Hujan asam sebagai pencemar udara (2)

2,421 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,421
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
90
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hujan asam sebagai pencemar udara (2)

  1. 1. HUJAN ASAM SEBAGAI PENCEMAR UDARA )
  2. 2. Pencemaran Udara1. Definisi Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan organisme dan mengganggu estetika serta kenyamanan bahkan merusak properti.
  3. 3. Ilustrasi Pencemaran Udara
  4. 4. Zat-zat Pencemar Udara Karbon monoksida (CO) Karbon dioksida (CO2) Nitrogen monoksida (NO) Nitrogen dioksida (NO2) Belerang monoksida (SO) Belerang dioksida (SO2) Ozon troposferik (O3) Hidrokarbon (HC) Amoniak (NH3) Fluorida Asbes Asbut fotokimia (Asap kabut fotokimia) Timbal (Pb), Alumunium (Al) dll.
  5. 5. Jenis-jenis Pencemaran Udara Hujan asam. Efek rumah kaca kerusakan lapisan ozon (Pemanasan global). Kebakaran hutan, Volcano (Letusan gunung berapi). Proses pembakaran dari transportasi, pabrik, industri, rumah tangga, dan pembangkit listrik. Penyakit dengan vektor virus dan bakteri.
  6. 6. Hujan Asam (Acid Rain) Asal Istilah Istilah hujan asam pertama kalidigunakan Robert Angus Smith(Inggris) pada tahun 1972.
  7. 7. Hujan Asam (lanjutan) Definisi Hujan asam adalah hujan dengan pH di bawah 5,6 yang secara alami bersifat asam yang disebabkan oleh emisi gas belerang dengan nitrogen yang bereaksi di udara.
  8. 8. Rentang pH Hujan Asam
  9. 9. Penyebab terjadinya Hujan Asam1. Alami Volcano (letusan gunung berapi) Kebakaran hutan2. Antropogenik Kegiatan transportasi (berbahan bakar) Kegiatan pabrik dan industri Kegiatan pembangkit listrik Kegiatan rumah tangga
  10. 10. Siklus Hujan Asam (Acid Rain Cycle)
  11. 11. Daerah Hujan Asam1. Dunia (Mt.Harz,Germany 1980an) Negara/ Daerah Tingkat Keasaman (pH) Jepang/ Gunung. Tsukuba 2.5 Jepang/ Kagoshima 2.45 Seluruh Amerika Utara Tidak tecantum (merupakan daerah yang tingkat keasamannya paling tinggi) Seluruh Eropa Tidak tercantum (merupakan daerah yang tingkat keasamannya paling tinggi)
  12. 12. Amerika Utara dan Eropa merupakandaerah yang tingkat keasamannya paling tinggi tahun 1980an (Mt. Hartz)
  13. 13. Daerah Hujan Asam (lanjutan)2. Indonesia (Badan Meteorologi dan Geofisika -BMG) 1998 Daerah Tingkat Keasaman (pH) Medan < 5.6 Pekanbaru < 5.6 Jambi < 5.6 Bengkulu < 5.6 Palembang < 5.6 Jakarta < 5.6 Cisarua, Bogor < 5.6
  14. 14. Daerah Hujan Asam (lanjutan) Bandung < 5.6 Mataram < 5.6 Pontianak < 5.6 Palangkaraya 4.61 Banjarbaru < 5.6 Winangun-Manado 4.55Sam Ratulangi-Manado < 5.6 Makassar < 5.6 Palu < 5.6 Jayapura < 5.6
  15. 15. Daerah Hujan Asam (lanjutan)Rata-Rata Tingkat keasaman (pH) hujanasam di Indonesia tahun 1998, yaitu: 4.97 Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
  16. 16. Daerah Hujan Asam (lanjutan)3. Bandung (Lapan Bandung) Hujan asam terjadi di Bandung sejak tahun 1998 yang 7 ditunjukkan oleh pH air hujan yang berada dibawah 5,6. 6 Dari tahun 1985-2000 di daerah 5 Terusan Pasteur – Bandung 4 terjadi penurunan pH sebesar 33,46% dari rata-rata tahunan 3 pH 6,3 di tahun 1985 menjadi 4,19 2 di tahun 2000. Kemudian mengalami kenaikan pada 2001 1 dengan rata-rata 5,13, 0 selanjutnya dari 2001 sampai 1985 2000 2001 2002 Mei 2002 menunjukkan rata-rata pH sebesar 5,12.
  17. 17. Dampak Hujan Asam Mempengaruhi kualitas air dan organisme di dalamnya Merusak tanaman kerusakan hutan. Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan Mengganggu kesehatan manusia, antara lain: gangguan pada sistem pernafasan, sistem saraf, menyebabkan kanker, mutasi dan abnormalitas, kerusakan jaringan kulit, diare.
  18. 18. Dampak Hujan asam: merusak material, bangunan (termasuk patung)
  19. 19. Dampak hujan asam: merusak tumbuhan danekosistem hutan dan danau.
  20. 20. Penanggulangan Hujan Asam Mengurangi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pembakaran. Pemerintah mengeluarkan Baku Mutu Emisi (BME). Menurunkan tingkat pelepasan NOx dan SOx dari pusat pembangkit listrik tertentu sampai 50%. Pengadaan teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD) Gypsum. Pengadaan teknologi Fluidised Bed Combustion (FBC). Mengubah Polutan Pupuk dengan peralatan berteknologi tinggi yaitu mesin berkas elektron (MBE). Menambahkan kapur ke dalam danau kurang efektif.
  21. 21. UU Pengurangan emisi SOx dan NO x Amerika serikat Amendemen tahun 1990 UU Udara Bersih AS menargetkan pengurangan emisi sulfur dioksida dan nitrogen dioksida sampai 50 persen. Indonesia Kepmen Lingkungan Hidup No. 129 tahun 2003
  22. 22. THaNk U 4 ListEnInG uS!!!
  23. 23. Let’s Save Our WorLd!!!

×