Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan

30,376 views

Published on

A.    PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP Lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi dalam ruang (spasial) yang memengaruhi kehidupan manusia.
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
30,376
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
1,005
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan

  1. 1. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN By : 1. Yosephine Yunia Sara SMAN 88 Jakarta
  2. 2. A. PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP Lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi dalam ruang (spasial) yang memengaruhi kehidupan manusia. Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
  3. 3. 1. Lingkungan Biotik dan lingkungan Abiotik Secara umum lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut : a. Lingkungan biotik/lingkungan abiotik Lingkungan biotik adalah semua makhluk hidup yang menempati bumi, terdiri atas tumbuhan, hewan dan manusia. Menurut fungsinya faktor biotik dibedakan menjadi tiga, yaitu : 1). Produsen : organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri, yang disebut autotrofik. 2). Konsumen : organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain. Kelompok konsumen disebut heterotrofik. 3). Pengurai : organisme yang berperan menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati, seperti bakteri dan jamur. Faktor-faktor biotik yang membentuk satuan eksosistem : 1). Individu adalah sebutan makhluk hidup yang tunggal. 2). Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu, dan 3). Komunitas adalah seluruh populasi makhluk hidup yang hidup bersama-sama di suatu daerah tertentu.
  4. 4. b.Lingkungan abiotik/lingkungan anorganik Adalah benda-benda mati bumi, tetapi mempunyai pengaruh pada kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya, antara lain udara, tanah, air, dan sinar matahari. Komponen-komponen lingkungan yang ada di sekitar kita merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain yang disebut ekosistem. Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan komponen abiotik dalam ekosistem disebut ekologi.
  5. 5. 2. Kualitas lingkungan hidup Kualitas lingkungan hidup dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut : a. Lingkungan Biofisik Lingkungan biofisik adalah lingkungan abiotik dan biotik yang berhubungan secara simbiosis. Lingkungan biofisik dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1) Lingkungan biofisik abiotik, yaitu tanah, batuan, mineral, udara, air, energi matahari, dan proses yang berbeda di dalam dan permukaan bumi. 2) Lingkungan biofisik biotik, yaitu semua makhluk hidup mulai dari mikroorganisme sampai tumbuhan, hewan, dan manusia. Lingkungan biofisik terjadi bila berlangsungnya hubungan secara simbiosis antara lingkungan abiotik dan biotik, sehingga sistem interaksi menimbulkan kehidupan yang serasi. Jika salah satu unsur rusak atau hilang, maka kehidupan akan terganggu dan tidak harmonis. b. Lingkungan Sosial Ekonomi Manusia secara individual maupun kelompok adalah makhluk sosial, kualitas sosial ekonomi baik jika terpenuhi semua kebutuhan manusia. Kualitas sosial ekonomi dapat tercipta bila mereka memiliki sumber pendapatan yang memadai. c. Lingkungan budaya Adalah segala kondisi berupa materi dan nonmateri yang dihasilkan manusia melalui aktivitas dan kreativitasnya. Lingkungan budaya meliputi : 1) Materi seperti bangunan, peralatan senjata, pakaian dan lain-lain. 2) Nonmateri seperti nilai, norma, pranata, peraturan hukum, sistem ekonomi, sistem politik, kesenian, sistem pendidikan dan lain-lain.
  6. 6. Ekosistem adalah suatu wilayah yang didalamnya terdapat unsur-unsur hayati dan fisik yang saling mempengaruhi dan tidak bisa dipisahkan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. 1. Berdasarkan susunannya, ekosistem terdiri atas empat komponen, yaitu : a. Produsen adalah makhluk hidup penghasil makanan, biasanya adalah tumbuhan hijau yang mampu menghasilkan makanan sendiri. b. Konsumen adalah makhluk hidup yang sangat tergantung kepada hasil makhluk hidup lain, karena tidak dapat menghasilkan makanan sendiri c. Pengurai (decomposer) adalah mikroorganisme yang mampu menguraikan makhluk hidup yang telah mati menjadi bahan anorganik, contohnya : jasad renik dan bakteri pengurai. d. Non hayati (Abiotik) adalah komponen fisik dan kimia yang mendukung kehidupan makhluk hidup, misalnya air, udara dan tanah. 2. Menurut fungsinya, komponen ekosistem terdiri atas : a. Komponen autotropik adalah makhluk hidup yang mampu memproduksi makanan secara mandiri. Biasanya jenis makhluk hidup autotoprik adalah tumbuhan yang mampu mengubah zat organik menjadi organik dengan bantuan sinar matahari. b. Komponen heterotropik adalah makhluk hidup yang tidak mampu membuat makanan sendiri, tetapi memanfaatkan bahan-bahan yang telah dibuat oleh makhluk lainnya. Contoh manusia dan hewan.
