SlideShare a Scribd company logo
1 of 22
Download to read offline
1
CENTER OF GRAVITY MODEL
“PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN”
ILHAM AKHSANU RIDLO
2
CENTER OF GRAVITY MODEL
“PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN”
Serial Paper Manajemen
Penulis:
Ilham Akhsanu Ridlo
©PHMovement Publication
Public Health Movement - Indonesia
Jl. Mulyorejo tengah no. 69 Surabaya
Email: ilham_ikm@yahoo.com
Upload Pertama – Januari 2012
Penata Letak – IAR
Desain Sampul – IAR
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh
isi buku ini tanpa izin tertulis dari Pemegang Hak Cipta.
3
Pengantar
Alhamdulillah, akhirnya buku CENTER OF GRAVITY MODEL “PENENTUAN
LOKASI SARANA KESEHATAN” yang merupakan upload pertama ‘Serial
Paper Manajemen’dapat diselesaikan.
Penulisan buku ini diawali oleh sebuah pemikiran bahwa metode
manajemen yang secara umum digunakan dalam bidang
manufaktur apakah bisa ditarik untuk diimplementasikan dengan
beberapa perubahan ke dalam sektor kesehatan.
PH Movement Publications (Red: Public Health Movement
Publications) merupakan sebuah wadah bagi semua pihak atau
pemerhati masalah kesehatan masyarakat yang termanifesto dalam
sebuah tulisan atau buku.
Salam Sehat!
Surabaya, Januari 2012
4
“Center of Gravity Models”
Metode yang dipakai untuk menentukan lokasi terbaik dari
beberapa lokasi alternatif. Tujuannya adalah memperoleh
jarak/akses yang efisien dari segi biaya perpindahan barang atau
jasa dari lokasi yang ada. Teori ini banyak digunakan dalam
manajemen inventori dan logistik.
Tujuan buku ini dibuat adalah sebagai bahan masukan untuk
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Departemen Kesehatan
dalam menentukan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang tepat di wilayah
propinsi Jawa Timur sehingga penanganan kasus kesehatan jiwa
bisa lebih optimal.
Adapun basedata yang dipakai adalah data 2006 sehingga
dimungkinkan lokasi dapat berubah. Sehingga hasil akhir lokasi
merupakan sebuah simulasi terhadap implementasi gravity models.
5
BAGIAN I
PEMENUHAN SARANA KESEHATAN JIWA
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar
rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 UUD
1945 dan Undang-undang nomor 23 tahun tentang kesehatan. Pembangunan kesehatan itu
sendiri harus dipandang sebagai investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan
pendidikan, serta berperan dalam penanggulangan kemiskinan.
Direktur Kesehatan Jiwa Organisasi Kesehatan Dunia (World Health
Organization/WHO) Benedetto Saraceno mengemukakan, lebih dari 50 persen penderita
gangguan kesehatan jiwa di negara-negara berkembang belum mendapatkan perawatan.
Pada Kongres Federasi Psikiatri dan Kesehatan Jiwa ASEAN ke-10 di Jakarta, Kamis (29/6),
Saraceno menjelaskan hal itu bisa terjadi, akibat minimnya akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan jiwa.
Menurutnya, jumlah psikiatri di sebagian besar negara berkembang hanya sekitar 0-1
per 100 ribu penduduk dan belum tersebar merata. Dari jumlah itu, sekitar 65,1 persen
psikiatri melakukan praktik di rumah sakit jiwa, 15,9 persennya berpraktik di rumah sakit
umum dan 19,0 persennya berpraktik di tempat-tempat praktik khusus. "Sarana pelayanan
kesehatan jiwa belum berada di dekat komunitas, sehingga tidak mampu menjangkau semua
sasaran," ujarnya. Kualitas pelayanan gangguan kesehatan jiwa pun, menurut Saraceno, rata-
rata masih buruk sehingga penderita enggan atau jera me-meriksakan diri atau mendapatkan
perawatan dari sarana pelayanan kesehatan jiwa yang ada
6
Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya mengalami
peningkatan. Data hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT) yang dilakukan Badan
Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1995 menunjukkan,
diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita gangguan kesehatan
jiwa. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir ini , data tersebut dapat dipastikan meningkat
karena krisis ekonomi dan gcjolak-gejolak lainnya diseluruh daerah. Bahkan masalah dunia
internasional pun akan ikut memicu terjadinya peningkatan tersebut.
Studi Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1995 di beberapa Negara menunjukkan
bahwa hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted Life Years (DALY's) sebesar
8,1% dari Global Burden of Disease, disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa. Angka ini
lebih tinggi dari pada dampak yang disebabkan penyakit Tuberculosis (7,2%), Kanker (5,8%),
Penyakit Jantung (4,4%) maupun Malaria (2,6%). Tingginya masalah tersebut menunjukkan
bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang
besar dibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya yang ada dimasyarakat.
Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan "Kesehatan"
adalah: "Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis". Atas dasar definisi Kesehatan
tersebut di atas, maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). dari
unsur "badan" (organobiologik), "jiwa" (psiko-edukatif) dan “sosial” (sosio-kultural), yang
tidak dititik beratkan pada “penyakit” tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dan
"kesejahteraan" dan “produktivitas sosial ekonomi”. Dan definisi tersebut juga tersirat bahwa
"Kesehatan Jiwa" merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari "Kesehatan" dan
unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.
7
Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan "Kesehatan Jiwa"
adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang
dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut: "Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang
memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang
dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain".
Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan
semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi
dapat disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan
merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu
secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.
Mengingat pentingnya upaya kesehatan jiwa maka sudah selayaknya pengembangan
sarana pemenuhan upaya kesehatan jiwa harus direncanakan dengan seksama. Upaya
perencanaan dan pengembangan upaya kesehatan jiwa tersebut salah satunya diwujudkan
dengan upaya perencanaan penentuan lokasi Rumah sakit jiwa yang strategis dan tepat
sehingga dari segi akses jarak mudah dijangkau dan berada di posisi yang sesuai penyebaran
dengan kuantitas kunjungan jiwa tiap kabupaten.
Dalam tahun 2006 setidaknya terdapat 496.676 kunjungan jiwa di rumah sakit daerah
yang tentunya memerlukan rujukan khusus untuk ditangani intensif di Rumah Sakit Jiwa.
Oleh sebab itu maka diperlukan perencanaan letak posisi Rumah Sakit Jiwa yang diharapkan
dapat terjangkau secara jarak maupun biaya di Jawa Timur berdasarkan penyebaran jumlah
kunjungan jiwa di rumah sakit daerah di Jawa timur.
8
BAGIAN II
GAMBARAN DATA
Jumlah kunjungan gangguan jiwa di Propinsi Jawa Timur di Sarana Kesehatan (Rumah
Sakit) Kabupaten /Kota dan letak koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut :
No. Wilayah
Jml
Kunj.
gangguan
Jiwa
