IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
ASESMEN
DIAGNOSTIK
Oleh:
DARWATI, S.Pd., S.ST., M.Si.
SMAN 1 GRESIK
Curriculum Vitae
Nama : Darwati, S.Pd., S.ST., M.Si.
Instansi : SMAN 1 Gresik
Temtala : Trenggalek, 6 Desember 1971
Pendidikan:
1. Pendidikan Biologi S1 - FKIP Udayana lulus Th 1995
2. S2 Biologi - Universitas Airlangga lulus Th 2010
3. D4 Sains Terapan – ITB lulus Th 2013
Pekerjaan:
Guru PNS mengajar Biologi SMA
Tugas tambahan sebagai Waka Kurikulum
Alamat Rumah:
Jl. Pangsud No 93 Gresik- Sarmada Regency Kav 21
Email:
darwatibudi06@gmail.com
ASESMEN DIAGNOSTIK
Pendidikan yang memerdekakan mengacu pada
filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara
dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik melalui pembelajaran berdiferensiasi, untuk itu
perlu mengetahui kebutuhan belajar peserta didik
melalui asesmen diagnostik.
Asesmen ini bertujuan untuk mengenali potensi,
karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan peserta
didik (mengetahui kelebihan dan kesulitan belajar),
yang akan membantu guru dalam merencanakan
pembelajaran yang efisien, bukan merupakan
asesmen formatif (memantau dan memperbaiki proses
pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan
pembelajaran), dan bukan pula merupakan asesmen
sumatif (menilai pencapaian hasil belajar dan
mengambil keputusan di akhir suatu tahapan).
ASESMEN
DIAGNOSTIK
NON
KOGNITIF
KOGNITIF
ASESMEN DIAGNOSTIK
NON KOGNITIF
Bertujuan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi
e m o s i o n a l d a r i p e s e r t a d i d i k s e b e l u m m e m u l a i
pembelajaran, lebih menekankan pada kesejahteran
psikologis dan emosi peserta didik.
Dilakukan di awal pembelajaran, dengan mengisi google
form, bisa dikoordinir oleh wali kelas, kemudian hasilnya
bisa disampaikan ke masing-masing guru pengajarnya.
01
KOGNITIF
Bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar peserta
didik pada topik sebuah mata pelajaran, dapat memuat
satu atau lebih topik mata pelajaran.
Dilakukan oleh setiap guru mata pelajaran diawal
pembelajaran pada setiap topik/ materi pelajaran baru.
02
TAHAPAN ASESMEN DIAGNOSTIK
-Menyusun jadwal
-Identifikasikan materi asesmen
-Menyusun soal sederhana (Google Form).
PERSIAPAN
01
-Memberikan link Google Form Asesmen Diagnostik pada
peserta didik
-Untuk asesmen diagnostic non kognitif bisa dikerjakan
di
rumah, untuk asesmen diagnostic kognitif di kerjakan
dengan
pengawasan guru mata pelajaran
PELAKSANAAN
02
Hasil asesmen diagnostik (data exel dari google form)
dianalisis, selanjutnya digunakan untuk memetakan
kebutuhan belajar sehingga guru dapat menentukan
strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi peserta
didik dengan pembelajaran berdiferensiasi, berpusat
kepada peserta didik.
TINDAK LANJUT
03
Diferensiasi Produk, hasil pekerjaan atau unjuk kerja
yang harus ditunjukan pada guru, bisa berbentuk
karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi,
pidato, rekaman, diagram, gambar dan sebagainya yang
mencerminkan pemahaman siswa berkaitan dengan
tujuan pembelajaran.
Untuk memetakan kebutuhan belajar sehingga guru
dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat
sesuai kondisi peserta didik.
Memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi,
mengakomodasi karakteristik peserta didik yang tumbuh
di lingkungan, kondisi berbeda dan mempunyai potensi ,
bakat yang berbeda pula.
Diferensiasi konten/materi, mempertimbangkan
pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek
kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil
belajar murid atau kombinasi dari ketiganya.
Diferensiasi Proses, memahami apakah murid akan
belajar secara berkelompok atau mandiri, menyediakan
pertanyaan pemandu, mengakomodasi gaya belajar
visual, auditori dan kinestetik, menggunakan
pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan
kesiapan, kemampuan dan minat murid.
A N A L I S I S D ATA H A S I L
A S E S M E N D I A G N O S T I K
CONTOH
ASESMEN
DIAGNOSTIK
ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF DAN KOGNITIF
ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF
ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF
ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF
HARAPAN YANG DICAPAI
Mengoptimalkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan
karakteristik peserta didik, dan memfasilitasi kebutuhan peserta
didik agar tercipta students well being.
Menumbuh kembangkan potensi, bakat, minat peserta didik
sebagai kodrat alam, menghantarkan ke pencapaian cita-cita
sebagai kodrat jaman agar bisa mandiri, berkontribusi kepada
masyarakat dan mempunyai karakter dari profil pelajar pancasila.