  7. 7. C. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dari generasi yang akan datang. Untuk menjaga kelestarian lingkungan agar kualitas lingkungan tetap terjaga, maka pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan pemanfaatan lingkungan hidup dan kelestariannya. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha-usaha dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memperhatikan faktor lingkungan. Istilah berkelanjutan berasal dari bahasa inggris yaitu sustainability. Istilah berkelanjutan digunakan untuk konsep pembangunan. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara arif, bijaksana, efisien, dan memperhatikan pemanfaatan untuk masa kini dan generasi yang akan datang. Menurut Brundtland, pembangunan berkelanjutan didefinisikan sebagai pembangunan untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Konsep pembangunan berkelanjutan pernah diutarakan dalam KTT Rio De Jeneiro tahun 1992 dengan 2 gagasan utama, yaitu gagasan kebutuhan dan gagasan keterbatasan, setelah itu adanya protokol Kyoto, yang menyampaikan gagasan pengurangan gas buang industri negara-negara maju.
  8. 8. Ciri-Ciri Pembangunan Berkelanjutan 1. 2. 3. 4. Menjamin pemerataan dan keadilan Menghargai keaneragaman hayati Menggunakan pendekatan integratif Menggunakan wawasan dan pandangan ke depan.
  9. 9. Alasan Pembangunan Berkelanjutan 1. Lingkungan hidup yang lestari akan melestarikan pembangunan dan hasilnya. 2. Mutu hidup manusia sangat bergantung kepada lingkungan yang menjadi tempat hidupnya. 3. Sasaran pembangunan bukanlah sekedar menciptakan tingkat ekonomi yang tinggi, melainkan terciptanya suatu kondisi kehidupan yang serasi antara kemakmuran dan lingkungan hidup yang sehat.
  10. 10. Tujuan Dibentuknya Lembaga Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup 1. 2. 3. 4. Setiap rencana pemabangunan selalu dikaitkan dengan masalah lingkungan hidup, tidak mengganggu keutuhan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pengawasan lingkungan hidup, setiap lingkungan kota dan desa, persawahan, hutan dan pemukiman penduduk yang sedang dikembangkan maupun yang telah ada mendapat pengawasan dari pemerintah. Mengadakan usaha pengembangan lingkungan yang dirintis pemerintah dan dilakukan bersama rakyat. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan hidup baik melalui pendidikan maupun melalui media massa lainnya.
  11. 11. Contoh Tindakan dan Upaya Pelestarian Kekayaan Alam dan Lingkungan Hidup 1. Pengembangan, pengelolaan, dan pelestarian keanekaragaman hayati. 2. Program pengendalian intrusi air laut. 3. Rehabilitasi dan reklamasi lahan kritis. 4. Usaha program kali bersih. 5. Pengelolaan pantai dan lautan. 6. Usaha menjaga kelestarian dan meningkatkan sumber daya. 7. Reboisasi dan pencegahan penebangan hutan secara berlebihan. 8. Pengelolaan lingkungan dan usaha merealisasikan teknologi yang ramah lingkungan. 9. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kekayaan alam dan lingkungan hidup bagi kehidupan.
  12. 12. Kesimpulan Dengan demikian pembangunan yang dilakukan selain meningkatkan kualitas hidup manusia, juga harus dapat mendukung prinsip-prinsip kehidupan berkelanjutan. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut : 1. Menghormati dan memelihara komunitas kehidupan, prinsip ini mencerminkan kewajiban untuk peduli kepada bentuk-bentuk kehidupan lain sekarang dan di masa datang. Pembangunan tidak boleh mengorbankan kelompok lain/generasi selanjutnya. 2. Memperbaiki kualitas hidup manusia, sehingga pembangunan tidak mengganggu keutuhan sumber daya alam dan lingkungan di sekitarnya. 3. Melestarikan daya hidup dan keragaman bumi. 4. Menghindari sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. 5. Berusaha tidak melampaui kapasitas daya dukung bumi. 6. Mengubah sikap dan gaya hidup perorangan. 7. Mendukung kreativitas masyarakat untuk memelihara lingkungan sendiri. 8. Menyediakan kerangka kerja nasional untuk memadukan upaya pembangunan dan pelestarian. 9. Menciptakan kerja sama global.

×