INDUSTRI KELAPA SAWIT SEBAGAI  SOLUSI ALTERNATIF PENGHASILENERGI YANG RAMAH LINGKUNGAN             Oleh: Fawwaz Amirullah ...
Latar Belakang  INDUSTRI                        LINGKUNGANeksplorasi bumi       keharmonisantanpa henti.          alam ter...
MINYAK BUMIproses pengeboran dan produksi minyakbumi berisiko bagi kelestarian lingkungan           KELAPA SAWIT energi al...
Perkembangan industri kelapa sawit didunia   Kondisi dalam negri dan alternatif penggantiMetode Pengembangan Industri Kela...
Perkembangan Minyak Kelapa Sawit              Dunia• Konsumsi minyak sawit (CPO ) dunia dari tahun ke tahun terus  menunju...
• Indonesia diprediksikan akan menyalip Malaysia baik dalam  produksi maupun ekspor CPO, karena didukung oleh luas lahan  ...
Kondisi Dalam Negeri dan Alternatif        Energi Pengganti (Biofuel)• Industri/perkebunan kelapa sawit merupakan salah sa...
• Dilihat dari luas daratan serta tanahnya yang relatif subur,  Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan bahan  baka...
Metode Pengembangan Industri KelapaSawit di Indonesia Ramah Lingkungan• Sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 18 tahun 2...
• Pengendalian limbah pabrik, berdasarkan empat prinsip,  yaitu: pengurangan dari sumber (reduce), sistem daur ulang  (rec...
• Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian  lingkungan menjadi persoalan tersendiri• Berbagai bentuk...
• Definisi tersebut memuat dua konsep   – Pertama, tentang kebutuhan yang sangat esensial untuk penduduk miskin     dan pe...
• Secara makro, prospek industri kelapa sawit di Indonesia  cukup baik, tetapi dalam pelaksanaan pengembangannya  cukup ba...
• 3. Tumbuhnya industri hilir tidak secepat pertumbuhan  industri kelapa sawit itu sendiri, mengakibatkan nilai jual hasil...
Kesimpulan• Prospek pertumbuhan industri kelapa sawit ini sangat cerah  mengingat permintaannya yang terus meningkat, baik...
SEKIAN dan TERIMA KASIH…
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Industri kelapa sawit sebagai solusi alternatif penghasil energi

