SlideShare a Scribd company logo
1 of 8
LAPORAN 
HASIL MEMBACA BUKU 
UNTUK MEMENUHI TUGAS BAHASA INDONESIA 
DISUSUN OLEH: 
DANI IBRAHIM 
NIS 121310008 
KELAS XII IPA 1 
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUMBER 
Jalan Sunan Malik Ibrahim 4 Sumber Kabupaten Cirebon 
2014-2015
LAPORAN 
Hasil Membaca Buku 
Judul Buku : Majalah Astronomi 
Penulis : Iman Santosa 
Penerbit : - 
Tahun terbit : 2013 
Kota terbit : Bandung 
Jumlah halaman : 28 lembar
ISI LAPORAN 
Pendahuluan 
Latar Belakang 
Astromi merupakan salah satu ilmu tertua pada peradaban manusia, hal ini 
karena astronomi adalah ilmu alam yang tidak membutuhkan laboratorium dan 
dunia inilah laboratoriumnya itu. Sejak zaman dahulu manusia sangatlah tertarik 
pada keindahan langit dan banyak orang yang penasaran pada cerita tersembunyi 
dari bintang-bintang yang bersinar terang. 
Dengan kemajuan zaman, kini manusia tidak hanya dapat mengamati 
dengan mata telanjang, akan tetapi sekarang sudah banyak perangkat yang dapat 
membantu manusia melampaui batas penglihatannya. Dan yang lebih 
menakjubkan adalah kita tidak hanya dapat mengamati langit luas, bahkan pada 
zaman sekarang manusia pun dapat pergi keluar angkasa. 
Oleh karena itu saya memilih “majalah astronomi” ini, agar dapat berbagi 
ilmu dan tentunya menarik minat para pembaca. 
Tujuan 
1. Mengetahui tips mengamati langit malam 
2. Mengetahui apa itu voyager 
3. Mengetahui apa itu Bosson Higgs 
4. Mengetahui apa itu supernova
RINGKASAN ISI BUKU 
BAB 1 Tips Mengamati Langit Malam 
a. Kenali langit malam 
Jika kita ingin mengamati langit, maka tentu saja kita perlu mengenal langit. Peta langit 
merupakan perangkat yang dapat membantu kita mengenali langit, peta langit merupakan 
sebuah piringan yang dapat diputar dan kedua sisinya berisi gambar posisi bintang-bintang dan 
rasi bintang. Cara menggunakannya cukup sederhana, yaitu dengan mencocokkan tanggal 
pengamatan dengan waktu pengamatan hingga berimpit. Penggunaan peta ini tidak dapat 
menggambarkan secara tepat posisi Matahari, planet, serta satelit alami dari sebuah planet pada 
waktu tertentu. Hal ini disebabkan kedudukannya selalu berpindah-pindah di lautan bintang. 
b. Lokasi pengamatan dan waktu pengamatan 
Lokasi pengamatan bintang yang baik adalah daerah dengan polusi cahaya minimum. 
Hal ini karena cahaya bintang amatlah redup sehingga mudah terkalahkan oleh terangnya cahaya 
lampu diperkotaan. Selain itu kita juga harus mengamati cuaca pada lokasi yang akan kita 
jadikan tempat pengamatan. 
c. Binokuler dan teleskop 
Tidak semua fenomena astronomi dapat diamati dengan mata telanjang, oleh karena itu 
kita membutuhkan diantaranya alat optik yang dapat membantu kinerja mata kita adalah 
binokuler dan teleskop tentunya. 
d. Cek kebutuhan 
Ada baiknya sebelum melakukan kegiattan observasi (pengamatan) perlu memeriksa 
beberapa kebutuhan, seperti: 
1. Kompas atau GPS sebagai navigasi arah mata angin 
2. Senter (sebaiknya diberi filter warna merah) berdaya kecil untuk membaca peta bintang 
3. Buku panduan observasi, daftar katalog objek langit 
4. Alat optik (binokuler, teleskop) 
5. Kamera atau alat dokumentasi lainnya 
6. Makanan dan minuman hangat 
7. Pakaian dan jaket untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. 
BAB 2 Voyager 
a. Apa yang itu voyager? 
Pada tahun 1977, para peneliti antariksa tekah mengembangkan program. Program 
tersebut adalah peluncuran wahana Voyager 1 dan Voyager 2. Tugas Voyager adalah seperti 
kurir. Wahana ini dikirim untuk berkelana ke angkasa raya sambil membawa berbagai informasi 
dan pesan dari Bumi dan sebaliknya. Pesan yang terekam dalam piringan itu antara lain berupa 
kumpulan gambar, rekaman suara alam seperti desir angin, gemuruh guntur. Piringan juga berisi 
berisi ucapan persahabatan dari Bumi, ucapan persahabatan ini terdiri dari 55 bahasa yang
