Kelompok 1 :
1.Um Maiya Maria
Ulfah
2.Nuril Ikha
3.Muhammad
Mukhlisin
Modul 1
Hakikat
Keterampilan
Berbahasa
Keterampilan
Berbahasa
Indonesia SD
KB 1.
Pengertia
n dan
Manfaat
Keterampil
Ayo Belajar
Bersama !!
Keterampilan berbahasa adalah
kecakapan seseorang untuk memakai
bahasa dalam menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis.
A. Pengertian
Keterampilan Berbahasa
# Aspek reseptif bersifat penerimaan atau
penyerapan, --> menyimak dan membaca.
# aspek produktif bersifat pengeluaran atau
pemroduksian bahasa, baik lisan maupun
tertulis
--> berbicara dan menulis.
Aspek Reseptif dan
Produktif
Proses
Komunikasi
Encoding : proses pembuatan pesan menggunakan kode-kode
tertentu (berbicara/menulis)
Decoding : proses pemaknaan pesan melalui kode-kode
tertentu (menyimak/membaca)
Manfaat Keterampilan
Berbahasa
Banyak Profesi yang bisa diambil ketika memiliki
keterampilan berbahasa terkait komunikasi, seperti
manajer, pengacara, guru, dai, wartawan, dan lain-
lain.
Dapat mengungkapkan pikiran, mengekspresikan
perasaan, menyatakan kehendak, dan melaporkan
fakta yang diamati.
Dapat melakukan interaksi komunikasi dalam
masyarakat.
KB 2
Aspek-Aspek
Keterampilan
Berbahasa
A.
MENDENGARKAN/ME
NYIMAK
Mendengarkan adalah keterampilan memahami bahasa
lisan yang bersifat reseptif. Yang dimaksud dengan
keterampilan mendengarkan di sini bukan berarti hanya
sekedar mendengarkan bunyi-bunyi Bahasa melalui alat
pendengarannya, namun sekaligus memahami
maksudnya.
Ada dua jenis situasi dalam mendengarkan, yaitu situasi
mendengarkan secara interaktif dan situasi mendengarkan
secara noninteraktif. Mendengarkan secara interaktif
terjadi
dalam percakapan tatap muka dan percakapan di telepon
atau yang sejenis dengan itu. Dalam mendengarkan jenis
ini kita secara bergantian melakukan aktivitas
mendengarkan dan berbicara.
Contoh situasi mendengarkan noninteraktif yaitu
mendengarkan radio, TV, film atau mendengarkan dalam
acara-acara seremonial. Dalam situasi mendengarkan
noninteraktif tersebut, kita tidak dapat meminta penjelasan
dari pembicara, tidak bisa meminta pembicara mengulangi
apa yang diucapkannya, dan tidak bisa meminta
pembicaraan diperlambat.
B.
BERBICARA
Dalam keterampilan berbicara dikenal tiga jenis situasi
berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan
noninteraktif.
Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus
dimiliki oleh si pembicara dalam melakukan aktivitas
berbicara, antara lain :
1.Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas
sehingga pendengar dapat membedakanya;
2.Menggunakan tekanan, nada, serta intonasi secara
jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami
apa yang diucapkan pembicara;
3. Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta
pilihan kata yang tepat;
4. Menggunakan register/ragam bahasa yang sesuai
dengan situasi komunikasi dan pelaku komunikasi;
5. Menyampaikan kalimat utama dengan jelas bagi
pendengar.
Jika hal-hal yang harus diperhatikan oleh pembicara tadi
kita klasifikasikan, kita dapat mengelompokkan hal diatas
ke dalam tiga aspek, yakni aspek pembicaraan, aspek
bahasa (bagaimana isi itu disampaikan), dan aspek
performasi (gestur tubuh, mimik, dan ekspresi dalam
menyampaikan isi pembicaraan).
C. MEMBACA
Keterampilan membaca terbagi dalam dua klasifikasi :
1.Membaca permulaan
2.Membaca lanjutan
Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan
proses membaca yang harus dimiliki pembicara, adalah
3.Mengenal sistem tulisan yang digunakan;
4.Mengenal kosakata;
5.Mengenal kata-kata kunci yang mengidentifikasikan
topik dan gagasan utama, dst.
D. MENULIS
Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang
bersifat aktif-produktif.
Keterampilan menulis dibagi dalam dua klasifikasi yaitu
1.Menulis permulaan;
2.Menulis lanjutan.
Berikut ini keterampilan-keterampilan mikro yang
diperlukan dalam menulis, di mana penulis perlu
untuk :
3.Memilih ortografi dengan benar;
4.Memilih kata yang tepat;
5.Menggunakan bentuk kata dengan benar; dst.
