Andreas Dwi Nugroho
Fabiawan Kurnia Santoso
Wilhelmina Kaza Ngongo
Yanuaria Eka Sari
 Jelaskan tentang Teori Perkembangan Anak usia 0-6

tahun !
 Berikan 2 contoh kasusnya !
Perkembangan anak usia dini meliputi beberapa bagian,
yaitu:

1. Perkembangan kemampuan motorik.
Seiring dengan pertumbuhannya, sistem syaraf anak anda
semakin matang. Ada 2 tipe kemampuan motorik. Yang
pertama adalah kemampuan motorik di mana anak anda
mampu menggerakkan bagian tubuhnya yang besar,
seperti tangan dan kaki. Berjalan, berlari, keseimbangan
tubuh dan koordinasi gerak merupakan bentuk
perkembangan anak usia dini pada kemampuan motorik.
Yang perlu dievaluasi pada tahap perkembangan ini adalah
kekuatan otot, kualitas gerakan dan sejauh mana anak
mampu melakukan gerakan
Sedangkan perkembangan kemampuan motorik yang ke
dua adalah kemampuan anak untuk menggerakkan
bagian-bagian kecil dari tubuhnya. Seperti jari tangan, jari
kaki dan mata. Kemampuan motorik ini dapat dilihat dari
kemampuan anak melempar dan menangkap sesuatu,
menggambar maupun meraih benda.
2. Perkembangan fungsi fisik.
Perkembangan anak usia dini pada fungsi fisiknya
mengikuti pola tertentu, diantaranya; perkembangan
bagian tubuh yang besar lebih awal dibandingkan bagian
tubuh yang kecil. Misalnya, perkembangan fungsi tangan
dan kaki lebih dulu dibandingkan jari. Pola selanjutnya
adalah perkembangan bagian-bagian utama tubuh lebih
dahulu dibandingkan bagian lainnya.
Bagian-bagian utama seperti lambung, jantung dan organ inti
lainnya lebih dulu dan lebih kuat dibandingkan perkembangan
fungsi kaki dan tangan. Dan pola yang terakhir adalah dari
bagian atas tubuh menuju bagian bawah. Perkembangan anak
usia dini untuk memfungsikan fisiknya dimulai dari kepala baru
kemudian ke bagian kaki. Inilah sebab mengapa bayi lebih dulu
mampu mengangkat kepalanya dibandingkan berguling.
3. Perkembangan kemampuan kognitif.
Perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan
kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif ini barkaitan
dengan daya ingat, kemampuan menganalisa maupun
kemampuannya memecahkan masalah. Anak usia dini adalah
peneliti kecil, mereka aktif melakukan percobaan dan
menganalisa apa yang ada di sekelilingnya. Di sini dukungan
lingkungan untuk menunjang perkembangan kognitif anak
sangat diperlukan. Interaksi yang sehat antara anak dan
lingkungan dapat mengoptimalkan perkembangan kognitifnya.
4. Perkembangan kemampuan berbahasa.
Penelitian menunjukkan bahwa bagaimana cara orang tua
berbicara akan memainkan peran penting dalam
perkembangan kemampuan berbahasa pada anak. para
peneliti meyakini bahwa penggunaan bahasa ibu akan
memudahkan anak untuk belajar bahasa lebih cepat.
Awalnya anak hanya mampu mengoceh, kemudian dia
mulai bisa mengucapkan sebuah kata. Dengan terus
berlatih, anak anda akan mulai bisa menggabungkan 2
kata, hingga kemudian bisa membuat sebuah kalimat
sederhana. Kemampuan anak berbahasa merupakan
cermin dari kecerdasan anak. Selain dukungan dari orangorang
terdekat
maupun
lingkungan
sekitarnya,
perkembangan anak usia dini perlu didukung pula oleh
suplai nutrisi yang mencukupi. Ini dikarenakan pada masa
perkembangan anak usia dini dibutuhkan zat-zat gizi
penting untuk proses pematangan jaringan tubuhnya dan
untuk menyediakan energi dalam proses anak
bereksplorasi.
 Robert J. Havighurst (1961) mengartikan tugas – tugas

perkembangan itu merupakan suatu hal yang muncul pada
periode tertentu dalam rentang kehidupan individu yang
apabila berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan
dan kesuksesan ke tugas perkembangan selanjutnya tapi
jika gagal akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada
individu yang bersangkutan dan kesulitan – kesulitan
dalam menuntaskan tugas berikutnya.
 Hurlock (1981) menyebut tugas – tugas perkembangan ini
sebagai social expectations yang artinya setiap kelompok
budaya
mengharapkan
anggotanya
menguasai
keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola
perilaku yang disetujui oleh berbagai usia sepanjang
rentang kehidupan.
1. Adapun tugas – tugas perkembangan pada setiap fase