berbeda, termasuk bahasa yang pernah digunakan 6 ribu tahun lalu di Sumeria. Untuk 
menunjukan peradaban Bumi, direkam pula berbagai musik dari penjuru dunia. Salah satu musik 
yang direkam adalah gamelan Jawa berjudul Ketapang Puspawarna yang merupakan karya 
Mangkunegara IV. 
b. Seberapa cepatkah Voyager? 
Melesat dengan kecepatan lebih dari 500 juta kilomter per tahun, Voyager 1 kini berjarak 
sekitar 123,7 kali dari jarak Bumi-Matahari. Atau jika diukur dengan kecepatan cahaya setara 
dengan kira-kira 16.5 jam. Sedangkan Voyager 2 hanya 13.5 jam cahaya dari Bumi kita. 
BAB 3 Bosson Higgs 
a. Mencari Bosson Higgs 
Cara mecari Bosson Higgs adalah dengan menabrakan sejumlah besar proton. Apabila 
dua buah proton saling bertumbukan, mereka akan pecah menjadi zarah-zarah penyusunnya 
yaitu quark dan gluon. Dua buah gluon dapat menyatu membentuk Cara mecari Bosson Higgs. 
Akan tetapi usia Bosson Higgs sangat pendek. Bosson Higgs. Dalam sekejap Bosson Higgs 
langsung meluruh menjadi zarah lain. 
BAB 4 Era Kosmologi Presisi 
a. Perkembangan kosmologi 
Kosmologi adalah ilmu mengenai konsep dan pembentukan semesta. Perkembangan 
kosmologi dibagi dalam 6 periode yaitu : 
1. Periode Awal (1907-1927) 
2. Periode Perkembangan (1927-1945) 
3. Periode Konsolidasi (1945-1965) 
4. Periode Penerimaan (1965-1980) 
5. Periode Pemekaran (1980-1998) 
6. Periode Presisi (1998-sekarang) 
b. Dua pilar kosmologi relavistik 
Periode awal adalah periode peletakan dasar-dasar kosmologi relavistik. Kosmologi 
relavistik dibangun dengan dua pilar utama yaitu: prinsip kosmologi dan teori relativitas umum 
Einstein. 
Prinsip kosmologi mengatakan bahwa alam semesta berda dalam keadaan homogen dan 
isotropi. Homogen artinya dari manapun kita memandang alam semesta, kita akan melihat dan 
mengamati hal yang sama. Sedangkan isotropi artinya ke arah manapun kita memandang alam 
semesta, maka kita akan mengamati hal yang sama. Prinsip kosmolodi ini pada intinya 
mengatakan tidak ada tempat istimewa di alam semesta. 
Pilar yang kedua, teori relativitas umum Einstein, menggambarkan gravitasi sebagai 
kelengkungan ruang-waktu. Antara ruang-waktu dan massa-energi terdapat hubungan saling 
mempengaruhi, dimana distribusi massa-energi menentukan bentuk kelengkungan ruang-waktu 
dan kelengkungan ruang-waktu mendikte bagaimana massa-energi di dalamnya.
c. Penemuan Hubble 
Edwin Powel Hubble melakukan pengamatan ekstragalaksi dan akhirnya menemukan 
hukum Redshift-Distance galaksi atau lebih dikenal dengan hukum hubble. Penemuan Hubble 
memperkuat model matematis yang dua tahun lalu sudah diramalkan secara teori oleh lemaitre. 
Penemuan hukum Hubble ini diabadikan dengan dicetuskannya konstanta Hubble serta 
diciptkannya teleskop yang dikirim ke luar Bumi dengan nama teleskop Hubble. 
d. Periode Presisi 
Dalam periode inilah ditemukannya dark energy, yang ternyata merupakan komponen 
utsma alam smemesta kita. Keberadaan dark energy ini terdeteksi melalui pengamatan 
supernova tahun 1998, yang menunjukkan alam semesta kita sedang pengembangan dipercepat. 
BAB 5 Memeta Langit Dengan Radio 
a. Teleskop radio astronomi 
Kelemahan teleskop optik adalah tentu saja buta akan gelombang radio. Karena itu kita 
butuh teleskop radio. Kelebihan teleskop radio adalah dapat mendeteksi objek yang terhalang 
kabut antar bintang, jadi jenis telekop optik dan teleskop radio saling melengkapi dalam 
observasi astronomi. Teleskop optik terbesar saat ini berdiameter 10 meter, yaitu teleskop kekc, 
Mauna Kea, di Hawai. Dan teleskop radio terbesar saat ini dapat ditemukan di Arecibo, Puerto 
Rico, dengan garis tengah 305 meter. 
b. Square kilometre array (SKA) 
Dengan teleskop radio terbesar saat ini dengan garis tengah 305 itu dianggap kurang, 
karena belum bisa menjangkau pelosok semesta yang sangat jauh dan terpencil. Oleh karena itu 
para peneliti astronomi membangun sebuah proyek SKA. SKA merupakan proyek kerjasama 