3,270 views

Published on

  • Be the first to comment

Industri kelapa sawit sebagai solusi alternatif penghasil energi

  1. 1. INDUSTRI KELAPA SAWIT SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF PENGHASILENERGI YANG RAMAH LINGKUNGAN Oleh: Fawwaz Amirullah Shidiq
  2. 2. Latar Belakang INDUSTRI LINGKUNGANeksplorasi bumi keharmonisantanpa henti. alam terganggu teknologi yang ramah lingkungan
  3. 3. MINYAK BUMIproses pengeboran dan produksi minyakbumi berisiko bagi kelestarian lingkungan KELAPA SAWIT energi alternatif yang ramah lingkungan, sumber energinya dapat diperbarukan
  4. 4. Perkembangan industri kelapa sawit didunia Kondisi dalam negri dan alternatif penggantiMetode Pengembangan Industri Kelapa Sawit di Indonesia Ramah Lingkungan Gerakan konsumen hijau Kendala – kendala pengembangan industri kelapa sawit nasional
  5. 5. Perkembangan Minyak Kelapa Sawit Dunia• Konsumsi minyak sawit (CPO ) dunia dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren meningkat.• China dengan Indonesia merupakan negara yang paling banyak menyerap CPO dunia. Selain itu negara Uni Eropa juga termasuk konsumen besar pengkomsumsi CPO di dunia• Eksportir terbesar didunia didominasi oleh Malaysia dan Indonesia, kedua negara tersebut menguasai 91% pangsa pasar ekspor dunia.• Faktor hal tersebut : pertumbuhan penduduk, pertumbuhan industri hilir, perkembangan energi alternatif, dll.• Malaysia dan Indonesia diprediksikan akan terus menjadi pemain utama dalam ekspor CPO ini, mengingat belum ada perkembangan yang signifikan dari negara pesaing lainnya.
  6. 6. • Indonesia diprediksikan akan menyalip Malaysia baik dalam produksi maupun ekspor CPO, karena didukung oleh luas lahan yang tersedia dimana Malaysia sudah mulai terbatas.• Permasalahan utama perdagangan dunia CPO sebenarnya bukan terletak pada tingkat permintaan konsumsi atau ekspornya• Permasalahan utamanya justru terletak pada fluktuasi harga yang tidak stabil• dipengaruhi oleh isu-isu yang dibuat oleh negara penghasil produk subtitusi (saingan CPO),• Isu-isu seperti produk yang tidak higienis, pengrusakan ekosistem hutan termasuk isu pemusnahan orang utan merupakan isu yang diangkat untuk menjatuhkan harga CPO dunia• pihak gabungan pengusaha kelapa sawit Malaysia (MPOA) dan gabungan petani kelapa sawit Indonesia (GAPKI) mengadakan perjanjian kerja sama yang didukung penuh oleh pemerintahan kedua negara, yang isi perjanjian diantaranya adalah untuk menjaga stabilitas harga CPO
  7. 7. Kondisi Dalam Negeri dan Alternatif Energi Pengganti (Biofuel)• Industri/perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia dan kontribusinya terhadap ekspor non migas nasional cukup besar• Tahun 2005 luas perkebunan kelapa sawit yang tertanam di Indonesia adalah 5,6 juta ha, yang terdiri dari: perkebunan rakyat 1,9 juta ha, perkebunan pemerintah 0,7 juta ha, dan perkebunan swasta 3, 0 juta ha• Pengembangan perkebunan sawit di Indonesia dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip kesinambungan dimana sebagian besar perkebunan didirikan di atas lahan yang tadinya merupakan lahan HPH, tanah kosong atau dirubah fungsikan dari lahan yang sebelumnya ditanami karet, kopi atau cokelat• Produktifitas kebun kelapa sawit di Indonesia masih kalah dibandingkan Malaysia.• Hal ini lebih disebabkan oleh pemilihan bibit yang kurang baik, sistem pemupukan yang kurang optimal dan kondisi perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang sudah banyak melewati usia produktif
  8. 8. • Dilihat dari luas daratan serta tanahnya yang relatif subur, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan bahan bakar dari tumbuhan atau biofuel.• Dua jenis biofuel yang dikembangkan di Indonesia adalah penggunaan bioethanol dengan produknya gasohol E-10, dan biodiesel dengan produknya B-10.• Pengadaan ethanol dapat dilakukan dari saripati singkong yang dapat ditanam di seluruh wilayah Indonesia, sedangkan untuk pengadaan minyak diesel dapat dilakukan dari pengadaan minyak sawit, minyak buah jarak dan kelapa.• Sebagai bahan bakar cair, biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin• Indonesia bisa belajar dari Brasil yang secara serius mengembangkan teknologi bahan bakar biofuel.• Contohnya Toyota mulai mengalihkan perhatiannya pada pasar mobil berbahan bakar bensin gasohol untuk Brasil
  9. 9. Metode Pengembangan Industri KelapaSawit di Indonesia Ramah Lingkungan• Sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 18 tahun 2004 tentang perkebunan, ditegaskan bahwa “ Perkebunan diselenggarakan atas asas manfaat dan berkelanjutan, keterpaduan, kebersamaan, keterbukaan serta keadilan• (Pasal 2); dan perkebunan mempunyai fungsi: a. ekonomi, yaitu peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta penguatan struktur ekonomi wilayah dan nasional; b. ekologi, yaitu peningkatan konservasi tanah dan air, penyerap karbon, penyedia oksigen, dan penyangga kawasan lindung; dan c. sosial budaya, yaitu sebagai perekat dan pemersatu bangsa”• Komitmen untuk melaksanakan kegiatan industri berwawasan lingkungan dan berkelanjutan diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien.
