Oleh : Sarwanto
Aturan teknik gambar mesin
dan tanda pengerjaan
Pengetahuan
Prinsip-prinsip penunjukan ukuran,
Contoh-contoh Penunjukan Ukuran,
Macam-macam Proyeksi, Ulir,
Kebijakan Gambar Teknik di Industri,
Simbol-simbol , Jenis-jenis Gambar
Potongan dan arsiran
Ketrampilan Latihan Menggambar Potongan
Sikap Kerja
Cermat dan teliti dalam menganalisis
data;
Taat asas dalam mengaplikasikan
langkah-langkah, panduan, dan
pedoman yang dilakukan dalam
menyusun tahapan penyajian;
Berpikir analitis serta evaluatif waktu
melakukan analisis.
Hal yang diperlukan :
Prinsip-Prinsip
Penunjukan Ukuran
• Ukuran satuannya sama
• ditempatkan pada Pandangan
yang jelas
• Garis ukuran dengan garis
tipis
• Garis ukuran sebaiknya tidak
berpotongan
• Ukuran sebaiknya tidak
berulang-ulang
• Ujung anak panah harus
menyinggung garis bantu ukuran.
• Angka ukuran sebaiknya
ditempatkan di tengah-tengah dan
di atas garis ukuran.
• Angka ukuran harus ditempatkan
sedemikian rupa sehingga dapat
dibaca dari bawah gambar (untuk
garis ukuran horizontal) dan dari
sebelah kanan gambar (untuk garis
ukuran vertikal).
Ukuran Permukaan
ke Permukaan
Ukuran Permukaan
ke Garis Sumbu
Contoh Penunjukan Ukuran
Ukuran Diameter
Lingkaran
Ukuran
Radius/Jari-jari
Ukuran-ukuran
Vertikal
Ukuran-ukuran
Mendatar
Ukuran Bantu
(Ditulis di dalam
kurung)
Ukuran Sistem
Berantai/Seri
Ukuran
Kombinasi
Macam-Macam Proyeksi
1. Proyeksi Piktorial
Proyeksi piktorial adalah cara menampilkan gambar benda yang mendekati
bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi, dengan pandangan
tunggal.
Aksonometri
Proyeksi gambar dimana bidang-
bidang atau tepi benda dimiringkan
terhadap bidang proyeksi, maka tiga
muka dari benda tersebut akan terlihat
serentak dan memberikan gambaran
bentuk benda
Isometri
Proyeksi isometri menyajikan benda
dengan tepat, karena panjang garis
pada sumbu-sumbunya
menggambarkan panjang sebenarnya
Dimetri
Proyeksi dimetri merupakan
penyempurnaan dari gambar
isometri, dimana garis-garis
yang tumpang-tindih yang
terdapat pada gambar isometri,
pada gambar dimetri tidak
kelihatan lagi.
Trimetri
Proyeksi trimetri merupakan
proyeksi yang berpatokan
kepada besarnya sudut antara
sumbu-sumbu (x,y,z) dan
panjang garis sumbu-sumbu
tersebut.
Miring
(Oblique)
Proyeksi miring merupakan
proyeksi gambar dimana garis-
garis proyeksi tidak tegak lurus
bidang proyeksi, tetapi
membentuk sudut sembarang
(miring)
Perspekstif
Merupakan gambar piktorial yang
terbaik kesan visualnya, tetapi cara
penggambarannya sangat sulit dan
rumit, apalagi untuk menggambar
bagian-bagian yang rumit dan
kecil.
Ada 3 Jenis :
1) Perspektif dengan satu titik
hilang.
2) Perspektif dengan dua titik
hilang.
3) Perspektif dengan tiga titik
hilang
2. Proyeksi Ortogonal
Proyeksi ortogonal dapat memberikan informasi yang lengkap tentang
bentuk dan ukuran gambar dalam beberapa pandangan (atas, bawah,
kiri, kanan, depan dan belakang).