perkembangan (Robert J. Havighurst) sebagai berikut :
Tugas – tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak – kanak (0 – 6
tahun)
 Belajar berjalan.
 Belajar memakan makanan padat.
 Belajar berbicara.
 Belajar buang air kecil dan buang air besar.
 Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
 Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
 Membentuk konsep – konsep (pengertian) sederhana kenyataan
sosial dan alam.
 Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang – orang
disekitarnya.
 Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk, yang berarti
mengembangkan kata hati.
2. Adapun tugas – tugas perkembangan pada setiap fase
perkembangan (Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya
Developmental Psychology ) sebagai berikut :

A. Prenatal, yaitu masa konsepsi anak sampai umur 9 bulan
dikandungan ibu.
B. Masa natal :
 Infancy atau neonatus (dari lahir sampi usia 14 hari),
penyesuaian terhadap lingkungan
 Masa bayi (2 minggu sampai 2 tahun), bayi tidak berdaya dan
sangat tergantung pada lingkungan dan kemudian (karena
perkembangan) anak mulai berusaha menjadi lebih independen.
 Masa anak ( > 2 tahun) Anak belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungan, sehingga dia merasa bahwa dirinya merupakan
bagian dari lingkungan yang ada.
1 Adapun tugas – tugas perkembangan pada setiap fase perkembangan (Charlotte
Buhler dalam bukunya The First Tear Of Life) sebagai berikut :

A. Fase pertama (0 – 1 tahun)
 Belajar menghayati berbagai objek diluar diri sendiri, melatih fungsi –
fungsimotorik.
B. Fase kedua (2 – 4 tahun)
 Belajar mengenal dunia objektif diluar diri sendiri, disertai dengan
penghayatan yang bersifat subjektif. Misalnya anak bercakap – cakap dengan
bonekanya atauberbincang – bincang dan bergurau dengan binatang
kesayangannya.
C. Fase ketiga ( > 5 tahun)
 Belajar bersosialisasi. Anak mulai memasuki masyarakat luas (pergaulan
dengan teman sepermainan (TK) dan sekolah dasar. Menurut Soe’oed (dalam
Ihromi, ed.,1999 : 30) syarat penting untuk berlangsungnya proses sosialisasi
adalah interaksi sosial. A. Gosin (Soe’oed, dalam Ihromi, ed., 1999 : 30) :
sosialisasi adalah proses belajar yang dialami oleh seseorang untuk
memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai – nilai dan norma – norma agar
dia bisa berpartisipasi sebagai anggota dalam masyarakatnya.
 Penakut

Setiap anak memiliki rasa takut, namun jika berlebihan an
tidak wajar maka perlu diperhatikan. Rasa takut anak TK
biasanya pada hewan, gelap, dokter gigi, ketinggian,
monster, lamunan, sekolah, angin topan dll.
 Pemalu
Pemalu
adalah
reaksi
emosional
yang
tidak
menyenangkan, yang timbul pada seseorang, akibatnya
pada penilaian negatif terhadap dirinya sendiri. Tidak
jarang anak mengalami hal seperti ini, oleh karena itu jika
rasa malu itu tumbuh secara berlebihan juga perlu
diperhatikan agar tidak menghambat pertumbuhan anak.
 MASALAH PERILAKU

Masalah Perilaku adalah pola perilaku yang sulit, yang dapat mengancam
hubungan yang normal antara anak dengan orang lain di sekelilingnya.

Masalah perilaku bisa merupakan akibat dari lingkungan, kesehatan, tabiat
atau perkembangan anak.
Masalah perilaku juga bisa timbul akibat hubungan yang tidak harmonis
dengan orang tua, guru maupun pengasuhnya.
Untuk mendiagnosis suatu masalah perilaku, biasanya ditanyakan menganai
kegiatan anak sehari-hari secara kronologis dan menyeluruh. Pembahasan
dipusatkan pada lingkungan yang menyebabkan timbulnya gangguan perilaku
dan perilaku itu sendiri secara terperinci.
Juga dilakukan pengamatan terhadap interaksi antara anak dan orang tua.
Masalah perilaku semakin lama cenderung semakin memburuk karena itu
untuk mencegah progresivitasnya perlu dilakukan pengobatan dini .
Kontak yang lebih positif dan lebih menyenangkan antara orang tua dan anak
dapat meningkatkan harga diri anak dan orang tua. Interaksi yang lebih baik
dapat membantu memecahkan lingkaran setan dari perilaku negatif yang
menyebabkan timbulnya respon negatif.
 http://www.pendidikankarakter.com/membangun




karakter-sejak-pendidikan-anak-usia-dini/
http://www.unicef.org/indonesia/id/UNICEF_Annual
_Report_(Ind)_130731.pdf
http://keluargasehat.wordpress.com/category/tahapa
n-bicara/
https://www.google.com/search?q=usia+06+tahun&espv
Dewi, Rosmala. 2005. Berbagai Masalah Anak Taman
Kanak-Kanak. Jakarta: DepDikNas Dirjen Dikti.
PPT Daspen