Letak
Koordinat
1 2 4 X Y
KABUPATEN
1 Pacitan 2.775 1 3
2 Ponorogo 1.018 2,4 4,8
3 Trenggalek 1.621 3,3 3,8
4 Tulungagung 1.784 4 3,8
5 Blitar 8.839 5 3,5
6 Kediri 4.518 5 5
7 Malang 25.671 6,8 3,5
8 Lumajang 31.543 9 3,5
9 Jember 22.641 10 5,3
10 Banyuwangi 7.201 13 3
11 Bondowoso 25.900 11 4,9
12 Situbondo 25.352 12 6
13 Probolinggo 6.438 9 5,5
14 Pasuruan 11.570 8 6
15 Sidoarjo 61.113 7 7
16 Mojokerto 18.362 6 7
17 Jombang 7.922 5 6,5
18 Nganjuk 5.577 4 6
19 Madiun 21.333 2 6,6
20 Magetan 2.581 2 6
21 Ngawi 3.337 2 7
22 Bojonegoro 41.947 4,8 8,7
23 Tuban 36.749 4,5 10
24 Lamongan 14.197 6 9
9
No. Wilayah
Jml
Kunj.
gangguan
Jiwa
Letak
Koordinat
1 2 4 X Y
25 Gresik 21.934 6,7 9,7
26 Bangkalan 21.424 7 9
27 Sampang 3.488 9 8,6
28 Pamekasan 2.574 10 8,6
29 Sumenep 33.540 11 9,5
KOTA
30 Kediri 2.390 5 5
31 Blitar 1.301 5 3,5
32 Malang 8.831 6,9 4,2
33 Probolinggo 3.545 9 5,5
34 Pasuruan 1.459 8 6
35 Mojokerto 1.425 6 7
36 Madiun 3.153 2 6,6
37 Surabaya 23.855 7 9
38 Batu 6.408 6,4 5
JUMLAH 525.316
Sumber :Profil Kesehatan Propinsi Jawa Timur Tahun 2006
10
Gambar 1. Peta Propinsi Jawa Timur dengan Koordinat Lokasi Kabupaten/Kota
(Ket : Kabupaten ; Kota)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14X
Y
11
BAGIAN III
IMPLEMENTASI GRAVITY METHODS
III.1 Gambaran Umum Permasalahan
Masyarakat Jawa Timur dengan penyebaran Kabupaten/Kota yang merata, memerlukan
akses yang baik akan pelayanan kesehatan jiwa (Rumah Sakit Jiwa). Oleh karena itu diperlukan
penghitungan yang baik melihat angka kunjungan kesehatan jiwa pada tingkat Kabupaten/Kota.
III.2 Pemecahan Masalah
Dari permasalahan tersebut, maka dibuat penentuan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang
strategis sehingga masyarakat yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi jawa
Timur untuk mengakses Layanan lanjutan/rujukan Rumah Sakit Jiwa dengan biaya transportasi
yang paling rendah.
Dari gambar 1 diatas terlihat posisi masing-masing Kabupaten/kota dengan titik
koordinatnya terlihat dengan jelas.. Nomor tersebut dalam peta sesuai dengan urutan
kabupaten/Kota dalam tabel 1. Selanjutnya jumlah kunjungan gangguan jiwa di Kabupaten/Kota
propinsi Jawa Timur (Vi) dipakai sebagai parameter untuk perhitungan selanjutnya sedangkan
biaya transport (Ri) berdasarkan estimasi di lapangan. Jumlah kunjungan gangguan jiwa per
Kabupaten/Kota dan biaya transport serta titik koordinat masing-masing Kabupaten/Kota dapat
dipakai dalam menentukan titik koordinat lokasi rumah Sakit Jiwa seperti diuraikan pada tabel 2
dibawah ini.
12
Tabel. 2 Perhitungan titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri ViRi ViRiXi ViRiYi
KABUPATEN
1 Pacitan 1 3 2.775 0,8 2220 2220 6660
2 Ponorogo 2,4 4,8 1.018 0,8 814,4 1954,56 3909,12
3 Trenggalek 3,3 3,8 1.621 0,8 1296,8 4279,44 4927,84
4 Tulungagung 4 3,8 1.784 0,7 1248,8 4995,2 4745,44
5 Blitar 5 3,5 8.839 0,7 6187,3 30936,5 21655,55
6 Kediri 5 5 4.518 0,6 2710,8 13554 13554
7 Malang 6,8 3,5 25.671 0,5 12835,5 87281,4 44924,25
8 Lumajang 9 3,5 31.543 0,7 22080,1 198720,9 77280,35
9 Jember 10 5,3 22.641 0,8 18112,8 181128 95997,84
10 Banyuwangi 13 3 7.201 0,9 6480,9 84251,7 19442,7
11 Bondowoso 11 4,9 25.900 0,8 20720 227920 101528
12 Situbondo 12 6 25.352 0,8 20281,6 243379,2 121689,6
13 Probolinggo 9 5,5 6.438 0,7 4506,6 40559,4 24786,3
14 Pasuruan 8 6 11.570 0,4 4628 37024 27768
15 Sidoarjo 7 7 61.113 0,2 12222,6 85558,2 85558,2
16 Mojokerto 6 7 18.362 0,4 7344,8 44068,8 51413,6
17 Jombang 5 6,5 7.922 0,5 3961 19805 25746,5
18 Nganjuk 4 6 5.577 0,6 3346,2 13384,8 20077,2
19 Madiun 2 6,6 21.333 0,7 14933,1 29866,2 98558,46
20 Magetan 2 6 2.581 0,8 2064,8 4129,6 12388,8
21 Ngawi 2 7 3.337 0,8 2669,6 5339,2 18687,2
22 Bojonegoro 4,8 8,7 41.947 0,7 29362,9 140941,92 255457,23
23 Tuban 4,5 10 36.749 0,7 25724,3 115759,35 257243
24 Lamongan 6 9 14.197 0,4 5678,8 34072,8 51109,2
25 Gresik 6,7 9,7 21.934 0,2 4386,8 29391,56 42551,96
26 Bangkalan 7 9 21.424 0,4 8569,6 59987,2 77126,4
27 Sampang 9 8,6 3.488 0,6 2092,8 18835,2 17998,08
28 Pamekasan 10 8,6 2.574 0,7 1801,8 18018 15495,48
29 Sumenep 11 9,5 33.540 0,8 26832 295152 254904
KOTA
30 Kediri 5 5 2.390 0,4 956 4780 4780
31 Blitar 5 3,5 1.301 0,6 780,6 3903 2732,1
32 Malang 6,9 4,2 8.831 0,4 3532,4 24373,56 14836,08
33 Probolinggo 9 5,5 3.545 0,6 2127 19143 11698,5
34 Pasuruan 8 6 1.459 0,3 437,7 3501,6 2626,2
13
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri ViRi ViRiXi ViRiYi
35 Mojokerto 6 7 1.425 0,3 427,5 2565 2992,5
36 Madiun 2 6,6 3.153 0,7 2207,1 4414,2 14566,86
37 Surabaya 7 9 23.855 0,01 238,55 1669,85 2146,95
38 Batu 6,4 5 6.408 0,5 3204 20505,6 16020
525316 289025,6 2157369,94 1925583,49
Koordinat X = 2157369,94/289025,6 =7,5
Koordinat Y= 1925583,49/289025,6=6,7
Jadi dari tabel diatas didapatkan titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa (P1) adalah (7.5,6.7).
Setelah lokasi titik koordinat rumah Sakit Jiwa (P1) ditemukan, selanjutnya kita mencoba
menghitung biaya transportasi minimal yang dikeluarkan dari titik koordinat masing-masing
Kabupaten ke titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini
Tabel. 3 Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 1
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi)
KABUPATEN
1 Pacitan 1 3 2.775 0,8 112,1895717 249060,8492
2 Ponorogo 2,4 4,8 1.018 0,8 81,63638895 66484,67516
3 Trenggalek 3,3 3,8 1.621 0,8 76,55880093 99281,45305
4 Tulungagung 4 3,8 1.784 0,7 68,17990906 85143,07044
5 Blitar 5 3,5 8.839 0,7 60,91182151 376879,7132
6 Kediri 5 5 4.518 0,6 45,34864937 122931,1187
7 Malang 6,8 3,5 25.671 0,5 49,13501806 630672,5243
8 Lumajang 9 3,5 31.543 0,7 53,01179114 1170505,65
9 Jember 10 5,3 22.641 0,8 42,97964635 778481,7383
10 Banyuwangi 13 3 7.201 0,9 99,43088052 644401,5935
11 Bondowoso 11 4,9 25.900 0,8 59,03600596 1223226,044
12 Situbondo 12 6 25.352 0,8 68,31178522 1385472,303
13 Probolinggo 9 5,5 6.438 0,7 28,81405907 129853,4386
14 Pasuruan 8 6 11.570 0,4 12,9034879 59717,342
15 Sidoarjo 7 7 61.113 0,2 8,746427842 106904,0889
16 Mojokerto 6 7 18.362 0,4 22,94558781 168530,7534
17 Jombang 5 6,5 7.922 0,5 37,61980861 149012,0619
18 Nganjuk 4 6 5.577 0,6 53,53970489 179154,5605
14
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi)
19 Madiun 2 6,6 21.333 0,7 82,51363524 1232184,366
20 Magetan 2 6 2.581 0,8 83,16549765 171720,1196
21 Ngawi 2 7 3.337 0,8 82,62263612 220569,3894
22 Bojonegoro 4,8 8,7 41.947 0,7 50,40089285 1479916,377
23 Tuban 4,5 10 36.749 0,7 66,89730936 1720886,455
24 Lamongan 6 9 14.197 0,4 41,18859065 233901,7686
25 Gresik 6,7 9,7 21.934 0,2 46,57252409 204304,3487
26 Bangkalan 7 9 21.424 0,4 35,30580689 302556,6427
27 Sampang 9 8,6 3.488 0,6 36,31115531 75991,98583
28 Pamekasan 10 8,6 2.574 0,7 47,1009554 84866,50145
29 Sumenep 11 9,5 33.540 0,8 67,23280449 1803990,61
KOTA
30 Kediri 5 5 2.390 0,4 45,34864937 43353,3088
31 Blitar 5 3,5 1.301 0,6 60,91182151 47547,76787
32 Malang 6,9 4,2 8.831 0,4 38,5648804 136226,5835
33 Probolinggo 9 5,5 3.545 0,6 28,81405907 61287,50364
34 Pasuruan 8 6 1.459 0,3 12,9034879 5647,856654
35 Mojokerto 6 7 1.425 0,3 22,94558781 9809,238789
36 Madiun 2 6,6 3.153 0,7 82,51363524 182115,8443
37 Surabaya 7 9 23.855 0,01 35,30580689 8422,200233