Kuadran I
(Eropa)
Proyeksi yang letak
bidangnya terbalik
dengan arah
pandanganya
Kuadaran III
(Amerika)
Proyeksi Amerika
merupakan proyeksi
yang letak bidangnya
sama dengan arah
pandanganya
SIMBOL PROYEKSI
Untuk membedakan proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika,
perlu diberi lambang proyeksi. Dalam standard ISO (ISO/DIS 128),
telah ditepkan bahwa cara kedua proyeksi boleh dipergunakan.
Dalam sebuah gambar tidak diperkenankan terdapat gambar
dengan menggunakan kedua proyeksi secara bersamaan. Simbol
proyeksi ditempatkan disisi kanan bawah kertas gambar
Jenis-Jenis Gambar Potongan
1. Potongan
Penuh
2. Potongan
Separuh
3. Potongan
Sebagian
Gambar Potongan
4. Potongan
Putar
5. Potongan
Bercabang
atau Meloncat
Toleransi
A. Toleransi umum
adalah toleransi yang mengikat beberapa ukuran dasar
Perbedaan antara penyimpangan atas dan penyimpangan bawah
B. Toleransi khusus
adalah toleransi yang mewakili ukuran dasar dengan toleransi tersebut
dicantumkan
Toleransi
Khusus
Toleransi
Umum
3. Toleransi ISO
Toleransi ISO (International Organization for Standardization) yang
menggunakan huruf dan angka toleransi dengan mengikuti ketentuan
sebagai berikut :
a) Suhu ruang pengukuran diseragamkan yaitu 20’C
b) Terdapat dua klasifikasi, yaitu :
- Golongan lubang, antara lain lebar alur pasak, lebar alur slot,lubang untuk
pena
- Golongan poros, antara lain poros, pasak slot
Toleransi ISO
Toleransi berpasangan/ suaian/fits
Terdapat dua sistem suaian yaitu
a. sistem basis lubang
Pada sistem ini, daerah H dijadikan patokan dengan
dasar bahwa penyimpangan bawahnya sama dengan
nol, daerah toleransi poros diatur menurut suaian yang
direncanakan.
b. sistem basis poros.
Suaian sistem poros menggunakan daerah h
sebagai patokan, mengingat penyimpangan atasnya
sama dengan nol, daerah toleransi lubang diatur menurut
suaian yang direncanakan
Dua bagian benda dari golongan lubang dan poros yang
mempunyai ukuran dasar sama dipasangkan
1. Suaian longgar (clearance fits),
setelah dipasang selalu ada celah (clearance) karena lubang lebih besar dari
poros.
2. Suaian paksa (sesak/interference fits),
harus dipasang dengan cara paksa (dipres) karena poros lebih besar dari
lubang (terdapat kesesakan).
3. Suaian transisi (tidak tentu/transition fits),
kemungkinan terjadi suaian longgar atau suaian paksa, tergantung dari
ukuran sesungguhnya, setelah benda kerja dibuat.
Tiga jenis suaian :
Penyajian Toleransi
Penulisan Toleransi Menurut ISO
Penulisan Toleransi dengan Angka
Penulisan Toleransi Simetri
Penulisan Ukuran Maksimum dan Minimum
Penulisan Ukuran dengan Satu Batas
Penulisan Satuan Penyimpangan
Penulisan Toleransi pada Gambar Susunan
Penulisan Toleransi Ukuran Sudut
Tanda Pengerjaan dan Harga
Kekasaran
Harga kekasaran permukaan yang lazim digunakan pada
gambar kerja merupakan harga kekasaran rata-rata
(Ra/roughness arithmatic).