PPT Daspen

  • 1.
    Andreas Dwi Nugroho FabiawanKurnia Santoso Wilhelmina Kaza Ngongo Yanuaria Eka Sari
  • 2.
     Jelaskan tentangTeori Perkembangan Anak usia 0-6 tahun !  Berikan 2 contoh kasusnya !
  • 3.
    Perkembangan anak usiadini meliputi beberapa bagian, yaitu: 1. Perkembangan kemampuan motorik. Seiring dengan pertumbuhannya, sistem syaraf anak anda semakin matang. Ada 2 tipe kemampuan motorik. Yang pertama adalah kemampuan motorik di mana anak anda mampu menggerakkan bagian tubuhnya yang besar, seperti tangan dan kaki. Berjalan, berlari, keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak merupakan bentuk perkembangan anak usia dini pada kemampuan motorik. Yang perlu dievaluasi pada tahap perkembangan ini adalah kekuatan otot, kualitas gerakan dan sejauh mana anak mampu melakukan gerakan
  • 4.
    Sedangkan perkembangan kemampuanmotorik yang ke dua adalah kemampuan anak untuk menggerakkan bagian-bagian kecil dari tubuhnya. Seperti jari tangan, jari kaki dan mata. Kemampuan motorik ini dapat dilihat dari kemampuan anak melempar dan menangkap sesuatu, menggambar maupun meraih benda. 2. Perkembangan fungsi fisik. Perkembangan anak usia dini pada fungsi fisiknya mengikuti pola tertentu, diantaranya; perkembangan bagian tubuh yang besar lebih awal dibandingkan bagian tubuh yang kecil. Misalnya, perkembangan fungsi tangan dan kaki lebih dulu dibandingkan jari. Pola selanjutnya adalah perkembangan bagian-bagian utama tubuh lebih dahulu dibandingkan bagian lainnya.
  • 5.
    Bagian-bagian utama sepertilambung, jantung dan organ inti lainnya lebih dulu dan lebih kuat dibandingkan perkembangan fungsi kaki dan tangan. Dan pola yang terakhir adalah dari bagian atas tubuh menuju bagian bawah. Perkembangan anak usia dini untuk memfungsikan fisiknya dimulai dari kepala baru kemudian ke bagian kaki. Inilah sebab mengapa bayi lebih dulu mampu mengangkat kepalanya dibandingkan berguling. 3. Perkembangan kemampuan kognitif. Perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif ini barkaitan dengan daya ingat, kemampuan menganalisa maupun kemampuannya memecahkan masalah. Anak usia dini adalah peneliti kecil, mereka aktif melakukan percobaan dan menganalisa apa yang ada di sekelilingnya. Di sini dukungan lingkungan untuk menunjang perkembangan kognitif anak sangat diperlukan. Interaksi yang sehat antara anak dan lingkungan dapat mengoptimalkan perkembangan kognitifnya.
  • 6.
    4. Perkembangan kemampuanberbahasa. Penelitian menunjukkan bahwa bagaimana cara orang tua berbicara akan memainkan peran penting dalam perkembangan kemampuan berbahasa pada anak. para peneliti meyakini bahwa penggunaan bahasa ibu akan memudahkan anak untuk belajar bahasa lebih cepat. Awalnya anak hanya mampu mengoceh, kemudian dia mulai bisa mengucapkan sebuah kata. Dengan terus berlatih, anak anda akan mulai bisa menggabungkan 2 kata, hingga kemudian bisa membuat sebuah kalimat sederhana. Kemampuan anak berbahasa merupakan cermin dari kecerdasan anak. Selain dukungan dari orangorang terdekat maupun lingkungan sekitarnya, perkembangan anak usia dini perlu didukung pula oleh suplai nutrisi yang mencukupi. Ini dikarenakan pada masa perkembangan anak usia dini dibutuhkan zat-zat gizi penting untuk proses pematangan jaringan tubuhnya dan untuk menyediakan energi dalam proses anak bereksplorasi.
  • 7.
     Robert J.Havighurst (1961) mengartikan tugas – tugas perkembangan itu merupakan suatu hal yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu yang apabila berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan ke tugas perkembangan selanjutnya tapi jika gagal akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada individu yang bersangkutan dan kesulitan – kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya.  Hurlock (1981) menyebut tugas – tugas perkembangan ini sebagai social expectations yang artinya setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui oleh berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
  • 8.