38 Batu 6,4 5 6.408 0,5 30,3726851 97314,08305
525.316 1978,291766 15748325,93
Pada tabel 3 diatas terlihat bahwa biaya total transportasi minimal lokasi Rumah Sakit
Jiwa (RSJ1) pada titik koordinat (7.5,6.7) adalah Rp. 15.748.325,93
15
Keterangan : Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1)
Gambar 2. Koordinat Kabupaten/Kota serta koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1)
Selain lokasi Rumah Sakit Jiwa pada titik koordinat (7.5, 6.7), perlu juga dibandingkan
dengan titik koordinat yang lain, selanjutnya membandingkan total biaya transportasi
minimalnya. Berikut ini uraian perhitungannya.
16
Tabel 4. Perhitungan lain titik koordinat lokasi RSJ 2
No. ViRi ViRiXi ViRiYi ViRi/di ViRiXi/di ViRiYi/di
KABUPATEN
1 Pacitan 2220 2220 6660 19,78794 19,78793542 59,36381
2 Ponorogo 814,4 1954,56 3909,12 9,975943 23,94226429 47,88453
3 Trenggalek 1296,8 4279,44 4927,84 16,93861 55,89742718 64,36673
4 Tulungagung 1248,8 4995,2 4745,44 18,31625 73,26498478 69,60174
5 Blitar 6187,3 30936,5 21655,55 101,578 507,8899175 355,5229
6 Kediri 2710,8 13554 13554 59,77686 298,8843149 298,8843
7 Malang 12835,5 87281,4 44924,25 261,2292 1776,358358 914,3021
8 Lumajang 22080,1 198720,9 77280,35 416,513 3748,616972 1457,795
9 Jember 18112,8 181128 95997,84 421,4274 4214,273858 2233,565
10 Banyuwangi 6480,9 84251,7 19442,7 65,17995 847,3393735 195,5399
11 Bondowoso 20720 227920 101528 350,9723 3860,694779 1719,764
12 Situbondo 20281,6 243379,2 121689,6 296,8975 3562,770307 1781,385
13 Probolinggo 4506,6 40559,4 24786,3 156,4028 1407,625351 860,2155
14 Pasuruan 4628 37024 27768 358,6627 2869,301718 2151,976
15 Sidoarjo 12222,6 85558,2 85558,2 1397,439 9782,073498 9782,073
16 Mojokerto 7344,8 44068,8 51413,6 320,0964 1920,578386 2240,675
17 Jombang 3961 19805 25746,5 105,2903 526,4513758 684,3868
18 Nganjuk 3346,2 13384,8 20077,2 62,49941 249,9976424 374,9965
19 Madiun 14933,1 29866,2 98558,46 180,9774 361,9547232 1194,451
20 Magetan 2064,8 4129,6 12388,8 24,8276 49,65520698 148,9656
21 Ngawi 2669,6 5339,2 18687,2 32,31076 64,62151597 226,1753
22 Bojonegoro 29362,9 140941,92 255457,23 582,5869 2796,417127 5068,506
23 Tuban 25724,3 115759,35 257243 384,5342 1730,403675 3845,342
24 Lamongan 5678,8 34072,8 51109,2 137,8731 827,2387926 1240,858
25 Gresik 4386,8 29391,56 42551,96 94,19288 631,0922711 913,6709
26 Bangkalan 8569,6 59987,2 77126,4 242,7249 1699,074608 2184,524
27 Sampang 2092,8 18835,2 17998,08 57,63518 518,7166269 495,6626
28 Pamekasan 1801,8 18018 15495,48 38,254 382,540011 328,9844
29 Sumenep 26832 295152 254904 399,0909 4389,999826 3791,363
KOTA
30 Kediri 956 4780 4780 21,08111 105,4055648 105,4056
31 Blitar 780,6 3903 2732,1 12,81525 64,07623189 44,85336
32 Malang 3532,4 24373,56 14836,08 91,59629 632,0144066 384,7044
33 Probolinggo 2127 19143 11698,5 73,81813 664,3631831 405,9997
34 Pasuruan 437,7 3501,6 2626,2 33,92106 271,3684879 203,5264
17
No. ViRi ViRiXi ViRiYi ViRi/di ViRiXi/di ViRiYi/di
35 Mojokerto 427,5 2565 2992,5 18,63103 111,786197 130,4172
36 Madiun 2207,1 4414,2 14566,86 26,74831 53,49661286 176,5388
37 Surabaya 238,55 1669,85 2146,95 6,756679 47,29675221 60,81011
38 Batu 3204 20505,6 16020 105,4895 675,1329339 527,4476
289.026 2.157.370 1.925.583 7.005 51.822 46.771
X = 51882/7005 = 7,4
Y = 46771/7005 = 6,7
Jadi dari tabel diatas tampak bahwa titik koordinat Rumah Sakit Jiwa kedua (RSJ2) adalah (7.4,
6,7). Berikut ini merupakan perhitungan biaya total transportasi minimal.
Tabel 5. Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 2
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi)
KABUPATEN
1 Pacitan 1 3 2775 0,8 110,8884575 246172,3756
2 Ponorogo 2,4 4,8 1018 0,8 80,23247472 65341,32741
3 Trenggalek 3,3 3,8 1621 0,8 75,32927718 97687,00664
4 Tulungagung 4 3,8 1784 0,7 67,03170891 83709,19809
5 Blitar 5 3,5 8839 0,7 60 371238
6 Kediri 5 5 4518 0,6 44,11632351 119590,5298
7 Malang 6,8 3,5 25671 0,5 48,83646179 626840,4053
8 Lumajang 9 3,5 31543 0,7 53,66563146 1184942,509
9 Jember 10 5,3 22641 0,8 44,29446918 802296,8614
10 Banyuwangi 13 3 7201 0,9 100,6789452 652490,1757
11 Bondowoso 11 4,9 25900 0,8 60,37383539 1250945,869
12 Situbondo 12 6 25352 0,8 69,79434074 1415540,901
13 Probolinggo 9 5,5 6438 0,7 30 135198
14 Pasuruan 8 6 11570 0,4 13,82931669 64002,07762
15 Sidoarjo 7 7 61113 0,2 7,5 91669,5
16 Mojokerto 6 7 18362 0,4 21,47673159 157742,2982
17 Jombang 5 6,5 7922 0,5 36,12478374 143090,2684
18 Nganjuk 4 6 5577 0,6 52,06966487 174235,5126
19 Madiun 2 6,6 21333 0,7 81,0138877 1209788,486
20 Magetan 2 6 2581 0,8 81,67772034 168648,157
21 Ngawi 2 7 3337 0,8 81,1249037 216571,0429
22 Bojonegoro 4,8 8,7 41947 0,7 49,2036584 1444762,101
23 Tuban 4,5 10 36749 0,7 65,89764791 1695170,864
18
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi)
24 Lamongan 6 9 14197 0,4 40,38873605 229359,5543
25 Gresik 6,7 9,7 21934 0,2 46,2087654 202708,6121
26 Bangkalan 7 9 21424 0,4 35,01785259 300088,9896
27 Sampang 9 8,6 3488 0,6 37,25922705 77976,11036
28 Pamekasan 10 8,6 2574 0,7 48,30372656 87033,65452
29 Sumenep 11 9,5 33540 0,8 68,41052551 1835591,22
KOTA
30 Kediri 5 5 2390 0,4 44,11632351 42175,20528
31 Blitar 5 3,5 1301 0,6 60 46836
32 Malang 6,9 4,2 8831 0,4 38,24264635 135088,324
33 Probolinggo 9 5,5 3545 0,6 30 63810
34 Pasuruan 8 6 1459 0,3 13,82931669 6053,091913
35 Mojokerto 6 7 1425 0,3 21,47673159 9181,302757
36 Madiun 2 6,6 3153 0,7 81,0138877 178805,7515
37 Surabaya 7 9 23855 0,01 35,01785259 8353,508735
38 Batu 6,4 5 6408 0,5 29,58462438 94789,13653
525316 1964,030456 15.735.523,93
Dari tabel diatas diketahui pada koordinat Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)= (7.4, 6.7), biaya total
transportasi minimal adalah Rp 15.735.523,93. Dapat disimpulkan bahwa pada titik koordinat
kedua (RSJ2) biaya transportasi yang dibutuhkan lebih murah dari titik koordinat di awal (RSJ1).
Berikut ini kita ulangi lagi tahapan diawal untuk melihat penghitungan biaya transportasi
minimal paling kecil.
Tabel 6 Perbandingan RSJ1 dan RSJ 2
Titik X Y di Cost (ViRidi)
RSJ1 7.5 6.7 1978,291766 Rp.15.748.325,93
RSJ2 7.4 6.7 1964,030456 Rp. 15.735.523,93
Dari tabel diatas diketahui bahwa titik koordinat lokasi yang biaya transportasinya
minimal lebih kecil adalah pada koordinat RSJ2 (7.4, 6.7) dengan biaya Rp. 15.735.523,93
19
Gambar 3. Koordinat Kabupaten/Kota dan Lokasi RSJ1 dan RSJ 2
Keterangan :
Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)
Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)
20
BAGIAN IV
PENUTUP
Pemanfaatan dan implementasi gravity models yang pada umumnya dipakai dalam
manajemen inventory dan logistik dalam penentuan lokasi sarana kesehatan dimungkinkan dapat
menjadi metode alternatif dalam menentukan lokasi sarana kesehatan dengan akurasi dan presisi
yang lebih baik. Harapannya lokasi sarana kesehatan yang tepat dapat diakses dan dinikmati oleh
pengguna layanan dan masyarakat.
Jauh dari semua keterbatasan penghitungan dan penerapan metode maka segala masukan
dan saran kami terima untuk membuat buku ini menjadi lebih baik. Terimakasih.
21
Referensi
Jay Heizer and Barry Render, Operations Management, 9th Edition, Pearson Education
International, 2008.