KB 3
Keterkaitan
Antaraspek
Keterampilan
Berbahasa
Komunikasi Interaktif &
Noninteraktif
1.Komunikasi Interaktif
adalah komunikasi yang dilakukan dua arah, dan adanya umpan
balik sebagai hal yang penting.
Contohnya : komunikasi antar teman, antara pembeli dan
penjual, komunikasi dalam diskusi kelompok.
2. Komunikasi Noninteraktif
adalah satu pihak yang berbicara dan pihak lain hanya
mendengarkan. Contohnya : kegiatan khotbah di masjid, pidato
dalam suatu acara, berkampanye, atau berbicara dalam acara
siaran berita televisi.
B HUBUNGAN MENYIMAK
DENGAN MEMBACA
mendengarkan dan membaca sama-sama keterampilan
berbahasa yang bersifat reseptif.
Mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa
ragam lisan, sedangkan membaca merupakan ragam
tulis.
C. Hubungan Membaca
dengan Menulis
Membaca maupun menulis merupakan aktivitas berbahasa
ragam tulis. Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang
bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan kegiatan
berbahasa yang bersifat reseptif. Seseorang menulis guna
menyampaikan gagasan, perasaan atau informasi dalam bentuk
tulisan. Sebaliknya, seseorang membaca guna memahami
gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk
tulisan tersebut.
D. Hubungan Menulis
dengan Berbicara
Kegiatan menulis dilakukan guna mendukung aktivitas
berbicara.
berbicara maupun menulis merupakan kegiatan berbahasa
yang bersifat produktif.
contohnya : seorang pembicara dalam seminar diminta
menulis sebuah makalah sebelum menyajikan secara lisan
dalam fokum.
contoh lain, seorang yang berpidato pun membuat
perencnaan dalam bentuk tulisan, sebelum membaca
teks/menyampaikan dalam acara,
Berbicara merupakan kegiatan berbahasa ragam lisan,
sedangkan menulis merupakan kegiatan berbahasa
ragam tulis. Kemudian, kegiatan menulis pada umumnya
merupakan kegiatan berbahasa tak langsung, sedangkan
berbicara pada umumnya bersifat langsung. Ini berarti
ada juga kegiatan menulis yang bersifat langsung,
misalnya komunikasi tulis dengan menggunakan telepon
seller (SMS) dan dengan menggunakan internet (WA).
Sebaliknya, ada pula kegiatan berbicara secara tidak
langsung, misalnya melalui pengiriman pesan suara
melalui telepon seluler.
Kelompok 1 :
1.Um Maiya Maria
Ulfah
2.Nuril Ikha
3.Muhammad
Mukhlisin
Cukup Sekian
Terimakasih

1. PPT B INDO KEL 1 MODUL 1.pptx sehatia

  • 1.
    Kelompok 1 : 1.UmMaiya Maria Ulfah 2.Nuril Ikha 3.Muhammad Mukhlisin Modul 1 Hakikat Keterampilan Berbahasa Keterampilan Berbahasa Indonesia SD
  • 2.
  • 3.
    Keterampilan berbahasa adalah kecakapanseseorang untuk memakai bahasa dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. A. Pengertian Keterampilan Berbahasa
  • 4.
    # Aspek reseptifbersifat penerimaan atau penyerapan, --> menyimak dan membaca. # aspek produktif bersifat pengeluaran atau pemroduksian bahasa, baik lisan maupun tertulis --> berbicara dan menulis. Aspek Reseptif dan Produktif
  • 5.
    Proses Komunikasi Encoding : prosespembuatan pesan menggunakan kode-kode tertentu (berbicara/menulis) Decoding : proses pemaknaan pesan melalui kode-kode tertentu (menyimak/membaca)
  • 6.
    Manfaat Keterampilan Berbahasa Banyak Profesiyang bisa diambil ketika memiliki keterampilan berbahasa terkait komunikasi, seperti manajer, pengacara, guru, dai, wartawan, dan lain- lain. Dapat mengungkapkan pikiran, mengekspresikan perasaan, menyatakan kehendak, dan melaporkan fakta yang diamati. Dapat melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat.
  • 7.
  • 8.