Alat pembanding harga kekasaran adalah rough tes
a : Harga kekasaran (Ra),dengan lambang
b : Cara produksi
c : Kelebihan ukuran untuk proses berikutnya
d : Arah alur bekas pengerjaan
e : Panjang contoh
f : Harga kekasaran contoh (dalam kurung)
Tanda Pengerjaan dan Harga Kekasaran
Lambang Pengerjaan untuk Semua Proses
Lambang Pengerjaan dengan Mesin
Lambang Pengerjaan tanpa Tatal
Lambang Kekasaran Minimum dan Maksimum
Proses Pengerjaan
Kelebihan Ukuran untuk Proses Selanjutnya
Arah alur bekas pengerjaan yang diinginkan
Penyajian pada Gambar
Penempatan
Lambang
Kondisi
Permukaan
Umum
Penyajian Lambang
Umum dan Khusus
Lambang untuk Permukaan yang
Dikerjakan Khusus
Penyederhanaan
Toleransi Geometri
adalah penyimpangan bentuk benda kerja
yang diizinkan apabila dibandingkan
dengan bentuk yang dianggap ideal,
Toleransi bentuk
Toleransi posisi
adalah penyimpangan posisi yang
diizinkan terhadap posisi
yang digunakan sebagai patokan (datum
feature).
Penyajian pada Gambar Kerja
Patokan dan bagian yang
ditoleransi
Penerapan ukuran
dalam kotak
Patokan/Datum
Lambang Toleransi Geometri
Pemakaian Toleransi
Geometri pada Gambar Kerja
Gambar Pengelasan
Gambar pengelasan ditunjukkan dengan lambang.Masing-masing simbol
harus disertai dengan harga tertentu untuk menyatakan ukurannya
Tampak Sebenarnya Pada Gambar Kerja
Lambang las lengkap
Keterangan :
1= ukuran dasar penampang potong las
2= panjang pengelasan
3= lambang las (biasanya sesuai kampuh/lihat tabel
standar)
4= lambang untuk pengelasan sekeliling benda kerja
5= informasi lain yang perlu, misalkan proses pengelasan
(dengan kode angka)
6= anak panah dan garis penunjuk (garis tipis kontinyu)
7= lambang untuk pengelasan di lapangan (jarang
dicantumkan)
Letak lambang
Proyeksi Eropa Proyeksi Amerika
Lambang untuk Permukaan Las
Ukuran Panjang
Pengelasan
Pengelasan Sepanjang Benda
Kerja memanjang
Pengelasan
Sepanjang Benda
Kerja memutar
Gambar Susunan
merupakan gambar lengkap dari suatu alat/mesin, gabungan
dari gambar bagian yang terpasang
Semua bagian yang perlu diperlihatkan dengan jelas, diberi nomor melalui garis
petunjuk (garis tipis kontinu), diinformasikan pula daftar bagiannya dalam kepala
gambar dengan urutan sebagai berikut:
(a) Bagian-bagian berukuran besar yang harus dibuat
(b) Bagian-bagian berukuran lebih kecil yang harus dibuat
(c) Bagian-bagian standar yang dimodifikasi
(d) Bagian-bagian standar yang dibeli.
Ukuran utama harus dicantumkan pada kolom ukuran yang tersedia.
(a) Untuk bahan asal balok: tebal x lebar x panjang, misalkan 10 x 20 x 50
(b) Untuk bentuk silindris : diameter terbesar x panjang, misalkan f20 x 40
(c) Untuk baja profil: lambang diikuti ukuran – panjang, misalkan L60.60.6-2000
Contoh Gambar Susunan
Gambar Bagian (Detail)
adalah gambar dari setiap komponen yang akan dibuat/dibeli,
bagian dari suatu gambar susunan atau suatu konstruksi
Satu gambar bagian sebaiknya digambar dalam satu lembar kertas kecuali :
• Jika dua komponen atau lebih harus dikerjakan dalam satu mesin atau
berpasangan, antara lain punch and die.