More Related Content

What's hot

proposal msdm kinerja karyawan
proposal msdm kinerja karyawanproposal msdm kinerja karyawan
proposal msdm kinerja karyawannurul huda
 
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis MahasiswaContoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis MahasiswaSyafril Djaelani,SE, MM
 
Analisis swot usaha rumahan laundry
Analisis swot usaha rumahan laundryAnalisis swot usaha rumahan laundry
Analisis swot usaha rumahan laundryDesy Rahmawati
 
Proposal proyek pembangunan
Proposal proyek pembangunanProposal proyek pembangunan
Proposal proyek pembangunanmus takim
 
Contoh project sistem informasi
Contoh project sistem informasiContoh project sistem informasi
Contoh project sistem informasierlan efarda
 
Peramalan Forecasting
Peramalan ForecastingPeramalan Forecasting
Peramalan ForecastingINDAHMAWARNI1
 
Proposal manajemen logistik 2018
Proposal manajemen logistik  2018Proposal manajemen logistik  2018
Proposal manajemen logistik 2018yoli lanar
 
Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...
Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...
Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...AnissaNurSafitri
 
Logbook kegiatan aktualisasi
Logbook kegiatan aktualisasiLogbook kegiatan aktualisasi
Logbook kegiatan aktualisasiTaufiq Hidayat
 
Presentasi ( procurement management ) manajemen pengadaan
Presentasi  ( procurement management ) manajemen pengadaanPresentasi  ( procurement management ) manajemen pengadaan
Presentasi ( procurement management ) manajemen pengadaanArif Boulbous
 
Business process reengineering PPT
Business process reengineering PPTBusiness process reengineering PPT
Business process reengineering PPTYesica Adicondro
 
analisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesiaanalisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesiaElsa Rahmi Husin
 
Pertemuan ke 5
Pertemuan ke 5Pertemuan ke 5
Pertemuan ke 5padlah1984
 
Bussiness plan lumpia
Bussiness plan lumpiaBussiness plan lumpia
Bussiness plan lumpiaHeny Eka
 

What's hot (20)

proposal msdm kinerja karyawan
proposal msdm kinerja karyawanproposal msdm kinerja karyawan
proposal msdm kinerja karyawan
 
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis MahasiswaContoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
 
Analisis swot usaha rumahan laundry
Analisis swot usaha rumahan laundryAnalisis swot usaha rumahan laundry
Analisis swot usaha rumahan laundry
 
Proposal proyek pembangunan
Proposal proyek pembangunanProposal proyek pembangunan
Proposal proyek pembangunan
 
Contoh project sistem informasi
Contoh project sistem informasiContoh project sistem informasi
Contoh project sistem informasi
 
Manajemen Pemasaran
Manajemen PemasaranManajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran
 
Peramalan Forecasting
Peramalan ForecastingPeramalan Forecasting
Peramalan Forecasting
 
Proposal manajemen logistik 2018
Proposal manajemen logistik  2018Proposal manajemen logistik  2018
Proposal manajemen logistik 2018
 
Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...
Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...
Bisnis Internasional, 5, Anissa NS, Hapzi Ali, Kekuatan Ekonomi dan Sosioekon...
 
