Pelestarian lingkungan hidup

26,911 views

Published on

geografi kelas XI IPS

Published in: Education
0 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
26,911
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
91
Actions
Shares
0
Downloads
1,148
Comments
0
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelestarian lingkungan hidup

  1. 1. PELESTARIANLINGKUNGAN HIDUP DIAN ANISA PUTRI XI IPS 1 SMA N 54 JAKARTA
  2. 2. Masalah Kerusakan Lingkungan• Kerusakan lingkungan hidup adalah perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia,dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.• Kerusakan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya.• Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami.• Dampak dari kerusakannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.
  3. 3. Kerusakan Lingkungan Karena Campur Tangan Manusia• Penebangan hutan• Pembangunan pemukiman, dan• Penerapan intensifikasi pertanian
  4. 4. Penebangan hutan Penebangan hutan yang liar mengurangifungsi hutan sebagai penahan air.Akibatnya, daya dukung hutan menjadiberkurang. Selain itu, penggundulanhutan dapat menyebabkan terjadi banjirdan erosi. Akibat lain adalah munculnyaharimau, babi hutan, dan ular di tengahpemukiman manusia karena semakinsempitnya habitat hewan-hewan tersebut
  5. 5. Pembangunan Pemukiman• Pembangungan pemukiman pada daerah-daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan pokok. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi tidak atau kurang produktif.• Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. Selain itu, tumbuhan di sekitamya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan panas akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2.
  6. 6. Penerapan Intensifikasi Pertanian• Intensifikasi pertanian adalah suatu usaha untuk menaikkan hasil pertanian tanpa menambah areal lahan pertanian, caranya antara lain dengan pemilihan bibit unggul, pemupukan, irigasi yang baik, mencegah penyerangan hama dsb• Penerapan intensifikasi pertanian di satu sisi meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan.• Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman sehingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.
  7. 7. Kerusakan Lingkungan Karena Faktor Alam• Letusan gunung berapi• Gempa Bumi, dan• Angin topan
  8. 8. Letusan Gunung BerapiLetusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perutbumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncakgunung berapi.Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antaralain berupa:1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.4) Gas yang mengandung racun.5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpaperumahan, dan lain-lain.
  9. 9. Gempa BumiGempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karenabeberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunungberapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng didasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa,namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapanterjadinya gempa.Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyatdibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempaberlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsungmaupun tidak langsung, di antaranya:1) Berbagai bangunan roboh.2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.3) Tanah longsor akibat guncangan.4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami(gelombang pasang).
  10. 10. Angin TopanAngin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggimenuju ke kawasan bertekanan rendah.Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yangmencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan SamudraPasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah dikawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan,bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia barudirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadiperubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejalapemanasan global.Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkankeadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dankecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkankerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:1) Merobohkan bangunan.2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.3) Membahayakan penerbangan.4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.
  11. 11. Masalah Lingkungan Hidup Di Indonesia Saat Ini:•Penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan•Polusi air dari limbah industri dan pertambangan•Polusi udara di daerah perkotaan•Asap dan kabut dari kebakaran hutan•Kebakaran hutanpermanen/tidak dapat dipadamkan•Perambahan suaka alam/suaka margasatwa•Perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yangdilindungi•Penghancuran terumbu karang•Pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju•Pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan•Semburan lumpur liar di sidoarjo, jawa timur•Hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara.
  12. 12. Lumpur Lapindo
  13. 13. Kategori Nasional Kawasan Konservasi (UU. No. 5 / 1990) – Kawasan Suaka Alam • Cagar alam • Suaka margasatwa – Kawasan Pelestarian Alam • Taman nasional • Taman wisata alam • Taman hutan raya – Taman Buru