banyak negara. Jaringan SKA akan terdiri dari 3 ribu antena parabola bergaris tengah 15 meter 
dan puluhan ribu antena penerima gelombang radio dan direncanakan akan membentuk pola 
spiral yang merentang sampai 3000 kilometer jauhnya. Jika sudah selesai, maka teleskop ini 
setara dengan teleskop raksasa yang mempunyai daya pisah berdiameter 3000 kilometer. 
Diharapkan proyek SKA ini akan membantu para astronom mengembangkan astronomi dan 
pengetahuan yang bermanfaat untuk yang lain. 
BAB 7 Mengenal Astronomi Amatir 
a. Astronom amatir biasanya dikaitkan dengan aktivitas pengamatan langit malam 
Astronom amatir adalah orang yang suka mengamati fenomena alam, terutama pada 
malam hari. Salah satu cabang astronomi amatir yang paling populer adalah astrofotografi yang 
melibatkan pemotretan langit malam, benda-benda langit seperti bulan, Matahari, gugus bintang, 
galaksi dan nebula serta berbagai macam fenomena astronomi lainnya seperti gerhana bulan, 
gerhana ma eee7tahari, dan hujan meteor. Kesenangan yang didapatkan oleh para astronom 
amatir sangatlah banyak seperti dapat menikmati indahnya semesta serta mengamati 
fenomenanya dengan biaya yang tidak mahal. 
BAB 8 Musim Panas Mengancam Observatorium 
a. Musim panas di Australia sering mendatangkan ancaman bahaya kebakaran 
Dengan suhu 400 C biasanya dengan mudah dapat mengakibatkan percikan api. Awal 
tahun 2013 saja kebakaran sudah terjadi di taman nasional warrumbungle, new south wales dan
menghanguskan area seluas 40 ribu hektar dan merusak semua yang ada disana. Yang lebih 
mengkhawatirkan lagi adalah ditengah taman tersebut terdapat observatorium astronomi. 
BAB 9 Supernova 
a. Pernahkah anda mendengar istilah supernova? 
Nova memiliki arti ”bintang baru”, istilah supernova berarti kemunculan bintang baru 
secara tiba-tiba. Padahal bukan kemunculannya yang tiba-tiba, melainkan bintang itu terang 
secara tiba-tiba. Kemungkinan yang menyebabkan bintang terang secara tiba-tiba adalah karena 
bintang itu meledak. 
Proses terjadinya supernova bisa terjadi karena beberapa sebab. Pertama, karena evolusi 
bintang bermassa besar memasuki tahap akhir.energi yang dilepaskan oleh ledakan supernova 
yang berlangsung singkat itu setara dengan jumlah energi yang dipancarkan oleh Matahari 
selama milyaran tahun. 
Penyebab yang kedua adalah ledakan bintang katai putih. Bintang katai putih adalah 
bintang yang berukuran kecil, hanya sebesar planet, tapi temperaturnya sangat tinggi dan 
massanya setara massa Matahari. Satu sendok teh materi bintang katai putih bisa bermassa 
beberapa ton. Meledaknya bintang katai putih terjadi jika bintang katai putih dekat dengan 
sistem bintang lain sehingga massa bintang yang lain tersedot sedikit demi sedikit oleh bintang 
katai putih dan saat bintang katai putih tidak mampu menampung masssa bintang lain lagi maka 
ledakan pun terjadi.
Tanggapan terhadap isi buku: 
Buku ini sangat banyak manfaatnya dan menarik sekali untuk dibaca, tapi akan lebih 
menarik lagi jika bisa ditambahkan beberapa sejarah istilah bintang (rasi bintang) atau 
mitologinya, hal ini mungkin dapat lebih menarik minat baca. 
Buku juga akan lebih menarik jika dilengkapi dengan ilustrasi dan juga beberapa ilmu 
astronomi terapan yang dapat digunakan para pembaca saat mengamati malam. 
Simpulan: 
Astronomi adalah ilmu alam yang sungguh luas, dan juga bisa memberikan berbagai 
fenomena yang sangat indah. Tidak hanya belajar dan mendapatkan ilmu, tapi kita juga dapat 
memanjakan mata kita dengan hal-hal yang luarbiasa indah. Astronomi tidak memelurkan 
tempat khusus, karena dunia inilah laboratorium astronomi itu sendiri. Belajar astronomi 
bermafaat dan menambah pengetahuan serta memperingatkan pada kita agar selalu bersyukur 
atas segala apa yang tuhan telah ciptakan. 
Cirebon,11 September 2014 
Pembaca 
DANI IBRAHIM