Global operations adidas
Global operations adidasGlobal operations adidas
Global operations adidas
 
Logbook kegiatan aktualisasi
Logbook kegiatan aktualisasiLogbook kegiatan aktualisasi
Logbook kegiatan aktualisasi
 
Presentasi ( procurement management ) manajemen pengadaan
Presentasi  ( procurement management ) manajemen pengadaanPresentasi  ( procurement management ) manajemen pengadaan
Presentasi ( procurement management ) manajemen pengadaan
 
Business process reengineering PPT
Business process reengineering PPTBusiness process reengineering PPT
Business process reengineering PPT
 
Manajemen Merk dan Produk
Manajemen Merk dan ProdukManajemen Merk dan Produk
Manajemen Merk dan Produk
 
analisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesiaanalisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesia
 
Pertemuan ke 5
Pertemuan ke 5Pertemuan ke 5
Pertemuan ke 5
 
Contoh Job Analysis
Contoh Job AnalysisContoh Job Analysis
Contoh Job Analysis
 
Scm 04 desain jaringan
Scm 04   desain jaringanScm 04   desain jaringan
Scm 04 desain jaringan
 
Makalah gojek
Makalah gojekMakalah gojek
Makalah gojek
 
Bussiness plan lumpia
Bussiness plan lumpiaBussiness plan lumpia
Bussiness plan lumpia
 

Similar to Center of Gravity

1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...
1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...
1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...wiwin syafii
 
1.PEDOMAN USILA.docx
1.PEDOMAN USILA.docx1.PEDOMAN USILA.docx
1.PEDOMAN USILA.docxwiwiefarida
 
Bahan kleideskop dinas kesehatan edisi 1
Bahan kleideskop dinas kesehatan   edisi 1  Bahan kleideskop dinas kesehatan   edisi 1
Bahan kleideskop dinas kesehatan edisi 1 indrasutanmudo
 
Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...
Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...
Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...Muchtar Mahdi
 
Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019ainunchairat
 
Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019ainunchairat
 
LAPORAN PROFIL 2021.docx
LAPORAN PROFIL 2021.docxLAPORAN PROFIL 2021.docx
LAPORAN PROFIL 2021.docxAriRoscita
 
SKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasional
SKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasionalSKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasional
SKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasionalprjzjpy4x7
 
Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014
Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014
Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014Muh Saleh
 
Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...
Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...
Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...Suprijanto Rijadi
 
Riset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokok
Riset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokokRiset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokok
Riset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokokindonesiaheart
 
Makalah hidup sehat dan bersih siti andriani
Makalah hidup sehat dan bersih siti andrianiMakalah hidup sehat dan bersih siti andriani
Makalah hidup sehat dan bersih siti andrianiSeptian Muna Barakati
 

Similar to Center of Gravity (20)

1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...
1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...
1472810970 indonesia bebas-pasung-2017---pemodelan-inovasi-pemerintah-daerah-...
 
PPT yeww.pptx
PPT yeww.pptxPPT yeww.pptx
PPT yeww.pptx
 
Buku pdbk
Buku pdbkBuku pdbk
Buku pdbk
 
1
11
1
 
Bab i pendahuluan.
Bab i pendahuluan.Bab i pendahuluan.
Bab i pendahuluan.
 
1.PEDOMAN USILA.docx
1.PEDOMAN USILA.docx1.PEDOMAN USILA.docx
1.PEDOMAN USILA.docx
 
Bahan kleideskop dinas kesehatan edisi 1
Bahan kleideskop dinas kesehatan   edisi 1  Bahan kleideskop dinas kesehatan   edisi 1
Bahan kleideskop dinas kesehatan edisi 1
 
Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...
Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...
Kti skripsi no.297 hubungan pengembangan desa siaga dengan peningkatan motiva...
 
Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019
 
Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019Kak posyandu lansia 2019
Kak posyandu lansia 2019
 
LAPORAN PROFIL 2021.docx
LAPORAN PROFIL 2021.docxLAPORAN PROFIL 2021.docx
LAPORAN PROFIL 2021.docx
 
SKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasional
SKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasionalSKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasional
SKN MAKALAH.doc berisi latar belakang dari sistem kesehatan nasional
 
Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014
Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014
Profil kesehatan kabupaten Mamuju tahun 2014
 
Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...
Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...
Tantangan Kesehatan Kabinet Jokowi 01 - Paradigma Sakit Sebagai Dasar Pembang...
 
Bab 1
Bab 1Bab 1
Bab 1
 
Riset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokok
Riset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokokRiset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokok
Riset kesehatan dasar 2010 (penggunaan tembakau dan rokok
 
3.sistem kesehatan-nasional-2009
3.sistem kesehatan-nasional-20093.sistem kesehatan-nasional-2009
3.sistem kesehatan-nasional-2009
 
Laporan puskesmas buniwangi
Laporan puskesmas buniwangiLaporan puskesmas buniwangi
Laporan puskesmas buniwangi
 
PIS-PK
PIS-PKPIS-PK
PIS-PK
 
Makalah hidup sehat dan bersih siti andriani
Makalah hidup sehat dan bersih siti andrianiMakalah hidup sehat dan bersih siti andriani
Makalah hidup sehat dan bersih siti andriani
 