  10. 10. • Pengendalian limbah pabrik, berdasarkan empat prinsip, yaitu: pengurangan dari sumber (reduce), sistem daur ulang (recycle), pengambilan (recovery) dan pemanfaatan kembali (reuse) secara berkelanjutan menuju produksi bersih• Aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit pada perkebunan kelapa sawit dengan sistem flatbed yaitu dengan cara :1. Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk.2. Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah sistem flatbed, yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed).3. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat.
  11. 11. • Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan menjadi persoalan tersendiri• Berbagai bentuk perilaku yang mencerminkan ketidak pedulian terhadap lingkungan masih terus berlangsung dengan pelaku yang makin variatif.• Ini bisa terjadi pada level individu rumah tangga, komunitas kecil, perambah hutan, level organisasi seperti perusahaan. Atau level intelektual, seperti cendekiawan yang melontarkan ide-ide pembangunan masa depan, tetapi tidak mengagendakan masalah lingkungan• Paradigma baru yang tengah dibangun dan menjadi dasar pijakan pembangunan di banyak negara, yaitu paradigma pembangunan berkelanjutan• Pembangunan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan dan kepentingan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri
  12. 12. • Definisi tersebut memuat dua konsep – Pertama, tentang kebutuhan yang sangat esensial untuk penduduk miskin dan perlu diprioritaskan. – Kedua, tentang keterbatasan dari kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan yang akan datang• Paradigma ini akan semakin dibutuhkan seiring dengan perkembangan globalisasi terutama ketika diterapkan ISO 9000 (standar kualitas suatu barang) dan ISO 14000 (standar kualitas lingkungan)• Secara sederhana di dalam ISO 14000 dipersyaratkan audit lingkungan, label lingkungan, sistem pengelolaan lingkungan dan analisis daur hidup.• Paradigma ini menuntut diterapkannya strategi gerakan Konsumen Hijau (konsumen yang berwawasan lingkungan)• Konsumen diposisikan sebagai inisiator, pemberi pengarah, pengambil keputusan, pembeli, bahkan pengguna.• Namun masyarakat perlu waspada terhadap penyalahgunaan pemahaman green consumerism (konsumen hijau) oleh para pengusaha untuk kepentingan promosi
  13. 13. • Secara makro, prospek industri kelapa sawit di Indonesia cukup baik, tetapi dalam pelaksanaan pengembangannya cukup banyak kendala yang dihadapi diantaranya adalah:• 1. Kebijakan yang saling tumpang tindih antara pusat dan daerah, seperti ijin pembukaan lahan yang kadang membuat para pelaku bisnis ragu-ragu dalam bertindak dan mengakibatkan biaya besar.• 2. Infrastruktur yang belum memadai terutama pelabuhan ekspor. Diprediksikan dengan pertumbuhan lahan kelapa sawit yang signifikan (jika tidak didukung adanya penambahan kapasitas pelabuhan baik perluasan atau penambahan pelabuhan baru) maka industri kelapa sawit dalam 10 tahun bisa terganggu karena akan banyak hasil produksi yang tidak dapat diekspor, sementara daya tampung dalam negeri akan semakin terbatas apalagi jika program bio diesel pemerintah tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan.
  14. 14. • 3. Tumbuhnya industri hilir tidak secepat pertumbuhan industri kelapa sawit itu sendiri, mengakibatkan nilai jual hasil minyak kelapa sawit Indonesia bernilai rendah (Tryfino.2006:2). Ekspor Indonesia baru 42% yang sudah berupa produk turunan kelapa sawit, sedangkan ekspor industri kelapa sawit Malaysia sudah 80% lebih berupa produk turunan.• 4. Belum adanya grand strategy yang jelas dan terkoordinasi dari pemerintah untuk mengembangkan industri ini, padahal pemerintah telah mencanangkan bahwa sektor ini adalah sektor unggulan Indonesia untuk ekspor non migas dan penyerapan tenaga kerja.
  15. 15. Kesimpulan• Prospek pertumbuhan industri kelapa sawit ini sangat cerah mengingat permintaannya yang terus meningkat, baik akibat dari pertambahan yang alami seperti kenaikan pertambahan penduduk , berkembangnya industri hilir, dan kenaikan permintaan CPO dunia yaitu pengembangan energi alternatif pengganti minyak bumi.• Diprediksikan bio fuel ini akan mengubah bentuk ketergantungan dunia akan energi yang tidak terbarukan (non renewable). Memang saat ini harganya relatif mahal, tetapi seiring dengan semakin meningkatnya kapasitas produksi dan konsumsi maka diprediksikan harga akan semakin murah.• Persaingan bio fuel berbahan baku minyak kelapa sawit dengan yang berbahan baku minyak kacang kedelai atau jagung yang umumnya didominasi negara maju, dimenangkan oleh bio fuel yang berbahan minyak kelapa sawit, karena biaya produksinya jauh lebih murah. Disamping itu dalam kapasitas produksi, minyak kelapa sawit jauh lebih besar daripada minyak kacang kedelai/jagung.
  16. 16. SEKIAN dan TERIMA KASIH…

×