More Related Content

What's hot

Ruang lingkup ilmu sejarah
Ruang lingkup ilmu sejarahRuang lingkup ilmu sejarah
Ruang lingkup ilmu sejarahLarasafdha
 
PPT Interaktif Geografi Jenis Peta
PPT Interaktif Geografi Jenis PetaPPT Interaktif Geografi Jenis Peta
PPT Interaktif Geografi Jenis PetaAgnas Setiawan
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota SerangRencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota SerangPenataan Ruang
 
PPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNO
PPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNOPPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNO
PPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNOZulfira Farah Nubua
 
MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...
MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...
MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...inka -chan
 
Laporan praktikum peristiwa osmosis pada kentang
Laporan praktikum peristiwa osmosis pada kentangLaporan praktikum peristiwa osmosis pada kentang
Laporan praktikum peristiwa osmosis pada kentangYasinta Surya
 
GEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdf
GEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdfGEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdf
GEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdfAde Fathurahman
 
3. PERAN AKTIF BANGSA INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx
3. PERAN AKTIF BANGSA  INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx3. PERAN AKTIF BANGSA  INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx
3. PERAN AKTIF BANGSA INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptxRafaGibraltar1
 
Laporan Biologi Enzim Katalase
Laporan Biologi Enzim KatalaseLaporan Biologi Enzim Katalase
Laporan Biologi Enzim KatalaseHilya Auliya
 
Laporan praktikum kimia
Laporan praktikum kimiaLaporan praktikum kimia
Laporan praktikum kimiaNovi Widyawati
 
Makalah perang dingin
Makalah perang dinginMakalah perang dingin
Makalah perang dinginWarnet Raha
 

What's hot (20)

Penginderaan jauh
Penginderaan jauhPenginderaan jauh
Penginderaan jauh
 
Bab 4 sejarah wajib sma xi
Bab 4 sejarah wajib sma xiBab 4 sejarah wajib sma xi
Bab 4 sejarah wajib sma xi
 
Ruang lingkup ilmu sejarah
Ruang lingkup ilmu sejarahRuang lingkup ilmu sejarah
Ruang lingkup ilmu sejarah
 
Makalah geomatika
Makalah geomatika Makalah geomatika
Makalah geomatika
 
PPT Interaktif Geografi Jenis Peta
PPT Interaktif Geografi Jenis PetaPPT Interaktif Geografi Jenis Peta
PPT Interaktif Geografi Jenis Peta
 
Ppt sejarah bab 3 sma x wajib
Ppt sejarah bab 3 sma x wajibPpt sejarah bab 3 sma x wajib
Ppt sejarah bab 3 sma x wajib
 
Peta
PetaPeta
Peta
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota SerangRencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang
 
PPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNO
PPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNOPPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNO
PPT SEJARAH PEMINATAN YUNANI KUNO
 
MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...
MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...
MAKALAH SEJARAH : SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERP...
 
Laporan praktikum peristiwa osmosis pada kentang
Laporan praktikum peristiwa osmosis pada kentangLaporan praktikum peristiwa osmosis pada kentang
Laporan praktikum peristiwa osmosis pada kentang
 
Makalah PJOK
Makalah PJOKMakalah PJOK
Makalah PJOK
 
GEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdf
GEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdfGEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdf
GEO SMAN 1 KOTSI Modul Ajar 1 KELAS X.pdf
 
3. PERAN AKTIF BANGSA INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx
3. PERAN AKTIF BANGSA  INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx3. PERAN AKTIF BANGSA  INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx
3. PERAN AKTIF BANGSA INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN.pptx
 
Laporan enzim katalase
Laporan enzim katalaseLaporan enzim katalase
Laporan enzim katalase
 
Bab 2 pengetahuan dasar pemetaan
Bab 2 pengetahuan dasar pemetaanBab 2 pengetahuan dasar pemetaan
Bab 2 pengetahuan dasar pemetaan
 
Fermentasi anaerob
Fermentasi anaerobFermentasi anaerob
Fermentasi anaerob
 
Laporan Biologi Enzim Katalase
Laporan Biologi Enzim KatalaseLaporan Biologi Enzim Katalase
Laporan Biologi Enzim Katalase
 
Laporan praktikum kimia
Laporan praktikum kimiaLaporan praktikum kimia
Laporan praktikum kimia
 
Makalah perang dingin
Makalah perang dinginMakalah perang dingin
Makalah perang dingin
 

Similar to Laporan hasil baca yuuyyuyuuuyyuyu

Similar to Laporan hasil baca yuuyyuyuuuyyuyu (20)

1 pendahuluan
1 pendahuluan1 pendahuluan
1 pendahuluan
 
JAGAT RAYA
JAGAT RAYAJAGAT RAYA
JAGAT RAYA
 
Jagat Raya
Jagat RayaJagat Raya
Jagat Raya
 
Makalah Konsep Dasar IPA II
Makalah Konsep Dasar IPA IIMakalah Konsep Dasar IPA II
Makalah Konsep Dasar IPA II
 
Pert. 1 kd 3.4 bumi sebagai ruang kehidupan
Pert. 1 kd 3.4 bumi sebagai ruang kehidupanPert. 1 kd 3.4 bumi sebagai ruang kehidupan
Pert. 1 kd 3.4 bumi sebagai ruang kehidupan
 