Center of Gravity

  • 1.
  • 2. 1 CENTER OF GRAVITY MODEL “PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN” ILHAM AKHSANU RIDLO
  • 3. 2 CENTER OF GRAVITY MODEL “PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN” Serial Paper Manajemen Penulis: Ilham Akhsanu Ridlo ©PHMovement Publication Public Health Movement - Indonesia Jl. Mulyorejo tengah no. 69 Surabaya Email: ilham_ikm@yahoo.com Upload Pertama – Januari 2012 Penata Letak – IAR Desain Sampul – IAR Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Pemegang Hak Cipta.
  • 4. 3 Pengantar Alhamdulillah, akhirnya buku CENTER OF GRAVITY MODEL “PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN” yang merupakan upload pertama ‘Serial Paper Manajemen’dapat diselesaikan. Penulisan buku ini diawali oleh sebuah pemikiran bahwa metode manajemen yang secara umum digunakan dalam bidang manufaktur apakah bisa ditarik untuk diimplementasikan dengan beberapa perubahan ke dalam sektor kesehatan. PH Movement Publications (Red: Public Health Movement Publications) merupakan sebuah wadah bagi semua pihak atau pemerhati masalah kesehatan masyarakat yang termanifesto dalam sebuah tulisan atau buku. Salam Sehat! Surabaya, Januari 2012
  • 5. 4 “Center of Gravity Models” Metode yang dipakai untuk menentukan lokasi terbaik dari beberapa lokasi alternatif. Tujuannya adalah memperoleh jarak/akses yang efisien dari segi biaya perpindahan barang atau jasa dari lokasi yang ada. Teori ini banyak digunakan dalam manajemen inventori dan logistik. Tujuan buku ini dibuat adalah sebagai bahan masukan untuk Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Departemen Kesehatan dalam menentukan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang tepat di wilayah propinsi Jawa Timur sehingga penanganan kasus kesehatan jiwa bisa lebih optimal. Adapun basedata yang dipakai adalah data 2006 sehingga dimungkinkan lokasi dapat berubah. Sehingga hasil akhir lokasi merupakan sebuah simulasi terhadap implementasi gravity models.
  • 6. 5 BAGIAN I PEMENUHAN SARANA KESEHATAN JIWA Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 UUD 1945 dan Undang-undang nomor 23 tahun tentang kesehatan. Pembangunan kesehatan itu sendiri harus dipandang sebagai investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pendidikan, serta berperan dalam penanggulangan kemiskinan. Direktur Kesehatan Jiwa Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Benedetto Saraceno mengemukakan, lebih dari 50 persen penderita gangguan kesehatan jiwa di negara-negara berkembang belum mendapatkan perawatan. Pada Kongres Federasi Psikiatri dan Kesehatan Jiwa ASEAN ke-10 di Jakarta, Kamis (29/6), Saraceno menjelaskan hal itu bisa terjadi, akibat minimnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa. Menurutnya, jumlah psikiatri di sebagian besar negara berkembang hanya sekitar 0-1 per 100 ribu penduduk dan belum tersebar merata. Dari jumlah itu, sekitar 65,1 persen psikiatri melakukan praktik di rumah sakit jiwa, 15,9 persennya berpraktik di rumah sakit umum dan 19,0 persennya berpraktik di tempat-tempat praktik khusus. "Sarana pelayanan kesehatan jiwa belum berada di dekat komunitas, sehingga tidak mampu menjangkau semua sasaran," ujarnya. Kualitas pelayanan gangguan kesehatan jiwa pun, menurut Saraceno, rata- rata masih buruk sehingga penderita enggan atau jera me-meriksakan diri atau mendapatkan perawatan dari sarana pelayanan kesehatan jiwa yang ada
  • 7. 6 Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya mengalami peningkatan. Data hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT) yang dilakukan Badan Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1995 menunjukkan, diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita gangguan kesehatan jiwa. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir ini , data tersebut dapat dipastikan meningkat karena krisis ekonomi dan gcjolak-gejolak lainnya diseluruh daerah. Bahkan masalah dunia internasional pun akan ikut memicu terjadinya peningkatan tersebut. Studi Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1995 di beberapa Negara menunjukkan bahwa hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted Life Years (DALY's) sebesar 8,1% dari Global Burden of Disease, disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa. Angka ini lebih tinggi dari pada dampak yang disebabkan penyakit Tuberculosis (7,2%), Kanker (5,8%), Penyakit Jantung (4,4%) maupun Malaria (2,6%). Tingginya masalah tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang besar dibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya yang ada dimasyarakat. Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan "Kesehatan" adalah: "Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis". Atas dasar definisi Kesehatan tersebut di atas, maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). dari unsur "badan" (organobiologik), "jiwa" (psiko-edukatif) dan “sosial” (sosio-kultural), yang tidak dititik beratkan pada “penyakit” tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dan "kesejahteraan" dan “produktivitas sosial ekonomi”. Dan definisi tersebut juga tersirat bahwa "Kesehatan Jiwa" merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari "Kesehatan" dan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.
  • 8. 7 Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan "Kesehatan Jiwa" adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut: "Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain". Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain. Mengingat pentingnya upaya kesehatan jiwa maka sudah selayaknya pengembangan sarana pemenuhan upaya kesehatan jiwa harus direncanakan dengan seksama. Upaya perencanaan dan pengembangan upaya kesehatan jiwa tersebut salah satunya diwujudkan dengan upaya perencanaan penentuan lokasi Rumah sakit jiwa yang strategis dan tepat sehingga dari segi akses jarak mudah dijangkau dan berada di posisi yang sesuai penyebaran dengan kuantitas kunjungan jiwa tiap kabupaten. Dalam tahun 2006 setidaknya terdapat 496.676 kunjungan jiwa di rumah sakit daerah yang tentunya memerlukan rujukan khusus untuk ditangani intensif di Rumah Sakit Jiwa. Oleh sebab itu maka diperlukan perencanaan letak posisi Rumah Sakit Jiwa yang diharapkan dapat terjangkau secara jarak maupun biaya di Jawa Timur berdasarkan penyebaran jumlah kunjungan jiwa di rumah sakit daerah di Jawa timur.
  • 9. 8 BAGIAN II GAMBARAN DATA Jumlah kunjungan gangguan jiwa di Propinsi Jawa Timur di Sarana Kesehatan (Rumah Sakit) Kabupaten /Kota dan letak koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut : No. Wilayah Jml Kunj. gangguan Jiwa Letak Koordinat 1 2 4 X Y KABUPATEN 1 Pacitan 2.775 1 3 2 Ponorogo 1.018 2,4 4,8 3 Trenggalek 1.621 3,3 3,8 4 Tulungagung 1.784 4 3,8 5 Blitar 8.839 5 3,5 6 Kediri 4.518 5 5 7 Malang 25.671 6,8 3,5 8 Lumajang 31.543 9 3,5 9 Jember 22.641 10 5,3 10 Banyuwangi 7.201 13 3 11 Bondowoso 25.900 11 4,9 12 Situbondo 25.352 12 6 13 Probolinggo 6.438 9 5,5 14 Pasuruan 11.570 8 6 15 Sidoarjo 61.113 7 7 16 Mojokerto 18.362 6 7 17 Jombang 7.922 5 6,5 18 Nganjuk 5.577 4 6 19 Madiun 21.333 2 6,6 20 Magetan 2.581 2 6 21 Ngawi 3.337 2 7 22 Bojonegoro 41.947 4,8 8,7 23 Tuban 36.749 4,5 10 24 Lamongan 14.197 6 9