• Beberapa komponen yang disambung dengan pengelasan dan hasilnya
dianggap menjadi satu bagian
Komponen standar atau komponen yang akan dibeli seperti baut inbus tidak
perlu digambar, kecuali jika komponen tersebut akan diubah (dimodifikasi),
bagian yang dimodifikasi tersebut harus digambarkan untuk keperluan
pengerjaan modifikasi, sedangkan bentuk aslinya digambarkan dengan garis
rantai titik ganda tipis
Contoh Gambar Detail

Modul Teknik gambar manufaktur 2018

  • 1.
    Oleh : Sarwanto Aturanteknik gambar mesin dan tanda pengerjaan
  • 2.
    Pengetahuan Prinsip-prinsip penunjukan ukuran, Contoh-contohPenunjukan Ukuran, Macam-macam Proyeksi, Ulir, Kebijakan Gambar Teknik di Industri, Simbol-simbol , Jenis-jenis Gambar Potongan dan arsiran Ketrampilan Latihan Menggambar Potongan Sikap Kerja Cermat dan teliti dalam menganalisis data; Taat asas dalam mengaplikasikan langkah-langkah, panduan, dan pedoman yang dilakukan dalam menyusun tahapan penyajian; Berpikir analitis serta evaluatif waktu melakukan analisis. Hal yang diperlukan :
  • 3.
    Prinsip-Prinsip Penunjukan Ukuran • Ukuransatuannya sama • ditempatkan pada Pandangan yang jelas • Garis ukuran dengan garis tipis • Garis ukuran sebaiknya tidak berpotongan • Ukuran sebaiknya tidak berulang-ulang • Ujung anak panah harus menyinggung garis bantu ukuran. • Angka ukuran sebaiknya ditempatkan di tengah-tengah dan di atas garis ukuran. • Angka ukuran harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dari bawah gambar (untuk garis ukuran horizontal) dan dari sebelah kanan gambar (untuk garis ukuran vertikal).
  • 4.
    Ukuran Permukaan ke Permukaan UkuranPermukaan ke Garis Sumbu Contoh Penunjukan Ukuran Ukuran Diameter Lingkaran
  • 5.
  • 6.
    Ukuran Bantu (Ditulis didalam kurung) Ukuran Sistem Berantai/Seri Ukuran Kombinasi
  • 7.
    Macam-Macam Proyeksi 1. ProyeksiPiktorial Proyeksi piktorial adalah cara menampilkan gambar benda yang mendekati bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi, dengan pandangan tunggal. Aksonometri Proyeksi gambar dimana bidang- bidang atau tepi benda dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka tiga muka dari benda tersebut akan terlihat serentak dan memberikan gambaran bentuk benda Isometri Proyeksi isometri menyajikan benda dengan tepat, karena panjang garis pada sumbu-sumbunya menggambarkan panjang sebenarnya
  • 8.
    Dimetri Proyeksi dimetri merupakan penyempurnaandari gambar isometri, dimana garis-garis yang tumpang-tindih yang terdapat pada gambar isometri, pada gambar dimetri tidak kelihatan lagi. Trimetri Proyeksi trimetri merupakan proyeksi yang berpatokan kepada besarnya sudut antara sumbu-sumbu (x,y,z) dan panjang garis sumbu-sumbu tersebut.
  • 9.
    Miring (Oblique) Proyeksi miring merupakan proyeksigambar dimana garis- garis proyeksi tidak tegak lurus bidang proyeksi, tetapi membentuk sudut sembarang (miring) Perspekstif Merupakan gambar piktorial yang terbaik kesan visualnya, tetapi cara penggambarannya sangat sulit dan rumit, apalagi untuk menggambar bagian-bagian yang rumit dan kecil. Ada 3 Jenis : 1) Perspektif dengan satu titik hilang. 2) Perspektif dengan dua titik hilang. 3) Perspektif dengan tiga titik hilang
  • 10.
    2. Proyeksi Ortogonal Proyeksiortogonal dapat memberikan informasi yang lengkap tentang bentuk dan ukuran gambar dalam beberapa pandangan (atas, bawah, kiri, kanan, depan dan belakang). Kuadran I (Eropa) Proyeksi yang letak bidangnya terbalik dengan arah pandanganya Kuadaran III (Amerika) Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandanganya
  • 11.