Galaksi
GalaksiGalaksi
Galaksi
 
Ghhh
GhhhGhhh
Ghhh
 
D
DD
D
 
Makalah Astronomi tentang Planet dalam Tata surya
Makalah Astronomi tentang Planet dalam Tata suryaMakalah Astronomi tentang Planet dalam Tata surya
Makalah Astronomi tentang Planet dalam Tata surya
 
Bab v alam semesta
Bab v alam semestaBab v alam semesta
Bab v alam semesta
 
Makalah ipa
Makalah ipaMakalah ipa
Makalah ipa
 
Bab 1 alam semesta
Bab 1 alam semestaBab 1 alam semesta
Bab 1 alam semesta
 
Kelompok 10 ipba
Kelompok 10 ipbaKelompok 10 ipba
Kelompok 10 ipba
 
Bahan ajar tata surya
Bahan ajar tata suryaBahan ajar tata surya
Bahan ajar tata surya
 
91343390 solusi-osk-astro-2012-kode-s3
91343390 solusi-osk-astro-2012-kode-s391343390 solusi-osk-astro-2012-kode-s3
91343390 solusi-osk-astro-2012-kode-s3
 
Sejarah fisika
Sejarah fisikaSejarah fisika
Sejarah fisika
 
Karakteristik meteorit
Karakteristik meteoritKarakteristik meteorit
Karakteristik meteorit
 
Solusi osk astro 2012 kode s3
Solusi osk astro 2012   kode s3Solusi osk astro 2012   kode s3
Solusi osk astro 2012 kode s3
 
Silabus kajian ipba 2014
Silabus kajian ipba 2014Silabus kajian ipba 2014
Silabus kajian ipba 2014
 
IPA Tata Surya.pptx
IPA Tata Surya.pptxIPA Tata Surya.pptx
IPA Tata Surya.pptx
 

More from Dani Ibrahim

Apresiasi seni rupa modern dan kontemporer
Apresiasi seni rupa modern dan kontemporerApresiasi seni rupa modern dan kontemporer
Apresiasi seni rupa modern dan kontemporerDani Ibrahim
 
Makalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporerMakalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporerDani Ibrahim
 
Karya tulis seni rupa modern
Karya tulis seni rupa modernKarya tulis seni rupa modern
Karya tulis seni rupa modernDani Ibrahim
 
Makalah seni rupa tradisional
Makalah seni rupa tradisionalMakalah seni rupa tradisional
Makalah seni rupa tradisionalDani Ibrahim
 
Latar belakang kemunculan seni rupa modern
Latar belakang kemunculan seni rupa modernLatar belakang kemunculan seni rupa modern
Latar belakang kemunculan seni rupa modernDani Ibrahim
 
Aliran aliran seni rupa
Aliran aliran seni rupaAliran aliran seni rupa
Aliran aliran seni rupaDani Ibrahim
 
Makalah apresiasi karya seni rupa modern
Makalah apresiasi karya seni rupa modernMakalah apresiasi karya seni rupa modern
Makalah apresiasi karya seni rupa modernDani Ibrahim
 
Seni rupa modern dan kontemporer
Seni rupa modern dan kontemporerSeni rupa modern dan kontemporer
Seni rupa modern dan kontemporerDani Ibrahim
 
Pekembangan karya seni rupa modern
Pekembangan karya seni rupa modernPekembangan karya seni rupa modern
Pekembangan karya seni rupa modernDani Ibrahim
 
Apresiasi keunikan karya seni rupa modern
Apresiasi keunikan karya seni rupa modernApresiasi keunikan karya seni rupa modern
Apresiasi keunikan karya seni rupa modernDani Ibrahim
 
Laporan hasil membaca revisi
Laporan hasil membaca revisiLaporan hasil membaca revisi
Laporan hasil membaca revisiDani Ibrahim
 
Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01
Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01
Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01Dani Ibrahim
 
Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02
Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02
Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02Dani Ibrahim
 

More from Dani Ibrahim (20)

Apresiasi seni rupa modern dan kontemporer
Apresiasi seni rupa modern dan kontemporerApresiasi seni rupa modern dan kontemporer
Apresiasi seni rupa modern dan kontemporer
 
Makalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporerMakalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporer
 
Karya tulis seni rupa modern
Karya tulis seni rupa modernKarya tulis seni rupa modern
Karya tulis seni rupa modern
 
Makalah senrup2
Makalah senrup2Makalah senrup2
Makalah senrup2
 
Seni patung
Seni patungSeni patung
Seni patung
 
Makalah seni rupa tradisional
Makalah seni rupa tradisionalMakalah seni rupa tradisional
Makalah seni rupa tradisional
 
Makalah
MakalahMakalah
Makalah
 
Latar belakang kemunculan seni rupa modern
Latar belakang kemunculan seni rupa modernLatar belakang kemunculan seni rupa modern
Latar belakang kemunculan seni rupa modern
 
Aliran aliran seni rupa
Aliran aliran seni rupaAliran aliran seni rupa
Aliran aliran seni rupa
 