Menyadari bahwa setiap individu beragam mempunyai keunikan
sebagai potensi yang apabila dipupuk akan menjadi keunggulan.
Tidak lagi mengukur kemampuan ikan dengan memanjat pohon,
karena selamanya akan dianggap sebagai hewan bodoh yang tidak
bisa memanjat, padahal mempunyai keahlian dalam berenang.
CAPAIAN
Dimana bapak/ibu
berada dalam
implementasi
pembelajaran
berdiferensiasi saat
ini?
Thank You

Asesmen Diagnostik.pdf

  • 1.
  • 2.
    Curriculum Vitae Nama :Darwati, S.Pd., S.ST., M.Si. Instansi : SMAN 1 Gresik Temtala : Trenggalek, 6 Desember 1971 Pendidikan: 1. Pendidikan Biologi S1 - FKIP Udayana lulus Th 1995 2. S2 Biologi - Universitas Airlangga lulus Th 2010 3. D4 Sains Terapan – ITB lulus Th 2013 Pekerjaan: Guru PNS mengajar Biologi SMA Tugas tambahan sebagai Waka Kurikulum Alamat Rumah: Jl. Pangsud No 93 Gresik- Sarmada Regency Kav 21 Email: darwatibudi06@gmail.com
  • 3.
    ASESMEN DIAGNOSTIK Pendidikan yangmemerdekakan mengacu pada filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi, untuk itu perlu mengetahui kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik. Asesmen ini bertujuan untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan peserta didik (mengetahui kelebihan dan kesulitan belajar), yang akan membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang efisien, bukan merupakan asesmen formatif (memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran), dan bukan pula merupakan asesmen sumatif (menilai pencapaian hasil belajar dan mengambil keputusan di akhir suatu tahapan).
  • 4.
  • 5.
    ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF Bertujuanuntuk mengukur aspek psikologis dan kondisi e m o s i o n a l d a r i p e s e r t a d i d i k s e b e l u m m e m u l a i pembelajaran, lebih menekankan pada kesejahteran psikologis dan emosi peserta didik. Dilakukan di awal pembelajaran, dengan mengisi google form, bisa dikoordinir oleh wali kelas, kemudian hasilnya bisa disampaikan ke masing-masing guru pengajarnya. 01 KOGNITIF Bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar peserta didik pada topik sebuah mata pelajaran, dapat memuat satu atau lebih topik mata pelajaran. Dilakukan oleh setiap guru mata pelajaran diawal pembelajaran pada setiap topik/ materi pelajaran baru. 02
  • 6.
    TAHAPAN ASESMEN DIAGNOSTIK -Menyusunjadwal -Identifikasikan materi asesmen -Menyusun soal sederhana (Google Form). PERSIAPAN 01 -Memberikan link Google Form Asesmen Diagnostik pada peserta didik -Untuk asesmen diagnostic non kognitif bisa dikerjakan di rumah, untuk asesmen diagnostic kognitif di kerjakan dengan pengawasan guru mata pelajaran PELAKSANAAN 02 Hasil asesmen diagnostik (data exel dari google form) dianalisis, selanjutnya digunakan untuk memetakan kebutuhan belajar sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi peserta didik dengan pembelajaran berdiferensiasi, berpusat kepada peserta didik. TINDAK LANJUT 03
  • 7.
    Diferensiasi Produk, hasilpekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukan pada guru, bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, gambar dan sebagainya yang mencerminkan pemahaman siswa berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Untuk memetakan kebutuhan belajar sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi peserta didik. Memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi, mengakomodasi karakteristik peserta didik yang tumbuh di lingkungan, kondisi berbeda dan mempunyai potensi , bakat yang berbeda pula. Diferensiasi konten/materi, mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil belajar murid atau kombinasi dari ketiganya. Diferensiasi Proses, memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri, menyediakan pertanyaan pemandu, mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik, menggunakan pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan kesiapan, kemampuan dan minat murid. A N A L I S I S D ATA H A S I L A S E S M E N D I A G N O S T I K
  • 8.
  • 9.
    ASESMEN DIAGNOSTIK NONKOGNITIF DAN KOGNITIF
  • 10.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    HARAPAN YANG DICAPAI Mengoptimalkanpembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik agar tercipta students well being. Menumbuh kembangkan potensi, bakat, minat peserta didik sebagai kodrat alam, menghantarkan ke pencapaian cita-cita sebagai kodrat jaman agar bisa mandiri, berkontribusi kepada masyarakat dan mempunyai karakter dari profil pelajar pancasila. Menyadari bahwa setiap individu beragam mempunyai keunikan sebagai potensi yang apabila dipupuk akan menjadi keunggulan. Tidak lagi mengukur kemampuan ikan dengan memanjat pohon, karena selamanya akan dianggap sebagai hewan bodoh yang tidak bisa memanjat, padahal mempunyai keahlian dalam berenang.
  • 16.
  • 17.