    SIMBOL PROYEKSI Untuk membedakanproyeksi Eropa dan proyeksi Amerika, perlu diberi lambang proyeksi. Dalam standard ISO (ISO/DIS 128), telah ditepkan bahwa cara kedua proyeksi boleh dipergunakan. Dalam sebuah gambar tidak diperkenankan terdapat gambar dengan menggunakan kedua proyeksi secara bersamaan. Simbol proyeksi ditempatkan disisi kanan bawah kertas gambar
  • 12.
    Jenis-Jenis Gambar Potongan 1.Potongan Penuh 2. Potongan Separuh 3. Potongan Sebagian Gambar Potongan
  • 13.
  • 14.
    Toleransi A. Toleransi umum adalahtoleransi yang mengikat beberapa ukuran dasar Perbedaan antara penyimpangan atas dan penyimpangan bawah
  • 15.
    B. Toleransi khusus adalahtoleransi yang mewakili ukuran dasar dengan toleransi tersebut dicantumkan Toleransi Khusus Toleransi Umum
  • 16.
    3. Toleransi ISO ToleransiISO (International Organization for Standardization) yang menggunakan huruf dan angka toleransi dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut : a) Suhu ruang pengukuran diseragamkan yaitu 20’C b) Terdapat dua klasifikasi, yaitu : - Golongan lubang, antara lain lebar alur pasak, lebar alur slot,lubang untuk pena - Golongan poros, antara lain poros, pasak slot Toleransi ISO
  • 17.
    Toleransi berpasangan/ suaian/fits Terdapatdua sistem suaian yaitu a. sistem basis lubang Pada sistem ini, daerah H dijadikan patokan dengan dasar bahwa penyimpangan bawahnya sama dengan nol, daerah toleransi poros diatur menurut suaian yang direncanakan. b. sistem basis poros. Suaian sistem poros menggunakan daerah h sebagai patokan, mengingat penyimpangan atasnya sama dengan nol, daerah toleransi lubang diatur menurut suaian yang direncanakan Dua bagian benda dari golongan lubang dan poros yang mempunyai ukuran dasar sama dipasangkan
  • 18.
    1. Suaian longgar(clearance fits), setelah dipasang selalu ada celah (clearance) karena lubang lebih besar dari poros. 2. Suaian paksa (sesak/interference fits), harus dipasang dengan cara paksa (dipres) karena poros lebih besar dari lubang (terdapat kesesakan). 3. Suaian transisi (tidak tentu/transition fits), kemungkinan terjadi suaian longgar atau suaian paksa, tergantung dari ukuran sesungguhnya, setelah benda kerja dibuat. Tiga jenis suaian :
  • 19.
    Penyajian Toleransi Penulisan ToleransiMenurut ISO Penulisan Toleransi dengan Angka Penulisan Toleransi Simetri Penulisan Ukuran Maksimum dan Minimum
  • 20.
    Penulisan Ukuran denganSatu Batas Penulisan Satuan Penyimpangan Penulisan Toleransi pada Gambar Susunan Penulisan Toleransi Ukuran Sudut
  • 22.
    Tanda Pengerjaan danHarga Kekasaran Harga kekasaran permukaan yang lazim digunakan pada gambar kerja merupakan harga kekasaran rata-rata (Ra/roughness arithmatic). Alat pembanding harga kekasaran adalah rough tes
  • 23.
    a : Hargakekasaran (Ra),dengan lambang b : Cara produksi c : Kelebihan ukuran untuk proses berikutnya d : Arah alur bekas pengerjaan e : Panjang contoh f : Harga kekasaran contoh (dalam kurung)
  • 25.
    Tanda Pengerjaan danHarga Kekasaran Lambang Pengerjaan untuk Semua Proses Lambang Pengerjaan dengan Mesin Lambang Pengerjaan tanpa Tatal Lambang Kekasaran Minimum dan Maksimum Proses Pengerjaan Kelebihan Ukuran untuk Proses Selanjutnya
  • 26.