Makalah apresiasi karya seni rupa modern
Makalah apresiasi karya seni rupa modernMakalah apresiasi karya seni rupa modern
Makalah apresiasi karya seni rupa modern
 
Lapora nnya ute
Lapora nnya uteLapora nnya ute
Lapora nnya ute
 
Seni rupa modern dan kontemporer
Seni rupa modern dan kontemporerSeni rupa modern dan kontemporer
Seni rupa modern dan kontemporer
 
Ibrani
IbraniIbrani
Ibrani
 
Intisari
IntisariIntisari
Intisari
 
Pekembangan karya seni rupa modern
Pekembangan karya seni rupa modernPekembangan karya seni rupa modern
Pekembangan karya seni rupa modern
 
Apresiasi keunikan karya seni rupa modern
Apresiasi keunikan karya seni rupa modernApresiasi keunikan karya seni rupa modern
Apresiasi keunikan karya seni rupa modern
 
Tugas seni rupa
Tugas seni rupaTugas seni rupa
Tugas seni rupa
 
Laporan hasil membaca revisi
Laporan hasil membaca revisiLaporan hasil membaca revisi
Laporan hasil membaca revisi
 
Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01
Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01
Sman1x 1asteroid-110901012800-phpapp01
 
Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02
Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02
Sistem reproduksi-pada-manusia-120905032259-phpapp02
 