  • 10. 9 No. Wilayah Jml Kunj. gangguan Jiwa Letak Koordinat 1 2 4 X Y 25 Gresik 21.934 6,7 9,7 26 Bangkalan 21.424 7 9 27 Sampang 3.488 9 8,6 28 Pamekasan 2.574 10 8,6 29 Sumenep 33.540 11 9,5 KOTA 30 Kediri 2.390 5 5 31 Blitar 1.301 5 3,5 32 Malang 8.831 6,9 4,2 33 Probolinggo 3.545 9 5,5 34 Pasuruan 1.459 8 6 35 Mojokerto 1.425 6 7 36 Madiun 3.153 2 6,6 37 Surabaya 23.855 7 9 38 Batu 6.408 6,4 5 JUMLAH 525.316 Sumber :Profil Kesehatan Propinsi Jawa Timur Tahun 2006
  • 11. 10 Gambar 1. Peta Propinsi Jawa Timur dengan Koordinat Lokasi Kabupaten/Kota (Ket : Kabupaten ; Kota) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14X Y
  • 12. 11 BAGIAN III IMPLEMENTASI GRAVITY METHODS III.1 Gambaran Umum Permasalahan Masyarakat Jawa Timur dengan penyebaran Kabupaten/Kota yang merata, memerlukan akses yang baik akan pelayanan kesehatan jiwa (Rumah Sakit Jiwa). Oleh karena itu diperlukan penghitungan yang baik melihat angka kunjungan kesehatan jiwa pada tingkat Kabupaten/Kota. III.2 Pemecahan Masalah Dari permasalahan tersebut, maka dibuat penentuan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang strategis sehingga masyarakat yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi jawa Timur untuk mengakses Layanan lanjutan/rujukan Rumah Sakit Jiwa dengan biaya transportasi yang paling rendah. Dari gambar 1 diatas terlihat posisi masing-masing Kabupaten/kota dengan titik koordinatnya terlihat dengan jelas.. Nomor tersebut dalam peta sesuai dengan urutan kabupaten/Kota dalam tabel 1. Selanjutnya jumlah kunjungan gangguan jiwa di Kabupaten/Kota propinsi Jawa Timur (Vi) dipakai sebagai parameter untuk perhitungan selanjutnya sedangkan biaya transport (Ri) berdasarkan estimasi di lapangan. Jumlah kunjungan gangguan jiwa per Kabupaten/Kota dan biaya transport serta titik koordinat masing-masing Kabupaten/Kota dapat dipakai dalam menentukan titik koordinat lokasi rumah Sakit Jiwa seperti diuraikan pada tabel 2 dibawah ini.
  • 13. 12 Tabel. 2 Perhitungan titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa No. Wilayah Xi Yi Vi Ri ViRi ViRiXi ViRiYi KABUPATEN 1 Pacitan 1 3 2.775 0,8 2220 2220 6660 2 Ponorogo 2,4 4,8 1.018 0,8 814,4 1954,56 3909,12 3 Trenggalek 3,3 3,8 1.621 0,8 1296,8 4279,44 4927,84 4 Tulungagung 4 3,8 1.784 0,7 1248,8 4995,2 4745,44 5 Blitar 5 3,5 8.839 0,7 6187,3 30936,5 21655,55 6 Kediri 5 5 4.518 0,6 2710,8 13554 13554 7 Malang 6,8 3,5 25.671 0,5 12835,5 87281,4 44924,25 8 Lumajang 9 3,5 31.543 0,7 22080,1 198720,9 77280,35 9 Jember 10 5,3 22.641 0,8 18112,8 181128 95997,84 10 Banyuwangi 13 3 7.201 0,9 6480,9 84251,7 19442,7 11 Bondowoso 11 4,9 25.900 0,8 20720 227920 101528 12 Situbondo 12 6 25.352 0,8 20281,6 243379,2 121689,6 13 Probolinggo 9 5,5 6.438 0,7 4506,6 40559,4 24786,3 14 Pasuruan 8 6 11.570 0,4 4628 37024 27768 15 Sidoarjo 7 7 61.113 0,2 12222,6 85558,2 85558,2 16 Mojokerto 6 7 18.362 0,4 7344,8 44068,8 51413,6 17 Jombang 5 6,5 7.922 0,5 3961 19805 25746,5 18 Nganjuk 4 6 5.577 0,6 3346,2 13384,8 20077,2 19 Madiun 2 6,6 21.333 0,7 14933,1 29866,2 98558,46 20 Magetan 2 6 2.581 0,8 2064,8 4129,6 12388,8 21 Ngawi 2 7 3.337 0,8 2669,6 5339,2 18687,2 22 Bojonegoro 4,8 8,7 41.947 0,7 29362,9 140941,92 255457,23 23 Tuban 4,5 10 36.749 0,7 25724,3 115759,35 257243 24 Lamongan 6 9 14.197 0,4 5678,8 34072,8 51109,2 25 Gresik 6,7 9,7 21.934 0,2 4386,8 29391,56 42551,96 26 Bangkalan 7 9 21.424 0,4 8569,6 59987,2 77126,4 27 Sampang 9 8,6 3.488 0,6 2092,8 18835,2 17998,08 28 Pamekasan 10 8,6 2.574 0,7 1801,8 18018 15495,48 29 Sumenep 11 9,5 33.540 0,8 26832 295152 254904 KOTA 30 Kediri 5 5 2.390 0,4 956 4780 4780 31 Blitar 5 3,5 1.301 0,6 780,6 3903 2732,1 32 Malang 6,9 4,2 8.831 0,4 3532,4 24373,56 14836,08 33 Probolinggo 9 5,5 3.545 0,6 2127 19143 11698,5 34 Pasuruan 8 6 1.459 0,3 437,7 3501,6 2626,2
  • 14. 13 No. Wilayah Xi Yi Vi Ri ViRi ViRiXi ViRiYi 35 Mojokerto 6 7 1.425 0,3 427,5 2565 2992,5 36 Madiun 2 6,6 3.153 0,7 2207,1 4414,2 14566,86 37 Surabaya 7 9 23.855 0,01 238,55 1669,85 2146,95 38 Batu 6,4 5 6.408 0,5 3204 20505,6 16020 525316 289025,6 2157369,94 1925583,49 Koordinat X = 2157369,94/289025,6 =7,5 Koordinat Y= 1925583,49/289025,6=6,7 Jadi dari tabel diatas didapatkan titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa (P1) adalah (7.5,6.7). Setelah lokasi titik koordinat rumah Sakit Jiwa (P1) ditemukan, selanjutnya kita mencoba menghitung biaya transportasi minimal yang dikeluarkan dari titik koordinat masing-masing Kabupaten ke titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini Tabel. 3 Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 1 No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi) KABUPATEN 1 Pacitan 1 3 2.775 0,8 112,1895717 249060,8492 2 Ponorogo 2,4 4,8 1.018 0,8 81,63638895 66484,67516 3 Trenggalek 3,3 3,8 1.621 0,8 76,55880093 99281,45305 4 Tulungagung 4 3,8 1.784 0,7 68,17990906 85143,07044 5 Blitar 5 3,5 8.839 0,7 60,91182151 376879,7132 6 Kediri 5 5 4.518 0,6 45,34864937 122931,1187 7 Malang 6,8 3,5 25.671 0,5 49,13501806 630672,5243 8 Lumajang 9 3,5 31.543 0,7 53,01179114 1170505,65 9 Jember 10 5,3 22.641 0,8 42,97964635 778481,7383 10 Banyuwangi 13 3 7.201 0,9 99,43088052 644401,5935 11 Bondowoso 11 4,9 25.900 0,8 59,03600596 1223226,044 12 Situbondo 12 6 25.352 0,8 68,31178522 1385472,303 13 Probolinggo 9 5,5 6.438 0,7 28,81405907 129853,4386 14 Pasuruan 8 6 11.570 0,4 12,9034879 59717,342 15 Sidoarjo 7 7 61.113 0,2 8,746427842 106904,0889 16 Mojokerto 6 7 18.362 0,4 22,94558781 168530,7534 17 Jombang 5 6,5 7.922 0,5 37,61980861 149012,0619 18 Nganjuk 4 6 5.577 0,6 53,53970489 179154,5605
  • 15. 14 No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi) 19 Madiun 2 6,6 21.333 0,7 82,51363524 1232184,366 20 Magetan 2 6 2.581 0,8 83,16549765 171720,1196 21 Ngawi 2 7 3.337 0,8 82,62263612 220569,3894 22 Bojonegoro 4,8 8,7 41.947 0,7 50,40089285 1479916,377 23 Tuban 4,5 10 36.749 0,7 66,89730936 1720886,455 24 Lamongan 6 9 14.197 0,4 41,18859065 233901,7686 25 Gresik 6,7 9,7 21.934 0,2 46,57252409 204304,3487 26 Bangkalan 7 9 21.424 0,4 35,30580689 302556,6427 27 Sampang 9 8,6 3.488 0,6 36,31115531 75991,98583 28 Pamekasan 10 8,6 2.574 0,7 47,1009554 84866,50145 29 Sumenep 11 9,5 33.540 0,8 67,23280449 1803990,61 KOTA 30 Kediri 5 5 2.390 0,4 45,34864937 43353,3088 31 Blitar 5 3,5 1.301 0,6 60,91182151 47547,76787 32 Malang 6,9 4,2 8.831 0,4 38,5648804 136226,5835 33 Probolinggo 9 5,5 3.545 0,6 28,81405907 61287,50364 34 Pasuruan 8 6 1.459 0,3 12,9034879 5647,856654 35 Mojokerto 6 7 1.425 0,3 22,94558781 9809,238789 36 Madiun 2 6,6 3.153 0,7 82,51363524 182115,8443 37 Surabaya 7 9 23.855 0,01 35,30580689 8422,200233 38 Batu 6,4 5 6.408 0,5 30,3726851 97314,08305 525.316 1978,291766 15748325,93 Pada tabel 3 diatas terlihat bahwa biaya total transportasi minimal lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1) pada titik koordinat (7.5,6.7) adalah Rp. 15.748.325,93
