariat  sesuai dgn maqosid syariah  manfaat lebih besar dari mudharatnya  maslahat VS kerusakan  preventif mechanisme  perubahan hukum sesuai perubahan waktu & tempat  maslahat vs Nash  Istislah vs Istihsan  masalah yg berlandaskan Istislah :  Kepentingan Publik  Peradilan & Perdata  Perubahan hukum sesuai perubahan waktu & Tempat  maslahat VS Nash  sumber hukum sesuai dengan tujuan syariat  beberapa kaidah fiqh yang berlandaskan al ‘urf Sumber Hukum Fiqh Muamalah Maliyah
  • 29.
    Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar 1. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa agama Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia. Baik hubungan manusia dengan Rabb-Nya ataupun hubungan manusia dengan yang lainya. Coba jelaskan pembagian tersebut diatas, sesuai dengan apa yang sudah di jelaskan di dalam kelas ! 2. Dalam kontek muamalah, terbagi menjadi 5 kategori diantaranya adalah : Muamalah Maliyah, Munakahat ( Pernikahan ), Muhasanat ( Hukum Acara ), Ariyah, Tirkah. Jelaskan secara definitif hal-hal diatas, dengan mencantumkan referensi dari jawaban anda ( Jurnal dan atau Buku ) ! 3. Sebutkan perbedaan prinsip antara Ibadah dan Muamalah 4. Jelaskan pengertian dalil Aqli dan Naqli dengan mencantumkan referensi dari jawaban anda ( Jurnal dan atau Buku ) !