Laporan hasil baca yuuyyuyuuuyyuyu

  • 1. LAPORAN HASIL MEMBACA BUKU UNTUK MEMENUHI TUGAS BAHASA INDONESIA DISUSUN OLEH: DANI IBRAHIM NIS 121310008 KELAS XII IPA 1 SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUMBER Jalan Sunan Malik Ibrahim 4 Sumber Kabupaten Cirebon 2014-2015
  • 2. LAPORAN Hasil Membaca Buku Judul Buku : Majalah Astronomi Penulis : Iman Santosa Penerbit : - Tahun terbit : 2013 Kota terbit : Bandung Jumlah halaman : 28 lembar
  • 3. ISI LAPORAN Pendahuluan Latar Belakang Astromi merupakan salah satu ilmu tertua pada peradaban manusia, hal ini karena astronomi adalah ilmu alam yang tidak membutuhkan laboratorium dan dunia inilah laboratoriumnya itu. Sejak zaman dahulu manusia sangatlah tertarik pada keindahan langit dan banyak orang yang penasaran pada cerita tersembunyi dari bintang-bintang yang bersinar terang. Dengan kemajuan zaman, kini manusia tidak hanya dapat mengamati dengan mata telanjang, akan tetapi sekarang sudah banyak perangkat yang dapat membantu manusia melampaui batas penglihatannya. Dan yang lebih menakjubkan adalah kita tidak hanya dapat mengamati langit luas, bahkan pada zaman sekarang manusia pun dapat pergi keluar angkasa. Oleh karena itu saya memilih “majalah astronomi” ini, agar dapat berbagi ilmu dan tentunya menarik minat para pembaca. Tujuan 1. Mengetahui tips mengamati langit malam 2. Mengetahui apa itu voyager 3. Mengetahui apa itu Bosson Higgs 4. Mengetahui apa itu supernova
  • 4. RINGKASAN ISI BUKU BAB 1 Tips Mengamati Langit Malam a. Kenali langit malam Jika kita ingin mengamati langit, maka tentu saja kita perlu mengenal langit. Peta langit merupakan perangkat yang dapat membantu kita mengenali langit, peta langit merupakan sebuah piringan yang dapat diputar dan kedua sisinya berisi gambar posisi bintang-bintang dan rasi bintang. Cara menggunakannya cukup sederhana, yaitu dengan mencocokkan tanggal pengamatan dengan waktu pengamatan hingga berimpit. Penggunaan peta ini tidak dapat menggambarkan secara tepat posisi Matahari, planet, serta satelit alami dari sebuah planet pada waktu tertentu. Hal ini disebabkan kedudukannya selalu berpindah-pindah di lautan bintang. b. Lokasi pengamatan dan waktu pengamatan Lokasi pengamatan bintang yang baik adalah daerah dengan polusi cahaya minimum. Hal ini karena cahaya bintang amatlah redup sehingga mudah terkalahkan oleh terangnya cahaya lampu diperkotaan. Selain itu kita juga harus mengamati cuaca pada lokasi yang akan kita jadikan tempat pengamatan. c. Binokuler dan teleskop Tidak semua fenomena astronomi dapat diamati dengan mata telanjang, oleh karena itu kita membutuhkan diantaranya alat optik yang dapat membantu kinerja mata kita adalah binokuler dan teleskop tentunya. d. Cek kebutuhan Ada baiknya sebelum melakukan kegiattan observasi (pengamatan) perlu memeriksa beberapa kebutuhan, seperti: 1. Kompas atau GPS sebagai navigasi arah mata angin 2. Senter (sebaiknya diberi filter warna merah) berdaya kecil untuk membaca peta bintang 3. Buku panduan observasi, daftar katalog objek langit 4. Alat optik (binokuler, teleskop) 5. Kamera atau alat dokumentasi lainnya 6. Makanan dan minuman hangat 7. Pakaian dan jaket untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. BAB 2 Voyager a. Apa yang itu voyager? Pada tahun 1977, para peneliti antariksa tekah mengembangkan program. Program tersebut adalah peluncuran wahana Voyager 1 dan Voyager 2. Tugas Voyager adalah seperti kurir. Wahana ini dikirim untuk berkelana ke angkasa raya sambil membawa berbagai informasi dan pesan dari Bumi dan sebaliknya. Pesan yang terekam dalam piringan itu antara lain berupa kumpulan gambar, rekaman suara alam seperti desir angin, gemuruh guntur. Piringan juga berisi berisi ucapan persahabatan dari Bumi, ucapan persahabatan ini terdiri dari 55 bahasa yang
  • 5. berbeda, termasuk bahasa yang pernah digunakan 6 ribu tahun lalu di Sumeria. Untuk menunjukan peradaban Bumi, direkam pula berbagai musik dari penjuru dunia. Salah satu musik yang direkam adalah gamelan Jawa berjudul Ketapang Puspawarna yang merupakan karya Mangkunegara IV. b. Seberapa cepatkah Voyager? Melesat dengan kecepatan lebih dari 500 juta kilomter per tahun, Voyager 1 kini berjarak sekitar 123,7 kali dari jarak Bumi-Matahari. Atau jika diukur dengan kecepatan cahaya setara dengan kira-kira 16.5 jam. Sedangkan Voyager 2 hanya 13.5 jam cahaya dari Bumi kita. BAB 3 Bosson Higgs a. Mencari Bosson Higgs Cara mecari Bosson Higgs adalah dengan menabrakan sejumlah besar proton. Apabila dua buah proton saling bertumbukan, mereka akan pecah menjadi zarah-zarah penyusunnya yaitu quark dan gluon. Dua buah gluon dapat menyatu membentuk Cara mecari Bosson Higgs. Akan tetapi usia Bosson Higgs sangat pendek. Bosson Higgs. Dalam sekejap Bosson Higgs langsung meluruh menjadi zarah lain. BAB 4 Era Kosmologi Presisi a. Perkembangan kosmologi Kosmologi adalah ilmu mengenai konsep dan pembentukan semesta. Perkembangan kosmologi dibagi dalam 6 periode yaitu : 1. Periode Awal (1907-1927) 2. Periode Perkembangan (1927-1945) 3. Periode Konsolidasi (1945-1965) 4. Periode Penerimaan (1965-1980) 5. Periode Pemekaran (1980-1998) 6. Periode Presisi (1998-sekarang) b. Dua pilar kosmologi relavistik Periode awal adalah periode peletakan dasar-dasar kosmologi relavistik. Kosmologi relavistik dibangun dengan dua pilar utama yaitu: prinsip kosmologi dan teori relativitas umum Einstein. Prinsip kosmologi mengatakan bahwa alam semesta berda dalam keadaan homogen dan isotropi. Homogen artinya dari manapun kita memandang alam semesta, kita akan melihat dan mengamati hal yang sama. Sedangkan isotropi artinya ke arah manapun kita memandang alam semesta, maka kita akan mengamati hal yang sama. Prinsip kosmolodi ini pada intinya mengatakan tidak ada tempat istimewa di alam semesta. Pilar yang kedua, teori relativitas umum Einstein, menggambarkan gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu. Antara ruang-waktu dan massa-energi terdapat hubungan saling mempengaruhi, dimana distribusi massa-energi menentukan bentuk kelengkungan ruang-waktu dan kelengkungan ruang-waktu mendikte bagaimana massa-energi di dalamnya.