  14. 14. KATEGORI KAWASAN KONSERVASI KAWASAN KONSERVASI Kawasan suaka alam Kawasan pelestarian alam Taman buruCagar alam Suaka margasatwa Taman Nasional Taman Wisata Alam TAHURACA CA SM SM TN TN TWA TWADarat Laut Darat Laut Darat Laut Darat Laut
  15. 15. CAGAR ALAM• Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan tipe ekosistem,• Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya,• Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia,• Mempunyai ciri khas potensi, dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi; dan atau• Mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah.• Mempunyai luas yang cukup dan bentuk (geometri) tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami,
  16. 16. Cagar Alam Nusa Kambangan Jawa Barat Pulau Kambangan, yang berstatus sebagai cagar alam, selain sering digunakan untuk latihan militer, juga merupakan habitat bagi pohon-pohon langka, namun banyak yang telah ditebang secara liar. Saat ini yang tersisa kebanyakan adalah tumbuhan perdu,nipah dan belukar. Kayu plahlar yang hanya dapat ditemukan di pulau ini banyak dicuri karena setelah dikeringkan, mempunyai kualitas yang setara dengan kayu meranti dari Kalimantan.
  17. 17. SUAKA MARGASATWA• Merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasi, dan atau• Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi, dan atau• Merupakan habitat dari suatu jenis satwa langka dan atau dikhawatirkan akan punah, dan atau• Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu;• Mempunyai luas yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.
  18. 18. Suaka Margasatwa Muara Angke Jakarta Utara Walaupun termasuk kawasan margasatwa terkecil di Indonesia beberapa jenis burung endemik Pulau Jawa bisa Anda temukan di sini, seperti Cerek Jawa dan Bubut Jawa. Tempat ini juga menjadi habitat kelompok monyet ekor panjang. Tak hanya itu, kawasan ini juga merupakan rumah bagi aneka flora. Tercatat sekitar 30 jenis tumbuhan ada di sini, 11 di antaranya adalah jenis pohon bakau seperti Api-api dan Pidada. Di kawasan SMMA terdapat jembatan kayu sepanjang 800 meter yang bisa Anda telusuri untuk melihat langsung kehidupan flora dan fauna di sini.
  19. 19. TAMAN NASIONAL• Memiliki sumberdaya alam yang khas dan unik baik berupa jenis tumbuhan maupun satwa dan ekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh dan alami, dan atau• Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh,• Memiliki keadaan alam yang asli dan alami untuk dikembangkan sebagai pariwisata alam,• Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami.
  20. 20. Taman Nasional Gunung Leuser Aceh, Sumatera Utara • Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan. • Hampir seluruh kawasan ditutupi oleh lebatnya hutan dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa , bunga raflesia serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik. • Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional antara lain mawas/orangutan , siamang, gajah Sumatera, badak Sumatera, harimau Sumatera, kambing hutan, rangkong, rusa sambar, dan kucing hutan.
  21. 21. TAMAN WISATA ALAM• Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau ekosistem, gejala alam serta formasi geologi yang menarik• Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam• Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam
  22. 22. Taman Wisata Alam Bantimurung Sulawesi Selatan • Bantimurung memiliki kekayaan alam yang berlimpah dari indahnya petakan-petakan sawah yang indah dipandang, tebing-tebing curam yang terjal, hijaunya pegunungan yang elok, kupu-kupu yang beraneka ragam hingga air terjun dan goa-goa yang merupakan daya tarik utama pesona keindahan alam Bantimurung. Vegetasi yang terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah tipe hutan hujan pegunungan yang didominasi oleh famili Liniaceae, antara lain; jambu hujan (Eugenia sp), jabon (Anthocepalus cadamba), pala-pala (Mangifera sp), enau (Arenga pinnata), centana (Pterocarpus indicus) dan lain-lain.
  23. 23. TAMAN HUTAN RAYA• Merupakan kawasan dengan ciri khas baik asli maupun buatan, baik pada kawasan yang ekosistemnya masih utuh ataupun kawasan yang ekosistemnya sudah berubah• Memiliki keindahan alam dan atau gejala alam• Mempunyai luas wilayah yang memungkinkan untuk pembangunan koleksi tumbuhan dan atau satwa, baik jenis asli atau bukan asli.
  24. 24. Taman Hutan Raya Juanda Lembang, Bandung • Saat mulai memasuki kawasan ini pengunjung akan merasakan sejuknya alam dengan adanya pohon-pohon yang tinggi di pinggir-pinggir jalan seperti pohon Pinus, pohon Kaliandra, pohon Bambu dan jenis pohon-pohon kecil lainnya serta di temani kicauan Burung Kutilang dan Burung Kepondang. Ada beberapa objek wisata yang dihadirkan, baik wisata alam maupun wisata bekas peninggalan sejarah pada masa lalu, seperti adanya Gua buatan peninggalan Jepang dan Gua peninggalan Belanda. Pengunjung juga dapat mandi di air terjun / curug yang ada
  25. 25. TAMAN BURU• Sebentuk kawasan konservasi yang dipersiapkan selain untuk tujuan pelestarian, juga untuk mengakomodir kebutuhan perburuan satwa.• Dengan demikian, kawasan taman buru memang dibangun untuk keperluan perburuan satwa yang sudah ditentukan jenisnya, dan disertai persyaratan-persyaratannya.• Meskipun diberi predikat taman buru, namun jelas tidak diizinkan untuk memburu satwa-satwa yang bukan satwa buruan yang telah ditetapkan. Jika hal seperti ini terjadi, berarti si pemburu telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perburuan.