    Arah alur bekaspengerjaan yang diinginkan
  • 27.
    Penyajian pada Gambar Penempatan Lambang Kondisi Permukaan Umum PenyajianLambang Umum dan Khusus Lambang untuk Permukaan yang Dikerjakan Khusus Penyederhanaan
  • 28.
    Toleransi Geometri adalah penyimpanganbentuk benda kerja yang diizinkan apabila dibandingkan dengan bentuk yang dianggap ideal, Toleransi bentuk Toleransi posisi adalah penyimpangan posisi yang diizinkan terhadap posisi yang digunakan sebagai patokan (datum feature).
  • 29.
    Penyajian pada GambarKerja Patokan dan bagian yang ditoleransi Penerapan ukuran dalam kotak Patokan/Datum
  • 30.
    Lambang Toleransi Geometri PemakaianToleransi Geometri pada Gambar Kerja
  • 31.
    Gambar Pengelasan Gambar pengelasanditunjukkan dengan lambang.Masing-masing simbol harus disertai dengan harga tertentu untuk menyatakan ukurannya Tampak Sebenarnya Pada Gambar Kerja Lambang las lengkap Keterangan : 1= ukuran dasar penampang potong las 2= panjang pengelasan 3= lambang las (biasanya sesuai kampuh/lihat tabel standar) 4= lambang untuk pengelasan sekeliling benda kerja 5= informasi lain yang perlu, misalkan proses pengelasan (dengan kode angka) 6= anak panah dan garis penunjuk (garis tipis kontinyu) 7= lambang untuk pengelasan di lapangan (jarang dicantumkan)
  • 32.
    Letak lambang Proyeksi EropaProyeksi Amerika Lambang untuk Permukaan Las
  • 33.
    Ukuran Panjang Pengelasan Pengelasan SepanjangBenda Kerja memanjang Pengelasan Sepanjang Benda Kerja memutar
  • 36.
    Gambar Susunan merupakan gambarlengkap dari suatu alat/mesin, gabungan dari gambar bagian yang terpasang Semua bagian yang perlu diperlihatkan dengan jelas, diberi nomor melalui garis petunjuk (garis tipis kontinu), diinformasikan pula daftar bagiannya dalam kepala gambar dengan urutan sebagai berikut: (a) Bagian-bagian berukuran besar yang harus dibuat (b) Bagian-bagian berukuran lebih kecil yang harus dibuat (c) Bagian-bagian standar yang dimodifikasi (d) Bagian-bagian standar yang dibeli. Ukuran utama harus dicantumkan pada kolom ukuran yang tersedia. (a) Untuk bahan asal balok: tebal x lebar x panjang, misalkan 10 x 20 x 50 (b) Untuk bentuk silindris : diameter terbesar x panjang, misalkan f20 x 40 (c) Untuk baja profil: lambang diikuti ukuran – panjang, misalkan L60.60.6-2000
  • 37.
  • 38.
    Gambar Bagian (Detail) adalahgambar dari setiap komponen yang akan dibuat/dibeli, bagian dari suatu gambar susunan atau suatu konstruksi Satu gambar bagian sebaiknya digambar dalam satu lembar kertas kecuali : • Jika dua komponen atau lebih harus dikerjakan dalam satu mesin atau berpasangan, antara lain punch and die. • Beberapa komponen yang disambung dengan pengelasan dan hasilnya dianggap menjadi satu bagian Komponen standar atau komponen yang akan dibeli seperti baut inbus tidak perlu digambar, kecuali jika komponen tersebut akan diubah (dimodifikasi), bagian yang dimodifikasi tersebut harus digambarkan untuk keperluan pengerjaan modifikasi, sedangkan bentuk aslinya digambarkan dengan garis rantai titik ganda tipis
  • 39.