  • 6. c. Penemuan Hubble Edwin Powel Hubble melakukan pengamatan ekstragalaksi dan akhirnya menemukan hukum Redshift-Distance galaksi atau lebih dikenal dengan hukum hubble. Penemuan Hubble memperkuat model matematis yang dua tahun lalu sudah diramalkan secara teori oleh lemaitre. Penemuan hukum Hubble ini diabadikan dengan dicetuskannya konstanta Hubble serta diciptkannya teleskop yang dikirim ke luar Bumi dengan nama teleskop Hubble. d. Periode Presisi Dalam periode inilah ditemukannya dark energy, yang ternyata merupakan komponen utsma alam smemesta kita. Keberadaan dark energy ini terdeteksi melalui pengamatan supernova tahun 1998, yang menunjukkan alam semesta kita sedang pengembangan dipercepat. BAB 5 Memeta Langit Dengan Radio a. Teleskop radio astronomi Kelemahan teleskop optik adalah tentu saja buta akan gelombang radio. Karena itu kita butuh teleskop radio. Kelebihan teleskop radio adalah dapat mendeteksi objek yang terhalang kabut antar bintang, jadi jenis telekop optik dan teleskop radio saling melengkapi dalam observasi astronomi. Teleskop optik terbesar saat ini berdiameter 10 meter, yaitu teleskop kekc, Mauna Kea, di Hawai. Dan teleskop radio terbesar saat ini dapat ditemukan di Arecibo, Puerto Rico, dengan garis tengah 305 meter. b. Square kilometre array (SKA) Dengan teleskop radio terbesar saat ini dengan garis tengah 305 itu dianggap kurang, karena belum bisa menjangkau pelosok semesta yang sangat jauh dan terpencil. Oleh karena itu para peneliti astronomi membangun sebuah proyek SKA. SKA merupakan proyek kerjasama banyak negara. Jaringan SKA akan terdiri dari 3 ribu antena parabola bergaris tengah 15 meter dan puluhan ribu antena penerima gelombang radio dan direncanakan akan membentuk pola spiral yang merentang sampai 3000 kilometer jauhnya. Jika sudah selesai, maka teleskop ini setara dengan teleskop raksasa yang mempunyai daya pisah berdiameter 3000 kilometer. Diharapkan proyek SKA ini akan membantu para astronom mengembangkan astronomi dan pengetahuan yang bermanfaat untuk yang lain. BAB 7 Mengenal Astronomi Amatir a. Astronom amatir biasanya dikaitkan dengan aktivitas pengamatan langit malam Astronom amatir adalah orang yang suka mengamati fenomena alam, terutama pada malam hari. Salah satu cabang astronomi amatir yang paling populer adalah astrofotografi yang melibatkan pemotretan langit malam, benda-benda langit seperti bulan, Matahari, gugus bintang, galaksi dan nebula serta berbagai macam fenomena astronomi lainnya seperti gerhana bulan, gerhana ma eee7tahari, dan hujan meteor. Kesenangan yang didapatkan oleh para astronom amatir sangatlah banyak seperti dapat menikmati indahnya semesta serta mengamati fenomenanya dengan biaya yang tidak mahal. BAB 8 Musim Panas Mengancam Observatorium a. Musim panas di Australia sering mendatangkan ancaman bahaya kebakaran Dengan suhu 400 C biasanya dengan mudah dapat mengakibatkan percikan api. Awal tahun 2013 saja kebakaran sudah terjadi di taman nasional warrumbungle, new south wales dan
  • 7. menghanguskan area seluas 40 ribu hektar dan merusak semua yang ada disana. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah ditengah taman tersebut terdapat observatorium astronomi. BAB 9 Supernova a. Pernahkah anda mendengar istilah supernova? Nova memiliki arti ”bintang baru”, istilah supernova berarti kemunculan bintang baru secara tiba-tiba. Padahal bukan kemunculannya yang tiba-tiba, melainkan bintang itu terang secara tiba-tiba. Kemungkinan yang menyebabkan bintang terang secara tiba-tiba adalah karena bintang itu meledak. Proses terjadinya supernova bisa terjadi karena beberapa sebab. Pertama, karena evolusi bintang bermassa besar memasuki tahap akhir.energi yang dilepaskan oleh ledakan supernova yang berlangsung singkat itu setara dengan jumlah energi yang dipancarkan oleh Matahari selama milyaran tahun. Penyebab yang kedua adalah ledakan bintang katai putih. Bintang katai putih adalah bintang yang berukuran kecil, hanya sebesar planet, tapi temperaturnya sangat tinggi dan massanya setara massa Matahari. Satu sendok teh materi bintang katai putih bisa bermassa beberapa ton. Meledaknya bintang katai putih terjadi jika bintang katai putih dekat dengan sistem bintang lain sehingga massa bintang yang lain tersedot sedikit demi sedikit oleh bintang katai putih dan saat bintang katai putih tidak mampu menampung masssa bintang lain lagi maka ledakan pun terjadi.
  • 8. Tanggapan terhadap isi buku: Buku ini sangat banyak manfaatnya dan menarik sekali untuk dibaca, tapi akan lebih menarik lagi jika bisa ditambahkan beberapa sejarah istilah bintang (rasi bintang) atau mitologinya, hal ini mungkin dapat lebih menarik minat baca. Buku juga akan lebih menarik jika dilengkapi dengan ilustrasi dan juga beberapa ilmu astronomi terapan yang dapat digunakan para pembaca saat mengamati malam. Simpulan: Astronomi adalah ilmu alam yang sungguh luas, dan juga bisa memberikan berbagai fenomena yang sangat indah. Tidak hanya belajar dan mendapatkan ilmu, tapi kita juga dapat memanjakan mata kita dengan hal-hal yang luarbiasa indah. Astronomi tidak memelurkan tempat khusus, karena dunia inilah laboratorium astronomi itu sendiri. Belajar astronomi bermafaat dan menambah pengetahuan serta memperingatkan pada kita agar selalu bersyukur atas segala apa yang tuhan telah ciptakan. Cirebon,11 September 2014 Pembaca DANI IBRAHIM