  26. 26. Taman Buru Tambora Selatan Dompu, NTB • Jenis Binatang burunya adalah : Rusa dan Babi Hutan. Jenis Binatang yang lain yang ada di Taman Buru Tambora Selatan adalah : Burung Kakatua Putih Jambul Kuning, Nuri Merah, Musang Landak, Beo, Ayam Hutan, Burung, Gosong, Elang, Gagak, Kuntul. • Jenis Tumbuhan yang ada : Bajur, Jambu Hutan, Asam Hutan, Cerme Hutan, Kesambi, dll
  27. 27. FAKTOR-FAKTOR PENGANCAM KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP• Penggunaan teknologi secara tidak bijaksana• Perilaku negatif pemicu bencana alam 33
  28. 28. Penggunaan teknologi secara tidak bijaksanaPenggunaan chlorofluorocarbon (CFC) dalam peralatan hasil teknologitertentu --misalnya dalam alat pendingin ruangan, lemari pendingin,dan hairspray-- dapat mengakibatkan semakin menipisnya lapisanozon akibat reaksi Cl dan CFC yang mengasilkan ClO dan O2 padahallapisan ozon sangat kita perlukan sebagai penyaring/filter sinarultraviolet dari sinar matahari yang masuk ke bumi. Denganmenipisnya lapisan ozon --bahkan para ilmuwan menemukan lapisanozon di atas Antartika dan Kutub Utara telah berlubang-- sinarultraviolet dari matahari masuk ke bumi secara berlebihan sehinggadapat menimbulkan kerusakan fisik pada benda-benda di bumi sertaterjadinya perubahan genetika pada makhluk hidup di bumi dan suhubumi semakin memanas. 34
  29. 29. Perilaku negatif pemicu terjadinya bencana alam• perilaku membuka lahan bercocok tanam dengan cara membakar hutan untuk menghemat waktu dan biaya operasional yang memicu terjadinya kebakaran hutan yang meluas dan kegundulan hutan,• perilaku membuang sampah di sungai dan saluran air yang memicu banjir, dan• perilaku membuang limbah industri tanpa melalui pengolahan limbah yang memicu tercemarnya lingkungan sekitar lokasi industri dengan zat-zat yang berbahaya. 35
  30. 30. Pelestarian Lingkungan Hidup• Reboisasi, yaitu berupa penanaman kembali tanaman terutama pada daerah-daerah perbukitan yang telah gundul.• Rehabilitasi lahan, yaitu pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang kritis dan tidak produktif.• Pengaturan tata guna lahan serta pola tata ruang wilayah sesuai dengan karakteristik dan peruntukan lahan.• Pembuatan sengkedan (terasering) atau lorak mati bagi daerahdaerah pertanian yang memiliki kemiringan lahan curam yang rentan terhadap erosi.
  31. 31. Pelestarian Lingkungan Hidup• Larangan pembuangan limbah rumah tangga agar tidak langsung ke sungai.• Penyediaan tempat sampah, terutama di daerah pantai yang dijadikan lokasi wisata.• Menghindari terjadinya kebocoran tangki-tangki pengangkut bahan bakar minyak pada wilayah laut.• Mengontrol kadar polusi udara dan memberi informasi jika kadar polusi melebihi ambang batas, yang dikenal dengan emisi gas buang.
  32. 32. Pengelolaan lingkungan hidup• adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup• Pengelolaan ini mempunyai tujuan sebagai berikut : - Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup. - Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. - Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup.
  33. 33. LIMBAH DAN DAUR ULANG
  34. 34. Pupuk Kompos• Cara membuat pupuk kompos adalah :1. Pisahkan sampah organik (daun, ranting) dan sampah anorganik (plastik)2. Masukkan sampah organik kedalam bak penampungan3. Tutup bak agar proses dekomposisi optimal. Sampah harus basah tapi tidak sampai berair dan diaduk seminggu sekali4. Dalam waktu dua atau tiga bulan kompos akan jadi
  35. 35. Daur ulang batok kelapa• Batok kelapa dapat didaur ulang jadi berbagi barang seperti kancing baju, celengan, gelas seloki, gayung, centong/sendok nasi, kelapa gabuk (yang gagal membesar) dan telah kering. Separuh bagian diukir menjadi wajah dengan semburat serat sabut, sebagai rambutnya. Separuhnya lagi dibiarkan utuh terbungkus sabu.• Batok kelapa juga dibuat menjadi perangkat makan. Yang ini, proses pembuatannya lebih sulit karena batok- batok tersebut dipecah-pecah kecil dan disusun kembali seperti membuat mozaik dengan perekat, sehingga menjadi lempengan. Barulah setelah ini dibentuk menjadi benda-benda tertentu, bahkan bisa dibuat lemari atau meja
  36. 36. Daur Ulang Kertas• Kertas bekas digunting-gunting sampai menjadi potongan kecil• Rendam potongan kertas selama 1 hari• Blender kertas yang sudah direndam sampai menjadi bubur kertas• Beri pewarna sesuai keinginan masig-masing, lebih bagus kalau menggunakan pewarna alami• Bubur kertas yang sudah diberi pewarna dicampur dan diaduk dengan lem kanji• Adonan dicetak di cetakan dari rangka kayu yang ditengahnya dilapisi kain ero• Bubur kertas yang sudah dimasukkan ke cetakan diratakan sambil ditekan dengan paralon. Fungsinya agar airnya jatuh ke baskom yang sudah diletakkan di bawah cetakan• Setelah rata dan tebalnya sudah sesuai dengan yang diinginkan baru dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Tapi, jangan dijemur di bawah matahari langsung• Angkat dari kain dan kertas daur lang pun jadi• Kertas yang sudah jadi bisa digunting sesuai keinginan masing- masing

×