    1. Adapun tugas– tugas perkembangan pada setiap fase perkembangan (Robert J. Havighurst) sebagai berikut : Tugas – tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak – kanak (0 – 6 tahun)  Belajar berjalan.  Belajar memakan makanan padat.  Belajar berbicara.  Belajar buang air kecil dan buang air besar.  Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.  Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.  Membentuk konsep – konsep (pengertian) sederhana kenyataan sosial dan alam.  Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang – orang disekitarnya.  Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk, yang berarti mengembangkan kata hati.
  • 9.
    2. Adapun tugas– tugas perkembangan pada setiap fase perkembangan (Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya Developmental Psychology ) sebagai berikut : A. Prenatal, yaitu masa konsepsi anak sampai umur 9 bulan dikandungan ibu. B. Masa natal :  Infancy atau neonatus (dari lahir sampi usia 14 hari), penyesuaian terhadap lingkungan  Masa bayi (2 minggu sampai 2 tahun), bayi tidak berdaya dan sangat tergantung pada lingkungan dan kemudian (karena perkembangan) anak mulai berusaha menjadi lebih independen.  Masa anak ( > 2 tahun) Anak belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga dia merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari lingkungan yang ada.
  • 10.
    1 Adapun tugas– tugas perkembangan pada setiap fase perkembangan (Charlotte Buhler dalam bukunya The First Tear Of Life) sebagai berikut : A. Fase pertama (0 – 1 tahun)  Belajar menghayati berbagai objek diluar diri sendiri, melatih fungsi – fungsimotorik. B. Fase kedua (2 – 4 tahun)  Belajar mengenal dunia objektif diluar diri sendiri, disertai dengan penghayatan yang bersifat subjektif. Misalnya anak bercakap – cakap dengan bonekanya atauberbincang – bincang dan bergurau dengan binatang kesayangannya. C. Fase ketiga ( > 5 tahun)  Belajar bersosialisasi. Anak mulai memasuki masyarakat luas (pergaulan dengan teman sepermainan (TK) dan sekolah dasar. Menurut Soe’oed (dalam Ihromi, ed.,1999 : 30) syarat penting untuk berlangsungnya proses sosialisasi adalah interaksi sosial. A. Gosin (Soe’oed, dalam Ihromi, ed., 1999 : 30) : sosialisasi adalah proses belajar yang dialami oleh seseorang untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai – nilai dan norma – norma agar dia bisa berpartisipasi sebagai anggota dalam masyarakatnya.
  • 11.
     Penakut Setiap anakmemiliki rasa takut, namun jika berlebihan an tidak wajar maka perlu diperhatikan. Rasa takut anak TK biasanya pada hewan, gelap, dokter gigi, ketinggian, monster, lamunan, sekolah, angin topan dll.  Pemalu Pemalu adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan, yang timbul pada seseorang, akibatnya pada penilaian negatif terhadap dirinya sendiri. Tidak jarang anak mengalami hal seperti ini, oleh karena itu jika rasa malu itu tumbuh secara berlebihan juga perlu diperhatikan agar tidak menghambat pertumbuhan anak.
  • 12.
     MASALAH PERILAKU MasalahPerilaku adalah pola perilaku yang sulit, yang dapat mengancam hubungan yang normal antara anak dengan orang lain di sekelilingnya. Masalah perilaku bisa merupakan akibat dari lingkungan, kesehatan, tabiat atau perkembangan anak. Masalah perilaku juga bisa timbul akibat hubungan yang tidak harmonis dengan orang tua, guru maupun pengasuhnya. Untuk mendiagnosis suatu masalah perilaku, biasanya ditanyakan menganai kegiatan anak sehari-hari secara kronologis dan menyeluruh. Pembahasan dipusatkan pada lingkungan yang menyebabkan timbulnya gangguan perilaku dan perilaku itu sendiri secara terperinci. Juga dilakukan pengamatan terhadap interaksi antara anak dan orang tua. Masalah perilaku semakin lama cenderung semakin memburuk karena itu untuk mencegah progresivitasnya perlu dilakukan pengobatan dini . Kontak yang lebih positif dan lebih menyenangkan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan harga diri anak dan orang tua. Interaksi yang lebih baik dapat membantu memecahkan lingkaran setan dari perilaku negatif yang menyebabkan timbulnya respon negatif.
  • 13.