  • 16. 15 Keterangan : Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1) Gambar 2. Koordinat Kabupaten/Kota serta koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1) Selain lokasi Rumah Sakit Jiwa pada titik koordinat (7.5, 6.7), perlu juga dibandingkan dengan titik koordinat yang lain, selanjutnya membandingkan total biaya transportasi minimalnya. Berikut ini uraian perhitungannya.
  • 17. 16 Tabel 4. Perhitungan lain titik koordinat lokasi RSJ 2 No. ViRi ViRiXi ViRiYi ViRi/di ViRiXi/di ViRiYi/di KABUPATEN 1 Pacitan 2220 2220 6660 19,78794 19,78793542 59,36381 2 Ponorogo 814,4 1954,56 3909,12 9,975943 23,94226429 47,88453 3 Trenggalek 1296,8 4279,44 4927,84 16,93861 55,89742718 64,36673 4 Tulungagung 1248,8 4995,2 4745,44 18,31625 73,26498478 69,60174 5 Blitar 6187,3 30936,5 21655,55 101,578 507,8899175 355,5229 6 Kediri 2710,8 13554 13554 59,77686 298,8843149 298,8843 7 Malang 12835,5 87281,4 44924,25 261,2292 1776,358358 914,3021 8 Lumajang 22080,1 198720,9 77280,35 416,513 3748,616972 1457,795 9 Jember 18112,8 181128 95997,84 421,4274 4214,273858 2233,565 10 Banyuwangi 6480,9 84251,7 19442,7 65,17995 847,3393735 195,5399 11 Bondowoso 20720 227920 101528 350,9723 3860,694779 1719,764 12 Situbondo 20281,6 243379,2 121689,6 296,8975 3562,770307 1781,385 13 Probolinggo 4506,6 40559,4 24786,3 156,4028 1407,625351 860,2155 14 Pasuruan 4628 37024 27768 358,6627 2869,301718 2151,976 15 Sidoarjo 12222,6 85558,2 85558,2 1397,439 9782,073498 9782,073 16 Mojokerto 7344,8 44068,8 51413,6 320,0964 1920,578386 2240,675 17 Jombang 3961 19805 25746,5 105,2903 526,4513758 684,3868 18 Nganjuk 3346,2 13384,8 20077,2 62,49941 249,9976424 374,9965 19 Madiun 14933,1 29866,2 98558,46 180,9774 361,9547232 1194,451 20 Magetan 2064,8 4129,6 12388,8 24,8276 49,65520698 148,9656 21 Ngawi 2669,6 5339,2 18687,2 32,31076 64,62151597 226,1753 22 Bojonegoro 29362,9 140941,92 255457,23 582,5869 2796,417127 5068,506 23 Tuban 25724,3 115759,35 257243 384,5342 1730,403675 3845,342 24 Lamongan 5678,8 34072,8 51109,2 137,8731 827,2387926 1240,858 25 Gresik 4386,8 29391,56 42551,96 94,19288 631,0922711 913,6709 26 Bangkalan 8569,6 59987,2 77126,4 242,7249 1699,074608 2184,524 27 Sampang 2092,8 18835,2 17998,08 57,63518 518,7166269 495,6626 28 Pamekasan 1801,8 18018 15495,48 38,254 382,540011 328,9844 29 Sumenep 26832 295152 254904 399,0909 4389,999826 3791,363 KOTA 30 Kediri 956 4780 4780 21,08111 105,4055648 105,4056 31 Blitar 780,6 3903 2732,1 12,81525 64,07623189 44,85336 32 Malang 3532,4 24373,56 14836,08 91,59629 632,0144066 384,7044 33 Probolinggo 2127 19143 11698,5 73,81813 664,3631831 405,9997 34 Pasuruan 437,7 3501,6 2626,2 33,92106 271,3684879 203,5264
  • 18. 17 No. ViRi ViRiXi ViRiYi ViRi/di ViRiXi/di ViRiYi/di 35 Mojokerto 427,5 2565 2992,5 18,63103 111,786197 130,4172 36 Madiun 2207,1 4414,2 14566,86 26,74831 53,49661286 176,5388 37 Surabaya 238,55 1669,85 2146,95 6,756679 47,29675221 60,81011 38 Batu 3204 20505,6 16020 105,4895 675,1329339 527,4476 289.026 2.157.370 1.925.583 7.005 51.822 46.771 X = 51882/7005 = 7,4 Y = 46771/7005 = 6,7 Jadi dari tabel diatas tampak bahwa titik koordinat Rumah Sakit Jiwa kedua (RSJ2) adalah (7.4, 6,7). Berikut ini merupakan perhitungan biaya total transportasi minimal. Tabel 5. Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 2 No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi) KABUPATEN 1 Pacitan 1 3 2775 0,8 110,8884575 246172,3756 2 Ponorogo 2,4 4,8 1018 0,8 80,23247472 65341,32741 3 Trenggalek 3,3 3,8 1621 0,8 75,32927718 97687,00664 4 Tulungagung 4 3,8 1784 0,7 67,03170891 83709,19809 5 Blitar 5 3,5 8839 0,7 60 371238 6 Kediri 5 5 4518 0,6 44,11632351 119590,5298 7 Malang 6,8 3,5 25671 0,5 48,83646179 626840,4053 8 Lumajang 9 3,5 31543 0,7 53,66563146 1184942,509 9 Jember 10 5,3 22641 0,8 44,29446918 802296,8614 10 Banyuwangi 13 3 7201 0,9 100,6789452 652490,1757 11 Bondowoso 11 4,9 25900 0,8 60,37383539 1250945,869 12 Situbondo 12 6 25352 0,8 69,79434074 1415540,901 13 Probolinggo 9 5,5 6438 0,7 30 135198 14 Pasuruan 8 6 11570 0,4 13,82931669 64002,07762 15 Sidoarjo 7 7 61113 0,2 7,5 91669,5 16 Mojokerto 6 7 18362 0,4 21,47673159 157742,2982 17 Jombang 5 6,5 7922 0,5 36,12478374 143090,2684 18 Nganjuk 4 6 5577 0,6 52,06966487 174235,5126 19 Madiun 2 6,6 21333 0,7 81,0138877 1209788,486 20 Magetan 2 6 2581 0,8 81,67772034 168648,157 21 Ngawi 2 7 3337 0,8 81,1249037 216571,0429 22 Bojonegoro 4,8 8,7 41947 0,7 49,2036584 1444762,101 23 Tuban 4,5 10 36749 0,7 65,89764791 1695170,864
  • 19. 18 No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi) 24 Lamongan 6 9 14197 0,4 40,38873605 229359,5543 25 Gresik 6,7 9,7 21934 0,2 46,2087654 202708,6121 26 Bangkalan 7 9 21424 0,4 35,01785259 300088,9896 27 Sampang 9 8,6 3488 0,6 37,25922705 77976,11036 28 Pamekasan 10 8,6 2574 0,7 48,30372656 87033,65452 29 Sumenep 11 9,5 33540 0,8 68,41052551 1835591,22 KOTA 30 Kediri 5 5 2390 0,4 44,11632351 42175,20528 31 Blitar 5 3,5 1301 0,6 60 46836 32 Malang 6,9 4,2 8831 0,4 38,24264635 135088,324 33 Probolinggo 9 5,5 3545 0,6 30 63810 34 Pasuruan 8 6 1459 0,3 13,82931669 6053,091913 35 Mojokerto 6 7 1425 0,3 21,47673159 9181,302757 36 Madiun 2 6,6 3153 0,7 81,0138877 178805,7515 37 Surabaya 7 9 23855 0,01 35,01785259 8353,508735 38 Batu 6,4 5 6408 0,5 29,58462438 94789,13653 525316 1964,030456 15.735.523,93 Dari tabel diatas diketahui pada koordinat Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)= (7.4, 6.7), biaya total transportasi minimal adalah Rp 15.735.523,93. Dapat disimpulkan bahwa pada titik koordinat kedua (RSJ2) biaya transportasi yang dibutuhkan lebih murah dari titik koordinat di awal (RSJ1). Berikut ini kita ulangi lagi tahapan diawal untuk melihat penghitungan biaya transportasi minimal paling kecil. Tabel 6 Perbandingan RSJ1 dan RSJ 2 Titik X Y di Cost (ViRidi) RSJ1 7.5 6.7 1978,291766 Rp.15.748.325,93 RSJ2 7.4 6.7 1964,030456 Rp. 15.735.523,93 Dari tabel diatas diketahui bahwa titik koordinat lokasi yang biaya transportasinya minimal lebih kecil adalah pada koordinat RSJ2 (7.4, 6.7) dengan biaya Rp. 15.735.523,93
  • 20. 19 Gambar 3. Koordinat Kabupaten/Kota dan Lokasi RSJ1 dan RSJ 2 Keterangan : Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ2) Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)
  • 21. 20 BAGIAN IV PENUTUP Pemanfaatan dan implementasi gravity models yang pada umumnya dipakai dalam manajemen inventory dan logistik dalam penentuan lokasi sarana kesehatan dimungkinkan dapat menjadi metode alternatif dalam menentukan lokasi sarana kesehatan dengan akurasi dan presisi yang lebih baik. Harapannya lokasi sarana kesehatan yang tepat dapat diakses dan dinikmati oleh pengguna layanan dan masyarakat. Jauh dari semua keterbatasan penghitungan dan penerapan metode maka segala masukan dan saran kami terima untuk membuat buku ini menjadi lebih baik. Terimakasih.
  • 22. 21 Referensi Jay Heizer and Barry Render, Operations Management, 9th Edition, Pearson Education International, 2008.