    A. MENDENGARKAN/ME NYIMAK Mendengarkan adalah keterampilanmemahami bahasa lisan yang bersifat reseptif. Yang dimaksud dengan keterampilan mendengarkan di sini bukan berarti hanya sekedar mendengarkan bunyi-bunyi Bahasa melalui alat pendengarannya, namun sekaligus memahami maksudnya. Ada dua jenis situasi dalam mendengarkan, yaitu situasi mendengarkan secara interaktif dan situasi mendengarkan secara noninteraktif. Mendengarkan secara interaktif terjadi
  • 9.
    dalam percakapan tatapmuka dan percakapan di telepon atau yang sejenis dengan itu. Dalam mendengarkan jenis ini kita secara bergantian melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara. Contoh situasi mendengarkan noninteraktif yaitu mendengarkan radio, TV, film atau mendengarkan dalam acara-acara seremonial. Dalam situasi mendengarkan noninteraktif tersebut, kita tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak bisa meminta pembicara mengulangi apa yang diucapkannya, dan tidak bisa meminta pembicaraan diperlambat.
  • 10.
    B. BERBICARA Dalam keterampilan berbicaradikenal tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan noninteraktif. Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki oleh si pembicara dalam melakukan aktivitas berbicara, antara lain : 1.Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakanya; 2.Menggunakan tekanan, nada, serta intonasi secara jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami apa yang diucapkan pembicara;
  • 11.
    3. Menggunakan bentuk-bentukkata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat; 4. Menggunakan register/ragam bahasa yang sesuai dengan situasi komunikasi dan pelaku komunikasi; 5. Menyampaikan kalimat utama dengan jelas bagi pendengar. Jika hal-hal yang harus diperhatikan oleh pembicara tadi kita klasifikasikan, kita dapat mengelompokkan hal diatas ke dalam tiga aspek, yakni aspek pembicaraan, aspek bahasa (bagaimana isi itu disampaikan), dan aspek performasi (gestur tubuh, mimik, dan ekspresi dalam menyampaikan isi pembicaraan).
  • 12.
    C. MEMBACA Keterampilan membacaterbagi dalam dua klasifikasi : 1.Membaca permulaan 2.Membaca lanjutan Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan proses membaca yang harus dimiliki pembicara, adalah 3.Mengenal sistem tulisan yang digunakan; 4.Mengenal kosakata; 5.Mengenal kata-kata kunci yang mengidentifikasikan topik dan gagasan utama, dst.
  • 13.
    D. MENULIS Keterampilan menulismerupakan keterampilan yang bersifat aktif-produktif. Keterampilan menulis dibagi dalam dua klasifikasi yaitu 1.Menulis permulaan; 2.Menulis lanjutan. Berikut ini keterampilan-keterampilan mikro yang diperlukan dalam menulis, di mana penulis perlu untuk : 3.Memilih ortografi dengan benar; 4.Memilih kata yang tepat; 5.Menggunakan bentuk kata dengan benar; dst.
  • 14.
  • 15.
    Komunikasi Interaktif & Noninteraktif 1.KomunikasiInteraktif adalah komunikasi yang dilakukan dua arah, dan adanya umpan balik sebagai hal yang penting. Contohnya : komunikasi antar teman, antara pembeli dan penjual, komunikasi dalam diskusi kelompok. 2. Komunikasi Noninteraktif adalah satu pihak yang berbicara dan pihak lain hanya mendengarkan. Contohnya : kegiatan khotbah di masjid, pidato dalam suatu acara, berkampanye, atau berbicara dalam acara siaran berita televisi.
  • 16.
    B HUBUNGAN MENYIMAK DENGANMEMBACA mendengarkan dan membaca sama-sama keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan ragam tulis.
  • 17.
    C. Hubungan Membaca denganMenulis Membaca maupun menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat reseptif. Seseorang menulis guna menyampaikan gagasan, perasaan atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya, seseorang membaca guna memahami gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.
  • 18.
    D. Hubungan Menulis denganBerbicara Kegiatan menulis dilakukan guna mendukung aktivitas berbicara. berbicara maupun menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. contohnya : seorang pembicara dalam seminar diminta menulis sebuah makalah sebelum menyajikan secara lisan dalam fokum. contoh lain, seorang yang berpidato pun membuat perencnaan dalam bentuk tulisan, sebelum membaca teks/menyampaikan dalam acara,
  • 19.
    Berbicara merupakan kegiatanberbahasa ragam lisan, sedangkan menulis merupakan kegiatan berbahasa ragam tulis. Kemudian, kegiatan menulis pada umumnya merupakan kegiatan berbahasa tak langsung, sedangkan berbicara pada umumnya bersifat langsung. Ini berarti ada juga kegiatan menulis yang bersifat langsung, misalnya komunikasi tulis dengan menggunakan telepon seller (SMS) dan dengan menggunakan internet (WA). Sebaliknya, ada pula kegiatan berbicara secara tidak langsung, misalnya melalui pengiriman pesan suara melalui telepon seluler.
  • 20.
    Kelompok 1 : 1.UmMaiya Maria Ulfah 2.Nuril Ikha 3.Muhammad Mukhlisin Cukup Sekian Terimakasih